Hukum

Hukum (338)

Manado,Sulutnews.com- Polisi mengamankan terduga pelaku penggelapan uang yang terjadi di salah satu perusahaan pembiayaan di Kota Bitung.

Dihubungi pada Jumat (17/6/2022) siang, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

"Penggelapan diduga dilakukan oleh seorang pria berinisial AG (32) warga Ranowulu. Terduga pelaku diamankan Tim Resmob Polsek Matuari pada Kamis (16/6/2022) malam, di sebuah rumah kos di Kelurahan Manembo-nembo," ujarnya.

Lebih lanjut diterangkan oleh Kombes Pol Jules Abraham Abast, penggelapan uang tersebut dilakukan terduga pelaku sejak bulan April 2022.

"Sejak bulan April 2022, terduga pelaku menagih uang angsuran kepada konsumen dan uang tagihan tersebut tidak disetor ke perusahaan pembiayaan tempat pelaku bekerja," katanya.

Akibat ulah terduga pelaku, perusahaan mengalami kerugian hingga belasan juta rupiah.

"Perusahaan mengalami kerugian sebesar Rp. 11.537.000 akibat ulah terduga pelaku. Dan uang tersebut habis dipakai terduga pelaku untuk kebutuhan sehari-hari," singkat Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Saat ini terduga pelaku sudah diserahkan ke Penyidik Satreskrim Polsek Matuari untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com – Tim Resmob Polres Bitung mengamankan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) roda dua yang terjadi di wilayah Girian, Bitung, pada Selasa (14/6/2022) siang.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

“Pelaku seorang pria berinisial FM (32), warga Matuari, Bitung. Pelaku diamankan bersama barang bukti di ruas Jalan Raya Girian, Bitung, pada Rabu (15/6) sekitar pukul 20:30 WITA,” ujarnya, Kamis (16/6) siang, di Mapolda Sulut.

Informasi diperoleh, pelaku mencuri sepeda motor Honda Beat milik seorang ibu rumah tangga bernama Almalita (40), warga Maesa, Bitung, sekitar pukul 12:00 WITA.

“Korban sedang makan siang di sebuah rumah makan di Girian namun lupa mencabut kunci kontak. Melihat hal tersebut, pelaku yang berada di sekitar TKP langsung membawa kabur sepeda motor milik korban,” jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Usai makan, korban mendapati sepeda motornya sudah raib. Korban yang mengalami kerugian sekitar Rp19 juta lalu melapor ke Polres Bitung pada Rabu (15/6) petang.

“Laporan direspons cepat Tim Resmob dengan melakukan penyelidikan hingga menangkap pelaku saat mengendarai barang bukti, di Girian. Pelaku beserta barang bukti sepeda motor milik korban lalu diamankan di Mapolres Bitung untuk diproses lanjut,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com  – Lembaga Swadaya Masyarakat Independen Nasionalis Anti Korupsi (LSM-INAKOR) mendukung Kejati Sulut untuk mengusut dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) proyek Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta) dalam bentuk rehabilitasi dan renovasi homestay melalui dana APBN dari Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (PP2P) Kementerian PUPR Wilayah Sulawesi Utara (Sulut) sebanyak 263 unit bangunan tahun anggaran 2021 yang berbandrol Rp 36,6 miliar.

Program homestay puluhan miliar itu terdapat di satu kelurahan di Kota Manado dan tiga desa di Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara (Minut).

Kepada media ini Rabu (15/6/2022) Ketua LSM- INAKOR Rolly Wenas mengatakan bahwa pihaknya siap mengawal Kejati Sulut untuk mengusut dugaan permasalah yang terjadi pada proyek Sarhunta.

Kalau terbukti ada masalah pada proyek ini, kami minta tangkap siapa oknum - oknum yang bertangung jawab pada proyek Sarhunta tersebut, ujar Rolly.

Sebagiamana informasi yang diperoleh menyebutkan, homestay di tiga desa kawasan wisata yang berada di daerah Likupang Timur yakni Desa Marinsow, Pulisan dan Kinunang, diduga ada yang tidak beres pembangunannya. Dimana ada bangunan homestay tidak difungsikan, karena bangunan belum selesai.

"Diduga kuat kehabisan dana sampai kelanjutan renovasi dan rehabilitasi homestay tidak dilanjutkan.

Warga di daerah itu sempat menyoroti keras proyek homestay yang menelan anggaran sangat fantastis di tiga desa wisata di Kabupaten Minahasa Utara tersebut.

“Total Homestay untuk tiga desa sebanyak 217 unit,” ucap sejumlah umber  kepada wartawan.

Warga berharap Kejati Sulut Boleh turun untuk memeriksa puluhan rumah yang pembangunan terhenti tersebut, karena menurut mereka tersendat pendanaan.

Sementara itu, Kepala Balai PP2P Recky W. Lahope melalui Kasie Wilayah 1 Suryani U Thalip saat di temui media ini membantah jika ada permasalah yang terjadi pada Proyek

Sarhunta, proyek tersebut sudah rampung 100%, pekerjaanya sudah sesuai mekanisme tandas Suryani.

Penulis: ARP

Tomohon,Sulutnews.com - Tim Opsnal Polres Tomohon mengamankan salah satu warga yang diduga melakukan keributan di sebuah rumah kos dan melakukan pengancaman terhadap istrinya, di Kelurahan Kolongan, Selasa (14/6/2022) sore.

Dihubungi terpisah pada Rabu (15/6/2022) pagi, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

"Pria berinisial RP (31) ini diamankan pada hari itu juga, beberapa saat setelah kejadian," ujarnya.

Lebih lanjut Kombes Pol Jules Abraham Abast menjelaskan kronologis kejadiannya.

"Kejadian berawal saat isteri terduga pelaku meminta uang untuk keperluan rumah tangga. Permintaan isterinya tidak digubris dan justru terduga pelaku marah-marah dan menghancurkan barang-barang di tempat kos yang mereka tempati," terangnya.

Tak sampai disitu, terduga pelaku yang berprofesi sebagai sopir truck ini  juga melakukan tindakan kasar kepada isterinya

"Terduga pelaku menarik kalung emas yang dipakai isterinya hingga putus, kemudian mendorong dan menakut-nakuti isterinya dengan pisau dapur," katanya.

Merasa ketakutan, isteri terduga pelaku kemudian melarikan diri hingga bertemu dengan salah seorang anggota Polri yang melintas di sekitar TKP.

"Kepada anggota Polri tersebut, isteri terduga pelaku menjelaskan permasalahan yang dialaminya. Hal ini kemudian dilaporkan ke Tim Opsnal Polres Tomohon," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Terduga pelaku langsung diamankan di Mapolres Tomohon untuk diperiksa lebih lanjut.

Penulis: ARP

Manado,sulutnews.com- Tim Resmob Polres Bitung mengamankan seorang pria terduga pelaku tindak pidana pencurian yang terjadi di Kelurahan Bitung Timur (Kampung Empang), Senin (6/6/2022) sekitar pukul 04.00 Wita.

Dikonfirmasi Selasa (14/6/2022) pagi, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

"Terduga pelaku berinisial RM (18), ditangkap pada hari Senin (13/6/2022) sore di Kelurahan Bitung Timur Kecamatan Maesa," ujarnya.

Pencurian tersebut dilakukan terduga pelaku di rumah korban, Meybi Mangosa (33) warga Kelurahan Bitung Timur.

"Terduga pelaku nekat masuk rumah korban melalui celah yang ada diatas dapur, kemudian mengambil 4 buah hp yang ada di dalam rumah korban, selanjutnya keluar kembali melalui jalan masuk," terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Setelah melalui serangkaian penyelidikan, RM kemudian berhasil diamankan. Saat diamankan, ia mengaku telah melakukan aksi pencurian di rumah korban.

"Dari hasil interogasi, RM mengakui perbuatannya. Ia juga mengaku telah menyuruh seorang temannya berinsial RT untuk menjual hasil curian," pungkasnya.

Saat ini terduga pelaku dan barang bukti sudah diamankan di Mako Polres Bitung untuk diproses hukum lebih lanjut.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com - Polisi mengamankan seorang pria berinisial FK (40) yang diduga telah melakukan penikaman di Desa Tountimomor Kecamatan Kakas Barat, pada hari Minggu (12/6/2022) sekitar pukul 20.30 Wita, yang menyebabkan Gabriel Lontaan (20), warga setempat meninggal dunia.

Dihubungi terpisah pada Selasa (14/6/2022) siang, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

"Terduga pelaku diamankan di rumah salah satu warga di sekitar Kecamatan Kakas Barat, beberapa saat setelah kejadian," ujarnya.

Lebih lanjut Kombes Pol Jules Abraham Abast menguraikan kronologis kejadian penganiayaan.

"Awalnya korban bertengkar dengan adiknya kemudian dilerai oleh beberapa temannya. Beberapa saat kemudian korban pergi ke sebuah acara baptisan," terangnya.

Saat korban tiba di lokasi acara, telah terjadi keributan dan tak berapa lama kemudian korban mengalami penikaman yang dilakukan oleh terduga pelaku.

"Korban mengalami sebuah tikaman di betis kiri hingga menyebabkan pendarahan. Penikaman terjadi karena salah paham akibat mabuk antara korban dan terduga pelaku," ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Usai melakukan penikaman terhadap korban, terduga pelaku pergi meninggalkan TKP.

"Usai menikam korban, terduga pelaku langsung kabur dari TKP dan bersembunyi di rumah salah satu warga di Kecamatan Kakas hingga akhirnya berhasil diamankan polisi," kata Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Sementara itu korban yang mengalami luka serius, langsung mendapat pertolongan dari rekan-rekannya.

"Korban mendapat luka tikam di betis kaki kiri dan dibawa ke RS Budi Setia Langowan untuk mendapat perawatan, namun nyawa korban tak bisa tertolong lagi," pungkasnya.

Saat ini terduga pelaku sudah berada di Mako Polres Minahasa untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Penulis: ARP

Minahasa,Sulutnews.com - Tim 1 Unit Resmob Polres Minahasa langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku penikaman yang terjadi diacara Baptisan dari Keluarga Kaeng-Langi di desa Tountimomor  Jaga IV Kecamatan kakas Barat. Hasilnya polisi berhasil menangkap pelaku.

Kapolres Minahasa AKBP.Tommy Bambang Souissa, SIK melalui Katim 1 Unit Resmob Satreskrim Polres Minahasa Aiptu Ronny Wentuk kepada media ini, Senin (13/6/2022) Dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut.

Diterangkan Katim peristiwa penikaman ini berawal saat korban dan pelaku FK (40) Alias Mods warga Desa Passo Kecamatan Kakas Barat menghadiri acara Baptisan di salah satu rumah warga di Desa Tountimomor.

"Dalam acara tersebut memang sempat terjadi adu mulut antara Korban dengan adiknya FL alias Fidel, ujar Katim.

Kemudian datang lelaki JS alias Skai bersama Tersangka serta beberapa rekan lain memisahkan keduanya.

"Saat itu Kedua kakak beradik ini dipertemukan dan dan didamaikan di rumah DS alias Deifer.

Setelah beberapa saat kemudian DS bersama korban kembali ke lokasi acara  yang adalah Lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan maksud untuk mempertemukan antara korban dengan JS.

"Namun setibanya di tempat tersebut tiba- tiba terjadi keributan yang berakhir pada tertikamnya  Korban GL di bagian kaki kiri.

Sementara seorang saksi MK yang melihat kejadian penikaman ini langsung berteriak bahwa tersangka Mods yang menikam GL melarikan diri.

Melihat korban yang sudah tertikam, saksi dan beberapa rekan lainya langsung membawa korban ke  Rumah Sakit Budi Setia Langowan untuk mendapatkan perawatan namun tubuh korban tidak bisa tertolong.

Tersangka kami amankan di desa Passo oleh tanpa perlawanan, selanjutnya  langsung kami giring ke Mako Polres Minahasa guna di proses lebih lanjut, urai Katim.

"Saat ini jasad  korban sudah berada di rumah duka di desa Tountimomor Jaga dua Kecamatan  Kakas Barat tepatnya di rumah Orang Tua Korban. Dan untuk situasi saat ini  aman dan terkendali,” Timpal Katim.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com – Tim Resmob Polres Bitung mengamankan terduga pelaku penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam, yang terjadi di Kelurahan Girian Bawah pada hari Sabtu (22/5/2022) silam.

Saat dikonfirmasi pada Sabtu (11/6/2022) malam, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

“Terduga pelaku yakni pria berinisial DT (19), diamankan petugas pada hari Sabtu (11/6/2022) sore, di Kelurahan Girian Bawah,” terangnya.

Menurut Kombes Pol Jules Abraham Abast, penganiayaan terhadap korban Chairil Lamsu (36) yang merupakan warga Girian Bawah ini, terjadi tanpa alasan yang jelas.

“Tanpa sebab, terduga pelaku bersama rekannya berinsial RA yang sudah mabuk, datang mendekati korban dan melakukan pemukulan. Korban pun kaget dan berusaha melawan sehingga terjadi perkelahian,” ujarnya.

Di saat berkelahi tersebut, RA mengambil sebilah pisau yang diselipkan di pinggangnya dan berusaha melukai korban.

“RA yang emosi karena kena pukulan tangan korban, berusaha untuk menikam korban ke arah perut namun meleset. Pisau tersebut terjatuh dan dapat diraih oleh terduga pelaku dan langsung menikam korban di bagian punggung kanan,” urai Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Sadar dirinya sudah terluka, korban kemudian berusaha melarikan diri dari TKP.

“Karena merasa kesakitan akibat tikaman terduga pelaku, korban kemudian melarikan diri menuju rumahnya dan melaporkan kejadian itu ke orang tuanya,” katanya.

Kejadian ini langsung dilaporkan ke SPKT Polres Bitung dan ditindaklanjuti dengan melakukan pencarian terhadap terduga pelaku.

”Setelah melakukan penyelidikan dan pencarian, akhirnya terduga pelaku berhasil diamankan bersama barang bukti dan saat ini sudah berada di Mako Polres Bitung untuk diperiksa lebih lanjut,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com – Dua remaja pria warga Kecamatan Wenang ini terpaksa diamankan Tim Opsnal Polresta Manado. Pasalnya, kedua pengangguran ini diduga telah melakukan pelemparan terhadap mobil milik polisi pada hari Jumat (10/6/2022) di Kelurahan Lawangirung, Manado.

Dihubungi Minggu (12/6/2022) pagi, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

“Kedua remaja ini berinisial TN (17) dan DT (16). Mereka ditangkap beberapa saat setelah kejadian,” terangnya.

Akibat aksi pelemparan kedua remaja ini, mobil milik polisi ini mengalami kerusakan.

“Kedua remaja diduga dengan sengaja melakukan pelemparan dengan menggunakan besi sehingga menyebabkan kaca pintu mobil sebelah kanan pecah,” kata Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Menurutnya, peristiwa tersebut berawal dari adanya laporan masyarakat di Call Center 112 bahwa telah terjadi keributan di sekitar TKP.

“Setelah menerima informasi melalui Call Center 112, polisi langsung bergerak ke TKP. Saat tiba di TKP, kendaraan yang dipakai oleh polisi, justru dilempari oleh para pelaku,” ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Usai melakukan pelemparan, para pelaku lari meninggalkan TKP, namun dilakukan pengejaran oleh petugas.

“Usaha pengejaran pun berhasil mengamankan kedua pelaku di sekitar Kelurahan Lawangirung,” lanjutnya.

Saat diamankan, petugas juga mendapatkan barang bukti senjata tajam yang dibawa oleh masing-masing pelaku.

“Dari kedua pelaku, polisi berhasil mendapatkan 2 buah barang bukti senjata tajam jenis pisau badik selanjutnya digiring ke Mako Polresta Manado,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Saat ini kedua pelaku sudah diserahkan ke Piket Reskrim Polresta Manado untuk diperiksa lebih lanjut.

Penulis: ARP

Bitung,Sulutnews.com – Tim 1 Resmob Polres Bitung mengamankan dua remaja pria terduga pelaku pencurian handphone yang terjadi di tempat pemandian Aerujang Danowudu, Ranowulu, Bitung pada Selasa (7/6/2022) sore.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, membenarkan hal tersebut.

“Terduga pelaku masing-masing berinisial RS (14), warga Ranowulu, dan RN (14), warga Girian, Bitung. Keduanya ditangkap disalah satu perumahan di wilayah Ranowulu pada Jumat (10/6) sore,” ujarnya, Sabtu (11/6) siang.

Diduga keduanya mencuri empat buah handphone berbagai merek milik empat korban dari dalam bagasi sepeda motor yang terparkir di sekitar lokasi pemandian tersebut.

“Keempat korban adalah pengunjung tempat pemandian. Keempatnya menyimpan handphone mereka di dalam bagasi sepeda motor salah satu korban, lalu mandi di tempat pemandian Aerujang,” jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Usai mandi, keempat korban yang akan pulang bermaksud mengambil handphone masing-masing. Namun ternyata keempat handphone tersebut telah raib. Total kerugian yang dialami keempat korban sekitar Rp9 juta.

“Salah seorang korban bernama Gabriel lalu melapor ke Polres Bitung pada tanggal 10 Juni 2022. Laporan ditindaklanjuti Tim 1 Resmob dengan melakukan penyelidikan hingga mengamankan kedua terduga pelaku tanpa perlawanan,” kata Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Saat interogasi awal, kedua terduga pelaku pun mengakui perbuatan tersebut. Awalnya RS dan RN mendekati sepeda motor korban. RS lalu memasukkan tangannya ke dalam bagasi melalui celah bawah jok sepeda motor, kemudian mengambil empat buah handphone tersebut.

“Kedua terduga pelaku beserta barang bukti empat buah handphone milik korban sudah diamankan di Mapolres Bitung untuk diperiksa lebih lanjut,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP