Hukum

Hukum (543)

Manado,Sulutnews.com - Polisi mengamankan seorang pria berinisial FK (40) yang diduga telah melakukan penikaman di Desa Tountimomor Kecamatan Kakas Barat, pada hari Minggu (12/6/2022) sekitar pukul 20.30 Wita, yang menyebabkan Gabriel Lontaan (20), warga setempat meninggal dunia.

Dihubungi terpisah pada Selasa (14/6/2022) siang, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

"Terduga pelaku diamankan di rumah salah satu warga di sekitar Kecamatan Kakas Barat, beberapa saat setelah kejadian," ujarnya.

Lebih lanjut Kombes Pol Jules Abraham Abast menguraikan kronologis kejadian penganiayaan.

"Awalnya korban bertengkar dengan adiknya kemudian dilerai oleh beberapa temannya. Beberapa saat kemudian korban pergi ke sebuah acara baptisan," terangnya.

Saat korban tiba di lokasi acara, telah terjadi keributan dan tak berapa lama kemudian korban mengalami penikaman yang dilakukan oleh terduga pelaku.

"Korban mengalami sebuah tikaman di betis kiri hingga menyebabkan pendarahan. Penikaman terjadi karena salah paham akibat mabuk antara korban dan terduga pelaku," ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Usai melakukan penikaman terhadap korban, terduga pelaku pergi meninggalkan TKP.

"Usai menikam korban, terduga pelaku langsung kabur dari TKP dan bersembunyi di rumah salah satu warga di Kecamatan Kakas hingga akhirnya berhasil diamankan polisi," kata Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Sementara itu korban yang mengalami luka serius, langsung mendapat pertolongan dari rekan-rekannya.

"Korban mendapat luka tikam di betis kaki kiri dan dibawa ke RS Budi Setia Langowan untuk mendapat perawatan, namun nyawa korban tak bisa tertolong lagi," pungkasnya.

Saat ini terduga pelaku sudah berada di Mako Polres Minahasa untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Penulis: ARP

Minahasa,Sulutnews.com - Tim 1 Unit Resmob Polres Minahasa langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku penikaman yang terjadi diacara Baptisan dari Keluarga Kaeng-Langi di desa Tountimomor  Jaga IV Kecamatan kakas Barat. Hasilnya polisi berhasil menangkap pelaku.

Kapolres Minahasa AKBP.Tommy Bambang Souissa, SIK melalui Katim 1 Unit Resmob Satreskrim Polres Minahasa Aiptu Ronny Wentuk kepada media ini, Senin (13/6/2022) Dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut.

Diterangkan Katim peristiwa penikaman ini berawal saat korban dan pelaku FK (40) Alias Mods warga Desa Passo Kecamatan Kakas Barat menghadiri acara Baptisan di salah satu rumah warga di Desa Tountimomor.

"Dalam acara tersebut memang sempat terjadi adu mulut antara Korban dengan adiknya FL alias Fidel, ujar Katim.

Kemudian datang lelaki JS alias Skai bersama Tersangka serta beberapa rekan lain memisahkan keduanya.

"Saat itu Kedua kakak beradik ini dipertemukan dan dan didamaikan di rumah DS alias Deifer.

Setelah beberapa saat kemudian DS bersama korban kembali ke lokasi acara  yang adalah Lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan maksud untuk mempertemukan antara korban dengan JS.

"Namun setibanya di tempat tersebut tiba- tiba terjadi keributan yang berakhir pada tertikamnya  Korban GL di bagian kaki kiri.

Sementara seorang saksi MK yang melihat kejadian penikaman ini langsung berteriak bahwa tersangka Mods yang menikam GL melarikan diri.

Melihat korban yang sudah tertikam, saksi dan beberapa rekan lainya langsung membawa korban ke  Rumah Sakit Budi Setia Langowan untuk mendapatkan perawatan namun tubuh korban tidak bisa tertolong.

Tersangka kami amankan di desa Passo oleh tanpa perlawanan, selanjutnya  langsung kami giring ke Mako Polres Minahasa guna di proses lebih lanjut, urai Katim.

"Saat ini jasad  korban sudah berada di rumah duka di desa Tountimomor Jaga dua Kecamatan  Kakas Barat tepatnya di rumah Orang Tua Korban. Dan untuk situasi saat ini  aman dan terkendali,” Timpal Katim.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com – Tim Resmob Polres Bitung mengamankan terduga pelaku penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam, yang terjadi di Kelurahan Girian Bawah pada hari Sabtu (22/5/2022) silam.

Saat dikonfirmasi pada Sabtu (11/6/2022) malam, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

“Terduga pelaku yakni pria berinisial DT (19), diamankan petugas pada hari Sabtu (11/6/2022) sore, di Kelurahan Girian Bawah,” terangnya.

Menurut Kombes Pol Jules Abraham Abast, penganiayaan terhadap korban Chairil Lamsu (36) yang merupakan warga Girian Bawah ini, terjadi tanpa alasan yang jelas.

“Tanpa sebab, terduga pelaku bersama rekannya berinsial RA yang sudah mabuk, datang mendekati korban dan melakukan pemukulan. Korban pun kaget dan berusaha melawan sehingga terjadi perkelahian,” ujarnya.

Di saat berkelahi tersebut, RA mengambil sebilah pisau yang diselipkan di pinggangnya dan berusaha melukai korban.

“RA yang emosi karena kena pukulan tangan korban, berusaha untuk menikam korban ke arah perut namun meleset. Pisau tersebut terjatuh dan dapat diraih oleh terduga pelaku dan langsung menikam korban di bagian punggung kanan,” urai Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Sadar dirinya sudah terluka, korban kemudian berusaha melarikan diri dari TKP.

“Karena merasa kesakitan akibat tikaman terduga pelaku, korban kemudian melarikan diri menuju rumahnya dan melaporkan kejadian itu ke orang tuanya,” katanya.

Kejadian ini langsung dilaporkan ke SPKT Polres Bitung dan ditindaklanjuti dengan melakukan pencarian terhadap terduga pelaku.

”Setelah melakukan penyelidikan dan pencarian, akhirnya terduga pelaku berhasil diamankan bersama barang bukti dan saat ini sudah berada di Mako Polres Bitung untuk diperiksa lebih lanjut,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com – Dua remaja pria warga Kecamatan Wenang ini terpaksa diamankan Tim Opsnal Polresta Manado. Pasalnya, kedua pengangguran ini diduga telah melakukan pelemparan terhadap mobil milik polisi pada hari Jumat (10/6/2022) di Kelurahan Lawangirung, Manado.

Dihubungi Minggu (12/6/2022) pagi, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

“Kedua remaja ini berinisial TN (17) dan DT (16). Mereka ditangkap beberapa saat setelah kejadian,” terangnya.

Akibat aksi pelemparan kedua remaja ini, mobil milik polisi ini mengalami kerusakan.

“Kedua remaja diduga dengan sengaja melakukan pelemparan dengan menggunakan besi sehingga menyebabkan kaca pintu mobil sebelah kanan pecah,” kata Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Menurutnya, peristiwa tersebut berawal dari adanya laporan masyarakat di Call Center 112 bahwa telah terjadi keributan di sekitar TKP.

“Setelah menerima informasi melalui Call Center 112, polisi langsung bergerak ke TKP. Saat tiba di TKP, kendaraan yang dipakai oleh polisi, justru dilempari oleh para pelaku,” ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Usai melakukan pelemparan, para pelaku lari meninggalkan TKP, namun dilakukan pengejaran oleh petugas.

“Usaha pengejaran pun berhasil mengamankan kedua pelaku di sekitar Kelurahan Lawangirung,” lanjutnya.

Saat diamankan, petugas juga mendapatkan barang bukti senjata tajam yang dibawa oleh masing-masing pelaku.

“Dari kedua pelaku, polisi berhasil mendapatkan 2 buah barang bukti senjata tajam jenis pisau badik selanjutnya digiring ke Mako Polresta Manado,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Saat ini kedua pelaku sudah diserahkan ke Piket Reskrim Polresta Manado untuk diperiksa lebih lanjut.

Penulis: ARP

Bitung,Sulutnews.com – Tim 1 Resmob Polres Bitung mengamankan dua remaja pria terduga pelaku pencurian handphone yang terjadi di tempat pemandian Aerujang Danowudu, Ranowulu, Bitung pada Selasa (7/6/2022) sore.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, membenarkan hal tersebut.

“Terduga pelaku masing-masing berinisial RS (14), warga Ranowulu, dan RN (14), warga Girian, Bitung. Keduanya ditangkap disalah satu perumahan di wilayah Ranowulu pada Jumat (10/6) sore,” ujarnya, Sabtu (11/6) siang.

Diduga keduanya mencuri empat buah handphone berbagai merek milik empat korban dari dalam bagasi sepeda motor yang terparkir di sekitar lokasi pemandian tersebut.

“Keempat korban adalah pengunjung tempat pemandian. Keempatnya menyimpan handphone mereka di dalam bagasi sepeda motor salah satu korban, lalu mandi di tempat pemandian Aerujang,” jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Usai mandi, keempat korban yang akan pulang bermaksud mengambil handphone masing-masing. Namun ternyata keempat handphone tersebut telah raib. Total kerugian yang dialami keempat korban sekitar Rp9 juta.

“Salah seorang korban bernama Gabriel lalu melapor ke Polres Bitung pada tanggal 10 Juni 2022. Laporan ditindaklanjuti Tim 1 Resmob dengan melakukan penyelidikan hingga mengamankan kedua terduga pelaku tanpa perlawanan,” kata Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Saat interogasi awal, kedua terduga pelaku pun mengakui perbuatan tersebut. Awalnya RS dan RN mendekati sepeda motor korban. RS lalu memasukkan tangannya ke dalam bagasi melalui celah bawah jok sepeda motor, kemudian mengambil empat buah handphone tersebut.

“Kedua terduga pelaku beserta barang bukti empat buah handphone milik korban sudah diamankan di Mapolres Bitung untuk diperiksa lebih lanjut,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com - Gabungan Tim Resmob Polres Bitung, Polsek Matuari dan Polsek Maesa mengamankan kawanan terduga pelaku tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Kelurahan Manembo-Nembo, Kecamatan Matuari, yang terjadi pada Minggu (5/6/2022) sekitar pukul 04.30 Wita.

Dihubungi terpisah pada Sabtu (11/6/2022) siang, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

"Terduga pelaku berjumlah 4 orang pria, masing-masing JH (20), OS (20), FS (16) dan RM. Tiga pelaku diamankan di sekitar Kota Bitung pada Rabu (8/6/2022), sedangkan RM diamankan di daerah Boltim," terangnya.

Kejadian pencurian ini menimpa seorang warga bernama Atri Moningka, di rumahnya di Kelurahan Manembo-nembo, Kota Bitung.

"Saat itu korban pulang ke rumah dan memarkirkan sepeda motor Honda Beat di teras rumah. Saat korban terbangun di pagi hari, korban melihat sepeda motor tersebut sudah hilang. Setelah sempat mencari di sekitar kompleks tempat tinggalnya namun tidak ketemu, korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Matuari," ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Berdasarkan laporan korban tersebut, polisi kemudian melakukan penyelidikan dan melakukan pengejaran terhadap pelaku hingga akhirnya berhasil ditangkap.

"Keempat terduga pelaku sudah berhasil diamankan dan saat ini sudah berada di Polsek Matuari untuk menjalani pemeriksaan," katanya.

Berdasarkan hasil interogasi, ketiga pelaku mengaku berperan sebagai pelaku curanmor dan sudah beberapa kali melakukan aksi curanmor. Sedangkan RM berperan sebagai penjual.

"Saat dilakukan pemeriksaan, 3 pelaku mengakui sudah beberapa kali melakukan pencurian. Dan motor yang dicuri diserahkan ke pelaku RM untuk dijual kembali," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Hingga saat ini barang bukti yang disita sebanyak 4 unit sepeda motor berbagai merk.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com - Seorang pria berinisial RO (40) yang bekerja di salah satu depot air minum isi ulang di Kelurahan Kotabangon, terpaksa diamankan oleh aparat kepolisian. Pasalnya, warga yang tinggal di Kecamatan Kotamobagu Barat ini diduga telah melakukan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) pada hari Jumat (3/6/2022) pukul 12.00 Wita.

Dikonfirmasi pada Kamis (9/6/2022) siang di Mapolda Sulut, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

"Terduga pelaku dijemput polisi beberapa jam setelah kejadian, karena telah mencuri sepeda motor Honda Beat milik Riki Gobel, sepupu pemilik depot air," terangnya.

Kejadian ini berawal saat korban yang baru saja tiba dengan sepeda motor di depot air minum isi ulang, langsung meletakkan kunci motor di atas meja.

"Korban datang dan meletakkan kunci motor di atas meja kemudian bergegas menuju ke Masjid untuk Solat Jumat. Melihat kunci motor tergeletak sembarangan, terduga pelaku mengambilnya selanjutnya membawa lari sepeda motor dan menyimpannya di salah satu rumah kosong di Kotabangon yang ditutupi dengan selembar plastik baliho. Setelah itu terduga pelaku kembali dengan bentor (becak motor) ke depot untuk bekerja," ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Korban pun menyadari motornya hilang saat dirinya pulang ke depot usai melaksanakan Sholat Jumat.

"Begitu sampai di depot, korban kaget sepeda motornya sudah raib. Ia pun berusaha menanyakan ke orang depot namun jawabannya tidak ada yang tahu," katanya.

Kasus ini terungkap berkat rekaman CCTV yang terpasang di sebuah bengkel motor dekat depot air.

"Setelah beberapa saat melakukan pencarian, korbanpun berkoordinasi dengan pemilik bengkel yang terpasang CCTV dan dari hasil pengecekan CCTV, terlihat terduga pelaku sedang mengambil sepeda motor milik korban," ungkap Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Berbekal rekaman CCTV ini, korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kotamobagu dan terduga pelaku pun berhasil ditangkap.

"Terduga pelaku diamankan saat sedang berada di rumahnya dan langsung digiring ke Mako Polres Kotamobagu untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Manado,sulutnews.com - Tim Patroli Rayon C Samapta Polresta Manado mengamankan tiga orang pria terduga pelaku pencurian anjing (doger), yang terjadi di wilayah Kota Manado, pada Rabu (8/6/2022) dini hari.

Dihubungi terpisah pada Rabu (8/6/2022) siang, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan kejadian tersebut.

"Ketiga terduga pelaku, yaitu AT (24), SM (28) dan CT (31) diamankan pada Rabu (8/6/2022) pagi sekitar pukul 04.15 Wita di sekitar Jembatan Maesa, Kelurahan Perkamil, Manado," ujarnya.

Terungkapnya kasus pencurian anjing atau doger ini berawal dari laporan warga ke Polresta Manado.

"Salah satu warga melapor ke polisi bahwa mobilnya yang disewa ketiga terduga pelaku, dicurigai akan melakukan aksi pencurian anjing. Kecurigaan tersebut bertambah dengan dimatikannya alat GPS yang berada di mobil oleh terduga pelaku, serta adanya informasi dari rekan-rekan pemilik mobil bahwa ketiga orang tersebut merupakan kawanan pencuri," ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Berdasarkan laporan tersebut, Tim Patroli Rayon langsung bertindak dengan melakukan pencarian di sekitar Kota Manado, hingga akhirnya menangkap kawanan pencuri di sekitar Kelurahan Perkamil, Kecamatan Paal Dua.

"Tim Patroli Rayon berhasil mencegat mobil yang dipakai para terduga pelaku saat berada di sekitar Jembatan Maesa Perkamil, dan benar saat mobil digeledah, polisi mendapatkan barang bukti sebanyak 12 ekor anjing yang sudah mati," terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Selain mendapatkan 12 ekor anjing, Tim Patroli juga mendapatkan sejumlah barang bukti senjata tajam dan racun untuk membunuh anjing.

"Saat dilakukan penggeledahan, polisi juga mendapatkan sejumlah barang bukti lainnya, yaitu 2 buah pisau badik ,1 buah pedang samurai, 1 buah besi dengan panjang 70 cm, 2 buah senter dan 1 kantong plastik hitam berisi putas atau racun anjing," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Ketiga terduga pelaku warga Kecamatan Wanea ini selanjutnya digiring ke Mako Polresta Manado untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com - Guna menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, Polsek Tikala menggelar razia minuman keras di beberapa kios dan warung, Sabtu (4/6/2022) malam.

Terpisah, Kapolresta Manado Kombes Pol Julianto Sirait, membenarkan hal tersebut.

“Kegiatan razia ini kami lakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan dan menciptakan situasi kamtibmas yang aman, tanpa adanya miras,” ujar Kombes Pol Sirait.

Dalam razia tersebut, personel Polsek Tikala mendapati sebanyak 7 karung cap tikus, masing-masing berisi 50 liter dan 13 plastik cap tikus ukuran 600 ml.

Barang bukti miras lalu di Mapolsek Tikala dan pemiliknya juga diberikan ke Mapolsek untuk pembinaan.

Kombes Pol Sirait juga mengimbau para penjual miras untuk tidak lagi berbisnis minuman memabukkan tersebut.

“Karena akibat yang ditimbulkan dari mengkonsumsi miras hanyalah gangguan kamtibmas, seperti melakukan onar atau tindak pidana lainnya,” pungkas Kombes Pol Sirait.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com – Tim Opsnal 1 Polresta Manado mengamankan seorang pria pelaku penganiayaan yang terjadi di Kalasey Dua, Mandolang, Minahasa, pada Jumat (3/6/2022) sekitar pukul 10:00 WITA.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, membenarkan hal tersebut.

“Pelaku berinisial RP (40), warga Kalasey Dua, ditangkap di wilayah Kalasey, pada Sabtu (4/6) sekitar pukul 01:15 WITA,” ujarnya, Sabtu sore.

Pelaku diketahui menganiaya Chaerul (39), warga Pakowa, Manado, saat bekerja di rumah tetangga pelaku.

“Korban pagi itu sedang mengangkat tanah di rumah tetangga pelaku. Tanpa sebab yang jelas, pelaku tiba-tiba mendatangi sambil memarahi korban lalu memukul mata kanannya menggunakan tangan kosong hingga mengalami luka lebam,” jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Pelaku langsung melarikan diri dari TKP. Sedangkan korban melapor ke Polresta Manado beberapa saat usai kejadian, yang direspons petugas dengan melakukan penyelidikan.

"Pelaku melarikan diri di sekitar Kalasey dan diketahui keberadaannya oleh petugas, lalu ditangkap tanpa perlawanan. Pelaku kemudian diamankan di Mapolresta Manado untuk diperiksa lebih lanjut," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP