Pendiri Gereja Tiberias Indonesia DR. Yesaya Pariadji Dikabarkan Meninggal Dunia

Written by  Adrianus Pusungunaung May 05, 2022

Jakarta,Sulutnews.com - Dan aku mendengar suara dari surga berkata: Tuliskan: "Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini." "Sungguh," kata Roh, "supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka." (Wahyu 14:13).

Tulis puluhan Jemaat Gereja Tiberias Indonesia (GTI) di sejumlah akun facebook mereka mengutip ayat Alkitab Perjanjian baru Wahyu 14:13 sebagai ucapan duka cita atas meninggalnya  Gembala dan pendiri Gereja Tiberias Indonesia DR. Yesaya Pariadji.

Dari informasi yang berhasil di rangkum media ini. Dr. Yesaya Pariadji dikabarkan meninggal dunia karena sakit, pada Kamis (05/5/2022) sekira Pukul 15:00 WIB di RS Siloam Jakarta.

Ibadah pelepasan dan tutup peti akan dilaksanakan pada hari Jumat 6 Mei 2022 sekira pukul 08:00 WIB dan akan disiarkan secara Live streaming, ungkap sejumlah kerabat terdekat almarhum saat di konfirmasi media ini.

Melansir TribunManado.co.id, Pendeta Pariadji  disebut orang yang paling berjasa dalam perkembangan Gereja Tiberias Indonesia (GTI).

Mulanya ia adalah seorang pebisnis yang sukses yang menduduki posisi penting di sebuah bank ternama.

Selain itu Pariadji juga pernah mendapatkan kesempatan bagus bekerja di Istana.

Ia rela kehilangan aset berharganya untuk membangun Tiberias secara mandiri yang sampai saat ini telah memiliki banyak jemaat yang tersebar di seluruh nusantara.

Pariadji mengaku bertemu langsung dengan Tuhan Yesus di Istana-Nya. Kala itu Ia diperintahkan untuk membaca Alkitab namun ditolak.

Baru pada tahun 1985, ketika mengalami sakit dan lumpuh, Ia mulai membaca Alkitab dan mempelajarinya.

Mukjizat itu datang dan seketika penyakit yang dideritanya langsung sembuh.

Pariadji yakin bahwa firman Tuhan bukanlah sekedar kata-kata, melainkan sebuah keajaiban yang maha dahsyat.

Ia pun sadar dan mengabdikan hidupnya untuk Yesus dengan mendirikan sebuah gereja yang diberi nama Tiberias.

17 Agustus 1990 merupakan hari berdirinya GBI Tiberias yang kala itu masih berada dibawa naungan Gereja Bethel Indonesia.

Namun pada tahun 1997, pihak GBI memberikan sebuah keputusan untuk menghapus nama Tiberias pada gereja tersebut.

Akhirnya Pendeta Pariadji mengambil sebuah keberanian untuk memisahkan diri dari GBI dan membentuk Gereja Tiberias Indonesia.

Hingga saat ini cabangnya sudah tersebar di beberapa kota besar seperti Jakarta, Semarang, Medan, Manado, dan lain-lain.

Boanerges merupakan wadah kaum muda yang ada di Tiberias.

Pelayanan yang diberikan meliputi sekolah minggu bagi anak-anak, Boanerges Youth Ministry, pendalaman Alkitab, Kesembuhan Illahi, dan sebagainya.

Lima sakramen yang diakui di gereja ini antara lain pernikahan, baptis selam, perjamuan kudus, penyerahan anak, dan minyak urapan.

Sampai tutup usianya,  Pariadji adalah Gembala Gereja Tiberias Indonesia yang terus aktif memberikan pengajaran kepada jemaatnya. Pada tahun 2008, Ia sukses memperoleh gelar doktor di HITS.

Tidak hanya Pariadji, keluarga seperti istrinya   Darniaty Pariadji dan anaknya juga aktif memberikan pelayanan agar umat manusia di dunia ini bisa hidup dengan damai sesuai ajaran Tuhan Yesus Kristus.

Kerendahan hati, kehangatan dan kasihnya bagi Bapa dan sesama telah menjamah banyak orang. Mereka dikaruniai empat orang anak beserta empat orang cucu.

 

Penulis: ARP