Syahganda Nainggolan Divonis 10 Bulan, JPU Ajukan Banding

Written by  Adrianus RP May 04, 2021

Jakarta,Sulutnews.com - Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah menyatakan upaya hukum banding atas putusan Pengadilan Negeri Depok dalam Perkara Tindak Pidana Menyebarkan Berita Bohong (HOAKS) atas nama Terdakwa  Syahganda Nainggolan alias SN,  terkait kasus penyebaran berita bohong (hoaks) soal Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja.

Kapuspenkum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simajuntak lewat rilisnya Senin (3/5) kemarin mengatakan, pengajuan banding tersebut terkait vonis Majelis Hakim yang menjatuhkan hukum hanya 10 bulan kurungan penjara. Dimana vonis itu lebih rendah ketimbang tuntutan 6 tahun penjara dari jaksa.

Untuk itu Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari dari Kejaksaan Negeri Depok telah menyatakan upaya hukum banding atas putusan Pengadilan Negeri Depok dalam Perkara Tindak Pidana atas nama Terdakwa SN" yang diketahui adalah petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI)

Dia menjelaskan, alasan jaksa mengajukan banding, karena putusan terhadap Petinggi KAMI itu dirasa terlalu rendah daripada tuntan jaksa.

Hal itu karena perbedaan pasal yang diberikan hakim dalam menjatuhkan vonis mengacu pada dakwaan Ketiga Penuntut Umum melanggar Pasal 15 Undang- undang RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, dengan 10 bulan penjara.

Sedangkan dalam tuntutan, jaksa mendakwa SN karena dianggap terlah menyiarkan berita bohong yang mengakibatkan keonaran dengan Pasal 14 ayat (1) Undang- undang RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, sehingga dituntut 6 tahun penjara.

"Karena dalam putusan pengadilan dipertimbangkan pasal yang berbeda dengan pasal yang dibuktikan Jaksa Penuntut Umum dalam surat tuntutannya dan putusan Majelis Hakim di bawah 2/3 dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum dan seluruh pertimbangan Jaksa Penuntut Umum dalam mengajukan tuntutan tidak diambil alih seluruhnya dalam putusan Majelis Hakim, maka Tim Jaksa Penuntut Umum mengajukan upaya hukum Banding," ungkap Leonard. (Adrian)

Last modified on Tuesday, 04 May 2021 08:09