Hukum

Hukum (338)

Manado,sulutnews.com- Tim Resmob Polresta Manado bersama Unit Reskrim Polsek Mapanget mengamankan 9 terduga pelaku penganiayaan secara bersama-sama yang dilakukan terhadap seorang pria bernama Valen Sanggele, warga Kelurahan Tuminting, yang terjadi pada Sabtu (14/5/2022) sekitar pukul 03.30 Wita di ruas jalan Buha.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan kejadian tersebut.

"Para pelaku yang berjumlah 9 orang ini sudah diamankan oleh gabungan Tim pada Sabtu (14/5/2022) siang. Mereka dijemput oleh petugas saat sedang berada di rumahnya masing-masing," terangnya, Minggu (15/5/2022).

Lebih lanjut dijelaskan oleh Kombes Pol Jules Abraham Abast, para pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban karena diduga salah sasaran menganggap korban bersama temannya merupakan komplotan doger (pencuri) anjing.

"Saat sedang melakukan patroli siskamling di sekitar lingkungannya, para pelaku melihat korban bersama dengan temannya yang akan bekerja di Bandara Sam Ratulangi melintas dengan sepeda motor. Dianggap komplotan doger, spontan para pelaku mengejar dan mendapatkan korban kemudian langsung dikeroyok oleh para pelaku," ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Korban yang tidak berdaya akhirnya hanya pasrah menerima pukulan dari para pelaku.

"Akibat pukulan dari para pelaku, korban yang mengalami luka lebam pun harus mendapatkan perawatan medis," pungkasnya.

Saat ini para pelaku yaitu masing-masing berinisial LO (23), JW (20), MM (22), MB (16), AS (15), TK (22), FR (20), DM (21), CM (16) sudah diserahkan ke Penyidik Polsek Mapanget untuk diperiksa lebih lanjut.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com - Tim Resmob Polsek Matuari mengamankan pria berinisial JB (34), pelaku penganiayaan terhadap seorang pria bernama Ruslan Ishak (42), yang terjadi pada Jumat (13/5/2022) malam di Kelurahan Manembo-nembo Atas.

Dikonfirmasi Minggu (15/5/2022) pagi, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

"Ia benar, pelaku sudah diamankan oleh Tim Resmob Polsek Matuari pada hari Sabtu (14/5/2022) sekitar pukul 01.00 Wita di Manembo-nembo Atas," terangnya.

Menurut Kombes Pol Jules Abraham Abast, motif penganiayaan diduga karena pelaku sudah mabuk, dan kemudian terlibat perkelahian dengan korban.

"Pelaku yang sudah dalam keadaan mabuk tiba-tiba menghampiri dan menarik baju korban. Keduanya akhirnya terkibat perkelahian," katanya.

Dalam perkelahian tersebut, pelaku melakukan penganiayaan hingga menyebabkan tangan korban terluka dan mengeluarkan darah.

"Saat berkelahi, pelaku menggigit tangan korban sampai terluka," ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Merasa keberatan dengan perlakuan pelaku, korban pun akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Matuari.

"Tim Resmob segera merespon laporan korban dan melakukan penangkapan terhadap pelaku. Saat ini pelaku sudah berada di Mako Polsek Matuari untuk diperiksa lebih lanjut," pungkasnya.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com - Tim Resmob Polres Bitung mengamankan 6 orang pria pelaku tindak pidana pengeroyokan, yang terjadi di Kelurahan Girian Atas, pada hari Jumat (13/5/2022) sekitar pukul 02.00 Wita.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

"Keenam pelaku ini diamankan saat berada di 3 kelurahan yang berbeda pada hari Jumat (13/5/2022) sekitar pukul 17.00 Wita, yaitu di Pinokalan, Girian Atas dan Wangurer Barat," ujarnya, Sabtu (14/5/2022).

Menurut Kombes Pol Jules Abraham Abast, penganiayaan terjadi diduga karena para pelaku maupun korban yaitu pria bernama Aryando Dalending (27) sudah dalam keadaan mabuk.

"Awalnya sebelum kejadian, korban yang diduga sudah mabuk menghadang 2 perempuan di tengah jalan. Kemudian datang salah satu pelaku untuk melerainya," terangnya.

Kedua pria ini akhirnya terlibat pertengkaran dan saling dorong, tiba-tiba datang teman-teman pelaku dan langsung memukul korban secara bersama-sama.

"Para pelaku memukul korban dengan tangan hingga membuat korban tak sadarkan diri, selanjutnya salah satu pelaku membawa korban ke RS Manembo-nembo untuk mendapatkan perawatan medis," urai Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Merasa keberatan dengan kejadian ini, isteri korban selanjutnya melaporkan peristiwa ini ke Polres Bitung.

"Mendapat laporan tersebut, Tim Resmob langsung bergerak. Para pelaku yaitu berinisial MR (18), JF (20), OS (20), FP (21), HS (22) dan AM (26) sudah berada di Mako Polres Bitung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com - Personel Polres Bitung melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap seorang pria berinisial SN (47).

Pasalnya, SN melawan petugas saat akan ditangkap usai menganiaya ibu kandung dan tetangganya, di Pinasungkulan, Ranowulu, Bitung, pada Kamis (12/5/2022) pagi.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, membenarkan hal tersebut.

"Pelaku menganiaya ibu kandungnya, Ritje Mogonta (79), dan tetangganya, Dolvi Worang (49)," ujarnya, Jumat (13/5) malam.

Pelaku awalnya menganiaya ibunya, sekitar pukul 06.00 WITA. Lalu sekitar pukul 09.30 WITA, pelaku melepaskan tembakan menggunakan senapan angin dan kena korban Dolvi saat berada di sekitar TKP.

"Korban Ritje mengalami luka sayatan senjata tajam di telinga kanan dan bengkak di dahi. Sedangkan Dolvi mengalami luka tembak di dada kiri hingga menembus punggung," jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Lanjutnya, pelaku saat akan ditangkap terus mengamuk sambil membawa senapan angin dan dua bilah senjata tajam, yang mengancam keselamatan petugas dan warga.

"Sekitar pukul 12.45 WITA petugas menembakkan gas air mata ke dalam rumah pelaku namun pelaku tetap melawan hingga diberikan tindakan tegas," ungkap Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Aksi perlawanan pelaku mengakibatkan dua polisi mengalami luka sayatan senjata tajam. Yaitu Kasatsamapta Polres Bitung AKP Julius Korompis mengalami luka di kaki kiri, dan Kanit Turjawali Ipda Ferry Montolalu mengalami luka di jari kelingking kanan.

"Pelaku beserta kedua korban dan petugas dilarikan ke RSUD Kota Bitung. Pelaku dan ibunya sudah dirujuk ke RSUP Prof. Kandou Manado, sedangkan korban Dolvi serta dua petugas menjalani rawat jalan," terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Dalam penangkapan tersebut, petugas juga turut mengamankan barang bukti berupa 1 pucuk senapan angin, 1 bilah pisau, serta 1 bilah parang.

"Barang bukti sudah diamankan di Mapolres Bitung. Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap motif maupun kronologi lengkap penganiayaan," ucap Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Ditambahkannya, dalam kasus ini pelaku dijerat pasal berlapis.

"Yakni, pasal 2 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 (ancaman hukuman 10 tahun), dan atau pasal 351 ayat (2) KUHP (ancaman hukuman 5 tahun), sub pasal 351 ayat (1) KUHP (ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan), dan pasal 212 KUHP (ancaman hukuman 1 tahun 4 bulan) karena melawan petugas," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com - Tim Resmob Polres Minahasa Utara mengamankan terduga pelaku penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam yang terjadi di Kelurahan Airmadidi Atas, pada hari Jumat, 9 Juli 2021

Dihubungi terpisah, Kabid Humas Pold Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

"Penganiayaan diduga dilakukan oleh seorang pria berinisial IY (23) warga Kecamatan Airmadidi yang berprofesi sebagai nelayan, terhadap korban seorang pria bernama Cliefford Kowaas (16)," ujarnya, Jumat (13/5/2022).

Menurut Kombes Pol Jules Abraham Abast, kejadian berawal saat korban sedang duduk bersama dengan teman-temannya di sebuah pos di Kelurahan Airmadidi Atas.

"Tiba-tiba datang pelaku bersama teman-temannya dan kemudian langsung mencabut sebilah pisau penikam dan mengarahkan ke arah bagian kepala dan kaki korban," terangnya.

Akibat tikaman tersebut, korban mengalami luka robek di kepala dan kaki, dan dilarikan ke rumah sakit terdekat, sedangkan pelaku langsung kabur meninggalkan TKP.

"Korban dilarikan ke Rumah Sakit Umum GMIM Tonsea Airmadidi, sedangkan pelaku diamankan setelah buron kurang lebih 10 bulan dan berhasil diamankan  di wilayah Desa Tumaluntung pada hari Kamis (12/5/2022) sekitar pukul 17.00 Wita," terangnya.

Berdasarkan hasil interogasi, pelaku mengaku penganiayaan terjadi karena selisih paham.

"Pelaku mengakui menganiaya korban karena korban sempat selisih paham dengan teman pelaku, sehingga pelaku menjadi emosi dan langsung menganiaya korban," ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast

Pelaku saat ini sudah diserahkan ke Penyidik Polsek Airmadidi untuk proses hukum lebih lanjut.

 

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com – Tim URC Totosik Polres Tomohon mengamankan pelaku pelemparan kendaraan yang terjadi di ruas Jalan Raya Matani 1 Tomohon Tengah, Kamis (12/5/2022) sekitar pukul 00.40 WITA.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, membenarkan hal tersebut.

“Pelakunya AR alias Ayen (22), diamankan bersama temannya juga berinisial AR alias Varo (19). Keduanya warga Wanea, Manado, diamankan beberapa saat usai kejadian,” ujarnya, Kamis siang, di Mapolda Sulut.

Kombes Pol Jules Abraham Abast menerangkan, pelaku melempar mobil yang dikemudikan perempuan bernama Debby (25), warga Tomohon Selatan saat sedang melaju dari Minahasa menuju Tomohon.

“Pelaku dan temannya saat itu dalam keadaan mabuk miras, berdiri di tengah jalan sambil memegang batu lalu melemparkannya ke arah mobil korban namun tidak kena,” jelasnya.

Korban pun melanjutkan perjalanan sambil menghubungi Tim URC Totosik. Respons cepat, tim mengamankan pelaku dan temannya saat berpesta miras bersama beberapa orang lainnya, di sebuah pondok perkebunan yang tak jauh dari TKP. Pelaku pun mengakui perbuatannya.

“Pelaku dan temannya kemudian diserahkan dan diamankan di Mapolsek Tomohon Tengah untuk diperiksa lebih lanjut,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Manado,sulutnews.com - Tim Opsnal Polres Tomohon mengamankan seorang pria berinisial RE (29) warga Tomohon Selatan.

"Pria berinisial RE diamankan karena diduga telah membawa senjata tajam jenis pisau badik dan membuat keributan di sekitar Menara Alfa Omega, di Kelurahan Paslaten, Rabu (11/5/2022) malam," ujar Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast saat dikonfirmasi Kamis (12/5/2022) pagi.

Mendapat informasi dari warga, Tim Opsnal langsung bergerak menuju TKP selanjutnya menghampiri terduga pelaku yang sedang berada di dalam sebuah mobil Xenia bersama 2 rekannya.

"Saat dilakukan penggeledahan, petugas mendapatkan sebuah pisau badik dan diakui sajam tersebut milik pria berinsial RE," terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Berdasarkan hasil interogasi singkat, pelaku yang diduga sudah dalam keadaan mabuk, mengakui merasa sakit hati karena pacarnya dihina oleh temannya sendiri.

"Marah dan kesal, pelaku bersama 2 temannya kemudian pergi ke arah Menara Alfa Omega dengan menggunakan kendaraan R4 dan membuat keributan dengan mengeluarkan senjata tajam serta mengayunkannya ke arah jalan," ujarnya.

Dari catatan Kepolisian, pelaku ternyata adalah residivis tahun 2016 dalam kasus penikaman dan tahun 2019 dalam kasus penganiayaan.

"Pelaku sudah diamankan di Polres Tomohon untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com - Tim Resmob Polsek Matuari mengamankan pelaku penganiayaan dan pengancaman dengan menggunakan senjata tajam yang terjadi di Kelurahan Manembo-nembo Tengah Kecamatan Matuari Kota Bitung, pada hari Selasa (5/4/2022) sekitar pukul 16.00 Wita.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut. "Setelah dilakukan pencarian, pelaku seorang pria berinsial FW (25) berhasil diamankan di sekitar wilayah Kelurahan Sagerat, Selasa (10/5/2022) pukul 10.00 Wita," ujarnya, Rabu (11/5/2022).

Penganiayaan sekaligus pengancaman dilakukan pelaku terhadap korban, seorang ibu rumah tangga bernama Hesternon Mendiangen (50).

Menurut Kombes Pol Jules Abraham Abast, penganiayaan diduga dilatarbelakangi karena dendam pelaku terhadap korban. "Diduga pelaku sakit hati karena korban pernah berkata kasar terhadap ibu pelaku sehingga melakukan penganiayaan dan pengancaman," ujarnya.

Saat bertemu dengan korban, pelaku langsung memukul bagian wajah korban sebanyak satu kali dengan kepalan tangan selanjutnya mengancam korban dengan menunjukan sebilah pisau.

Pelaku juga diduga sempat mencoba menikam korban namun berhasil dihindari oleh korban. Atas perbuatan pelaku, korban sangat keberatan dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Matuari.

"Pelaku sudah diamankan selanjutnya diserahkan kepada Penyidik Polsek Matuari untuk diproses sesuai hukum yang berlaku," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com – Unit Opsnal 3 Polresta Manado bersama Polsek Singkil mengamankan pelaku penganiayaan menggunakan senjata tajam (sajam), yang terjadi di Ketang Baru, Singkil, Manado, pada Selasa (10/5/2022) sekitar pukul 10.00 WITA.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, membenarkan hal tersebut.

“Pelakunya pria berinisial AB (27), warga Teling Bawah, Manado. Ditangkap beberapa jam usai kejadian, di wilayah Teling Atas, Manado,” ujarnya, Selasa siang, di Mapolda Sulut.

Pelaku diketahui menganiaya pria bernama Denny (32), warga Ternate Baru, Singkil, di perempatan dekat pangkalan ojek Ketang Baru.

Kombes Pol Jules Abraham Abast menjelaskan, awalnya korban hendak pulang dengan mengendarai sepeda motor, lalu mendengar seseorang yang berteriak di sekitar perempatan tersebut.

“Tak lama kemudian korban berpapasan dengan pelaku dan beberapa temannya. Korban bertanya kepada pelaku, siapa yang berteriak tadi. Namun belum sempat mendapat jawaban, korban menampar wajah pelaku,” jelasnya.

Pelaku pun tak terima, lalu mencabut pisau badik dari pinggang dan mengayunkannya ke arah korban.

“Korban menangkis dengan tangan kanan hingga mengalami luka. Setelah itu pelaku dan teman-temannya melarikan diri,” imbuh Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Korban selanjutnya melapor ke Polsek Singkil, yang direspons cepat bersama Unit Opsnal 3 Polresta Manado dengan melakukan penyelidikan. Tim gabungan kemudian menangkap pelaku di salah satu tempat pengiriman barang di Teling Atas.

“Pelaku beserta barang bukti sebilah pisau badik telah diamankan di Mapolsek Singkil untuk diproses lanjut,” kunci Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com – Unit Resmob Polsek Aertembaga mengamankan pelaku penganiayaan yang terjadi di pangkalan ojek Aertembaga Satu, Bitung, pada Sabtu (7/5/2022) malam.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast berdasarkan informasi dari Polres Bitung, tak menampik hal tersebut.

“Pelakunya pria berinisial YB (26), warga Winenet Dua, Aertembaga. Ditangkap pada Minggu (8/5) pagi, di wilayah Winenet Satu,” ujarnya, Minggu sore.

Pelaku diketahui menganiaya remaja pria bernama Kirsten (17), warga Aertembaga Dua, sekitar pukul 23.00 WITA.

Kombes Pol Jules Abraham Abast menjelaskan, malam itu korban sedang duduk di atas sepeda motor yang terparkir di pangkalan ojek, kemudian pelaku datang dalam keadaan mabuk miras.

“Tanpa sebab yang jelas, pelaku yang datang dari arah belakang langsung menendang pinggang kanan korban, lalu memukul kepala korban beberapa kali menggunakan tangan kosong,” jelasnya.

Tendangan dan pukulan tersebut membuat korban terjatuh kemudian terbentur aspal hingga mengalami luka-luka di bagian kening, pipi serta bahu sebelah kanan.

Pelaku kemudian melarikan diri. Sedangkan korban mendatangi Mapolsek Aertembaga untuk melaporkan penganiayaan tersebut.

Kombes Pol Jules Abraham Abast menambahkan, laporan direspons cepat Unit Resmob Polsek Aertembaga dengan melakukan penyelidikan, hingga menangkap pelaku saat tidur di rumah seorang warga.

“Pelaku kemudian diamankan di Mapolsek Aertembaga untuk diperiksa lebih lanjut,” pungkasnya.

Penulis: ARP