Hiburan

Hiburan (1)

Makasar, Sulutnews.com - Industri perfilman di Indonesia berangsur-angsur bangkit seiring dengaan mengeliatnya putaran waktu.

Catat, inilah film berjudul Surga Untuk Ayah The Movie.

Film ini sedang digarap rumah produksi Ayres Intertaiment, penghasil film-film pendek yang top di bioskop21 dan di bioskop streaming film. Kini  memasuki hari kesepuluh shoting, Rabu (24/1).

Diharapkan nanti setelah selesai digarap menjadi satu-satunya film yang menyita perhatian kaum melinial di tanah air.

Lokasi shotting di sebuah Kota kecil di Tanah Bugis bernama Malino. secara geografis Malino terletak di wilayah pegunungan Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan. Di wilayah ini hidup masyarakat Suku Bugis yang saling berdampingan satu sama lainnya. Mereka menghargai tradisi budaya leluhurnya turun temurun.

Mengisahkan seorang ayah dalam keluarga masa kini yang harus mencari nafkah demi  menyekolahkan anak-anaknya hingga di bangku perguruan tinggi.

Film ini diangkat dari kisah nyata kehidupan masyarakat suku Bugis. Sosok sang ayah sangat di butuhkan dalam sebuah keluarga.

Seorang laki laki yang akan masuk ke sebuah rumah tangga harus siap menjadi sosok pelindung, panutan, bermoral tinggi dan bersahabat. Karenanya kesuksesan seorang anak dimasa depan tergantung cerminan seorang ayah dalam keluarga.

Film ini cukup menguras air mata, diwarnai pula dengan dialog-dialog atau celetukan kecil bahasa Bugis. Tentu saja Suku Bugis yang kukuh pada aturan-aturan tradisi adat budaya masyarakatnya akan menjadikan film ini menjadi sangat menarik. Seperti diketahui Suku Bugis adalah satu dari 714 suku yang hidup dan bertumbuh di  Indonesia sejak jaman kolonialisme bahkan dari dahulu kala.

Selain ini pun akan menampilkan penorama alam pegunungan yang indah dan sejuk, tampilan pohon pinus mengesankan Malino bersuhu sangat dingin. Berikut ada pula panorama batu gamping yang sangat indah dipandang mata. Ada pula gadis-gadisnya yang cantik berkulit putih dan kuning langsat.

Film ini akan menampilkan artis Jakarta Dony Alamsyah, artis pendatang baru Michel Vio, Dave Dhuha, disutradarai Rusmin Nuryadin. (*/yuk).