Hukum

Hukum (338)

Tomohon,Sulutnews.com – Tim Resmob Satuan Reskrim Polres Tomohon mengamankan seorang pria yang diduga melakukan penganiayaan terhadap rekannya di Kelurahan Tumatangtang, Tomohon, Senin (25/4/2022) malam.

Kepada media ini, Kapolres Tomohon AKBP Arian Primadanu Colibrito melalui Kasi Humas Polres Tomohon AKP Hanny Goni di konfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

Dikatakan AKP Hanny Goni, baik pelaku maupun korban berstatus mahasiswa.

“Peristiwa penganiayaan ini disebabkan oleh faktor cemburu pelaku terhadap korban.

Diterangkan AKP Hanny Goni, kejadian bermula saat korban yaitu pria berinisial MN (22) alias Miguel Warga Kelurahan Taratara II  Kecamatan Tomohon barat mengantarkan seorang perempuan yang juga seorang mahasiswi, ke rumahnya.

Begitu sampai di rumah teman perempuannya, korban didekati oleh pelaku yaitu pria berinisial AW alias Alvian (26) Warga Kelurahan Walian Kecamatan Tomohon Selatan

"Tanpa basa-basi, pelaku langsung memukul korban ke arah kepala dengan tangannya.

Lanjut AKP Hanny Goni, karena panik korban langsung melarikan diri dengan kendaraan R2 yang dikendarainya dan langsung melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polres Tomohon.

“Berdasarkan laporan korban, Tim Resmob langsung meluncur ke TKP dan berhasil mengamankan pelaku yang masih berada di TKP.

Sambung AKP Hanny Goni, berdasarkan pengakuan pelaku, ia melakukan aksinya tersebut karena merasa cemburu karena korban membawa pacarnya.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com – Tim Resmob bersama Tim Opsnal 3 Polresta Manado dan Polsek Tuminting mengamankan seorang pria terduga pelaku penganiayaan dengan senjata tajam (sajam) yang menewaskan korbannya, Senin (25/4/2022) pagi.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, membenarkan hal tersebut.

“Terduga pelaku berinisial HM (30), warga Tumumpa, Tuminting, Manado. Ditangkap di wilayah Bengkol, Manado pada Senin (25/4) pagi, sekitar pukul 05.30 WITA,” ujarnya, Senin sore, di Mapolda Sulut.

HM diduga menganiaya korban yang terbilang masih kerabatnya, pria bernama Lorens (67), warga Tumumpa.

Peristiwa tragis itu terjadi pada Minggu (24/4) tengah malam, sekitar pukul 23.30 WITA, di Tumumpa.

Kombes Pol Jules Abraham Abast menjelaskan, awalnya terduga pelaku dan korban bersama beberapa temannya minum miras di Tumumpa Lingkungan I. Karena sudah mabuk, perkataan terduga pelaku pun tak terkontrol hingga mengejek salah satu temannya.

“Korban mengira ejekan tersebut ditujukan kepada dirinya hingga memicu terjadinya adu mulut dengan terduga pelaku. Namun hal ini tidak berlanjut karena korban kemudian pulang,” jelasnya.

Ternyata terduga pelaku tidak terima, kemudian mendatangi rumah korban sambil membawa pisau badik.

Singkatnya, lalu terjadi duel antara terduga pelaku dengan korban yang bersenjatakan sebilah parang, di dalam rumah korban.

“Terduga pelaku menikam korban berulang kali hingga mengalami luka cukup parah. Setelah itu terduga pelaku melarikan diri dengan cara melompat pagar belakang rumah korban,” terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Sedangkan korban dilarikan oleh keluarga dan warga sekitar ke RSI Sitti Maryam Tuminting, namun meninggal dunia dalam perjalanan. Pihak keluarga korban lalu melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polresta Manado.

Laporan direspons cepat tim gabungan kepolisian dengan melakukan penyelidikan dan pengejaran hingga menangkap terduga pelaku tanpa perlawanan saat berada di rumah saudaranya. Terduga pelaku pun mengakui perbuatannya tersebut.

“Terduga pelaku beserta barang bukti sebilah pisau badik dan parang telah diamankan di Mapolresta Manado untuk diproses lebih lanjut,” tandas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: Adrian

Manado,Sulutnews.com - Tim Opsnal Polres Tomohon mengamankan terduga pelaku penganiayaan di Kelurahan Uluindano, Kecamatan Tomohon Selatan.

Dikonfirmasi Senin (25/4/2022) pagi, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

"Terduga pelaku adalah pria berinisial JR (19), diamankan beberapa saat setelah kejadian," ujarnya.

Peristiwa penganiayaan tersebut terjadi pada Minggu (24/4/2022) malam, terhadap seorang mahasiswa bernama Christian Eldavie (21).

Saat itu terduga pelaku dan korban yang bertetangga ini menghadiri ibadah peringatan satu tahunan di rumah rekannya.

Beberapa saat kemudian korban meminta pelaku untuk mengantar temannya pulang, namun permintaan tersebut ditolak dengan alasan pelaku tidak membawa kendaraan.

Karena terus menerus dipaksa oleh korban, pelaku pun emosi dan akhirnya memukul korban ke bagian kepala dengan piring yang ia pegang.

Pelaku juga diduga sempat menusuk korban dengan tusuk sate yang mengenai di bagian bawah mata korban. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka gores di bagian dahi sebelah kiri dan luka gores di bagian mata sebelah kanan.

"Saat ini pelaku sudah berada di Polsek Tomohon Selatan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com – Tim Opsnal Satresnarkoba Polresta Manado mengirim terduga pengedar beserta sekitar 10.000 butir obat keras jenis Trihexyphenidyl, Kamis (21/4/2022) petang.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, membenarkan hal tersebut. Dikatakannya, terduga pengedar seorang pria berinisial MR (28), warga Tuminting, Manado.

"MR ditangkap saat mengambil kiriman paket berisi Trihexyphenidyl, disalah satu tempat jasa pengiriman barang di Kombos Barat, Manado," katanya ketika dihubungi, Sabtu (23/4) siang.

Kombes Pol Jules Abraham Abast menjelaskan, sebelumnya tim mendapat informasi bahwa ada kiriman paket yang diduga berisi Trihexyphenidyl yang sudah tiba di tempat jasa pengiriman barang tersebut.

“Tim opsnal melakukan penyelidikan dan menemukan MR sedang mengambil paket tersebut, kemudian langsung menangkapnya,” jelasnya.

Saat diperiksa, di dalam bungkusan paket terdapat 10 kaleng yang berisi total kurang lebih 10.000 butir obat keras jenis Trihexyphenidyl. MR mengaku, obat keras yang dipesan dari wilayah Jawa Barat.

“MR beserta barang bukti lalu di Mapolresta Manado untuk diperiksa lebih lanjut,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com – Seorang suami berinisial FK (40), warga Winangun, Manado, diamankan Tim Opsnal 3 Polresta Manado, Jumat (22/4/2022) sekitar pukul 01.30 WITA. Pasalnya, FK dilaporkan telah menganiaya istrinya, CL (27).

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, berdasarkan informasi dari Polresta Manado, tak menampik hal tersebut.

“Penganiayaan terjadi di rumah duka warga Paal IV, Manado, pada Kamis (21/4) malam, sekitar pukul 20.30 WITA. Sedangkan pelaku diamankan saat sedang tidur di rumahnya,” ujarnya ketika dihubungi, Sabtu (23/4) pagi.

Kombes Pol Jules Abraham Abast menerangkan, sebelumnya pelaku melayat di Paal IV dan menunggu akan dijemput oleh korban yang sedang mengantar pesanan barang.

Lanjutnya, pelaku kesal karena telah lama menunggu namun korban tak kunjung datang menjemputnya. Pelaku pun semakin kesal karena korban juga tidak menjawab telepon.

“Begitu korban datang untuk menjemput, pelaku yang juga sudah mabuk miras langsung memukul wajah dan bibir korban menggunakan tangan kosong, hingga mengalami luka-luka,” terangnya.

Setelah itu pelaku meninggalkan TKP. Sedangkan korban melapor ke SPKT Polresta Manado.

Sesaat usai mendapat informasi, tim segera melakukan pengejaran dan menangkap pelaku tanpa perlawanan.

“Pelaku lalu diamankan di Mapolresta Manado untuk diperiksa lebih lanjut,” kunci Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com – Tim Opsnal dan Unit Resmob Polresta Manado mengamankan seorang pria pelaku penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam (sajam), Jumat (22/4/2022) dini hari, sekitar pukul 02.30 WITA.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, membenarkan hal tersebut.

“Pelaku berinisial WA (27), warga Kombos Barat, Singkil, Manado. Ditangkap di wilayah Kombos Barat,” ujarnya ketika dihubungi, Sabtu (23/4) pagi.

Pelaku diketahui menganiaya pria bernama Adrianus Tumuaja (33), warga Sindulang Satu, Singkil.

Kombes Pol Jules Abraham Abast menerangkan, penganiayaan terjadi di samping sebuah toko roti yang berada di Jalan Hasanuddin Tuminting, Manado, pada Kamis (21/4) malam, sekitar pukul 21.30 WITA.

“Awalnya pelaku dan korban minum miras di TKP. Ketika sudah sama-sama mabuk, keduanya pun terlibat adu mulut. Pelaku lalu menikam tangan kiri dan ketiak korban menggunakan pisau lipat,” jelasnya.

Lanjut Kombes Pol Jules Abraham Abast, pelaku langsung melarikan diri, sedangkan korban dilarikan warga ke RS Bhayangkara Manado lalu menjalani rawat jalan.

Korban kemudian melapor ke SPKT Polresta Manado, yang direspons cepat tim gabungan dengan melakukan penyelidikan dan pengejaran hingga menangkap pelaku tanpa perlawanan.

“Pelaku beserta barang bukti pisau lipat sudah diamankan di Mapolresta Manado untuk diproses lebih lanjut,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com - Personel Ditresnarkoba Polda Sulut mengamankan seorang pria atas kepemilikan narkotika jenis sabu total seberat sekitar 50,23 gram, di wilayah Malalayang, Manado.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Jules Abraham Abast.

"Pelaku berinisial ZB (26), karyawan swasta, warga Malalayang. Ditangkap di wilayah Malalayang, pada Selasa (19/4/2022) malam, sekitar pukul 23.30 WITA," ujarnya, Jumat (22/4) malam, di Mapolda Sulut.

Awalnya petugas mendapat informasi dari warga masyarakat tentang adanya penyalahgunaan narkotika jenis sabu di wilayah Kota Manado, tepatnya di Malalayang.

"Petugas segera melakukan penyelidikan lalu mengamankan pelaku di Jalan Mogandi Malalayang beserta barang bukti sebanyak lima paket sabu, dengan total berat kurang lebih 50,23 gram," jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Pelaku diduga melanggar pasal 112 ayat (1) dan pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Kombes Pol Jules Abraham Abast menerangkan, untuk ancaman hukuman sesuai pasal 112 ayat (1) yakni penjara minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun dan juga denda minimal Rp800 juta dan maksimal Rp8 miliar.

"Sedangkan untuk pasal 112 ayat (2) pelaku diancam dengan penjara seumur hidup atau paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun, dan diancam juga dengan hukuman denda maksimal sebagaimana ayat (1) yaitu Rp8 miliar ditambah sepertiga," rincinya.

Terkait pengungkapan tersebut, tambah Kombes Pol Jules Abraham Abast, masih dilakukan pengembangan lebih lanjut.

"Untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan, baik pemasok, asal sabu, dan peredarannya. Termasuk menelusuri sudah berapa kali pelaku mengedarkan sabu ataupun jenis lainnya kepada orang lain," ucap Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Dalam kesempatan ini pula, Kombes Pol Jules Abraham Abast mengimbau warga masyarakat khususnya kalangan muda untuk menjauhi narkotika jenis apapun.

"Karena selain merusak kesehatan, narkotika juga bisa merusak moral, akhlak, dan mental para generasi penerus bangsa," tuturnya.

Sambungnya, bagi warga masyarakat yang mengetahui adanya penyalahgunaan narkotika jenis apapun, agar segera menginformasikannya ke pihak kepolisian.

"Agar bisa segera kami tindaklanjuti. Dan kami menjamin, rahasia identitas dari pelapor yang memberikan informasi tentunya dilindungi oleh undang-undang. Mari kita jauhi narkoba!," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com - Tindak pidana penganiayaan diduga dilakukan oleh seorang pria berinisil AM (21) warga Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung, Rabu (20/4/2022) pukul 22.00 Wita.

Menurut Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, peristiwa itu terjadi di dalam rumah korban, seorang pria bernama Habel Montung (46).

"Terduga pelaku yang bertetangga dengan korban, langsung diamankan Tim Resmob Polres Bitung beberapa saat setelah kejadian. Pelaku ditangkap di Kelurahan Madidir Ure Kecamatan Madidir Kota Bitung," ujarnya, Jumat (22/4/2022).

Penganiayaan diduga dipicu karena dendam, dimana terduga pelaku mendatangi rumah korban sambil membawa sebilah parang dan langsung mengayunkan parang tersebut ke arah badan korban sebanyak 2 kali.

Ayunan parang tersebut sempat ditangkis korban sehingga mengenai di bagian tangan kanan korban dan menyebabkan tangan kanan korban nyaris putus.

Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Manembo-nembo Bitung untuk mendapatkan perawatan, sedangkan pelaku yang berprofesi sebagai penambang langsung kabur meninggalkan TKP.

"Terduga pelaku sudah berada di Polres Bitung untuk diperiksa lebih lanjut sedangkan barang bukti sebilah parang masih dalam pencarian, karena dibuang pelaku di sungai yang berada di Kelurahan Apela," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com - Tim Opsnal Polresta Manado mengamankan terduga pelaku pancabulan terhadap anak di bawah umur, yang terjadi di wilayah hukum Polsek Mapanget, Selasa (19/4/2022) sekitar pukul 21.00 Wita.

Dihubungi terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut. "Terduga pelaku, pria berinisial AM (28) diamankan pada Rabu (20/4/2022), saat berada di rumahnya," ujarnya, Jumat (22/4/2022).

Dari hasil interogasi terungkap jika aksi pencabulan oleh terduga pelaku terhadap korban yang baru berusia 14 tahun ini, sudah dilakukan berulang kali.

"Terduga pelaku dan korban saling bertetangga. Korban diiming-imingi akan diberikan sebuah ponsel dan setiap selesai melakukan pencabulan, terduga pelaku memberikan uang sebesar Rp.10 ribu kepada korban," terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Kasus ini kemudian dilaporkan orang tua korban ke Polsek Mapanget Manado dan diarahkan langsung ke Unit PPA Satuan Reskrim Polresta Manado.

"Terduga pelaku yang bekerja swasta ini sudah diamankan di Polresta Manado untuk diperiksa lebih lanjut," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com – Tim Opsnal Polresta Manado mengamankan seorang pria berinisial RS (41) yang diduga telah melakukan pencabulan terhadap seorang anak di bawah umur.

Dihubungi Kamis (21/4/2022) siang, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast  di konfirmasi membenarkan hal tersebut.

“Pria warga Kecamatan Wenang Kota Manado ini diduga telah melakukan pencabulan terhadap seorang anak berusia 7 tahun, yang tinggal di salah satu kelurahan di Kota Manado,” ujarnya.

Menurut Kombes Pol Jules Abraham Abast, peristiwa tersebut terjadi pada hari Rabu (20/4/2022) sekitar pukul 16.45 Wita, di rumah terduga pelaku.

“Awalnya korban sedang berada di rumah omanya, kemudian diajak oleh terduga pelaku untuk menjemput anaknya, namun sebelumnya mereka singgah di rumah terduga pelaku,” ujarnya.

Di rumah itulah pelaku yang berprofesi sebagai pekerja swasta ini, diduga melakukan aksi pencabulan terhadap korban. Bahkan dari hasil interogasi, pelaku mengakui aksinya tersebut sudah dilakukan beberapa kali terhadap korban.

“Terduga pelaku diamankan pada Rabu (20/4/2022) malam saat berada di rumahnya. Terduga pelaku langsung dibawa ke Mako Polresta Manado untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP