Hukum

Hukum (541)

Manado,Sulutnews.com – Tim Opsnal Dit Resnarkoba Polda Sulawesi Utara (Sulut) mengamankan dua pria tersangka tindak pidana narkotika jenis sabu, di wilayah Kabupaten Minahasa Tenggara, pada Sabtu (17/9/2022).

Hal tersebut dikatakan oleh Dir Resnarkoba Polda Sulut Kombes Pol Budi Samekto dalam press conference, di Balai Wartawan Mapolda Sulut, pada Selasa (27/9) siang.

“Tersangka berinisial DS (45), warga Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolmong Timur, dan JK (24), warga Kecamatan Tompasobaru, Kabupaten Minahasa Selatan,” ujarnya, di depan sejumlah awak media.

Modusnya, tersangka DS pada Selasa (13/9) membeli narkotika jenis sabu dari luar daerah sebanyak sekitar 10 gram, kemudian dibawa ke rumahnya.

“Selanjutnya, tersangka DS menjual satu paket sabu kepada tersangka JK,” kata Kombes Pol Budi Samekto.

Sementara itu petugas yang mendapat informasi dari warga masyarakat terkait peredaran narkotika tersebut, segera melakukan penyelidikan.

“Petugas lalu mengamankan tersangka JK beserta satu paket sabu, di Labuan Ratatotok Utara, Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara, pada hari Sabtu (17/9), sekitar pukul 00:15 WITA,” jelas Kombes Pol Budi Samekto.

Kemudian dilakukan pengembangan, dan pada hari yang sama, sekitar pukul 08:00 WITA, petugas mengamankan tersangka DS beserta dua paket sabu, di Desa Ratatotok Utara, Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara.

“Setelah itu petugas menggeledah rumah tersangka DS dan menemukan sembilan paket sabu beserta alat penghisap, pipet kaca, korek api, dan plastik klip bening,” terang Kombes Pol Budi Samekto.

Dalam pengungkapan kasus narkotika golongan 1 tersebut, petugas pun turut mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain, 12 paket sabu seberat sekitar 8 gram, 2 buah handphone, 5 buah plastik klip bening, 3 buah pipet kaca, 1 buah timbangan digital, 2 buah alat penghisap sabu, 5 buah korek api gas, 2 pack plastik klip bening, dan 1 buah gunting.

“Kedua tersangka beserta sejumlah barang bukti tersebut telah diamankan di Mapolda Sulut, dan kasus ini masih dalam pengembangan lebih lanjut,” imbuh Kombes Pol Budi Samekto.

Pasal yang dipersangkakan terhadap tersangka yakni, Pasal 114 ayat (1) dan atau Pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Pasal 114 ayat (1), ancaman hukumannya pidana seumur hidup atau minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun, dengan jumlah denda Rp1 miliar hingga Rp10 miliar. Sedangkan Pasal 112 ayat (1), ancaman hukumannya pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp800 juta dan paling banyak Rp8 miliar,” tutup Kombes Pol Budi Samekto. (**/ARP)

Manado,Sulutnews.com - Tim Resmob Polres Bitung mengamankan terduga pelaku pengancaman dengan menggunakan senjata tajam (sajam). Pengancaman dialami oleh seorang perempuan bernama Dahniar Abjul, di Kelurahan Wangurer Barat, Kecamatan Madidir Kota Bitung.

"Polisi sudah mengamankan terduga pelaku berinisial DP (41), saat berada di depan rumah korban, pada Senin (26/9/2022) dini hari sekitar pukul 00.50 Wita," ujar Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast di Mapolda Sulut, Senin (26/9/2022) pagi.

Terduga pelaku yang merupakan mantan suami korban, diduga melakukan aksi pengancaman karena sudah dalam keadaan mabuk.

"Terduga pelaku yang diduga sudah mabuk, datang ke rumah korban yang merupakan mantan isteri terduga pelaku, untuk minta rujuk kembali. Namun permintaan tersebut tidak digubris korban. Hal tersebut kemudian memicu terduga pelaku melakukan pengancaman," lanjutnya.

Diduga aksi pengancaman sudah dilakukan beberapa kali oleh terduga pelaku terhadap korban.

"Sudah 3 kali terduga pelaku melakukan pengancaman, dimana 2 kali terduga pelaku mengancam korban dengan menggunakan pisau, itu terjadi pada bulan September 2021 dan April 2022. Dan terakhir pada Senin (26/9/2022) sekitar pukul 00.30 Wita, terduga pelaku melakukan pengancaman dengan membawa sebuah batu," ujarnya.

Berdasarkan hasil interogasi, terduga pelaku mengakui telah melakukan pengancaman terhadap mantan isterinya tersebut.

"Terduga pelaku bersama barang bukti sebilah pisau dan sebuah batu sudah diamankan di Polres Bitung. Terduga pelaku ternyata memiliki beberapa catatan kriminal, antara lain residivis kasus pembunuhan tahun 2000 dan kasus penganiayaan tahun 2010," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast. (**/ARP)

Manado,Sulutnews.com - Satuan Reskrim Polres Minsel telah melakukan penangkapan terhadap seorang pemuda berinisial APP (19), yang diduga sebagai pelaku tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Amurang. Kini, pria yang berdomisili di Kecamatan Amurang Barat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Hal tersebut dibenarkan Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, dihubungi di ruang kerjanya, Senin (26/9/2022) siang.

"Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi maupun korban, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Minsel langsung menetapkan pemuda berinisial APP sebagai tersangka TPPO yang terjadi di Desa Lopana Satu, Amurang Timur," ujarnya.

Kasus tindak pidana ini terjadi di sebuah kos-kosan, yang dilaporkan oleh Pemerintah setempat.

"Kasus ini dilaporkan oleh Pemerintah setempat pada tanggal 24 September 2022 dan langsung direspon cepat oleh Satreskrim Polres Minsel," lanjutnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka diduga menawarkan perempuan melalui aplikasi michat.

"Tersangka sengaja menjual perempuan melalui aplikasi michat, yang ia lakukan sejak beberapa hari lalu yang lalu," ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Saat ini tersangka bersama barang bukti berupa satu unit HP yang berisi aplikasi online serta percakapan transaksi prostitusi online, sudah ditahan di Polres Minsel untuk kepentingan proses penyidikan. (**/ARP)

Manado,Sulutnews.com – Seorang Pria berinisial AR (40), warga Kecamatan Mapanget, Kota Manado, menyerahkan diri ke Mapolsek Mapanget usai menikam Tiro (17) hingga tewas dengan menggunakan pisau taji ayam, pada Minggu (25/9/2022) sore.   

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, membenarkan hal tersebut.

“Kejadiannya di wilayah Kecamatan Mapanget, sekitar pukul 16:30 WITA. Kedua pria tersebut masih ada hubungan kekerabatan,” ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast, dikonfirmasi Media ini, Senin (26/9) sore, di Mapolda Sulut.

Peristiwa bermula ketika sekitar pukul 16:00 WITA, pelaku mendatangi rumah korban yang sedang menggelar acara pengucapan. Pelaku lalu bergabung minum miras bersama korban dan beberapa orang lainnya.

“Korban yang sudah dalam pengaruh miras lalu terlibat cekcok dengan anggota keluarganya. Melihat hal tersebut, pelaku pun menegur sambil menampar korban, dan dibalas dengan pukulan,” jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Saat itu korban juga melontarkan ancaman akan membunuh pelaku. Keributan ini kemudian dilerai oleh para saksi. Pelaku pergi mengambil pisau taji ayam dari seseorang lalu kembali ke TKP, dan lagi-lagi terlibat keributan dengan korban.

“Korban lalu menyerang pelaku. Saat itu juga, pelaku menikam perut korban beberapa kali dengan menggunakan pisau taji ayam tersebut,” terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Adik korban kemudian mengejar pelaku, dan pelaku pun langsung menyerahkan diri ke Mapolsek Mapanget. Sementara itu korban dilarikan ke RS Hermina namun kemudian meninggal dunia.

“Pelaku beserta barang bukti pisau taji ayam telah diamankan di Mapolsek Mapanget untuk diproses lanjut,” kunci Kombes Pol Jules Abraham Abast. (**/ARP)

Manado,Sulutnews.com – Diduga membawa lari perempuan berumur 13 tahun, seorang pria berinisial GS (24) diamankan Tim Resmob Polres Bitung, pada Minggu (25/9/2022) dini hari.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, dikonfirmasi Media ini membenarkan hal tersebut.  

“Terduga pelaku GS warga Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung. Diamankan sekitar pukul 00:30 WITA, di wilayah Kecamatan Girian, Kota Bitung,” ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast, Minggu sore.

Awalnya korban keluar rumah pada Selasa (20/9) siang, dengan alasan akan belajar kelompok. Namun hingga beberapa hari korban tidak kunjung pulang. Sang ibu kemudian mencari keberadaan korban di rumah teman-temannya.

“Ibu korban lalu mendapat informasi bahwa korban diduga dibawa kabur oleh GS. Kejadian ini lalu dilaporkan ke Polsek Maesa pada tanggal 22 September 2022,” jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Laporan direspons petugas dengan melakukan penyelidikan hingga mengetahui keberadaan terduga pelaku, kemudian dilakukan penangkapan.

“Terduga pelaku juga terlibat beberapa kasus di antaranya kasus senjata tajam. Terduga pelaku telah diamankan di Mapolsek Maesa untuk diperiksa lebih lanjut,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast. (**/ARP)

Manado,Sulutnews.com - Tim Resmob Polsek Matuari mengamankan terduga pelaku tindak pidana penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam jenis pisau, yang terjadi di kompleks patung kuda Kelurahan Menembo-nembo, Kecamatan Matuari, Bitung, Jumat (23/9/2022) sekitar pukul 14.00 Wita.

"Terduga pelaku berinisial AM (64), diamankan tak lama setelah kejadian, di sekitar TKP," terang Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, dihubungi Media ini,  Sabtu (24/9/2022).

Peristiwa dugaan penganiayaan tersebut dialami oleh seorang warga bernama Krisanto Ila (30), saat singgah di sebuan mini market di Manembo-nembo.

"Korban parkir mobil di depan mini market dan masuk untuk berbelanja. Namun saat itu korban melihat terduga pelaku sedang mengambil handphone milik korban yang berada di dalam mobil. Korban pun mengejarnya, kemudian terjadi dorong mendorong antara keduanya. Tak lama kemudian korban merasakan luka tusuk di dada kiri," ujarnya.

Usai kejadian tersebut, korban segera melaporkan ke Polsek Matuari, yang segera direspon oleh aparat.

"Tak berselang lama, korban langsung diamankan dan dibawa ke Mako Polsek Matuari untuk diperiksa lebih lanjut," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast. (**/ARP)

Manado,Sulutnews.com - Tim Resmob Presisi Polres Bitung mengamankan 3 anak remaja yang mencoba melarikan diri di lokasi kericuhan, di Kelurahan Girian Permai, Jumat (23/9/2022) pukul 01.30 Wita.

Terpisah, Kepada Sulutnews.com Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

"Saat diamankan dan dilakukan pemeriksaan badan terhadap 3 remaja, salah satu remaja berinisial ML (17) kedapatan membawa senjata tajam jenis pisau badik yang tak memiliki gagang atau belum selesai dibuat," ujarnya, Jumat (23/9/2022) pagi.

Remaja ini diamankan saat polisi sedang melakukan patroli malam di sekitar Kota Bitung.

"Merespon laporan warga melalui Hotline Resmob Presisi Polres Bitung terkait kericuhan yang terjadi di Kelurahan Girian Permai, Tim Resmob Presisi yang sedang melakukan patroli segera meluncur ke TKP," lanjutnya.

Ketiga remaja tersebut selanjutnya dibawa ke Mako Polres Bitung untuk diperiksa lebih lanjut.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast pun berharap kepada warga Bitung agar cepat menghubungi kepolisian melalui Hotline Resmob Presisi, apabila melihat adanya gangguan kamtibmas di lingkungannya.

"Silahkan hubungi nomor telepon Resmob Presisi Polres Bitung 0821 3974 1489, apabila melihat atau mendengar ada gangguan kamtibmas di sekitar lingkungannya, khususnya yang berada di daerah Bitung. Polisi akan cepat bertindak," pungkasnya. (**/ARP)

Manado,Sulutnews.com – Patroli Rayon Satsamapta Polresta Manado mengamankan seorang pria yang kedapatan membawa senjata tajam (sajam) tanpa izin, pada Kamis (22/9/2022), sekitar pukul 01:30 WITA, di wilayah Kecamatan Wenang, Kota Manado.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, dikonfirmasi Media ini, membenarkan hal tersebut.

“Pelaku berinisial WI (24), warga Wangurer, Kota Bitung,” ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast, Kamis siang.

Awalnya, petugas sedang berpatroli rutin. Saat melintas di ruas Jalan Dotulong Lasut, Kecamatan Wenang, petugas melihat dua pria mencurigakan yang berboncengan sepeda motor dan tidak memakai helm. Petugas menghentikan mereka kemudian dilakukan pemeriksaan.

“Petugas mendapati sebilah senjata tajam jenis pisau badik yang diselipkan di pinggang pelaku. Pelaku beserta barang bukti kemudian diamankan di Mapolresta Manado untuk diperiksa lebih lanjut,” jelasnya.

Kombes Pol Jules Abraham Abast juga mengimbau warga masyarakat agar tidak sembarangan membawa senjata tajam.

“Membawa senjata tajam untuk berjaga-jaga, adalah melanggar pasal 2 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 atas dugaan membawa senjata penikam atau senjata penusuk. Dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun,” tandas Kombes Pol Jules Abraham Abast. (**/ARP)

Manado,Sulutnews.com – Oknum PNS yang diduga terlibat dalam kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) bersama satu tersangka lainnya, diamankan Tim Resmob Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sulut pada Selasa (20/9/2022) dini hari.

Pengungkapan kasus tersebut kemudian diulas oleh Kasubdit Jatanras AKBP Benny Ansiga melalui press conference di Balai Wartawan Mapolda Sulut, pada Rabu (21/9) siang.

“Kedua tersangka masing-masing pria berinisial MM (22), pekerjaan buruh harian lepas, warga Kecamatan Malalayang, Kota Manado, dan AR (36), pekerjaan PNS, warga Kecamatan Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan,” ujarnya di depan sejumlah awak media.

Pengungkapan berdasarkan laporan korban di SPKT Polda Sulut beberapa saat usai kejadian, pada Kamis (8/9/2022). Tersangka diketahui beraksi di Desa Sea Mitra, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, sekitar pukul 04:00 WITA.

“Modusnya, tersangka masuk ke rumah korban melalui jendela yang terbuka lalu mencuri satu unit sepeda motor Yamaha Aerox bernomor polisi DB 4220 RC. Tersangka selanjutnya menjual barang bukti kepada orang lain melalui media sosial Face Book dengan menggunakan akun palsu,” jelas AKBP Ansiga.

Dalam penyelidikan, Tim Resmob mengetahui keberadaan kedua tersangka yakni di sebuah kost di wilayah Kecamatan Malalayang, Kota Manado. Kemudian pada Selasa dini hari, sekitar pukul 02:00 WITA, Tim Resmob menangkap kedua tersangka tersebut, dilanjutkan dengan pencarian barang bukti.

“Dalam pengembangan awal, diketahui bahwa tersangka telah tiga kali melakukan pencurian sepeda motor di wilayah Hukum Polda Sulut. Saat pencarian barang bukti, tersangka MM melawan petugas dan juga berupaya melarikan diri sehingga diberikan tindakan tegas dan terukur oleh petugas di bagian kaki kanan,” terang AKBP Ansiga.

Adapun barang bukti yang diamankan yaitu tiga unit sepeda motor berbagai merek. Yakni, Yamaha Aerox warna warna kuning nopol DB 4220 RC, Yamaha NMax warna hitam tanpa nopol, dan Honda Beat warna hitam tanpa nopol.

“Kedua tersangka beserta barang bukti tersebut telah diamankan di Mapolda Sulut untuk diperiksa, dan kasus ini dalam pengembangan lebih lanjut,” kata AKBP Ansiga.

Terkait kasus tersebut, terhadap tersangka MM dipersangkakan sebagai pelaku tindak pidana pencurian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 363 ayat (1) ke-3, ke-5 KUHP Sub Pasal 362 KUHP dan atau Pasal 480 ke-1, ke-2 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

“Sedangkan terhadap tersangka AR dipersangkakan sebagai pelaku tindak pidana pertolongan jahat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 480 ke-1, ke-2 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara,” tandas AKBP Ansiga. (**/ARP)

Manado,Sulutnews.com - Tim Resmob Polres Bitung mengamankan 3 pria terduga pelaku penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam, yang terjadi di Pantai Tanah Gusur Kelurahan Girian Bawah Kecamatan Girian, Bitung, Selasa (20/9/2022) sekitar pukul 19.00 Wita.

Terpisah, Kepada Media ini, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

"Ketiga terduga pelaku masing-masing berinisial SM (25), MI (19) dan JL (17), diamankan di kompleks Lansa Kelurahan Girian Bawah, 2 jam setelah kejadian," ujarnya, Rabu (21/9/2022).

Penganiayaan dialami oleh seorang karyawan swasta bernama Taufiq Lasaji (20), disebabkan karena selisih paham dengan terduga pelaku.

"Sebelumnya terduga pelaku SM mengajak korban untuk miras bersama, namun korban menolaknya. Karena SM terus memaksa akhirnya korban mendorongnya. SM yang marah lantas meminta pisau dari JM selaku pemilik. JM kemudian menyerahkan pisau ke MI dan diteruskan kepada SM untuk menganiaya korban," terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka tikam di bagian rusuk sebelah kanan, perut, dan 2 tikaman di punggung sebelah kiri.

"Korban harus mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Manembo-nembo akibat luka tikam yang dideritanya," pungkasnya.

Saat ini ketiga terduga pelaku bersama barang bukti sebilah pisau penikam sudah diserahkan ke Piket Reskrim Polres  Bitung untuk diperiksa lebih lanjut. (**/ARP)