Hukum

Hukum (536)

Manado,Sulutnews.com - Personel Polsek Wanea mengamankan tersangka pembunuhan yang terjadi di Kelurahan Teling Atas Lingkungan V Kecamatan Wanea Kota Manado, Sabtu (25/12/2021) sekitar pukul 23.00 Wita.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast menerangkan, tersangka adalah lelaki SP (26) sedangkan korban adalah lelaki bernama Marco Marentek alias Kopal (22), keduanya warga Teling Atas.

"Tersangka diamankan beberapa saat setelah kejadian, di bundaran Kauditan Minut," ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast, Minggu (26/12/2021).

Lebih lanjut diterangkan, menurut beberapa saksi, sebelum kejadian korban sempat mondar-mandir di depan rumah salah satu warga, tempat tersangka dan teman-temannya bertamu.

Korban bolak-balik sambil berteriak dan membawa sebuah samurai, kemudian ia menegur tersangka dan mengatakan kiapa ngana haga-haga (kenapa kamu lihat-lihat).

Kemudian direspon oleh tersangka dengan mengatakan pulang jo kalau so mabo (pulang saja kalau sudah mabuk). Namun korban tidak menerima dan justru menampar tersangka di pipi.

Korban kembali menyerang tersangka namun berhasil ditangkis oleh tersangka selanjutnya membalas dengan menusuk korban dengan pisau yang terselip di pinggang tersangka, ke bagian dada sebelah kiri korban.

Korban meninggal dunia di TKP dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan autopsi.

"Saat ini tersangka sudah diamankan untuk diproses hukum lebih lanjut. Kami minta semua pihak menahan diri, karena kasus ini sudah ditangani aparat Kepolisian," ujar Kabid Humas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Ia juga mengimbau semua pihak untuk menahan diri agar tidak mengkonsumsi minuman beralkohol. "Mabuk akibat minuman berlakohol merupakan salah satu pemicu terjadinya aksi penganiayaan ataupun gangguan kamtibmas lainnya," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com - Aksi perkelahian berujung penikaman terjadi di Kelurahan Ranotana Weru, Kecamatan Wanea Manado, Sabtu (25/12/2021) sekitar pukul 16.30 Wita.

Menurut Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, tersangka penikaman sudah diamankan satu jam setelah kejadian di TKP.

"Tersangka lelaki SL berusia 16 tahun sudah diamankan petugas dan dibawa ke Mako Polsek Wanea untuk diperiksa lebih lanjut," ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Lebih lanjut dijelaskan Kabid Humas Kombes Pol Jules Abraham Abast, penganiayaan berujung penikaman ini berawal dari cek-cok kedua warga yang sama-sama tinggal di Kelurahan Ranotana Weru, yang diduga sudah dalam kondisi mabuk.

"Diduga gara-gara sebuah jaket, tersangka berkelahi dengan korban, lelaki bernama Yohan Palohon (47). Selanjutnya tersangka menikam korban di pinggang sebelah kanan," ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Melihat korban sudah terluka, warga di sekitar langsung membawa korban ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapat perawatan medis.

Tersangka juga pernah melakukan kasus yang sama yang terjadi pada tanggal 21 November 2021 namun saat itu tersangka tidak tahan karena masih dibawah umur.

Kabid Humas Kombes Pol Jules Abraham Abast pun berharap kejadian serupa jangan terjadi lagi. "Saling menahan diri, jika terjadi perselisihan jangan langsung main pukul atau tikam. Kepada Polsek dan Pemerintah Kecamatan untuk meningkatkan patroli bersama di lokasi-lokasi rawan gangguan kamtibmas," pesannya. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com– Personel Unit Reskrim Polsek Posigadan mengamankan seorang lelaki FT alias Apen (29) yang berprofesi sebagai petani kelapa.

Menurut Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, tersangka diduga telah melakukan penganiayaan terhadap rekan sesama petani, yaitu lelaki bernama Gapar Ibrahim (31), pada Jumat (24/12/2021) sekitar pukul 00.30 Wita, di Desa Inosata Kecamatan Posigadan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).

“Penganiayaan disebabkan karena salah paham, dimana tersangka menuduh korban telah mencuri buah kelapa milik tersangka,” ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Tersangka melakukan penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam jenis parang, sehingga menyebabkan korban mengalami luka robek di bagian pinggang, wajah dan tangan. Dan korban harus dirujuk ke Rumah Sakit Aloesabu, Gorontalo.

“Tersangka diamankan pada hari Sabtu, 25 Desember 2021 sekitar pukul 12.30 Wita di Desa Pelita Jaya Kecamatan Bone Raya Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, selanjutnya dibawa ke Mapolsek Posigadan untuk proses hukum lebih lanjut,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com – Tim Macan Polresta Manado bersama Tim Opsnal Polsek Tuminting mengamankan lelaki MH (23), tersangka penganiayaan yang menyebabkan korban, lelaki Akbar Pratama (22) meninggal dunia.

Diterangkan Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, peristiwa penganiayaan ini terjadi pada hari Jumat, 24 Desember 2021 sekitar pukul 11.00 Wita, di Hit's Barbershop, samping Hotel Sangrila Jalan Hassanudin Kelurahan Sindulang 1, Tuminting Manado.

“Mendapat informasi dari warga, Polisi langsung mendatangi TKP dan mengumpulkan bahan keterangan, selanjutnya langsung mengamankan tersangka pelaku di rumahnya, di Kelurahan Sindulang, Tuminting, beberapa saat setelah kejadian,” ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Kronologi kejadian menurut Kombes Pol Jules Abraham Abast berawal dari ketersinggungan antara tersangka dan korban di dalam barbershop atau tempat potong rambut.

Saat itu tersangka yang merupakan seorang residivis ini, tidak sengaja menyenggol kaki korban. Tersangka yang sudah dalam keadaan mabuk pun minta maaf namun korban tidak menerimanya dan sedikit agak kesal.

Korban selanjutnya memanggil tersangka keluar dari dalam barbershop dan tepat di depan pintu keluar, tersangka langsung mencabut pisau jenis besi putih yang terselip di pinggangnya dan menikam korban di bagian dada beberapa kali hingga korban mengalami luka dan meninggal dunia. Usai kejadian, tersangka langsung lari meninggalkan TKP.

“Saat ini tersangka bersama barang bukti sudah diamankan dan diserahkan ke Satreskrim Polresta Manado untuk proses hukum lebih lanjut,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Adrian)

Tomohon,Sulutnews.com – Tim URC Totosik Polres Tomohon bersama Polsek Tomohon Tengah, mengamankan seorang pria pelaku pencurian di Pasar Wilken Kota Tomohon, pada Senin (20/12/2021) pagi.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut. Dikatakannya, pelaku berinisial EM (36), beralamat di Kakaskasen, Tomohon Utara.

“Kejadiannya terjadi sekitar pukul 09.30 WITA, disalah satu kios sembako. Dimana pada saat itu korban sedang melayani pembeli, tiba-tiba uang yang disimpan di dalam kardus diambil pelaku, kemudian melarikan diri,” ujarnya, Senin malam.

Sontak, korban pun berteriak hingga mengundang perhatian pedagang lainnya serta pembeli, kemudian bersama-sama menangkap pelaku.

“Tim Totosik bersama Polsek Tomohon Tengah merespons cepat informasi masyarakat dengan mendatangi TKP, kemudian mengamankan pelaku dari amukan massa,” jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast. 

Pelaku, lanjut Kombes Pol Jules Abraham Abast, merupakan residivis berbagai kasus pencurian pada 2015 dan 2018, serta pernah menjalani hukuman di Lapas Papakelan, Minahasa.

Hasil pengembangan awal, sambungnya, sejak 2018 hingga awal Desember 2021 ini pelaku diketahui telah beraksi sekitar enam kali, di beberapa TKP di wilayah Tomohon.

“Barang-barang yang dicuri bermacam-macam. Di antaranya, laptop, uang tunai, ayam, perlengkapan memasak, dan handphone,” terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Kombes Pol Jules Abraham Abast menambahkan, uang hasil pencurian tersebut digunakan pelaku untuk berfoya-foya.

“Pelaku beserta barang bukti sudah diserahkan dan diamankan di Mapolsek Tomohon Tengah untuk diperiksa, dan kasus ini masih dikembangkan lebih lanjut,” tandas Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com – Tim Macan dan Tim Paniki Polresta Manado dipimpin Kanit Buser Ipda Heraldy Yudhantara mengamankan dua pria pelaku pencurian kembang api senilai kurang lebih Rp45 juta, pada Kamis (16/12/2021) malam.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

 “Kedua pelaku masing-masing berinisial RL (28), warga Silian Selatan, Minahasa Tenggara, dan VW (30), warga Teling Atas, Manado,” ujarnya, Jumat (17/12) siang.

Lanjut Kombes Pol Jules Abraham Abast, kedua pelaku mencuri berbagai jenis kembang api dari dalam kontainer milik Yunita (24), warga Ranotana, yang terparkir di samping sebuah pusat grosir di Kairagi, Manado.

“Kejadiannya pada hari Senin (29/11) dini hari. Kedua pelaku merusak kunci gembok kontainer berisi berbagai jenis kembang api, lalu mencuri sekitar setengah isi kontainer tersebut,” jelasnya.

Korban melaporkan kejadian ke Polresta Manado, yang direspons tim gabungan tersebut dengan melakukan penyelidikan mendalam di lapangan.

Tim pun mengetahui identitas kedua pelaku yang ternyata merupakan residivis kasus pencurian, lalu dilakukan penangkapan.

“VW ditangkap di rumahnya, sedangkan RL ditangkap di wilayah Bumi Nyiur, Manado,” kata Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Sambungnya, tim selanjutnya melakukan penyitaan barang bukti sebanyak 36 dos kembang api berbagai jenis, yang disimpan pelaku di sebuah tempat di wilayah Kota Bitung.

“Kedua pelaku beserta barang bukti sudah diamankan di Mapolresta Manado untuk diperiksa lebih lanjut,” tandas Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com – Dua Tim pemburu pelaku kriminal di wilayah hukum Polresta Manado, yaitu Tim Macan dan Tim Paniki mengamankan seorang lelaki berinisial VW alias Bota (30), tersangka pencurian.

Menurut Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, tersangka Bota diamankan pada hari Rabu (15/12/2021) sekitar pukul 22.30 Wita, di rumahnya, di Kelurahan Teling Atas Manado.

“Tersangka diamankan Polisi berdasarkan laporan korban bernama Deddy Robert Kawangung, karena telah melakukan pencurian di Laundry Melia berlokasi di Jalan Babe Palar Kelurahan Tanjung Batu, Manado, pada hari Selasa, 7 Desember 2021,” terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Terungkapnya peristiwa pencurian tersebut lanjut Kombes Pol Jules Abraham Abast, berawal dari kecurigaan korban, dimana saat pagi hari sekitar pukul 07.00 Wita korban mendapati pintu gerbang dari ruko tempat laundry telah terbuka dan gembok pengunci gerbang telah hilang.

Korban bersama seorang karyawan laundry kemudian memeriksa barang-barang yang berada di dalam ruko, dan didapati sejumlah peralatan elektronik berupa HP Samsung J2 Core warna hitam, Tab Xiaomi, sepasang sepatu Nike Air serta reciver CCTV telah hilang bersama dengan sejumlah uang tunai sebesar Rp15 juta. Korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Manado.

“Berdasarkan laporan dari korban, Tim Macan bersama Timsus Paniki Polresta Manado melakukan upaya penyelidikan. Dari hasil penyelidikan diketahui aksi pencurian tersebut dilakukan oleh tersangka VW bersama rekannya yaitu lelaki I. Namun Lelaki I masih dalam pengejaran Polisi,” ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Dari keterangan tersangka, barang bukti berupa HP Samsung J2 Core dan Tab Xiaomi telah dijual di dua tempat berbeda sementara untuk uang tunai telah habis dipakai oleh mereka berdua untuk foya-foya.

“Dalam upaya pencarian barang bukti, lelaki VW sempat berusaha melarikan diri, namun berhasil diamankan kembali setelah dilakukan tindakan tegas terukur terhadap tersangka. Tersangka juga mengatakan reciver CCTV beserta brankas telah dibuang di sungai Dendengan Dalam. Selanjutnya tersangka beserta barang bukti yang berhasil diamankan langsung dibawa ke Mapolresta Manado,” tutup Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Adrian)

Tomohon,Sulutnews.com – Seorang lelaki, warga Kelurahan Matani 2 Kecamatan Tomohon Selatan berinisial VM (40) terpaksa harus diamankan Tim Tototisk Polres Tomohon. Pasalnya, lelaki yang berprofesi sebagai pekerja swasta ini, mabuk dan mengancam warga sambal memegang pisau badik.

Peristiwa ini menurut Kabid Humas Kombes Pol Jules Abraham Abast, terjadi di Kelurahan Walian 2 Perum Atas, Kamis (16/12/2021).

“Ulah tersangka yang berteriak-teriak di jalan sempat ditegur oleh Lurah dan warga sekitar, namun yang bersangkutan tidak mau mendengar dan justru mengeluarkan badik untuk menantang siapa saja yang ada di hadapannya,” terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Karena melihat banyaknya warga yang berkumpul, tersangka pun langsung melemparkan badiknya dan lari bersembunyi ke rumahnya.

“Tim Totosik langsung menggiring pelaku ke Mapolres Tomohon untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” singkat Kombes Pol Jules Abaraham Abast. (Adrian)

Tomohon,Sulutnews.com – Kasus persetubuhan yang melibatkan anak dibawah umur terjadi di wilayah hukum Polres Tomohon.

Diterangkan Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, kasus ini sudah ditangani Kepolisian berdasarkan laporan ayah korban ke SPKT Polres Tomohon dengan nomor: LP/B/537/XII/2021/SPKT/Res-Tomohon, tertanggal 16 Desember 2021.

“Tersangka pelaku berusia 16 tahun sedangkan korbannya adalah seorang pelajar SMP berusia 14 tahun,” ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Dalam laporan tersebut, ayah korban menuturkan jika korban sudah 4 hari tidak pulang ke rumah, dan diperoleh informasi jika korban sempat terlihat di sekitar satu Kelurahan di Tomohon.

“Berdasarkan laporan tersebut Tim Resmob Polres Tomohon kemudian melakukan penyelidikan dan mendapatkan keduanya sedang berada di tempat permandian air panas yang tidak jauh dari lokasi rumah tersangka, pada Kamis sore, 16 Desember 2021” terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Korban sendiri menghilang dari rumahnya sejak hari Minggu, 12 Desember 2021. “Keduanya selanjutnya dibawa ke Polres Tomohon untuk diinterogasi lebih lanjut,” singkat Kombes Pol Jules Abraham Abast.(Adrian)

Manado,Sulutnews.com – Tim Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Maleo Polda Sulut bersama Resmob Polres Minahasa Selatan (Minsel) mengamankan kawanan pencuri material emas, yang terjadi di PT. Sumber Energi Jaya Tokin Karimbow.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast saat dikonfirmasi Senin (13/12/2021) pagi membenarkan kejadian tersebut. “Polisi mengamankan sebanyak 7 orang dari 14 orang yang diduga melakukan pencurian material emas,” ujarnya.

Peristiwa ini menurut Kombes Pol Jules Abaraham Abast, terjadi pada hari Jumat, 10 Desember 2021 sekitar pukul 02.30 Wita. Setelah melalui serangkaian penyelidikan, Polisi berhasil mengamankan kawanan pencuri ini pada hari Minggu, 12 Desember 2021 sekitar pukul 19.00 Wita, di beberapa tempat di Desa Tobongon, Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.

“Dari aksi pencurian ini, perusahaan ditaksir mengalami kerugian kurang lebih 2 miliar rupiah,” ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Terungkapnya aksi pencurian ini berawal dari kecurigaan salah satu karyawan PT. SEJ yang melihat tempat pengolahan ampas terjaring di jalur bak, sudah ada lumpur yang keluar.

Merasa curiga, saksi membuka tempat lumpur tersebut dan ternyata memang benar lumpur di tempat tersebut sudah berkurang. Selanjutnya saksi masuk ke dalam gedung dan melihat juga campuran karbon untuk menangkap material emas sudah berantakan dan tempat percetakan emas sudah tidak berada di tempatnya.

“Dari pengakuannya, para pelaku sudah 2 kali melakukan aksi pencurian material emas. Pencurian pertama sebanyak 3 karung, dan pencurian kedua berhasil diamankan sebanyak 13 karung material mengandung emas dan perak yang belum sempat diolah,” terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Saat ini ketujuh kawanan pencuri ini sudah diserahkan ke Polres Minahasa Selatan untuk proses hukum lebih lanjut.

Adapun identitas ketujuh lelaki tersebut yaitu, RI (23), EP (33), SW (55), FM (39), YS (40), CR (26) dan WS (34). (Adrian)