Hukum

Hukum (338)

Manado,sulutnews.com - Tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan seorang pria bernama Daniel M (24), warga Kecamatan Mapanget meninggal dunia, terjadi di Desa Teep Warisa, Kecamatan Talawaan, Kabupaten Minahasa Utara, Jumat (6/5/2022) sekitar pukul 03.30 Wita.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan peristiwa tersebut terjadi. "Terduga pelaku yaitu pria berinisial ST (21) sudah diamankan oleh Tim Opsnal Polsek Dimembe saat berada di sekitar GPI Manado," terangnya, Sabtu (7/5/2022).

Aksi penganiayaan ini terjadi di sebuah tempat acara pesta pernikahan di salah satu rumah warga di Desa Teep Warisa, dimana sebelumnya baik korban maupun pelaku sama-sama sudah mengkonsumsi minuman beralkohol.

Menurut keterangan beberapa saksi, sebelum insiden tersebut terjadi, korban sempat memukul 2 teman pelaku dengan helm. Kedua pihak pun terlibat perkelahian, hingga salah satu teman pelaku pulang untuk mengambil parang.

Melihat hal tersebut, pelaku yang berusaha melerai perkelahian justru menjadi kesal karena juga kena pukulan korban. Pelaku pun langsung mengambil parang dari tangan rekannya, kemudian menyabet leher korban sebanyak 2 kali.

Akibat sabetan parang oleh pelaku, korban pun langsung terjatuh dan banyak mengeluarkan darah. Sementara itu pelaku langsung meninggalkan TKP.

"Usai ditangkap beberapa saat setelah kejadian, pelaku selanjutnya diserahkan ke Unit Resmob Polres Minut untuk diproses hukum lebih lanjut," ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Iapun menyayangkan aksi penganiayaan yang menyebabkan satu warga meninggal dunia. "Serahkan penanganan kasus ini sepenuhnya ke aparat Kepolisian, pelaku saat ini sudah diamankan dan akan diproses sesuai hukum yang belaku, " pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com - Aksi penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam jenis pisau berkarat terjadi di Kelurahan Bitung Timur Kecamatan Maesa, Kota Bitung, Sabtu (7/5/2022) sekitar pukul 03.00 Wita.

Menurut penjelasan Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, penganiayaan dilakukan oleh 3 orang pria.

"Salah satu pelaku berinisial MH (20) sudah diamankan oleh Tim Resmob Polsek Maesa pada hari Sabtu (7/5/2022) sekitar pukul 15.00 Wita di Kelurahan Bitung Tengah, sedangkan 2 pelaku lainnya dalam pengejaran," terangnya.

Diterangkan lebih lanjut oleh Kombes Pol Jules Abraham Abast, sebelumnya korban Yosua Mamentu bersama rekan-rekannya melintas di daerah kanopi Kelurahan Bitung Timur.

Secara tiba-tiba tanpa sebab, pelaku bersama 2 pria lainnya langsung menyerang korban dengan menggunakan pisau berkarat. Akibat serangan mendadak tersebut, korban mengalami luka tikaman di bagian lengan kanan serta luka lecet di bagian kaki.

Melihat korban dalam keadaan luka berdarah, para pelaku langsung melarikan diri meninggalkan TKP.

"Saat diamankan, pelaku mengakui telah melakukan penganiayaan terhadap korban. Pelaku bersama barang bukti sudah diamankan di Polsek Maesa untuk pemeriksaan lebih lanjut," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com - Tim 2 Resmob Polres Bitung bersama Polsek Aertembaga mengamankan pelaku pengancaman dengan menggunakan senjata tajam (sajam), Sabtu (7/5/2022) sore.

Adanya penangkapan tersebut dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Jules Abraham Abast.

"Pelakunya seorang pria berinisial JH (26), warga Maesa, Bitung. Ditangkap di wilayah Maesa, sekitar pukul 15.00 WITA," ujarnya, Sabtu malam.

Informasi diperoleh, pelaku mengancam Herolflen (37), warga Aertembaga, Bitung, pada Kamis (3/3/2022) lalu.

Kombes Pol Jules Abraham Abast menerangkan, kejadiannya di belakang Pasar Winenet, Winenet Dua, Aertembaga, Bitung, sekitar pukul 20.15 WITA.

Lanjutnya, malam itu korban sedang berdiri di pinggir jalan. Kemudian pelaku datang berboncengan sepeda motor dengan teman-temannya.

"Tanpa sebab yang jelas, pelaku yang sudah mabuk miras langsung turun sambil mencabut pisau badik, lalu mengancam dan akan menikam korban," jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Melihat hal tersebut, korban pun langsung lari menyelamatkan diri, kemudian melapor ke Polsek Aertembaga.

Laporan direspons petugas dengan melakukan penyelidikan hingga menangkap pelaku tanpa perlawanan.

"Pelaku sudah diamankan di Mapolsek Aertembaga untuk diperiksa, sedangkan barang bukti sajam masih dalam pencarian," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com - Unit PPA Satuan Reskrim Polres Minsel mengamankan pelaku penganiayaan dan pengancaman terhadap anak yang terjadi di salah satu penginapan, di wilayah Kecamatan Amurang Timur.

Saat dikonfirmasi Sabtu (7/5/2022), Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, pelaku adalah seorang perempuan berinisial DW (29), warga Kecamatan Amurang, Kabupaten Minsel.

"Penganiayaan dan pengancaman ini terjadi pada hari Rabu (4/5/2022) terhadap seorang bocah berusia 10 tahun yang berstatus sebagai pelajar sekolah dasar," ujarnya.

Kasus ini sempat direkam video oleh salah satu saksi yang ada di sekitar lokasi kejadian, dan sempat viral di media sosial.

Menurut Kombes Pol Jules Abraham Abast, kasus ini dilatarbelakangi oleh rasa kesal serta emosi pelaku karena anaknya kerap diejek oleh korban dan teman-temannya.

"Tersangka melempari korban dan teman-temannya dengan besi dan batu hingga mengejar dengan membawa barang tajam. Korban juga sempat dicubit dan dipukul dengan parang bagian samping. Korban yang ketakutan, lari ke lantai dua kemudian meloncat mencari pertolongan," ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Akibatnya korban mengalami luka di dada kiri, lebam di lengan kiri bagian dalam serta trauma.

"Saat hendak diamankan oleh petugas pada Kamis (5/5/2022), pelaku sempat mengancam akan bunuh diri dengan menggunakan gunting dan minum racun. Saat ini pelaku sudah ditahan di Polres Minsel," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com - Polres Kepulauan Talaud menahan oknum salah satu mantan Kepala Desa bersama seorang Bendahara di salah satu desa di Kecamatan Nanusa, Kabupaten Kepulauan Talaud.

Menurut Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, kedua oknum mantan aparat desa itu diduga telah melakukan tindak pidana korupsi dana desa T.A. 2017 hingga 2019.

"Oknum mantan Kepala Desa berinisial BR (50) dan Bendahara berinisial WT (43) sudah ditahan sejak 6 Mei 2022 di Rutan Polres," ujarnya.

Lanjut Kombes Pol Jules Abraham Abast, dalam pengelolaan keuangan, kedua mantan aparat desa tersebut tidak menaati aturan dan regulasi keuangan yang semestinya, dan diduga telah memanfaatkan dana desa untuk kepentingan pribadi.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan Inspektorat Kabupaten Kepulauan Talaud, kasus ini menyebabkan terjadinya kerugian keuangan negara sebesar Rp. 480 juta," ujarnya.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 2 (1) atau Pasal 3 UU RI No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor Jo Pasal 55 (1) ke- 1e KUHPidana.

"Ancaman pidananya adalah pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun dan atau denda paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp 1 miliar," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com – Personel Satreskrim Polres Bolmong Utara (Bolmut) bersama petugas Pospam Lebaran Bolangitang Barat, menggerebek dan mengamankan terduga pelaku judi sabung ayam di Desa Ollot, Kecamatan Bolangitang Barat, Kamis (5/5/2022) malam.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, membenarkan hal tersebut.

“Awalnya petugas mendapat informasi dari warga masyarakat, terkait adanya perjudian sabung ayam yang berlangsung di halaman rumah seorang pria berinisial SM (30), warga Desa Ollot,” ujarnya, Jumat (6/5) sore.

Sekitar pukul 23.00 WITA, petugas gabungan menggerebek lokasi tersebut, namun beberapa terduga pelaku berhasil melarikan diri setelah melihat kedatangan petugas.

Petugas kemudian mengamankan pemilik rumah, SM, bersama dua pria lainnya yaitu RIS (27) dan RG (27), keduanya warga Bolangitang Barat.

“RIS berperan sebagai wasit sabung ayam, sedangkan RG turut membantu membuat tenda di lokasi,” jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast. 

Dalam penggerebekan malam itu, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain 17 unit sepeda motor, kemudian arena sabung ayam, lampu, ember, dan baskom masing-masing 1 buah, 2 buah kursi plastik, 4 ekor ayam aduan, serta uang tunai Rp350.000.

“Para terduga pelaku beserta barang bukti kemudian diamankan di Mapolres Bolmut untuk diperiksa. Kasus ini masih dalam pengembangan lebih lanjut,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com - Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial FM (28) di Kelurahan Wangurer Barat Kecamatan Madidir, Bitung mengalami penganiayaan yang dilakukan oleh seorang pria berinisial FM (32), pada Senin (23/3/2022).

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast menerangkan, pelaku sudah diamankan oleh Tim Resmob Polres Bitung pada hari Rabu (4/5/2022) sore di sekitar Kecamatan Madidir.

"Pelaku penganiayaan merupakan kakak kandung korban," ujarnya, Jumat (6/5/2022).

Penganiayaan bermula saat korban sedang berada di rumah orang tuanya di Kelurahan Wangurer Barat.

Di rumah tersebut, korban sempat terlibat pertengkaran dengan orang tuanya terkait masalah rumah tangga.

Tiba-tiba datang pelaku dan langsung memukul wajah dan kepala korban berkali kali sehingga korban sempat tak sadarka=n diri.

Merasa keberatan, korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Bitung. "Saat ini pelaku sudah dibawa ke Polres Bitung untuk pemeriksaan lebih lanjut," singkat Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com – Tim URC Totosik Polres Tomohon mengamankan seorang remaja pria yang kedapatan membawa senjata tajam (sajam) jenis pisau badik, di Paslaten Satu, Tomohon Tengah, Rabu (4/5/2022) malam.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, membenarkan hal tersebut. “Pelaku berinisial EP (16), warga Tomohon Tengah,” ujarnya, Kamis (5/5) pagi.

Bermula ketika Tim URC Totosik menggelar patroli rutin. Saat melintas di pusat kuliner Paslaten Satu, tim mendapati sejumlah anak muda yang sedang duduk di trotoar.

“Tim melakukan pemeriksaan tempat dan menemukan 2 buah kaleng lem yang diduga sudah dihirup secara bergantian. Kemudian saat penggeledahan badan, tim mendapati pisau badik di pinggang kiri EP,” jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

EP beserta barang bukti sajam dan juga seorang temannya yang sudah mabuk lem berinisial WM (18), kemudian diamankan di Mapolres Tomohon untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Sedangkan anak-anak muda lainnya yang tidak menghirup lem, diberikan arahan di tempat, selanjutnya diminta segera pulang,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Manado,sulutnews.com - Tindak pidana penganiayaan terjadi di Kelurahan Paslaten Satu Kecamatan Tomohon Timur. Penganiayaan diduga dilakukan oleh seorang pria berinisial TP (42) terhadap 2 orang korban, yaitu Jefri Kaware (58) dan Angga Mawuntu (30).

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast menerangkan, peristiwa tersebut terjadi pada hari Selasa (3/5/2022) sekitar pukul 17.00 Wita.

"Pelaku sudah diamankan saat sedang berada di sekitar TKP, beberapa saat setelah kejadian," ujarnya, Rabu (4/5/2022).

Penganiayaan tersebut dilakukan usai pelaku meneguk miras bersama rekan-rekannya di sekitar TKP. Diduga karena sudah mabuk, pelaku berusaha mencari persoalan dengan korban pertama yang saat itu berada di sebuah bengkel.

Karena korban tidak menggubris pertanyaan pelaku, pelaku pun emosi dan mengambil alat untuk membuka ban mobil (kunci bola) kemudian memukul korban ke arah tangan

Usai melakukan aksinya, pelaku lantas pergi, beberapa saat kemudian kembali ke bengkel dan menemui korban yang kedua.

Saat menemui korban kedua, pelaku yang diduga sudah mabuk berat kembali berbuat ulah. Pelaku mengambil sebuah kursi dan langsung memukul ke bagian kepala korban sebanyak 1 kali dan mengakibatkan luka sobek di kepala korban. Usai melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri.

"Pelaku sudah diamankan di Polres Tomohon untuk diproses hukum lebih lanjut. Pelaku merupakan residivis dan sudah 4 kali masuk Lembaga Pemasyarakatan," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Tomohon,Sulutnews.com - Tim Resmob Polres Tomohon  mengamankan pelaku penganiayaan yang terjadi di Kelurahan Matani I Kecamatan Tomohon Tengah, pada hari  Kamis (28/4/2022) pukul 13.00 Wita.

Dihubungi terpisah, Jumat (29/4/2022), Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

"Pelaku adalah seorang pelajar berinisial CP (18), sudah diamankan beberapa saat setelah kejadian. Pelaku diamankan saat berada di rumah temannya di wilayah Kelurahan Tumatangtang Satu, Tomohon Selatan," ujarnya.

Penganiayaan itu sendiri terjadi saat pulang sekolah, dimana saat itu korban, pria berinisial MS (15) yang juga teman sekolah pelaku, sedang berjalan kaki pulang, tiba-tiba dihadang oleh pelaku dan langsung menganiaya korban.

"Pelaku diduga menganiaya korban dengan cara meninju secara berkali-kali ke arah wajah korban. Selesai menganiaya korban, pelaku langsung melarikan diri," terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Menurut pengakuan pelaku, hal tersebut ia lakukan dikarenakan pelaku merasa sakit hati pernah dipalak oleh korban.

Atas kejadian tersebut, korban mengalami luka lebam pada mata sebelah kanan, dan mulut mengeluarkan darah, saat ini korban masih dirawat di Rumah Sakit Gunung Maria Tomohon.

Merasa keberatan dengan kejadian ini, orang tua korban kemudian melaporkan hal tersebut ke aparat Kepolisian. "Berdasarkan laporan tersebut, pelaku kemudian berhasil diamankan dan saat ini sudah berada di Mapolres Tomohon untuk diproses lebih lanjut," singkat Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP