Rote Ndao,Sulutnews.coom - Guru adalah Sosok  pahlawan tanpa tanda jasa, bukan karena mereka tidak memiliki jasa. Namun, justru jasanya yang sangat besar dan kerap kali tidak mendapatkan perhatian yang semestinya.

Dalam pengambilan raport dan Surat Keterangan Hasil Ujian (SKHU) di SD Inpres Mokdale Kecamatan Lobalain Kabupaten Rote Ndao, nampak  siswa didampingi oleh orang tua atau wali murid, hal tersebut dilakukan agar orang tua  mengetahui secara langsung perkembangan anaknya di sekolah. Kagiatan tersebut  dihadiri oleh Kepala Sekolah,Para Wali Kelas ,  Sabtu, (25/06/2022)

Para Wali Kelas dengan siaga menanti para murid dan orang tua untuk memberikan hasil yang digapai selama satu tahun ajaran. dan para wali murid dengan penuh kewaspadaan apa anaknya naik kelas atau tidak, hal ini yang di alami Robby Henukh salah seorang wali murid.

"Saya merasa bangga atas prestasi anak saya yang sudah naik kelas Empat” cetusnya kepada wali Kelas III

anaknya yang lain dikelas yang berbedah, “saya mewakili seluruh wali murid kelas satu hingga sampai Kelas Enam sangat berterima kasih kepada Bapak  Ibu Guru yang sudah selama satu tahun membimbing anak-anak kami sampai naik ke kelas Empat  dan bagi saya guru-guru SD Inpres Mokdale sangat profesional dalam membimbing murid.” ungkap Robby Henukh

Sementara itu, Ibu Guru Yane selaku wali kelas Enam menyampaikan harapan nya kepada orang tua murid agar terus membimbing anak-anak terus sampai SMP SMA agar menjadi anak anak yang sukses.

“Saya sebagai wali kelas sebisa mungkin akan terus berusaha dan sepenuh hati membimbing anak- anak agar mendapatkan pembelajaran yang baik.” ungkapnya

Diwaktu yang sama Ibu Guru Linda menambahkan “Kepada semua murid yang sudah naik kelas, saya harap agar lebih giat lagi dalam belajar baik itu di rumah maupun di sekolah sehingga mampu menjadi murid yang berprestasi.” Harapnya

Reporter : Dance Henukh

Rote Ndao,Sulutnews.com - Kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh pihak Holywings  Indonesia menimbulkan banyak reaksi dari masyarakat.

Berbagai kejanggalan Holywings pun ramai dibicarakan netizen, mulai dari cara promosi hingga tudingan cuci tangan terhadap kasus yang menjerat beberapa karyawannya. Kini Lima karyawan telah ditetapkan tersangka oleh Polri.

Menurut Advokat dan Pengamat Kebijakan Publik Dr.Togar Situmorang berpendapat, Holywings adalah branded makanan dan minuman dalam satu kawasan tertentu dengan gabung entertaint bar juga club Sejak tahun 2014 didirikan PT. Aneka Bintang Gading, Co Founder Ivan Tanjaya.

dikatakannya, Hukum dan Masyarakat merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan.  Cicero “Menyebutkan bahwa dimana ada masyarakat, disana ada hukum”, dan Apeldoorn menyatakan “ Hukum ada diseluruh dunia dimana ada masyarakat manusia. Kedua pendapat tersebut berlandaskan kepada tujuan Hukum yang mengatur kehidupan bermasyarakat demi mencapai ketertiban hukum. Tanpa ada Hukum, maka tidak akan tercapai kehidupan masyarakat yang tertib.

Holywings sering melakukan kontraversi seperti pelanggaran PPKM dan kali ini membuat promosi yang diduga menista agama tertentu dimana berawal dari postingan IG Holywings Offisial dengan menyematkan nama “ Muhamad dan Maria “ untu jenis minuman Alkohol dan rencana akan digelar pada Kamis malam, (23/6/2022) .

Advokat dan Kebijakan Publik Dr. Togar Situmorang menilai Promosi minuman berakhohol dengan menyematkan nama sakral bagi umat agama tertentu tersebut sudah jelas akan menimbulkan kontroversi dan sangat menyakitkan bagi masyarakat yang sangat memuliakan nama tersebut dan malah dilecehkan dengan dibuat promosi seperti hal yang telah merekan lakukan telah melukai rasa kepercayaan atas nama sakral tersebut.

Lebih lanjut, maka begitu banyak laporan polisi dilakukan oleh masyarakat dalam dugaan penistaan agama tersebut dan pihak kepolisian telah juga tanggap akan peristiwa hukum tersebut dan juga telah menetapkan beberapa orang sebagai Tersangka dalam hal penyebaran promisi minuman keras yang membawa nama “ Muhamad dan Maria “ telah memasang Police Line dikantor Pusat Holywings di BSD.

Ia mengapresiasi dengan menjerat para tersangka dengan pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 UU RI Nomor 1 tahun 1946 dan/atau Pasal 156 dan/atau Pasal 156 A KUHP, Pasal 28 ayat 2 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 yaitu Perubahan atas UU 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

masih menurutnya,  diharapkan Pemerintah Daerah juga wajib memberikan sangsi tegas atas peristiwa hukum tersebut dan diharapkan ada pencabutan izin operasi Holywings karena dikawatirkan akan memberi dampak kurang bagus dan masyarakat akan melihat proses Pemerintah Daerah seperti yang dilakukan menutup Hiburan Malam yang terkenal sebelumnya.

Apalagi terlihat jelas keinginan untuk meningkatkan promosi namun dengan menggunakan nama “ Muhamad dan Maria “ Jelas terlihat Motif untuk menarik masyarakat atau pengunjung ke Holywings agar datang,” jelas Doktor Hukum Togar Situmorang.

Oleh karena itu, Tentunya dengan peristiwa ini diharapkan agar hukum bisa berjalan sesuai aturan dan pemerintah daerah segera mengambil tindakan pembekuan agar tidak ada timbul kegaduhan karena begitu banyak Organisasi Masyarakat menggelar demo dan laporan polisi termasuk FBI ( Forum Batak Intelektual ) untuk mendesak pemerintah daerah mencabut izin operasi Holywings apalagi Kemenag jelas mengajak masyarakat menghindari promosi produk yang berbau suku, ras, agama dan antar golongan apalagi minuman beralkohol gratis bagi nama “ Muhamad dan Maria ,” tutup Dr.Togar Situmorang

Reporter : Dance Henukh

Kisaran,Sulutnews.com - Pemerintah Kabupaten Asahan bekerja sama dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia (RI) menggelar Forum Groub Discussion Laboratorium Inovasi Dalam Rangka Mensukseskan Program Prioritas Pemerintah Kabupaten Asahan.

Kegiatan FGD yang diikuti OPD, Kepala Bagian Setdakab Asahan, Camat dan Tim Koordinasi Penguatan Sistem Inovasi Daerah Asahan (SIDA) dibuka langsung oleh Bupati Asahan H. Surya, BSc di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Senin (27/06/2022)

Pada kesempatan ini Kepala Bappeda Kabupaten Asahan yang diwakili Sekretaris Bappeda Kabupaten Asahan H. Muhammad Syafiq, STP, MMP meloporkan bahwa kegiatan ini berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah, Pada BAB IV Pasal 16 ayat (2) disebutkan bahwa uji coba Inovasi Daerah dilakukan pada Perangkat Daerah yang ditugaskan melaksanakan Inovasi Daerah sebagai laboratorium uji coba.

Syafiq juga melaporkan tujuan dari kegiatan ini untuk menumbuhkan dan mengembangkan budaya kerja inovasi di Lingkungan Perangkat Daerah Kabupaten Asahan. Selanjutnya untuk fasilitas, asistensi dan pendampingan OPD dalam penyelenggaraan inovasi.

"Kegiatan ini dilaksanakan selama 4 hari yang dimulai pada hari ini Senin sampai dengan Kamis tanggal 27-30 Juni 2022 dan diharapkan hasil dari FGD ini akan ditindaklanjuti oleh masing-masing OPD untuk melahirkan dan mengembangkan inovasi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing," harap Syafiq menutup laporannya.

Sementara itu Bupati Asahan H. Surya, BSc pada bimbingan dan arahannya mengatakan, berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Asahan Nomor 3 Tahun 2021 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Asahan, Peningkatan Inovasi tercantum dalam misi ke-1 yaitu meningkatkan tata kelola Pemerintahan yang efektif, inovatif, profesional, dan akuntabel. Salah satu indikator sasaran yang ditetapkan dalam misi tersebut adalah Indeks Inovasi Daerah yang ditargetkan sebesar 70 poin pada akhir tahun 2026. 

"Oleh karenanya, kegiatan Laboratorium Inovasi ini agar dijadikan salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Asahan dalam rangka peningkatkan Indeks Inovasi Daerah tersebut," ucap Bupati Asahan.

Bupati Asahan juga mengatakan pelaksanaan FGD Laboratorium Inovasi Daerah ini sangat strategis untuk menggali ide-ide inovasi dari OPD serta Kecamatan se-Kabupaten Asahan. Mudah-mudahan, melalui upaya-upaya yang kita lakukan beberapa tahun ke depan Kabupaten Asahan dapat menjadi salah satu kabupaten sangat inovatif di Indonesia.

Menutup bimbingan dan arahannya Bupati Asahan meminta kepada seluruh peserta untuk mengikuti FGD dengan sungguh-sungguh, dan saya akan terus memantau perkembangan inovasi dari OPD dan Kecamatan masing-masing. Kalau saudara-saudara tidak mampu berinovasi, maka saudara-saudara tidak bisa berpartisipasi mendukung visi dan misi Pemerintah Kabupaten Asahan. Saya harap setelah FGD ini, masing-masing OPD dan Kecamatan dapat melahirkan minimal satu inovasi setiap tahun.

Pada kesempatan ini para peserta FGD diberikan materi oleh narasumber yakni Kepala Pusat Inovasi Administrasi Negara LAN RI Hartoto, SIP, M. Si materi membangun komitmen bersama dalam berinovasi di Kabupaten Asahan dan Pejabat Analisis Kebijakan LAN RI Tyas Wahyu Fadhila, S. Sos, MPA materi menuju kabupaten Asahan sangat inovatif.

Tampak hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan, Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten Administrasi Umum dan Staf Ahli Bupati Asahan.(/Daniel_

Kisaran, Sulutnews.com - Wakil Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos MSi bersama Forkopimda, Kepala BNNK Kab. Asahan AKBP Budi Bakhtiar, AMK, SH, MH, MSc, Asisten II Ekbang Drs. Muhilli Lubis dan OPD terkait serta undangan lainnya mengikuti  Rangkaian Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional yang dilaksanakan secara Virtual langsung dari Nusa Dua Convention Center Badung, Bali, bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Asahan, Senin (27/06/2022).

Kepala BNNK Nasional Dr. Petrus Reinhard Golose dalam sambutannya menyampaikan bahwa setiap Tanggal 26 Juni selalu diperingati sebagai Hari Anti Narkotika Internasional (HANI),  Di tahun 2022 Peringatan HANI mengambil Tema Kerja Cepat, Kerja Hebat Berantas Narkoba di Indonesia  menuju Indonesia Bersih Narkoba (BERSINAR).

Peringatan  HANI yang dilaksanakan setiap tahun dimaksudkan untuk memperkuat aksi dan kerja sama secara global, dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya narkoba.

Petrus Reinhard juga mengatakan penanggulangan narkoba harus dilakukan secara holistik baik dengan hard power melalui pemberantasan dan soft power melalui pencegahan, pemberdayaan masyarakat dan rehabilitasi, serta smart power melalui pengembangan IT.

Dengan tagline, yaitu War on Drugs, Petrus Golose menegaskan perang melawan narkoba masih dalam bingkai human right, dan sesuai koridor penegakkan hukum yang profesional dan proporsional.

Dalam rangka perang melawan narkoba, arah kebijakan yang diambil, lanjut  Petrus Golose adalah Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang profesional, peningkatan lembaga rehabilitasi, pemberdayaan ketahanan masyarakat terhadap kejahatan narkotika, dan peningkatan sinergitas dengan pemangku kepentingan di level nasional, regional dan internasional.

Sementara itu Presiden RI Ir. H.Joko Widodo dalam sambutannya  mengajak seluruh masyarakat dan seluruh elemen bangsa menjadikan HANI tahun ini untuk meneguhkan komitmen, menguatkan tekat, dan kerja sama melakukan upaya-upaya yang tak pernah surut membebaskan anak bangsa dari bahaya penyalahgunaan narkoba.

Presiden Jokowi jelas menyapaikan dalam amanatnya  agar Badan Narkotika Nasional (BNN) terus melakukan upaya penguatan, pencegahan, dan pemberantasan narkoba, dengan menutup semua celah yang menyebabkan terjadinya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, menyiapkan  strategi dan aksi untuk mencegah berkembangnya modus operandi pelaku kejahatan narkoba, mengantisipasi perkembangan baru dan modus baru para pelaku kriminal termasuk dalam pemanfaatan teknologi terbaru, meningkatkan kemampuan SDM untuk menghadapi tantangan-tantangan baru, seraya mengutamakan layanan rehabilitasi serta tingkatkan aksesibilitas dan akseptabilitas yang menjangkau hingga di tingkat desa sehingga masyarakat mendapatkan layanan rehabilitas yang terjangkau.

Presiden juga meminta agar aparat BNN harus bekerja secara jujur dan akuntabel. Presiden tidak mentoleransi aparat BNN yang menyalahgunakan kewenangannya.

“Saya tidak akan mentoleransi, tidak mentolerir, aparat BNN yang menyalahgunakan kewenangannya,”  Kata Presiden Jokowi yang disampaikan secara daring.

Bupati Asahan dalam Sambutannya yang di sampaikan Wakil Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos, MSi menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional Kabupaten Asahan yang di Prakarsai BNNK Kabupaten Asahan, hal ini menunjukkan Komitmen seluruh Stakeholder dalam memberantas kejahatan Narkotika khususnya di Kabupaten Asahan.

Sejalan dengan pelaksanaan kegiatan HANI tahun 2022, Lanjut Taufik, Saya mengajak kepada seluruh elemen Masyarakat untuk melindungi dan memberi pengertian kepada Generasi Muda khususnya dan seluruh Lapisan Masyarakat tentang bahaya penyalah gunaan Narkotika.

“Berilah penjelasan yang baik ,tekun dan Sabar melalui Komunikasi dan Sosialisasi yang efektif sejak dini, guna mewujudkan Kabupaten  Asahan Yang bebas Narkotika seperti Harapan Kita Bersama” pingkas Wakil Bupati.(/Daniel)

Sei Rampah,  Sulutnews.com - Upaya pemulihan ekonomi masyarakat pasca pandemi Covid-19 sekaligus mendukung Gerakan Belanja Bersama Kebutuhan Dapur dan Harian di Pasar Rakyat (Grebek Dahsyat), para ASN dan Tenaga Kontrak di jajaran Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) melakukan kegiatan berbelanja bersama kebutuhan masing-masing di Pasar Rakyat Sei Rampah, Minggu (26/6/2022).

Selain kegiatan berbelanja, di Pasar Rakyat Sei Rampah juga digelar Pentas Seni lomba bernyanyi dangdut dan pop yang pesertanya mulai dari anak-anak hingga dewasa. Dari kalangan pembeli maupun pedagang yang memiliki bakat dan kemampuan dalam hal bernyanyi juga bisa ikut dalam ajang tersebut.

Antusias masyarakat Sergai dalam mengikuti pentas Seni juga di selingi dengan game berbelanja Kaget. Tentunya berhadiah menarik dan manambah seru serta ramai pengunjung di Pasar Rakyat Sei Rampah.

Dari riuhnya pembeli maupun pedagang dan peserta lomba, tampak hadir Bupati Sergai H. Darma Wijaya ikut dalam kegiatan. Ia juga berkesempatan menyawer peserta penyanyi cilik di pentas seni sekaligus memberikan piala bagi pemenang lomba. 

" Seluruh peserta suaranya bagus-bagus. Semoga bisa menjuarai dikompetisi lainnya. Pentas seni yang digelar di tengah-tengah Pasar Rakyat seperti ini membawa beberapa manfaat. Selain mampu menghibur para pedagang dan pembeli juga bisa menjaring bibit-bibit penyanyi berbakat seperti ini," ujarnya.

Usai menghadiri kegiatan pentas seni, bersama Sekda Faisal Hasrimy, Bang Wiwiek  sapaan akrabnya menuju lokasi pedangang yang menjual pakaian bekas (monza).

Melihat banyaknya koleksi baju bekas yang bagus-bagus, tanpa ragu, Bupati lantas memilih salah satu baju kemeja lengan panjang berwarna biru dan langsung di pakai dan dengan ukuran yang sangat pas di badannya.

Sembari mencoba baju, Bupati bertanya soal harga kepada pedagang, dan ternyata harganya sangat murah. 

" Berapa harganya bang? tanya Bang Wiwiek, lantas pedagang menjawab " 20 ribu aja pak". Wah bajunya bagus dan harganya murah lagi," kata Bupati sembari tersenyum dan langsung membayar. 

Terkait dengan melambungnya beberapa bahan pokok akhir-akhir ini, Bupati berharap dalam waktu dekat, semua harga kebutuhan akan kembali stabil dan perekonomian masyarakat kembali meningkat.(/Daniel)

Tomohon,Sulutnews.com -  Pemilik Toko Sari Madu Tomohon akhirnya memenuhi panggilan Unit Reskrim, di Polsek Tomohon Tengah, Senin (27/6/2022). Pemanggilan ini terkait dugaan pengancaman serta penyekapan terhadap perempuan berinisial C (15) karyawan yang diberitakan oleh media ini sebelumnya.

Kepada Wartawan Kapolsek Tomohon Tengah, Kompol La Daena, mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan kepada pemilik Toko Sari Madu. "Sudah dilakukan pemeriksaan selama 3 Jam, dari Pukul 12:00 sampai 15:00 Wita baru-baru ini," ujar  La Daena.

Namun ditegaskan Kapolsek, bahwa sesuai Berita Acara Pemeriksaan (BAP), keterangan dari terduga korban dan pemilik toko tersebut, tidak ditemukan penyekapan.

"Memang, dari pengakuan terduga korban dan sehelai surat yang sempat heboh, ada sedikit kata-kata pengancaman, tutur Kapolsek.

Tapi, setelah di ambil keterangan terduga korban dan pemilik Toko Sari Madu Tomohon, tidak ada penyekapan di situ," luga La Daena.

Menurutnya, kasus dugaan pengancaman dan penyekapan tersebut awalnya dilaporkan warga ke pihaknya, Jumat (24/6/2022).

"Saat mendapat informasi, saya langsung perintahkan anggota ke TKP, dan mengamankan terduga korban. Jadi, kasus ini langsung ditindaklanjuti," tukasnya.

Sementara, pemilik Toko Sari Rasa Tomohon, Fransisca Saerang didampingi Ibunya Hermin, usai diperiksa menegaskan bahwa pihaknya sama sekali tidak melakukan penyekapan.

"Tidak mungkin kami melakukan itu. Coba ditanya, saat petugas datang di toko, yang bersangkutan ada di mana. Dia sementara kerja," terangnya.

Dikatakan bahwa, yang bersangkutan memang masih labil. Sehingga mengambil langkah yang menurut pihaknya terlalu dramatis. "Kalau disekap, tidak mungkin dia ada di luar dan memberikan sehelai kertas itu kepada orang lain," ucapnya.

"Sebelumnya kan memang kami sudah tau bahwa dia akan pulang. Kami komunikasi dengan keluarganya, dan pada hari sabtu dia akan pulang," ujarnya.

Dijelaskan, bahwa awalnya karyawan ini didapatkan melalui pihak Yayasan, yang direkomendasikan temannya. "Ketika kita komunikasi dengan Yayasan tersebut mereka katakan yang bersangkutan sudah berusia 18 Tahun. Jadi saya langsung kirim tiket untuk yang bersangkutan datang," ujar Fransisca.

Ketika yang bersangkutan datang pada tanggal 17 Mei 2022 yang lalu, dirinya mencurigai bahwa perempuan berinisial C tersebut belum cukup usia untuk dipekerjakan.

"Saat dia datang, saya memang katakan bahwa dia belum berusia 18. Dan kami sebenarnya yang meminta keluarganya dan yayasan untuk dia kembali," bebernya.

Soal uang 500 ribu yang disentil dalam tulisan di kertas tersebut menurut Fransisca, itu adalah biaya dari uang yang sudah diambilnya dari Yayasan. "Kami memang managih itu, namun setelah dipikir-pikir kami tidak jadi memintanya," ucap Fransisca.

Lanjutnya Terkait handphone yang dikatakan terduga korban ditahan pihaknya, Fransisca menjelaskan bahwa sebenarnya itu memang sudah menjadi aturan di toko. Kalau sementara kerja, tak bisa pegang hp.

"Karena pasti terganggu, bukan kami tahan," jelasnya.

"Jadi, kami tegaskan tidak ada penyekapan yang kami lakukan. Saya seorang perempuan, saya juga punya hati nurani, bukan tidak!," katanya.

Dia juga menegaskan jika ada bekas karyawan kami yang merasa pernah disekap, kami mempersilahkan untuk melapor ke pihak Polisi, inikan Negara Hukum.

"Jadi silahkan melapor jika ada, namun jika tidak terbukti kami tentu akan mengambil langkah hukum untuk melapor balik, tentunya terkait pencemaran nama baik," timpalnya.

Penulis: (ARP)

Kendari,Sulutnews.com - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Utara (Sulut) Voucke Lontaan melalui Wakil Ketua Bidang Advokasi dan Pembelaan Wartawan Adrianus R Pusungunaung (ARP) menyambangi Balai PWI Sulawesi Tenggara (Sultra) di jalan Kendari, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (27/06/2022)

Tampak hadir Wakil Ketua Provinsi Bidang Advokasi dan Pembelaan Wartawan PWI Sultra, Umar Marhum didampingi sejumlah anggota PWI Sultra. Umar menyambut baik serta mengapresiasi kedatangan salah satu pengurus inti PWI Sulut di Balai PWI Sultra. Umar juga menjelaskan visi - misi Bidang Advokasi dan Pembelaan Wartawan yang dipimpinnya itu.

"Untuk memperkuat Bidang Advokasi dan Pembelaan Wartawan di Bidangnya, PWI Sultra  sementara memproses pendirian LBH PWI Sultra," ungkapnya mewakili Ketua PWI Sultra Sarjono.

Umar berharap, Lembaga ini dapat memberikan bantuan hukum bagi seluruh anggota PWI untuk memperjuangkan hak-haknya. "Tidak hanya Anggota PWI saja, kami harapkan LBH ini boleh membela teman - teman Wartawan yang lain, rakyat miskin yang digusur, dipinggirkan, di PHK, dan keseharian pelanggaran atas hak-hak asasi mereka," imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Advokasi dan Pembelaan Wartawan PWI Sulut ARP juga turut mendukung Visi - Misi PWI Sultra untuk mendirikan LBH. Salah satu visi utama bidangnya juga berencana akan mendirikan LBH di PWI Sulut.  

"Memang sejak PWI Sulut resmi di lantik pada bulan Juli 2021 

usulan untuk mendirikan LBH PWI Sulut disambut baik oleh seluruh anggota PWI Sulut, juga didukung oleh Ketua PWI Sulut dan Wakil Ketua Bidang Advokasi dan Pembelaan PWI Pusat Bapak Oktap Riadi,"tandas ARP.

Penulis: (tim)

Jakarta,Sulutnews.com - Akademi Kepolisian (Akpol) 1996 meluncurkan buku berjudul 'Berjuang di Sudut-sudut Tak Terliput'. Buku yang ditulis oleh Iqbal Aji Daryono itu berisi peran anggota kepolisian yang bertugas di berbagai daerah.

Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono menuturkan, buku 'Berjuang di Sudut-sudut Tak Terliput' menjelaskan anggota Polri yang menjadi ujung tombak warga dalam mengatasi berbagai persoalan.

"Penulis melihat bagaimana anggota kita ini bertugas di lapangan dengan segala kekurangan-kekurangan yang dimiliki ya, tapi mampu menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada," kata Gatot di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (27/6/2022).

"Sehingga apa yang menjadi harapan-harapan masyarakat di mana tempat dia bertugas itu bisa didapatkan oleh masyarakat dari tulisan yang dibuat oleh Mas Aji ini," sambungnya.

Gatot mengatakan, masih ada kekurangan dari tiap anggota polisi. Meski demikian, Polri selalu berusaha menjadi lebih profesional setiap waktu.

Gatot menyebut masyarakat dapat melihat hal-hal positif yang sudah dilakukan kepolisian dalam buku 'Berjuang di Sudut-sudut Tak Terliput'. Polri, kata Gatot, selalu terbuka kepada masyarakat yang ingin memberikan kritik.

"Nah, buku ini ya menggambarkan hal-hal positif dan juga masyarakat bisa melihat apa yang dilakukan anggota Polri yang kemudian bisa bermanfaat buat masyarakat," imbuhnya.

Sementara itu, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo menyebut kritik dan masukan dari masyarakat terhadap Polri adalah sebagai bentuk kepedulian. Dia mengaku khawatir saat masyarakat tak mau mengkritik polisi.

"Ketika situasi keadaan itu sudah mulai enggan, sudah mulai bosan, dan sudah mulai takut mengkritik polisi itu yang kita khawatirkan, kita takutkan, tapi ketika masyarakat masih mengkritik polisi, dengan saran dan masukan kepada polisi itu merupakan suatu bentuk rasa cinta masyarakat, rasa cinta kepedulian masyarakat kepada kepolisian," ujarnya.

Penulis: ARP

Jakarta,Sulutnews.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri acara launching 'Rumah Kebangsaan' yang digagas oleh pemuda dan mahasiswa dari kelompok Cipayung Plus. Peresmian itu digelar di Jalan Hang Lekir, Jakarta Selatan, Senin (27/6/2022).

"Tentunya hari ini saya sangat mengapresiasi terkait dengan launching yang dilakukan oleh teman-teman pemuda dan mahasiswa tergabung dalam Cipayung Plus yang melakukan kegiatan untuk bersatu di dalam Rumah Kebangsaan," kata Sigit saat menghadiri acara tersebut.

Sigit berharap, rumah kebangsaan ini dapat dijadikan tempat atau wadah bagi para pemuda dan mahasiswa Indonesia berdiskusi memecahkan masalah terkait isu-isu terkini. Serta, menggagas konsep untuk terus menjaga serta mempertahankan persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

"Dan juga hal-hal yang akan dihadapi kedepan utamanya terkait bagaimana kita menjaga persatuan dan kesatuan, mempersiapkan SDM unggul untuk menghadapi persiapan kita menuju Indonesia Emas, menyiapkan kemampuan kewirausahaan, dan menyiapkan kemampuan kepemimpinan," ujar eks Kabareskrim Polri ini.

Tak hanya itu, Sigit juga menginginkan konsep rumah kebangsaan ini tidak hanya dibentuk di tingkat nasional, melainkan, di seluruh wilayah Indonesia. Dengan begitu, menurut Sigit, semangat untuk menjaga rasa persatuan dan kesatuan dapat digelorakan dan dilakukan oleh seluruh, pemuda, mahasiswa dan masyarakat di seluruh Indonesia.

"Saya kira ini semua harus di glorifikasi digerakkan menjadi satu langkah, satu kekuatan, dari pusat ke daerah untuk bisa bersama-sama berjuang menjaga nilai besar, menjaga persatuan dan kesatuan, menjaga Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan menghantarkan bangsa kita untuk wujudkan tujuan nasional menuju Indonesia Emas di tahun 2045. Dalam rangka meningkatkan serta mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Tentunya ini menjadi cita-cita kita semua," ucap Sigit.

Lebih dalam, Sigit mengaku bahwa, konsep, ide dan gagasan rumah kebangsaan ini adalah program yang sangat dibutuhkan oleh Bangsa Indonesia. Alasannya, dikatakan Sigit, saat ini, baik Indonesia maupun negara lainnya tengah menghadapi situasi ketidakpastian global.

Dengan adanya dinamika ketidakpastian global, ditekankan Sigit, seluruh elemen Bangsa Indonesia harus tetap mempertahankan nilai persatuan dan kesatuan serta sinergitas hingga soliditas satu sama lain. Karena itu, diperlukan sebuah strategi luar biasa untuk terus menjadi nilai tersebut.

"Sehingga tentunya dibutuhkan suatu strategi khusus, cara khusus satu hal yang sifatnya extraordinary (luar biasa) dan ini yang kemudian tentu harus kita wujudkan," jelas eks Kapolda Banten itu.

 

Dalam hal ini, Sigit menyampaikan bukti konkret dari pentingnya peranan persatuan, kesatuan, sinergitas dan soliditas seluruh elemen Bangsa Indonesia. Salah satu contohnya adalah pengendalian Pandemi Covid-19.

Sigit menyebut, di kala seluruh negara dihadapi situasi serba sulit akibat Pandemi Covid-19, Indonesia dengan seluruh elemen bangsanya, mulai dari Pemerintah, TNI, Polri, kementerian/lembaga, pemuda, mahasiswa dan masyarakat lainnya, bersatu padu berada di lini terdepan untuk melakukan penanganan dan pengendalian Pandemi Covid-19. Hal itu dilakukan semata, demi keselamatan rakyat Indonesia.

"Hampir dua tahun ini kita sama-sama berjuang hadapi Pandemi Covid-19. Saat itu, pemuda, yang tergabung dalam Cipayung Plus, mahasiswa, bersama-sama untuk ikut turun langsung. Tidak hanya sekadar melaksanakan sosialisasi, tapi terjun bahkan ikut melaksanakan kegiatan yang sifatnya mulai dari imbauan, sosialisasi tentang prokes sampai melaksanakan kegiatan vaksinasi, dan memberikan bantuan sosial terhadap masyarakat yang memang betul-betul terdampak karena pandemi," papar Sigit.

Dengan adanya persatuan dan kesatuan di kondisi tersebut, Sigit menegaskan, saat ini Indonesia telah mampu mengendalikan laju pertumbuhan Covid-19. Hal itu ditandai dengan diselenggarakannya event nasional hingga internasional.

"Ini semua bisa kita lakukan karena persatuan kesatuan kita di dalam menghadapi situasi global. Apa hasilnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini berada di angka lima persen. Apakah lima persen angka istimewa, lima persen menjadi angka istimewa pada saat saya sampaikan bahwa kita berada di atas negara-negara maju yang ada di luar," ungkap Sigit.

"Rekan-rekan lihat, bagaimana kondisi negara maju, pertumbuhan perekonomiannya, tiga persen, Singapura 3,4, Amerika 3,6, dan Indonesia berada di 5,01 persen. Ini bisa terjadi karena kita semua bersatu pada saat tangani Pandemi Covid-19," imbuh Sigit.

Kemudian, Sigit juga menyinggung terkait bonus demografi pada tahun 2036 mendatang. Menurutnya, hal itu harus dikelola dengan baik agar dijadikan landasan Indonesia menuju negara yang maju.

Demi mewujudkan hal itu, Sigit menyebut, Pemerintah sedang berjuang untuk bisa lepas dari negara Middle Income Trap. Dengan adanya hal itu, diharapkan Indonesia bisa meraih pendapatan sebesar 15.000 Dollar per kapita.

Dengan adanya tujuan ini, Sigit mengingatkan pemuda untuk terus menjaga dan menguatkan nilai persatuan serta kesatuan. Mengingat, selain Pandemi Covid-19, dewasa ini terjadi konflik antara Negara Rusia dan Ukraina. Dimana, hal itu juga dampaknya dirasakan oleh Indonesia dan negara lainnya.

"Alhamdulillah ditengah situasi terdampak akibat krisis terjadi. Bahkan kita tahu beberapa negara terancam gagal. Indonesia masih dalam posisi sekarang ini. Dan semua ini bisa terjadi karena kuncinya, kita mau bersatu," tutur Sigit.

Penulis: ARP

Tomohon,Sulutnews.com - Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Ir. Stefanus BAN Liow, MAP menghadiri kegiatan yang digelar Komunitas Pemburu  Sulawesi Utara di Tara-Tara Kecamatan Tomohon Barat Kota Tomohon, pada Senin (27/06/2022).

Dalam kesempatan membuka Lomba Berburu Hama Hewan Babi Hutan tersebut, Senator asal Sulut Stefanus Liow mengatakan, kegiatan ini sangat positif karena selain penyaluran hobbi tetapi senantiasa mengedepankan tali persaudaraan serta memperkokoh persatuan dan kesatuan, menjaga keamanan dan ketertiban diantara pemburu hama hewan yang datang dari berbagai daerah di Sulawesi Utara.

“Disini saya juga mengingatkan pula untuk menjaga hakekat pemburu yakni membantu masyarakat terutama petani, dimana dengan berburu akan melindungi tanaman seperti jagung, ubi dan jenis lainnya dari kerusakan akibat hama hewan babi hutan, tikus dan weris,” jelasnya.

Lebih lanjut Senator Stefanus Liow mengingatkan untuk menjaga citra pemburu tradisional agar jangan sekali-kali memburu hewan piaraan masyarakat dan yang dilindungi.

Sebelumnya, Ketua Komunitas Pemburu Hama Hewan Sulut, Jerry Liuw didampingi Koordinator pelaksana lomba Helky Rarez, ST menjelaskan, lomba berburu dilaksanakan secara berkala dengan berpindah-pindah lokasi (daerah) sejak beberapa tahun lalu, namun sempat berhenti dua tahun terakhir karena pandemi Covid-19.

Jerry Liuw menguraikan, kali ini peserta lomba berburu hama hewan babi hutan diikuti sebanyak 17 Tim dengan sekitar 300  personil. Selain berburu hama hewan babi hutan tetapi kategori lomba lainnya adalah mencari tikus dan burung weris.

“Dalam lomba berburu menggunakan tombak trandisional dan anjing terlatih. Pemenang masing-masing kategori mendapatkan tropi. Liuw dan Rares memberikan apresiasi dan terima kasih kepada Senator Stefanus Liow yang memberikan sambutan dan membuka lomba sekaligus juga menyiapkan hadiah doorprize berupa topi, kaos dan senter,” tukasnya.

Diketahui, Turut hadir Lurah Tara-Tara Tiga Rommy Loho, SH, Babinsa TNI Hofny Montolalu serta masyarakat setempat.

Penulis: ARP