Hukum

Hukum (636)

Manado,Sulutnews.com - Tim Resmob Polsek Matuari mengamankan pelaku tindak pidana pencurian tanaman jagung yang terjadi di sebuah perkebunan di Kecamatan Matuari milik seorang warga bernama Herson Bano (57), pada hari Rabu (13/7/2022) sekitar pukul 03.00 Wita.

Dihubungi Sabtu (16/7/2022) pagi, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

"Pelaku berinisial FP (21) warga Matuari akhirnya berhasil diamankan pada Kamis (14/7/2022) siang di Kelurahan Sagerat Kecamatan Matuari, Bitung," ujarnya.

Aksi pencurian ini terungkap saat pelaku akan melakukan pencurian di TKP.

"Pada hari Rabu (13/7/2022) sekitar pukul 03.00 Wita, polisi memergoki pelaku bersama temannya sedang melakukan pencurian, namun saat akan ditangkap, keduanya berhasil kabur. Karena takut tertangkap, pelaku kemudian lari meninggalkan isterinya di TKP yang saat itu berada di dalam mobil pickup," terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Polisi akhirnya membawa barang bukti kendaraan pickup ke Mako Polsek Matuari selanjutnya mencari keberadaan pelaku.

"Setelah melakukan penyelidikan, pelaku akhirnya berhasil diamankan. Pelaku bersama barang bukti kendaraan pickup dan 4 karung tanaman jagung sudah berada di Mako Polsek untuk diperiksa lebih lanjut," pungkasnya.

Korban juga mengaku sebelumnya ia mengalami kecurian tanaman jagung pada bulan Juni 2022 silam sebanyak 37 karung.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com- Diduga kuat telah melakukan pencurian sebuah tas milik seorang perempuan bernama Yenis Seroan (29) sesama warga Kota Manado. Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinsial RA (35) diamankan Tim Opsnal Polres Tomohon.

Peristiwa penangkapan tersebut dibenarkan oleh  Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast saat di konfirmasi media ini Jumat (15/7/2022).

“Pelaku diamankan di Pusat Kota Manado, pada hari Kamis (14/7/2022), saat sedang berjualan.

Peristiwa tersebut diterangkan Kombes Pol Jules Abraham Abast saat korban sedang menghadiri kegiatan Hapsa P/KB GMIM yang digelar di Stadion Babe Palar, Kecamatan Tomohon Selatan, pada hari Jumat (10/6/2022) silam.

“Saat sedang menghadiri Hapsa P/KB, korban lupa mengambil tas yang berisi uang Rp. 6 juta dan 2 buah handphone, yang diletakan di TKP. Saat teringat, korban kembali ke TKP untuk mengambil tasnya, namun barang tersebut sudah tidak ada,” terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Merasa barang miliknya sudah raib, korban segera melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tomohon dan direspon dengan melakukan penyelidikan.

“Dari hasil penyelidikan dan berdasarkan pelacakan terhadap posisi signal handphone yang hilang, ternyata berada di Manado tepatnya di area pusat kota,” jelasnya.

Saat dilakukan pengejaran, ternyata barang bukti handphone berada pada seorang pria yang sedang mengendarai kendaraan angkutan umum, yang merupakan suami pelaku.

 “Polisi segera melakukan interogasi dan terungkap handphone tersebut diberikan pelaku ke suaminya, sedangkan barang bukti lainnya disimpan pelaku di rumahnya,” terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Polisi akhirnya mengamankan pelaku selanjutnya menggiringnya ke Mako Polres Tomohon untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com - Unit Resmob Polresta Manado mengamankan komplotan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) beserta tujuh unit sepeda motor hasil curian, Selasa (12/7/2022) dini hari.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, membenarkan hal tersebut.

“Komplotan pelaku terdiri dari tiga orang pria. Masing-masing berinisial, KS (27), warga Kawangkoan Minahasa, kemudian TP (25), warga Tinoor 2 Tomohon, dan CM (23), warga Touluaan Minahasa Tenggara,” ujarnya, Jumat (15/7) siang, di Mapolda Sulut.

Para pelaku ditangkap usai mencuri satu unit sepeda motor Yamaha NMax milik Stevan (22), warga Tuminting Manado. Kejadiannya pada Minggu (10/7/2022), sekitar pukul 01:00 WITA, di Mahakeret Barat Manado.

“Korban mengunjungi rumah temannya di Mahakeret Barat, lalu memarkirkan sepeda motor di pinggir jalan depan rumah tersebut. Beberapa saat kemudian saat korban akan memindahkan sepeda motor ke garasi rumah temannya, ternyata sepeda motor tersebut telah hilang,” jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Korban lalu melapor ke SPKT Polresta Manado, beberapa saat usai kejadian. Laporan direspons Unit Resmob dengan melakukan penyelidikan hingga mengantongi identitas dan keberadaan para pelaku, kemudian menangkap ketiganya di lokasi berbeda, pada Selasa dini hari itu.

“KS ditangkap di Malalayang Manado, kemudian CM ditangkap di Teling Manado, dan TP ditangkap di Tinoor Tomohon. Dari penangkapan ini kemudian diketahui bahwa komplotan tersebut telah beraksi di sejumlah TKP di wilayah Manado dan sekitarnya, beberapa waktu yang lalu,” kata Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Unit Resmob lalu melakukan pengembangan barang bukti dini hari itu juga. Tak sia-sia, Unit Resmob pun berhasil mendapati total tujuh unit sepeda motor berbagai merek, di beberapa lokasi berbeda, yang salah satunya adalah milik korban Stevan.

“Dari tujuh unit sepeda motor hasil curian, empat unit ditemukan di Kalait Minahasa Tenggara, lalu tiga unit lainnya masing-masing ditemukan di Karimbow Minahasa Selatan, Dumoga Bolmong, dan Kiawa Minahasa. Ketiga pelaku beserta barang bukti lalu diamankan di Mapolresta Manado untuk diperiksa lebih lanjut, dan kasus ini masih dalam pengembangan,” terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Kombes Pol Jules Abraham Abast juga mengimbau warga masyarakat agar lebih waspada saat memarkirkan kendaraan bermotor.

“Gunakan kunci ganda. Parkirkan kendaraan di tempat yang mudah terpantau dan ada penerangan yang cukup, khususnya saat malam hari. Ini demi mencegah terjadinya pencurian,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com - Polisi mengamankan seorang pemuda berinisial JS (16) yang diduga telah melakukan penganiayaan yang menyebabkan rekannya bernama Trifatha (16) meninggal dunia, yang terjadi di Kelurahan Menembo-nembo Bitung, Minggu (10/7/2022) sekitar pukul 05.00 Wita.

Dihubungi terpisah pada Kamis (14/7/2022) siang, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

"Usai kejadian, terduga pelaku merasa ketakutan lalu berlari pulang dan menyampaikan kejadian tersebut kepada orang tuanya. Selanjutnya ayahnya menyerahkan terduga pelaku ke Polres Bitung," ujarnya.

Peristiwa penganiayaan yang menyebabkan korban jiwa ini berawal karena pesta miras dan kesalahpahaman.

"Awalnya korban bersama terduga pelaku dan teman-temannya sedang pesta miras bersama. Karena terlalu ribut, terduga pelaku menegurnya, namun teguran tersebut tak diterima oleh korban. Merasa kesal, terduga pelaku mengambil sebuah pisau yang ia simpan di sela-sela tumbuhan serai kemudian menikam korban," terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Korban mengalami 4 tikaman di sekujur tubuhnya dan harus dilarikan ke rumah sakit.

"Korban sempat dilarikan ke RS Manembo-nembo Bitung kemudian dirujuk ke RS Malalayang Manado. Namun akhirnya korban meninggal dunia," singkatnya.

Saat ini terduga pelaku bersama barang bukti sebilah pisau belati sudah diamankan di Polres Bitung dan sedang dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Penulis: ARP

Manado,sulutnews.com – Tim Opsnal Polres Minahasa Utara (Minut) mengamankan seorang pria pelaku pencurian handphone yang terjadi di Watutumou III Jaga II, Kalawat, Minut, pada Sabtu (9/7/2022) dini hari.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, berdasarkan informasi dari Polres Minut, membenarkan hal tersebut.

“Pelakunya berinisial JM (24), warga Malalayang, Manado. Ditangkap di wilayah Kalawat, pada Senin (11/7), sekitar pukul 22:00 WITA,” ujarnya, Rabu (13/7) siang, di Mapolda Sulut.

Pelaku mencuri sebuah handphone milik Rommy (28), warga Watutumou III, dengan modus berpura-pura meminjam handphone tersebut untuk memutar musik, kemudian membawanya kabur.

“Pelaku dan korban sama-sama menghadiri pesta ulang tahun warga Watutumou III Jaga II pada Sabtu dini hari itu. Beberapa saat kemudian, pelaku meminjam handphone korban dengan alasan untuk memutar musik. Korban pun meminjamkannya, lalu tertidur di lokasi pesta,” jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Begitu terbangun pada pagi harinya, korban mendapati pelaku telah kabur dengan membawa handphone miliknya.

“Korban yang mengalami kerugian sekitar Rp4,5 juta, kemudian melapor ke SPKT Polres Minut sehari usai kejadian,” kata Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Tim Opsnal merespons laporan tersebut dengan melakukan penyelidikan hingga mengetahui keberadaan pelaku, kemudian menangkapnya.

“Kemudian dalam pengembangan, tim pun berhasil mendapati barang bukti, di wilayah Singkil, Manado, pada Selasa (12/7) malam. Pelaku beserta barang bukti lalu diamankan di Mapolres Minut untuk diproses lanjut,” tutup Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Manado,sulutnews.com – Lantaran melakukan pengancaman dengan menggunakan senjata tajam, seorang pria berinisial KT (35), warga Girian Indah, Bitung, diamankan Tim 1 Resmob Polres Bitung, pada Rabu (13/7/2022) pagi.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, tak menampik hal tersebut.

“Benar, pelaku KT ditangkap di rumahnya pada Rabu pagi, sekitar pukul 05:00 WITA,” ujarnya, Rabu siang, di Mapolda Sulut.

Pelaku diketahui mengancam Muzakir Kudarati (40), warga Wangurer, Girian, Bitung, pada Minggu (10/7), sekitar pukul 18:00 WITA. Kejadian bermula ketika korban berboncengan sepeda motor dengan anaknya hendak pulang.

“Saat melintas di ruas jalan Wangurer, korban mendapati kerumunan warga, lalu membunyikan klakson dengan maksud menyapa sekaligus agar mereka menepi. Namun pelaku yang juga berada di jalan tersebut dan sudah dalam keadaan mabuk miras, tersinggung lalu membentak korban,” jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Terjadi adu mulut antara pelaku dengan korban. Pelaku lalu mengambil pisau badik miliknya yang dia simpan di pot bunga, tak jauh dari lokasi kerumunan warga tersebut.

“Pelaku kemudian mengejar korban sambil berusaha menikam, namun korban berhasil menghindar lalu masuk ke rumahnya. Pelaku pun mencoba masuk ke rumah korban, namun kemudian melarikan diri karena melihat sejumlah warga sekitar yang mendatangi rumah korban,” kata Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Korban dan keluarganya yang merasa terancam atas kejadian tersebut, kemudian melapor ke SPKT Polres Bitung keesokan harinya.

“Laporan ditindaklanjuti Tim Resmob dengan melakukan penyelidikan hingga menangkap pelaku tanpa perlawanan, di rumahnya. Pelaku beserta barang bukti sebilah pisau badik lalu diamankan di Mapolres Bitung untuk diperiksa lebih lanjut,” tandas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis:ARP

Manado,Sulutnews.com- Tim Resmob Polres Tomohon mengamankan terduga pelaku penganiayaan yang terjadi di sebuah hotel yang berada di Kelurahan Kakaskasen I Kecamatan Tomohon Utara, pada hari Senin (11/7/2022).

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

"Dijelaskan Kabid Humas terduga pelaku adalah pria berinisial JA (28). Ia diamankan beberapa jam setelah kejadian, di rumah temannya di sekitar Kecamatan Tomohon Tengah " ujarnya, Selasa (12/7/2022) siang.

Menurut Kombes Pol Jules Abraham Abast, penganiayaan terhadap korban bernama Meyer Rengkung (27), dipicu karena terduga pelaku yang berprofesi sebagai tukang ini, dalam keadaan mabuk.

"Diduga mabuk, terduga pelaku masuk ke sebuah hotel sambil marah-marah dan tanpa sebab langsung memukul korban yang merupakan salah satu karyawan hotel tersebut," kata Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Tak terima dengan perlakuan terduga pelaku, korban yang mengalami pendarahan di bibir, langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tomohon.

"Laporan korban segera direspon Tim Resmob dengan melakukan pengembangan. Dan alhasil terduga pelaku segera ditangkap tanpa perlawanan. Saat ini ia sudah berada di Polres Tomohon untuk dimintai keterangan lebih lanjut," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Manado, SulutNews.Com - Kejahatan perbankan di ranah siber terjadi bisa kapan saja, yang jelas pelakunya mendapat keuntungan dari kegiatan itu. Contoh terulang di awal Juli 2022 yaitu skimming menimpa seorang nasabah Bank SulutGo di Manado, Sulawesi Utara dengan jumlah kerugian mencapai belasan juta rupiah mulai 2 Juli 2022 lalu.

Selang beberapa hari kemudian berita skimming kembali muncul telah memangsa seorang lagi nasabah Bank SulutGo di Manado kehilangan uangnya. Korban bertambah keesokan harinya, jumlah uang yang dijarah pencuri (haker) semakin besar.

Dilihat besaran uang yang hilang, pelaku harus segera diendus jejak digitalnya untuk bisa mempertanggung jawabkan perbuatannya. Pencuri menggunakn modus berbantuan teknologi canggih menyalin informasi secara ilegal pada strip magnetis dari kartu kredit atau debit seperti personal identification number (pin) di mesin ATM tunai usai nasabah melakukan kegiatan transaksi.

Bank SulutGo telah melakukan klarifikasinya terkait skimming ini dan menyiarkannya melalui webside internal bank pada tanggal 5 Juli 2022.

Direktur Utama Bank SulutGo Revino Pepah bahkan telah membagikan video statement terkait pengaduan dari nasabah baik lewat call centre maupun langsung datang ke kantor BSG.

"Kami sudah mengambil serangkaian langkah preventif, langkah mitigasi, di mana kami mampu mengamankan kembali data nasabah serta akan mengganti kerugian yang dialami nasabah yang menjadi korban skimming,” ujar Dirut BSG Revino Pepah. Demikian dikutib dari Webside Bank SulutGo, Senin (11/7).

Atas nama Bank SulutGo Revino meminta maaf kepada nasabah yang menjadi korban dari skimming di beberapa tempat layanan Mesin ATM tunai. Pihaknya sudah melakukan upaya keamanan Mesin ATM dan data informasi yang dimiliki nasabah, janjinya yang segera ia tepati.

Yang terdampak dari kejahatan skimming ini menjadi lebih luas lantaran layanan tarik tunai uang dari mesin ATM Bank SulutGo ditutup. Hanya di lokasi yang terbilang aman misalnya mesin ATM tunai di Kantor Cabang Utama yanģ dibuka.

"Di teller kami buka penarikan dengan nominal paling rendah Rp50ribu. Kami juga memberi layanan tarik tunai hanya di mesin ATM di Kompleks Kantor Cabang Utama BSGo," tambah Pimpinan Departemen Publik Relation Devisi Corporation Sekretary (Corsec) Bank SulutGo Heince Rumende kepada media ini.

Lantas apa itu skimming? Skimming merupakan tindak kejahatan moneter yang merambah di banķ umum sejak era 90-n dan belum terselesai sampai dengan sekarang. Berbantuan teknologi yang menggunakan alat canggih, pencuri menggunakan berbagai cara seperti punggung nasabah untuk merekam data ATM beserta nomor PIN selanjutnya membuat duplikatnya serta menguras uang.

Cara kerja komplotan pencuri uang ini bahkan lebih bervariasi dan moderen diera digitalisasi. Dihimbau agar nasabah pun lebih berhati-hati melakukan transaksi di layanan mesin ATM tunai. "Ada baiknya nomor PIN ATM tunai sering diganti untuk mencegah pencurian," himbau seorang pejabat BSG yang tak ingin namanya disebut. (yuk).

MANADO,Sulutnews.com - Polisi mengamankan seorang terduga pelaku penganiayaan menggunakan senjata tajam yang terjadi di Kecamatan Singkil, pada Minggu (10/7/2022) malam.

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

"Pria berinisial RA (21) yang bekerja sebagai oknum honorer ini, diamankan Tim Resmob Polresta Manado pada hari Senin (11/7/2022) di sekitar rumah tinggalnya," ujarnya, Senin (11/7/2022) sore.

Menurut Kombes Pol Jules Abraham Abast, penganiayaan dilakukan terduga pelaku terhadap korban, pria bernama Anderson Budiman (21) warga Teling Bawah, gegara dendam pribadi.

"Terduga pelaku pernah dipukul korban sebelumnya, sehingga saat melihat korban, terduga pelaku emosi dan menganiaya korban," ujarnya.

Awalnya korban dianiaya oleh terduga pelaku bersama teman-temannya dengan cara memukul pakai tangan.

"Usai memukul secara bersama-sama terhadap korban, terduga pelaku lalu menikam korban dengan pisau di bagian dada sebelah kanan hingga harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit," kata Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Pasca kejadian, terduga pelaku langsung diamankan oleh keluarga, dan keluarga pun langsung menyerahkan terduga pelaku kepada polisi.

Penulis: ARP

MANADO,Sulutnews.com – Tim Opsnal 2 Polresta Manado mengamankan seorang pria pelaku penganiayaan yang terjadi di Kelurahan Bailang Lingkungan 2, Kecamatan Bunaken, Kota Manado, pada Minggu (10/7/2022), sekitar pukul 17:00 WITA.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, berdasarkan informasi dari Polresta Manado, tak menampik hal tersebut.

“Pelaku berinisial EH (30), warga Kecamatan Tuminting, Kota Manado. Ditangkap di sekitar tempat tinggalnya, beberapa jam usai kejadian,” ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast, Senin (11/7) sore, di Mapolda Sulut.

Pelaku diketahui menganiaya pria bernama Kun Pramuji (49), warga Kelurahan Bailang Lingkungan 1. Pemicunya, diduga pelaku tak terima karena diminta memindahkan kendaraannya yang menghalangi korban serta para pengguna jalan lainnya.

“Korban yang mengemudikan mobil akan melintas, namun terhalang oleh pelaku dan beberapa orang lainnya beserta kendaraan yang berhenti di badan jalan. Korban pun meminta pelaku memindahkan sepeda motornya, yang membuat pelaku tersinggung. Setelah itu korban melanjutkan perjalanan pulang,” jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Ternyata, pelaku mengikuti korban kemudian menghadangnya. Pelaku turun dari sepeda motornya lalu memukul bibir korban dengan tangan kosong hingga mengalami luka sobek.

“Setelah itu pelaku melarikan diri. Sedangkan korban yang merasa keberatan, melaporkan kasus penganiayaan tersebut ke SPKT Polresta Manado, beberapa saat usai kejadian,” terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Sementara itu Tim Opsnal yang mendapat informasi kejadian, segera melakukan penyelidikan hingga mengetahui identitas dan keberadaan pelaku, kemudian menangkapnya di wilayah Tuminting.

“Pelaku lalu diamankan di Mapolresta Manado untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait penganiayaan tersebut,” tandas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP