[Keterangan Foto: Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman, S.E., M.M.,saat melaksanakan Video Conference dengan Pangdam XIII/Merdeka, Danrem 131/Santiago, Kepala dan Ketua Tim Dokter RSUP Kandouw, serta Serda Fredrik Lumowa, Rabu 11 Mei 2022] [Keterangan Foto: Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman, S.E., M.M.,saat melaksanakan Video Conference dengan Pangdam XIII/Merdeka, Danrem 131/Santiago, Kepala dan Ketua Tim Dokter RSUP Kandouw, serta Serda Fredrik Lumowa, Rabu 11 Mei 2022]

Lihat Kondisi Joana dan Jofelin Lumowa, Kasad Dudung: Hari Ini Saya Sangat Bahagia

Written by  Adrianus Pusungunaung May 12, 2022

Jakarta,Sulutnews.com – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman, S.E., M.M., melaksanakan Video Conference dengan Pangdam XIII/Merdeka, Danrem 131/Santiago, Kepala dan Ketua Tim Dokter RSUP Kandouw, serta Serda Fredrik Lumowa untuk memantau perkembangan pasca operasi pemisahan bayi kembar siam putri pasangan suami istri Serda Fredrik Lumowa dan Marcela Sumakul.

Dihadapan awak media usai melaksanakan Video Conference dengan Kodam XIII/Merdeka di Lapangan Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta Pusat, Rabu, (11/5/2022).

Kasad Dudung tampak tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya saat melakukan dialog dengan Serda Fredrik.

Orang nomor satu di jajaran TNI AD ini mengungkapkan bahwa hari ini sepanjang hidupnya dia sangat bahagia, "ini karena saya bisa melihat secara langsung bagaimana kondisi anak dari prajurit saya,” ujar Kasad Dudung.

Diketahui sebelumnya Fredrik Lumowa yang merupakan anggota Kodim 1302/Minahasa memiliki bayi kembar siam bernama Joana dan Jofelin Lumowa yang selama dua tahun empat bulan dalam kondisi dempet dan atas inisiatif Pangdam XIII/Merdeka dicarikan solusi pemecahannya  melalui operasi pemisahan pada 21 April 2022 lalu dan dinyatakan berhasil.

Sebelumnya saat kunjungan Kasad ke Kodam XIII/Merdeka, kondisi Joana dan Jofelin yang belum dioperasi dilaporkan Pangdam XIII/Merdeka, Mayjen TNI Alfret Denny Tuejeh kepada Kasad Jenderal Dudung langsung merespons siap membantu operasi pemisahan kedua balita tersebut.

Selanjutnya pelaksanaan operasi pemisahan Joana dan Jofelin dilakukan oleh Tim Dokter RSUP Prof. Kandouw Manado bekerja sama dengan Tim Dokter dari RSPAD Gatot Soebroto.

Kasad Dudung berharap, apa yang telah dilakukan ini tidak hanya sebatas sampai di sini.

Ia juga meminta kepada Pangdam XIII/Merdeka untuk mencari dan menemukan kasus serupa yang memerlukan bantuan dan perhatian pimpinan agar kasus tersebut cepat teratasi sehingga tidak ada prajurit ataupun keluarganya yang menderita.

Penulis: ARP