Foto : Ketua DPD KAI Bali, Anak Agung Kompiang Gede, SH, MH, CIL Foto : Ketua DPD KAI Bali, Anak Agung Kompiang Gede, SH, MH, CIL

Memalukan Jika Ketua Baru KONI Bali Ada di Pusaran Dugaan Korupsi

Written by  Robby Dance Henukh Mar 21, 2022

Denpasar,Sulutnews.com - Nampaknya lembaga Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bali ke depan mengalami meriang panas dingin. Pasalnya dibalik terpilihnya kepengurusan baru secara aklamasi terdapat pengaduan masyarakat kepada aparat penegak hukum (APH) akan adanya dugaan penyimpangan uang negara di tubuh KONI Bali.

Tak plak keadaan ini membuat ngeri-ngeri sedap dan tidak main-main lantaran di mata hukum setiap orang adalah sama. Apalagi sebelumnya disebut-sebut terbentuknya kepengurusan baru disinyalir sarat dengan nepotisme.

"Ya sayang dan memalukan jika kepengurusan atau ketua sekarang sampai ikut terseret nanti dalam dugaan ranah korupsi yang diadukan masyarakat. Semoga saja tidak seperti itu. Tentunya sebelumnya kan dilakukan audit dan dibuktikan. Ini kan baru sebatas pelaporan atau aduan dan masih perlu proses penyelidikan lebih lanjut ," terang Ketua DPD KAI Bali, Anak Agung Kompiang Gede, SH, MH, CIL yang akrab disapa Gung Kompiang kepada wartawan, Minggu (20/03/2022)

Gung Kompiang yang juga mantan Wasit Nasional FORKI menjelaskan, mestinya kalau tidak ada masalah seharusnya memaparkan secara terbuka pelaporan pertanggung jawaban penggunaan anggaran. Kalau memang tidak jelas pasti ada keraguan, kekhawatiran dan ketakutan.

"Dalam suatu pengelolan dana manajemen olah raga tetap harus mengedepankan transparansi. Menghindari polemik atau tudingan miring. Kita akan terus dorong mengawal pihak terkait seperti kejaksaan untuk dilakukan audit anggaran uang negara di tubuh KONI," jelas Gung kompiang.

Untuk diketahui sebelumnya, Drs. I Wayan Sueta sebagai pencinta olah raga dan sering menyelenggarakan kegiatan olah raga baik bersifat daerah maupun nasional mendatangi Kejati Bali.

Pihaknya melaporkan, adanya dugaan penyimpangan anggaran negara di tubuh KONI Bali. Meminta kepada kejaksaan untuk mengusut dan melakukan audit penggunaan anggaran keuangan secara mendalam.

Ia menegaskan, bahwa setiap warga negara berhak untuk melapor, apalagi ada kaitan korupsi. Hal tersebut dikatakan, tentunya dilindungi undang-undang serta dapat reward dari negara.

"Jelas kami sebagai pelapor dilindungi undang-undang, kejaksaan jamin itu juga. Kan banyak sekali perlu diaudit seperti anggaran PON kemarin. Dalam pengadaan barang juga, apakah penunjukan langsung atau tidak ini nanti kan diungkap kejaksaan. Begitu juga tiket pesawat, kwetansi hotel dan lain-lain jelas nanti pasti disusuri," pungkas pemilik Club Sepak Bola Bali All Stars.

Wayan Suata yang juga mantan Ketua Forki Badung beralasan, pelaporan dilakukan tidak lain lantaran sekarang ini dalam tubuh KONI Bali dirasa sarat dengan permainan. Tidak saja disinyalir terjadi penyimpangan anggaran namun juga disebutkan, kuatnya nepotisme kepengurusan dinasti.

Sementara Kasi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali, A Luga Harlianto ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan telah menerima laporan pengaduan masyarakat, akan adanya dugaan korupsi di tubuh KONI Bali.

"Iya benar. Terima kasih saya sampaikan bagi masyarakat yang telah menyampaikan laporan tersebut ke Kejati Bali. Sebagaimana SOP di Kejaksaan, tentunya hal ini akan ditelaah terlebih dahulu pelaporan tersebut. Dan kami juga akan melakukan penelusuran untuk mendapatkan info awal apakah merupakan kewenangan Kejaksaan dan kebenaran adanya  pelaporan tersebut," ungkap Luga Harlianto

Reporter : Ray/Dance henukh