Hukum

Hukum (433)

Manado,Sulutnews.com – Unit Resmob Polsek Matuari mengamankan dua orang pria pelaku penganiayaan yang terjadi di wilayah Manembo-nembo Bawah, Matuari, Bitung, pada Minggu (24/7/2022), sekitar pukul 17:30 WITA.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, membenarkan hal tersebut.

“Para pelaku berinisial AS (49) dan AD (17), keduanya warga Girian, Bitung. Kedua pelaku ditangkap pada Senin (25/7) pagi, di lokasi berbeda di wilayah Bitung. AS ditangkap di Girian, sedangkan AD ditangkap di Maesa,” ujarnya, Senin sore, di Mapolda Sulut.

Kedua pelaku tersebut diketahui menganiaya seorang pria bernama Adriansyah (19), warga Manembo-nembo, saat korban sedang belajar mengemudi mobil dan melintas di ruas jalan Manembo-nembo Bawah.

“Pelaku berada di TKP dan dalam keadaan mabuk miras. Tanpa sebab yang jelas, AD mendekati korban lalu memukul pelipis kanannya. Korban pun turun dari mobil dan seketika itu juga AS datang, kemudian memukul pelipis kiri korban. Keduanya memukul korban dengan menggunakan tangan kosong,” jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Korban yang mengalami luka memar kemudian melaporkan kasus penganiayaan tersebut ke Polsek Matuari, beberapa saat usai kejadian. Unit Resmob merespons laporan dengan melakukan penyelidikan hingga mengetahui keberadaan kedua pelaku, kemudian menangkap keduanya di lokasi berbeda.

“Kedua pelaku sudah diamankan di Mapolsek Matuari untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com – Subdit II Perbankan Ditreskrimsus Polda Sulut mengungkap kasus dan mengamankan sindikat pelaku kejahatan skimming pada Bank SulutGo (BSG) baru-baru ini.

Pengungkapan tersebut kemudian diulas langsung oleh Kapolda Sulut Irjen Pol Mulyatno melalui press conference, pada Senin (25/7/2022) siang, di ruang Catur Prasetya Mapolda.

“Sindikat tersebut terdiri dari, dua pria warga negara Bulgaria, dan dua wanita warga negara Indonesia. Dua pelaku pria warga negara Bulgaria yaitu berinisial, MIS alias AM (28) dan VAK (36), sedangkan dua pelaku wanita warga negara Indonesia yaitu berinisial, CW (23), warga Maluku, serta ALS (31), warga Surabaya,” kata Irjen Pol Mulyatno, didampingi Direktur Reskrimsus Polda Sulut Kombes Pol Nasriadi dan Direktur Kepatuhan Bank SulutGo Pius Batara.

Para pelaku beraksi di 26 lokasi mesin ATM Bank SulutGo di wilayah Kota Manado, pada tanggal 30 Juni 2022, sekitar pukul 00:30 hingga 06:00 WITA.

“Modus operandinya, para pelaku mengambil uang nasabah dengan cara melakukan transaksi (tarik tunai dan transfer) di mesin-mesin ATM Bank SulutGo dengan menggunakan kartu yang menyerupai kartu ATM (kartu putih yang berisi magnetic stripe),” ujarnya, di depan sejumlah awak media.

Kejadiannya, para pelaku melakukan transaksi tersebut sebanyak 634 kali, dengan perincian tarik tunai sebesar Rp450.900.000 dan transfer ke 18 rekening virtual account Indodax Bank Mandiri sebesar Rp3.306.040.000, dengan total Rp 3.756.940.000, dari 229 rekening nasabah Bank SulutGo yang menjadi korban.

“Sebelumnya pada bulan Januari 2022, ditemukan alat skimmer dalam card reader mesin ATM Bank SulutGo Markobar Tikala, Manado, dan pada bulan Maret 2022 para pelaku melakukan transaksi (tarik tunai dan transfer) di beberapa mesin ATM bank lain di wilayah Bali dan Surabaya sejumlah Rp 1.789.563.000 dari 144 rekening nasabah Bank SulutGo yang menjadi korban,” jelas Irjen Pol Mulyatno.

Kemudian menindaklanjuti laporan pihak Bank SulutGo di Polda Sulut pada 5 Juli 2022, Subdit II Perbankan Ditreskrimsus melakukan penyelidikan hingga menangkap sindikat tersebut, di lokasi dan waktu berbeda.

“Penangkapan dipimpin langsung oleh Direktur Reskrimsus Polda Sulut. Pelaku MIS ditangkap di Kuta Utara, Bali, pada tanggal 20 Juli 2022, sekitar pukul 02.00 WITA, dan pelaku CW ditangkap pada hari yang sama, di Legian, Bali. Sedangkan pelaku VAK dan ALS ditangkap di Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada tanggal 22 Juli 2022, sekitar pukul 01.00 WITA,” rinci Irjen Pol Mulyatno.

Dalam pengungkapan tersebut, Subdit II Perbankan Ditreskrimsus juga mengamankan sejumlah barang bukti. Terdiri dari, pakaian, topi, sepatu, dan kacamata yang digunakan oleh para pelaku saat melakukan kejahatan skimming, 9 handphone, 2 laptop, 2 white card skimming, 1 alat skimmer, 1 mobil Daihatsu Xenia, 2 sepeda motor, plat nomor palsu, nota pemesanan plat nomor palsu, buku tabungan Bank SulutGo, Bank Kalteng, Bank Aceh, dan Bank Kalsel atas nama pelaku CW, 4 SIM card serta 2 flashdisk.

“Para pelaku beserta sejumlah barang bukti tersebut telah diamankan di Mapolda Sulut untuk diproses lanjut. Para pelaku dijerat pasal 48 ayat (1), (2) jo pasal 32 ayat (1), (2) dan atau pasal 52 ayat (2) jo pasal 51 ayat (2) jo pasal 36 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,” tandas Irjen Pol Mulyatno.

Sementara itu Direktur Reskrimsus Polda Sulut menerangkan, sindikat ini terbagi dalam beberapa kelompok saat beraksi.

“Para pelaku memasang alat skimmer pada mesin-mesin ATM Bank SulutGo yang banyak atau tinggi transaksi perbankannya. Kemudian saat beraksi, sindikat ini terbagi dalam tiga kelompok. Kelompok pertama bertugas memasang alat skimmer, kelompok kedua adalah yang datang untuk mengambil atau bertransaksi memakai kartu putih, sedangkan kelompok ketiga adalah eksekutor yang mengambil uang secara cash dan mentransfer ke rekening lain,” ungkap Kombes Pol Nasriadi.

Lanjutnya, seluruh kegiatan kedua pelaku warga negara Bulgaria selama di Indonesia, dibantu oleh kedua pelaku wanita tersebut.

“Masih ada pelaku lain yang masuk DPO (Daftar Pencarian Orang). Kita telah mengirimkan bukti permohonan cekal ke pihak Imigrasi dan juga akan mengirimkan red notice ke Divhubinter Polri,” tutur Kombes Pol Nasriadi.

Kombes Pol Nasriadi dalam kesempatan ini juga menyarankan kepada pihak Bank SulutGo agar memodernisasi kartu ATM para nasabah.

“Karena kartu ATM Bank SulutGO tidak ada chip-nya untuk sekuritas atau keamanan transaksi nasabah,” tutup Kombes Pol Nasriadi.

Direktur Kepatuhan Bank SulutGo mewakili Dewan Komisaris dan Dewan Direksi beserta karyawan dan karyawati Bank SulutGo, mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kinerja Polda Sulut dalam pengungkapan kasus skimming ini.

“Terima kasih banyak dan apresiasi kepada Polda Sulut atas kinerja yang telah dilakukan sehingga dapat mengungkap kasus skimming yang dilakukan oleh para pelaku tersebut,” tutur Pius Batara.

Terkait modernisasi kartu ATM seperti yang disarankan, pihaknya pun telah melakukan perubahan.

“Sejak berlakunya berbagai pembayaran nasional memakai chip, Bank SulutGo sudah menerapkan. Cuma mungkin ini kartu ATM yang lama. Dan kami juga mengimbau kepada para nasabah Bank SulutGo agar segera melakukan penggantian kartu ATM yang menggunakan chip, juga merubah PIN ATM,” pungkas Pius Batara.

Penulis: ARP

Ratahan,Sulutnews.com – Tim Opsnal Satreskrim Polres Minahasa Tenggara (Mitra) mengamankan pelaku pencurian delapan buah handphone yang beraksi saat berlangsungnya perkemahan remaja GMIM, di Kelurahan Lobu, Kecamatan Touluaan, Kabupaten Mitra, pada 5 hingga 8 Juli 2022 lalu.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, membenarkan hal tersebut.

“Pelakunya seorang pria berinisial BM (36), warga Kecamatan Silian Raya, Kabupaten Mitra. Ditangkap di rumahnya, pada hari Minggu (24/7), sekitar pukul 02:00 WITA,” ujarnya, Senin (25/7) siang, di Mapolda Sulut.

Penangkapan tersebut menindaklanjuti laporan korban di Polsek Touluaan, beberapa waktu usai kejadian. Pihak Polsek Touluaan lalu berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Mitra untuk melakukan penyelidikan.

“Kemudian pada hari Sabtu (23/7), petugas mendapati postingan di media sosial Facebook tentang penjualan dua buah handphone yang ciri-cirinya mirip dengan handphone milik korban. Petugas kemudian melakukan pengejaran dan mengamankan pelaku pada Minggu dini hari itu,” kata Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Saat ditangkap, pelaku pun mengaku telah mencuri delapan buah handphone berbagai merek dari beberapa tenda peserta perkemahan tersebut, pada tanggal 5 hingga 8 Juli 2022, kemudian menjualnya secara online.

“Dalam pengembangan awal, petugas mendapati enam buah handphone berbagai merek yang dicuri pelaku dari lokasi perkemahan,” jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Selanjutnya, petugas menggeledah rumah pelaku dan menemukan sejumlah barang mencurigakan terdiri dari, STNK dan kunci cadangan mobil Suzuki Carry, KTP, SIM serta ATM. Pelaku pun mengaku telah mencuri sebuah tas berisi sejumlah uang tunai beserta barang-barang tersebut, di Pasar Tombatu, Mitra, pada 21 Mei 2022 lalu.

“Selain itu, pelaku juga mengaku telah mencuri sebuah handphone saat berlangsungnya event trail adventure di Silian Raya, pada 14 Mei 2022, kemudian menjual hasil curian kepada seseorang yang tidak dikenalnya,” terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Usai pengembangan awal tersebut, pelaku berupaya melarikan diri hingga diberikan tindakan tegas dan terukur di bagian kaki kanannya. Informasi diperoleh, pelaku pernah diproses hukum beberapa waktu lalu atas kasus pencurian dan pembunuhan.

“Pelaku beserta sejumlah barang bukti tersebut telah diamankan di Mapolres Mitra untuk diperiksa lebih lanjut. Dan kasus ini masih dalam pengembangan untuk mencari barang bukti lainnya, juga mengungkap kemungkinan adanya aksi pelaku di TKP lain,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews com - Tim Resmob Polres Bitung mengamankan terduga pelaku penganiayaan menggunakan benda tajam, terhadap lelaki bernama Veron Widi (19) warga Madidir, yang terjadi di Kelurahan Pakadoodan, pada hari  Minggu (24/7/2022) sekitar pukul 20.00 Wita.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

"Terduga pelaku berjumlah 2 orang, masing berinisial MM (19) dan AB (20),keduanya warga Kecamatan Maesa. MM diamankan di sekitar Kecamatan Maesa sedangkan AB menyerahkan diri, tak lama setelah kejadian," terangnya, Senin (25/7/2022).

Penganiayaan dengan menggunakan benda tajam jenis tulang ekor ikan layar ini, dipicu oleh dendam akibat selisih paham.

"Karena dendam pernah berselisih paham dengan korban, kedua terduga pelaku kemudian mencari keberadaan korban yang diketahui melalui facebook. Saat korban sedang berada di TKP, kedua terduga pelaku secara tiba-tiba menyerang dan menganiaya korban," ucap Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Kedua terduga pelaku menyerang dan melakukan penganiayaan terhadap korban secara silih berganti.

"Kedua terduga pelaku secara bergantian melakukan penikaman terhadap korban, yang menyebabkan korban mengalami 7 luka tusuk di bagian belakang dan 1 luka tusuk di tangan kiri," lanjutnya.

Beruntung korban dapat melarikan diri namun harus mendapat perawatan medis.

"Pasca kejadian tersebut, korban harus dibawa ke Rumah Sakit Budi Mulia Bitung selanjutnya dirujuk ke Rumah Sakit Malalayang karena kondisi korban mengalami luka serius," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Kedua terduga pelaku bersama barang bukti saat ini sudah berada di Mako Polres Bitung untuk diproses hukum lebih lanjut.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com - Tim Resmob Polresta Manado mengamankan terduga pelaku penganiayaan terhadap Ronal Sakarinda (32), yang terjadi di Kelurahan Kairagi Weru Kecamatan Paal Dua Manado, pada hari Jumat (22/7/2022) sekitar pukul 15.00 Wita.

Dihubungi terpisah pada Sabtu (23/7/2022) siang, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

"Terduga pelaku berjumlah 2 orang, masing-masing pria berinisial JL (30) dan CR. Mereka diamankan di sekitar Kairagi Weru, beberapa jam setelah korban melapor ke Polresta Manado," terangnya.

Aksi penganiayaan dipicu karena salah paham terkait simpan pinjam dana koperasi.

"Saat itu korban yang berprofesi sebagai karyawan koperasi bersama rekannya sedang melakukan penagihan uang koperasi kepada isteri terduga pelaku JL. Tak terima isterinya ditagih uang koperasi, JL pun jengkel dan langsung memukul kepala dan wajah korban," ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Pasca kejadian tersebut, korban segera melapor ke Polresta Manado dan langsung ditindaklanjuti oleh Tim Resmob.

"Terduga pelaku kini sudah berada di Mako Polresta Manado untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com - Aksi nekat pencurian kendaraan bermotor dilakukan 2 pria, di Kelurahan Banjer Kecamatan Tikala, Manado, pada hari Kamis (21/7/2022) sekitar pukul 23.00 Wita. Kedua terduga pelaku akhirnya berhasil diamankan Tim Resmob Polresta Manado.

Kabid Humas Polda Sulut Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

"Setelah dilakukan penyelidikan, kedua terduga pelaku akhirnya diamankan di sekitar Manado, beberapa jam setelah kejadian. Kedua pria yang diamankan yaitu RM (17) warga Minsel dan NW (16) warga Manado," ujarnya.

Dari hasil interogasi, terungkap kedua terduga pelaku nekat melakukan curanmor karena faktor kebutuhan ekonomi.

"Keduanya tidak memiliki pekerjaan sehingga melakukan aksi pencurian. Modusnya, mereka mengincar sepeda motor yang terparkir di pinggir jalan, kemudian mematahkan setir dan mencabut socket stater untuk menghidupkan kendaraan," jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Bahkan keduanya juga mengaku sudah melakukan pencurian kendaraan bermotor berulang kali.

"Terduga pelaku mengaku sudah beberapa kali melakukan pencurian di beberapa lokasi di Kota Manado. Dari tangan kedua terduga pelaku, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 3 unit sepeda motor, yang mereka simpan di wilayah Minsel," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Saat ini kedua terduga pelaku sudah berada di Mako Polresta Manado untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Penulis: ARP

Kotamobagu,Sulutnews.com - Bertepatan di Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-62 yang jatuh Pada hari Jumat 22 Juli 2022, Kejaksaan Negeri  (Kejari) Kota Kotamobagu  menetapkan Empat (4) orang dalam kasus dugaan Tindak pidana korupsi (Tipikor) pada pembangunan pasar kuliner Kota Kotamobagu tahun 2020 dengan nilai Pekerjaan 1,9 Miliar Rupiah yang dikerjakan oleh CV Fajar.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kotamobagu, Elwin Agustian Khahar SH MH.

Melalui kepala seksi intejen (kasi intel) Meidi Wensen SH di konfirmasi Sabtu (23/7) baru - baru ini menerangkan bahwa Ke empat orang tersangka tersebut adalah inisial HJA yang merupakan Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kotamobagu, MM merupakan PPK pada pekerjaan proyek tersebut, dan sepasang suami istri YS dan DD merupakan pihak kontraktor pelaksana proyek.

Benar, pada pukul kurang lebih 23.30 kami telah melakukan penahanan terhadap empat orang terasangka berdasarkan kewenangan masing-masing,”ujarnya.

Lanjut Kasi Intel, terkait Penetapan terhadap dugaan tindak pidana Korupsi (Tipikor) yang terjadi di pasar kuliner Kota Kotamobagu pada tahun 2020, peran para terduga tersangka, masing-masing, diantaranya HJA sebagai Pengguna Anggaran (PA), sementara MM merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan YS serta DD merupakan kontraktor.

"Tersangka YS sebagai Direktur CV Fajar yang menjalankan kegiatan proyek yang dikendalikan oleh tersangka DD, sementara MM adalah PPK pengendali kontrak, yang diduga tidak melaksanakan tugasnya untuk mengawasi volume pekerjaan dan kualitas pekerjaan hingga mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp658.189.189. serta HJA sebagai PA pada kegiatan proyek,” urai Kasi Intel Meidi Wensen SH.

Nampak dalam penetapan tersangka 4 orang tersebut, keluar dari ruang penyidikan menuju mobil tahanan menggunakan rompi berwarna merah yang dibawa langsung oleh para kepala seksi Kejaksaan Kota Kotamobagu. Ke 4 tersangka ini ditahan di Rutan Kelas II-B Kotamobagu dan sebelumnya telah dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh pihak Kejaksaan.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com - Tim Resmob Polres Tomohon mengamankan terduga pelaku penganiayaan menggunakan senjata tajam, yang terjadi di Desa Lolah Satu Kecamatan Tombariri Timur, Kabupaten Minahasa, Jumat (22/7/2022) sekitar pukul 03.00 Wita.

Dihubungi Sabtu (23/7/2022) baru - baru ini, Kepada Sulutnews.com Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

"Terduga pelaku adalah seorang pria berinisial RR (22). Ia diamankan di rumahnya, beberapa jam setelah kejadian," ujarnya.

Terduga pelaku melalukan penganiayaan terhadap korban, pria berinisial ML (23) karena faktor cemburu.

"Mengetahui korban sedang berada di dalam kamar pacar terduga pelaku, sambil memegang sebilah parang terduga pelaku langsung menuju ke kamar pacarnya dan menganiaya korban," terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Korban yang panik, kemudian mencoba menutup pintu kamar namun berhasil didobrak oleh terduga pelaku.

"Terduga pelaku berhasil masuk ke dalam kamar dan langsung mengayunkan parang ke arah korban. Ayunan parang sempat mengenai kepala korban, namun korban berhasil kabur dan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tomohon," katanya.

Korban dilaporkan mengalami luka-luka di bagian kepala dan sempat mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Bethesda Tomohon.

"Korban mengalami luka-luka di kepala dan harus mendapat 3 jahitan, sedangkan terduga pelaku sudah diamakan bersama barang bukti," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com - Kepolisian Daerah Sulawesi Utara melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) baru - baru ini berhasil mengungkap jaringan internasional kasus skimming  yang terjadi di 26 gerai Mesin ATM Bank SulutGo (BSG).

Saat di ungkap 4 tersangka berhasil dibekuk oleh Pihak kepolisian Polda Sulut, Masing - masing mereka adalah Martin Ivanov Stanichev dan Valentin Kostadino WNA asal Bulgaria dan Carlie alias CW warga kota Ambon, Ari alis ALS asal Surabaya. 

Kepada Wartawan Jumat (22/7/2022) dijelaskan Direskrimsus kombes Pol Nasriadi yang memimpin langsung penangkapan ini.

Para tersangka ditangkap di Wilayah Provinsi Bali dan di Kupang Nusa Tenggara Timur pada Rabu tanggal (20/7/2022) dan Kamis (21/7/2022). 

Saat penangkapan kami berbagi tugas dengan seluruh anggota subdit II Perbankan Ucap kombes Pol Nasriadi.

Kini pelaku sudah diamankan dan akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polda Sulut, ujarnya.

Sebelumnya Direskrimsus kombes Pol Nasriadi memberikan himbauan terkait kejahatan skimming yang terjadi saat ini di Sulawesi Utara. 

Adapun modus skimming yang dilakukan oleh para pelaku yakni memasang alat di ATM dan dicolok, kemudian mereka melihat pinnya, dan membuka dengan ATM duplikat. 

"Jadi saya himbau kepada masyarakat ketika mengambil uang di ATM dan ada orang yang menawarkan jasa untuk perbaikan ATM rusak saya pastikan itu adalah penipu dan kalau perlu tangkap mereka," jelasnya.

Dan kalau ATM bermasalah silahkan memangil Satpam atau bisa melambaikan tangan ke arah CCTV. 

Dia pun menegaskan kepada seluruh perbankan, agar mengecek gerai-gerai ATMnya secara berkala. 

"Harus dicek jangan sampai ada barang-barang yang telah dimasukan, atau benda mencurigakan, seluruh perbankan timpalnya.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com – Tim gabungan Polres Bitung dan Polresta Manado mengamankan seorang pria terduga penadah handphone hasil curian, Kamis (21/7/2022) sore, di wilayah Kota Manado.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, membenarkan hal tersebut.

“Terduga penadah berinisial OI (49), warga Tuminting, Manado. Ditangkap di wilayah Singkil, Manado, sekitar pukul 17:00 WITA,” ujarnya, Jumat (22/7) siang.

Informasi diperoleh, pencurian dilakukan oleh seseorang yang sudah diketahui identitasnya dan masih dalam pengejaran pihak kepolisian. Pelaku mencuri sebuah handphone milik Lionel, warga Bitung.

“Pencurian terjadi pada Selasa (12/7) petang, di parkiran depan GOR Kota Bitung. Pelaku mencuri handphone dari dalam bagasi sepeda motor korban yang terparkir di TKP. Korban lalu melapor ke Polres Bitung beberapa waktu usai kejadian,” jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Sementara itu dalam penyelidikan, diketahui pelaku menjual handphone di Manado kepada OI dengan harga Rp550 ribu. Selanjutnya, OI menjual kembali handphone hasil curian tersebut kepada orang lain seharga Rp1,2 juta. Tim gabungan lalu mengetahui keberadaan terduga penadah, di wilayah Singkil, kemudian menangkapnya tanpa perlawanan.

“Terduga penadah beserta barang bukti handphone kemudian diamankan di Mapolres Bitung untuk diperiksa lebih lanjut, sedangkan pelaku pencurian masih dalam pengejaran petugas,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP