Hukum

Hukum (127)

Manado,Sulutnews.com - Dua lelaki warga Desa Maumbi Kecamatan Kalawat terpaksa diamankan Tim Resmob Polres Minahasa Utara.

Keduanya diamankan petugas karena diduga sering melakukan pemalakan dengan menggunakan senjata tajam terhadap warga.

Apes buat mereka, aksinya kemudian dilaporkan oleh pemilik dagangan makanan martabak pada Hari Minggu, (25/4)  sekitar pukul 20.00 Wita.

Merespon laporan warga via telepon, Tim Resmob Polres Minut kemudian meluncur ke TKP dan langsung mengamankan kedua tersangka, yaitu AL alias Faldi (15) dan RR alias Valdo (20).

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast mengapresasi tindakan cepat yang dilakukan oleh Tim Resmob Polres Minut. "Kedua tersangka sudah diamankan dan sedang dilakukan pemeriksaan di Satuan Reskrim Polres Minahasa Utara," ujarnya.

Ia berharap kepada warga apabila ada hal-hal yang dapat mengganggu kamtibmas, agar segera laporkan ke Kepolisian, tukasnya. (**/Adrian)

Tomohon, Sulutnews.com - Dua Orang Pelaku Penganiayaan Terhadap Agung Alias (AP), Mahasiswa, Warga Tataaran II, Kecamatan Tondano Selatan, Pada Sabtu (24/4) kemarin, Berhasil Diringkus Tim Reserse Mobile (Resmob) Polres Tomohon.

Adapun kronologi kejadian tersebut, dijelaskan Oleh Kanit Resmob Bripka Bima Pusung, berawal ketika pelaku BM alias Bayu dan korban AP terjadi selisih paham saat berada di desa Tounelet, Kecamatan Sonder.

Permasalahan itupun berlanjut sampai ke TKP. BM dan AP saling adu mulut, pada ujungnya terjadilah pemukulan yang dilakukan oleh BM terhadap AP dengan menggunakan tangan terkepal yang mengenai bagian wajah, sehingga terjadilah perkelahian antar kedua pihak.

Lanjut Bima, Buntut perkelahian tersebut, pelaku RT langsung mencabut sebilah pisau badik yang dibawanya, yang disimpan dalam saku celana bagian depan sebelah kiri.

"Ia lantas menikam korban, dan mengenai ketiak sebelah kiri.

Korban yang sudah terkena tikaman dan sempat terjatuh, kemudian berdiri dan mendekati teman-temannya dan kemudian langsung melarikan diri meninggalkan TKP. Begitupun BM dan RT serta teman-temannya langsung meninggalkan TKP menuju ke tempat kost BM.

Akibat dari perkelahian tersebut, AP mengalami satu luka tusuk di bagian ketiak sebelah kiri, kemudian oleh teman-temannya langsung dilarikan ke RS Sam Ratulangi Tondano.

Lanjut Bima, berdasarkan informasi yang diperoleh, baik dari korban dan teman korban, kedua pelaku berhasil diamankan pada dua lokasi berbeda.

"Pelaku BM diamankan setelah bersembunyi di tempat kost temannya di Kelurahan Matani Satu. Sedangkan RT, diamankan di Desa Parepey, Kecamatan Remboken, setelah menghadiri pemakaman temannya, terang Bima.

Sambung Bima untuk identitas kedua pelaku Yakni lelaki BM alias Bayu (21), mahasiswa warga desa Karoa, Kecamatan Tompasobaru, Kabupaten Minahasa Selatan  dan lelaki RT alias Randi (24), mahasiswa warga desa Kinamang, Kecamatan Maesaan, Kabupaten Minsel urainya.

Penangkapan tersebut dibenarkan oleh Kapolres Tomohon, AKBP Bambang A.Gatot SIK MH, di katakan Kapolres kedua Pelaku diamankan berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/164/IV/2021/SPKT/Res-Tmhn. Polda Sulut tanggal 24 April 2021.

Dimana telah terjadi tindak pidana  penganiayaan secara bersama-sama di ruas jalan Tomohon-Manado, Tepatnya di depan Kantor PLN Kaaten, Kelurahan Matani Satu, Kecamatan Tomohon Tengah. "Kini kedua pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Tomohon untuk di Proses lebih lanjut, pungkas Kapolres. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com - Pemilik akun Facebook (fb) An. Erlangga Debu yang telah viral dibeberapa group Facebook, karena telah memposting foto sambil memegang dua buah pisau badik dan membuat status, "BOLEH JO KITA WAKTU BERMAIN DENGAN BESI PUTIH DULLU, SAPA MO HELP PENDO DENG POLISI" Lalu  Postingan tersebut dibagikan di group Facebook BERITA BITUNG", Berhasil di tangkap oleh Satgassus Maleo Polda Sutut, Sabtu (24/4).

Pasalnya postingan tersebut telah tersebar di berbagai group Facebook lainnya, sehingga  menyebabkan kegaduhan.

Setelah dilakukan penyelidikan oleh Polisi, ternyata pemilik akun  Erlangga Debu tersebut  adalah E.D  (17) Warga Kecamatan Tikala Kota Manado.

Akibat ulahnya sendiri, Pemilik akun Facebook Erlangga Debu ini terpaksa harus di bekuk oleh Polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya tersebut.

Penangkapan terhadap ED, di Pimpin oleh Kanit 3 Satgassus Maleo IPDA Tripo Datukramat, S.H. saat di bekuk tanpa perlawanan Pelaku yang mulanya menantang Polisi dengan senjata tajam (sajam), "Langsung Lembek, saat di amankan  bersama barang bukti 2 (dua) buah senjata tajam jenis badik  ke Mapolda Sulut.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, Minggu (25/4) kepada Sulutnews.com  membenarkan penangkapan terhadap pelaku. Benar Pemilik akun Facebook (fb) An. Erlangga Debu bersama barang bukti telah di amankan ke Polda Sulut, untuk di Proses lanjut.

Dia juga mengimbau kepada warga pengguna media sosial agar berhati - hati dalam berujar atau memposting kata - kata yang meresahkan warga. "Pintar-pintarpah bermedsos tukas Kombespol  Jules Abraham Abast. (Adrian)

Tomohon, sulutnews.com -  Kolaborasi antara Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Totosik  dan Satreskrim Polres Tomohon, berhasil menangkap terduga Pelaku  Pencurian Tabung Gas di Wilayah Hukum Polres Tomohon.

Sebut saja SB alias Pep (29) Warga Kelurahan Rinegetan, Kecamatan Tondano Barat ini, diamankan tim URC Totosik dan Personil Satuan Resort Kriminal (Satreskrim) Polres Tomohon,  saat berada di Kelurahan Woloan II, Kecamatan Tomohon Barat, Selasa (20/4).

Kapolres Tomohon Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bambang Azhari Gatot SIK MH melalui Katim Totosik Ajun Inspektur Dua (Aipda) Yanny Watung menerangkan, Penangkapan terhadap pelaku ini berawal  dari laporan warga yang  awalnya mencurigai gerak gerik pelaku, yang terlihat warga berada di kompleks Alfamidi sekira pukul 10:30 Wita.

Dimana wajah pelaku mirip dengan pencurian tabung gas LPG 3 kilogram di Kelurahan Woloan Dua yang sempat terekam CCTV,  ungkap Aipda Yanny.

Lanjut, Menerima laporan warga, Tim URC Totosik dan Personil Sat Reskrim Polres Tomohon langsung bergegas  ke lokasi dan berhasil meringkus Pelaku. Dan benar saja, saat di interogasi, pria yang berprofesi sebagai seorang buruh ini,  mengakui perbuatannya.

Kepada Polisi  pelaku mengakui telah mencuri tabung gas 3 kg di beberapa warung yang ada di kecamatan Tomohon Barat  (Tombar) dan Tomohon Selatan (Tomsel), dengan total 19 tabung gas 3 kg.

Usai diinterogasi dan  digiring untuk menunjukan lokasi pencurian barang bukti, Ternyata dalam melancarkan aksinya, pelaku ini sudah sering melakukan pencurian ini dibeberapa tempat yang tersebar di  Kelurahan yang ada di Kota Tomohon.  Diantaranya, Kelurahan Woloan Kecamatan Tomohon Barat dan Kelurahan Walian Kecamatan Tomohon Selatan urai Aipda Yanny.

Saat ini pelaku sudah diamankan di Polres Tomohon, "Pelaku telah kami amankan bersama barang bukti, 17 Tabung Gas LPG 3 Kg dan sudah diserahkan kepada Satreskrim untuk tindak selanjutnya, tukas Aipda Yanny. (*/Adrian)

Foto. Terduga Pelaku Pep saat Diamakan Tim URC Totosik dan Satreskrim Polres Tomohon, di Mapolres Tomohon, Selasa (20/4/2021).

Tomohon, Sulutnews.com -  Kolaborasi antara Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Totosik  dan Satreskrim Polres Tomohon, berhasil menangkap terduga Pelaku  Pencurian Tabung Gas di Wilayah Hukum Polres Tomohon.

Sebut saja SB alias Pep (29) Warga Kelurahan Rinegetan, Kecamatan Tondano Barat ini, diamankan tim URC Totosik dan Personil Satuan Resort Kriminal (Satreskrim) Polres Tomohon,  saat berada di Kelurahan Woloan II, Kecamatan Tomohon Barat, Selasa (20/4).

Kapolres Tomohon Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bambang Azhari Gatot SIK MH melalui Katim Totosik Ajun Inspektur Dua (Aipda) Yanny Watung menerangkan, Penangkapan terhadap pelaku ini berawal  dari laporan warga yang  awalnya mencurigai gerak gerik pelaku, yang terlihat warga berada di kompleks Alfamidi sekira pukul 10:30 Wita.

Dimana wajah pelaku mirip dengan pencurian tabung gas LPG 3 kilogram di Kelurahan Woloan Dua yang sempat terekam CCTV,  ungkap Aipda Yanny.

Lanjut, Menerima laporan warga, Tim URC Totosik dan Personil Sat Reskrim Polres Tomohon langsung bergegas  ke lokasi dan berhasil meringkus Pelaku. Dan benar saja, saat di interogasi, pria yang berprofesi sebagai seorang buruh ini,  mengakui perbuatannya.

Kepada Polisi  pelaku mengakui telah mencuri tabung gas 3 kg di beberapa warung yang ada di kecamatan Tomohon Barat  (Tombar) dan Tomohon Selatan (Tomsel), dengan total 19 tabung gas 3 kg.

Usai diinterogasi dan  digiring untuk menunjukan lokasi pencurian barang bukti, Ternyata dalam melancarkan aksinya, pelaku ini sudah sering melakukan pencurian ini dibeberapa tempat yang tersebar di  Kelurahan yang ada di Kota Tomohon.  Diantaranya, Kelurahan Woloan Kecamatan Tomohon Barat dan Kelurahan Walian Kecamatan Tomohon Selatan urai Aipda Yanny.

Saat ini pelaku sudah diamankan di Polres Tomohon, "Pelaku telah kami amankan bersama barang bukti, 17 Tabung Gas LPG 3 Kg dan sudah diserahkan kepada Satreskrim untuk tindak selanjutnya, tukas Aipda Yanny. (*/Merson)

Manado, Sulutnews.com – Penikaman berujung maut terjadi di salah satu ruko (rumah toko) yang berlokasi di Lingkungan 1 Kelurahan Bitung Tengah, Kecamatan Maesa, Kota Bitung, Selasa (20/04/2021), sekitar pukul 08.00 WITA.

Peristiwa tragis pagi itu dilakukan oleh JA (58) terhadap istrinya sendiri, Netwin Grindayani Lakaoni (58). Netwin meninggal dunia saat dalam perawatan di rumah sakit. Sebelumnya, pelaku juga menikam kakak iparnya, Jhon Lakaoni (62) hingga mengalami luka cukup serius.

Informasi diperoleh dari Polsek Maesa menyebutkan, kejadian ini diduga dilatarbelakangi rasa cemburu pelaku terhadap istrinya tersebut.

Beberapa saat sebelum kejadian, Netwin pergi ke pasar untuk berbelanja. Namun yang datang terlebih dahulu di ruko adalah barang belanjaan. Tak berselang lama, Netwin pun baru tiba.

Hal ini membuat pelaku marah lantaran mencurigai istrinya telah menjalin hubungan gelap dengan pria lain. Adu mulut antara keduanya pun tak terelakkan.

Mendengar ada keributan, Jhon Lakaoni (kakak korban) segera mendekat. Namun pelaku justru menikam perut Jhon menggunakan sebilah pisau.

Pelaku yang sudah gelap mata kemudian juga menikam istrinya tersebut. Miris, peristiwa berdarah ini juga disaksikan oleh anak pelaku dan korban.

Jhon kemudian dibawa ke RSU Budi Mulia Bitung. Sedangkan Netwin yang mengalami luka tusuk di dada kiri atas dan dua luka sayatan di dada kiri serta kanan, dilarikan ke RSAL dr. Wahyu Slamet Bitung, namun menghembuskan nafas terakhir saat dalam perawatan medis.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, membenarkan adanya kejadian tersebut. Lanjutnya, Polres Bitung bersama Polsek Maesa telah melakukan penanganan awal di TKP.

“Berdasarkan laporan, pelaku beserta barang bukti sebilah pisau sudah diamankan di Mapolsek Maesa untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” singkat Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Adrian)

Pertanyakan Penyidik Kenapa Tidak Menggunakan Hasil Audit BPKP

Manado,Sulutnews.com - Mantan Bupati Minahasa Utara Periode  2016-2021 Vonnie Anneke Panambunan (Akrab disapa VAP) diduga melakukan korupsi proyek pemecah ombak atau penimbunan pantai di Desa Likupang II tahun anggaran 2016 pada BPBD Minahasa Utara.

Dalam kasus ini, Kuasa Hukum VAP Muhamad Ridwan saat menggelar jumpa pers dengan awak media  di Kompleks Pengadilan Negeri Manado Senin (12/4) siang tadi mengatakan, bahwa pokok permohonan setelah dipelajari menyatakan keterlibatan VAP dalam perkara ini belum jelas.

Menurut Muhamad Ridwan,  Penyidik itu menggunakan perhitungan BPKP untuk menilai adanya kerugian keuangan pada proyek pemecah ombak, padahal BPK sudah pernah melakukan hasil penelitian, jadi BPK sudah mengeluarkan hasil audit kenapa penyidik tidak menilai hasil pemeriksaan BPK dia malah buat bukti sendiri, kenapa begitu," ucap Ridwan.

Dikatakan Muhamad Ridwan, penyidik malahan telah membuat bukti baru dengan melakukan kerjasama dengan Universitas Politeknik Negeri Manado dan diserahkan pada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)

"Tugas penyidik itukan cari bukti, bukan bikin bukti dan dua alasan ini yang sedang kami uji disini dan katanya ikut menikmati kerugian negara," ungkap Ridwan yang kembali mempertanyakan hal ini.

Menurutnya, VAP Dalam hal ini tidak pernah mengembalikan uang seperti yang diberitakan beberapa media sebelumnya.

"Siapa yang mengembalikan Ibu VAP tidak pernah mengembalikan itu secara fisik,  secara hukum silahkan dilihat administrasinya apakah Ibu VAP  mengembalikan kerugian keuangan negara," tukasnya.

Sementara itu praktisi hukum Sonny Wuisan, SH.,MH.,CLA.,CRA.,CTL dalam kesempatan dengan sejumlah Wartawan menuturkan bahwa untuk menilai sesuatu hal yang dianggap telah merugikan keuangan negara selalu harus berdasarkan hasil dari pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Kalau sudah ada hasil temuan yang dikeluarkan BPK tentu tidak bisa lagi ada temuan dari lembaga lain yang terkesan menganulir produk yang sudah dikeluarkan BPK dan jika terjadi hal seperti itu akan terkesan ada kejanggalan," beber Wuisan.

Wuisan juga menambahkan bahwa dalam menangani satu permasalahan seharusnya tidak ada tumpang tindih karena telah dilakukan MOU dengan salah satu lembaga pemerintah yang bernama Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP).

 

"Kalau ada institusi yang diberikan kewenangan memeriksa satu permasalahan dan dinilai oleh institusi pemerintah yang lain wah celaka, kita ini ada di negara hukum," tegas Wuisan.

Sebelumnya Vonnie Anneke Panambunan (VAP) telah ditetapkan sebagai tersangka, dalam kasus dugaan korupsi proyek pemecah ombak di Likupang, Minut.

Diketahui, status hukumnya sudah dinaikkan penyidik Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Sulut). Status tersangka ini dibeber Kejati Sulut, dalam press rilis yang dipimpin Kajati Sulut Dita Prawitaningsih SH MH, 17 Maret 2021. Sebelumnya VAP masih berstatus sebagai saksi.

Diketahui, VAP telah mengembalikan kerugian negara terkait kasus dugaan korupsi proyek pemecah ombak di Likupang, Minut. Uang sebesar Rp4,2 miliar tersebut telah diserahkan ke Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Sulut), dan dalam status pengawasan penyidik.

Uang tersebut juga diperlihatkan ke awak media oleh Kajati Sulut Dita Prawitaningsih didampingi pimpinan lainnya, "Kajati Sulut, A Dita Prawitaningsih mengatakan  pengembalian tersebut atas inisiatif VAP dan masih ada selisih sekitar Rp2,5 Miliar yang harus dipertanggungjawabkan. (Adrian)

OKLBI dan Manguni Pinaesaan Minta Usut Tuntas

Manado,sulutnews.com  - Peristiwa Pengrusakan yang terjadi di gedung Balai Wartawan  di ruas jalan Sudirman nomor 3 Manado, yang diduga dirusak oleh orang yang tak diketahui, Kamis (1/4), mendapat kecaman dari sejumlah Ormas Adat di Sulut.

Sebut saja  Ormas Kristen Laskar Benteng Indonesia (OKLBI) dan Ormas Adat dan Budaya Manguni Pinaesaan.

Allan Berty Lumempouw, Ketua Umum  OKLBI mengecam aksi brutal pengrusakan yang terjadi di Markas PWI Sulut tersebut.

Kepada pada Wartawan Kamis  (1/4), pagi tadi. Lumempouw mendesak Polda Sulut agar dapat mengungkap otak di balik aksi pengrusakan Kantor PWI Sulut, dan menangkap pelakunya.

Apa lagi bertepatan hari itu, Kamis (1/4), ada kunjungan kerja Bapak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Kota Manado, ujar Lumempouw.

"Setau saya, pengamanan di wilayah hukum sulut saat ini, itu dilakukan super ketat pasca kejadian penyerangan teroris yang terjadi di Mabes Polri.

Kok, malah  Kantor PWI yang di serang, terang Lumempow sembari berharap agar kasus pengrusakan di Markas PWI Sulut dapat di ungkap dan pelakunya segara di tangkap oleh Polda Sulut.

Senada juga di sampaikan oleh Ferry Ondang, ketua Ormas adat dan budaya Manguni Pinaesaan. Dikatakan Ondang demi menjaga keamanan dan kedamaian di Sulut, pengrusakan yang terjadi di gedung PWI Sulut harus di usut tuntas oleh pihak kepolisian tanpa pandang buluh.

"Apa lagi kejadian yang menimpah PWI Sulut sidah di laporkan ke Polda Sulut, tutur Ondang.

Menurut Ondang, dengan membawa kasus ini kerana hukum, ini menggambarkan bahwa PWI sendiri yang kita ketahui bersama  adalah organisasi Wartawan tertua di Indonesia juga taat hukum, sebab telah menyerahkan kasus ini ke Pihak yang berwajip.

Sebagai salah satu ormas adat Minahasa, Kami mengapresiasi serta mendukung langkah yang diambil oleh PWI Sulut dengan membawa kasus ini kerana hukum.

kami juga meyakini Polda Sulut pasti akan bekerja Profesional dan Proporsional untuk menuntaskan laporan pengrusakan yang telah di laporkan oleh PWI Sulut.

"Kepada pelaku kami sarankan ada baiknya sebelum di tangkap oleh Polisi, segeralah menyerahkan diri dan mempertanggung jawabkan perbuatan anda tersebut, imbuh Ondang.

"Menurutnya peristiwa  tersebut sangat memalukan, apa lagi ini nyata - nyata terjadi di gedung PWI  markasnya para jurnalis.

Untuk itu kami sangat berharap kepada Bapak Kapolda Sulut Irjen Pol Nana Sudjana kiranya dapat mengusut peristiwa yang sangat memalukan ini, sebab tindakan pengrusakan tersebut sudah menggangu Kantibmas, tukas Ondang.

Sebelumnya Pengrusakan di Markas PWI Sulut, baru diketahui pada Kamis (1/4), ketika Yamin Sumo yang seharinya menjaga gedung tersebut di pagi hari ingin membersihkan ruangan di lantai dua, hendak masuk di ruangan tersebut   terlihat pintu masuk di ruangan pengurus PWI Sulut sudah terbuka.  Ternyata pintunya sudah di dirusak,” ungkap Yamin.

Ketika masuk ke dalam ruangan, dilihatnya sejumlah kursi, meja dan beberapa barang sudah sobek yang diduga gunakan barang tajam. Termasuk sebuah spanduk ucapan pelaksanaan Konferensi PWI Sulut belum lama ini.

Karena dilokasi tertinggal sebuah pisau.

Kejadian ini pun langsung dilaporkan pihak PWI Sulut di Polda dengan nomor LP/162/IV/2021/Sulut/SPKT tanggal 1 April 2021.

"Kami selaku anggota PWI Sulut menyerahkan kejadian sepenuhnya kepada pihak kepolisian agar bisa diketahui siapa pelakunya. Dan kiranya bisa diproses hukum dengan ketentuan berlaku agar ada efek jera,” tukas Adrian R Pusungunaung selaku anggota PWI Sulut yang melaporkan hal tersebut ke Mapolda Sulut.

Sementara Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan adanya laporan tersebut. Menurutnya, setelah menerima laporan, polisi akan langsung menangani sesuai prosedur hukum yang berlaku. (*/PS)

Manado,Sulutnews.com – Tim Resmob Satreskrim Polres Bitung berhasil mengamankan 11 pemuda warga Kecamatan Maesa, yang diduga kuat merakit ratusan senjata tajam jenis panah wayer (terbuat dari besi), Senin (29/03/2021) dini hari.

Para pelaku masing-masing berinisial JT (23), ME (20), FD (19), SB (17), RB (24), MN (22), AM (17), DB (16), VS (16), LP (22) dan FR (25). Penangkapan ini merupakan hasil pengembangan yang dilakukan sejak Minggu malam.

Para pelaku diamankan di dua lokasi berbeda, di sekitar Kecamatan Maesa, Kota Bitung. Panah wayer tersebut disinyalir digunakan para pelaku dalam aksi-aksi kejahatan maupun melukai orang lain.

Dalam perakitan panah wayer, para pelaku memiliki peran berbeda. Pelaku RB berperan menyiapkan material pembuatan anak panah dari jeruji sepeda motor yang diambil dari pelaku LP.

Kemudian ME, JT, DB, VS, dan MN berperan mengikat tali pada gagang pelontar anak panah. Sedangkan pelaku FD dan SB mencari kayu untuk membuat gagang pelontar di belakang rumah AM, yang sekaligus dijadikan sebagai lokasi perakitan.

Dan saat mereka merakit panah wayer tersebut, direkam menggunakan hand phone kemudian diunggah di media sosial hingga sempat viral.

Para pelaku berhasil membuat 13 buah pelontar serta ratusan ujung anak panah, lalu disimpan di rumah RB dalam sebuah kardus bekas mie instan.

Dalam waktu sekitar 1 bulan sejak 21 Februari lalu hingga saat penangkapan, diduga kuat panah wayer tersebut telah dibagi-bagikan di antara mereka dan telah digunakan. Sisanya yang berhasil diamankan sebanyak 6 buah pelontar dan 14 ujung anak panah.

Saat diinterogasi, alasan mereka merakit panah wayer karena dendam dengan pihak lain, dan hasil rakitan tersebut untuk berjaga-jaga. Meski demikian, hal tersebut tidak dapat dibenarkan karena bisa mengancam keselamatan jiwa orang lain.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut. “Para pelaku beserta barang bukti anak panah wayer, pelontar, dan sebilah parang sudah diamankan di Mapolres Bitung untuk diperiksa lebih lanjut,” tandas Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Adrian/**)

Manado,Sulutnews.com - Polres Tomohon membekuk RE, alias Rivandy (18) warga kelurahan Woloan I Utara Ling.V Kecamatan Tomohon Tengah, diduga pelaku pemukulan terhadap seorang wanita, beriniasil KM (15) yang berdomisili di salah satu Desa  Kabupaten Minahasa.

Kekerasan terhadap korban, itu dilakukan oleh pelaku dengan menggunakan selang karet panjang kurang lebih 30 cm, di cambuk kearah tubuh korban dan mengenah pada hampir sekujur tubuh, tepatnya pada kaki bagian paha, tangan dan tubuh bagian belakang korban.

Tidak puas dengan menggunakan alat tersebut, kemudian pelaku melanjutkan menganiaya korban dengan menggunakan kepal tangan kearah muka korban hingga korban mengalami luka lebam di wajah tepatnya di bibir dan kedua pelipis mata.

Kapolres Tomohon AKBP. Bambang Azhari Gatot S.I.K MH melalui Katisus URC  Totosik  Ipda Yanny Watung menjelaskan, penangkapan terhadap Rivandy berawal saat ibu korban Sabtu, Pagi tadi (27/3), sekitar pukul 09.00 Wita, Menghubungi Teamsus Totosik,

"untuk sekiranya dapat membantu bersama - sama menjemput anaknya yang sedang berada di Kost yang terletak di Kel.Matani III Lingkungan II, Kecamatan Tomohon Tengah.

"Selanjutnya Team meluncur ke TKP dan mencari informasi tentang keberadaan kost tersebut.

Lanjut, setelah mendapatkan (baket) bahan keterangan,  tentang tempat dan kamar dimana pelaku berada, Team langsung melakukan penggerebekan dan berhasil mengamankan pelaku di dalam kamar kost, beserta korban yang saat itu di kurung oleh pelaku di dalam kamar ujar Ipda Yanny.

Kepada Polisid di jelaskan Ipada Yanny,  korban yang masi tergolong perempuan di bawah umur (15) ini menuturkan, tepat pada hari Jumat (26/03) kemarin, bertempat di salah satu Kost yang berada di Kel. Matani III Ling.II Kec.Tomohon Tengah,

"korban mengalami penganiayaan yang dilakukan oleh pacarnya Rivandy, yang diketahui belakangan merupakan pasangan kumpul kebo korban sendiri, tutur korban kepada Ipda Yanny.

Dimana  dari penuturan korban, saat itu keduanya terlibat adu mulut dikarenakan masalah sepele, dimana pelaku menyuruh korban untuk makan namun tidak di indahkan oleh korban, karena merasa kesal, "kemudian pelakupun  langsung menganiaya korban, terang Ipda Watung.

Setelah menggeledah kamar kost dan melakukan introgasi singkat, Team langsung mengamankan pelaku ke Mako Polres Tomohon untuk diproses lebih lanjut, sedangkan untuk korban bersama keluarga di arahkan ke Mako Polres Tomohon untuk menggelarkan laporan, tukas Ipda Yanny.

Terpisahan Kapolda Sulut  Irjen. Pol. Drs. Nana Sujana, M.M. melalui Kabid Humas Kombes Pol.  Kombes Pol Jules Abraham Abast kepada Sulutnews.com,  membenarkan laporan tersebut,  terduga pelaku  di amankan Polisi berdasarkan  Laporan Polisi nomor : LP/123/III/2021/SPKT/SULUT/Res Tomohon Tanggal 27-Maret-2021. Saat ini kasus tersebut dalam penanganan Polres Tomohon kunci Kombes Pol Abast. (Adrian).