Hukum

Hukum (127)

BPK RI Temukan Kerugian Negara Sebesar Rp 61 M

Manado,Sulutnews.com - Polda Sulut tidak pernah main-main dengan upaya pemberantasan korupsi, Selasa (02/03/2020) Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) Irjen Pol R.Z. Panca Putra mengunjungi kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia (RI) Perwakilan Provinsi Sulut, di Jalan 17 Agustus Manado.

Kedatangan Mantan Direktur Penyidik KPK itu didampingi Dirreskrimsus Kombes Pol Michael Irwan Tamsil dan Dirresnarkoba Kombes Pol Indra Lutrianto Amstono, disambut langsung oleh Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Sulut Karyadi beserta para pejabat.

Kepada Sulutnews.com  Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, menerangkan, bahwa kunjungan tersebut dalam rangka koordinasi.

“Yaitu koordinasi tindak lanjut hasil temuan BPK RI terkait dana Covid-19 di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Utara (Minut),” ujarnya, Selasa sore tadi di Mapolda.

Lanjut Kombes Pol Jules Abraham Abast, penyidik Ditreskrimsus Polda Sulut telah melakukan penyelidikan terkait dugaan tindak pidana penyelewengan dana Covid-19 di Kabupaten Minut ini sejak Januari 2021.

Sehingga saat itu penyidik juga melakukan koordinasi dengan pihak BPK RI Perwakilan Provinsi Sulut.

“Sehingga tindak lanjut terkait hasil temuan oleh BPK RI Perwakilan Provinsi Sulut, saat ini telah ditentukan terdapat kerugian negara sebesar kurang lebih Rp. 61 miliar,” jelasnya.

Hal itulah, tambah Kombes Pol Jules Abraham Abast, yang dibicarakan dan yang dikoordinasikan antara Kapolda Sulut dengan Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Sulut.

“Dari hasil koordinasi, Kapolda Sulut dan Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Sulut menyatakan bahwa pihak BPK RI Perwakilan Provinsi Sulut akan menyerahkan tindak lanjut kasus ini kepada penyidik Ditreskrimsus Polda Sulut. (Adrian)

Minut, SulutNews.com - RSRJ alias Ridel (30), warga Mahakeret Barat, Wenang, Manado, Selasa (02/03/2021), tersangka penggelapan sepeda motor, sekitar pukul 02.00 WITA, berhasil ditangkap oleh Timsus Waruga Polres Minahasa Utara (Minut).

Modusnya tersangka dijelaskan Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, Selasa (02/03/2020), menyewa sepeda motor lalu membawa kabur dan menjualnya kepada orang lain, di wilayah Kabupaten Minahasa Tenggara.

Kejadiannya pada Desember 2020 lalu, di wilayah Airmadidi, Minut. Tersangka berpura-pura menyewa sepeda motor Honda Beat warna hitam-biru bernomor polisi DB 5395 ML milik Abdul Ryan Hidayat Kibah ujar Kabid Humas Polda.

"Namun tersangka tak kunjung mengembalikan sepeda motor tersebut dan justru menjualnya kepada seorang pria berinisial F, warga Silian, Silian Raya, Minahasa Tenggara, berkisar Rp. 2 juta.

Pihak Polsek Airmadidi yang menerima laporan korban, terus berkoordinasi dengan Timsus Waruga untuk mengungkap kasus tersebut.

Dalam penyelidikan dan pengembangan, tim mendapat informasi bahwa tersangka menjual sepeda motor tersebut ke wilayah Silian. Benar saja, tim bukti bukti sepeda motor milik korban terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

“Tersangka beserta barang bukti sudah diamankan di Mapolsek Airmadidi untuk membayar. Dan kasus ini dalam pengembangan lebih lanjut, untuk mengungkap kemungkinan adanya sindikat atau tersangka lain tukasnya. (Adrian)

Kotamobagu,Sulutnews.com -  Terduga pelaku tindak pidana kekerasan terhadap anak yang dilakuan secara bersama-sama, Senin (01/03/2021). Berhasil diringkus oleh Polres Kotamobagu.

Korban, N (17), warga Molinow saat melaporkan kejadian di SPKT Polres Kotamobagu, menerangkan, kejadia ini terjadi pada senin sore sekitar pukul 15.00 WITA, di Pobundayan, Kotamobagu Selatan.

Korban sebelumnya menunjukkan rekaman video melalui hand phone kepada ibunya. Video tersebut menampilkan adegan kekerasan dan penganiayaan yang dilakukan oleh terduga pelaku berinisial T bersama teman-temannya terhadap korban.

Video tersebut pun sempat viral melalui WhatsApp. Setelah melihat rekaman, ibu korban yang sangat keberatan kemudian melaporkan kasus tersebut ke Polres Kotamobagu.

Sementara itu Kapolres Kotamobagu AKBP Prasetya Sejati melalui Kasubbag Humas AKP Rusdin Zima, membenarkan adanya laporan terkait kejadian tersebut.

“Saat ini kasus tersebut sudah dalam tahap penyelidikan oleh Satreskrim, kemudian terhadap para terduga pelaku telah diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” pungkas Kasubbag Humas. (Adrian)

Bolmut, Sulutnews.com - Herman Hadi (36), warga Desa Biontong 1, Kecamatan Bolangitang Timur, Kabupaten Bolmong Utara (Bolmut), nekad mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di dalam kios miliknya yang berada di desa setempat, Jum’at (26/02/2021) malam.

Kepada Sulutnews.com, Senin (01/03), dijelaskan Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, "Korban gantung diri menggunakan seutas tali plastik warna biru yang diikatkan di kayu atap kios, setinggi kurang lebih 2 meter.

Di tempat tersebut ditemukan kursi plastik dan meja yang diduga kuat juga digunakan korban untuk bunuh diri.

"Korban ditemukan pertama kali oleh istrinya, sekitar pukul 22.30 WITA. Sebelumnya, istri korban mengantar anak mereka ke rumah sang nenek.

"Usai kembali dari rumah orang tuanya, saksi mendapati kios mereka dalam keadaan tertutup rapat.

Saksi lalu memanggil korban berulang-ulang namun tak ada jawaban. Lantaran curiga, saksi lalu membuka paksa pintu kios. Begitu pintu terbuka, saksi sangat terkejut saat mendapati sang suami dalam keadaan tergantung dan sudah tidak bernafas.

Sambil menangis dan berteriak histeris, saksi memeluk korban lalu memotong tali yang melilit leher korban menggunakan gunting.

"Tak lama kemudian warga berdatangan ke TKP".

Kejadian ini lalu dilaporkan ke Polsek Bolangitang. Korban selanjutnya dievakuasi ke Puskesmas Biontong untuk dilakukan pemeriksaan.

Dari hasil pemeriksaan luar, didapati tanda bekas tali di leher, dan air mani di celana korban Terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Terpisah, Kapolres Bolmut AKBP Wahyu Purwidiarso membenarkan adanya kejadian tersebut. “Motif kejadian bunuh diri ini masih dalam penyelidikan,” ujarnya.

Lanjut Kapolres, pihaknya beserta jajaran telah melakukan olah TKP, meminta hasil visum, dan membuat surat penolakan otopsi oleh pihak keluarga korban.

 “Kemudian kami terus berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk menangani kasus ini lebih lanjut,” pungkasnya. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com – Bertempat di Ruang Sidang Utama, pada hari Kamis tanggal  18 Februari 2021 telah disidangkan 3 (tiga) perkara salah satunya adalah perkara “kawin dua” yang diduga dilakukan oleh Terdakwa atas nama Kopda S.

Sidang dipimpin Hakim Ketua Mayor Sus Aulisa Dandel, S.H. dilaksanakan mulai pukul 13.30 Wita dengan tetap menerapkan Standar Protocol Covid-19 dengan mewajibkan Penggunjung sidang menggunakan masker, mengecek suhu badan dan menjaga jarak, dimana hal ini juga berlaku bagi Hakim, Oditur Militer, Penasihat hukum, Terdakwa maupun Saksi. Dalam dakwaan yang telah dibacakan sebelumnya oleh Oditur Militer disebutkan bahwa Terdakwa didakwa telah melakukan “kawin dua” pada tahun 2020 dimana perbuatan ini dilakukan Terdakwa di Kota Manado.

Mayor Chk Subiyatno, S.H., M.H. selaku Juru Bicara Pengadilan Militer III-17 Manado menjelaskan bahwa agenda sidang perkara “kawin dua” yang diduga dilakukan Kopda S telah memasuki tahapan pemeriksaan Saksi dan Terdakwa. Sidang akan dilanjutkan hari Selasa tanggal 23 Februari 2021 dengan agenda pemeriksaan barang bukti. Perbuatan Terdakwa sendiri diancam dengan hukuman pidana penjara maksimal 5 (lima) tahun sebagaimana diatur dan diancam dengan Pasal 279 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam pemeriksaan perkara ini Oditur Militer menghadirkan 1 (tiga) orang Saksi, yaitu Sdri. Y selaku istri pertama yang melaporkan perbuatan Terdakwa. Dari keterangan Saksi Sdr. Y diperoleh kejelasan tentang perbuatan yang dilakukan Terdakwa yang menikahi Sdri. L tanpa ijin dan sepengetahuan Sdr. Y selaku istri sah Terdakwa. Sdri. Y merupakan istri sah yang telah dinikahi Terdakwa secara sah sesuai agama dan tercatat secara kedinasan dan sampai dengan saat ini masih berstatus istri sah karena belum pernah diceraikan Terdakwa.  

Pelaksanaan persidangan di Pengadilan Militer III-17 Manado telah mempedomani Peraturan Mahkamah Agung Nomor 6 tahun 2020 tentang perubahan atas Perma Nomor 5 tahun 2020 tentang Protokol Persidangan dan Keamanan dalam Lingkungan Pengadilan.(/Merson)

Manado,SulutNews.com - Tiga tahun jadi buronan Polisi,  YD (35) yang merupakan tersangka pencabulan terhadap dua anak tirinya, akhirnya dibekuk Tim Resmob Satreskrim Polres Minahasa pada hari Selasa (16/02/2021) belum lama ini.

Diketahui sebelumnya, Tersangka yang masuk dalam DPO (Daftar Pencarian Orang) pihak kepolisian sejak 2018 silam, berhasil ditangkap di wilayah Kelurahan Inobonto, Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolaang Mongondow.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut,  kepada Sulutnews.com saat di konfirmasi , Rabu (17/02).

Dijelaskan Kabid Humas,  Kasus inj awalnya dilaporkan oleh istri tersangka yang merupakan ibu kandung korban, April 2018 lalu. Tersangka diketahui mencabuli 2 anak tirinya yang masih berumur 9 dan 14 tahun.

Informasi diperoleh, dini hari itu pelapor terbangun dan mendapati tersangka tidak berada di kamar. Pelapor yang penasaran lalu mencari keberadaanya. Betapa terkejutnya pelapor saat mendapati tersangka sedang menyetubuhi korban yang masih dibawah umur.

Diduga kuat, tersangka beraksi lebih dari satu kali. Pelapor yang merasa sangat keberatan kemudian melaporkan perbuatan bejat tersangka ke SPKT Polres Minahasa. Mengetahui dirinya dilaporkan, tersangka YD langsung melarikan diri, ujar Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast.

"Pihak kepolisian pun sempat kehilangan jejak tersangka. Meski demikian, pencarian terus dilakukan. Hingga akhirnya Tim Resmob mendapat informasi dari warga bahwa tersangka bekerja disalah satu toko bangunan di wilayah Inobonto.

Tim yang  dipimpin oleh Aiptu Ronny Wentuk merespons informasi tersebut dengan melakukan penyelidikan di lapangan. Ternyata benar, tersangka bekerja disalah satu toko bangunan.

Tim pun segera melakukan penangkapan. Namun tersangka berusaha melawan dan melarikan diri. Petugas memberikan tembakan peringatan tetapi tak digubris oleh tersangka. Hingga petugas kemudian ‘melumpuhkan’ tersangka dengan ‘timah panas’ di betis kirinya, imbuhnya.

Saat ini tersangka YD sudah diamankan di Mapolres Minahasa untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” tandas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast. (adrian).

Manado,Sulutnews.com – DT (44) Pelaku penikaman akhirnya harus dibekuk oleh Personel Tim Paniki dan Tim Macan Satreskrim Polresta Manado  karena telah menikam ayah mertuanya, Jefri Boham (55), Rabu (17/02/2021), sekitar pukul 03.00 WITA.

Dari  informasi yang diperoleh SulutNews.com, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast saat di konfirmasi menjelaskan bahwa peristiwa yang terjadi di  rumah korban, Kelurahan Karame Lingkungan IV, Kecamatan Singkil, Kota Manado, sekitar pukul 00.45 WITA.

"Bermula ketika pelaku menegur korban agar tidak memutar musik dengan suara keras, karena anak pelaku sedang sakit.

Namun korban tak menghiraukan, dan justru memutar musik semakin keras, ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Lanjut karena Kesal, "pelaku (DT) langsung keluar dari kamar lalu mengambil pisau di dapur. Tanpa basa basi, pelaku langsung menikam korban sebanyak satu kali, tepat di perut bagian kiri.

Setelah itu pelaku melarikan diri. Sedangkan korban dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Berawal dari laporan korban, tim gabungan langsung dengan mengejar pelaku.

Tim akhirnya berhasil menangkap pelaku di wilayah Kelurahan Ketang Baru, Kecamatan Singkil dan langsung mengamankan pelaku.

Saat ini pelaku beserta barang bukti sebilah pisau dapur telah diamankan di Mapolresta Manado untuk diperiksa lebih lanjut,” tandasnya. (Adrian)

Manado, SulutNews.com - Sidang perkara pidana nomor97/PID.B/2020/PN.TNN  di Pengadilan Negeri (PN) Tondano seakan tak berujung.

Kali ini, pihak Audy Alexander Tujuwale SH, Kuasa Hukum JL alias Epi (52), mencoba mencari keadilan dengan menindak lanjuti laporan dugaan hilangnya barang bukti dalam perkara tersebut, yakni 13 dari 14 unit Panel Lampu SollarCell Type SW-ISL701-40W dan tiang lampu Solar Cell bersama kelengkapannya.

Kepada Sulutnews.com, dijelaskan Tujuwale "Ada bukti surat tanda terima yang kami pegang, yang kami duga dibuat oleh oknum penyidik ke pelapor perempuan bernama Leony. Namun, surat tanda terima itu tidak mencantumkan nomor dan cap dari pihak Polres Minahasa. Kami juga sudah ke Kejati Sulut dan mereka berjanji memproses aduan kami," ungkap Tujuwale

Menurut Tujuwale, dugaan hilangnya barang bukti tersebut sebelumnya telah diadukan ke Kapolda Sulawesi Utara (Sulut), melalui Bagian Propam Polda Sulut dan Irwasda Polda Sulut pada 5 Februari pekan lalu, oleh Tujuwale.

"Pada tanggal 5 Februari lalu, dugaan hilangnya barang bukti ini sudah kami adukan secara resmi ke pak Kapolda. Hari ini (Senin/15/02, red) kami menindak lanjuti aduan tersebut, sudah sejauh mana prosesnya," kata Tujuwale, yang keseharian sebagai Ketua Departemen Hukum Manguni Indonesia Minahasa, didampingi rekannya Ronald Aror SH dan Zulfikar SH

Lanjut kata Tujuwale, aduan pihaknya telah ditanggapi dengan baik oleh Polda Sulut dan berjanji akan segera menindaklanjuti laporan tersebut. "Jawabannya, sudah dalam penanganan," ujarnya.

Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) Irjen Pol RZ Panca Putra melalui Kabid Humas Kombes Pol Jules Abraham Abast saat di konfirmasi, Senin (15/02/2020)  belum memberikan tanggapan, nanti saya cek dulu laporannya di Propam jawab nya singkat. (adrian)

Manado,SulutNews.com - Kolaborasi  antara Timsus Maleo Polda Sulut bersama Timsus Waruga Polres Minut, Resmob Polres Minut dan Resmob Polres Kotamobagu berhasil mengamankan lelaki yang menjadi buronan Polisi dalam kasus pembunuhan, yang terjadi pada tahun 2017 di lokasi tambang Desa Tatelu Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara.

Adalah tersangka lelaki berinisial IS alias Indra (30) warga Tompaso Baru, diamankan gabungan Tim dipimpin oleh Kapolsek Dimembe Iptu Fadhly, di Desa Biga Kecamatan Kotamobagu Utara, Sabtu (13/2/2021) sekitar pukul 22.00 Wita.

Saat akan dilakukan penangkapan, tersangka melakukan perlawanan dan menyerang anggota dengan menggunakan senjata tajam jenis badik.

Tim kemudian melakukan tembakan peringatan ke atas tetapi pelaku masih terus melakukan penyerangan sehingga Petugas langsung mengambil tindakan tegas dan terukur.

Kepada Sulutnews.com, Minggu (14/02/2020) baru - baru ini saat di konfirmasi, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut. "Tersangka dan barang bukti senjata tajam jenis badik telah diamankan dan dibawa ke Polres Minahasa Utara untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut," terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penangkapan terhadap tersangka berkat laporan dari masyarakat yang memberikan informasi keberadaan tersangka terhadap Polisi. "Terima kasih atas kerja samanya," ungkap Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Lanjut Dijelakan Kombes Pol Jules Abraham Abast,  Kasus pembunuhan ini sendiri terjadi pada hari Rabu, 5 Juli 2017 sekitar pukul 24.00 wita di kompleks tambang rakyat Desa Tatelu Kecamatan Dimembe.

"Saat itu tersangka lelaki IS bersama rekannya berinsial CS mencari rekan korban di lokasi tambang, namun hanya bertemu dengan korban, lelaki bernama Masri Pasambuna.

Saat itu juga terjadi cekcok dan tersangka langsung menikam korban dengan senjata tajam berupa pisau dan mengenai di bagian dada dan punggung belakang korban.

Usai melakukan aksinya, tersangka langsung melarikan diri meninggalkan lokasi tambang, urai Kombes Pol Pol Jules Abraham Abast. (Adrian)

Manado,SulutNews.com – Kolaborasi Tim Paniki dan Tim Macan Polresta Manado berhasil mengamankan seorang IRT (Ibu Rumah Tangga) berinisial FS (41), warga Singkil Manado, atas dugaan kasus pencurian sebuah handphone Apple iPhone 12 Pro Max, Sabtu (13/02/2021).

Kejadian tersebut dialami oleh korban bernama Fiolen Octaviane Manoppo (41), warga Perkamil Manado, Rabu (03/02/2021) malam sekitar pukul 19.30 WITA, disalah satu toko yang berada di dalam Megamall Manado.

Kepada Sulutnews.com Minggu (14/01/2020) baru - baru ini,  Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast saat di konfirmasi membenarkan hal tersebut.

Dijelaskan Kombes Pol Jules Abraham Abast, "Korban dalam laporannya di Polresta Manado, menerangkan, malam itu sedang berbelanja disalah satu toko dan sebelumnya menyimpan handphone di dalam tas selempang.

Tak berselang lama, saat korban akan menggunakan handphone tersebut, ternyata sudah hilang dari dalam tas. Kejadian ini mengakibatkan korban mengalami kerugian material sekitar Rp. 21 juta.

Sedangkan informasi diperoleh, diduga tersangka sudah membuntuti korban sejak awal. Begitu korban lengah, tersangka langsung beraksi dengan membuka tas dan mengambil handphone milik korban, kemudian melarikan diri.

Tim gabungan yang sedang melakukan penyelidikan di lapangan kemudian mendapat informasi keberadaan tersangka. Tim menuju lokasi dan berhasil mengamankan tersangka beserta barang bukti handphone milik korban tersebut.

 “Ternyata berdasarkan Informasi yang diperoleh dari Polresta Manado, tersangka ini merupakan residivis kasus pencopetan.

Saat ini tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolresta Manado untuk diperiksa lebih lanjut,” terang nya.

Kombes Pol Jules Abraham Abast juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan waspada saat menyimpan barang-barang berharga.

 “Termasuk saat berada di tempat umum, jangan lengah. Jaga dan simpan barang berharga dengan aman untuk mencegah terjadinya aksi kejahatan,” kuncinya.(Adrian)