Olah Raga

Olah Raga (13)

Jonathan Wongkar, 14 petenis meja muda putra asal Manado, berhasil menumbangkan rekan seniornya Audy Sangor, dalam pertarungan persahabatan.

Pertarungan yang berlangsung di Kelurahan Banjer Lingkungan IV, Kecamatan Tikala, Manado, baru-baru ini, menyita perhatian puluhan penonton yang menyaksikan.

Jonathan yang didampingi orang tuanya, Erwin Wongkar dan Audy Sangor menunjukkan permainan yang spektakuler.

Kedua pemain Sulut jebolan Ragunan berupaya memenangkan lima game. Jonathan menang pada game pertama, game kedua dimenangkan Audy Sangor.

Pada pertarungan yg berlangsung alot game ketiga dimenangkan Jonathan, pada game ke empat dibalas Audy Sangor.

Sedangkan pada game ke lima Jonathan sempat tertinggal 4 point. Namun dengan kegigihan dan mentalnya Jonathan berhasil mengejar dan memenangkan pertarungan dengan skor akhir 3 - 2.

"Pertarungan sangat ketat, baik Jonathan maupun Audy sama sama pemain Sulut. Audy bahkan pernah meraih juara Sulut pada kelompok umurnya. Tapi, pada pertarungan Jonathan memang tampil prima dan bisa mengalahkan lawannya," kata

Coah Chen Rambi yg juga petenis meja senior jebolan Ragunan.(/MS)

LAMPUNG, Sulutnews.com - Keinginan Jawa Timur untuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2020, akhirnya terwujud setelah terpilih secara aklamasi pada Rapat Kerja Nasional luar biasa (Rakernaslub), Seksi Wartawan Olahraga (Siwo) PWI, Jumat (25/10/2019) di Tegal Mas Island, Lampung. 

10 cabang olahraga akan dipertandingkan pada Porwanas yang dijadwalkan bakal digelar pertengahan Agustus hingga awal September 2020 mendatang.

Rakernaslub yang diikuti 27 pengurus Siwo se-Indonesia dari 35 provinsi mayoritas menghendaki Jatim sebagai pengganti Provinsi Papua yang sebelumnya menyatakan tidak siap menjadi tuan rumah. 

Selain Jawa Timur, Provinsi Sumatra Selatan, juga mengajukan diri sebagai tuan rumah. Namun sayangnya, dari tata tertib Rakernaslub, calon rumah Porwanas sebelumnya harus mengajukan Surat permohonan kepada Siwo PWI Pusat dan PWI Pusat. Termasuk surat dukungan dari Pemerintah Provinsi. 

Pimpinan sidang Rakernaslub, Janu Riyanto dari Siwo PWI DI Yogyakarta mengatakan sesuai Tatib Rakernaslub,  Sumsel dinyatakan gugur.  Berarti hanya Jatim Yang layak sebagai tuan rumah Rakernaslub.  Meski begitu Janu tetap memberikan apresiasi kepada Sumsel yang meminta waktu untuk memberikan pemaparan. 

“Setelah semua SIWO menyatakan mendukung Jatim sebagai tuan rumah, maka secara aklamasi, Jatim menjadi tuan rumah Porwanas 2020. Sedangkan Papua, dinyatakan batal Sebagai tuan rumah. Bagi Provinsi Sumsel, kita mengapresiasi ikut meramaikan sebagai calon tuan rumah Porwanas, namun belum memenuhi tatib,” ujar Janu, yang juga didampingi ketua SIWO PWI Pusat, Ariwangsa. 

Usai penetapan Jatim sebagai tuan rumah Porwanas 2020, pimpinan sidang memberikan kesempatan kepada Ketua PWI Jatim dan Ketua SIWO Jatim untuk menyampaikan, persiapan Jatim sebagai tuan rumah. 

"Saya berterima kasih kepada teman-teman atas dukungannya. Kami sudah menyiapkan segalanya baik bersifat teknis maupun non teknis pelaksnaan nanti. Kota Malang dan Kota Batu, Jatm jadi lokasi oertandingan,” kata Erwin Muhamad, Ketua Siwo PWI Jatim.

Ke-10 cabang yang akan dipertandingkan,

atletik,  biliar, bulu tangkid,  catur,  futsal,  sepak bola,  tenis meja,  tenis lapangan, bridge dan bowling. Juga akan dilombahkan dua lomba karya jurnalistik dan lomba foto jurnalistik.  Ketua SIWO PWI Sulut Wolter Rumapar yang ikut dalam rakernas tersebut mengatakan, meski sempat panas saat persidangan karna muncul Sumsel yang ikut mencalonkan diri, rakernas dapat berlangsung sukses dan penuh kekeluargaan.(/Wolter)

Manado, Sulutnews.com - Tiga rekor dunia selam akhirnya terpecahkan di Manado, Sulawesi Utara. Rekor pertama pecah pada 1 Agustus 2019, yaitu rangkaian penyelaman massal terpanjang dengan bergandengan tangan.

Kemudian rekor kedua dan ketiga yaitu masing-masing penyelaman massal terbanyak dan rekor pembentangan bendera merah putih terbesar di bawah air, pecah pada 3 Agustus 2019.

Kepastian pecahnya rekor untuk dua kategori terakhir tersebut, diumumkan oleh official Guinness World Records beberapa saat usai pelaksanaan penyelaman, Sabtu pagi (3/8/2019).

Tiga rekor dunia penyelaman yang diprakarsai oleh Wanita Selam Indonesia (WASI) ini, keseluruhannya dipusatkan di Pantai Manado, Kawasan Mega Mas.

"Bukti sudah dilihat dan sesuai dengan aturan 3131 orang, dan untuk pembentangan bendera, sebelumnya 166, 62 meter persegi menjadi 1014 meter persegi," ucap Solvej Malouf, Guinness World Records Adjudicator saat membacakan pengumuman.

Iapun akhirnya memberikan piagam sertifikat kepada Ketua WASI, Ny. Tri Tito Karnavian selaku Penasihat kegiatan pemecahan rekor dunia selam, di depan Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian, Forkopimda Sulut dan seluruh peserta selam massal.

"Hari ini saya mengalami banyak sekali pengalaman yang luar biasa karena hari ini adalah puncaknya dari kerja keras panitia, yang bekerja selama satu tahun dalam mempersiapkan untuk menciptakan tiga rekor dunia yang tercatat sebagai kebanggaan Indonesia di dunia internasional," ucap Ketua WASI.

Menurutnya, Indonesia adalah negara besar, negara kelautan terbesar di dunia dengan kepulauan yang sangat banyak dengan suku, agama, ras dan kekayaan alam yang tidak ternilai.

Kegiatan ini dilakukan di bulan Agustus, bulan Kemerdekaan Republik Indonesia yang berusia 74 tahun.

"Semoga ini adalah hadiah yang paling indah yang kita persembahkan kepada negara Indonesia yang kita cintai. Semoga kegiatan kami ini tidak hanya berakhir di sini namun terus memotivasi kepada kita semua untuk berbuat apa yang terbaik bagi bangsa dan negara kita," tutur Ketua WASI.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan penghargaam kepada semua pihak. "Sekali lagi terima kasih kepada semua pihak, kepada teman-teman saya yang sudah berjuang selama satu tahun ini, semua divers yang ada di Sulut dan seluruh Indonesia dan semua rekan-rekan dari Polri dan TNI juga dari komunitas selam seluruh Indonesia," ujarnya.

Ketua WASI juga mengajak warga agar terus menjaga lingkungannya masing-masing. "Mari kita bersama-sama untuk tidak membuang sampah sembarangan sehingga sampah bisa mengalir ke laut. Gunakanlah bahan plastik dengan bijaksana dan jangan buang sampah sembarangan," tandasnya.(/MS)

Manado, Sulutnews.com - Pantai Kawasan Megamas, Manado, Sabtu (3/8/2019) tampak ramai. Pasalnya, hari ini di pantai yang memiliki air berwarna biru itu, akan ditorehkan kembali sejarah di dunia selam.

Bukan hanya satu, tapi dua rekor dunia selam atau Guinness World Record (GWR) yang akan dicatatkan untuk sejarah baru Indonesia. Yaitu memecahkan rekor penyelaman massal terbanyak (Most People Scuba Diving) dan pembentangan bendera terbesar di bawah air (Largest Unfurled Flag Underwater).

Panitia menyebut bahwa untuk hari ini, lebih dari 3000 penyelam yang berpartisipasi. Mereka terdiri dari berbagai usia dan gender.

Di lokasi, ribuan penyelam yang sudah dikelompokkan telah bersiap untuk memecahkan dua rekor sekaligus. Pengunjung pun tampak antusias.

Sebab berbeda dengan Kamis (1/8/2019), pengunjung yang ingin menyaksikan pemecahan rekor dunia hari ini tampak lebih ramai. Bahkan ada yang membawa seluruh keluarganya untuk menyaksikan aksi tersebut.

Kebetulan pada Sabtu-Minggu Kawasan Megamas menjadi lokasi yang biasa digunakan warga Manado untuk berolahraga. Sebab pemerintah menetapkan hari itu adalah hari bebas kendaraan atau car free day.

Sebelumnya pada Kamis (1/8/2019) Wanita Selam Indonesia (WASI) dan ratusan penyelam berhasil memecahkan rekor rangkaian manusia terpanjang di bawah air (Longest Human Chains Underwater). Mereka berhasil bergandengan tangan tanpa terputus selama lebih dari 7 menit di laut biru itu.(/SD)

Manado, Sulutnews.Com - Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Sulut mendukung target pemecahan rekor Dunia selam yang akan dilaksanakan pada 1-3 Agustus di Kawasan Mega Mas Manado.

Ketua Eksekutif LMND Wilayah Sulut Septian Paat mengatakan, pelaksanaan kegiatan yang digagas oLeh WASI dengan gelar selam untuk rekor Dunia ini diharapkan akan menjadikan Sulawesi Utara semakin terkenal dan dapat memberi nilai positif bagi kegiatan selam. " Berharap pelaksanaan kegiatan ini sukses dan dapat memberi nilai tambah untuk peningkatan ekonomi serta dapat berdampak positif bagi dunia Pariwisata Sulawesi Utara," kata Paat.

Kegiatan selam kali ini tidak hanya menarik untuk disaksikan karena ada target memecahkan Rekor Dunia, tetapi ini memiliki manfaat bagi pelestarian lingkungan di wilayah Sulut, mengingat nantinya akan diketahui sejauh mana tingkat kebersihan wilayah pesisir pantai Kota Manado dari pencemaran lingkungan, sebab bukan tidak mungkin sampah yang dibuang kelaut berdampak buruk bagi ekosistim terumbu karang yang ada dipesisir laut Kota Manado."Pesan dari kegiatan selam ini adalah untuk memberikan pemahaman bagi kita masyarakat untuk bagaimana menjaga pelestarian lingkungan khususnya laut yang juga butuh perhatian," ungkap Paat.

Keterlibatan ratusan penyelam profesional nantinya akan sangat menarik, dan ini dapat disaksikan secara umum oleh masyarakat. (/Josh Tinungki)

Manado, Sulutnews.com - Gubernur Sulut Olly Dondokambey Selasa 25 Juni tinjau Stadion Klabat di Kelurahan Ranotana Manado. Ia mengatakan Stadion Klabat terus dibenahi sesuai syarat untuk dipakai Klub asal Sulut yakni Sulut United yang akan berlaga pada Devisi Dua PSSI pada 2 Juli nanti.

"Saya minta terus dibenahi baik rumput lapangan lampu tribun dan juga tempat ganti air serta lahan parkir. Dan juga areal pemukiman."Kata Gubernur.

Saat ini dari hasil pantauan dilapangan sudah cukup baik Stadion Klabat. Dan siap dipakai nanti. Gubernur berharap sebelum laga perdana 2 Juli sudah harus rampung 100 persen semua lokasi Stadion. Ia mengatakan masyarakat Sulut akan banga dengan Klub Sulut United. Karena memang sudah lama dinantikan para pengemar sepak bola yang cukup banyak.

Gubernur berharap dukungan masyarakat Sulut karena Kita memang ingin sepak bola di Sulut bangkit lagi.

Sejumlah warga Sulut yang diminta tangapan mengatakan banga dengan adanya Klub Sulut United. "Ini sangat baik karena sudah lama tidak ada aktifitas sepakbola. Padahal banyak pengemar."Kata Beny W salah satu pengemar Sepak Bola. Begitu juga dikatakan Rein M dan Stevi W warga Sulut yang hobi sepak bola. Mereka berharap para pemain lokal juga bisa dipakai kedepan namun berkualitas. Warga berharap Sulut United bisa meraih kemenangan dalam setiap pertandingan. Pantauan Sulutnews sebagian besar Stadion sudah dibenahi sehingga kelihatan cantik. Telah dicat pagar dan Tribun serta bagian dalam. Rmput lapangan sudah dibenahi juga.(/Fanny)

Jakarta,Sulutnews.com - Turnamen Piala Presiden Esports 2019 membuka 2 sistem pertandingan, yaitu kualifikasi regional di 8 wilayah, dengan kota Palembang, Bali, Makassar, Solo, Manado kualifikasi terbuka nasional, tim-tim profesional ini dibagi menjadi 2 grup, yaitu Grup A dan grup B dimana dari masing-masing grup akan mencari 4 tim profesional terbaik untuk kemudian bertanding di Final Piala Presiden Esport 2019 bersama dengan kualifikasi tim regional.

Tim Louvre.JG berhasil menduduki posisi pertama dalam klasemen Grup B dalam pertandingan dengan tim Evos yang dilaksanakan di Grand Studio Metro TV Jakarta pada hari Jumat, 22 Maret 2019.

Pertandingan tersebut merupakan pertandingan penentuan untuk tim Evos dapat maju di babak selanjutnya karena mereka masih harus menghadapi salah satu tim terkuat di grup B, yaitu tim Louvre.JG. 

Pada babak pertama, tim Louvre.JG berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 19-7 dalam waktu 13.03 menit, pada babak ini Most Valuable Player (MVP) adalah Kido yang menggunakan hero Mobile Legends Gusion dengan 10 kill, 7 assists dan 1 death.

Pada babak kedua, tim EVOS pun menyamakan pertandingan dengan skor 23-5 dalam waktu 11.33 menit, dan pada pertandingan ini MVP diraih oleh REKT yang menggunakan heronya Kimmy.

Empat tim dari grup B, yaitu tim Louvre.JG, SFI Critical, Capcorn dan Evos akan ikut bersama dengan 8 pemenang regional dan 4 pemenang tim kualifikasi tertutup dari grup A untuk bertanding di Final Piala Presiden Esports 2019.

Angky Trijaka, selaku Wakil Ketua Steering Committee Piala Presiden Esports 2019 sangat mengapresiasi semangat sportivitas grup A dan grup B. “Baik grup A dan grup B memiliki potensi yang sama besar dan pertandingan final nanti. Tentu akan sangat menarik untuk disaksikan langsung di Istora Senayan. Kami mengundang masyarakat Indonesia untuk datang dan saksikan langsung Final Piala Presiden Esports 2019 tanggal 30-31 Maret 2019 nanti karena 16 tim terbaik Esports Indonesia dari total 3,572 tim akan memperebutkan Piala Presiden Esports pertama di Indonesia.”(/PS)

Jakarta, 12 Maret 2019  Turnamen Piala Presiden Esports 2019 mulai resmi dipertandingkan pada tanggal 29 Januari 2019. Total sebanyak 3.572 tim esports telah mendaftar untuk mengikuti turnamen ini, yang terbagi dari 2.589 tim esports mendaftar di 8 kota, yaitu Palembang, Bali, Makassar, Surabaya, Manado, Solo, Pontianak dan Bekasi untuk mengikuti pertandingan babak kualifikasi regional untuk mendapatkan 1 pemenang dari masing-masing regional, sedangkan untuk pertandingan babak kualifikasi nasional diikuti oleh 983 tim esports.

Pertandingan babak kualifikasi nasional akan disiarkan secara langsung pada hari Jumat tanggal 15 & 22 Maret 2019 pada pukul 14.00 – 16.00 di Metro TV. 8 tim esports yang lolos babak kualifikasi nasional akan berhadapan dengan 8 tim esports pemenang regional di pertandingan final Piala Presiden Esports 2019 yang akan digelar di Istora Senayan pada tanggal 30 – 31 Maret 2019. “Pada hari ini, kami resmi membuka penjualan tiket untuk menonton pertandingan final Piala Presiden Esports 2019. Harga tiket yang kami jual sangat terjangkau. Tiket hari pertama dijual dengan harga Rp 20.000 sedangkan tiket hari kedua dijual dengan harga Rp 30.000. Kami juga menyediakan tiket terusan dengan harga Rp 40.000. Tiket sudah dapat dibeli di tiket.com dan blibli.com,” kata Giring Ganesha selaku Ketua Organizing Committee Piala Presiden Esports 2019 sekaligus Presiden of IESPL. “Karena banyaknya permintaan, kami juga akan menjual official merchandise dari Piala Presiden Esports 2019 yang terdiri dari kaos, jersey, hoodie jaket dan sweater, topi dan tas serut yang akan segera dapat dibeli di blibli.com.”

Sebelum pertandingan final, 16 tim esports yang akan bertanding di babak final, akan mengikuti Bootcamp yang akan diselenggarakan di Kantor Staf Presiden pada tanggal 27 – 28 Maret 2019. Abraham Wirotomo, Tenaga Ahli Madya Kedeputian II Kantor Staf Presiden menjelaskan alasan diselenggarakannya Bootcamp, “Kami mendukung adanya Bootcamp untuk para atlet Piala Presiden Esports 2019 karena kami memandang talenta saja tidak cukup untuk seseorang menjadi atlet yang berprestasi. Ada 3 hal lainnya. Pertama, harus ada jiwa nasionalisme, motivasi membela tanah air dan mengharumkan nama bangsa jelas akan memberikan energi ekstra. Kedua, pemahaman pola hidup sehat dan gizi. Kemampuan otak harus didukung badan yang sehat. Para atlet harus sadar pentingnya menjaga kebugaran seluruh tubuh agar stamina dan konsentrasi juga bisa terjaga dengan baik. Dan ketiga, kemampuan mengelola finansial. Gaji atlet esports boleh dibilang cukup fantastis. Usia 20-an sudah punya pendapatan puluhan hingga ratusan juta per bulan. Mereka harus pandai mengelola keuangan mereka agar tidak boros untuk hal-hal yang tidak berguna. Syukur-syukur bisa diinvestasi sebagai jaminan masa depan.”

Rangkaian kegiatan yang akan diselenggarakan di Bootcamp antara lain Pembinaan Ideologi Pancasila, Sportivitas dan Dedikasi Kepada Bangsa oleh Tontowi Ahmad & Liliyana Natsir, Team Building Esports dan Bisnis Esports oleh Hartman Harris & Delwyn, Personal Development oleh Laksmiari Saraswati Widodo, Public Speaking oleh Kemal dan Healthy Lifestyle oleh Andi Kurniawan, Sp. KO.(/PS)

Tomohon, Sulutnews.com - persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Tomohon akan menggelar Kejuaraan Terbuka Bulutangkis Walikota Tomohon Cup IV Tahun 2018.

Kejuaraan ini bertujuan untuk meningkatkan sportifitas dan untuk membangun kebersamaan, sekaligus mengembangkan olahraga bulutangkis dikalangan masyarakat pada umumnya."ungkap Christo Eman sebagai ketua umum PBSI Kota Tomohon

Dalam kegiatan ini yang dimana dalam pelaksanaannya bekerjasama dengan Pemerintah Kota Tomohon ini, akan berlangsung 25 - 30 November 2018. "Marilah dan sukseskanlah kegiatan ini", ujar Mandagi yang saat ini sebagai Asisten Kesra Setda Kota Tomohon.

"Berharap dengan adanya kegiatan ini akan menghasilkan pebulutangkis yang mampu berprestasi bukan hanya di tingkat daerah, tapi juga di tingkat Nasional bahkan Internasional."jelas eman.(/Prise)

Manado, Sulutnews.com - AIA meluncurkan program AIA Sepak Bola untuk Negeri bersama dengan AIA Global Brand Ambassador, David Beckham. Program ini mendonasikan 10.000 bola untuk Indonesia, sebagai bagian dari program AIA Sepak Bola Untuk Negeri, AIA menyambangi kota manado untuk memberikan coaching clinic dan donasi bola untuk Sekolah Sepak Bola yang ada di Kota Manado, yang dilaksanakan di Stadion Klabat Manado, Rabu,(08/08/2018).

Coaching clinic diberikan oleh International Development Coach Tottenham Hotspur (Spurs), Shaun Haris dan Firman Utina selaku perwakilan Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI).

Rista Qatrini Manurung, Direktur Hukum, Kepatuhan & Risiko, PT AIA FINANCIAL, mengatakan, “AIA Sepak Bola untuk Negeri memperkuat komitmen kami untuk membantu masyarakat untuk hidup lebih sehat, lebih lama dan lebih baik. Program ini juga merupakan bentuk dukungan kami terhadap perkembangan sepak bola di Indonesia. Melalui coaching clinic serta donasi bola ini kami memberikan kesempatan kepada anak – anak Manado untuk mengembangkan bakat dan minat mereka terhadap sepak bola. Selain itu, diharapkan pula dapat mendorong anak-anak untuk mulai menerapkan gaya hidup sehat dengan berpartisipasi aktif dalam olah raga, seperti sepak bola. ”

Shaun Haris, International Development Coach, Tottenham Hotspur, mengatakan, “Saya telah melihat banyak bakat sepak bola di Indonesia selama saya berpartisipasi dalam AIA Sepak Bola Untuk Negeri. Saya beruntung mendapat kesempatan untuk bertemu dengan anak-anak yang luar biasa ini dan membantu mempertajam kemampuan mereka. Saya harap mereka dapat mengaplikasikan ilmu yang mereka dapat dalam coaching clinic ini dan membantu mereka untuk memaksimalkan potensi mereka serta menginspirasi mereka untuk menjalankan hidup sehat.”

Firman Utina, Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI), mengatakan, “Saya senang dapat bekerja sama dengan AIA dan International Development Coach Tottenham Hotspur, Shaun Harris untuk memberikan coaching clinic bagi anak-anak di Manado. Selama sesi latihan, anak-anak sangat antusias dan bersemangat mengikuti program latihan yang diberikan. Menurut saya, pelatihan ini sangat bermanfaat untuk menerapkan disiplin dan memotivasi anak-anak untuk terus mengasah kemampuan jika mereka ingin mewujudkan impian mereka sebagai pemain sepak bola profesional, sehingga dapat memperoleh manfaat maksimal dari olahraga, baik di dalam maupun luar lapangan.”

Kegiatan AIA Sepak Bola Untuk Negeri di Manado juga diisi dengan acara penyerahan sumbangan bola ke beberapa sekolah sepak bola di Manado yang merupakan bagian dari donasi 10.000 bola AIA untuk anak-anak akademi sepak bola di seluruh Indonesia. Sebelumnya, AIA juga memberikan donasi bola di Makassar dengan total bola yang disumbangkan di Manado dan Makassar sejumlah 1.500 bola. Sejak diluncurkan di Jakarta Maret lalu bersama dengan AIA Global Brand Ambassador, David Beckham, total sumbangan bola hingga saat ini telah mencapai 5.000 bola. Pendistribusian bola ke berbagai tempat di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Ambon, Tulehu, Lampung, Malang, Makassar dan Manado turut didukung oleh PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE).

Eri Palgunadi, VP of Marketing JNE, menyampaikan “Program AIA Sepak Bola untuk Negeri ini selaras dengan semangat JNE yang diusung melalui tagline “Connecting Happiness”. Dengan kapabilitas JNE yang memiliki 6000 jaringan di seluruh nusantara, sampai ke pelosok, kami siap menghantarkan kebahagiaan untuk anak – anak di seluruh Indonesia. Kami berharap dukungan ini dapat turut memajukan generasi muda Indonesia dalam bidang olahraga sepakbola”,Katanya.(*/MS)