Hukum

Hukum (433)

Manado,Sulutnews.com  - Tim Resmob Polresta Manado bersama Resmob Polsek Maesa mengamankan pelaku penganiayaan dengan senjata tajam (sajam) jenis pisau badik yang terjadi di Desa Kulu Kecamatan Wori pada hari Sabtu (24/4/2022).

Peristiwa penganiayaan tersebut dibenarkan Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast.

"Pelaku adalah pria berinisial ST (44) warga Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara berhasil diamankan oleh Tim gabungan pada hari Kamis (19/5/2022) sekitar pukul 15.00 Wita, di wilayah Kecamatan Madidir, Kota Bitung," ujarnya, Sabtu (21/5/2022).

Penganiayaan yang dilakukan pelaku terhadap korban, pria bernama Tisman Galumpa (52), terjadi pada sebuah acara di Desa Kulu.

"Saat korban hendak pulang dan keluar dari acara tersebut, pelaku menghadangnya dan langsung melakukan penganiayaan dengan menggunakan sajam miliknya," terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka-luka di leher bagian belakang dan lengan kiri.

"Dan korban pun harus mendapatkan perawatan medis karena luka-luka yang cukup serius," ujarnya.

Usai melakukan aksi penganiayaan, pelaku langsung menghilang. Pihak korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Manado.

"Pelaku yang sempat masuk dalam DPO Polresta Manado akhirnya berhasil diamankan saat berada di rumah temannya di Kota Bitung," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Pelaku sendiri memiliki beberapa catatan laporan kepolisian. Ia juga diduga merupakan salah satu pemicu keributan dan perkelahian di tempat tinggalnya.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com - Personel Ditreskrimsus Polda Sulut mengamankan seorang pria berinisial IM alias Bemo, pelaku ujaran kebencian melalui media sosial (medsos).

Hal tersebut dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Jules Abraham Abast.

"Bahwa benar, IM alias Bemo telah diamankan oleh personel Ditreskrimsus Polda Sulut, pada hari Jumat (20/5/2022), sekitar pukul 16.00 WITA," ujarnya, Jumat malam.  

Diamankannya IM berdasarkan laporan yang diterima Polda Sulut pada tanggal 9 Mei 2022. 

"Yaitu tentang dugaan tindak pidana yang dilakukan IM, yang mengunggah atau melakukan ujaran kebencian di media sosial," jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Sebelumnya pada Jumat siang, Penyidik Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Sulut mendapat informasi dari pihak keluarga bahwa IM akan menyerahkan diri.

"Petugas mendatangi rumah IM di wilayah Singkil, Manado, lalu berkoordinasi dengan keluarga. Petugas lalu mengamankan IM, selanjutnya dibawa ke Mapolda Sulut untuk diperiksa lebih lanjut," terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Ditambahkannya, IM diduga melanggar pasal 45 A ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). 

"Ancaman hukumannya 6 tahun penjara dan denda maksimal 1 miliar rupiah," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Minahasa,Sulutnews.com - Personel Satuan Reskrim Polres Minahasa mengamankan 2 pria diduga telah melakukan tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan nyawa pria bernama Stif Mamengko (42) melayang, yang terjadi di sebuah rumah duka di Kelurahan Wewelen Kecamatan Tondano Barat, pada hari Kamis (19/5/2022) sekitar pukul 19.30 Wita.

Dihubungi Jumat (20/5/2022) sore, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

"Terduga pelaku ada 2 orang, yaitu MM (27) dan DA (21), diamankan di sekitar Kelurahan Liningaan Tondano Timur, kurang lebih 3 jam setelah kejadian," terangnya.

Dari interogasi awal terhadap terduga pelaku berinsial MM, ia mengaku melakukan penganiayaan karena korban yang sudah mabuk, memukulnya terlebih dahulu.

"Menurut pelaku yang saat itu juga sudah mabuk, saat berada di rumah duka, korban langsung memukulnya sekali dengan menggunakan tangan. Seketika itu juga pelaku MM langsung mencabut pisau yang diselipkan di pinggang kanannya dan kemudian menikam korban ke arah perut," terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Melihat keributan tersebut, pria berinisial DA juga melakukan hal yang sama ke korban dengan pisau badik miliknya hingga membuat korban roboh.

"Korban sempat dilarikan ke RSU Sam Ratulangi Tondano oleh warga namun nyawanya sudah tak tertolong lagi," katanya.

Tindak pidana penganiayaan ini kemudian dilaporkan warga ke Polres Minahasa.

"Mendapatkan laporan warga, petugas langsung mendatangi dan melakukan olah TKP, berkordinasi dengan RSU Sam Ratulangi Tondano selanjutnya mengamankan pelaku," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Saat ini pelaku sudah berada di Mako Polres Minahasa guna pemeriksaan lebih lanjut.

Penulis: ARP

Bitung,Sulutnews.com – Tim 1 Resmob Polres Bitung mengamankan pelaku penggelapan sepeda motor, Kamis (19/5/2022), sekitar pukul 11.00 WITA, di wilayah Gorontalo.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, membenarkan hal tersebut. Dikatakannya, pelaku pria berinisial SM (23), warga Girian, Bitung.

“SM ditangkap bersama temannya, pria berinisial IB (23), warga Girian, di wilayah Boalemo, Gorontalo,” ujarnya, Jumat (20/5) sore, di Mapolda Sulut.

Kombes Pol Jules Abraham Abast menjelaskan, SM menggelapkan sepeda motor Yamaha NMax warna hitam milik Ahmad Suharto (33), warga Pinokalan, Bitung, pada Senin (16/5) pagi, di wilayah Pinokalan.

“Modusnya, SM meminjam sepeda motor tersebut dari teman korban, dengan alasan untuk membeli rokok. Namun setelah ditunggu seharian, sepeda motor tersebut tak kunjung dikembalikan,” jelasnya.

Korban pun berupaya mencari keberadaan pelaku dan sepeda motornya di beberapa tempat, namun hingga Rabu (18/5), tidak berhasil ditemukan. Korban lalu melapor ke SPKT Polres Bitung

“Ternyata, sesaat usai kejadian SM mengajak IB untuk kabur ke Gorontalo dengan menggunakan sepeda motor milik korban tersebut,” terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Sementara itu, Tim Resmob merespons laporan dengan melakukan penyelidikan hingga mengetahui keberadaan pelaku dan temannya. Tim menuju Boalemo dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat, kemudian menangkap SM dan IB beserta barang bukti.

“Tim Resmob lalu mengamankan SM dan IB beserta barang bukti sepeda motor ke Mapolres Bitung untuk diperiksa lebih lanjut,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Tomohon,Sulutnews.com - Tim Opsnal Polres Tomohon  mengamankan 3 pria terduga pelaku tindak pidana perusakan sebuah kendaraan roda empat merk Agya milik Andreas Pontoh, yang terjadi di Kelurahan Kakaskasen Dua, Tomohon Utara pada hari Senin (16/5/2022) malam.

Dikonfirmasi Jumat (20/5/2022) pagi, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

"Tiga pria ini diamankan saat berada di sekitar Kakaskasen dan Woloan, pada hari Kamis (19/5/2022) sore," ujarnya.

Ketiga terduga pelaku yaitu CA (20), DK (17) dan AL (18), melakukan tindakan perusakan tersebut karena sebelumnya marah melihat perlakuan korban terhadap seorang perempuan.

"Saat sedang menikmati minuman keras di salah satu rumah warga, para pelaku merasa kesal dan marah melihat korban menarik paksa seorang perempuan ke dalam mobil korban. Para pelaku pun menegur korban namun tidak digubris, akhirnya aksi perusakan dilakukan," terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Para pelaku melakukan perusakan mobil dengan cara memukul kendaraan korban dengan menggunakan bambu dan balok yang ada di sekitar TKP.

"Akibat kejadian tersebut, kendaraan korban mengalami kerusakan di bagian bodi sebelah kanan, dan pintu depan bagian kanan serta kaca spion sebelah kanan pecah," ujarnya.

Saat ini para terduga pelaku sudah berada di Mako Polres Tomohon untuk dilakukan pemeriksan lebih lanjut.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com - Polda Sulawesi Utara (Sulut) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 8 pucuk senjata api semi otomatis jenis UZI dan 40 butir amunisi senjata api kaliber 9 mm.

Senjata api dan amunisi ilegal ini berhasil diamankan dari dua orang tersangka masing-masing OM (18) dan FM (22)  warga Kecamatan Tamako, Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulut Kombes Gani Siahaan dalam keterangan Pers yang berlangsung di Polda Sulut, Jumat (20/5) menegaskan bahwa dalam pengungkapan kasus tersebut pihaknya masi mengembangkan kasus tersebut.

"Apakah ada pihak - pihak lain yang terlibat dalam kasus ini kita tunggu saja perkembangannya, ujar Kombes Gani Siahaan.

Ditegaskan Kombes Gani Siahaan kasus ini tidak berhenti sampai disini saja, Namun pihaknya masi sementara mendalami kasus tersebut, tukasnya.

Senada juga di sampaikan oleh Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast bahwa sampai saat ini Polisi masi sementara mengembangkan kasus ini.

"Semoga kasus ini dapat di usut sampai tuntas, "nantinya siap - siapa jaringan yang terlibat pastinya akan terus di didalami oleh Polisi.

Sampai saat ini baru dua tersangka yang berhasil di amankan, timpal Kombes Pol Jules Abraham.

Adapun pasal yang di Per sangkakan untuk para pelaku yakni Pasal 2 ayat (1) UU Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Api, Amunisi atau Suatu Bahan Peledak Secara Izin yang sah, dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup, atau hukuman penjara sementara paling lama 20 tahun, tukas Kombes Pol Jules Abraham.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com - Tim Resmob Polres Tomohon mengamankan seorang perempuan berinisial TM (31), terduga pelaku pencurian uang ratusan juta, yang terjadi di Kelurahan Matani Tiga Kecamatan Tomohon Tengah pada hari Rabu (13/5/2022).

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

“Pelaku yang berpofesi sebagai asisten rumah tangga (ART)  ini diamankan pada hari Senin (16/5/2022) saat berada di wilayah hukum Polsek Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe,” ujarnya, Kamis (19/5/2022).

Menurut Kombes Pol Jules Abraham Abast, pelaku nekat melakukan aksi pencurian uang milik korban bernama Chitra Le, yang merupakan majikan pelaku dengan cara membobol ATM milik korban.

“Pelaku mengakui mengambil kartu ATM milik korban selanjutnya menggasak uang pelaku hingga mencapai Rp. 110 juta, sedangkan uang Rp. 10 juta lainnya, pelaku curi di bawah rak pakaian milik korban, jadi total uang yang dicuri sebanyak Rp. 120 juta,” ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Aksi pelaku diketahui saat korban mengecek rekening banknya, dan ternyata sudah terjadi transaksi penarikan uang yang diakui bukan dilakukan oleh korban sendiri.

“Mengetahui uang di dalam rekeningnya sudah ditarik seseorang, korban pun meminta konfirmasi kepada pihak bank, dan pihak bank pun membenarkan hal tersebut,” terangnya.

Kejadian ini kemudian dilaporkan korban ke Polres Tomohon pada tanggal 21 April 2022.

“Berdasarkan laporan korban, Tim Resmob segera melakukan penyelidikan dan memeriksa rekaman CCTV di beberapa gerai ATM dan akhirnya dugaan pelaku mengerucut pada seorang asisten rumah tangga yang sudah tidak bekerja lagi di rumah korban,” ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Dari bukti-bukti awal tersebut, Tim Resmob kemudian melakukan pencarian terhadap pelaku dengan berkoordinasi bersama personel Polsek Tabukan Utara dan akhirnya berhasil menangkap pelaku.

“Pelaku ditangkap tanpa ada perlawanan dan ia mengaku telah melakukan pencurian tersebut sejak bulan September 2021,” terangnya.

Pelaku juga mengaku telah membelikan sejumlah barang dari hasil uang curian, antara lain 1 unit sepeda motor, barang perhiasan emas, beberapa perabot rumah tangga, jam tangan dan tas.

“Saat ini pelaku bersama sejumlah barang bukti sudah diamankan di Polres Tomohon guna pemeriksaan lebih lanjut,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Tomohon,Sulutnews.com- Oknum asisten rumah tangga berinisial TM (31) terduga pelaku pencurian di Kelurahan Matani Tiga, Kecamatan Tomohon Tengah, berhasil di amankan oleh Tim Resmob Satreskrim Polres Tomohon.

Kapolres Tomohon, AKBP Arian Primadanu Colibrito, S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim, AKP Denny Tampenawas di konfirmasi Rabu (18/5/2022) membenarkan penangkapan terhadap terduga pelaku.

Diterangkan Denny,  kejadian bermula saat  korban berinisial CL, warga Kelurahan Walian, mengetahui bahwa uang yang berada di rekening BCA milik korban sudah terjadi transaksi penarikan yang bukan dilakukan oleh korban.

Mengetahui hal tersebut, korban  menanyakan perihal kejadian itu kepada pihak bank BCA Tomohon, ucap Denny.

“Lanjut Denny, setelah pihaknya melakukan konfirmasi kepada pihak bank, benar pada saja pada tanggal 13 April 2022, bertempat di gerai ATM Bank BCA di Kelurahan Matani Tiga, Kecamatan Tomohon Tengah, telah terjadi transaksi penarikan menggunakan ATM milik korban yang disesuaikan dengan rekaman CCTV di gerai ATM tersebut, sehingga korban mengalami kerugian sebesar Rp. 20.000.000,” jelasnya.

Berdasarkan Laporan korban di Polres Tomohon pada (21/4) Tim Resmob langsung melakukan Lidik serta interogasi terhadap korban di TKP.

Dalam proses tersebut, Tim Resmob mendapati informasi, bahwa yang dicurigai melakukan pencurian tersebut yakni seorang perempuan yang adalah asisten rumah tangga korban.

Dijelaskan Denny guna meyakinkan hal tersebut, Tim Resmob langsung melakukan pendalaman di lapangan serta mengecek sejumlah gerai ATM Bank yang ada di Kota Tomohon.

Dikatakan Denny  dari hasil Lidik diperoleh rekaman CCTV di beberapa gerai ATM Bank BCA yang ada di Kota Tomohon yang memperlihatkan proses penarikan uang yang dilakukan oleh pelaku.

“hal tersebut dikuatkan dengan keterangan awal korban yang mana terduga pelaku telah pulang ke Kabupaten Sangihe dan tidak kembali lagi bekerja di rumah korban sampai saat ini,” ungkapnya.

Diterangkan Denny dari bukti-bukti awal tersebut, akhirnya Tim Resmob melakukan pencarian terhadap terduga pelaku, berkoordinasi dengan Polres Sangihe dalam hal ini Polsek Tabukan Utara yang dari informasi pelaku berdomisili di wilayah hukum tersebut.

Setelah pihaknya  melakukan penyelidikan, pelaku termonitor berada di pulau Nusa Utara, Kabupaten Sangihe. Selanjutnya, pada Senin 16 Mei 2022, Resmob Satreskrim Polres Tomohon langsung bergeser ke Kabupaten Sangihe.

“Tiba di Kabupaten sangihe pihaknya langsung berkoordinasi dengan anggota Polsek Tabukan Utara dan bergeser ke Nusa Utara tempat pelaku berada. Tanpa ada perlawanan, pelaku berhasil diamankan dan dibawa ke Polsek Tabukan Utara guna pemeriksaan lebih lanjut.

Diterangkan Denny dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengakui perbuatannya yang mana telah melakukan pencurian uang melalui penarikan via ATM BCA milik dari korban.

Dari pengakuan pelaku uang yang di ambil yakni sebesar Rp. 120.000.000,- dengan rincian Rp. 10.000.000,- diambil oleh pelaku dari bawah rak pakaian milik korban, serta sisanya Rp. 110.000.000,- diambil melalui kartu ATM milik korban yang ditarik di gerai ATM Bank yang ada di Tomohon.

Ditambahkan Denny ternyata pelaku  melakukan pencurian sudah sejak bulan September 2021, yang terakhir kali diakui pelaku dilakukan pada tanggal 13 April 2022 bertempat di gerai ATM Bank BCA di Kelurahan Matani Tiga, Kecamatan Tomohon Tengah sejumlah Rp. 10.000.000,-.

"Terduga pelaku juga mengakui, bahwa sebagian uang hasil curian sudah dibelikan beberapa barang yang menurutnya berada di Desa Talengan, Kabupaten Sangihe.

Sehingga pada hari Selasa (17/5) Tim Resmob dibawa pimpinan Kasat Reskrim bersama anggota Polsek Tabukan Utara juga berhasil mengamankan barang bukti yang berada di rumah milik pelaku di Desa Talengan.

“Selanjutnya untuk pelaku dan barang bukti langsing diamankan dan digiring ke Mako Polres Tomohon, guna penyidikan lebih lanjut,” tandas Denny.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com - Tindak pidana penganiayaan diduga dilakukan oleh seorang pemuda berinisial HT (18) terhadap kedua orang tuanya, di salah satu desa di Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan, pada hari  Selasa (17/5/2022) sekitar pukul 09.00 Wita.

Dihubungi terpisah, Selasa (17/5/2022) malam, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

"Pelaku melakukan penganiayaan dengan cara memukul ayah kandungnya dan juga menendang kursi hingga mengenai ibunya, penyandang disabilitas, yang menyebabkan ibunya terjatuh," ujarnya.

Menurut Kombes Pol Jules Abraham Abast, penganiayaan tersebut dilakukan pelaku dalam kondisi dipengaruhi minuman keras saat pulang ke rumahnya.

"Pelaku yang sudah mabuk mendapati ayahnya sedang memperbaiki jaringan listrik di rumah. Karena perbaikan berlangsung lama, pelaku marah-marah kemudian melakukan penganiayaan," terangnya.

Melihat tindakan anaknya yang sudah sangat keterlaluan, ayah pelaku kemudian langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tenga.

"Merespon laporan korban, personel Polsek Tenga langsung bergerak ke TKP dan mengamankan pelaku beberapa saat setelah kejadian," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Pelaku sudah diamankan di Polsek Tenga dan akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Penulis: ARP

Manado,sulutnews.com – Tim 1 Resmob Polres Bitung mengamankan seorang pria pelaku pengancaman dengan menggunakan senjata tajam (sajam), yang terjadi di Batuputih Atas, Ranowulu, Bitung, pada Minggu (15/5/2022) sekitar pukul 23.00 WITA.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, membenarkan hal tersebut.

“Pelaku berinisial RL (24), warga Batuputih Atas. Ditangkap di wilayah setempat pada Senin (16/5), sekitar pukul 05.30 WITA,” ujarnya, Senin sore.

Lanjut Kombes Pol Jules Abraham Abast, diduga pelaku dendam terhadap korban bernama Jusuf Takarendehang (38), sesama warga Batuputih Atas, karena pernah terlibat selisih paham beberapa waktu sebelumnya.

“Kejadiannya, pelaku dan korban sama-sama menghadiri acara syukuran ulang tahun di Batuputih Atas. Pelaku saat itu mabuk miras, lalu mengajak korban keluar dari lokasi syukuran. Sampai di jalan, pelaku memegang lengan korban dan mengancam akan menikamnya sambil mencabut pisau badik dari pinggang,” jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Beruntung, korban berhasil melarikan diri lalu dikejar pelaku namun tidak tertangkap. Korban kemudian melapor ke SPKT Polres Bitung beberapa jam usai kejadian, yang direspons cepat Tim Resmob dengan melakukan penyelidikan dan pengejaran.

“Tim menangkap pelaku saat bersembunyi di rumah temannya, di Batuputih Atas, beserta barang bukti pisau badik dan parang yang disimpan di dalam kardus,” terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Ditambahkannya, pelaku merupakan residivis kasus penganiayaan berat dan keluar dari lembaga pemasyarakatan pada Januari 2022 lalu, dengan status bebas bersyarat.

“Pelaku beserta barang bukti sudah diamankan di Mapolres Bitung untuk diproses lanjut,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP