Banten

Banten (31)

Banten,Sulutnews.com - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) bekerja sama dengan TNI, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan satuan tugas lain terdiri dari tenaga medis, paramedis dan non medis melaksanakan bakti sosial (baksos) kesehatan di Banten.

Kegiatan bakti sosial kesehatan dilakukan rangka peringatan Haul ke-129 Guru Bangsa Syekh Nawawi Al-Bantani dan juga dalam rangka rangkaian HUT Bhayangkara ke-76 tahun 2022.

"Telah dilaksanakan kegiatan bakti sosial kesehatan dalam rangka peringatan Haul ke-129 Guru Bangsa Syekh Nawawi Al-Bantani dan dalam rangka rangkaian HUT Bhayangkara ke-76 Tahun 2022," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, (28/5/2022).

Dedi memuturkan, target kegiatan ini adalah sebanyak 1.000 orang mengikuti vaksinasi booster dengan menggunakan vaksin Pfizer, pengobatan umum, spesialis anak dan penyakit dalam.

"Dilakukan juga pembagian sembako dari Kapolda Banten terutama untuk masyarakat yang ada di sekitar Ponpes Tanara," ujarnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Ma'ruf Amin dan Ibu Hj Wury Ma'ruf Amin. Menurut Ma'ruf Amin, kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian dan sinergitas antara TNI-Polri dan Kemenkes terkait penanggulangan pandemi Covid-19 yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Diharapkan dukungan dari masyarakat agar tetap memperhatikan protokol kesehatan, menjaga diri, menjaga lingkungannya, sehingga kita bisa melewati fase pandemi dengan baik," katanya.

Saat ini untuk vaksinasi booster di Provinsi Banten per tanggal 26 Mei 2022 sudah hampir tercapai 24 persen. Partisipasi masyarakat, kata Dedi sangat dibutuhkan guna meningkatkan percepatan vaksinasi.

Dedi menambahkan semua pelayanan ini diberikan agar dapat memberikan manfaat kepada masyarakat, dan mengunggah keinginan masyarakat untuk secara mandiri melaksanakan vaksinasi booster.

"Saat ini pelayanan vaksinasi booster juga sudah mulai diberikan kepada masyarakat seperti TKI, TKW dan juga kegiatan lain seperti keberangkatan ibadah haji dan umrah," katanya.

Penulis: ARP

Banten, Sulutnews.com - Dalam rangka mempererat tali silaturahmi, Presiden Direktur Riyadh Group Bally Saputra,  mengundang Ketum SMSI dan berbagai  elemen Masyarakat untuk santap siang bersama  di Restoran Padang The New Natrabu, Selasa 10 Mei 2022.

Turut hadir dalam silaturahmi bersama,  Ketua Umum SMSI Firdaus, Ketua Harian PHRI  Banten, GS Ashok Kumar, Kadispar Banten, Hamidi, Dandenpom Serang, Joko M, tokoh muda banten, Iman Ariyadi,  Ketua PWI Banten, Rian Nopandra, Ketua PUB Cilegon, Habibi,  Ketua PWI Kota Serang dan Cilegon.

Kadispar Provinsi Banten, Hamidi mengatakan, Pemprov Banten mendukung apa yang dijalankan oleh Riyadh Group dalam merestorasi Hotel The Grand Mangku Putra Arcade.

"Kami dari Dispar Banten mendukung penuh dan mendoakan apa yang dilakukan Riyadh Group dalam meningkatkan pariwisata hotel. Semoga semuanya sesuai rencana dan berjalan lancar," ucapnya.

Sementara itu dalam testimoninya Ketua Umum SMSI Firdaus turut mendoakan restaurant The New Natrabu dapat menjadi ikon daerah yang memberikan pelayanan bertaraf internasional namun ada di Banten.

"Yang pasti kita bangga karena ini berasal dari putra daerah Pak Iman Ariyadi yang meneruskan perjuangan almarhum Pak Tb. Aat Syafaat," ucap Firdaus.

Ketua Harian PHRI Banten, GS. Ashok Kumar mengapresiasi dan siap mendukung riyadh group dalam pengembangan usahanya di Provinsi Banten.

Ditempat yang sama, Presiden Direktur Riyadh Group Bally Saputra menjelaskan, restorasi kamar hotel,  adalah bentuk perusahaan melakukan rebranding hotel The Grand Mangku Putra.

"Hotel ini akan berganti nama menjadi Bally Hotel and Convention Center. Investasinya sekitar Rp 50 miliar untuk restorasi ini," ungkap Bally belum lama ini.

Ia mengungkapkan, 130 unit kamar hotel ini akan berubah fungsi menjadi kondominium hotel (kondotel).

Menurutnya, ada potensi permintaan yang besar akan properti ini dikalangan pekerja industri hingga ekspatriat yang bekerja di kawasan Cilegon, Banten.

Pihaknya yakin ini akan menyasar target pasar pekerja asing di perusahaan-perusahaan tersebut.

Kata dia, di Cilegon ini permintaannya banyak tapi pasokannya kurang. Oleh karena itu, pihaknya berupaya memenuhi kebutuhan tersebut.

Lebih jauh ia mengatakan, dikuartal pertama 2023, Riyadh Group akan membangun apartemen sewa (service apartment) sebanyak 800 unit dan lifestyle mall seluas 2 hektar di kawasan yang sama.

"Yang tidak kalah menarik, adalah adanya restoran Padang yang diklaim terbesar di dunia. Restoran Padang The New Natrabu ini berkapasitas 1.000 kursi dengan 14 ruangan VVIP. Restoran ini baru diresmikan pada Sabtu (16/4)," ungkap Bally.

"Kita ingin bawa Minang ini mendunia. Mengenai investasinya, untuk restorasi itu investasinya Rp 50-an miliar. Kalau total sama mal apartemen itu lebih kurang itu Rp 800 miliar," imbuhnya.

Guna menarik pasar tersebut, pihaknya menyiapkan beberapa strategi. Salah satunya adalah dengan melakukan kerja sama dengan penyedia layanan transportasi helikopter, Helicity.

Bally mengatakan, pihaknya membangun helipad khusus di samping kawasan Grand Mangku Putra.

"Kawasan ini bisa dijangkau dengan menumpang helikopter dari Heliport Cengkareng (Perimeter Bandara Soetta) dengan waktu tempuh sekitar 25 menit. Saya harap ke depan bisa dibuka layanan wisata menggunakan helikopter di kawasan Cilegon," ucapnya.

"Kalau sudah ada helipad di sini, tak perlu lagi ke Bali. Banyak pantai di sini yang bisa dimanfaatkan. Kemudian nanti juga ada wisata mengelilingi Gunung Krakatau. Kita akan banyak bikin paket wisata di sini," tutup Bally.(*/Parmin)

Merak,sulutnews.com- Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meninjau sekaligus mengecek kesiapan pengamanan arus balik Lebaran 2022 di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, Sabtu (7/5)

Menurut Sigit, jika melihat grafik arus balik Lebaran di Pelabuhan Bakauheni mulai dari dua hingga tiga hari ke belakang, mengalami peningkatan kapasitas penumpang. Dari 15.000 orang kemudian naik 16.000 dan naik lagi 31.000. Dan kemungkinan malam hari ini bisa naik 41.000.

Menurut dia, untuk mengantisipasi terjadinya kepadatan, pihaknya sudah mendengar dan melihat bagaimana skema persiapan yang dilakukan rekan-rekan yang melakukan pengamanan di pelabuhan untuk menghadapi puncak arus balik.

Mulai dari mengatur rest-rest area sebagai tempat menampung, manakala terjadi kepadatan di dermaga sampai dengan menambah jumlah dermaga di Bakauheni yaitu dermaga Panjang dan BBJ serta juga jumlah kapal.

"Saya kira dengan rekayasa yang baik ini, kemacetan yang terjadi di Pelabuhan Merak kemarin bisa dihindari di Pelabuhan Bakauheni," kata Sigit.

Mantan Kapolda Banten ini mengungkapkan ada beberapa skema yang disiapkan petugas antara lain hijau, kuning dan merah. Merah berarti sudah padat. Dan dalam beberapa hari ini baru masuk situasi hijau. "Saya harap situasi ini dapat bertahan terus," imbuh Sigit.

Sigit mengimbau masyarakat selama beberapa hari ke depan untuk memanfaatkan relaksasi yang diberikan sejumlah instansi atau lembaga agar tidak buru-buru balik Lebaran untuk menghindari kepadatan.

Melalui relaksasi itu, masyarakat tanpa mengurangi kewajiban tugasnya bisa bekerja di rumah atau WFH. Kemudian memanfaatkan waktu libur anak-anak khusus sekolah di Jakarta masuk tanggal 12 Mei.

"Relaksasi tersebut harus dimanfaatkan dan diatur saat balik sehingga kepadatan di arus balik bisa dihindari dan bisa diurai. Yang lebih penting lagi masyarakat bisa kembali dengan nyaman dan selamat. Kami, pemerintah dan stakeholder terkait akan memberikan pelayanan terbaik," papar mantan Kabareskrim Polri ini.

Demikian juga untuk wilayah timur yang akan ke barat kata Sigit, tentu mengalami hal yang sama. Pihaknya melakukan beberapa upaya untuk mengurai kepadatan. Mulai dari contraflow, mengubah sistem one way dari titik Tol Kalikangkung dan KM 3.500 dan bisa dilanjutkan sampai Tol Semanggi sesuai situasi dan kondisi di lapangan.

"Upaya itu kita siapkan sebagai skenario apabila terjadi kemacetan panjang dan ini akan terus kita evaluasi sehingga semuanya berjalan dengan baik," ucap Sigit.

Lebih lanjut, mantan Kadiv Propam ini juga meminta jajarannya untuk tetap melakukan pengawalan dan pengamanan di jalan alternatif saat pemberlakukan one way.

"Dengan begitu diharapkan semua berjalan dengan baik dan lancar," tutup Sigit.

Selain mengecek Pelabuhan Bakauheni, Kapolri juga menyempatkan untuk menyapa langsung para pemudik yang menyeberang dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa.

Penulis: ARP

Merak,sulutnews.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau arus mudik di Pelabuhan Merak, Banten, Sabtu, (30/4) Dalam tinjauannya, Kapolri memantau baik melalui udara dan mendengarkan langsung pemaparan langsung dari otoritas setempat terkait dengan penanganan serta pengendalian arus mudik.

"Kalau kita lihat di H-4 dan H-3 terjadi peningkatan luar biasa dibanding dengan hari sebelumnya dimana puncak arus mudiknya ada lompatan yang luar biasa. Pada tahun 2019 saat itu angkanya 28 ribu, tapi di H-3 dan H-4 tertingginya diangka 37 ribu. Kemudian sebelumnya ada di angka 31 ribu," kata Sigit dalam tinjauannya.

Lebih lanjut, Sigit menuturkan kapasitas normal di Pelabuhan Merak yaitu menampung penumpang kurang lebih 19 ribu. Sehingga mau tak mau diperlukan rekayasa tambahan dan langkah dalam mencegah kepadatan.

Beberapa langkah yang dilakukan yakni penambahan kapal dan dermaga. Harapannya, dengan adanya hal itu, bisa menambah kapasitas penumpang, yang tentunya bisa digunakan memberikan pelayanan tambahan pemudik pada H-2 yang sudah mulai padat.

"Kalau kita lihat ekornya sudah di KM 94 namun sudah mulai bergeser artinya ada kepadatan sekitar 4 sampai 6 kilometer. Mudah-mudahan penambahan ini bisa mempercepat masyarakat segera berangkat dari Merak ke Bakauheni," ujar Sigit.

Kemudian, mantan Kabareskrim Polri ini mengimbau agar masyarakat yang hendak menyebrang dari Pelabuhan Merak ke Pelabuhan Bakauheni agar membeli tiket sebelum jalan. Hal ini dilakukan agar mempercepat proses saat masuk ke Pelabuhan.

"Kalau memang masih belum mudik maka pilihan melaksanakan reservasi tiket melalui aplikasi online jauh lebih bagus dan mempercepat pada saat loading. Namun demikian semuanya akan dilayani baik go show maupun reservasi," ucap Sigit.

Dalam kesempatan ini, mantan Kapolda Banten ini pun mengingatkan jajarannya untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada para pemudik. Selain itu, anggota diminta memberikan sosialisasi semua kebijakan dan menjawab apa yang menjadi kendala masyarakat.

"Kita harapkan disisa waktu yang ada di H-2, H-1 dan H pelayanan bisa meningkat dan menjadi lebih baik. Dalam menghadapi arus balik kita juga harus mempersiapkan langkah ekstra dan rekayasa yang harus dilakukan di wilayah Bakauheni karena akan terbalik di sana padat dan diperlukan langkah-langkah khusus," tutup Sigit.

Penulis: ARP

Banten,sulutnews.com- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau akselerasi percepatan vaksinasi di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Badan Diklat Banten, Kabupaten Pandeglang, Selasa (22/2/22). Kegiatan ini, juga terlaksana secara serentak di 34 Provinsi Indonesia.

Akselerasi vaksinasi yang digelar di Banten ini disaksikan dan dihadiri langsung para ulama dan tokoh agama. Hal ini, kata Sigit menjadi motivasi untuk masyarakat yang masih ragu untuk melaksanakan vaksinasi.

"Saya dapat informasi bahwa rata-rata beliau-beliau (tokoh agama dan ulama) saat ini minimal sudah vaksin kedua dan bahkan rata-rata sudah mau masuk vaksin ketiga. Jadi ini tentunya kabar baik kita semua dan bisa menjadi motivasi bagi masyarakat yang masih ragu-ragu untuk bisa vaksin," kata Sigit.

Mantan Kabareskrim Polri ini menegaskan, percepatan vaksinasi saat ini sangat penting dilakukan, mengingat angka Covid-19 khususnya varian Omicron masih tinggi. Hingga saat ini, angka harian Covid-19 masih berada di sekitar angka 34 ribu hingga 64 ribu.

"Tentunya kita harus tetap waspada tapi tak perlu takut dan salah satunya yang terus kita gencarkan bagi masyarakat yang belum vaksin agar mau melaksanakan vaksin," ujar Sigit.

Sigit mengimbau bagi masyarakat yang sudah vaksin pertama tapi belum melakukan penyuntikan vaksin dosis kedua agar segera datang ke gerai-gerai vaksin yang sudah disiapkan. Begitupun juga bagi masyarakat yang sudah waktunya melaksanakan vaksinasi ketiga atau booster untuk disegerakan.

Apalagi, kata Sigit, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah menyatakan waktu pelaksanaan mendapatkan vaksinasi booster sudah bisa 3 bulan sejak dapatkan vaksinasi kedua bagi kelompok lanjut usia (lansia).

Kementerian Kesehatan memperpendek jeda vaksinasi booster bagi warga usia 60 tahun ke atas. Warga lanjut usia bisa memperoleh vaksin dosis ketiga dengan jarak tiga bulan dari vaksin kedua.

Aturan itu termaktub dalam Surat Edaran bernomor SR.02.06/II/1123/2022 yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Maxi Rein Rondonuwu pada 21 Februari 2022.

"Ini sangat penting, khususnya bagi keluarga kita yang lansia harus betul-betul kita jaga karena memang kondisi tertentu varian delta dan omicron masih ada. Angkanya masih tinggi dan ada risiko yang harus kita hindari dan jaga," ucap Sigit.

Sigit menekankan, seluruh pihak tidak boleh lengah ataupun abai dalam pengendalian Pandemi Covid-19. Untuk itu, perlu soliditas dan kekompakan semua elemen, baik stakeholder terkait maupun masyarakat.

"Indonesia sudah berada di urutan keempat dunia untuk vaksinasi. Dan harapan kita sebentar lagi bisa ketiga atau kedua dengan kerja sama kita semua," tutur Sigit.

Akselerasi vaksinasi dilakukan guna membentuk kekebalan kelompok. Hal Ini sangat berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat dan juga pertumbuhan ekonomi.

Ia berharap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal ini bisa berada di angka 5 persen. Negara lain, kata Sigit, ada yang mengalami stagnasi pertumbuhan ekonomi, bahkan ada yang mengalami tingkat inflasi yang cukup dalam.

"Harapan kita dengan semua yang kita lakukan bisa menjaga ekonomi kita bertumbuh dengan baik, tingkat inflasi kita jaga dan ini perlu dukungan dari masyarakat dan seluruh stakeholder," papar Sigit.

Dalam kesempatan itu, Kapolri juga memberikan pengarahan terkait upaya dan strategi percepatan vaksinasi untuk menekan laju pertumbuhan Covid-19 di seluruh Indonesia. (Adrian)

Banten, Sulutnews.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau kegiatan akselerasi vaksinasi massal di Gedung Aspirasi KP3B Banten, Rabu (22/12/2021).

Kegiatan ini digelar secara serentak di Provinsi Banten, dalam rangka akselerasi percepatan vaksinasi agar terwujudnya kekebalan komunal terhadap Covid-19. Adapun target vaksin dari kegiatan tersebut sebanyak 22 ribu dosis.

Dalam kesempatan tersebut, Sigit menekankan bahwa, selain di Provinsi Banten, akselerasi vaksinasi terus dilakukan di seluruh wilayah Indonesia, guna mencapai target 70 persen sebagaimana yang diharapkan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi), pada akhir tahun nanti.

"Vaksinasi massal yang dilakukan di Provinsi Banten ini guna mencapai target vaksinasi sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi)," kata Sigit dalam pengarahannya.

Selain melakukan peninjauan di lokasi utama vaksinasi massal, mantan Kapolda Banten tersebut juga menyempatkan untuk menyapa secara langsung kegiatan di tempat lainnya secara virtual.

Pada pengarahannya, Sigit menekankan untuk terus memaksimalkan waktu yang ada guna memenuhi target vaksinasi sebesar 70 persen. Ia juga berpesan, agar seluruh pihak melakukan jemput bola atau berperan aktif kepada masyarakat yang belum mau melaksanakan vaksinasi.

"Tolong untuk dipastikan dan dikejar target Bapak Presiden pencapaian 70 persen dimaksimalkan mumpung masih ada waktu. Pastikan bahwa Serang bisa mencapai akhir tahun 70 persen. Kira-kira sanggup tidak," tanya Sigit saat menyapa secara virtual kegiatan vaksinasi wilayah hukum Polres Serang.

"Siap jenderal dilaksanakan semaksimal mungkin," jawab perwakilan Polres Serang.

Lebih dalam, demi meraih hasil maksimal, Ia menyebut, diperlukan sinergitas dan kerjasama antara seluruh pihak, yakni, TNI-Polri, Pemda, relawan, tokoh masyarakat, tokoh agama, mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya.

"Tentunya Pak Wali Kota, Bupati, Dandim, Danrem untuk selalu bersinergi di lapangan karena memang perlu adanya kekompakkan terkait akselerasi dan mempersiapkan vaksinator. Kalau semua dikerjakan secara bersama-sama tentunya target pencapaian lebih maksimal. Terima kasih dan mudah-mudahan pencapaiannya bisa 70 persen. Minggu depan kami monitor lagi," ucap eks Kabareskrim Polri tersebut.

Menurut Sigit, dengan akselerasi vaksinasi dan mencapai target 70 persen, hal itu akan memengaruhi terjadinya pertumbuhan perekonimian Indonesia. Mengingat, kedepannya akan diselenggarakan event nasional maupun internasional.

"Indonesia telah mampu membuktikan bahwa dapat menekan laju pertumbuhan Covid-19 dan menggelar beberapa event nasional dan internasional di tengah Pandemi Covid-19 dengan memperhatikan faktor keamanan dan kesehatan. Tren positif itu harus terus dipertahankan. Sehingga, pertumbuhan ekonomi di Indonesia kedepannya terus membaik," papar Sigit.

Saat peninjauan vaksinasi massal, Kapolri bersama dengan Menteri juga menyempatkan menyapa secara langsung masyarakat yang hadir untuk mendapatkan vaksin. Mereka memberikan penjelasan bahwa disuntik vaksin aman dan dapat memberikan imunitas terhadap virus corona.

Adapun titik yang menggelar vaksinasi massal sebanyak 72 pada 6 wilayah hukum Polda Banten yaitu Polres Serang Kota, Polres Serang, Polres Cilegon, Polres Lebak, Polres Pandeglang, dan Polresta Tangerang.

Sebanyak 22 ribu dosis vaksin jenis Sinovac disiapkan untuk memvaksinasi 20 ribu masyarakat umum, 1.000 pelajar, 500 tenaga pendidik dan 500 lansia. Total tenaga vaksinator yang dikerahkan sebanyak 190 orang gabungan dari Dinkes, Polri, TNI dan relawan. (Adrian)

Banten,Sulutnews.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung Pelabuhan Merak, Banten, Rabu (22/12/2021). Mereka mengecek kesiapan Operasi Lilin jelang masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Dalam kesempatan itu, Kapolri Jenderal Sigit mengungkapkan bahwa, peninjauan langsung ini untuk memastikan kesiapan seluruh pihak dalam menghadapi pergerakan masyarakat di periode Nataru. Oleh karenanya, Ia memastikan soal penerapan protokol kesehatan (prokes) agar tidak terjadi lonjakan laju pertumbuhan Covid-19 pasca-Nataru.

"Tentunya ini harus kita persiapkan dengan baik. Kita antisipasi karena saat ini angka laju Covid-19 sudah bisa kita kendalikan dengan positivity ratenya di bawah 1.  Pengalaman tahun lalu pasca-Nataru terjadi peningkatan dua kali lipat. Dan ini tentunya harus kita jaga, agar aktivitas mobilitas masyarakat tetap bisa berjalan. Namun disisi lain prokesnya harus kita pastikan dilaksanakan dengan baik," kata Sigit usai melakukan pengecekan.

Saat mengecek Pelabuhan Merak dan Bakauheni, Sigit juga memantau pos pengamanan dan pos pelayanan bagi masyarakat yang hendak beraktivitas saat Nataru. Kedua pos itu, kata Sigit, harus bekerja secara maksimal dalam memastikan pelayanan dan pengecekan terkait protokol kesehatan. Tak hanya itu, harus disiapkan antisipasi apabila terjadi kemacetan atau antrian panjang.

Dalam perjalanan Nataru, Sigit menyebut, masyarakat harus mengikuti persyaratan yang ditentukan, mulai dari sudah vaksin dosis kedua dan menyertakan hasil negatif dari Swab Antigen ataupun RT-PCR.

Apabila, masyarakat tidak dapat menyertakan hal itu, maka pos pelayanan yang ada, telah menyiapkan gerai vaksin dan gerai Swab Antigen. Bahkan, disediakan pula tempat isolasi sementara apabila didapatkan hasilnya positif. Yang nantinya, setelah ditempatkan di isolasi sementara, warga akan diteruskan ke Rumah Sakit (RS) rujukan atau yang sudah disiapkan.

"Jadi kita ingin memastikan bahwa seluruh persiapan dari pos pelayanan khususnya wilayah penyeberangan Bakauheni dan Merak dalam keadaan siap dalam hal menghadapi meningkatnya mobilitas penumpang. Namun disisi lain kita juga meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan terhadap prokes," ujar Sigit.

Eks Kapolda Banten itu berharap, dengan segala upaya keras dari seluruh pihak, maka lonjakan laju pertumbuhan Covid-19 setelah masa Nataru tidak mengalami peningkatan.  Mengingat penanganan dan pengendalian yang baik, kata Sigit, akan memengaruhi pertumbuhan perekonimian di Indonesia.

Apalagi, Sigit menyebut, kedepannya, Indonesia akan menyelenggarakan event nasional dan internasional. Dimana, hal itu akan meningkatkan perekonomian masyarakat di tengah Pandemi Covid-19.

"Harapan kita di tahun depan, kita juga ada beberapa peristiwa kegiatan besar nasional maupun internasional, rangkaian Presidensi.  Kita harapkan juga pertumbuhan ekonomi terus meningkat. Namun, disisi lain kita lihat ada varian baru dan kita harus waspada. Sehingga tentunya dua hal tersebut, bagaimana kita tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kesehatan. Namun disisi lain aktivitas masyarakat bisa kita berikan. Sehingga pertumbuhan ekonomi bisa berjalan, ini tetap kita bisa jaga dalam kondisi terkendali," ucap Sigit.

Selain meninjau, rombongan Menteri dan Kapolri juga memberikan pengarahan terhadap pejabat daerah setempat. Mereka menekankan untuk bekerja semaksimal mungkin agar tidak terjadi lonjakan pertumbuhan Covid-19 usai Nataru.

"Tahun ini kita harus betul-betul waspadai. Sehingga angka Covid-19 bisa kita pertahankan. Dan pasca-Nataru jangan sampai naik lagi. Pelonggaran sudah diberikan. Sehingga aktivitas masyarakat khususnya pergerakan di masa Nataru diprediksi Pak Menhub kurang lebih ada 11 juta. Ini tentunya harus jadi perhatian kita bersama," tutur eks Kabareskrim Polri itu.

Pada kesempatan itu, Sigit meminta agar pos pelayanan tidak hanya tersedia di atas kapal. Namun, juga disiapkan di titik-titik terjadinya antrian masyarakat. Sigit juga menekankan untuk mewaspadai lonjakan penumpang di malam hari.

"Tidak hanya di atas kapal, tapi juga di lokasi pada saat masyarakat antre khususnya malam hari. Karena akan terjadi antrean panjang. Disitulah kesempatan rekan-rekan sambil menunggu antrian, rekan-rekan tanyakan sudah vaksin belum. Demikian juga persyaratan antigen ditanyakan betul," tutur Sigit.

Lebih dalam, Sigit menegaskan, kepada seluruh pejabat daerah, untuk betul-betul melakukan akselerasi vaksinasi Covid-19. Lantaran, dari laporan yang diterimanya, masih ada beberapa kabupaten yang belum mencapai angka vaksinasi 70 persen.

Sigit juga menyampaikan, seluruh pihak harus bersinergi dalam melakukan pengecekan penerapan protokol kesehatan. Kemudian, juga aturan dari tempat makan, tempat istirahat dan lokasi lainnya yang berpotensi jadi berkumpulnya masyarakat.

"Oleh karena itu cek sekali lagi aplikasi PeduliLindungi. Semua sudah terpasang apa belum dan kalau sudah  terpasang pastikan aplikasi tersebut berjalan. Petugasnya paham, bagaimana cara untuk memanfaatkan aplikasi. Jangan hanya sekedar alat ada, aplikasi ada tapi kemudian tidak digunakan. Ini tolong cek satu-satu. Saya minta laksanakan cek and ricek. Sehingga kita yakin bahwa dalam beberapa hari mendatang yang kurang-kurang segera dilengkapi," tutup Sigit. (Adrian)

Kota Tangerang, Sulutnews.com - Sebanyak 10 personil,  dari unsur Koramil 01/Tgr, anggota BKO dan dibantu Securty, gelar PPKM dalam rangka Nataru di lokasi Pasar Anyer Tangerang, Jl. Ahmad Yani Kelurahan Suka Asih, Kecamatan Tangerang,  Kota Tangerang, Minggu (19/12/2021).

Dengan menyusuri setiap sudut pasar Anyer, anggota Koramil 01/Tangerang memberikan teguran kepada yang berkerumun, selain itu juga para pedagang, serta pengunjung pasar yang tidak memakai masker.

Anggota Koramil 01/Tgr memberikan masker kepada melanggar protokol kesehatan sekaligus  menyampaikan himbauan agar tetap melaksanakan Protokol Kesehatan dalam menjalankan aktifitas di pasar.

Dandim 0506/Tgr Kolonel Inf Puji Hartono melalui Danramil 01/Tgr Mayor Kav Andi Budiman menjelaskan, pelaksanaan PPKM dilaksanakan untuk mencegah penyebaran pandemi.

"Seperti kita ketahui bersama , sebentar lagi jelang Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) dimana akan terjadi peningkatan kegiatan masyarakat. Ini harus kita antisipasi. dengan memberikan himbauan dan mengingatkan warga untuk tetap disiplin Protokol Kesehatan." jelas Danramil.

Lanjut Andi Budiman, kita memilih pasar anyer karena tempat ini, intensitas pergerakan warga sangat tinggi terutama para pedagang pasar dan pengunjung pasar.

"Kita tidak akan hentikan operasi PPKM guna mengingatkan dan meningkatkan disiplin protokol kesehatan kepada masyarakat khususnya di wilayah

teritorial Koramil 01/Tgr  selama wabah pandemi masih ada dan jelang Nataru ini,"tegas Andi Budiman.

Danramil mengajak warga masyarakat memiliki kepedulian dengan kondisi saat ini dengan menjalankan disiplin prokes dan aturan pemerintah.

Semua ini dilakukan untuk menjaga tidak terjadi peningkatan penyebaran pandemi Covid -19 baik jelang dan selepas Nataru, (Mercys)

Kota Tangerang,Sulutnews.com - Pemerintah Kota Tangerang, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), Selasa (14/12) secara resmi akan memulai pelaksanaan vaksinasi Covid-19 pada kategori anak usia 6–11 tahun.

Berdasarkan data, sasaran anak usia 6-11 tahun di Kota Tangerang jumlahnya mencapai 186.349 anak.

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 ini berdasarkan intruksi Mendagri nomor 66 tahun 2021, kota kabupaten yang cakupan vaksinasi dosis pertamanya sudah lebih dari 70 persen, dan lansia diatas 60 persen, maka kota kabupaten tersebut dapat melaksanakan perluasan percepatan vaksinasi untuk kategori anak usia 6 -11 tahun.

Sementara itu  Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, dr Dini Anggraeni mengungkapkan, sebagai pelaksanaan awal akan digelar di lima sekolah di Kota Tangerang pada Selasa (14/12). Diantaranya, MIN 1 Buaran, SDN Pasar Baru I, SDN Paninggilan 6, SDN Gondrong 4, dan SDN Total Persada.

“Dinkes sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan beberapa stakeholder lainnya, untuk persiapan kick off pelaksanaan vaksinasi covid-19 anak usia 6-11 tahun, besok. Selanjutnya pelaksanaan vaksinasi akan dilaksanakan di sekolah-sekolah seperti program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), kemudian sentra vaksinasi atau ditempat gerai-gerai vaksinasi," kata dr Dini, saat ditemui di ruang kerjanya, seperti dikutip dari tangerangkota.go.id, Senin (13/14/2021).

Kepala Dinkes Kota Tangerang juga menjelaskan, Vaksin yang digunakan adalah jenis Sinovac dengan dosis atau takaran yang sama.

Hal ini, sudah direkomendasikan BPOM, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Indonesian Technical Advisory Group on Immunizatioon (ITAGI).

Pada prinsipnya, lanjut dr Dini, pelaksanaan vaksin anak 6-11 tahun itu sama saja. Mulai dari vaksin yang digunakan, takaran dosis sinovac yang ditentukan, hingga interval vaksin juga sama yaitu 28 hari dari dosis pertama, jelasnya.

Dinkes Kota Tangerang juga telah berkoordinasi dengan Pokja KIPI, terkait antisipasi efek yang dirasakan pasca mengikuti vaksinasi.

“Kota Tangerang telah mempersiapkan hal tersebut, bisa dipastikan Pokja KIPI telah siap mendampingi vaksinasi anak-anak di Kota Tangerang,” tambahnya. (Mercys)

Banten,Sulutnews.com - Bupati Minahasa, Dr. Ir. Royke Octavian Roring, M.Si didampingi Direktur RSU Dr. Sam Ratulangi Tondano, dr. Nancy Mongdong dan Sekretaris Dinas Kesehatan, dr. Gaby Doaly, Kabag Kerjasama, Syultje Panambunan, SE dan Chitamy Sumampouw, S.STP, Kasubag Fasilitas Kerjasama serta para staf khusus, Senin (13/12/2021) hari ini.

Mengikuti konsultasi lapangan di Rumah Sakit Siloam International Lippo Karawaci, Tangerang Banten.

"Kehadiran Rombongan dari Pemkab Minahasa ini diketahui tidak lain yakni, ingin mendalami manajemen rumah sakit  tersebut.

Dalam pertemuan ini, Bupati Royke Roring mengungkapkan pada saat rumah sakit ODSK direncanakan dibangun, dirinya pada saat itu masi menjabat Kepala Bappeda Pemprov Sulut.

Lanjut berkaitan dengan kunjungannya, ia berharap mengawali konsultasi ini Pemkab Minahasa dapat belajar banyak dari RS Siloam Lippo Karawaci.

Sehingga dalam pembangunan dan pengelolaan ke depan dapat menambah wawasan untuk jajaran RSU Sam Ratulangi dan Dinas Kesehatan Minahasa di rumah sakit tersebut, tutup Bupati Royke Roring.

Pertemuan tersebut juga tampak di hadiri oleh Hospital Director, dr. Jeffry Oeswadi, MARS,  Executive Director, Jennifer Hendra, Direktur Regional 4 (Kalimantan, Sulawesi, Indonesia Timur), dr. Chenny Mulyawan, MATS, Case Mix BPJS RSU Siloam Gedung B, dr. Ayu Diah, Business Development Siloam Hospital Lippo Village, Alexander Mutak. (Adrian)