Hukum

Hukum (546)

Manado,Sulutnews.com - Seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun di Kota Bitung diduga mengalami pencabulan yang dilakukan oleh seorang kakek berinisial SM (63). Peristiwa ini sendiri diduga terjadi sejak bulan Desember 2019 dan baru terungkap pada bulan Mei 2022.

Kejadian ini dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast.

"Benar telah terjadi dugaan pencabulan yang dilakukan oleh Kakek SM, yang dilakukan sejak Desember 2019, dan saat ini terduga pelaku sudah diamankan oleh Polisi," terangnya, Jumat (3/6/2022).

Menurut Kombes Pol Jules Abraham Abast, peristiwa tersebut terjadi pada salah satu panti asuhan yang berada di Kota Bitung.

"Peristiwa ini terjadi di dalam panti dan korban merupakan salah satu anak piatu yang sering tinggal di panti tersebut, sedangkan terduga pelaku adalah pengasuh panti," katanya.

Berdasarkan pengakuan korban yang rumahnya dekat panti, ia dicabuli Kakek SM sejak Desember 2019 dan terakhir pada 29 Mei 2022. Karena sudah tidak tahan dengan perlakuan sang kakek, korban pun malapor kepada warga sekitar.

"Karena sudah tidak tahan dengan perlakuan kakek SM, korban melapor kepada warga dan menjadi heboh di masyarakat hingga kemudian salah satu LSM melaporkan kejadian ini ke Polres Bitung, pada 31 Mei 2022," ungkap Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Terduga pelaku dijerat dengan Pasal 76E jo Pasal 82 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Ancaman hukumannya adalah pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan pidana denda paling banyak Rp. 5 Miliar," tandas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Tomohon,Sulutnews.com - Lelaki EJ alias Eduardo (23) pelaku keributan dengan senjata tajam (sajam) di penginapan Superstar Tomohon di amankan oleh Tim URC Totosik Polres Tomohon, Jumat (3/6/2022) malam.

Diketahui sebelumnya Pelaku yang merupakan warga Desa Borgo, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa ternyata belum lama ini juga pernah berurusan dengan Polisi lantaran diduga melakukan kasus pencurian di Alfamart Kelurahan Walian Tomohon, ungkap Katim Totosik Aipda Yanny Watung, Sabtu (4/6).

Kepada Media ini dijelaskan Aipda Yanny peristiwa ini bermula saat Tim URC Totosik sementara melakukan patroli.

"Mendapat laporan bahwa ada pelaku yang melakukan keributan dengan sajam yang terjadi di penginapan di Kelurahan Walian, Kecamatan Tomohon Selatan. Petugas pun langsung bergegas ke lokasi yang dilaporkan.

Dalam laporan yang diterima,  pelaku yang awalnya berkunjung ke tempat karaoke super Star dan selanjutnya ke lokasi penginapan dan membuat keributan di salah satu kamar.

Dikatakan Aipda Yanny saat di amankan polisi mendapati ternyata pelakunya sama dengan yang baru diamankan beberapa lalu atas tindakan pencurian di Alfamart.

"Seketika itu juga polisi langsung mengamankan pelaku dan bersama barang bukti pisau badik ke Polres Tomohon untuk diproses lebih lanjut, tukasnya.

Terpisah Kapolres Tomohon AKBP Arian Primadanu Colibrito SIK MH melalui Kasi Humas Polres Tomohon AKP Hani Goni saat di konfirmasi lebih lanjut, membenarkan laporan tersebut.

Saat di amankan pelaku langsung diserahkan ke Satuan Reskrim Polres Tomohon untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, singkat AKP Hani Goni.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com - Tim Resmob Polresta Manado mengamankan terduga pelaku perusakan yang terjadi di Perum Bumi Asih Sawangan, Kamis (2/6/2022) sekitar pukul 15.00 Wita.

Dihubungi terpisah pada hari Jumat (3/6/2022) sore, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

"Terduga pelaku adalah pria berinisial AB (24), diamankan di sekitar Perum Asabri Kamangta beberapa jam setelah kejadian," ujarnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, terduga pelaku melakukan aksinya dalam kondisi mabuk, di rumah korban bernama Brando.

"Terduga pelaku yang diduga sudah mabuk, tanpa alasan jelas datang ke rumah korban dan langsung merusak bagian depan sepeda motor, juga melakukan perusakan kaca jendela rumah milik korban dengan menggunakan parang," terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Usai melakukan perusakan, terduga pelaku langsung meninggalkan TKP, dan kejadian ini langsung dilaporkan korban ke SPKT Polresta Manado.

"Berdasarkan keterangan korban saat melapor ke SPKT Polresta, Tim Resmob segera melakukan pencarian dan berhasil mengamankan terduga pelaku. Saat ini terduga pelaku sudah berada di Mako Polresta Manado untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com - Polres Minsel mengamankan seorang pria berinisial MW (35), yang diduga telah melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap korban bernama Jois, yang terjadi di Desa Elusan, Kecamatan Amurang Barat, pada tahun 2011 silam.

Dihubungi terpisah pada Rabu, (2/6/2022) siang, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

"Terduga pelaku ditangkap oleh Tim Gabungan Polres Minsel saat berada di Desa Tongoa, Kecamatan Palopo, Kabupaten Sigi, Propinsi Sulawesi Tengah, pada hari Minggu (29/5/2022)," ujarnya.

Menurut Kombes Pol Jules Abraham Abast, terduga pelaku masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) selama 11 tahun.

"Selama dalam pelarian, terduga pelaku berganti-ganti identitas, terakhir KTP-nya beralamatkan Kabupaten Karimun, Propinsi Kepri. Tersangka juga sempat berpindah-pindah tempat tinggal diantaranya Jakarta, Surabaya, Kalimantan, Papua, terakhir di Sulteng," terang kata Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Tindak pidana pembunuhan ini terjadi karena salah paham antara pelaku dan korban di sebuah acara hiburan di Desa Elusan pada hari Sabtu (4/6/2011).

"Saat itu pelaku sakit hati karena sempat ditampar korban saat sedang pesta miras, terduga pelaku kemudian mengambil pisau badik yang disimpan di kantung celana sebelah kanan, lalu menikam korban di bagian dada kiri. Sontak korban terjatuh di jalan dan meninggal dunia," terangnya,

Sejumlah saksi yang ada di sekitar tempat kejadian berusaha melerainya, namun terduga pelaku membabi buta melakukan penyerangan dengan menggunakan pisau badiknya.

"Aksi membabi buta terduga pelaku mengakibatkan sejumlah warga juga mengalami luka-luka. Setelah kejadian, pelaku langsung melarikan diri," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Saat ini terduga pelaku sudah diamankan di Polres Minsel. Ia dijerat dengan pasal 338 KUHPidana sub 351 ayat (3) KUHPidana, dengan ancaman hukuman 15 (lima belas) tahun penjara.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com – Tim Opsnal Presisi Polresta Manado mengamankan seorang pria pelaku penganiayaan bermotif cemburu, Rabu (1/6/2022) sore.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, membenarkan hal tersebut.

“Pelaku berinisial FS (20), warga Amurang, Minahasa Selatan. Ditangkap saat berada disebuah supermarket di wilayah Amurang,” ujarnya, Kamis (2/6) pagi, di Mapolda Sulut.

Pelaku diketahui menganiaya Herdi (23), warga Dendengan Dalam, Manado, pada Sabtu (28/5), sekitar pukul 08:00 WITA.

“Pagi itu pelaku mendatangi kost pacarnya di wilayah Banjer, Manado, dan mendapati korban ada di situ. Diduga cemburu, pelaku menganiaya korban menggunakan tangan kosong hingga mengalami luka lebam,” jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Pelaku langsung melarikan diri dari TKP. Sedangkan korban melapor ke Polresta Manado beberapa saat usai kejadian, yang direspons petugas dengan melakukan penyelidikan.

“Pelaku melarikan diri ke wilayah Minahasa Selatan dan diketahui keberadaannya oleh petugas, lalu ditangkap tanpa perlawanan. Pelaku kemudian diamankan di Mapolresta Manado untuk diperiksa lebih lanjut,” tutup Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com - Tim Resmob Polresta Manado mengamankan seorang Anak Baru Gede (ABG)  Manado berusia 15 tahun berinisial JP, yang diduga telah melakukan penganiayaan dengan senjata tajam terhadap JM (16) warga Minahasa, pada hari Senin (30/5/2022) pukul 14.00 Wita di Jalan Pramuka Manado.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

"Terduga pelaku diamankan beberapa jam setelah kejadian, yaitu pada pukul 19.30 Wita saat berada di sekitar Kota Manado bersama barang bukti yang disimpan di samping rumah pelaku," ujarnya.

Menurut Kombes Jules Abraham Abast, peristiwa penganiayaan tersebut terjadi berawal karena selisih paham antara terduga pelaku dan korban.

"Saat berada di TKP, terduga pelaku didatangi korban selanjutnya menanyakan kenapa pelaku mencari adik korban. Tak berapa lama kemudian terjadi adu mulut antara keduanya. Dan saat itu korban juga diduga melepaskan sebuah pukulan saat terduga pelaku hendak pergi meninggalkan TKP dengan sepeda motor," ujarnya.

Tak terima dengan perlakuan korban, terduga pelaku pun emosi dan pergi meninggalkan TKP sambil berkata ke korban agar menunggunya di TKP.

"Beberapa saat kemudian, terduga pelaku pun muncul dengan membawa sebuah pisau besi putih yang diselipkan di pinggang kiri," katanya.

Melihat terduga pelaku datang dan sudah mencabut pisau, korban langsung lari.

"Keduanya saling kejar hingga akhirnya korban jatuh tersungkur dan terduga pelaku langsung melayangkan 1 tikaman mengarah ke punggung kanan korban," terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Melihat korban yang sudah tidak berdaya, terduga pelaku langsung pergi meninggalkan TKP sedangkan korban ditolong oleh beberapa warga setempat akibat luka tusuk yang dialami.

"Pasca kejadian, korban pun harus mendapat perawatan medis dan kejadian ini kemudian dilaporkan kakak korban ke Polsek Sario. Saat ini terduga pelaku sudah berada di Polsek Sario untuk diproses sesuai hukum yang berlaku," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com - Pasangan suami isteri (Pasutri) warga Bolaang Mongondow (Bolmong) ini terpaksa harus berurusan dengan polisi. Pasalnya, pria berinisial NS (37) dan perempuan berinisial OM (41) diduga telah membuat keterangan palsu terkait hilangnya sebuah sepeda motor milik mereka.

Dihubungi terpisah pada Rabu (1/6/2022) siang, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

"Atas perintah sang suami, pada hari Senin (23/5/2022) perempuan OM datang ke Mako Polres Kotamobagu dan melaporkan kehilangan sepeda motor milik mereka, di Pasar Serasi. Namun setelah dilakukan penyelidikan oleh petugas, ternyata laporan kehilangan tersebut tidak benar," jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan Kombes Pol Jules Abraham Abast, berdasarkan hasil penyelidikan, ternyata sepeda motor yang dilaporkan hilang oleh perempuan OM, sudah ditemukan oleh petugas di daerah Passi pada hari Minggu (22/5/2022).

"Sepeda motor yang ditemukan ternyata merupakan barang bukti kejahatan yang digunakan oleh pria NS untuk membantu melakukan aksi pencurian kendaraan bermotor bersama adiknya AS, sehingga sudah diamankan di Mako Polres Kotamobagu," katanya.

Perempuan OM pun kemudian diamankan oleh petugas yang sebelumnya juga sudah mengamankan sang suami terlebih dahulu karena terlibat aksi curanmor.

"Dari hasil interogasi, keduanya mengaku sengaja membuat laporan kehilangan agar terhindar tagihan setiap bulannya dari Finance," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Sepasang suami isteri ini diduga melanggar pasal 242 KUHP juncto 55 subsider 220 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com - Kakak beradik residivis pelaku pencurian kendaraan bermotor (ruranmor)  kembali beraksi di wilayah Kotamobagu dan sekitarnya. Kali ini pria berinisial NS (37) dan adiknya AS ini melakukan pencurian kendaraan bermotor milik korban, Yanny Harisondak warga Gogagoman, Kotamobagu.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

"Aksi pencurian yang dilakukan oleh 2 warga Bolmong ini dilakukan di rumah korban, pada hari Sabtu (21/5/2022) sekitar pukul 05.30 Wita," terangnya, Rabu (1/6/2022).

Dalam melakukan aksinya, kedua pelaku nekat memasuki halaman rumah korban dan mengambil sepeda motor jenis Honda Beat milik korban.

"Salah satu pelaku bertugas mengawasi keadaan sekitar rumah korban sedangkan satunya lagi mendorong sepeda motor keluar dari halaman rumah," ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Salah satu dari pelaku yaitu pria berinisial NS akhirnya berhasil ditangkap oleh Tim Resmob Polres Kotamobagu pada hari Minggu (22/5/2022) sekitar pukul 02.00 Wita di daerah Passi, sebelum melakukan penjualan hasil barang curian.

"Sepeda motor hasil curian sebelumnya dibawa ke sebuah perkebunan di wilayah Bilalang, kemudian akan dijual ke seseorang, namun sebelum terjual, petugas berhasil mengamankan pelaku NS bersama barang bukti hasil curian dan juga sebuah sepeda motor milik pelaku yang sering dipakai untuk melancarkan aksinya," katanya.

Berdasarkan hasil interogasi petugas, pelaku mengaku sudah berulang kali melakukan pencurian kendaraan bermotor bersama adiknya.

"Pelaku mengaku sudah 9 kali melakukan aksi pencurian bersama adiknya. Modusnya adalah dengan berboncengan sebuah sepeda motor, keduanya memantau kondisi rumah para calon korban, dan apabila ada sepeda motor yang terparkir bebas, keduanya langsung nekat mengambilnya," terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Saat ini pelaku NS sudah diamankan di Mako Polres Kotamobagu sedangkan pelaku lainnya masih dalam pengejaran petugas.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com – Tim Opsnal Satreskrim Polres Minahasa Tenggara mengamankan seorang pria pelaku penikaman yang terjadi di Pasar Tombatu pada Minggu (1/5/2022) sekitar pukul 23:00 WITA.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, membenarkan hal tersebut.

“Pelakunya berinisial AM (21), warga Pasan, Minahasa Tenggara, ditangkap di wilayah Tombatu pada Minggu (29/5) malam. Sedangkan korban bernama Donatus (27), warga Tombatu,” ujarnya, Rabu (1/6) siang.

Kombes Pol Jules Abraham Abast menerangkan, malam itu korban bersama beberapa temannya sedang berada di Pasar Tombatu, tiba-tiba pelaku datang dan langsung membuat keributan, lalu ditegur oleh korban.

“Pelaku tidak terima dengan teguran tersebut, lalu mencabut pisau badik dari pinggang sambil mengejar korban. Saat korban terjatuh, pelaku menikamkan pisau ke arah perut tetapi ditangkis korban menggunakan kedua tangannya hingga mengalami luka lecet,” jelasnya.

Pelaku kemudian melarikan diri dari TKP. Sedangkan korban melapor ke SPKT Polres Minahasa Tenggara dua hari usai kejadian.

“Tim Opsnal yang melakukan penyelidikan mendapat informasi keberadaan pelaku pada Minggu (29/5) malam, kemudian menangkapnya sekitar pukul 23:00 WITA,” terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Petugas memberikan tindakan tegas dan terukur di bagian kaki kanan pelaku karena berupaya melarikan diri saat akan ditangkap. Dalam penangkapan tersebut, petugas pun mendapati sebilah pisau badik yang disimpan dalam saku jaket pelaku.

“Pelaku beserta barang bukti sebilah pisau badik telah diamankan untuk diproses lanjut,” tutup Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com - Seorang pria berinisial PB (17) warga Kecamatan Maesa, Kota Bitung terpaksa diamankan oleh Tim Resmob Polsek Aertembaga. Pasalnya, pria pengangguran ini kedapatan membawa senjata tajam (sajam) jenis pisau.

Dihubungi Selasa (31/5/2021) siang, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

"Ia diamankan di sekitar gerbang pintu masuk Perikani Bitung pada hari Selasa (31/5/2022) pagi sekitar pukul 05.40 Wita," ujarnya.

Menurut Kombes Pol Jules Abraham Abast, saat melakukan patroli cipta kondisi, Tim Resmob melihat seorang pria yang diduga sudah mabuk sedang mengendarai sepeda motor di sekitar gerbang masuk Perikani

"Tim Resmob segera menghentikan pria tersebut dan melakukan penggeledahan badan. Dan benar saja saat penggeledahan, Tim mendapati sebuah pisau terbuat dari besi putih yang diselipkan di pinggang," terangnya.

Tak pakai lama, pelaku pembawa sajam langsung diamankan dan dibawa ke Mako Polsek Aertembaga untuk dilakukan pemeriksaan.

"Dari hasil pemeriksaan petugas, pelaku mengakui bahwa pisau tersebut adalah miliknya yang sengaja dibawanya untuk menikam seorang lelaki yang diduga merupakan selingkuhan istrinya," terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Pelaku melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 atas dugaan membawa senjata tajam dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun.

Penulis: ARP