Hukum

Hukum (623)

Manado,Sulutnews.com – Unit Resmob Polsek Aertembaga mengamankan pelaku penganiayaan yang terjadi di pangkalan ojek Aertembaga Satu, Bitung, pada Sabtu (7/5/2022) malam.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast berdasarkan informasi dari Polres Bitung, tak menampik hal tersebut.

“Pelakunya pria berinisial YB (26), warga Winenet Dua, Aertembaga. Ditangkap pada Minggu (8/5) pagi, di wilayah Winenet Satu,” ujarnya, Minggu sore.

Pelaku diketahui menganiaya remaja pria bernama Kirsten (17), warga Aertembaga Dua, sekitar pukul 23.00 WITA.

Kombes Pol Jules Abraham Abast menjelaskan, malam itu korban sedang duduk di atas sepeda motor yang terparkir di pangkalan ojek, kemudian pelaku datang dalam keadaan mabuk miras.

“Tanpa sebab yang jelas, pelaku yang datang dari arah belakang langsung menendang pinggang kanan korban, lalu memukul kepala korban beberapa kali menggunakan tangan kosong,” jelasnya.

Tendangan dan pukulan tersebut membuat korban terjatuh kemudian terbentur aspal hingga mengalami luka-luka di bagian kening, pipi serta bahu sebelah kanan.

Pelaku kemudian melarikan diri. Sedangkan korban mendatangi Mapolsek Aertembaga untuk melaporkan penganiayaan tersebut.

Kombes Pol Jules Abraham Abast menambahkan, laporan direspons cepat Unit Resmob Polsek Aertembaga dengan melakukan penyelidikan, hingga menangkap pelaku saat tidur di rumah seorang warga.

“Pelaku kemudian diamankan di Mapolsek Aertembaga untuk diperiksa lebih lanjut,” pungkasnya.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com – Karena melakukan pengancaman menggunakan pisau dapur, seorang pria berinisial EP (45), warga Kayawu, Tomohon Utara, diamankan Unit Resmob Satreskrim Polres Tomohon, pada Senin (9/5/2022) dini hari.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, membenarkan hal tersebut.

“Kejadiannya di Kayawu Lingkungan VIII, pada Senin (9/5) sekitar pukul 01.00 WITA. Pelaku ditangkap di rumahnya, beberapa saat usai kejadian,” ujarnya, Senin siang, di Mapolda Sulut.

Informasi diperoleh menyebutkan, awalnya pelaku bersama pelapor bernama Yohan (43) dan saksi Steven (41), sesama warga Kayawu, berada di rumah duka warga setempat.

Kombes Pol Jules Abraham Abast menjelaskan, saat itu pelaku yang sudah dalam keadaan mabuk miras, terlihat akan membuat keributan.

“Melihat hal tersebut, pelapor bersama saksi langsung berupaya menenangkan pelaku, kemudian mengantarnya pulang,” jelasnya.

Namun ketika tiba di rumah pelaku, terjadi adu mulut antara pelaku dengan pelapor, terkait kejadian di rumah duka tersebut. Hal ini membuat pelaku tersinggung, lalu menuju dapur dan mengambil sebilah pisau.

“Pelaku lalu mengejar sambil mengancam dan mengayunkan pisau ke arah pelapor, namun pisau tersebut berhasil direbut oleh saksi. Pelapor dan saksi selanjutnya menghindar sambil menghubungi Polres Tomohon,” kata Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Unit Resmob Satreskrim Polres Tomohon merespons cepat informasi tersebut dengan mendatangi TKP dan mengamankan pelaku tanpa perlawanan. Saksi kemudian menyerahkan barang bukti kepada petugas.

“Pelaku beserta barang bukti sebilah pisau dapur kemudian diamankan di Mapolres Tomohon untuk diperiksa lebih lanjut,” tutup Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com - Times  Opsnal Polres Tomohon mengamankan pelaku penganiayaan terhadap 2 warga yang terjadi di Kelurahan Kakaskasen Dua, Senin (9/5/2022) sekitar pukul 00.30 Wita.

Menurut Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, pelaku berjumlah 3 orang orang pria, yaitu TM (21), MM (21) dan FP (24).

"Setelah menerima laporan dari warga, Tim langsung bergerak mencari para pelaku dan berhasil mengamankan para pelaku yang sedang menggelar pesta miras tak jauh dari TKP," ujarnya.

Lanjut Kombes Pol Jules Abraham Abast, penganiayaan tersebut terjadi di sebuah acara Malam Penghiburan di salah satu rumah warga. Berawal saat ketiga pelaku sedang mengkonsumsi miras, kemudian ditegur oleh Kepala Lingkungan Feky Lumanaw (51) karena sudah terlalu ribut.

Tak terima teguran tersebut, akhirnya terjadi selisih paham antara ketiga pelaku dengan Kepala Lingkungan yang berujung pemukulan yang dilakukan oleh para pelaku.

Disaat bersamaan seorang warga bernama Ridel Pele (21) berusaha untuk melerai pertikaian tersebut, namun justru dirinya dihantam di kepala dengan sebuah balok panjang 3 meter oleh salah satu pelaku.

Pertikaian seketika mereda setelah warga lainnya datang melerai. Ketiga pelaku kemudian meninggalkan TKP dan melanjutkan pesta miras ke lokasi lainnya.

Akibat dari penganiayaan tersebut, korban Feky Lumanaw mengalami bengkak di bagian kepala dan korban Ridel Pele mengalami memar serta bengkak di bagian kepala sebelah kiri.

"Setelah berhasil diamankan, ketiga pelaku langsung dibawa ke Mako Polres Tomohon untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Salah satu pelaku yaitu pria berinisial MM adalah resedivis pelaku tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama dan sempat menjalani hukuman 2 tahun penjara pada tahun 2019.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com – Tim Resmob Polresta Manado mengamankan pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) dalam waktu lima jam usai kejadian, Minggu (8/5/2022) sekitar pukul 10.00 WITA.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Pelakunya seorang remaja pria berinisial CS (17), ditangkap di rumahnya, Teling Bawah, Manado,” ujarnya, Senin (9/5) siang, di Mapolda Sulut.

Informasi diperoleh menyebutkan, kejadiannya di Kawasan Megamas Manado, pada Minggu (8/5) pagi, sekitar pukul 05.00 WITA.

Kombes Pol Jules Abraham Abast menerangkan, saat itu korban bernama Rachmat (25), warga Titiwungen Selatan, Manado, berboncengan sepeda motor dengan temannya dan melintas di Kawasan Megamas.

“Korban tiba-tiba dihadang oleh pelaku bersama beberapa temannya. Pelaku mencabut pisau badik dari pinggangnya lalu mengancam korban. Karena ketakutan, korban dan temannya pun turun dari sepeda motor lalu melarikan diri,” jelasnya.

Beberapa saat kemudian, korban dan temannya tersebut kembali ke TKP untuk mengambil sepeda motornya, namun tidak ditemukan. Korban lalu melapor ke SPKT Polresta Manado.

Laporan direspons cepat Tim Resmob Polresta Manado dengan melakukan penyelidikan hingga mengantongi identitas pelaku. Tim lalu mengamankan pelaku di rumahnya beserta sepeda motor milik korban.

“Pelaku beserta barang bukti satu unit sepeda motor dan juga sebilah pisau badik kemudian diamankan di Mapolresta Manado untuk diproses lanjut,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com– Lantaran diduga mencabuli perempuan di bawah umur, seorang pria berinisial ST (46), warga Tatoareng, Sangihe, diamankan personel Satreskrim Polres Kepulauan Sangihe pada Kamis (5/5/2022) malam.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, membenarkan hal tersebut.

“Informasi dari Polres Kepulauan Sangihe, korban berumur 14 tahun, warga Sangihe,” ujarnya, Minggu (8/5) siang.

Lanjut Kombes Pol Jules Abraham Abast, penanganan kasus tersebut berdasarkan laporan pihak keluarga korban di SPKT Polres Kepulauan Sangihe pada tanggal 15 April 2022.

“ST diduga mencabuli korban sejak 2019 silam hingga Februari 2022, di beberapa lokasi berbeda,” jelasnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, korban, dan juga ST, sehingga berdasarkan bukti yang cukup, maka terhadap ST telah dilakukan penahanan di Rutan Mapolres Kepulauan Sangihe sejak 5 Mei 2022.

“Penahanan dilakukan selama 20 hari, terhitung mulai tanggal 5 hingga 24 Mei 2022,” imbuh Kombes Pol Jules Abraham Abast.

ST diduga melanggar pasal 81 ayat (2) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang.

“Sebelum ditahan, ST menjalani pemeriksaan rapid test antigen, dan hasilnya dinyatakan negatif Covid-19,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Manado,sulutnews.com - Tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan seorang pria bernama Daniel M (24), warga Kecamatan Mapanget meninggal dunia, terjadi di Desa Teep Warisa, Kecamatan Talawaan, Kabupaten Minahasa Utara, Jumat (6/5/2022) sekitar pukul 03.30 Wita.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan peristiwa tersebut terjadi. "Terduga pelaku yaitu pria berinisial ST (21) sudah diamankan oleh Tim Opsnal Polsek Dimembe saat berada di sekitar GPI Manado," terangnya, Sabtu (7/5/2022).

Aksi penganiayaan ini terjadi di sebuah tempat acara pesta pernikahan di salah satu rumah warga di Desa Teep Warisa, dimana sebelumnya baik korban maupun pelaku sama-sama sudah mengkonsumsi minuman beralkohol.

Menurut keterangan beberapa saksi, sebelum insiden tersebut terjadi, korban sempat memukul 2 teman pelaku dengan helm. Kedua pihak pun terlibat perkelahian, hingga salah satu teman pelaku pulang untuk mengambil parang.

Melihat hal tersebut, pelaku yang berusaha melerai perkelahian justru menjadi kesal karena juga kena pukulan korban. Pelaku pun langsung mengambil parang dari tangan rekannya, kemudian menyabet leher korban sebanyak 2 kali.

Akibat sabetan parang oleh pelaku, korban pun langsung terjatuh dan banyak mengeluarkan darah. Sementara itu pelaku langsung meninggalkan TKP.

"Usai ditangkap beberapa saat setelah kejadian, pelaku selanjutnya diserahkan ke Unit Resmob Polres Minut untuk diproses hukum lebih lanjut," ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Iapun menyayangkan aksi penganiayaan yang menyebabkan satu warga meninggal dunia. "Serahkan penanganan kasus ini sepenuhnya ke aparat Kepolisian, pelaku saat ini sudah diamankan dan akan diproses sesuai hukum yang belaku, " pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com - Aksi penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam jenis pisau berkarat terjadi di Kelurahan Bitung Timur Kecamatan Maesa, Kota Bitung, Sabtu (7/5/2022) sekitar pukul 03.00 Wita.

Menurut penjelasan Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, penganiayaan dilakukan oleh 3 orang pria.

"Salah satu pelaku berinisial MH (20) sudah diamankan oleh Tim Resmob Polsek Maesa pada hari Sabtu (7/5/2022) sekitar pukul 15.00 Wita di Kelurahan Bitung Tengah, sedangkan 2 pelaku lainnya dalam pengejaran," terangnya.

Diterangkan lebih lanjut oleh Kombes Pol Jules Abraham Abast, sebelumnya korban Yosua Mamentu bersama rekan-rekannya melintas di daerah kanopi Kelurahan Bitung Timur.

Secara tiba-tiba tanpa sebab, pelaku bersama 2 pria lainnya langsung menyerang korban dengan menggunakan pisau berkarat. Akibat serangan mendadak tersebut, korban mengalami luka tikaman di bagian lengan kanan serta luka lecet di bagian kaki.

Melihat korban dalam keadaan luka berdarah, para pelaku langsung melarikan diri meninggalkan TKP.

"Saat diamankan, pelaku mengakui telah melakukan penganiayaan terhadap korban. Pelaku bersama barang bukti sudah diamankan di Polsek Maesa untuk pemeriksaan lebih lanjut," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com - Tim 2 Resmob Polres Bitung bersama Polsek Aertembaga mengamankan pelaku pengancaman dengan menggunakan senjata tajam (sajam), Sabtu (7/5/2022) sore.

Adanya penangkapan tersebut dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Jules Abraham Abast.

"Pelakunya seorang pria berinisial JH (26), warga Maesa, Bitung. Ditangkap di wilayah Maesa, sekitar pukul 15.00 WITA," ujarnya, Sabtu malam.

Informasi diperoleh, pelaku mengancam Herolflen (37), warga Aertembaga, Bitung, pada Kamis (3/3/2022) lalu.

Kombes Pol Jules Abraham Abast menerangkan, kejadiannya di belakang Pasar Winenet, Winenet Dua, Aertembaga, Bitung, sekitar pukul 20.15 WITA.

Lanjutnya, malam itu korban sedang berdiri di pinggir jalan. Kemudian pelaku datang berboncengan sepeda motor dengan teman-temannya.

"Tanpa sebab yang jelas, pelaku yang sudah mabuk miras langsung turun sambil mencabut pisau badik, lalu mengancam dan akan menikam korban," jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Melihat hal tersebut, korban pun langsung lari menyelamatkan diri, kemudian melapor ke Polsek Aertembaga.

Laporan direspons petugas dengan melakukan penyelidikan hingga menangkap pelaku tanpa perlawanan.

"Pelaku sudah diamankan di Mapolsek Aertembaga untuk diperiksa, sedangkan barang bukti sajam masih dalam pencarian," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com - Unit PPA Satuan Reskrim Polres Minsel mengamankan pelaku penganiayaan dan pengancaman terhadap anak yang terjadi di salah satu penginapan, di wilayah Kecamatan Amurang Timur.

Saat dikonfirmasi Sabtu (7/5/2022), Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, pelaku adalah seorang perempuan berinisial DW (29), warga Kecamatan Amurang, Kabupaten Minsel.

"Penganiayaan dan pengancaman ini terjadi pada hari Rabu (4/5/2022) terhadap seorang bocah berusia 10 tahun yang berstatus sebagai pelajar sekolah dasar," ujarnya.

Kasus ini sempat direkam video oleh salah satu saksi yang ada di sekitar lokasi kejadian, dan sempat viral di media sosial.

Menurut Kombes Pol Jules Abraham Abast, kasus ini dilatarbelakangi oleh rasa kesal serta emosi pelaku karena anaknya kerap diejek oleh korban dan teman-temannya.

"Tersangka melempari korban dan teman-temannya dengan besi dan batu hingga mengejar dengan membawa barang tajam. Korban juga sempat dicubit dan dipukul dengan parang bagian samping. Korban yang ketakutan, lari ke lantai dua kemudian meloncat mencari pertolongan," ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Akibatnya korban mengalami luka di dada kiri, lebam di lengan kiri bagian dalam serta trauma.

"Saat hendak diamankan oleh petugas pada Kamis (5/5/2022), pelaku sempat mengancam akan bunuh diri dengan menggunakan gunting dan minum racun. Saat ini pelaku sudah ditahan di Polres Minsel," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com - Polres Kepulauan Talaud menahan oknum salah satu mantan Kepala Desa bersama seorang Bendahara di salah satu desa di Kecamatan Nanusa, Kabupaten Kepulauan Talaud.

Menurut Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, kedua oknum mantan aparat desa itu diduga telah melakukan tindak pidana korupsi dana desa T.A. 2017 hingga 2019.

"Oknum mantan Kepala Desa berinisial BR (50) dan Bendahara berinisial WT (43) sudah ditahan sejak 6 Mei 2022 di Rutan Polres," ujarnya.

Lanjut Kombes Pol Jules Abraham Abast, dalam pengelolaan keuangan, kedua mantan aparat desa tersebut tidak menaati aturan dan regulasi keuangan yang semestinya, dan diduga telah memanfaatkan dana desa untuk kepentingan pribadi.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan Inspektorat Kabupaten Kepulauan Talaud, kasus ini menyebabkan terjadinya kerugian keuangan negara sebesar Rp. 480 juta," ujarnya.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 2 (1) atau Pasal 3 UU RI No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor Jo Pasal 55 (1) ke- 1e KUHPidana.

"Ancaman pidananya adalah pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun dan atau denda paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp 1 miliar," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP