Banten

Banten (26)

Banten, Sulutnews.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau kegiatan akselerasi vaksinasi massal di Gedung Aspirasi KP3B Banten, Rabu (22/12/2021).

Kegiatan ini digelar secara serentak di Provinsi Banten, dalam rangka akselerasi percepatan vaksinasi agar terwujudnya kekebalan komunal terhadap Covid-19. Adapun target vaksin dari kegiatan tersebut sebanyak 22 ribu dosis.

Dalam kesempatan tersebut, Sigit menekankan bahwa, selain di Provinsi Banten, akselerasi vaksinasi terus dilakukan di seluruh wilayah Indonesia, guna mencapai target 70 persen sebagaimana yang diharapkan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi), pada akhir tahun nanti.

"Vaksinasi massal yang dilakukan di Provinsi Banten ini guna mencapai target vaksinasi sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi)," kata Sigit dalam pengarahannya.

Selain melakukan peninjauan di lokasi utama vaksinasi massal, mantan Kapolda Banten tersebut juga menyempatkan untuk menyapa secara langsung kegiatan di tempat lainnya secara virtual.

Pada pengarahannya, Sigit menekankan untuk terus memaksimalkan waktu yang ada guna memenuhi target vaksinasi sebesar 70 persen. Ia juga berpesan, agar seluruh pihak melakukan jemput bola atau berperan aktif kepada masyarakat yang belum mau melaksanakan vaksinasi.

"Tolong untuk dipastikan dan dikejar target Bapak Presiden pencapaian 70 persen dimaksimalkan mumpung masih ada waktu. Pastikan bahwa Serang bisa mencapai akhir tahun 70 persen. Kira-kira sanggup tidak," tanya Sigit saat menyapa secara virtual kegiatan vaksinasi wilayah hukum Polres Serang.

"Siap jenderal dilaksanakan semaksimal mungkin," jawab perwakilan Polres Serang.

Lebih dalam, demi meraih hasil maksimal, Ia menyebut, diperlukan sinergitas dan kerjasama antara seluruh pihak, yakni, TNI-Polri, Pemda, relawan, tokoh masyarakat, tokoh agama, mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya.

"Tentunya Pak Wali Kota, Bupati, Dandim, Danrem untuk selalu bersinergi di lapangan karena memang perlu adanya kekompakkan terkait akselerasi dan mempersiapkan vaksinator. Kalau semua dikerjakan secara bersama-sama tentunya target pencapaian lebih maksimal. Terima kasih dan mudah-mudahan pencapaiannya bisa 70 persen. Minggu depan kami monitor lagi," ucap eks Kabareskrim Polri tersebut.

Menurut Sigit, dengan akselerasi vaksinasi dan mencapai target 70 persen, hal itu akan memengaruhi terjadinya pertumbuhan perekonimian Indonesia. Mengingat, kedepannya akan diselenggarakan event nasional maupun internasional.

"Indonesia telah mampu membuktikan bahwa dapat menekan laju pertumbuhan Covid-19 dan menggelar beberapa event nasional dan internasional di tengah Pandemi Covid-19 dengan memperhatikan faktor keamanan dan kesehatan. Tren positif itu harus terus dipertahankan. Sehingga, pertumbuhan ekonomi di Indonesia kedepannya terus membaik," papar Sigit.

Saat peninjauan vaksinasi massal, Kapolri bersama dengan Menteri juga menyempatkan menyapa secara langsung masyarakat yang hadir untuk mendapatkan vaksin. Mereka memberikan penjelasan bahwa disuntik vaksin aman dan dapat memberikan imunitas terhadap virus corona.

Adapun titik yang menggelar vaksinasi massal sebanyak 72 pada 6 wilayah hukum Polda Banten yaitu Polres Serang Kota, Polres Serang, Polres Cilegon, Polres Lebak, Polres Pandeglang, dan Polresta Tangerang.

Sebanyak 22 ribu dosis vaksin jenis Sinovac disiapkan untuk memvaksinasi 20 ribu masyarakat umum, 1.000 pelajar, 500 tenaga pendidik dan 500 lansia. Total tenaga vaksinator yang dikerahkan sebanyak 190 orang gabungan dari Dinkes, Polri, TNI dan relawan. (Adrian)

Banten,Sulutnews.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung Pelabuhan Merak, Banten, Rabu (22/12/2021). Mereka mengecek kesiapan Operasi Lilin jelang masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Dalam kesempatan itu, Kapolri Jenderal Sigit mengungkapkan bahwa, peninjauan langsung ini untuk memastikan kesiapan seluruh pihak dalam menghadapi pergerakan masyarakat di periode Nataru. Oleh karenanya, Ia memastikan soal penerapan protokol kesehatan (prokes) agar tidak terjadi lonjakan laju pertumbuhan Covid-19 pasca-Nataru.

"Tentunya ini harus kita persiapkan dengan baik. Kita antisipasi karena saat ini angka laju Covid-19 sudah bisa kita kendalikan dengan positivity ratenya di bawah 1.  Pengalaman tahun lalu pasca-Nataru terjadi peningkatan dua kali lipat. Dan ini tentunya harus kita jaga, agar aktivitas mobilitas masyarakat tetap bisa berjalan. Namun disisi lain prokesnya harus kita pastikan dilaksanakan dengan baik," kata Sigit usai melakukan pengecekan.

Saat mengecek Pelabuhan Merak dan Bakauheni, Sigit juga memantau pos pengamanan dan pos pelayanan bagi masyarakat yang hendak beraktivitas saat Nataru. Kedua pos itu, kata Sigit, harus bekerja secara maksimal dalam memastikan pelayanan dan pengecekan terkait protokol kesehatan. Tak hanya itu, harus disiapkan antisipasi apabila terjadi kemacetan atau antrian panjang.

Dalam perjalanan Nataru, Sigit menyebut, masyarakat harus mengikuti persyaratan yang ditentukan, mulai dari sudah vaksin dosis kedua dan menyertakan hasil negatif dari Swab Antigen ataupun RT-PCR.

Apabila, masyarakat tidak dapat menyertakan hal itu, maka pos pelayanan yang ada, telah menyiapkan gerai vaksin dan gerai Swab Antigen. Bahkan, disediakan pula tempat isolasi sementara apabila didapatkan hasilnya positif. Yang nantinya, setelah ditempatkan di isolasi sementara, warga akan diteruskan ke Rumah Sakit (RS) rujukan atau yang sudah disiapkan.

"Jadi kita ingin memastikan bahwa seluruh persiapan dari pos pelayanan khususnya wilayah penyeberangan Bakauheni dan Merak dalam keadaan siap dalam hal menghadapi meningkatnya mobilitas penumpang. Namun disisi lain kita juga meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan terhadap prokes," ujar Sigit.

Eks Kapolda Banten itu berharap, dengan segala upaya keras dari seluruh pihak, maka lonjakan laju pertumbuhan Covid-19 setelah masa Nataru tidak mengalami peningkatan.  Mengingat penanganan dan pengendalian yang baik, kata Sigit, akan memengaruhi pertumbuhan perekonimian di Indonesia.

Apalagi, Sigit menyebut, kedepannya, Indonesia akan menyelenggarakan event nasional dan internasional. Dimana, hal itu akan meningkatkan perekonomian masyarakat di tengah Pandemi Covid-19.

"Harapan kita di tahun depan, kita juga ada beberapa peristiwa kegiatan besar nasional maupun internasional, rangkaian Presidensi.  Kita harapkan juga pertumbuhan ekonomi terus meningkat. Namun, disisi lain kita lihat ada varian baru dan kita harus waspada. Sehingga tentunya dua hal tersebut, bagaimana kita tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kesehatan. Namun disisi lain aktivitas masyarakat bisa kita berikan. Sehingga pertumbuhan ekonomi bisa berjalan, ini tetap kita bisa jaga dalam kondisi terkendali," ucap Sigit.

Selain meninjau, rombongan Menteri dan Kapolri juga memberikan pengarahan terhadap pejabat daerah setempat. Mereka menekankan untuk bekerja semaksimal mungkin agar tidak terjadi lonjakan pertumbuhan Covid-19 usai Nataru.

"Tahun ini kita harus betul-betul waspadai. Sehingga angka Covid-19 bisa kita pertahankan. Dan pasca-Nataru jangan sampai naik lagi. Pelonggaran sudah diberikan. Sehingga aktivitas masyarakat khususnya pergerakan di masa Nataru diprediksi Pak Menhub kurang lebih ada 11 juta. Ini tentunya harus jadi perhatian kita bersama," tutur eks Kabareskrim Polri itu.

Pada kesempatan itu, Sigit meminta agar pos pelayanan tidak hanya tersedia di atas kapal. Namun, juga disiapkan di titik-titik terjadinya antrian masyarakat. Sigit juga menekankan untuk mewaspadai lonjakan penumpang di malam hari.

"Tidak hanya di atas kapal, tapi juga di lokasi pada saat masyarakat antre khususnya malam hari. Karena akan terjadi antrean panjang. Disitulah kesempatan rekan-rekan sambil menunggu antrian, rekan-rekan tanyakan sudah vaksin belum. Demikian juga persyaratan antigen ditanyakan betul," tutur Sigit.

Lebih dalam, Sigit menegaskan, kepada seluruh pejabat daerah, untuk betul-betul melakukan akselerasi vaksinasi Covid-19. Lantaran, dari laporan yang diterimanya, masih ada beberapa kabupaten yang belum mencapai angka vaksinasi 70 persen.

Sigit juga menyampaikan, seluruh pihak harus bersinergi dalam melakukan pengecekan penerapan protokol kesehatan. Kemudian, juga aturan dari tempat makan, tempat istirahat dan lokasi lainnya yang berpotensi jadi berkumpulnya masyarakat.

"Oleh karena itu cek sekali lagi aplikasi PeduliLindungi. Semua sudah terpasang apa belum dan kalau sudah  terpasang pastikan aplikasi tersebut berjalan. Petugasnya paham, bagaimana cara untuk memanfaatkan aplikasi. Jangan hanya sekedar alat ada, aplikasi ada tapi kemudian tidak digunakan. Ini tolong cek satu-satu. Saya minta laksanakan cek and ricek. Sehingga kita yakin bahwa dalam beberapa hari mendatang yang kurang-kurang segera dilengkapi," tutup Sigit. (Adrian)

Kota Tangerang, Sulutnews.com - Sebanyak 10 personil,  dari unsur Koramil 01/Tgr, anggota BKO dan dibantu Securty, gelar PPKM dalam rangka Nataru di lokasi Pasar Anyer Tangerang, Jl. Ahmad Yani Kelurahan Suka Asih, Kecamatan Tangerang,  Kota Tangerang, Minggu (19/12/2021).

Dengan menyusuri setiap sudut pasar Anyer, anggota Koramil 01/Tangerang memberikan teguran kepada yang berkerumun, selain itu juga para pedagang, serta pengunjung pasar yang tidak memakai masker.

Anggota Koramil 01/Tgr memberikan masker kepada melanggar protokol kesehatan sekaligus  menyampaikan himbauan agar tetap melaksanakan Protokol Kesehatan dalam menjalankan aktifitas di pasar.

Dandim 0506/Tgr Kolonel Inf Puji Hartono melalui Danramil 01/Tgr Mayor Kav Andi Budiman menjelaskan, pelaksanaan PPKM dilaksanakan untuk mencegah penyebaran pandemi.

"Seperti kita ketahui bersama , sebentar lagi jelang Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) dimana akan terjadi peningkatan kegiatan masyarakat. Ini harus kita antisipasi. dengan memberikan himbauan dan mengingatkan warga untuk tetap disiplin Protokol Kesehatan." jelas Danramil.

Lanjut Andi Budiman, kita memilih pasar anyer karena tempat ini, intensitas pergerakan warga sangat tinggi terutama para pedagang pasar dan pengunjung pasar.

"Kita tidak akan hentikan operasi PPKM guna mengingatkan dan meningkatkan disiplin protokol kesehatan kepada masyarakat khususnya di wilayah

teritorial Koramil 01/Tgr  selama wabah pandemi masih ada dan jelang Nataru ini,"tegas Andi Budiman.

Danramil mengajak warga masyarakat memiliki kepedulian dengan kondisi saat ini dengan menjalankan disiplin prokes dan aturan pemerintah.

Semua ini dilakukan untuk menjaga tidak terjadi peningkatan penyebaran pandemi Covid -19 baik jelang dan selepas Nataru, (Mercys)

Kota Tangerang,Sulutnews.com - Pemerintah Kota Tangerang, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), Selasa (14/12) secara resmi akan memulai pelaksanaan vaksinasi Covid-19 pada kategori anak usia 6–11 tahun.

Berdasarkan data, sasaran anak usia 6-11 tahun di Kota Tangerang jumlahnya mencapai 186.349 anak.

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 ini berdasarkan intruksi Mendagri nomor 66 tahun 2021, kota kabupaten yang cakupan vaksinasi dosis pertamanya sudah lebih dari 70 persen, dan lansia diatas 60 persen, maka kota kabupaten tersebut dapat melaksanakan perluasan percepatan vaksinasi untuk kategori anak usia 6 -11 tahun.

Sementara itu  Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, dr Dini Anggraeni mengungkapkan, sebagai pelaksanaan awal akan digelar di lima sekolah di Kota Tangerang pada Selasa (14/12). Diantaranya, MIN 1 Buaran, SDN Pasar Baru I, SDN Paninggilan 6, SDN Gondrong 4, dan SDN Total Persada.

“Dinkes sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan beberapa stakeholder lainnya, untuk persiapan kick off pelaksanaan vaksinasi covid-19 anak usia 6-11 tahun, besok. Selanjutnya pelaksanaan vaksinasi akan dilaksanakan di sekolah-sekolah seperti program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), kemudian sentra vaksinasi atau ditempat gerai-gerai vaksinasi," kata dr Dini, saat ditemui di ruang kerjanya, seperti dikutip dari tangerangkota.go.id, Senin (13/14/2021).

Kepala Dinkes Kota Tangerang juga menjelaskan, Vaksin yang digunakan adalah jenis Sinovac dengan dosis atau takaran yang sama.

Hal ini, sudah direkomendasikan BPOM, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Indonesian Technical Advisory Group on Immunizatioon (ITAGI).

Pada prinsipnya, lanjut dr Dini, pelaksanaan vaksin anak 6-11 tahun itu sama saja. Mulai dari vaksin yang digunakan, takaran dosis sinovac yang ditentukan, hingga interval vaksin juga sama yaitu 28 hari dari dosis pertama, jelasnya.

Dinkes Kota Tangerang juga telah berkoordinasi dengan Pokja KIPI, terkait antisipasi efek yang dirasakan pasca mengikuti vaksinasi.

“Kota Tangerang telah mempersiapkan hal tersebut, bisa dipastikan Pokja KIPI telah siap mendampingi vaksinasi anak-anak di Kota Tangerang,” tambahnya. (Mercys)

Banten,Sulutnews.com - Bupati Minahasa, Dr. Ir. Royke Octavian Roring, M.Si didampingi Direktur RSU Dr. Sam Ratulangi Tondano, dr. Nancy Mongdong dan Sekretaris Dinas Kesehatan, dr. Gaby Doaly, Kabag Kerjasama, Syultje Panambunan, SE dan Chitamy Sumampouw, S.STP, Kasubag Fasilitas Kerjasama serta para staf khusus, Senin (13/12/2021) hari ini.

Mengikuti konsultasi lapangan di Rumah Sakit Siloam International Lippo Karawaci, Tangerang Banten.

"Kehadiran Rombongan dari Pemkab Minahasa ini diketahui tidak lain yakni, ingin mendalami manajemen rumah sakit  tersebut.

Dalam pertemuan ini, Bupati Royke Roring mengungkapkan pada saat rumah sakit ODSK direncanakan dibangun, dirinya pada saat itu masi menjabat Kepala Bappeda Pemprov Sulut.

Lanjut berkaitan dengan kunjungannya, ia berharap mengawali konsultasi ini Pemkab Minahasa dapat belajar banyak dari RS Siloam Lippo Karawaci.

Sehingga dalam pembangunan dan pengelolaan ke depan dapat menambah wawasan untuk jajaran RSU Sam Ratulangi dan Dinas Kesehatan Minahasa di rumah sakit tersebut, tutup Bupati Royke Roring.

Pertemuan tersebut juga tampak di hadiri oleh Hospital Director, dr. Jeffry Oeswadi, MARS,  Executive Director, Jennifer Hendra, Direktur Regional 4 (Kalimantan, Sulawesi, Indonesia Timur), dr. Chenny Mulyawan, MATS, Case Mix BPJS RSU Siloam Gedung B, dr. Ayu Diah, Business Development Siloam Hospital Lippo Village, Alexander Mutak. (Adrian)

Kab Tangerang,Sulutnews.com - Pemerintah Kabupaten Tangerang menyiapkan sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) menghadapi jika nantinya ditemukan varian COVID-19 Omicron.

Persiapan tersebut dilakukan, mulai dari rumah sakit pemerintah yang ada di Kabupaten Tangerang, juga rumah sakit swasta, hingga tempat isolasi terpusat. 

Juru Bicara Pananganan dan Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmizi mengatakan, pihaknya sudah jauh-jauh hari menyiagakan rumah sakit di Kabupaten Tangerang, mengingat varian virus bernama B.1.1.529 asal Afrika itu sudah teridentifikasi di beberapa negara bagian Asia.

"Kita sudah siapakan tempat isolasi di hotel Yasmin. Selain itu, kami juga sudah menyiapkan 1.200 tempat tidur dari 26 Rumah Sakit (RS) milik pemerintah maupun swasta yang ada di Kabupaten Tangerang," kata Hendra, Rabu (08/12/2021).

Lebih jauh Juru Bicara Pananganan dan Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Tangerang menjelaskan,  Satgas COVID-19 Kabupaten Tangerang akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, dan juga Kementerian Kesehatan RI.

Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan akan virus varian baru tersebut di lingkungan masyarakat.

Dikatakan Hendara, nantinya Satgas COVID-19 dapat segera menyiapkan infrastruktur kebutuhan kesehatan dan ketersediaan obat-obatan.

"Jadi sesuai instruksi dari Kemenkes, kita harus waspada dan selalu berkoordinasi dengan Satgas COVID-19 (pusat), dan kami akan selalu mengirimkan sampel ke litbangkes Kemenkes setiap kami menemukan kasus baru dan dicurigai," ujarnya.

Kendati demikian, ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak lengah menerapkan protokol kesehatan 6M dalam setiap aktivitas, seperti tetap memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, selalu mencuci tangan dengan air yang mengalir, mengurangi mobilitas, dan juga melakukan vaksinasi.

Hendra juga meminta agar masyarakat di Kabupaten Tangerang untuk tidak bepergian saat libur Natal dan Tahun Baru.

Menurut dia, masyarakat harus tetap menjalani protokol kesehatan 6M, dan juga harus menaati kebijakan pemerintah terkait PPKM.

Selain itu untuk masyarakat yang belum melakukan vaksinasi diimbau untuk segera mendaftarkan diri untuk divaksin.

Sebab Vaksinasi ini dapat membantu mengurangi keparahan penyakit dan angka kematian dari varian Omicron.

"Ini juga kan untuk menjaga kita dari paparan virus COVID-19 atau virus varian baru seperti Omicron yang kita ketahui sangat berbahaya," tambahnya.

Sementara itu, Virus Corona varian Omicron  pertama kali ditemukan di wilayah Afrika Selatan (Afsel). Untuk itu keberadaan virus tersebut kini mulai mengkhawatirkan masyarakat dunia.

Meski disebut lebih cepat menular, namun menurut seorang dokter yang pertama kali mendeteksi Covid-19 varian Omicron di Afsel, Angelique Coetzee mengatakan, sejauh ini pasien yang terinfeksi varian virus Corona tersebut hanya menunjukkan gejala ringan. (Mercys)

Tangerang,Sulutnews.com - Kolaborasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang dengan ANTV, tvOne, dan VIVA group, melaksanakan kegiatan vaksinasi, Sabtu (20/11/2021)

Target dari vaksin massal ini, sebanyak 1.391 dosis untuk jenis Pfizer dan Sinovac.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Tangerang, dr Hendra Tarmizi mengungkapkan, kolaborasi program vaksinasi menjadi faktor penting untuk mempercepat herd immunity di Kabupaten Tangerang.

"Harapannya cangkupan vaksinasi kita tambah dengan kegiatan ini, masyarakat jauh lebih kuat ketahanan tubuhnya apabila terkena Covid-19, hingga tidak sampai dirawat di rumah sakit," ujar Hendra.

Lebih jauh ia menjelaskan, sebanyak 2.514.474 jiwa menjadi target Kabupaten Tangerang dalam pelaksanaan vaksinasi.

Vaksinasi di Kabupaten Tangerang sudah mencapai 73.8 persen untuk dosis 1 dan 52.1 persen untuk dosis 2.

Sementara itu Eksekutif Produser ANTV, Sabil Huda mengatakan, kegiatan vaksinasi yang bekerjasama dengan Pemkab Tangerang itu digelar di Aula Kantor Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang.

"Kami menyadari saat ini yang paling dibutuhkan dan diperlukan oleh masyarakat Indonesia adalah vaksin. Kami berharap dari kontribusi yang dilakukan ANTV dan tvOne melalui program sentra vaksin, dapat meningkatkan imunitas khususnya bagi warga Kabupaten Tangerang dan sekitarnya," jelas Sabil Huda.

Warga yang mengikuti vaksin tak dibatasi baik mereka yang ingin melakukan vaksinasi pertama maupun vaksinasi lanjutan (dosis kedua), semuanya dapat dilayani di Sentra Vaksin Indonesia Bangkit.

Sentra Vaksin Indonesia Bangkit terselenggara berkat kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Tanggerang (Dinas Kesehatan) dan Kecamatan Curug dengan Viva grup, ANTV serta TvOne.

Camat Curug Supriyadi, mengapresiasi kegiatan vaksinasi ini, serta mendukung percepatan vaksinasi di Kabupaten Tangerang, bahkan Curug menjadi barometer pencegahan COVID-19."Alhamdullilah sudah mencapai 70 persen yang sudah tervaksin," ujar Supriyadi.(Mercys)

Tangerang,Sulutnews.com - Kolaborasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang dengan ANTV, tvOne, dan VIVA group, melaksanakan kegiatan vaksinasi, Sabtu (20/11/2021)

Target dari vaksin massal ini, sebanyak 1.391 dosis untuk jenis Pfizer dan Sinovac.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Tangerang, dr Hendra Tarmizi mengungkapkan, kolaborasi program vaksinasi menjadi faktor penting untuk mempercepat herd immunity di Kabupaten Tangerang.

"Harapannya cangkupan vaksinasi kita tambah dengan kegiatan ini, masyarakat jauh lebih kuat ketahanan tubuhnya apabila terkena Covid-19, hingga tidak sampai dirawat di rumah sakit," ujar Hendra.

Lebih jauh ia menjelaskan, sebanyak 2.514.474 jiwa menjadi target Kabupaten Tangerang dalam pelaksanaan vaksinasi.

Vaksinasi di Kabupaten Tangerang sudah mencapai 73.8 persen untuk dosis 1 dan 52.1 persen untuk dosis 2.

Sementara itu Eksekutif Produser ANTV, Sabil Huda mengatakan, kegiatan vaksinasi yang bekerjasama dengan Pemkab Tangerang itu digelar di Aula Kantor Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang.

"Kami menyadari saat ini yang paling dibutuhkan dan diperlukan oleh masyarakat Indonesia adalah vaksin. Kami berharap dari kontribusi yang dilakukan ANTV dan tvOne melalui program sentra vaksin, dapat meningkatkan imunitas khususnya bagi warga Kabupaten Tangerang dan sekitarnya," jelas Sabil Huda.

Warga yang mengikuti vaksin tak dibatasi baik mereka yang ingin melakukan vaksinasi pertama maupun vaksinasi lanjutan (dosis kedua), semuanya dapat dilayani di Sentra Vaksin Indonesia Bangkit.

Sentra Vaksin Indonesia Bangkit terselenggara berkat kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Tanggerang (Dinas Kesehatan) dan Kecamatan Curug dengan Viva grup, ANTV serta TvOne.

Camat Curug Supriyadi, mengapresiasi kegiatan vaksinasi ini, serta mendukung percepatan vaksinasi di Kabupaten Tangerang, bahkan Curug menjadi barometer pencegahan COVID-19.

"Alhamdullilah sudah mencapai 70 persen yang sudah tervaksin," ujar Supriyadi.(Mercys)

Tangerang, Sulutnews.com - Babinsa Kelurahan Pondok Pucung Koramil 07/PDA mengingatkan Protokol kesehatan di wilayah binaan dengan menggelar Komunikasi Sosial, kendati penyebaran sudah menurun, tetapi di masih pandemi.

Kegiatan penguatan ketahanan dalam melawan penyebaran Covid 19 ini dilakukan oleh Serka Asep Nandi.

Penerapan disiplin kesehatan di wilayah ini dalam rangka Serbuan teritorial yang di lakukan oleh Babinsa Koramil 07/PDA yang di lakukan di wilayah Kelurahan Pondok Pucung Kecamatan  Pondok Aren, Tangerang Selatan, Jum'at (19/11/2021).

Sementara itu Dandim 0506/Tgr Kolonel Inf Bambang Herry Tugiyono melalui Danramil 07/PDA Kapten Inf Dahlan mengatakan, penerapan Disiplin Mematuhi Protokol Kesehatan dalam masa perpanjangan PPKM level 2 di wilayah Tangerang Selatan, untuk terus menekan penyebaran virus Covid 19.

"Babinsa, Binamas dan tokoh masyarakat bersama-sama untuk menghimbau dan  membatu di masyarakat agar benar - benar melaksanakan peraturan penegakan disiplin untuk mematuhi protokol kesehatan sesuai yang disampaikan oleh Pemerintah, walaupun sudah di vaksin,"ujar Danramil.

Untuk percepatan penanganan dan penanggulangan penularan virus Covid 19, Babinsa turun di wilayah, sehingga warga dapat melaksanakan aktifitas seperti biasa.(Mercys)

Tangerang,Sulutnews.com - Kelurahan Ketapang terus mengejar target vaksinasi. Untuk itu Kelurahan Ketapang dan tim Puskesmas Ketapang sudah beberapa bulan terakhir ini gencar melaksanakan vaksin keliling.

Vaksinasi keliling atau yang biasa disebut dengan vaksin door to door, kali ini  menyasar ke warga di RT 4/RW 01, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Selasa (16/11/2021).

Dalam kegiatan vaksinasi door to door ini, petugas melakukan blusukan ke kampung-kampung, gang-gang menyisir dan memastikan lebih pasti warga mana yang belum mendapatkan divaksin, dan bisa segera dilakukan divaksinasi.

Lurah Ketapang, Alex Saadon mengungkapkan ini sebagai salah satu kita memberikan kemudahan pelayanan kepada warga masyarakat untuk mendapat vaksinasi.

“Tak perlu repot keluar rumah untuk pergi ke sentra vaksinasi. Petugas vaksin keliling siap ke rumah warga, khususnya mereka-mereka yang memang kesulitan ke sentra vaksin, salah satunya seperti lansia,” ungkap Alex.

Ia menjelaskan,  vaksin keliling ini juga ditujukan untuk melakukan pendekatan, pada warga yang masih takut dengan vaksinasi.

“Namun, setelah diberikan edukasi dan pendekatan secara langsung oleh petugas puskesmas. Alhamdulillah, banyak warga yang akhirnya mau dan bersedia di vaksin,” ujarnya.

Hingga saat ini, berdasarkan data SiGacor capaian vaksinasi Kelurahan Ketapang sudah mencapai 89 persen. Secara rinci, 10.492 jiwa pada dosis satu, 8.301 jiwa pada dosis dua dari target 11.778 jiwa.

“Untuk hari ini vaksin keliling berhasil menyisir 30 warga, semoga bisa terus digencarkan baik vaksinasi keliling, tingkat RW maupun sentra utama tingkat kelurahan," katanya.

Sehingga, angka capaian vaksinasi Kelurahan Ketapang bisa segera terselesaikan dan terpenting benar-benar tepat sasaran, harapnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Ketapang, dr Muhammad Ilham menuturkan, langkah ini sebagai bentuk nyata mempermudah warga untuk mendapat vaksinasi.

“Setiap pelaksanaan, Puskesmas Ketapang menutunkan sekitar empat tenaga kesehatan dan untuk jenis vaksin yang digunakan adalah Pfizer," ujarnya.

Ia mengatakan, jika di lingkungan warga yang ingin didatangkan tim vaksin keliling, warga bisa koordinasi dengan Kelurahan.  Maka Puskesmas dan Kelurahan siap datang kelokasi warga, tambahnya. (Mercys)