Hukum

Hukum (105)

Manado,Sulutnews.com - Pelaku penganiayaan berinisial GT alias Biel (19), warga Perkamil Lingkungan V, Paal Dua, Manado, menyerahkan diri ke Polsek Tikala beberapa saat usai kejadian, pada Senin (06/12/2021) malam.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

"Informasi diperoleh, penganiayaan terjadi di depan tempat fotokopi Blessing Kelurahan Perkamil," kata Kombes Pol Jules Abraham Abast, Selasa (07/12) pagi.

Lanjutnya, pelaku menganiaya korban bernama Hanshin Waworuntu (30), warga Perkamil Lingkungan VII, menggunakan senjata tajam jenis parang.

"Korban mengalami luka berat di bagian kepala hingga tak sadarkan diri, lalu dirujuk ke RSUP Prof. Kandou Manado," jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Ditambahkannya, Tim Resmob Polda Sulut mendatangi TKP dan mengamankan barang bukti, juga mendatangi rumah sakit untuk mengambil hasil visum.

"Pelaku beserta barang bukti sebilah parang sudah diamankan di Mapolsek Tikala untuk diperiksa lebih lanjut," tandas Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com – Tim Tarsius Presisi Polsek Maesa mengamankan dua pelaku penganiayaan secara bersama-sama terhadap seorang pelajar di Kota Bitung, yang sempat viral di media sosial.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, membenarkan hal tersebut.

“Kedua pelaku berinisial VT (16) dan FM (15), warga Pakadoodan, Maesa, Bitung. Keduanya ditangkap di Pakadoodan, pada Jum’at (26/11/2021), sekitar pukul 22.00 WITA,” ujarnya, Minggu (28/11) siang.

Kombes Pol Jules Abraham Abast menerangkan, keduanya menganiaya seorang pelajar bernama Kris Paruntu (16), warga Watudambo, Minahasa Utara, pada Jum’at (26/11), sekitar pukul 12.00 WITA, di wilayah Bitung Barat Dua, Maesa.

Siang itu, lanjutnya, korban bersama seorang temannya sedang duduk di samping sebuah cafe di Bitung Barat Dua.

“Tiba-tiba VT dan FM bersama beberapa teman mereka langsung memukul korban dan temannya. VT lalu menikam rusuk kiri korban menggunakan pisau badik, sedangkan FM memukul dan menendang korban,” jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Setelah korban tak berdaya akibat mengalami luka cukup parah, para pelaku pun langsung melarikan diri. Kejadian ini kemudian dilaporkan pihak korban ke Polsek Maesa.

Kombes Pol Jules Abraham Abast menambahkan, VT ditangkap saat sedang berpesta miras bersama teman-temannya.

Petugas pun mendapati barang bukti sebilah pisau badik di dalam kamar VT. Sedangkan FM ditangkap saat sedang tidur di rumahnya.

“Kedua pelaku beserta barang bukti sudah diamankan di Mapolsek Maesa untuk diperiksa lebih lanjut,” tandas Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Adrian)

Tomohon,Sulutnews.com - Satuan Khusus Polri Team Reserse Mobil (Resmob) Polres Tomohon dipimpin langsung oleh Kanit Resmob Aipda Melky Palar, berhasil mengungkap dan mengamankan para terduga pelaku penimbunan BBM jenis solar disalah satu SPBU yang aktif beroperasi di jalan raya kaaten, Kelurahan Matani 1  kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon Sulawesi Utara.

Dari Pantauan media ini di TKP,  Minggu (21/11/2021) sekira Pukul 12:00 Wita. Team Resmob Polres Tomohon  berhasil mengamankan satu mobil Panther yang berisi 300  Liter Solar, satu mobil Toyota Inova berisi 600 Liter Solar dan satu lagi mobil Dump Truck yang berisi 700 liter solar.

"Benar berdasarkan laporan masyarakat ada  3 kendaraan yang berhasil kami amankan bersama dengan pengemudi dan barang bukti bbm solar, ungkap Palar.

"Untuk lebih jelas informasi selanjutnya silakan dikonfirmasi lagi ke atasan kami, singkat Kanit Resmob tersebut  kepada wartawan.

Diketahui saat di amankan ke Mapolres Tomohon, ketiga oknum terduga pelaku yang berinisial K alias kisli (32) Warga eris Tondano Kabupaten Minahasa, R alias  Rolly (43) Warga Tambun Kecamatan Dumoga Kabupaten Bolaang Mongondow dan S alias Syamas (46) Warga Kelurahan Walian Kota Tomohon,  kepada media ini menuturkan bahwa pekerjaan yang dilakoni oleh mereka belum lama mereka lakukan.

"Solar ini kami ambil di SPBU untuk di jual di Galian C, lokasi galian batu yang beralamat di Kelurahan Kakaskasen  Kecamatan Tomohon Utara, karna harganya terbilang cukup lumayan dan menjanjikan, tutur ketiganya. 

"Tapi sayangnya kepada siapa pemilik perusahan galian C yang di maksut, "enggan dibeberkan oleh ketiga lelaki tersebut.

Terpisah Kapolres Tomohon AKBP Yuli Kurnianto SIK saat di konfirmasi membenarkan pengungkapan tersebut.

"Benar untuk proses lebih lanjut saat itu juga para pelaku sudah diamankan Polisi ke Mapolres, "Pastinya kita akan proses sesuai aturan hukum yang berlaku tandas Kapolres Yuli.  (Adrian)

Tomohon,Sulutnews.com - Tim Totosik Polres Tomohon mengamankan sebanyak 27 anak muda yang berada di sebuah hotel yang terletak di Kecamatan Tomohon Tengah pada Kamis malam (18/11/2021).

Menurut Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, kuat dugaan anak-anak muda ini, 10 diantaranya perempuan, diamankan karena sedang melakukan hal-hal yang dapat mengganggu kamtibmas.

“Saat diigrebek Tim Totosik, mereka sedang melakukan keributan dan diduga kuat sedang menggelar pesta menghirup lem ehabon dan melakukan praktek prostitusi online michat,” ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast, Jumat pagi (19/11/2021).

Petugas juga mendapatkan beberapa barang bukti, diantaranya 3 buah sajam, 4 butir obat trihexyphenidyl, 13 kaleng lem ehabond, 20 sachet obat batuk jenis komix, 11 bungkus alat kontrasepsi belum terpakai, 5 buah alat kontrasepsi telah terpakai, 2 buah sedotan (ujungnya terbakar) dan 19 buah hp.

“Keduapuluh tujuh anak muda ini diamankan di 7 kamar berbeda dan selanjutnya dibawa ke Polres Tomohon untuk pemeriksaan lebih lanjut,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Adrian)

Manado,Sulutnew.com – Pelaku pengrusakan dan pengancaman dengan senjata tajam (sajam) berinisial ARU (19), warga Pateten Tiga, Maesa, Bitung diamankan tim gabungan Polres Bitung, Polsek Maesa serta Polres Kepulauan Sangihe, Sabtu (06/11/2021) malam.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, mengatakan, pelaku sempat melarikan diri kemudian ditangkap tim gabungan kepolisian di wilayah Santiago, Tahuna Barat, Sangihe.

“Pelaku beraksi di dua TKP di wilayah Maesa yaitu, rumah warga Pateten Tiga dan Jalan Tinombala, pada Senin (01/11) pagi,” kata Kombes Pol Jules Abraham Abast, Senin (08/11) siang.

Kejadian pertama, lanjutnya, di Pateten Tiga Lingkungan II RT 10, sekitar pukul 07.00 WITA. Pelaku dalam keadaan mabuk sambil membawa sajam mendatangi rumah korban bernama Fadli Badarab (45).

“Pelaku awalnya mencari seseorang untuk balas dendam, namun tidak bertemu. Kemudian datang ke rumah Fadli Badarab dan mengancam akan membunuh korban,” jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Setelah itu, pelaku berulah di ruas Jalan Tinombala, sekitar pukul 07.30 WITA. Pelaku berteriak-teriak sambil menggesekkan sajam di aspal, hingga membuat para pengguna jalan ketakutan.

Saat itu melintas korban Akbar Satria Usman (17) yang berboncengan sepeda motor dengan temannya hendak berangkat sekolah.

“Pelaku menghadang korban lalu menghantamkan sajam ke bodi depan dan kaca spion. Pelaku bahkan mengarahkan sajam ke pembonceng sepeda motor tetapi kena di tas,” terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Kedua korban kemudian melapor ke Polsek Maesa, beberapa saat usai kejadian. Aksi pelaku di Jalan Tinombala itu pun terekam CCTV dan sempat viral di media sosial.

Kombes Pol Jules Abraham Abast menambahkan, pelaku ditangkap saat berada di rumah kerabatnya.

“Pelaku sudah diamankan di Polsek Maesa untuk diperiksa lebih lanjut. Sedangkan barang bukti sajam masih dalam pencarian petugas,” tandas Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com - Jekeps Luturmas (48thn) warga negara asing ((WNA) naturalisasi Amerika Serikat dengan sengaja memberikan data yang tidak sah dan keterangan yang tidak benar untuk memperoleh Dokumen Perjalanan Republik Indonesia bagi dirinya sendiri, perbuatan terdakwa Jekeps sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 126 huruf c Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Oleh Pengadilan Negeri (PN) Manado ia divonis empat bulan penjara pada 6 Juli 2021.

Sumber di Kejaksaan Negeri Manado (nama tak ingin disebutkan) memastikan, petikan hasil putusan sidang pada 6 Juli tersebut, baru diterimanya pada hari Rabu 6 Oktober 2021, dan memutuskan Jekeps akan mulai menjalani hukuman di Rutan Malendeng Manado pada 8 Oktober.

"Ia (Jekeps Luturmas) sebenarnya sudah bersedia dipenjara, tetapi karena petikan hasil sidang baru kami terima tanggal 6 Oktober eksekusi baru akan berlangsung hari ini Jumat 8 Oktober," kata sumber itu.

Karena sidang di PN berlangsung pada Masa Pandemik covid19, maka hukuman penjara Jekeps Luturmas hanya akan menjalani hukumannya hingga awal bulan Desember.

Dia akan dideportasi dan Jekeps berharap dapat segera merayakan hari natal 25 Desember bersama istri dan anak-anaknya di Amerika. (*/yuk).

Manado,Sulutnews.com – Tim Paniki Rimbas 2 Polresta Manado mengamankan pelaku penikaman yang terjadi di kompleks pertokoan, tepatnya di Lorong Tengah Pasar 45 Manado, Kamis (16/09/2021) malam.

Pelaku berinisial DG (17), warga Kombos Timur, Singkil, Manado, ditangkap beberapa saat usai kejadian. Sedangkan korban diketahui bernama Jonathan Kusoy (17), warga Bailang Lingkungan II Bunaken, Manado.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, mengatakan, kejadiannya sekitar pukul 20.30 WITA, saat  pelaku dan temannya sedang mengepak barang dagangan.

 “Korban dalam keadaan mabuk, membuat keributan di sekitar TKP. Pelaku yang merasa terganggu kemudian menikam punggung korban sebanyak dua kali menggunakan pisau dapur,” ujarnya, Jum’at (17/09) pagi, di Mapolda Sulut.

Setelah itu pelaku melarikan diri ke wilayah Kombos Timur. Sedangkan korban yang dalam keadaan terluka, melarikan diri dan meminta pertolongan di Mapolresta Manado.

Tak berselang lama Tim Paniki Rimbas 2 tiba TKP untuk mengumpulkan keterangan, dan menemukan barang bukti. Tim lalu mengejar pelaku dan tertangkap di rumah kerabatnya, di wilayah Kombos Timur.

“Pelaku sempat akan melarikan diri menggunakan sepeda motor, namun dihadang petugas. Pelaku beserta barang bukti pisau lalu diamankan di Mapolresta Manado untuk diperiksa lebih lanjut,” tandas Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Adrian)

Tomohon,Sulutnews.com – Seorang lelaki warga Kelurahan Kolongan Kecamatan Tomohon Tengah berinisial VM alias Valen (28) diamankan Tim Totosik Polres Tomohon, Minggu (12/9/2021) sekitar pukul 21.00 Wita.

Pasalnya, VM diamankan karena diduga telah melakukan penganiayaan terhadap rekannya, lelaki Steven Paat (39) yang berprofesi sebagai tukang di Kelurahan Kolongan, sekitar 1,5 jam sebelum diamankan Tim Totosik.

Kronologis kejadian, pada hari Minggu sekitar pukul 19.30 Wita, tersangka datang ke rumah rekannya yang sedang menggelar syukuran ulang tahun.

Sampai di lokasi tersebut, tersangka melihat korban sedang duduk menggelar pesta miras dengan rekan-rekan korban. Kurang lebih lima menit kemudian, tiba-tiba korban mendekati tersangka dan menyampaikan kata-kata “bodoh”, yang membuat tersangka merasa tersinggung. Tersangka yang sudah tersulut emosi, langsung memukul wajah korban.

Merasa terancam, korban langsung melarikan diri menuju ke Mapolsek Tomohon Tengah guna melaporkan kejadian yang dialaminya. Akibat perbuatan tersebut korban mengalami memar dan sakit di bagian mata sebelah kanan.

Mendapatkan laporan penganiayaan tersebut, Tim Totosik yang dipimpin langsung oleh Katim Aipda Yanny Watung langsung mencari pelaku selanjutnya diamankan di Mapolsek Tomohon Tengah.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast menyayangkan aksi penganiayaan yang disebabkan hal sepele. Iapun mengingatkan agar warga tidak gampang tersulut emosi apalagi dalam keadaan mabuk.

“Banyak penganiayaan terjadi karena sebelumnya pelaku sudah mengkonsumsi minuman beralkohol. Oleh karena itu mari kita hilangkan budaya mengkonsumsi minuman beralkohol, karena dampak buruknya lebih banyak,” singkat Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Adrian)

Kotamobagu,Sulutnews.com – Guna mengantisipasi terjadinya berbagai gangguan kamtibmas terutama saat malam akhir pekan, Tim Anoa Polres Kotamobagu menggencarkan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD).

Seperti yang dilakukan pada Sabtu (11/09/2021) malam hingga Minggu dini hari, dipimpin Ipda Ibrahim Hatam.

“KRYD kami lakukan dengan patroli di sekitar Kotamobagu.

Dengan sasaran di antaranya balap liar, premanisme, minuman keras (miras), senjata tajam (sajam), perjudian, dan lainnya,” kata Ipda Hatam.

Hasilnya, Tim Anoa mendapati sejumlah anak muda yang menggelar pesta miras di tempat kost hingga emperan toko. Sebagian juga didapati menghirup lem jenis tertentu.

Tim pun memberikan tindakan dan pembinaan sebagai efek jera. Selain itu, tim juga melakukan pemeriksaan sajam serta kendaraan yang ditemui saat patroli.

Ipda Hatam menambahkan, KRYD ini sekaligus dalam rangka memantau penerapan protokol kesehatan dan PPKM demi menekan laju penyebaran Covid-19.

 “KRYD ini sebagai wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat, untuk menciptakan situasi yang aman, nyaman, dan juga sehat,” pungkas Ipda Hatam. (Adrian)

Thailand, Sulutnews.com - Kabar mengagetkan, dimana Sejumlah pasien corona di rumah sakit darurat di Thailand diduga menggelar pesta seks hingga narkoba. Dilansir dari media Tempo.co Polisi dan pejabat militer pun melakukan penggerebekan pada akhir pekan lalu. Rumah sakit darurat tersebut didirikan di lapangan dengan kapasitas 1.000 tempat tidur.

Dalam rekaman yang beredar di media sosial, polisi Thailand dan pejabat Komando Operasi Keamanan Internal (ISOC) menggerebek rumah sakit di provinsi Samut Prakan, dengan mengenakan pakaian pelindung. Pemeriksaan dilakukan setelah penegak hukum mengetahui bahwa beberapa pasien telah melanggar aturan rumah sakit.

Aparat menerima laporan tentang merebaknya perjudian, perkelahian hingga cendera fisik, penyalahgunaan narkoba dan hubungan seksual dengan banyak pasangan.

“Kami tahu itu karena kami memiliki kamera pengintai di setiap sudut,” kata kepala divisi operasi lokal pengendalian Covid-19, Kolonel Krispanu Chamnongwong seperti dilansir dari RT.

Pasien corona di rumah sakita darurat itu telah diinterogasi berdasarkan rekaman CCTV. Dalam rekaman menunjukkan pasien pria dan wanita pergi ke bangsal terpisah satu sama lain. (**/Adrian)