Hukum

Hukum (338)

Manado,Sulutnews.com – Tim Resmob Polres Bitung empat pelaku pengancaman menggunakan senjata tajam dan perampasan handphone yang terjadi di Girian Bawah, Girian, Bitung, pada Sabtu (28/5/2022) malam.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, membenarkan hal tersebut.

“Para pelaku yaitu AS (19), MM (16), dan N (19), ketiganya warga Girian, serta satu lainnya FR (16), warga Matuari, Bitung. Sedangkan korbannya adalah dua wanita yakni, Sri Dewi dan Yuliana,” ujarnya, Minggu (29/5).

Lanjut Kombes Pol Jules Abraham Abast, keempatnya menguasai wilayah Girian, dalam waktu yang berbeda.

“AS dan FR Sabtu malam sekitar pukul 22.00 WITA, sedangkan MM dan N ada pada Minggu dini hari, sekitar pukul 02.00 WITA,” katanya.

Kejadiannya, keempat pelaku yang berboncengan menggunakan satu sepeda motor, awalnya beraksi di rumah Sri Dewi pada Sabtu (28/5), sekitar pukul 17.55 WITA.

“Belum diketahui motifnya, para pelaku melakukan pengancaman menggunakan pisau badik dan pedang samurai korban,” jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Lalu sekitar pukul 19.15 WITA, para pelaku beraksi di rumah Yuliana, yang hanya kurang lebih 300 meter dari TKP pertama tersebut.

“Sedangkan di TKP kedua, para pelaku melakukan pengancaman menggunakan senjata tajam tersebut lalu merampas paksa ponsel milik korban Yuliana,” terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Kedua korban yang merasa keberatan atas kejadian tersebut, selanjutnya melapor ke SPKT Polres Bitung. Laporan direspons cepat oleh Tim 1 dan Tim 2 Resmob dengan melakukan penyelidikan hingga menangkap para pelaku beserta barang bukti.

“Keempat pelaku beserta barang bukti berupa 1 bilah pisau badik, 1 bilah pedang samurai, dan 1 buah handphone milik korban, sudah ada di Mapolres Bitung untuk melanjutkan. Sedangkan sepeda motor yang digunakan para pelaku saat beraksi masih dalam pencarian petugas,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Minahasa,Sulutnews.com- Kasus penganiayaan terjadi di Kecamatan Sonder, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara di ringkus oleh Polisi.

Dari keterangan Polisi tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama itu, terjadi Senin (30/5/2022) sekira Pukul 02:00 Wita di Desa Sendangan, Sonder.

Adapun korban  Fernando Pesik (28) warga Desa Kauneran, Kecamatan Sonder, Kabupaten Minahasa babak belur setelah dirinya dikeroyok dan ditikam.

Korban dikeroyok dan ditikam oleh lelaki berinisial FO (19) dan AT  (20), keduanya warga Desa Sendangan, Kecamatan Sonder.

Akibat kejadian yang terjadi di Desa Sendangan, korban harus menjalani perawatan tim medis karena luka yang dialaminya, ungkap Kapolres Tomohon AKBP Arian Primadanu Colibrito melalui Katim URC Totosik Aipda Yanny Watung.

Kepada media ini dijelaskan Aipda Yanny dari keterangan bahwa kejadian itu berawal ketika korban bersama dua temannya berboncengan menggunakan sepeda motor dan melintas di lokasi kejadian.

Saat itu korban meminta kepada kedua temannya untuk berhenti karena dirinya hendak buang air kecil.

Namun ketika sedang korban buang air kecil, kedua temannya kabur dari lokasi kejadian karena melihat sekelompok anak muda dari bangsal acara HUT datang dan mengejar mereka.

Akibatnya, korban tertinggal sendirian di lokasi kejadian. Sehingga kedua pelaku langsung menganiaya korban.

Bahkan usai dikeroyok, salah satu pelaku mengambil botol kaca dan memukulkan ke kepala korban. Pecahannya lantas ditikamkan ke tubuh bagian belakang korban.

Aksi kedua pelaku dilerai oleh salah satu warga setempat. Selanjutnya korban dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis. Sementara kedua pelaku langsung kabur dari lokasi kejadian.

Kejadian itu langsung dilaporkan ke Polsek Sonder. Tim URC Totosik dan Macan Resmob Polres Tomohon bersama Reskrim Polsek Sonder langsung melakukan penyelidikan serta pencarian terhadap pelaku.

Tak lama setelah kejadian, petugas kepolisian berhasil membekuk kedua pelaku. Dan selanjutnya membawa keduanya ke Polsek Sonder untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut, ujar Aipda Yanny.

Penulis: ARP

Rote Ndao,Sulutnews.com -- Belum lama ini, empat Advokat Jakarta yakni Darius Situmorang, SH,MH dan Gonggom Sihite, SH,MH, dan Desmon Helko, SH serta Eriska Sibagariang , SH dari Law Firm DR. TOGAR SITUMORANG, Jakarta telah melaporkan seseorang dari Pengelola Gedung Perkantoran di Jalan Kemang Selatan Raya Nomor 99, Jakarta Selatan.

Menurut, Advokat Dr. Togar Situmorang dasar laporan polisi tersebut berdasarkan Hak dan Kewajiban pada saat menyewa ruangan dalam gedung perkantoran tersebut.

dijelaskan dalam kontrak ada dimintakan uang DEPOSIT sebagai Jaminan dan akan dikembalikan uang DEPOSIT begitu kontrak atas sewa ruangan tersebut bila tidak diperpanjang akan dikembalikan utuh kepada pengontrak atau penyewa dalam hal pemilik Law Firm DR. TOGAR SITUMORANG.
Namun Justru berbuah masalah, bagaiamana tidak, permasalah dana DEPOSIT tersebut telah dilakukan upaya beberapa kali baik dengan cara mengundang atau minta klarifikasi dan terakhir memberikan SOMASI atau peringatan hukum malah tidak digubris bahkan membalas surat SOMASI dengan hal tagihan baru yang tidak ada hubungan dengan permintaan pengembalian uang DEPOSIT kepada yang berhak sehingga membuat Laporan Polisi dan telah difasilitasi pihak Polres Jakarta Selatan dengan nomor registrasi bahwa Laporan Polisi dengan Nomor : Lp/B/1216 /V/SPKT/POLRES METRO JAKSEL/POLDA METRO JAYA tertanggal 27 Mei 2022.

Menurut Togar dalam siaran persnya, senin (30/5/2022) menyebutkan
Laporan Polisi terhadap seseorang pengelola tersebut dari Gedung Perkantoran Jalan Kemang Selatan Raya Nomor 99, Kemang agar ada kepastian hukum dan diuji dalam ranah hukum agar ada kejelasan dan tidak menjadi hal hal tidak ada kejelasan terkait dana jaminan tersebut karena semua berawal dengan perjanjian sewa menyewa ruangan kantor dan itu sesuai Pasal 1548 KUHPerdata dimana dijelaskan sebagai suatu perjanjian antara para pihak saling mengikatkan diri selama waktu tertentu dan dengan pembayaran oleh pihak Penyewa (Togar Situmorang) dan Perjanjian itu sah.

Menurutnya, apabila dilakukan sesuai aturan Pasal 1320 dan semua perjanjian yang dibuat secara sah merupakan Undang Undang bagi mereka yang membuatnya dan ada item bahwa Dana Deposit wajib dikembalikan setelah Penyewa tidak melanjutkan sewa ruangan selanjutnya ,” terannya.
Menurut Togar, Laporan Polisi berharap agar berjalan proses hukum sesuai dengan aturan hukum dan dalam perjanjian tersebut dijelaskan bahwa dana atau uang DEPOSIT tersebut bila sewa ruangan berakhir bisa dikembalikan kepada Penyewa (Dr. Togar Situmorang) UANG DEPOSIT secara seketika tanpa alasan apapun.

Dr. Togar Situmorang unsur dari seorang Pengelola Gedung Perkantoran di Kemang tersebut masuk katagori Penggelapan Dana DEPOSIT sesuai dalam Pasal 372 KUHP berbunyi “ Barangsiapa dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagaian adalah kepunyaan orang lain, tetapi yanh ada dalam kekuasaan nya bukan karena kejahatan diancam karena penggelapan, dengan pidana penjara paling lambat empat tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah dan yang unik bila betul menjadi Tersangka bahkan Terdakwa walau ada pengembalian Dana hasil Penggelapan karena sudah sempurna perbuatan pidananya tidak akan menghapus pidananya hanya akan menjadi pertimbangan Hakim untuk meringankan hukuman.
Ia mengutip, Geen Straf Zonder Schuld “ Tiada Hukum Tanpa Kesalahan dan untuk Laporan tentang pengggelapan semoga bisa berjalan baik dan profesional agar terungkap kenapa bisa seseorang dipercaya telah menyalahgunakan kepercayaan Aset (Embezzlement) ungkapnya.

Permasalahan Hukum ini terkait penggelapan Dana merupakan suatu tindakan tidak jujur dengan menyembunyikan barang/harta orang lain oleh satu orang atau lebih tanpa sepengetahuan pemilik dana DEPOSIT dengan tujuan untuk mengalih milik (pencurian), menguasai atau digunakan untuk tujuan lain,” tutup Dr. Togar
Reporter : Dance henukh

Tomohon,Sulutnews.com - Tim URC Totosik Polres Tomohon mengamankan seorang pria terduga pelaku pengancaman dengan menggunakan senjata tajam (sajam), Minggu (29/5/2022) sekitar pukul 16.00 WITA

“Pelaku berinisial ST (54), warga Kelurahan Woloan satu, Kota Tomohon. ditangkap di wilayah Kecamatan Tomohon Tengah, "kata Kapolres melalui Katim Totosik URC Totosik Aipda Yanny Watung kepada media ini di Tomohon.

Pelaku tersebut diduga melakukan pengancaman denganparang terhadap pria bernama Yance ratuliu  (61) Warga Kelurahan Wawali Kecamatan Ratahan.

Dijelaskan Aipda Yanny kasus pengancaman ini terjadi di Kelurahan Woloan satu Lingkungan V, Sekitar Pukul 15.30 Wita.

Kejadian bermula saat pelapor datang berkunjung ke rumah anaknya yang beralamat di Kelurahan Woloan satu Ling V Kecamatan Tomohon Barat.

Saat pelapor sedang berdiri di depan rumah  anaknya, tiba-tiba datang Pelaku ST yang dalam keadaan mabuk datang sambil marah - marah di rumah Keluarga Montolalu - Ratuliu sambil membawa parang dan tanpa alasan yang jelas pelaku langsung berlari mengejar korban.

Dikatakan Aipda Yanny pelaku juga sempat menusuk korban tapi tidak mengenai korban.

"Bahkan karena Pelaku tidak puas dia juga langsung menebas arah Kepala kepada korban memakai parang, namun Korban berhasil menghindar.

Saat itu juga korban langsung berlari ke dalam rumah untuk mengamankan diri, setelah itu pelaku melarikan diri ke rumahnya Karena warga setempat sudah terkumpul di di TKP.

Saat menerima laporan dan dilakukan interogasi singkat Kepada Korban, sekitar pukul 16.00 Wita, Team Totosik langsung mendapati pelaku di depan rumahnya yang berada di Kelurahan woloan satu Lingkungan V Kecamatan Tomohon barat. "Saat itu pelaku dalam keadaan mabuk sambil  memegang parang.

Ditambahkan Aipda Yanny saat  Team ingin melakukan penangkapan pelaku melakukan perlawanan, sehingga salah satu anggota langsung membuang tembakan peringatan ke atas sehingga pelaku langsung membuang parangnya ke dalam selokan, dan Team langsung menangkap pelaku.

Saat itu juga pelaku beserta barang bukti (parang) sudah diamankan di Mapolres Tomohon untuk diproses lebih lanjut,”kata Apida Yanny.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com  - Tim I Resmob Polres Bitung mengamankan seorang pria berinisial DT (50) terduga pelaku pencabulan terhadap anak tirinya berusia 13 tahun, yang terjadi di salah satu Kelurahan di Kota Bitung.

Dihubungi terpisah, Sabtu (28/5/2022) siang, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

"Terduga pelaku yang merupakan ayah tiri korban sudah diamankan pada hari Jumat (27/5/2022)," ujarnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, aksi pencabulan ayah tiri ini terjadi sejak tahun 2018 hingga bulan April 2022.

"Diduga terduga pelaku melakukan aksi pencabulan sejak tahun 2018 dan baru terungkap sejak korban memberanikan diri menceritakan kejadian tersebut ke tetangga dan perangkat Kelurahan setempat" ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Korban mengatakan jika selama ini ia diancam oleh ayah tirinya jika memberitahukan kejadian tersebut ke orang lain.

"Terduga pelaku mencabuli korban sambil mengancam akan membunuhnya jika sampai ada orang lain yang tahu. Dan perbuatannya itu sering dilakukan pada malam hari, disaat korban tidur sendiri di kamarnya," katanya.

Mendapat laporan dari warga, Tim Resmob segera bergerak dan melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku, di rumahnya.

"Terduga pelaku sudah diamankan di Mako Polres Bitung dan akan dilakukan pemeriksan lebih lanjut," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Tomohon,Sulutnews.com  - Tim Resmob Polres Tomohon mengamankan pelaku penganiayaan yang terjadi pada Sabtu (28/5/2022) sore di Kompleks Pasar Wilken Kelurahan Paslaten, Kota Tomohon.

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

"Pelaku adalah pria berinisial IA (32) yang berprofesi sebagai buruh di pasar. Ia diamankan beberapa jam setelah kejadian, saat berada di rumah saudaranya, di sekitar Kota Tomohon," terangnya, Minggu (29/5/2022).

Menurut Kombes Pol Jules Abraham Abast, penganiayaan diduga bermula dari kesalahpahaman antara pelaku dan korban, seorang pria bernama Billy T.

"Saat itu korban menegur pelaku terkait bahan jualan di pasar. Namun teguran tersebut tak diterima pelaku dan diduga justru langsung melakukan pemukulan dengan tangan terhadap korban," ujarnya.

Mendapat pukulan tersebut, spontan korban menangkisnya dengan tangan. Namun pukulan kedua pelaku langsung mengenai di wajah.

"Korban pun mengalami luka memar di wajah dan mengeluarkan darah dari hidung," kata Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Pasca kejadian, korban langsung melaporkan hal tersebut ke Polsek Tomohon Tengah.

"Setelah melakukan koordinasi dengan Tim Resmob Polres Tomohon, pelaku akhirnya bisa ditangkap dan saat ini sudah berada di Mako Polsek Tomohon Tengah untuk diproses hukum lebih lanjut," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Bitung,Sulutnews.com – Tim Resmob Polres Bitung mengamankan empat pria pelaku pengancaman menggunakan senjata tajam (sajam) dan perampasan handphone yang terjadi di Girian Bawah, Girian, Bitung, pada Sabtu (28/5/2022) malam.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, membenarkan hal tersebut.

“Para pelaku yaitu AS (19), MM (16), dan N (19), ketiganya warga Girian, serta satu lainnya FR (16), warga Matuari, Bitung. Sedangkan korbannya adalah dua wanita yakni, Sri Dewi dan Yuliana,” ujarnya, Minggu (29/5) sore.

Lanjut Kombes Pol Jules Abraham Abast, keempat pelaku diamankan di wilayah Girian, dalam waktu berbeda.

“AS dan FR diamankan Sabtu malam sekitar pukul 22.00 WITA, sedangkan MM dan N diamankan pada Minggu dini hari, sekitar pukul 02.00 WITA,” katanya.

Kejadiannya, keempat pelaku yang berboncengan menggunakan satu sepeda motor, awalnya beraksi di rumah Sri Dewi pada Sabtu (28/5), sekitar pukul 17.55 WITA.

“Belum diketahui motifnya, para pelaku melakukan pengancaman menggunakan pisau badik dan pedang samurai terhadap korban,” jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Lalu sekitar pukul 19.15 WITA, para pelaku beraksi di rumah Yuliana, yang hanya berjarak kurang lebih 300 meter dari TKP pertama tersebut.

“Sedangkan di TKP kedua, para pelaku melakukan pengancaman menggunakan senjata tajam tersebut lalu merampas paksa handphone milik korban Yuliana,” terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Kedua korban yang merasa keberatan atas kejadian tersebut, selanjutnya melapor ke SPKT Polres Bitung. Laporan direspons cepat oleh Tim 1 dan Tim 2 Resmob dengan melakukan penyelidikan hingga menangkap para pelaku beserta barang bukti.

“Keempat pelaku beserta barang bukti berupa 1 bilah pisau badik, 1 bilah pedang samurai, dan 1 buah handphone milik korban, sudah diamankan di Mapolres Bitung untuk diproses lanjut. Sedangkan sepeda motor yang digunakan para pelaku saat beraksi masih dalam pencarian petugas,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Bitung,Sulutnews.com – Tim 2 Resmob Polres Bitung mengamankan 1 dari 2 pria pelaku penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam (sajam) yang terjadi pada Sabtu (21/5/2022) malam, di Girian Bawah, Girian, Bitung.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

“Satu pelaku yang diamankan berinisial RA (27), warga Kecamatan Girian. Ditangkap pada hari Jumat (27/5) malam, di wilayah Bitung. Sedangkan satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran,” ujarnya, Sabtu (28/5/2022) pagi.

Kombes Pol Jules Abraham Abast menerangkan, kedua pelaku menganiaya Chairil (36), warga Girian Bawah, sekitar pukul 23.40 WITA.

“Kedua pelaku berada di lokasi acara ulang tahun dan sudah dalam keadaan mabuk miras. Tanpa sebab yang jelas, keduanya menghampiri korban yang saat itu berdiri di luar lokasi acara. Teman pelaku lalu memukul wajah korban dengan tangan kosong,” jelasnya.

Korban pun membalas dengan pukulan, hingga terjadi perkelahian dengan teman pelaku. Melihat hal tersebut, RA berusaha melerai namun korban memukul dagu dan mata RA.

“RA mencabut pisau badik dari pinggang lalu menikamkannya ke arah perut korban, namun korban berhasil menghindar sehingga pisau tersebut terjatuh. Terjadi aksi saling dorong hingga RA dan korban terperosok ke dalam selokan,” terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Saat itu pula, teman pelaku mengambil pisau badik tersebut lalu menikam punggung korban. Korban lalu melarikan diri dan dikejar kedua pelaku namun tidak tertangkap.

“Korban dilarikan keluarganya ke RSUD Manembo-Nembo Bitung lalu menjalani rawat jalan. Korban melapor ke Polres Bitung beberapa saat usai kejadian,” pungkasnya.

Saat ini pelaku bersama barang bukti sebuah pisau badik sudah diserahkan ke Penyidik Polres Bitung untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com - Personel Polsek Amurang mengamankan terduga pelaku penikaman dengan senjata tajam jenis pisau yang dilakukan WN (34) terhadap kakak kandungnya, di Kecamatan Amurang Timur, Rabu (25/5/2022) malam.

Kepada media ini Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

"Terduga pelaku langsung diamankan beberapa saat setelah kejadian penikaman terhadap EN (44), selaku kakak kandungnya," terangnya , Jumat (27/5/2022).

Latar belakang kejadian penikaman diduga karena keduanya mabuk dan berselisih paham gegara rebutan harta orang tua.

"Diduga karena sudah mabuk, kedua pria ini kemudian terlibat adu mulut. Korban sempat mendorong dan melakukan pemukulan, selanjutnya pelaku mengambil pisau yang diselipkan di pinggangnya kemudian langsung menikam korban di bagian perut," ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka dan harus mendapat perawatan medis.

"Korban langsung dilarikan ke rumah sakit oleh warga setempat untuk mendapatkan perawatan medis, sementara terduga pelaku langsung diamankan petugas Polsek Amurang," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com - Tim Opsnal Polres Tomohon (URC Totosik) di pimpin oleh Katim Aipda Yanny Watung mengamankan 3 terduga pelaku tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama di Kelurahan Woloan Dua, Kecamatan Tomohon Barat pada hari Minggu (22/5/2022) sekitar pukul 21.00 Wita.

"Ketiga terduga pelaku masing-masing pria berinisial RM (21), CT (23) dan FP (27) diamankan polisi di 3 lokasi berbeda di Kota Tomohon pada hari Selasa (24/5/2022) siang," ujar Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, saat dikonfirmasi Rabu (25/5/2022) pagi.

Penganiayaan tersebut dialami oleh Marten Worotikan (24), warga Tomohon Selatan, yang terjadi di sebuah pangkalan ojek.

"Sebelum kejadian, korban dan isteri sedang menunggu taksi online di pangkalan ojek, tiba-tiba salah satu terduga pelaku berinisial CT yang diduga sudah mabuk, datang dan marah-marah tanpa alasan yang jelas terhadap korban," terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Keduanya pun terlibat adu mulut. Saat sedang terjadi adu mulut antara keduanya, beberapa saat kemudian datang 2 terduga pelaku lainnya dan langsung melakukan pemukulan hingga korban terjatuh.

"Usai memukul dan menendang korban, 3 pria ini langsung meninggalkan TKP, sedangkan korban mengalami memar-memar di wajah dan luka gores di bagian rusuk sebelah kiri," ujarnya.

Mendapat laporan dari korban, Tim Opsnal segera melakukan penyelidikan keberadaan ketiga terduga pelaku dan langsung mengamankannya 2 hari setelah kejadian.

"Saat ini 3 pria ini sudah berada di Mako Polres Tomohon untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP