Hukum

Hukum (433)

Tomohon,Sulutnews.com - Aksi tak terpuji dilakukan seorang pria di Kelurahan Tumatangtang Satu Kecamatan Tomohon Selatan, pada Selasa (11/1/2022) sore. Pria berinisial SP (37) yang berprofesi sebagai buruh ini diduga nekad melakukan penganiayaan terhadap 3 orang sekaligus.

Penganiayaan tersebut kata Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, dilakukan tersangka terhadap ayah, adik dan adik ipar tersangka.

"Menerima laporan dari para korban, tersangka SP langsung dijemput Tim Totosik selanjutnya diamankan di Mako Polres Tomohon," ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Lanjutnya, kejadian bermula saat anak dari tersangka dan anak dari adik tersangka Valen Pemba (32) sedang bermain. Karena hujan dan takut terpeleset, korban Valen Pemba menegur dan memukul dengan tangannya masing-masing sebanyak satu kali terhadap kedua anak tersebut.

Anak kandung dari tersangka selanjutnya menangis dan langsung mengadu kepada tersangka. Mendengar aduan dari anaknya, tersangka langsung berjalan menuju ke korban Valen Pemba dan melempar piring serta vas bunga ke arah Valen Pemba yang sementara mengupas kelapa.

Tersangka kemudian memukul korban dengan menggunakan tangan ke arah wajah korban, sehingga terjadi saling pukul dan tarik menarik antara tersangka dan korban.

Beberapa saat kemudian datang perempuan Jeiny Nayoan (26) dengan maksud untuk melerai. Namun justru ia kena pukul oleh tersangka dengan menggunakan sapu lidi yang bergagang kayu berulang-ulang.

Melihat situasi tersebut, ayah tersangka bernama Jemmy Pemba (60) datang dan mencoba melerainya. Justru tersangka meresponnya dengan menghantamkan helm ke arah kepala korban sehingga mengakibatkan lelaki Jemmy Pemba jatuh ke lantai dan pingsan.

"Kini tersangka sudah berada Mako Polres Tomohon untuk proses hukum lebih lanjut," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Adrian)

Kotamobagu,Sulutnews.com – Tim Resmob Polres Kotamobagu mengamankan seorang pria pelaku pencurian uang bermodus hipnotis, pada Rabu (05/01/2022), sekitar pukul 23.30 WITA.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, membenarkan hal tersebut.

“Pelaku berinisial BN (57), warga Bubeya, Suwawa, Bone Bolango, Gorontalo, dan ditangkap di rumahnya,” ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast, Minggu (09/01) siang.

Pengungkapan kasus ini berdasarkan laporan korban bernama Suyanto di Polres Kotamobagu, beberapa saat usai kejadian pada Senin (03/01) lalu.

Lanjut Kombes Pol Jules Abraham Abast, kejadiannya pada Senin pagi sekitar pukul 07.00 WITA, di ATM BRI Cabang Kotamobagu.

“Pelaku menghipnotis korban hingga berhasil mendapatkan kartu ATM dan nomor PIN. Setelah itu pelaku melakukan penarikan uang milik korban sejumlah Rp15.400.000,” jelasnya.

Awalnya, sambung Kombes Pol Jules Abraham Abast, identitas pelaku belum diketahui. Tim kemudian melakukan penyelidikan mendalam, salah satunya dengan mempelajari rekaman CCTV, lalu mengantongi identitas pelaku tersebut.

“Tim Resmob pada Rabu sore menuju Gorontalo dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat untuk menangkap pelaku,” katanya.

Dalam penangkapan tersebut, tim turut mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain, 2 buah handphone, 2 buah kartu ATM BRI, 2 buah buku rekening BRI, 2 lembar slip transaksi BRI masing-masing atas nama korban dan pelaku, serta hasil rekaman CCTV.

“Pelaku beserta sejumlah barang bukti telah diamankan di Mapolres Kotamobagu untuk diproses lebih lanjut,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Adrian)

Kotamobagu,Sulutnews.com - Tim Resmob Polres Kotamobagu mengamankan terduga pelaku pencurian uang dan handphone yang beraksi di Kios Nabil, Kelurahan Gogagoman, Kecamatan Kotamobagu Barat, pada Rabu (05/01/2022), sekitar pukul 12.25 WITA.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Terduga pelaku seorang pria berinisial IPDM (26), warga Motoboi Besar, Kotamobagu Timur, ditangkap pada Rabu malam sekitar pukul 20.00 WITA, di wilayah Motoboi Besar,” ujarnya, Kamis (06/01) siang, di Mapolda Sulut.

Lanjut Kombes Pol Jules Abraham Abast, IPDM diduga mencuri uang sekitar Rp8 juta dan 1 buah handphone Samsung J2 Prime dari dalam Kios Nabil, milik Amir Tamu (41). Korban lalu melapor ke SPKT Polres Kotamobagu, beberapa saat usai kejadian.

“Laporan direspons Tim Resmob dengan melakukan penyelidikan dan mendalami rekaman CCTV yang terpasang di sekitar TKP. Kemudian diketahui identitas terduga pelaku dan dilakukan penangkapan,” jelasnya.

Kombes Pol Jules Abraham Abast menambahkan, dalam penangkapan itu tim turut mengamankan sejumlah barang bukti antara lain, 1 unit sepeda motor warna putih, 1 buah jaket warna hijau, 1 buah sandal warna hitam, serta uang Rp490 ribu.

“Terduga pelaku beserta barang bukti sudah diamankan di Mapolres Kotamobagu untuk diperiksa lebih lanjut,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Adrian)

Tomohon,Sulutnews.com - Merespon laporan masyarakat, Tim Totosik Polres Tomohon mengamankan tersangka penganiayaan yang terjadi di Kelurahan Walian Kecamatan Tomohon Selatan, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara.

Peristiwa ini menurut Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, terjadi pada hari Senin, 3 Januari 2022 sekitar pukul 22.00 Wita.

"Saat itu, baik tersangka, lelaki VP (41) maupun korban, lelaki Wildy Untung (19) sedang berpesta miras di rumah salah satu warga di Kelurahan Walian," ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Karena sudah dalam kondisi mabuk, keduanya akhirnya terlibat selisih paham. Korban tidak menerima tersangka menuangkan dan memberikan minuman beralkohol secara berulang-ulang kepada korban.

"Saat itu juga tersangka diduga langsung menganiaya korban dengan cara memukul menggunakan tangan beberapa kali dan mengenai di bagian kepala," terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Akibat penganiayaan tersebut, korban yang berdomisili di Kakaskasen Dua, mengalami memar dan bengkak. Sedangkan tersangka yang tinggal di Kelurahan Kaaten ini, langsung diamankan Tim Totosik.

"Tersangka diamankan di Mapolres Tomohon untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com – Tim Macan dan Tim Paniki Polresta Manado mengamankan dua pria terduga pelaku penganiayaan secara bersama-sama yang mengakibatkan korban meninggal dunia, Minggu (02/01/2022), sekitar pukul 10.00 WITA.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, mengatakan, terduga pelaku masing-masing berinisial CP (32), warga Perum Bengkol Residence, Mapanget, dan RM (32), warga Pandu Lingkungan II, Mapanget, Manado.

“Keduanya diduga menganiaya korban bernama Henry Setyawan (33), warga Perum Bengkol Residence. Kejadiannya di Perum setempat, pada Minggu (02/01), sekitar pukul 01.00 WITA,” ujarnya, Senin (03/01) siang, di Mapolda Sulut.

Lanjut Kombes Pol Jules Abraham Abast, kejadian berawal saat dini hari itu istri CP melewati rumah korban, lalu terlibat adu mulut dengan teman korban.

“Tiba-tiba korban datang dan langsung mencekik leher istri CP. Setelah itu istri CP melaporkan kejadian kepada suaminya tersebut,” jelasnya.

Tak berselang lama, CP bersama RM mendatangi korban dan terjadi adu mulut. CP dan RM lalu diduga melakukan penganiayaan secara bersama-sama terhadap korban.

“Korban pun terjatuh hingga kepalanya terbentur di jalan yang terbuat dari paving block. Kedua terduga pelaku lalu melarikan diri,” terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Sedangkan korban dilarikan warga sekitar ke Rumah Sakit AURI Manado, namun saat tiba di rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Kombes Pol Jules Abraham Abast menambahkan, CP ditangkap di sekitar TKP, sedangkan RM ditangkap di wilayah Sindulang, Manado.

“Kedua terduga pelaku telah diamankan di Mapolresta Manado untuk diperiksa lebih lanjut,” tandas Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Adrian)

Bolmong,Sulutnews.com – Lelaki berinisial AP (42), warga Desa Pinolosian Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) diamankan Tim Resmob Polres Kotamobagu, Minggu, 26 Desember 2021 sekitar pukul 01.30 Wita.

Menurut Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, lelaki AP yang berprofesi sebagai penambang ini diduga telah melakukan penganiayaan yang menyebabkan korban, lelaki bernama Amrin Boyot warga Desa Mopait Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolmong, meninggal dunia.

“Tersangka diamankan Tim Resmob di rumah warga di Desa Pinolosian Kabupaten Bolsel. Polisi juga mengamankan barang bukti sebilah parang yang digunakan tersangka melakukan penganiayaan,” terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Peristiwa penganiayaan terhadap korban terjadi di kompleks Pasar Desa Tanoyan Selatan, pada hari Jumat, 24 Desember 2021 sekitar pukul 17.00 Wita, dimana saat itu terjadi kericuhan antara kelompok warga.

“Saat ini tersangka sudah berada di Mapolres Kotamobagu untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com – Seorang oknum guru, tersangka tindak pidana perbuatan cabul terhadap anak dibawah umur, yang terjadi di Desa Posilagon Kecamatan Pinolosian, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) beberapa waktu lalu akhirnya diamankan Polisi.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast menerangkan, oknum guru, lelaki berinisial ML ini diamankan pada hari Senin, 27 Desember 2021 sekitar pukul 09.00 Wita di Desa Kapitu Kecamatan Amurang Kabupaten Minahasa Selatan.

“Sebelumnya Tim Resmob telah melakukan penyelidikan terhadap keberadaan tersangka dan mendapatkan informasi bahwa tersangka telah berada di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan,” ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penangkapan terhadap oknum guru berinisial ML ini berdasarkan Laporan Polisi No: LP/117/XI/2021/ Sulut/SPKT/Res Bolsel dan Surat Perintah Penangkapan No: SP.Kap/21/XII/2021/Reskrim.

Dugaan tindak pidana perbuatan cabul oleh oknum guru ML ini terjadi pada sekitar bulan Juli 2020 di Desa Posilagon Kecamatan Pinolosian Timur. Dari hasil penyelidikan, terdapat 4 korban anak laki-laki yang berusia antara 14 hingga 16 tahun.

“Tersangka saat ini sudah diamankan di Polres Bolsel untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut,” terang Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com - Tim Resmob Polres Tomohon mengamankan tersangka perusakan kendaraan dan pengancaman dengan senjata tajam, yang terjadi pada Minggu, 26 Desember 2021, sekitar pukul 18.00 Wita, di Kelurahan Taratara I Lingkungan IV Kecamatan Tomohon Barat.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut. “Tersangka lelaki FK (17) bersama barang bukti sebuah parang diamankan di rumahnya yang tidak jauh dari TKP, beberapa saat setelah kejadian,” ujarnya.

Kejadian ini dialami oleh korban bernama Okevianus Ilat (50) seorang pegawai swasta yang berdomisili di Desa Lolah Satu Jaga 2 Kecamatan Tombariri Timur.

Peristiwa ini berawal saat keduanya sedang mengendarai kendaraannya masing-masing. Pada saat tersangka ingin mendahului korban, kedua kendaraan tersebut pun nyaris bersenggolan. Hal tersebut menyebabkan tersangka emosi dan secepatnya mendahului kendaraan korban.

Tersangka yang emosi rupanya menuju rumahnya untuk mengambil sebuah parang. Tersangka kemudian menghadang kendaraan korban yang lewat di jalan dekat rumah tersangka, kemudian melakukan perusakan. Tidak hanya itu, tersangka juga mengancam korban dengan menggunakan senjata tajam tersebut.

Merasa ketakutan, korban langsung melarikan diri dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak Kepolisian. “Tersangka sudah diamankan di Mapolres Tomohon untuk diproses hukum lebih lanjut,” singkat Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com – Tim Paniki bersama Tim Macan Polresta Manado dan Personel Polsek Bunaken mengamankan tersangka penganiayaan yang menyebabkan korban, seorang laki-laki bernama Weldus Timotius Bukit (52) meninggal dunia.

“Tersangka lelaki MK (45) yang berprofesi sebagai nelayan ini, langsung diamankan Polisi beberapa saat setelah kejadian di TKP,” ujar Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Peristiwa penganiayaan ini lanjut Kombes Pol Jules Abraham Abast terjadi pada hari Minggu, 26 Desember 2021 sekitar pukul 18.30 Wita, di Kelurahan Pandu, Lingkungan 8, Kecamatan Bunaken.

Berdasarkan keterangan tersangka yang merupakan sesama warga dengan korban di Kelurahan Pandu, awalnya korban bersama dengan selingkuhan tersangka berdansa di sebuah acara saranian di kompleks perumahan pengungsi.

“Karena cemburu, diam-diam tersangka kembali ke rumah untuk mengambil sebuah parang. Tak berselang lama tersangka kembali ke acara dan langsung menikam korban di bagian belakang,” terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Saat ini tersangka sudah diamankan dan diserahkan ke Piket Unit IV Satuan Reskrim Polresta Manado untuk proses hukum lebih lanjut. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com - Personel Polsek Wanea mengamankan tersangka pembunuhan yang terjadi di Kelurahan Teling Atas Lingkungan V Kecamatan Wanea Kota Manado, Sabtu (25/12/2021) sekitar pukul 23.00 Wita.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast menerangkan, tersangka adalah lelaki SP (26) sedangkan korban adalah lelaki bernama Marco Marentek alias Kopal (22), keduanya warga Teling Atas.

"Tersangka diamankan beberapa saat setelah kejadian, di bundaran Kauditan Minut," ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast, Minggu (26/12/2021).

Lebih lanjut diterangkan, menurut beberapa saksi, sebelum kejadian korban sempat mondar-mandir di depan rumah salah satu warga, tempat tersangka dan teman-temannya bertamu.

Korban bolak-balik sambil berteriak dan membawa sebuah samurai, kemudian ia menegur tersangka dan mengatakan kiapa ngana haga-haga (kenapa kamu lihat-lihat).

Kemudian direspon oleh tersangka dengan mengatakan pulang jo kalau so mabo (pulang saja kalau sudah mabuk). Namun korban tidak menerima dan justru menampar tersangka di pipi.

Korban kembali menyerang tersangka namun berhasil ditangkis oleh tersangka selanjutnya membalas dengan menusuk korban dengan pisau yang terselip di pinggang tersangka, ke bagian dada sebelah kiri korban.

Korban meninggal dunia di TKP dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan autopsi.

"Saat ini tersangka sudah diamankan untuk diproses hukum lebih lanjut. Kami minta semua pihak menahan diri, karena kasus ini sudah ditangani aparat Kepolisian," ujar Kabid Humas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Ia juga mengimbau semua pihak untuk menahan diri agar tidak mengkonsumsi minuman beralkohol. "Mabuk akibat minuman berlakohol merupakan salah satu pemicu terjadinya aksi penganiayaan ataupun gangguan kamtibmas lainnya," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Adrian)