Hukum

Hukum (289)

Bitung,Sulutnews.com – Tim 2 Resmob Polres Bitung mengamankan 1 dari 2 pria pelaku penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam (sajam) yang terjadi pada Sabtu (21/5/2022) malam, di Girian Bawah, Girian, Bitung.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

“Satu pelaku yang diamankan berinisial RA (27), warga Kecamatan Girian. Ditangkap pada hari Jumat (27/5) malam, di wilayah Bitung. Sedangkan satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran,” ujarnya, Sabtu (28/5/2022) pagi.

Kombes Pol Jules Abraham Abast menerangkan, kedua pelaku menganiaya Chairil (36), warga Girian Bawah, sekitar pukul 23.40 WITA.

“Kedua pelaku berada di lokasi acara ulang tahun dan sudah dalam keadaan mabuk miras. Tanpa sebab yang jelas, keduanya menghampiri korban yang saat itu berdiri di luar lokasi acara. Teman pelaku lalu memukul wajah korban dengan tangan kosong,” jelasnya.

Korban pun membalas dengan pukulan, hingga terjadi perkelahian dengan teman pelaku. Melihat hal tersebut, RA berusaha melerai namun korban memukul dagu dan mata RA.

“RA mencabut pisau badik dari pinggang lalu menikamkannya ke arah perut korban, namun korban berhasil menghindar sehingga pisau tersebut terjatuh. Terjadi aksi saling dorong hingga RA dan korban terperosok ke dalam selokan,” terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Saat itu pula, teman pelaku mengambil pisau badik tersebut lalu menikam punggung korban. Korban lalu melarikan diri dan dikejar kedua pelaku namun tidak tertangkap.

“Korban dilarikan keluarganya ke RSUD Manembo-Nembo Bitung lalu menjalani rawat jalan. Korban melapor ke Polres Bitung beberapa saat usai kejadian,” pungkasnya.

Saat ini pelaku bersama barang bukti sebuah pisau badik sudah diserahkan ke Penyidik Polres Bitung untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com - Personel Polsek Amurang mengamankan terduga pelaku penikaman dengan senjata tajam jenis pisau yang dilakukan WN (34) terhadap kakak kandungnya, di Kecamatan Amurang Timur, Rabu (25/5/2022) malam.

Kepada media ini Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

"Terduga pelaku langsung diamankan beberapa saat setelah kejadian penikaman terhadap EN (44), selaku kakak kandungnya," terangnya , Jumat (27/5/2022).

Latar belakang kejadian penikaman diduga karena keduanya mabuk dan berselisih paham gegara rebutan harta orang tua.

"Diduga karena sudah mabuk, kedua pria ini kemudian terlibat adu mulut. Korban sempat mendorong dan melakukan pemukulan, selanjutnya pelaku mengambil pisau yang diselipkan di pinggangnya kemudian langsung menikam korban di bagian perut," ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka dan harus mendapat perawatan medis.

"Korban langsung dilarikan ke rumah sakit oleh warga setempat untuk mendapatkan perawatan medis, sementara terduga pelaku langsung diamankan petugas Polsek Amurang," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com - Tim Opsnal Polres Tomohon (URC Totosik) di pimpin oleh Katim Aipda Yanny Watung mengamankan 3 terduga pelaku tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama di Kelurahan Woloan Dua, Kecamatan Tomohon Barat pada hari Minggu (22/5/2022) sekitar pukul 21.00 Wita.

"Ketiga terduga pelaku masing-masing pria berinisial RM (21), CT (23) dan FP (27) diamankan polisi di 3 lokasi berbeda di Kota Tomohon pada hari Selasa (24/5/2022) siang," ujar Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, saat dikonfirmasi Rabu (25/5/2022) pagi.

Penganiayaan tersebut dialami oleh Marten Worotikan (24), warga Tomohon Selatan, yang terjadi di sebuah pangkalan ojek.

"Sebelum kejadian, korban dan isteri sedang menunggu taksi online di pangkalan ojek, tiba-tiba salah satu terduga pelaku berinisial CT yang diduga sudah mabuk, datang dan marah-marah tanpa alasan yang jelas terhadap korban," terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Keduanya pun terlibat adu mulut. Saat sedang terjadi adu mulut antara keduanya, beberapa saat kemudian datang 2 terduga pelaku lainnya dan langsung melakukan pemukulan hingga korban terjatuh.

"Usai memukul dan menendang korban, 3 pria ini langsung meninggalkan TKP, sedangkan korban mengalami memar-memar di wajah dan luka gores di bagian rusuk sebelah kiri," ujarnya.

Mendapat laporan dari korban, Tim Opsnal segera melakukan penyelidikan keberadaan ketiga terduga pelaku dan langsung mengamankannya 2 hari setelah kejadian.

"Saat ini 3 pria ini sudah berada di Mako Polres Tomohon untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com - Penanganan Kasus Korupsi dampak ekonomi Covid-19 pada Dinas Pangan dan Setda Kabupaten Minahasa Utara (Minut) Tahun Anggaran (TA) 2020 yang mengakibatkan kerugian keuangan negara lebih dari Rp61 miliar yang telah menyerat Tiga orang tersangka dipastikan tidak berhenti di situ saja.

Kombes Pol Nasriadi kepada sejumlah wartawan menegaskan, penyidikan perkara ini tidak hanya berhenti di sini.

“Akan ada tersangka-tersangka lain, artinya siapapun dia, mau mantan Bupati Minut berinisil VAP atau siapapun yang berhubungan dengan perkara ini, akan kita jadikan tersangka dan semua masih dalam proses.

"Jadi kasus ini masi berlanjut, sebab penyidik masi melakukan pengembangan terhadap tersangka - tersangka lain, ujarnya.

Dikatakan Kombes Pol Nasriadi
Dalam penanganan kasus tersebut, penyidik Ditreskrimsus Polda Sulut juga telah menyita sejumlah barang bukti, yakni dokumen pengadaan barang, dokumen pencairan keuangan, dokumen penyaluran bahan pangan kepada masyarakat dari semua perangkat pemerintah desa se-Kabupaten Minut.

Selain itu, satu unit mobil Honda HRV abu-abu bernomor polisi DB 1312 FJ (yang digunakan sebagai sarana mengambil dan menyimpan uang), juga satu bidang tanah yang berlokasi di Kelurahan Rap-rap, Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minut, seluas 15.708 meter persegi dan sertifikat hak milik atas nama tersangka JNM.Terhadap ketiga tersangka, dikenakan pasal 2 dan/atau 3 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55, pasal 56 KUHP

."Ancaman hukumannya pidana mati (pasal pemberatan karena perbuatan dilakukan saat bencana non alam) penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun, dan/atau denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.

Sebelumnya Penyidik Tipidkor Ditreskrimsus Polda Sulawesi Utara (Sulut) telah menyerahkan 3 tersangka beserta barang bukti kasus korupsi dana penanganan dampak ekonomi Covid-19 pada Dinas Pangan dan Setda Kabupaten Minahasa Utara (Minut) Tahun Anggaran (TA) 2020 yang mengakibatkan kerugian keuangan negara lebih dari Rp61 miliar, ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut, Selasa (24/5/2022) pagi.

Tiga orang tersangka terdiri dari seorang perempuan berinisial JNM, pekerjaan ASN, warga Tikala, Manado, dan dua pria masing-masing berinisial MMO, pekerjaan ASN, warga Airmadidi, Minut, serta SE, pekerjaan swasta, warga Airmadidi.

Dirreskrimsus Polda Sulut Kombes Pol Nasriadi mengatakan, penyerahan tiga tersangka beserta barang bukti dilakukan setelah proses penyidikan selesai dan berkas perkaranya dinyatakan P21 atau lengkap oleh pihak Kejati Sulut.

"Kemudian pada hari ini (Selasa), penyidik melaksanakan tahap 2 yaitu penyerahan tersangka beserta barang bukti ke JPU Kejati Sulut," urainya.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com - Tim Penyidik Kejati Sulut melakukan Penahanan Tahap Penyidikan terhadap tersangka atas nama JAG alias Julius (33), Kamis (23/5/2022).

Karyawan BUMN yang merupakan Mantan Supervisor/SPV BRI Unit Ulu Siau tersebut di tahan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor Print-441/P.1.5/Fd.1/05/2022 tanggal 23 Mei 2022, Karena diduga melakukan pemindahbukuan ke rekening pribadinya dan ke rekening rekannya dana Operasional Kantor BRI unit Ulu Siau.

Selanjutnya digunakan untuk kepentingan pribadinya sehingga mengakibatkan kerugian keuangan negara Cq. PT. BRI unit Ulu Siau, ungkap Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut Edy Birton, SH.MH melalui Kasi Penkum Theodorus Rumampuk, SH.MH saat di konfirmasi.

Dalam keterangannya Kasi Penkum Theodorus Rumampuk, SH.MH juga menjelaskan bahwa berdasarkan hasil Perhitungan Kerugian Negara terdapat sekitar Rp. 2.104.488.730 (dua milyar seratus empat juta empat ratus delapan puluh delapan tujuh ratus tiga puluh rupiah).

Tersangka Julis lanjut Kasi Penkum diduga melanggar Pasal 2 ayat (1) j.o Pasal 3 j.o Pasal 18 UU No. 31 tahun 1999 Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dan ditambahkan oleh UU No. 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Kepada tersangka dilakukan penahanan
di Rutan Polda Sulut selama 20 hari sejak tanggal 23 Mei 2022 s/d 11 Juni 2022
karena diduga keras telah melakukan tindak pidana tersebut berdasarkan bukti yang cukup ujar Kasi Penkum.

Penulis: ARP

Bitung, Sulutnews.com - Tim Resmob Polsek Matuari mengamankan pelaku tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi di Kelurahan Manembo-nembo, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, Selasa (10/5/2022) sekitar pukul 01.45 Wita.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

"Setelah dilakukan penyelidikan, pelaku pria berinisial MB (22) ini berhasil diamankan di sekitar wilayah Kecamatan Girian, Minggu (22/5/2022)," ujarnya, Senin (23/5).

Berdasarkan keterangan Michael Langelo yang menjadi korban curanmor, peristiwa hilangnya sepeda motor merk Honda Beat miliknya tersebut, terjadi di depan rumahnya.

"Saat itu pulang ke rumah, korban lupa mencabut kunci motornya yang terparkir di depan rumah, selang lima belas menit kemudian korban keluar dari dalam rumah dan melihat sepeda motor miliknya sudah tidak ada," terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Sejak kejadian kehilangan sepeda motornya, korban sempat mencarinya selama lima hari namun belum berhasil menemukan sepeda motor tersebut hingga akhirnya korban melaporkannya ke Polsek Matuari.

"Berdasarkan laporan korban, Tim Resmob segera melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku, sekaligus mengamankan barang bukti 1 unit sepeda yang dijual pelaku di wilayah Minahasa. Polisi juga mengamankan 1 buah HP Vivo yang dibeli pelaku dari hasil penjualan sepeda motor," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Dari catatan kepolisian yang ada, pelaku juga sudah pernah melakukan tindak pidana yang sama, dan baru selesai menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Tewaan pada bulan Juli tahun 2021.

Penulis: ARP

Bitung, Sulutnews.com - Tim Resmob Polsek Maesa Polres Bitung mengamankan seorang pria terduga pelaku penipuan bermodus penjualan sepeda motor, Sabtu (21/5/2022), sekitar pukul 17.00 WITA.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, membenarkan hal tersebut.

“Terduga pelakunya berinisial WT (30), warga Singkil, Manado, ditangkap di wilayah Singkil,” ujarnya, Senin (23/5) pagi, di Mapolda Sulut.

WT diduga menipu Ramlan (35), warga Aertembaga, Bitung, dengan menawarkan sepeda motor Honda CRF yang akan dijual seharga Rp15,5 juta.

“Terduga pelaku menelepon korban dan menawarkan sepeda motor tersebut pada Sabtu (14/5), lalu disepakati harga Rp13 juta. Korban hari itu juga mentransfer uang sebesar Rp13 juta ke rekening terduga pelaku,” jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Namun setelah beberapa hari korban menunggu, sepeda motor yang dimaksud tak kunjung datang. Dan saat dihubungi, nomor handphone terduga pelaku sudah tidak aktif. Korban lalu melapor ke Polsek Maesa pada Selasa (17/5).

“Tim Resmob Polsek Maesa berkoordinasi dengan Polresta Manado, lalu menangkap terduga pelaku saat berada di rumah temannya. Terduga pelaku kemudian diamankan di Mapolsek Maesa untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” kunci Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Bitung,Sulutnews.com - Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial FK (19) diamankan polisi karena diduga telah melakukan pencurian handphone (Hp) di sebuah rumah kos yang terjadi di wilayah Kecamatan Aertembaga, pada hari Selasa (5/4/2022).

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

"Setelah dilakukan penyelidikan, terduga pelaku berhasil diamankan pada hari Sabtu, (21/5/2022) sore, di sekitar wilayah Kecamatan Aertembaga Kota Bitung," ujarnya, Minggu (22/5/2022).

Menurut Kombes Pol Jules Abraham Abast, aksi nekat ini dilakukan terduga pelaku menjelang subuh hari, di kamar kos milik korban, perempuan bernama Rut Bawekes.

"Saat berkunjung ke kos korban, terduga pelaku melihat jendela kamar kos korban sedang terbuka. Terduga Pelaku lantas meraih kunci pintu kamar melalui jendela, kemudian masuk ke kamar dan  mengambil sebuah handphone merk Vivo milik korban yang berada di tempat tidur," terangnya.

Usai melakukan aksinya, IRT ini langsung meninggalkan TKP. Pada saat diamankan petugas kepolisian, terduga pelaku pun mengakui telah melakukan pencurian di rumah kos tersebut.

"Bahkan terduga pelaku juga mengaku telah melakukan pencurian 1 unit handphone merk Oppo di rumah warga lainnya yang terletak di Kelurahan Pateten Dua, pada bulan April 2022," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Saat ini terduga pelaku sudah dibawa ke Polsek Aertembaga dan diserahkan ke Penyidik untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

Penulis: ARP

Talaud,Sulutnews.com - Diduga Mengaku dirinya sebagai anggota TNI, seorang pria berinisial RM (28) terpaksa harus diamankan ke Polsek Miangas.

Pelaku nekat menjadi TNI gadungan untuk meminang dan memikat hati seorang perempuan asal Desa Miangas yang disukainya, ungkap Kapolsek Miangas Iptu Handri Makaatuuk saat di konfirmasi Minggu, (22/5/2022).

Dijelaskan Iptu Handri penangkapan terhadap pelaku bermula dari kecurigaan anggota Intel Kodim 1312 Talaud yang melakukan interogasi kepada pelaku karena pelaku telah memperlihatkan adanya tanda – tanda mencurigakan saat pelaku melakukan acara Minang (tukar cincin) di rumah korban di Desa Miangas.

"Dia ini awalnya mengenal korban lewat Facebook sejak bulan Oktober 2021 dan mengaku sebagai pengusaha peternak ayam.

Lewat telepon pelaku dan korban bertemu di Manado setelah ketemu pelaku menunjukkan Kartu tanda anggota dan mengaku seorang prajurit TNI AD bertugas di kupang.

Karna percaya pelaku adalah anggota TNI, Korban pun dengan yakin menerima lamaran  dengan ketentuan lamaran harus di laksanakan di Miangas.

Akhirnya Pada hari Kamis tanggal 19 Mei 2022 pelaku bersama korban tiba di Miangas dengan menumpangi kapal Sabuk Nusantara 109.

Lanjut dikatakan Iptu Handri saat di amankan, dari hasil pemeriksaan terhadap Identitas Pelaku, pria ini juga menunjukkan KTP dan kartu anggota (KTA) TNI yang diduga palsu, hal ini di lakukan pelaku untuk meyakinkan perihal profesinya itu. "Dan untuk Pemeriksaan lebih lanjut saat ini pelaku telah diamankan di Polsek Miangas, imbuhnya.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com – Lantaran diduga mencabuli perempuan berumur 12 tahun, seorang pria berinisial RM (18), warga Kecamatan Matuari, Kota Bitung, diamankan Tim 1 Resmob Polres Bitung pada Sabtu (21/5/2022) malam.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, membenarkan hal tersebut.

“Terduga pelaku diamankan sekitar pukul 20.50 WITA, di wilayah Kecamatan Lembeh Selatan, Kota Bitung,” ujarnya, Minggu (22/5) siang.

Dugaan pencabulan terjadi di rumah korban, wilayah Kota Bitung, pada Kamis (28/4/2022), sekitar pukul 14.30 WITA.

“Terduga pelaku awalnya membantu ibu korban yang akan memasak, lalu masuk ke rumah untuk mengambil air minum.

Saat itulah terduga pelaku melihat korban sedang tertidur di sofa, lalu mencabulinya,” jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Terduga pelaku langsung melarikan diri setelah korban terbangun dan memarahinya.

Korban pun memberitahukan kejadian tersebut kepada orang tuanya, dan beberapa saat kemudian dilaporkan ke SPKT Polres Bitung.

“Tim Resmob merespons laporan dengan melakukan penyelidikan hingga menangkap terduga pelaku, lalu dibawa ke Mapolres Bitung untuk diperiksa lebih lanjut,” tandas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP