Hukum

Hukum (274)

Manado,Sulutnews.com - Polda Sulawesi Utara (Sulut) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 8 pucuk senjata api semi otomatis jenis UZI dan 40 butir amunisi senjata api kaliber 9 mm.

Senjata api dan amunisi ilegal ini berhasil diamankan dari dua orang tersangka masing-masing OM (18) dan FM (22)  warga Kecamatan Tamako, Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulut Kombes Gani Siahaan dalam keterangan Pers yang berlangsung di Polda Sulut, Jumat (20/5) menegaskan bahwa dalam pengungkapan kasus tersebut pihaknya masi mengembangkan kasus tersebut.

"Apakah ada pihak - pihak lain yang terlibat dalam kasus ini kita tunggu saja perkembangannya, ujar Kombes Gani Siahaan.

Ditegaskan Kombes Gani Siahaan kasus ini tidak berhenti sampai disini saja, Namun pihaknya masi sementara mendalami kasus tersebut, tukasnya.

Senada juga di sampaikan oleh Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast bahwa sampai saat ini Polisi masi sementara mengembangkan kasus ini.

"Semoga kasus ini dapat di usut sampai tuntas, "nantinya siap - siapa jaringan yang terlibat pastinya akan terus di didalami oleh Polisi.

Sampai saat ini baru dua tersangka yang berhasil di amankan, timpal Kombes Pol Jules Abraham.

Adapun pasal yang di Per sangkakan untuk para pelaku yakni Pasal 2 ayat (1) UU Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Api, Amunisi atau Suatu Bahan Peledak Secara Izin yang sah, dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup, atau hukuman penjara sementara paling lama 20 tahun, tukas Kombes Pol Jules Abraham.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com - Tim Resmob Polres Tomohon mengamankan seorang perempuan berinisial TM (31), terduga pelaku pencurian uang ratusan juta, yang terjadi di Kelurahan Matani Tiga Kecamatan Tomohon Tengah pada hari Rabu (13/5/2022).

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

“Pelaku yang berpofesi sebagai asisten rumah tangga (ART)  ini diamankan pada hari Senin (16/5/2022) saat berada di wilayah hukum Polsek Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe,” ujarnya, Kamis (19/5/2022).

Menurut Kombes Pol Jules Abraham Abast, pelaku nekat melakukan aksi pencurian uang milik korban bernama Chitra Le, yang merupakan majikan pelaku dengan cara membobol ATM milik korban.

“Pelaku mengakui mengambil kartu ATM milik korban selanjutnya menggasak uang pelaku hingga mencapai Rp. 110 juta, sedangkan uang Rp. 10 juta lainnya, pelaku curi di bawah rak pakaian milik korban, jadi total uang yang dicuri sebanyak Rp. 120 juta,” ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Aksi pelaku diketahui saat korban mengecek rekening banknya, dan ternyata sudah terjadi transaksi penarikan uang yang diakui bukan dilakukan oleh korban sendiri.

“Mengetahui uang di dalam rekeningnya sudah ditarik seseorang, korban pun meminta konfirmasi kepada pihak bank, dan pihak bank pun membenarkan hal tersebut,” terangnya.

Kejadian ini kemudian dilaporkan korban ke Polres Tomohon pada tanggal 21 April 2022.

“Berdasarkan laporan korban, Tim Resmob segera melakukan penyelidikan dan memeriksa rekaman CCTV di beberapa gerai ATM dan akhirnya dugaan pelaku mengerucut pada seorang asisten rumah tangga yang sudah tidak bekerja lagi di rumah korban,” ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Dari bukti-bukti awal tersebut, Tim Resmob kemudian melakukan pencarian terhadap pelaku dengan berkoordinasi bersama personel Polsek Tabukan Utara dan akhirnya berhasil menangkap pelaku.

“Pelaku ditangkap tanpa ada perlawanan dan ia mengaku telah melakukan pencurian tersebut sejak bulan September 2021,” terangnya.

Pelaku juga mengaku telah membelikan sejumlah barang dari hasil uang curian, antara lain 1 unit sepeda motor, barang perhiasan emas, beberapa perabot rumah tangga, jam tangan dan tas.

“Saat ini pelaku bersama sejumlah barang bukti sudah diamankan di Polres Tomohon guna pemeriksaan lebih lanjut,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Tomohon,Sulutnews.com- Oknum asisten rumah tangga berinisial TM (31) terduga pelaku pencurian di Kelurahan Matani Tiga, Kecamatan Tomohon Tengah, berhasil di amankan oleh Tim Resmob Satreskrim Polres Tomohon.

Kapolres Tomohon, AKBP Arian Primadanu Colibrito, S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim, AKP Denny Tampenawas di konfirmasi Rabu (18/5/2022) membenarkan penangkapan terhadap terduga pelaku.

Diterangkan Denny,  kejadian bermula saat  korban berinisial CL, warga Kelurahan Walian, mengetahui bahwa uang yang berada di rekening BCA milik korban sudah terjadi transaksi penarikan yang bukan dilakukan oleh korban.

Mengetahui hal tersebut, korban  menanyakan perihal kejadian itu kepada pihak bank BCA Tomohon, ucap Denny.

“Lanjut Denny, setelah pihaknya melakukan konfirmasi kepada pihak bank, benar pada saja pada tanggal 13 April 2022, bertempat di gerai ATM Bank BCA di Kelurahan Matani Tiga, Kecamatan Tomohon Tengah, telah terjadi transaksi penarikan menggunakan ATM milik korban yang disesuaikan dengan rekaman CCTV di gerai ATM tersebut, sehingga korban mengalami kerugian sebesar Rp. 20.000.000,” jelasnya.

Berdasarkan Laporan korban di Polres Tomohon pada (21/4) Tim Resmob langsung melakukan Lidik serta interogasi terhadap korban di TKP.

Dalam proses tersebut, Tim Resmob mendapati informasi, bahwa yang dicurigai melakukan pencurian tersebut yakni seorang perempuan yang adalah asisten rumah tangga korban.

Dijelaskan Denny guna meyakinkan hal tersebut, Tim Resmob langsung melakukan pendalaman di lapangan serta mengecek sejumlah gerai ATM Bank yang ada di Kota Tomohon.

Dikatakan Denny  dari hasil Lidik diperoleh rekaman CCTV di beberapa gerai ATM Bank BCA yang ada di Kota Tomohon yang memperlihatkan proses penarikan uang yang dilakukan oleh pelaku.

“hal tersebut dikuatkan dengan keterangan awal korban yang mana terduga pelaku telah pulang ke Kabupaten Sangihe dan tidak kembali lagi bekerja di rumah korban sampai saat ini,” ungkapnya.

Diterangkan Denny dari bukti-bukti awal tersebut, akhirnya Tim Resmob melakukan pencarian terhadap terduga pelaku, berkoordinasi dengan Polres Sangihe dalam hal ini Polsek Tabukan Utara yang dari informasi pelaku berdomisili di wilayah hukum tersebut.

Setelah pihaknya  melakukan penyelidikan, pelaku termonitor berada di pulau Nusa Utara, Kabupaten Sangihe. Selanjutnya, pada Senin 16 Mei 2022, Resmob Satreskrim Polres Tomohon langsung bergeser ke Kabupaten Sangihe.

“Tiba di Kabupaten sangihe pihaknya langsung berkoordinasi dengan anggota Polsek Tabukan Utara dan bergeser ke Nusa Utara tempat pelaku berada. Tanpa ada perlawanan, pelaku berhasil diamankan dan dibawa ke Polsek Tabukan Utara guna pemeriksaan lebih lanjut.

Diterangkan Denny dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengakui perbuatannya yang mana telah melakukan pencurian uang melalui penarikan via ATM BCA milik dari korban.

Dari pengakuan pelaku uang yang di ambil yakni sebesar Rp. 120.000.000,- dengan rincian Rp. 10.000.000,- diambil oleh pelaku dari bawah rak pakaian milik korban, serta sisanya Rp. 110.000.000,- diambil melalui kartu ATM milik korban yang ditarik di gerai ATM Bank yang ada di Tomohon.

Ditambahkan Denny ternyata pelaku  melakukan pencurian sudah sejak bulan September 2021, yang terakhir kali diakui pelaku dilakukan pada tanggal 13 April 2022 bertempat di gerai ATM Bank BCA di Kelurahan Matani Tiga, Kecamatan Tomohon Tengah sejumlah Rp. 10.000.000,-.

"Terduga pelaku juga mengakui, bahwa sebagian uang hasil curian sudah dibelikan beberapa barang yang menurutnya berada di Desa Talengan, Kabupaten Sangihe.

Sehingga pada hari Selasa (17/5) Tim Resmob dibawa pimpinan Kasat Reskrim bersama anggota Polsek Tabukan Utara juga berhasil mengamankan barang bukti yang berada di rumah milik pelaku di Desa Talengan.

“Selanjutnya untuk pelaku dan barang bukti langsing diamankan dan digiring ke Mako Polres Tomohon, guna penyidikan lebih lanjut,” tandas Denny.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com - Tindak pidana penganiayaan diduga dilakukan oleh seorang pemuda berinisial HT (18) terhadap kedua orang tuanya, di salah satu desa di Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan, pada hari  Selasa (17/5/2022) sekitar pukul 09.00 Wita.

Dihubungi terpisah, Selasa (17/5/2022) malam, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

"Pelaku melakukan penganiayaan dengan cara memukul ayah kandungnya dan juga menendang kursi hingga mengenai ibunya, penyandang disabilitas, yang menyebabkan ibunya terjatuh," ujarnya.

Menurut Kombes Pol Jules Abraham Abast, penganiayaan tersebut dilakukan pelaku dalam kondisi dipengaruhi minuman keras saat pulang ke rumahnya.

"Pelaku yang sudah mabuk mendapati ayahnya sedang memperbaiki jaringan listrik di rumah. Karena perbaikan berlangsung lama, pelaku marah-marah kemudian melakukan penganiayaan," terangnya.

Melihat tindakan anaknya yang sudah sangat keterlaluan, ayah pelaku kemudian langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tenga.

"Merespon laporan korban, personel Polsek Tenga langsung bergerak ke TKP dan mengamankan pelaku beberapa saat setelah kejadian," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Pelaku sudah diamankan di Polsek Tenga dan akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Penulis: ARP

Manado,sulutnews.com – Tim 1 Resmob Polres Bitung mengamankan seorang pria pelaku pengancaman dengan menggunakan senjata tajam (sajam), yang terjadi di Batuputih Atas, Ranowulu, Bitung, pada Minggu (15/5/2022) sekitar pukul 23.00 WITA.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, membenarkan hal tersebut.

“Pelaku berinisial RL (24), warga Batuputih Atas. Ditangkap di wilayah setempat pada Senin (16/5), sekitar pukul 05.30 WITA,” ujarnya, Senin sore.

Lanjut Kombes Pol Jules Abraham Abast, diduga pelaku dendam terhadap korban bernama Jusuf Takarendehang (38), sesama warga Batuputih Atas, karena pernah terlibat selisih paham beberapa waktu sebelumnya.

“Kejadiannya, pelaku dan korban sama-sama menghadiri acara syukuran ulang tahun di Batuputih Atas. Pelaku saat itu mabuk miras, lalu mengajak korban keluar dari lokasi syukuran. Sampai di jalan, pelaku memegang lengan korban dan mengancam akan menikamnya sambil mencabut pisau badik dari pinggang,” jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Beruntung, korban berhasil melarikan diri lalu dikejar pelaku namun tidak tertangkap. Korban kemudian melapor ke SPKT Polres Bitung beberapa jam usai kejadian, yang direspons cepat Tim Resmob dengan melakukan penyelidikan dan pengejaran.

“Tim menangkap pelaku saat bersembunyi di rumah temannya, di Batuputih Atas, beserta barang bukti pisau badik dan parang yang disimpan di dalam kardus,” terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Ditambahkannya, pelaku merupakan residivis kasus penganiayaan berat dan keluar dari lembaga pemasyarakatan pada Januari 2022 lalu, dengan status bebas bersyarat.

“Pelaku beserta barang bukti sudah diamankan di Mapolres Bitung untuk diproses lanjut,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Manado,sulutnews.com - Tim Patroli Rayon Samapta Polresta Manado mengamankan seorang pria pembawa senjata tajam (sajam) berinisial RM (25), Minggu (15/5/2022) sekitar pukul 23.30 Wita, di Wonasa Singkil.

Dikonfirmasi Senin (16/5/2022), Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

"Saat sedang melakukan patroli rutin, Tim melihat pelaku bersama rekannya sedang berboncengan dengan gelagat mencurigakan. Tim pun langsung mengejar dan memberhentikan kendaraan tersebut," ujarnya.

Dan benar saat dilakukan pemeriksaan, Tim mendapatkan sebuah senjata tajam jenis pisau badik.

"Pelaku pun tak berkutik, saat dilakukan penggeledahan badan, Tim menemukan sebuah pisau badik yang terbuat dari besi putih yang diselipkan di pinggang pelaku," terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Pelaku yang merupakan warga Kecamatan Singkil bersama barang bukti langsung diamankan dan dibawa ke Mako Polresta Manado untuk diproses hukum lebih lanjut.

Penulis: ARP

Manado,sulutnews.com- Tim Resmob Polresta Manado bersama Unit Reskrim Polsek Mapanget mengamankan 9 terduga pelaku penganiayaan secara bersama-sama yang dilakukan terhadap seorang pria bernama Valen Sanggele, warga Kelurahan Tuminting, yang terjadi pada Sabtu (14/5/2022) sekitar pukul 03.30 Wita di ruas jalan Buha.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan kejadian tersebut.

"Para pelaku yang berjumlah 9 orang ini sudah diamankan oleh gabungan Tim pada Sabtu (14/5/2022) siang. Mereka dijemput oleh petugas saat sedang berada di rumahnya masing-masing," terangnya, Minggu (15/5/2022).

Lebih lanjut dijelaskan oleh Kombes Pol Jules Abraham Abast, para pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban karena diduga salah sasaran menganggap korban bersama temannya merupakan komplotan doger (pencuri) anjing.

"Saat sedang melakukan patroli siskamling di sekitar lingkungannya, para pelaku melihat korban bersama dengan temannya yang akan bekerja di Bandara Sam Ratulangi melintas dengan sepeda motor. Dianggap komplotan doger, spontan para pelaku mengejar dan mendapatkan korban kemudian langsung dikeroyok oleh para pelaku," ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Korban yang tidak berdaya akhirnya hanya pasrah menerima pukulan dari para pelaku.

"Akibat pukulan dari para pelaku, korban yang mengalami luka lebam pun harus mendapatkan perawatan medis," pungkasnya.

Saat ini para pelaku yaitu masing-masing berinisial LO (23), JW (20), MM (22), MB (16), AS (15), TK (22), FR (20), DM (21), CM (16) sudah diserahkan ke Penyidik Polsek Mapanget untuk diperiksa lebih lanjut.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com - Tim Resmob Polsek Matuari mengamankan pria berinisial JB (34), pelaku penganiayaan terhadap seorang pria bernama Ruslan Ishak (42), yang terjadi pada Jumat (13/5/2022) malam di Kelurahan Manembo-nembo Atas.

Dikonfirmasi Minggu (15/5/2022) pagi, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

"Ia benar, pelaku sudah diamankan oleh Tim Resmob Polsek Matuari pada hari Sabtu (14/5/2022) sekitar pukul 01.00 Wita di Manembo-nembo Atas," terangnya.

Menurut Kombes Pol Jules Abraham Abast, motif penganiayaan diduga karena pelaku sudah mabuk, dan kemudian terlibat perkelahian dengan korban.

"Pelaku yang sudah dalam keadaan mabuk tiba-tiba menghampiri dan menarik baju korban. Keduanya akhirnya terkibat perkelahian," katanya.

Dalam perkelahian tersebut, pelaku melakukan penganiayaan hingga menyebabkan tangan korban terluka dan mengeluarkan darah.

"Saat berkelahi, pelaku menggigit tangan korban sampai terluka," ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Merasa keberatan dengan perlakuan pelaku, korban pun akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Matuari.

"Tim Resmob segera merespon laporan korban dan melakukan penangkapan terhadap pelaku. Saat ini pelaku sudah berada di Mako Polsek Matuari untuk diperiksa lebih lanjut," pungkasnya.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com - Tim Resmob Polres Bitung mengamankan 6 orang pria pelaku tindak pidana pengeroyokan, yang terjadi di Kelurahan Girian Atas, pada hari Jumat (13/5/2022) sekitar pukul 02.00 Wita.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

"Keenam pelaku ini diamankan saat berada di 3 kelurahan yang berbeda pada hari Jumat (13/5/2022) sekitar pukul 17.00 Wita, yaitu di Pinokalan, Girian Atas dan Wangurer Barat," ujarnya, Sabtu (14/5/2022).

Menurut Kombes Pol Jules Abraham Abast, penganiayaan terjadi diduga karena para pelaku maupun korban yaitu pria bernama Aryando Dalending (27) sudah dalam keadaan mabuk.

"Awalnya sebelum kejadian, korban yang diduga sudah mabuk menghadang 2 perempuan di tengah jalan. Kemudian datang salah satu pelaku untuk melerainya," terangnya.

Kedua pria ini akhirnya terlibat pertengkaran dan saling dorong, tiba-tiba datang teman-teman pelaku dan langsung memukul korban secara bersama-sama.

"Para pelaku memukul korban dengan tangan hingga membuat korban tak sadarkan diri, selanjutnya salah satu pelaku membawa korban ke RS Manembo-nembo untuk mendapatkan perawatan medis," urai Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Merasa keberatan dengan kejadian ini, isteri korban selanjutnya melaporkan peristiwa ini ke Polres Bitung.

"Mendapat laporan tersebut, Tim Resmob langsung bergerak. Para pelaku yaitu berinisial MR (18), JF (20), OS (20), FP (21), HS (22) dan AM (26) sudah berada di Mako Polres Bitung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP

Manado,Sulutnews.com - Personel Polres Bitung melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap seorang pria berinisial SN (47).

Pasalnya, SN melawan petugas saat akan ditangkap usai menganiaya ibu kandung dan tetangganya, di Pinasungkulan, Ranowulu, Bitung, pada Kamis (12/5/2022) pagi.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, membenarkan hal tersebut.

"Pelaku menganiaya ibu kandungnya, Ritje Mogonta (79), dan tetangganya, Dolvi Worang (49)," ujarnya, Jumat (13/5) malam.

Pelaku awalnya menganiaya ibunya, sekitar pukul 06.00 WITA. Lalu sekitar pukul 09.30 WITA, pelaku melepaskan tembakan menggunakan senapan angin dan kena korban Dolvi saat berada di sekitar TKP.

"Korban Ritje mengalami luka sayatan senjata tajam di telinga kanan dan bengkak di dahi. Sedangkan Dolvi mengalami luka tembak di dada kiri hingga menembus punggung," jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Lanjutnya, pelaku saat akan ditangkap terus mengamuk sambil membawa senapan angin dan dua bilah senjata tajam, yang mengancam keselamatan petugas dan warga.

"Sekitar pukul 12.45 WITA petugas menembakkan gas air mata ke dalam rumah pelaku namun pelaku tetap melawan hingga diberikan tindakan tegas," ungkap Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Aksi perlawanan pelaku mengakibatkan dua polisi mengalami luka sayatan senjata tajam. Yaitu Kasatsamapta Polres Bitung AKP Julius Korompis mengalami luka di kaki kiri, dan Kanit Turjawali Ipda Ferry Montolalu mengalami luka di jari kelingking kanan.

"Pelaku beserta kedua korban dan petugas dilarikan ke RSUD Kota Bitung. Pelaku dan ibunya sudah dirujuk ke RSUP Prof. Kandou Manado, sedangkan korban Dolvi serta dua petugas menjalani rawat jalan," terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Dalam penangkapan tersebut, petugas juga turut mengamankan barang bukti berupa 1 pucuk senapan angin, 1 bilah pisau, serta 1 bilah parang.

"Barang bukti sudah diamankan di Mapolres Bitung. Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap motif maupun kronologi lengkap penganiayaan," ucap Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Ditambahkannya, dalam kasus ini pelaku dijerat pasal berlapis.

"Yakni, pasal 2 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 (ancaman hukuman 10 tahun), dan atau pasal 351 ayat (2) KUHP (ancaman hukuman 5 tahun), sub pasal 351 ayat (1) KUHP (ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan), dan pasal 212 KUHP (ancaman hukuman 1 tahun 4 bulan) karena melawan petugas," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Penulis: ARP