Hukum

Hukum (127)

Tomohon, Sulutnews.com –  Lagi - lagi peristiwa  keributan terjadi di superstar Karaoke Sabtu, (12/06-2021), sekitar pukul 23.30 wita.

Kali ini Tim URC Totosik Polres Tomohon, Sabtu, (12/06-2021),  mengamankan seorang lelaki  berinisial RP alias Riski, yang dalam keadaan dipengaruhi minuman keras yang diduga telah melakukan keributan sambil memecahkan  pintu kaca  karaoke  tersebut.

Kapolress Tomohon, AKBP Bambang A Gatot SIK MH,  melalui Katim URC Totosik Polres Tomohon, Aipda Yanny Watung membenarkan kejadian tersebut.

Kepada wartawan dijeskan Ipda Yanny, kejadian bermula saat terduga pelaku RP dalam keadaan mabuk minuman keras terlibat adu mulut dengan salah seorang pengunjung di lantai 2 Karaoke.

“Selanjutnya berhasil dilerai oleh salah seorang teman tersangka lelaki namun tidak lama kemudian, tersangka turun ke bawah menyusul lelaki yang tidak dikenal identitasnya keluar lewat pintu depan karaoke.

Mendapati orang dicari sudah tak ada, tersangka langsung melampiaskan kekesalan dengan cara memukul kaca tersebut dengan menggunakan tangan,” jelas Ipda Yanny.

Lanjut Ipda Yanny,   Tim yang mendapatkan laporan atas kejadian tersebut langsung mencari keberadaan tersangka. Usai dicari dirumahnya tak ada, Tim kembali melakukan penyisiran dan berhasil mengamankan RP saat sedang berada di rumah temannya yang berada di Kelurahan Kolongan kompleks jam, dan selanjutnya mengarahkan RP ke Polres Tomohon untuk  proses lanjut, tutup Watung.

Saat itu RP  warga Walian Satu Lingkungan II, terlihat pasrah dan hanya menundukan kepala saat diamankan Tim URC Totosik Polres Tomohon, yang langsung sigap datang ke lokasi usai mendapat laporan pemilik tempat usaha tersebut. (Adrian)

Tomohon,Sulutnews.com - Tim Resmob Polres Tomohon dipimpin langsung oleh Katim Resmob Bribka Bima Pusung, berhasil menangkap 6 (enam) orang terduga pelaku  kekerasan secara bersama - sama terhadap Korban JWMP alias Marco (23), Warga Kelurahan Talete Satu, Kecamatan Tomohon Tengah.

Diketahui peristiwa pengoroyakan ini terjadi pada hari sabtu (12/6), sekira pukul jam 02.00 wita di Kelurahan Woloan Satu Kecamatan Tomohon Barat, atau tepatnya di ruas jalan depan Lepo Niane Cafe & Resto.

Ada enam terduga pelaku yang berhasil di amankan dalam kasus ini ungkap Kapolres Tomohon AKBP. Bambang Ashari Gatot SIK.MH melalui Katim Resmob Polres Tomohon Bripka Bima Pusung kepada media ini.

Lebih lanjut dijelaskan Bima, penangkapan terhadap para terduga pelaku berawal saat Tim Resmob Polres Tomohon mendapat informasi dari masyarakat dan Laporan Polisi  yang masuk di Polres Tomohon.

"Bahwa di jalan raya depan Lepo Niane cafe & resto yang beralamat di Kelurahan Woloan Satu Kecamatan Tomohon Barat telah tejadi tindak kekerasan secara bersama-sama terhadap orang yang dilakukan oleh pelaku yang tidak dikenali.

Tim Resmob kemudian langsung menuju ke TKP, tapi pelaku sudah tidak ada di lokasi kejadian. Lanjut Bima,  Timnya  kemudian melakukan penyelidikan dan mengumpul informasi di lokasi kejadian, dan berdasarkan rekaman Vidio dari handphone  teman korban, dimana dua pelaku dikenali  oleh warga adalah lelaki yang sering di panggil Tole dan Glen.

Tim Resmob kemudian melakukan pencarian kepada para pelaku dan akhirnya berhasil mengamankan lelaki GT alias Glenn  didalam rumahnya yang sementara tertidur.

Saat kami amankan dan  interogasi, Glen ternyata mengetahui keberadaan pelaku lainnya.  Dengan informasi dan pengakuan dari Glen, Tim Resmob kemudian berhasil mengamankan 5 pelaku lainnya masing-masing,  RK alias Richard (26) Warga Kelurahan Lansot, VP alias Tole (19) Warga Kelurahan Tumatangtang Satu, GT alias Glenn (18)  Warga Kelurahan Lansot,  RM alias Ronald (17) Warga Kelurahan Lansot,  MW alias Miraclle (17 ) Warga Kelurahan Lansot dan  JG alias Joshua  (17)  Warga Kelurahan Lansot.

Enam orang ini kami amankan di rumah mereka masing-masing, dan saat diinterogasi mereka mengakui bahwa alasan penganiayaan yang mereka lakukan dikarenakan meraka marah kepada Korban karena terlibat adu mulut dengan ke enam pelaku.

Terkait latar belakang masalah antara korban dan pelaku, diterangkan Bima  awalnya antara korban dengan para pelaku yang sudah dipengaruhi minuman keras terjadi adu mulut di lokasi kejadian. "Saat sedang adu mulut, RK alias Richard langsung mendorong korban diikuti oleh ke lima rekannya sambil memukul menggunakan tangan ke arah korban.

"Korbanpun langsung terjatuh ke aspal, namun para pelaku tetap memukul korban dan menendangnya. Akibat dikeroyok korban terjatuh dan mengalami luka robek pada pelipis sebelah kiri, lebam pada mata sebelah kiri dan Rasa sakit pada kepala dan tubuh, urai Bima. "Keenam Pelaku sudah kami amankan ke Mapolres. dan saat diamankan tidak melakukan perlawanan, kunci Bima. (Adrian)

Manado, Sulutnews.com – Tim Jalak Satsamapta Polres Bitung mengamankan 2 dari 3 tersangka penikaman, yaitu BB (18), Girian dan GB (16), warga Matuari, Bitung, Selasa (08/06/2021), sekitar pukul 05.00 WITA.

Sedangkan satu tersangka lainnya masih diburu petugas, yakni AM (20), warga Pinokalan, Bitung.

Informasi diperoleh, ketiga tersangka menikam Abdul Bagensa (17), Girian Indah, di perempatan Girian Indah, Girian, pada Senin (07/06) malam, sekitar pukul 22.00 WITA.

Awalnya tersangka BB meminjam hand phone milik perempuan berinisial F, lalu saling berbalas pesan dengan korban.

Dalam pesan tersebut, korban dan temannya menyampaikan hendak balas dendam atas perbuatan tersangka BB yang telah menikam dua temannya pada Senin dini hari, di Girian Permai.

Kemudian pada Senin malam itu, korban dan teman-temannya bertemu dengan ketiga tersangka tersebut.

Ketiganya lalu menikam korban secara bergantian, hingga korban mengalami enam luka tikaman cukup parah, antara lain di tengkuk, pinggul, ketiak kanan, dan tangan kanan.

Usai menikam, ketiga tersangka langsung melarikan diri. Sedangkan korban dilarikan ke RSUD Manembo-nembo Bitung untuk mendapatkan perawatan medis.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

“Kedua tersangka BB dan GB beserta barang bukti 2 bilah senjata tajam serta 1 unit sepeda motor sudah diamankan di Mapolres Bitung untuk diperiksa lebih lanjut,” ujarnya.

Lanjut Kombes Pol Jules Abraham Abast, petugas masih mengejar satu tersangka lainnya berinisial AM.

“Diduga AM ini juga membawa barang bukti senjata tajam yang digunakan saat kejadian,” tandas Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Adrian)

Manado, Sulutnews.com - Polres Tomohon melalui  Timsus URC Totosik Polres Tomohon, Sabtu (7/6/2021) sekira jam 04.00 Wita belum lama ini berhasil mengungkap  kasus prostitusi online di  Kota Tomohon,(Provinsi Sulut).

Mirisnya satu dari lima terduga yang diamankan adalah gadis 18 tahun inisial IM yang masih berstatus pelajar asal  Kabupaten Minahasa.

Kepada media ini, Tomohon AKBP Bambang Ashari Gatot SIK.MH melalui

Katimsus URC Totosik Ipda Yanny Watung menerangkan bahwa ke empat pemuda (terduga pelaku)  yang diamankan diantaranya RP (19), FR (15) masih berstautus pelajar, CT (19), dan RS (19),masing-masing mereka berasal dari kota Manado, ungkap Ipda Yanny.

Lanjut Aipda Yanny, pengungkapan kasus ini dilakukan Pada hari Sabtu (5/6) sekira jam 04.00 Wita saat Tim URC Totosik melakukan patroli di pusat Kota Tomohon, kemudian mendapati mobil dengan Nopol DB1705FD warna silver, terparkir ditengah Jalan depan Toko NTC Kelurahan Kolongan Kecamatan Tomohon Tengah.

Karena  merasa curiga team kami langsung menghampiri R4 tersebut, dan langsung melakukan pemeriksaan. "Melihat gerak - gerik para terduga pelaku ini sangat  mencurigakan, pemeriksaanpun berlanjut di telpon genggam dan dari sini kami  mendapati masing-masing telpon genggam mereka ternyata berisi chatingan yang menawarkan jasa tidur bersama yang diduga menawarkan jasa prostitusi.

Lanjut, Saat dilakukan interogasi, IM mengaku menjual diri melalui aplikasi Michat dengan harga Rp. 300 ribu hingga Rp 400 ribu, dibantu oleh rekannya RS,FR dan RP. Yang mana ke tiga rekannya itu berperan menjajakannya secara online di aplikasi Michat diseputaran Kota Tomohon.

Dari Penuturan, IM Uang hasil menjual diri digunakan untuk membayar mobil yang mereka sewa dan sisanya digunakan untuk keperluan sehari-hari. "Tak hanya itu saja, saat dilakukan Pemeriksaan Team URC Totosik juga mengamankan senjata tajam jenis badik milik CT, tukas Ipda Yanny. (/Adrian)

Manado, Sulutnews.com – Tim Resmob Polsek Maesa mengamankan dua pelaku penikaman, DL (18) dan SB (17), keduanya warga Kelurahan Wangurer Barat, Kecamatan Madidir, Kota Bitung, Rabu (02/06/2021) malam, sekitar pukul 22.30 WITA.

Kedua pelaku menikam Ahmad Tolomou (21), warga Kelurahan Bitung Barat, Kecamatan Maesa, Rabu dini hari sekitar pukul 03.30 WITA.

Awalnya sekitar pukul 00.30 WITA, korban mengirim pesan melalui WhatsApp kepada DL dan mengajaknya untuk minum minuman beralkohol.

Tak lama kemudian DL bersama SB dan dua temannya mendatangi rumah korban, lalu mereka menenggak minuman beralkohol hingga mabuk.

Kemudian sekitar pukul 03.30 WITA, DL bersama SB dan dua temannya tersebut hendak pulang. Saat itu pula korban dan DL terlibat adu mulut hingga terjadi perkelahian.

Melihat hal tersebut, SB mencabut sebilah pisau badik dari pinggangnya lalu menikam korban sebanyak dua kali. Korban yang dalam kondisi terluka berusaha merebut pisau sambil mendorong SB hingga terjatuh.

Seketika itu juga DL merebut pisau dari tangan SB, kemudian menikam korban sebanyak satu kali. Setelah itu kedua pelaku bersama dua temannya melarikan diri dengan berboncengan empat menggunakan sebuah sepeda motor.

Sedangkan korban dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan medis. Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Polsek Maesa.

Dalam penyelidikan dan pengejaran, Tim Resmob Polsek Maesa akhirnya mengetahui keberadaan kedua pelaku. Tim kemudian berhasil menangkap kedua pelaku saat bersembunyi di rumah salah satu pelaku.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Kedua pelaku beserta barang bukti sudah diamankan di Mapolsek Maesa untuk diperiksa lebih lanjut,” ujarnya.

Kombes Pol Jules Abraham Abast kembali mengimbau masyarakat untuk menghindari minuman beralkohol jenis apapun.

“Pengaruh minuman beralkohol itu sangat berbahaya. Tidak hanya merusak kesehatan, namun juga bisa memicu timbulnya tindak pidana seperti penganiayaan ini, bahkan kecelakaan lalu lintas. Brenti jo bagate!,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast. (**/Adrian)

Manado,Sulutnews.com -  Tim Macan dan Tim Paniki (MaPan) Polresta Manado mengamankan RL (15), atas kasus penganiayaan terhadap dua korban sesama warga Mahawu, Tuminting, Manado, yakni M. Rizali Suleman (18) dan Aji Syahputra Yunus (17), Minggu (30/05) kemarin,  sekitar pukul 02.00 WITA.

Informasi diperoleh, kejadiannya di Lingkungan VI Mahawu, sekitar pukul 01.00 WITA. Kedua korban saat itu sedang 'nongkrong' bersama beberapa temannya, lalu didatangi pelaku yang sudah dalam keadaan mabuk.

Pelaku kemudian hendak meminjam salah satu sepeda motor mereka, namun korban dan lainnya tidak mengizinkan. Pelaku yang tersinggung kemudian memukul pelipis kanan Rizali menggunakan sebongkah batu hingga terluka.

Sejurus kemudian, pelaku mencabut sebilah pisau badik dari pinggangnya, lalu menikam dada kiri Aji. Setelah itu pelaku langsung melarikan diri. Sedangkan kedua korban dilarikan ke rumah sakit.

Tim MaPan yang mendapat informasi kejadian, langsung merespons dengan melakukan penyelidikan dan pengejaran. Kurang lebih satu jam usai kejadian, pelaku berhasil diamankan saat bersembunyi di sekitar Tempat Pemakaman Umum (TPU) Mahawu.

Dalam pengembangan, tim juga berhasil mengamankan barang bukti sebilah pisau badik yang disembunyikan pelaku di rumah salah seorang temannya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan adanya kejadian tersebut.

"Pelaku beserta barang bukti sudah diamankan di Mapolresta Manado untuk diperiksa lebih lanjut," ujarnya, Senin (31/05) pagi.

Kombes Pol Jules Abraham Abast mengimbau masyarakat agar menghindari segala jenis minuman beralkohol, karena selain merusak kesehatan juga bisa memicu timbulnya tindak pidana seperti penganiayaan ini, bahkan kecelakaan lalu lintas.

"Selain itu pengawasan orang tua terhadap pergaulan anak juga sangat penting. Supaya tidak terpengaruh hal-hal negatif, terlebih agar tidak menjadi korban bahkan pelaku kejahatan," pungkasnya mengimbau. (Adrian)

Manado,sulutnews.com - Tim Resmob Polres Minahasa Selatan (Minsel) mengamankan pelaku penikaman, RPAR alias Rio (30), warga Kecamatan Wenang, Kota Manado, Rabu (26/05/2021) dini hari.

Pelaku menikam Rafidra Yohan (19), warga Kelurahan Ranoiapo, Kecamatan Amurang, Kabupaten Minsel, pada Sabtu (22/05) sekitar pukul 02.00 WITA, di wilayah kelurahan setempat.

Belum diketahui penyebab pasti, saat itu pelaku yang memegang sebilah pisau badik, tiba-tiba mengejar korban. Beberapa meter kemudian, korban terjatuh.

Seketika itu juga pelaku menikamkan pisau ke arah dada korban, tetapi korban berhasil menghindar dengan memutar badan ke kiri.

Pelaku kembali menikamkan pisau ke arah yang sama, namun korban menangkisnya dengan tangan kanan hingga mengalami luka sayatan cukup parah.

Usai beraksi, pelaku langsung melarikan diri dan bersembunyi hingga akhirnya ditangkap empat hari setelah kejadian. Sedangkan korban mendapat perawatan medis.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan adanya kejadian dan penangkapan tersebut.

“Informasi dari Polres Minsel, pelaku ditangkap saat bersembunyi di kost temannya, di wilayah Kota Manado. Pelaku kemudian diamankan di Mapolres Minsel untuk diperiksa lebih lanjut,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com – Penganiayaan menggunakan pisau dapur dilakukan MT (23) terhadap Rendy Orah (25), sesama warga Rurukan, Tomohon Timur, Minggu (23/05/2021), sekitar pukul 02.00 WITA.

Awalnya pelaku dan korban bersama beberapa rekan mereka berpesta miras di rumah salah seorang warga Rurukan. Korban lalu mengatakan bahwa pelaku giginya ompong.

Pelaku yang sudah dalam pengaruh miras dan sempat menghirup lem, merasa tersinggung dengan perkataan korban. Pelaku menuju dapur dan mengambil sebilah pisau.

Sejurus kemudian pelaku menghampiri dan menyerang korban menggunakan pisau. Korban mengalami luka sayatan cukup parah di bagian dahi sebelah kiri.

Setelah menganiaya, pelaku pun melarikan diri. Sedangkan korban dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Sementara itu Tim URC Totosik Polres Tomohon yang mendapat informasi kejadian lalu berkolaborasi dengan Polsek Tomohon Tengah untuk mengejar pelaku.

Hanya dalam waktu satu jam usai kejadian, petugas berhasil mengamankan pelaku di ruas jalan Rurukan-Kumelembuai, saat hendak melarikan diri ke Pusat Kota Tomohon.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan kejadian tersebut. “Pelaku beserta barang bukti pisau sudah diamankan di Mapolres Tomohon untuk diperiksa lebih lanjut,” ujarnya, Minggu pagi.

Kombes Pol Jules Abraham Abast juga mengimbau masyarakat untuk menghindari miras. “Karena pengaruh miras selain merusak kesehatan juga bisa memicu timbulnya aksi kejahatan, seperti penganiayaan, bahkan kecelakaan lalu lintas,” pungkasnya. (Adrian)

Tomohon, Sulutnews.com – Tim URC Totosik Polres Tomohon berhasil mengungkap kasus pencurian di rumah Ferry Theodorus Pondaag (48), warga Kelurahan Kakaskasen Dua, Kecamatan Tomohon Utara, yang terjadi pada Minggu (16/05/2021) dini hari.

Pelakunya, JP (18), warga Kelurahan Kakaskasen Satu, yang masih ada hubungan kekeluargaan dengan korban, diamankan pada Sabtu (22/05) dini hari, di rumah salah seorang temannya, di wilayah kelurahan setempat.

Pengungkapan kasus ini berdasarkan laporan korban di Polres Tomohon, yang dilaporkan dua hari usai kejadian. Tim Totosik merespons laporan tersebut dengan melakukan pengejaran. Pelaku diketahui sering berpindah lokasi persembunyian.

Sementara itu kejadiannya, pelaku masuk rumah korban lalu mengambil kunci sepeda motor yang berada di atas meja ruang tamu, dan juga satu buah hand phone Samsung A2 warna hitam yang sedang di-charge.

Selanjutnya, pelaku menyalakan sepeda motor Suzuki Skydrive DB 3828 MP warna putih yang terparkir di samping rumah korban.

Setelah itu pelaku bersembunyi di rumah temannya di Kakaskasen Satu. Pagi harinya, pelaku melarikan diri ke Desa Mokupa, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa.

Kemudian pada Jum’at (21/05) pagi, pelaku kembali ke Tomohon dan menginap di rumah temannya tersebut, hingga ditangkap petugas pada Sabtu dini hari, saat tertidur pulas.

Informasi diperoleh menyebutkan, ternyata awal Mei lalu pelaku juga melakukan pencurian di TKP yang sama. Saat itu pelaku mencuri satu buah hand phone Realmi warna biru dan satu pucuk senapan angin.

Dalam penangkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti sepeda motor dan hand phone Samsung A2 warna hitam milik korban.

Sepeda motor didapati di area perkebunan Walian. Kemudian hand phone Samsung A2 disita dari seorang pria yang sempat membelinya dengan harga Rp250 ribu.

Sedangkan hand phone Realmi warna biru, dicuri oleh teman pelaku yang identitasnya sudah diketahui. Dan untuk senapan angin, telah dijual pelaku melalui media sosial, yang identitas pembelinya juga sudah dikantongi petugas.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

 “Pelaku beserta barang bukti sudah diamankan di Mapolres Tomohon untuk diperiksa lebih lanjut. Kasus ini masih dikembangkan guna mencari barang bukti maupun pelaku lainnya,” tandas Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Adrian)

Tomohon, Sulutnews.com -  Tim URC Totosik Polres tomohon terpaksa mengamankan JW alias Jimmi (42), warga Paslaten Dua Lingkungan Dua, Kecamatan Tomohon Tengah lantaran diduga telah melakukan  pengancaman menggunakan pisau kepada korban WH alias Lili (70), warga Kelurahan Walian, Kecamatan Tomohon Selatan.

Kepada Wartawan, Sabtu (1/30), Kapolres Tomohon AKBP Bambang Ashari Gatot SIK.M.H membenarkan laporan tersebut.

Melalui Katimsus URC Totosik IPDA Yanny Watung   menerangkan,  bahwa Persoalan ini berawal saat JW  terlibat pertangkaran dengan istrinya (FU)  didalam rumah mereka.

Karena merasa kesal dengan cekcok yang terjadi, pelaku menuju ke kelurahan Walian Kecamatan Tomohon Selatan, di rumah orang tuanya. Hanya saja, sebelum JW tiba di rumah orang tuanya, istrinya telah mengadukan persoalan mereka kepada ayah mertuanya lewat telepon, ujar IPDA Yanny.

"Saat tiba, ayahnya langsung menasehati pelaku untuk segera pulang dan menyelesaikannya persoalan mereka secara baik-baik, sambil mendorong pelaku untuk segera kembali ke rumahnya.

Diduga  akibat sakit hati karena di suruh untuk kembali ke rumahnya, JW langsung bergegas kedalam rumah dan menuju kedapur untuk mengambil sebilah pisau.

"Lanjut itu, pelaku langsung menghampiri ayahnya yang masih berdiri di depan rumah.

Lanjut IPDA Yanny, Saat berhadapan dengan ayahnya, JW langsung mendorong ayahnya sampai terjatuh.  Sehingga Masyarakat sekitar yang melihat hal tersebut, langsung melerai untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

Setelah dilerai, JW langsung menuju ke rumah saudaranya yang berada tidak jauh dari TKP.

Akibat peristiwa itu, korban terpaksa dilarikan kerumah sakit karena kaki sudah timbul pendarahan. Untung ada warga yang melapor ke pihaknya, hingga tim kami langsung turun ke lokasi kejadian,” IPDA Yanny.

Tiba di lokasi, kami langsung mengumpulkan keterangan para saksi. Mendapat info jika tersangka sementara bersembunyi di rumah saudaranya tak jauh dari lokasi kejadian, kamipun langsung mengamankan JW tanpa perlawanan sambil mencari pisau yang dipegang tersangka waktu kejadian.

Sambung IPDA Yanny, Kurang lebih 30 menit, Team akhirnya berhasil menemukan sajam berupa sebilah pisau yang dilempar nya dihalaman rumah sekitar lokasi. Saat ini JW bersama barang bukti sudah kami amankan di Polres, tukasnya. (**/Adrian)