Jawa Tengah

Jawa Tengah (250)

Semarang, Sulutnews.com - Peserta pendidikan Sekolah Staf Pimpinan (Sespimti) Dikreg 30/2021 beri bantuan sembako pada Warga Kelurahan Bandarharjo Semarang Utara yang membutuhkan dan terdampak covid-19 , Jumat ( 30/4/2021).

Kegiatan Bakti Sosial (Baksos) ini menerapkan protokol kesehatan ketat dan secara simbolis dilaksanakan di kantor kelurahan Bandarharjo tersebut dihadiri sekitar 7 peserta pendidikan Sespimti Dikreg 30/2021 dan beberapa perwakilan warga terdampak covid-19 .

Ketua kegiatan Baksos Sespimti Dikreg 30 tahun 2021, AKBP Langeng Purnomo menyebut kegiatan bakti sosial ini digelar serentak di 10 kota.

“Mulai dari Jawa Barat, lembang, Jakarta, Serang, Medan,Malng, Kupang Solo, Semarang, Jogja, kemudian maksut tujuan jelas sebagai rasa syukur hamba Allah,” katanya.

Menurutnya, kegiatan berbagi ini menjadi betuk kepedulian terhadap sesama ditengah pandemi dan kebencanaan. Selain itu juga menjadi wujud gotong royong, kebinnekaan hingga sinergitas dalam menghadapi permasalahan di tingkat bawah.

“Ini bentuk kepedulian, dari Sespim Polri dalamnya kepanitiaan dari peserta Sespim ada dari polri, TNI dan kejaksaan kita sinergi sebagai bentuk kepedulian bangsa yang terjadi saat ini ada yang kena bencana ada yang terdampak covid, kita juga bisa langsung sinergi turun kebawah, sehingga tau problem real dan sehingga kita bisa bantu dengan program kedepan,” tuturnya.

Tak lupa dalam kesempatan itu, AKBP Langeng mengingatkan warga untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dan memutus mata penyebaran covid-19.

“Saling mengingatkan untuk apa untuk protokol kesehatan, jangan berkrumun, pakai masker , kemudian sering cuci tangan, kalau bagi saya ini senjata ini, jadi kita jangan kendor tetap disiplin,” pesannya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan membagikan bingkisan sembako secara door to door ke ratusan penduduk lainnya.

Warga Keluragan Bandarharo, Sri Rejeki yang turut mendapatkan sembako dari Sespimti Dikreg 30 tahun 2021 merasa bersyukur dan sangat terbantu dengan kegiatan berbagi ini. Ibu satu anak yang rumahnya masih beralaskan pasir ini mengaku tidak dapat bekerja karena mengalami kecelakaan di bak penampungan setinggi 5 meter.

“Ya bersyukur to mbak, karena ga pernah dapet bantuan apa apa, liat aja rumah saya ini to mbak kebrukan gudang, saya kan jatuh ndak bisa jualan mbak, BLT ga dapet, UMKM juga ga dapet, biasanya kan saya pagi kerja dibonharjo sorenya saya jualan, tapi ini ga bisa jalan,” ujarnya.(/Dyah)

Semarang, Sulutnews.com - Peserta pendidikan Sekolah Staf Pimpinan (Sespimti) Dikreg 30/2021 beri bantuan sembako pada Warga Kelurahan Bandarharjo Semarang Utara yang membutuhkan dan terdampak covid-19 , Jumat ( 30/4/2021).

Kegiatan Bakti Sosial (Baksos) ini menerapkan protokol kesehatan ketat dan secara simbolis dilaksanakan di kantor kelurahan Bandarharjo tersebut dihadiri sekitar 7 peserta pendidikan Sespimti Dikreg 30/2021 dan beberapa perwakilan warga terdampak covid-19 .

Ketua kegiatan Baksos Sespimti Dikreg 30 tahun 2021, AKBP Langeng Purnomo menyebut kegiatan bakti sosial ini digelar serentak di 10 kota.

“Mulai dari Jawa Barat, lembang, Jakarta, Serang, Medan,Malng, Kupang Solo, Semarang, Jogja, kemudian maksut tujuan jelas sebagai rasa syukur hamba Allah,” katanya.

Menurutnya, kegiatan berbagi ini menjadi betuk kepedulian terhadap sesama ditengah pandemi dan kebencanaan. Selain itu juga menjadi wujud gotong royong, kebinnekaan hingga sinergitas dalam menghadapi permasalahan di tingkat bawah.

“Ini bentuk kepedulian, dari Sespim Polri dalamnya kepanitiaan dari peserta Sespim ada dari polri, TNI dan kejaksaan kita sinergi sebagai bentuk kepedulian bangsa yang terjadi saat ini ada yang kena bencana ada yang terdampak covid, kita juga bisa langsung sinergi turun kebawah, sehingga tau problem real dan sehingga kita bisa bantu dengan program kedepan,” tuturnya.

Tak lupa dalam kesempatan itu, AKBP Langeng mengingatkan warga untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dan memutus mata penyebaran covid-19.

“Saling mengingatkan untuk apa untuk protokol kesehatan, jangan berkrumun, pakai masker , kemudian sering cuci tangan, kalau bagi saya ini senjata ini, jadi kita jangan kendor tetap disiplin,” pesannya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan membagikan bingkisan sembako secara door to door ke ratusan penduduk lainnya.

Warga Keluragan Bandarharo, Sri Rejeki yang turut mendapatkan sembako dari Sespimti Dikreg 30 tahun 2021 merasa bersyukur dan sangat terbantu dengan kegiatan berbagi ini. Ibu satu anak yang rumahnya masih beralaskan pasir ini mengaku tidak dapat bekerja karena mengalami kecelakaan di bak penampungan setinggi 5 meter.

“Ya bersyukur to mbak, karena ga pernah dapet bantuan apa apa, liat aja rumah saya ini to mbak kebrukan gudang, saya kan jatuh ndak bisa jualan mbak, BLT ga dapet, UMKM juga ga dapet, biasanya kan saya pagi kerja dibonharjo sorenya saya jualan, tapi ini ga bisa jalan,” ujarnya.(/Dyah)

Semarang,Sulutnews.com - Satlantas Polrestabes Semarang melakukan pendataan dan penertiban travel gelap di beberapa titik di Kota Semarang. Penertiban ini bekerjasama dengan Dinas Perhubungan, Satpol PP dan Dinas Kesehatan Kota Semarang sebagai penegakan aturan larangan mudik yang telah diberlakukan sebelumnya, Kamis (29/04/2021).

Selain melakukan pendataan dan penertiban, Satlantas Polrestabes Semarang juga memberikan edukasi dan himbauan kepada para sopir travel-travel gelap dan masyarakat pengguna jalan agar menunda mudik lebaran pada tahun ini. Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Sigit menuturkan kegiatan ini bertujuan untuk memutus mata rantai covid-19.

"Tundalah mudik untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, tetap jaga kesehatan, keselamatan dan keamanan karena itu sangat penting bagi keluarga kita," tutur Sigit.

Kasatlantas juga menjelaskan bahwa masa pengetatan mudik atau Pra mudik 2021 telah dimulai sejak tanggal 22 April- 5 Mei 2021 menuju pada masa pelarangan mudik tanggal yaitu pada 6-17 Mei 2021. Selama pra-mudik pihaknya akan terus menggencarkan penertiban dan pengecekan pada travel-travel gelap beserta penumpangnya. Penertiban dan pengecekan ini dilaksanakan untuk mengantisipasi travel-travel yang membawa penumpang dari luar kota.

Dalam kegiatan penertiban dan pengecekan yang dilakukan petugas gabungan sore tadi berhasil terjaring sejumlah 3 mobil  travel yaitu 1 mobil travel plat hitam jurusan Jogjakarta di sekitar Bubakan Semarang, 1 mobil travel plat hitam jurusan Wonosobo di sekitar Sukun Banyumanik dan 1 mobil travel jurusan Kota Semarang di sekitar Terminal Banyumanik.

Menurut Salah seorang Sopir Travel jurusan Kota Semarang, Moko, mengatakan membawa penumpang yang di oper dari  bus-bus. Saat ditanya petugas mengenai protokol kesehatan yang diterapkan pada para penumpang, Moko mengatakan hanya menggunakan masker saja tanpa perlu menunjukkan surat keterangan negatif untuk para penumpangnya.

"Cuma pake masker aja Pak, Kalo penumpang kan dari bus jadi saya juga ndak tau Pak positif apa ndak," katanya.

Untuk travel yang terjaring lanjut Kasatlantas pihaknya tak segan untuk kandangkan travel-travel gelap yang tidak sesuai aturan.

"Kita cek satu persatu travel-travel yang membawa penumpang dari luar kota, misal ada penumpang yang positif akan langsung kita serahkan pada Dinas Kesehatan dan kalo ada travel gelap yang tidak sesuai aturan kita langsung kandangkan sesuai prosedur yang berlaku," tegas Sigit. (/Dyah)

Semarang, Sulultnews.com - Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi membuka, mengisi materi dan menutup kegiatan pelaksanaan Rakor Lintas Sektoral, dalam Operasi Ketupat Candi 2021 di Ruang Vicon Lt. 7 Mapolda Jateng, Pukul 08.00 Wib, Kamis, (29/4/2021).

Acara yang dihadiri Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, Pangdam IV Diponegoro, Gubenur Jateng, Waka Polda Jateng, seluruh Kepala Dinas Provinsi, PJU Polda Jateng, PJU Pangdam IV Diponegoro, Kapolres se-Jateng, Kakanwil Kemenag Provinsi dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, serta Satpol PP Jateng.

Dalam sambutannya Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, Mengatakan, pagi ini Polda Jeteng melaksanakan Rakor Lintas Sektoral, dalam Operasi Ketupat Candi 2021.

"Ini merupakan suatu perintah dari Kapolri dalam melaksanakan kegiatan Operasi Ketupat Candi 2021. Dimana kegiatan ini dilaksanakan, dalam mengahadapi lebaran tahun ini," terang Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi.

Rakor ini dilakukan, Kata Ahmad Luthfi, untuk menyamakan persepsei dalam rangka menghadapi saat sebelum dan sesudah kegiatan lebaran ini.

"Rakor ini sangat penting, terkait dengan keamanan Kambtibmas saat lebaran dan pencegahan Covid 19," jelas Luthfi.

Hal ini dilakukan, lanjut Lutfi, dalam rangka pecegahan Covid 19 pada lebaran ini, sebagaimana arahan ataupun intruksi Presiden dengan ditiadakan mudik lebaran ini.

"Rakor ini sangat penting, untuk itu Rakor ini saya nyatakan dibuka. Disini juga saya perlu paparkan, bahwa Polda Jateng dalam menghadapi kegiatan yang kita lakukan ini," ucapnya.

Dijelaskan Kapolda Jateng, berdasarkan Kepres no 9, bahwa Gubenur sebagai komandan satuan gugus tugas Covid 19 dan Pangdam serta Kapolda sebagai wakil Komandan gugus tugas Covid 19, hal ini sudah menjadi landasan kegiatan ini.

"Dimana selalu ada kebijakan kebijakan Gubenur yang kita dukung dalam kegiatannya. Kita mempunyai kegiatan operasi Amannusa, dimana kegiatan Amannusa ini dilakukan untuk pencegahan Covid 19, satgas Amannusa ini bertugas selama 28 hari dalam melaksanakan Operasi Ketupat Candi 2021," ungkapnya.

Sementara itu, Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Rudianto, mengungkapkan, bahwa Kodam IV Dipenogoro sangat mendukung apa yang menjadi kebijakkan pemerintah dalam pencegahan Covid 19, untuk ditiadakan mudik pada lebaran ini.

"Kami mendukung penyekatan yang dilakukan Polda Jateng, kita juga sudah siapkan pasukan di koramil dan kodim untuk di perbantukan dalam operasi penyekatan tersebut, pasukan kami siap membantu dan melakukan Oprasi Ketupat Candi 2021 ini," papar Pangdam IV Diponegoro.

Gubenur Jateng Ganjar Pranowo, dalam sambutannya mengungkapkan, gelombang penularan Covid 19 ini, masih meningkat di setiap kabupaten di Jawa Tengah. Untuk itu, ia mendukung langkah langkah Polda Jateng dengan melakukan penyekatan sejak awal untuk pemudik dari luar Jateng.

"Dari data yang masuk, jumlah pemudik saat ini di Jateng sudah mulai meningkat, hal ini menjadi perhatian kita, untuk itu nanti kita akan lakukan Tracing bersama Dinas Kesehatan dan jajaran TNI dan Polda Jateng kepada masyarakat," ucap Gubenur Jateng.

Dikatakan Ganjar, sedangkan untuk pasokan pangan lebaran ini sangat meningkat. Prediksi pemudik juga sudah mulai meningkat, vaksin juga masih kurang di Jateng. Inilah kasus yang muncul di Jateng dalam beberapa hari ini.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat, untuk mematuhi protokol kesehatan, agar tidak menimbulkan claster Covid 19 baru.

"Jadi kasus Covid 19 di Jateng tidak sampai 7000, masih relatif bagus, yang dirawat 59%, sedangkan yang diisolasi ada 40%, hal ini saya sampaikan agar masyarakat tidak terganggu dengan informasi yang seringkali berbeda, karena ada informasi bahwa kasus Covid di jateng meningkat 47.000, itu tidak benar," tandasnya. (/Dyah)

Surakarta,Sulutnews.com - Ketua Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) Ustadz Edy Lukito mengajak semua ormas di Soloraya untuk menciptakan situasi dan kondisi yang aman, hal ini disampaikan saat ditemui di rumahnya di Jl. Raya Ngemplak Kab.Boyolali, pada Kamis (29/04/2021).

Edy juga mengingatkan pada masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan saat berkegiatan diluar rumah juga mengajak semua masyarakat untuk mematuhi apa yang menjadi anjuran para ulama, aparat kepolisian dan juga pemerintah dalam rangka memutus rantai Covid-19.

"Mari kita bersama-sama menciptakan situasi dan kondisi aman, tertib, terkendali dan jangan lupa dalam kegiatan yang melibatkan banyak orang seperti pengajian untuk selalu mematuhi protokol kesehatan," kata Edy.

Hal tersebut disampaikan untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Jawa Tengah, Polda Jawa Tengah sendiri dalam hal ini telah melarang organisasi masyarakat (ormas) maupun kelompok lainnya menertibkan alias sweeping selama Ramadhan.

"Tidak ada ormas maupun kelompok lainnya yang melaksanakan kegiatan kepolisian," kata Luthfi kepada wartawan di Semarang," terang Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi.

Kapolda Jateng mengingatkan bahwa tugas penertiban adalah wewenang aparat hukum. Saat ini Polda Jateng tengah menggelar Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (KKYD).

Luthfi meminta jajarannya untuk meningkatkan kewaspadaan dengan melaksanakan patroli. "Untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat pada saat Ramadhan dan Lebaran 2021," ujarnya.

Selain itu, ia juga menggalang tokoh-tokoh agama dan masyarakat guna mengantisipasi ancaman teroris. "Kita akan pantau terus setiap pergerakan yang arahnya ke terorisme," tambahnya.

Pihaknya juga terus memonitor seluruh pergerakan terorisme untuk memastikan tak ada celah bagi para pelaku teroris untuk menjalankan aksinya.

"Kita akan pantau terus setiap pergerakan yang arahnya ke terorisme, Negara tak boleh kalah dengan aksi terorisme, radikalisme dan anarkisme," jelas dia. (/Dyah)

Solo,Sulutnews.com - Kita berharap di Soloraya tidak ada perbuatan-perbuatan yang sifatnya aksi main hakim sendiri atau anarkisme, begitu yang diungkapkan Humas Ormas Dewan Syari'ah Kota Surakarta (DSKS) Ustadz Hendro Sudarsono saat ditemui di Masjid Tegalsari Jl. Dr. Wahidin Tegalsari Kec. Laweyan Kota Surakarta, Selasa malam (27/04/2021).

Sebelumnya Ustadz Hendro Sudarsono mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan, Di bulan Ramadhan ini pihanya berharap situasi di Soloraya tetap kondusif mengingat pandemi belum berakhir.

"Mari kita maksimalkan kegiatan ibadah bulan Ramadhan seperti salat Terawih, pembagian takjil, kultum. Masyarakat tetap lanjut melaksanakan ibadah dan pemerintah tetap jaga kondusifitas termasuk dari aparat keamanan," kata Hendro.

Pihaknya berharap tidak ada perbuatan melawan hukum dalam bentuk apapun, dan ada jaminan perlindungan keamanan khusunya dari pemerintah sehingga masayarakat di Soloraya betul-betul tenang dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan ini.

"Harapan untuk bangsa kita selanjutnya adalah menuju manusia yag bertaqwa," imbuhnya.

Hal tersebut disampaikan untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Jawa Tengah, Polda Jawa Tengah sendiri dalam hal ini telah melarang organisasi masyarakat (ormas) maupun kelompok lainnya menertibkan alias sweeping selama Ramadhan.

"Tidak ada ormas maupun kelompok lainnya yang melaksanakan kegiatan kepolisian," kata Luthfi kepada wartawan di Semarang," terang Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi.

Kapolda Jateng mengingatkan bahwa tugas penertiban adalah wewenang aparat hukum. Saat ini Polda Jateng tengah menggelar Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (KKYD).

Luthfi meminta jajarannya untuk meningkatkan kewaspadaan dengan melaksanakan patroli. "Untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat pada saat Ramadhan dan Lebaran 2021," ujarnya.

Selain itu, ia juga menggalang tokoh-tokoh agama dan masyarakat guna mengantisipasi ancaman teroris. "Kita akan pantau terus setiap pergerakan yang arahnya ke terorisme," tambahnya.(/Dyah)

Semarang,Sulutnews.com - Tim Lemdiklat Polri  Kunjungi Polda Jawa Tengah guna menyampaikan Hasil Analisa dan Evaluasi Kompetensi Diklat Polri T.A 2021 kepada Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi dan para PJU Polda Jawa Tengah.  Dalam kunjungannya ke Kota Semarang, Tim Lemdiklat Polri juga mendatangi Satpas 1421 Satlantas Polrestabes Semarang untuk mengecek pelayanan Pembuatan SIM yang diberikan Satpas 1421 Satlantas Polrestabes Semarang pada masyarakat. Selasa (27/04/2021).

Adapun dalam kunjungan tersebut  Tim dari Lemdiklat Polri melaksanakan Responden terhadap anggota Polri dan masyarakat. Responden dari anggota Polri berkaitan dengan kompetensi anggota setelah melaksanakan pendidikan pengembangan baik pendidikan kejuruan (dikjur) ataupun program latihan (prolat) yang diaplikasikan dengan dinas yang dilaksanakan.

Hal ini untuk melihat apakah dari giat pendidikan pengembangan itu ada korelasinya dan ada manfaatnya setelah dilaksanakan kejuruan (dikjur) ataupun program latihan (prolat) dimaksud.

Selanjutnya yaitu responden dari masyarakat yang dilakukan terhadap 5 orang pemohon SIM di Satpas 1421 Satlantas Polrestabes Semarang. Tim dari Lemdiklat Polri menanyakan tentang pelayanan SIM apakah sudah sesuai dengan standar pelayanan dimana para anggota Polri tersebut telah mengikuti pendidikan kejuruan (dikjur) ataupun program latihan (prolat).

Dilihat dari segi Sumber daya manusianya, masayarakat yang melaksanakan pembuatan SIM memberikan respon dan mengaku banyak terbantu oleh petugas yang melayani sehingga masyarakat bisa dengan mudah melalui proses pembuatan SIM tanpa harus bingung.

Masyarakat juga mengaku sudah terlayani dengan baik oleh para petugas terlebih lagi  petunjuk atau himbauan yang ada di Kantor Satpas 1421 Satlantas Polrestabes Semarang mudah dimengerti oleh masyarakat sehingga masyarakat tak kesulitan dalam pembuatan SIM DI Satpas 1421 Satlantas Polrestabes Semarang.(/Dyah)

Semarang,Sulutnews.com - Ketua Pengurus Wilayah Nahdhatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah Drs. H. Mohamad Muzamil, menyatakan menolak aksi-aksi intoleransi, menurutnya Negara Indonesia adalah Negara yang cinta damai dan cinta bermusyawarah. hal tersebut disampaikan saat ditemui dikantornya yang beralamat Jl. Dr. Cipto Semarang, Selasa (27/04/2021).

"Negara Indonesia adalah negara yang cinta damai dan cinta bermusyawarah, kalau ada masalah dipecahkan secara bersama dengan musyawarah sesuai dengan peraturan yang berlaku di negara kita Indonesia ini," terang Muzamil.

Muzamil juga mengatakan bahwa aksi-aksi kekerasan dengan alasan apapun tidak bisa dibenarkan baik menurut kaidah agama maupun menurut kaidah peraturan negara yang berlaku.

"Semoga negara kita tetap damai, bisa mencapai cita-cita dan perjuangan yang telah dilakukan oleh generasi terdahulu, sehingga kita sebagai generasi penerus bisa melanjutkan cita-cita mulia yaitu mewujudkan situasi dan kondisi masyarakat yang adil dan makmur juga berkepribadian Indonesia," ucapnya

Dalam kesempatan tersebut Muzamil juga menyampaikan selamat menjalankan ibadah Puasa Ramadhan bagi umat Islam. Dalam menjalankan ibadah pihaknya menghimbau agar masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan sebagaimana yang telah diatur pemerintah.

"Semoga kita bisa mencapai derajat ketaqwaan di bulan suci ini, dan juga mari kita bersama-sama menciptakan situasi yang kondusif untuk pelaksanaan ibadah pada bulan suci Ramadhan ini," katanya.

Sebelumnya pernyataan serupa disampaikan oleh Wakil ketua MUI Jawa Tengah sekaligus guru besar UIN Walisongo Semarang Prof. Dr. H. Ahmad Rofiq, MA.,

Prof Ahmad Rofiq juga menyampaikan himbauan dalam rangka membantu menciptakan kondisi aman dan damai dalam bulan Ramadan ini di Jawa tengah dengan mengajak masyarakat di Jawa Tengah untuk menjaga kehormatan bulan suci Ramadhan, mari kita jaga kerukunan, persaudaraan dan saling menghormati.

Hal tersebut senada juga seperti upaya Polda Jateng dan jajaran dalam menciptakan kondisi yang aman dan damai di bulan Ramadhan 1442 H ini yaitu dengan melaksanakan patroli untuk mengantisipasi letusan-letusan petasan dan terus melaksanakan himbauan kepada masyarakat untuk tidak berkerumun/ kumpul-kumpul seperti takbir keliling, pawai obor.

Pihaknya juga terus memonitor seluruh pergerakan terorisme untuk memastikan tak ada celah bagi para pelaku teroris untuk menjalankan aksinya.

"Kita akan pantau terus setiap pergerakan yang arahnya ke terorisme, Negara tak boleh kalah dengan aksi terorisme, radikalisme dan anarkisme," jelas dia.(/Dyah)

Semarang, Sulutnews.com Satker Polres Wonogiri Peringkat Ke 1 Penerima Penghargaan Inovasi Pelayanan Publik Terbaik Di Masa Pandemi Covid-19 dan Satker Penerima Predikat Wilayah Bebas Dari Korupsi (WBK) Dari Menpan-RB Tahun 2020

Penghargaan itu diserahkan oleh Kapolda Jateng IRJEN POL Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.S.T. M.K. Kapolres Wonogiri AKBP Christian Tobing SIK MH MSi Di Halaman Mapolda Jateng Senin, 26 April 2021 saat apel pagi.

Penghargaan ini terkait dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh tim Polda Jateng dan pihak eksternal tentang langkah terobosan peningkatan pelayanan kepolisian kepada masyarakat di jajaran Polres Wonogiri pada masa pandemi covid-19. Terutama aplikasi online Yanpatdu yang diluncurkan oleh Kapolres Wonogiri, AKBP Christian Tobing guna meningkatkan dan memberikan kemudahan pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

Kapolres Wonogiri menyampaikan ucapan terima kasih atas penghargaan yang diberikan oleh Kapolda Jateng. Begitu juga Jajaran Polres Wonogiri yang telah bekerja keras membuat layanan tersebut.

”Semoga penghargaan ini menjadi motivasi bagi Polres Wonogiri, untuk mampu memberikan peningkatan pelayanan kepada publik menjadi lebih baik lagi,” tegasnya.

Penghargaan dari Menpan RB tersebut diterima oleh Kapolres Wonogiri AKBP Christian Tobing, SIK, MH, MSi secara virtual pada Senin (21/12/2020) tahun lalu. Sedangkan penghargaan Satker Inovasi Pelayanan Publik Terbaik Di Masa Pandemi Covid-19 di raih tahun ini pada Senin, (26/4/2021).

Menurut AKBP Christian Tobing, pembangunan zona integritas menuju WBK tersebut telah dirintis sejak 2017.

Ia mengatakan bahwa keberhasilan meraih WBK tersebut merupakan hasil perjuangan panjang, usaha, dan kerja keras seluruh pihak.

Selain itu, komitmen dari seluruh anggota polres yang mampu berkolaborasi, berkoordinasi, dan bekerja sama memperkuat soliditas untuk membangun reformasi birokrasi kepolisian khususnya di Polres Wonogiri.

Predikat tersebut, kata dia, diperoleh berkat upaya pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik yang prima dan responsif.

"Pembangunan zona integritas ini tidak dapat dikerjakan sendiri, tetapi merupakan kerja bersama/kekompakan antar bag, sat, fung," kata Kapolres.

Oleh karena itu, Kapolres berterima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan, Bupati Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), Pengadilan Negeri (PN), dan para Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Wonogiri yang sudah memberi dukungan.

Selain itu, dia juga berterima kasih kepada masyarakat yang telah mendukung dan mengawasi pencanangan zona integritas.

Kapolres meminta masyarakat untuk terus mengawasi, menilai, dan mengisi survei agar dapat menunjukkan pelayanan mana saja yang perlu evaluasi.

AKBP Christian Tobing mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya melakukan perubahan dan reformasi birokrasi. (/Dyah)

Semarang,Sulutnews.com - Bangsa ini akan menjadi bangsa yang besar kalau kita mampu menjaga kerukunan, kesatuan dan persatuan, begitu yang diungkapkan Wakil ketua MUI Jawa Tengah sekaligus guru besar UIN Walisongo Semarang Prof. Dr. H. Ahmad Rofiq, MA., saat ditemui dikantor MUI Jateng pada Senin (26/04/2021).

Tak lupa Prof Ahmad Rofiq juga mengucapkan selamat menunaikan bulan suci Ramadhan 1442 H bagi umat Islam di seluruh Jawa Tengah.

"Jangan lupa terus patuhi protokol kesehatan karena Pandemi Covid-19 masih belum selesai,"tutur Rofiq

Prof Ahmad Rofiq juga menyampaikan himbauan dalam rangka membantu menciptakan kondisi aman dan damai dalam bulan Ramadan ini di Jawa tengah dengan mengajak masyarakat di Jawa Tengah untuk menjaga kehormatan bulan suci Ramadhan, mari kita jaga kerukunan, persaudaraan dan saling menghormati.

"Mudah-mudahan Allah melimpahkan kasih sayang dan keberkahanya kepada kita semua, Mari kita jaga kerukunan jangan sampai terjadi hal-hal yang bisa dikategorikan sebagai tindakan intoleransi," tutup Rofiq.

Apa yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Ahmad Rofiq, MA., sejalan dalam upaya Polri untuk menciptakan situasi dan kondisi yang aman dan nyaman terutama selama bulan Ramadhan. Menanggapi hal itu, Kepolisian Daerah Jawa Tengah melarang organisasi kemasyarakatan maupun kelompok lainnya melakukan kegiatan kepolisian pada saat Ramadhan.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Lutfhi mengingatkan pada jajarannya terus meningkatkan kewaspadaan dengan melaksanakan patroli untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat pada saat Ramadhan dan Lebaran 2021.

"Kami minta polres/polresta mampu mengantisipasi adanya letusan petasan dan memberikan imbauan kepada masyarakat tidak berkerumun seperti melakukan takbir keliling dan pawai obor," katanya.

Terkait dengan kemungkinan ancaman teroris di wilayah Jawa Tengah, Kapolda minta jajaran polres dan polresta perlu melakukan penggalangan pada tokoh agama dan masyarakat.

"Untuk ancaman teror sampai saat ini masih ada. Oleh karena, perlu adanya antisipasi dengan menggalang silaturahmi pada tokoh agama dan masyarakat," katanya.(/Dyah)