Hukum

Hukum (623)

Manado,Sulutnews.com – Tim Opsnal Polres Tomohon mengamankan seorang pria berinisial BN (25), yang diduga telah melakukan penganiayaan di Kelurahan Woloan Dua Kecamatan Tomohon Barat, Minggu (17/4/2022) sekitar pukul 20.00 Wita.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut. “Mendapat laporan warga, Polisi langsung bergerak dan mengamankan terduga pelaku beberapa saat setelah kejadian, saat sedang kumpul bersama teman-temannya di kompleks Lorong Inpres, Woloan Dua,” ujarnya, Senin (18/4/2022).

Penganiayaan tersebut dilakukan oleh terduga pelaku terhadap 2 rekannya sendiri yaitu pria bernama Aldy Kawuwung (20) dan Marlon Kawengian (18).

Sebelum kejadian, kedua korban datang ke rumah terduga pelaku untuk melakukan pesta minuman keras (miras) bersama-sama. Diduga karena sudah kelebihan meneguk miras, terduga pelaku tiba-tiba memarahi kedua korban.

“Awalnya cuma terjadi adu mulut, tiba-tiba terduga pelaku langsung memukul dan menendang keduanya silih berganti, sehingga mengakibatkan kedua korban mengalami memar di wajah dan kaki,” ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Saat ini terduga pelaku sudah diamankan di Polsek Tomohon Tengah untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Penulis: ARP

Kotamobagu,Sulutnews.com -  Satuan Resnarkoba Polres Kotamobagu mengamankan 4 orang yang diduga memiliki ribuan obat berbahaya jenis psikotropika. Sayangnya salah satu tersangka VRS alias Vick, mengaku keberatan atas penangkapan terhadap dirinya.

Bahkan dengan tegas pria yang berprofesi sebagai kasir di Toko UD Usaha Baru ini mengaku bahwa dirinya telah dijebak.

"Pasalnya sebagai kasir dirinya tidak tau kalau barang yang di titip para tersangka lainnya ternyata adalah obat-obatan jenis psikotropika.

"Jadi semua barang yang dititipkan di toko akan dijual. Dan uang barang bukti 700.000 yang di sita itu di dapat /diambil di meja kasir toko UD Usaha Baru bukan dirumah, beber Vick kepada wartawan sulutnews.com

Sebelumnya diketahui pengungkapan kepemilikan obat-obatan jenis psikotropika ini disampaikan dalam press conference yang dipimpin oleh Kasat Reserse Narkoba Kompol Suyono Sutadji didampingi Kasi Humas Iptu I Dewa Dwiadyana di Mapolres Kotamobagu, Sabtu (16/4/2022).

Menurut Kompol Suyono, penangkapan dilakukan terhadap para tersangka pada hari Senin, 11 April 2022 sekitar pukul 22.30 Wita, saat berada di salah satu hotel di Kotamobagu.

“Mereka yang ditangkap di hotel adalah pria berinisial JFK (35) warga Kokapoi dan YFP (29) warga Kotobangon, sedangkan pria berinisial SA (41) dan VRS (19) ditangkap pada hari yang sama di rumahnya, di Desa Lolayan dan di Togop,” ujarnya.

Barang bukti yang diamankan antara lain dari tangan JFK diamankan berupa 13 butir Zipras/Aprasolam 1.0 mg yang dibeli dari tersangka VRS serta 1 buah HP. Selanjutnya 10 butir obat Merlopam 2.0 mg diamankan dari tangan YFP yang mana obat tersebut dibeli dari SA serta satu buah HP.

Barang bukti selanjutnya diamankan dari SA yakni 368 butir Sanax Aprasolam 1.0mg, 199 butir Riklona/Mersi 2mg, 67 butir Clorilex/Mersi kuning 25mg, 218 butir Aprasolam, 1mg, 206 butir Merlopan/Mersi 2mg, serta uang hasil penjualan obat dari JFK dan YFP.

Adapun barang bukti yang diamankan dari tersangka VRS alias Vick uang sebesar Rp. 700.000 hasil penjualan Zipras/ 1mg sebanyak 20 butir terhadap JFK dan YFP.

Total barang bukti obat berbahaya atau Psikotropika dari para tersangka yakni 1.080 butir.

“Para tersangka melanggar pasal 62 Undang-undang nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika, sanksi pidana paling lama 5 tahun penjara dan denda seratus juta rupiah,” pungkas Kompol Suyono Sutadji.

Penulis: ARP

Manado,sulutnews.com – Tim Opsnal Satresnarkoba Polresta Manado mengamankan seorang pengedar beserta 850 butir obat keras jenis Trihexyphenidyl, Rabu (13/4/2022) siang.

Terkait adanya pengungkapan kasus tersebut, dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast.

“Pelakunya pria berinisial RV (30), warga Tikala Baru, Manado. Ditangkap di wilayah Komo Dalam, Manado,” ujarnya, Sabtu (16/4) siang.

Sebelumnya, tim mendapat informasi dari masyarakat bahwa pelaku diduga kuat sering mengedarkan Trihexyphenidyl di wilayah Wenang dan Tikala.

Lanjut Kombes Pol Jules Abraham Abast, setelah penangkapan itu tim menuju rumah pelaku dan melakukan pemeriksaan.

“Tim mendapati 850 butir Trihexyphenidyl dan uang Rp210 ribu hasil transaksi obat keras tersebut,” jelasnya.

Pelaku beserta barang bukti tersebut telah diamankan di Mapolresta Manado untuk diproses lanjut.

“Kasus ini masih dalam pengembangan untuk mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain maupun jaringan pengedar obat keras di Manado,” tambah Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Kombes Pol Jules Abraham Abast juga mengimbau masyarakat agar menghindari penggunaan obat keras jenis apapun tanpa petunjuk atau resep dokter karena dapat berakibat fatal.

“Masyarakat juga diminta segera melapor ke pihak kepolisian apabila mengetahui adanya peredaran maupun penyalahgunaan obat keras,” pungkasnya.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com - Tim Resmob Polres Kepulauan Talaud dan Polsek Essang mengamankan seorang remaja berinisial HK (14) yang diduga melontarkan panah wayer terhadap temannya sendiri, pria bernama Gustap (14).

Menurut penjelasan Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, peristiwa ini terjadi di salah satu rumah warga di Kecamatan Essang Kabupaten Kepulauan Talaud, pada hari Rabu (13/4/2022) siang.

"Panah wayer yang dilontarkan pelaku, tertancap di bawah mata kiri korban dan korban harus mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Daerah Mala," ujar kepada media ini Jumat (15/4/2022).

Sebelum kejadian, keduanya sedang berada di dalam kamar, tak berapa lama kemudian pelaku pergi ke dapur mengambil panah wayer dan membawanya ke dalam kamar.

Apesnya, panah wayer yang semula jadi bahan candaan pelaku, akhirnya diduga dilontarkan pelaku dan mengena tepat di bawah mata kiri korban yang sedang dalam posisi duduk.

"Pelaku kaget karena korban langsung tergeletak di tempat tidur. Pelaku kemudian memanggil temannya untuk membawa korban ke Puskesmas Essang.

Korban selanjutnya dirujuk ke RSUD Mala," terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Usai mengantar korban ke Puskesmas Essang, pelaku langsung bersembunyi di sepanjang pinggir pantai Essang-Lalue karena takut, kemudian pada saat hari mulai gelap pelaku pulang ke rumah.

Mendapat laporan kejadian tersebut, Tim Resmob Polres Kepulauan Talaud langsung bergerak melakukan pengembangan berdasarkan beberapa informasi dan petunjuk.

"Pelaku diamankan hari itu juga saat sedang berada di rumahnya dan telah dibawa ke Satuan Reskrim Polres Kepulauan Talaud, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com - Tim Resmob Polres Bitung mengamankan pelaku pembawa senjata tajam jenis panah wayer.

Dijelaskan Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, polisi mengamankan seorang pria berinisial AK (19) warga Madidir Bitung yang berprofesi sebagai nelayan.

"Pria ini diamankan pada Rabu (24/4/2022) malam sekitar pukul 23.30 Wita di sekitar Kelurahan Paceda, Kota Bitung," ujarnya saat di konfirmasi media ini, Jumat (15/4/2022).

Proses penangkapan berawal saat terjadi keributan di sekitar Kelurahan Paceda, Kecamatan Madidir. Mendapat informasi dari masyarakat, Tim Resmob langsung bergerak ke lokasi dan mendapatkan sejumlah anak muda sedang berada di lokasi tersebut.

"Saat polisi melakukan pemeriksaan badan, salah satu pria berinisial AK berusaha kabur namun dapat diamankan kembali. Saat dilakukan pemeriksaan, polisi akhirnya menemukan barang bukti senjata tajam jenis panah wayer di dalam tas yang dibawanya," terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Pria ini langsung dibawa ke Mako Polsek Maesa untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sedangkan anak-anak muda yang berada di lokasi langsung dibubarkan oleh petugas.

Penulis: ARP

Tomohon,Sulutnews.com – Tim Opsnal Polres Tomohon URC Totosik menemukan sebuah

Handphone (HP) merk Iphone milik pria bernama Fransiskus Mawikere, warga Paslaten Dua Tomohon Timur yang dicuri orang tak dikenal.

Peristiwa ini terjadi pada hari Rabu (13/4/2022) malam, ungkap Kasi Humas Polres Tomohon AKP Hani Goni saat di konfirmasi.

Diterangkan AKP Hani, Hp tersebut ditemukan di jalan raya Rurukan Kecamatan Tomohon Timur, yang diletakan pelaku di bawah rerumputan.

Menurut pengakuan korban, saat sedang menjaga kios jualan, pada Rabu (13/4/2022) sekitar pukul 18.20 Wita, ia didatangi 2 orang tak dikenal untuk membeli rokok.

Setelah selesai membeli rokok, keduanya kembali ke depan motornya, dan beberapa saat kemudian mereka balik ke kios untuk menukar rokok yang dibeli.

“Saat balik itulah, pelaku diduga mengambil handphone seluler berjenis Apple Iphone 11 milik korban dan langsung meninggalkan TKP,” ujar Hani.

Mendapat laporan korban, polisi langsung melacak nomor handphone yang ada di Iphone tersebut dan termonitor handphone tersebut terdeteksi berada di seputaran Kelurahan Kaaten.

“Tim langsung menuju lokasi tersebut, dan dalam perjalanan ke lokasi, Tim mencoba melacak kembali keberadaan handphone tersebut dan terdeteksi sudah berpindah lokasi di jalan raya Rurukan Kecamatan Tomohon Timur,” imbuhnya.

Handphone tersebut ditemukan di perkebunan samping jalan raya Rurukan yang sudah timbun dengan rumput, sedangkan pelaku pencurian sudah melarikan diri.

“Barang bukti handphone seluler jenis Apple Iphone 11 sudah dikembalikan kepada pemiliknya, sedangkan pelaku masih dalam pencarian,” tandas AKP Hani.

Penulis: ARP

Tomohon,Sulutnews.com - Jadi Daftar Pencarian Orang (DPO) Kasus Pencurian sejumlah Scaffolding milik perusahaan PT Bara Jaya Utama Balikpapan berhasil di Tangkap di Wilayah Hukum Polres Tomohon.

Adalah DW alias  Dhevid (37),  Warga Kelurahan Talete Satu Kecamatan Tomohon Tengah ini di tangkap saat berada di kompleks jalan raya tepatnya di depan rumah makan Anugerah Tomohon, ungkap Kapolres Tomohon AKBP Arian Primadanu Colibrito melalui Katimsus URC Totosik Aipda Yanny Watung saat di konfirmasi, Rabu (13/4/2022).

Kepada media ini dijelaskan Aipda Yanny, pelaku DW ditangkap karena diduga telah mencuri sejumlah Scaffolding milik perusahaan tempatnya bekerja yaitu PT Bara Jaya Utama Balikpapan.

"Scaffolding yang dicuri pelaku berukuran besar sebanyak 353 pcs dan  Scaffloding kecil berjumlah 101 pcs. Scaffolding.

Akibat perbuatan pelaku pihak perusahaan mengaku mengalami kerugian sebesar 280 juta rupiah.

Lanjut Aipda Yanny Watung penangkapan terhadap pelaku dilakukan atas permintaan back up dari Team Opsnal Polres Kota Balikpapan.

"Dalam melakukan aksinya pelaku tidak sendirian, dia dibantu rekannya yang sudah terlebih dahulu ditangkap oleh team Opsnal Polres Kota Balikpapan pada hari Selasa tanggal 12 April kemarin.

Dari hasil interogasi terhadap kedua pelaku, mereka mengaku terpaksa mencuri karena butuh biaya untuk pulang kampung.

"Sambung Aipda Yanny, selain untuk biaya pulang kampung, sebagian uang digunakan untuk jalan-jalan,"tukasnya.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com - Tim Resmob Polresta Manado bersama Resmob Polsek Maesa mengamankan pelaku penganiayaan dengan senjata tajam, seorang pria berinisial MD (18) warga Kota Bitung.

Dikonfirmasi Rabu (13/4/2022) siang, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

"Pelaku MD diduga melakukan penganiayaan dengan senjata tajam jenis pisau badik terhadap korban, pria bernama Fahri Kaharu (36) warga Kota Manado, pada hari Selasa (12/4/2022) pukul 04.00 Wita di Pasar Bersehati Manado," ujarnya.

Pelaku berhasil diamankan petugas gabungan beberapa jam kemudian, tepatnya pada Selasa (12/4/2022) sekitar pukul 15.00 Wita, di Kota Bitung.

Dijelaskan oleh Kombes Pol Jules Abraham Abast, sebelum kejadian, korban bersama isteri pagi itu akan memulai berjualan di Pasar Bersehati Manado, tiba-tiba didatangi pelaku dan bertanya kalau korban yang bertengkar saat di kendaraan tadi.

"Begitu korban menjawab iya, pelaku diduga langsung menikam korban di paha kiri dan kanan dengan pisau badik yang ia bawa. Korbanpun mengalami 4 tikaman, sedangkan pelaku langsung melarikan diri," terangnya.

Pelaku adalah resedivis kasus pencurian. "Saat ini pelaku bersama barang bukti sudah diamankan di Polresta Manado untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ia ditangkap saat sedang berada di rumah temannya di Kota Bitung," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com - Tiga oknum pelajar di Kota Tomohon terpaksa diamankan Tim Resmob Polres Tomohon, pada Rabu (13/4/2022) sekitar pukul 00.25 Wita.

Menurut Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, ketiga pelajar berinisial GL (14), FP (19) dan MR (16) ini diduga telah melakukan penganiayaan terhadap korban, seorang lelaki bernama Andika Wangkar (16).

"Penganiayaan dilakukan di Kecamatan Tomohon Selatan, pada Selasa (12/4/2022) malam," ujarnya, Rabu (13/4/2022) siang.

Kejadian tersebut bermula saat korban datang mencari temannya di sekitar TKP. Selanjutnya korban ditegur oleh pelaku karena membawa sepeda motor berknalpot bising.

"Merasa tegurannya tidak diterima, para pelaku selanjutnya emosi dan melakukan penganiayaan terhadap korban dengan cara meninju dan menendang," ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka pada hidung yang mengeluarkan darah, dan sakit pada kepala selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polisi.

"Polisi langsung bergerak malam itu juga mencari para pelaku. Saat ini para pelaku sudah diamankan ke Mapolsek Tomohon Selatan, guna diproses lebih lanjut," singkatnya.

Penulis: ARP

Kotamobagu,Sulutnews.com - Polda Sulawesi Utara dan jajaran terus melakukan patroli pencegahan serta penindakan terhadap para pelaku balap liar yang marak terjadi di bulan suci Ramadhan.

Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, di ruang kerjanya, Rabu (23/4/2022) siang.

"Baru-baru ini pada Selasa (12/4/2022) dini hari, personel gabungan yang terdiri dari Satuan Lantas, Patroli Presisi, serta Tim Resmob Satuan Reskrim Polres Kotamobagu membubarkan balapan liar di jalan raya Desa Bakan Kecamatan Lolayan," ujarnya.

Pada patroli gabungan tersebut, petugas berhasil mengamankan sebanyak 44 unit sepeda motor berbagai merk, selanjutnya diamankan di Mako Satuan Lalu Lintas Polres Kotamobagu.

“Petugas Kepolisian di lapangan tak henti-hentinya mengimbau anak-anak muda agar tidak terlibat balapan liar. Hal ini selain membahayakan diri sendiri, juga bisa membahayakan orang lain," ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Adapun pasal yang dikenakan kepada para pelaku balap liar yakni Pasal 297 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) yaitu “Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor berbalapan di jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 115 Huruf b, dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp. 3 juta”.

“Bagi para pelaku akan diberi tindakan dengan dilakukan penahanan sementara kendaraan tersebut, sampai jatuh tempo sidang sebagai efek jera," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP