Hukum

Hukum (90)

Manado,Sulutnews.com - Tim Totosik Polres Tomohon mengamankan tersangka penganiayaan yang terjadi di kompleks Pasar Wilken Kelurahan Paslaten Satu Kecamatan Tomohon Timur, Rabu (28/7/2021).

Tersangka pelaku adalah seorang lelaki berinisial NCM alias Nol (36) yang berprofesi sebagai tukang ojek, berdomisili di Kelurahan Talete Satu, Tomohon Tengah. Ia diduga melakukan penganiayaan terhadap korban bernama Aldy Geraldy Tuuk (18), sesama tukang ojek, warga yang sama.

Peristiwa tersebut dibenarkan Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast. Penganiayaan ini disebabkan hal sepele, dimana antara korban dan tersangka saat itu ingin membawa penumpang ojek yang sama.

Namun setelah pelaku menyuruh korban saja yang membawa penumpang tersebut, justru tiba-tiba pelaku langsung memukul korban dari belakang dan mengejarnya dengan mengacungkan sebilah pisau yang diambil dari sebuah kios jualan sembako dekat situ. Korban pun langsung melarikan diri.

Tidak hanya itu saja, ternyata pelaku juga membuat keributan, merusak pintu rumah serta memukul perempuan Silvana Palit, dan bahkan memecahkan kaca kendaraan R4 milik lelaki Rambing Johanes Lengkong yang terparkir di depan rumah Silvana.

Mendapatkan laporan tersebut, Tim Totosik kemudian menuju rumah pelaku, dan ketika tiba di lorong depan rumah pelaku, Tim mendapati pria bertato ini dalam keadaan sempoyongan berjalan di tengah jalan sambil memegang sebilah pisau. Melihat Tim Totosik datang, pelaku langsung melempar pisau yang dipegangnya ke pinggir jalan.

“Pelaku sudah diamankan Tim Totosik Polres Tomohon dan dibawa ke Mapolsek Tomohon Tengah, untuk mempertanggungjwabkan perbuatannya,” singkat Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com – Merespons cepat informasi warga, Tim Paniki Rimbas 3 Polresta Manado mengamankan dua pria tersangka perjudian toto gelap (togel) online di wilayah Kecamatan Tuminting, Kota Manado, pada Minggu (25/07/2021).

Tim awalnya mengamankan tersangka berinisial FY (35), warga Maasing Tuminting, sekitar pukul 13.46 WITA, tepatnya di Lingkungan 3 Maasing.

Di TKP, tersangka dipergoki sedang menjual togel online Sidney. Tim mengamankan sejumlah barang bukti yakni, uang tunai Rp461 ribu, 1 buah kartu ATM serta 1 buah handphone yang diduga kuat digunakan untuk bertransaksi.

Selanjutnya Tim Paniki Rimbas 3 mengamankan tersangka lain, RS (26), warga Maasing Tuminting, sekitar pukul 15.00 WITA. RS diamankan di Kampung Jengki Sumompo, juga saat menjual togel online Sidney.

Dari tangan RS, didapati barang bukti berupa uang tunai Rp80 ribu, 1 buah kartu ATM, dan 1 buah handphone.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, mengatakan, kedua tersangka beserta sejumlah barang bukti sudah diamankan di Mapolresta Manado untuk diproses hukum lebih lanjut.

“Kasus ini masih dalam pengembangan untuk mengungkap kemungkinan adanya sindikat atau pelaku lainnya,” ujarnya.

Ditegaskan Kombes Pol Jules Abraham Abast, upaya pemberantasan segala bentuk penyakit masyarakat (pekat) salah satunya perjudian, terus digencarkan.

 “Tidak hanya saat dilaksanakan operasi kepolisian saja. Namun terus dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, terlebih di masa pandemi Covid-19,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com – Seorang pria berinisial TK (26), warga Paal Dua Lingkungan I Manado, Tim Gabungan Patroli Rayon Polresta Manado, pada Minggu (25/07/2021), sekitar pukul 02.53 WITA. Pasalnya, TK membuat keributan sambil menenteng sebilah parang, di sekitar Rumah Sakit Manado Medical Center (MMC) Paal Dua. 

"Tak ayal, aksi tersebut membuat resah masyarakat sekitar dan para pasien.

Kejadian itu lalu dilaporkan ke pihak Polresta Manado, yang direspons oleh Tim Gabungan Patroli Rayon dengan mendatangi TKP. Tim pun langsung meringkus pelaku tanpa perlawanan.

Kepada wartawan, Kasubbag Humas Polresta Manado Iptu Yusak Parinding, membenarkan peristiwa tersebut. “Pelaku beserta barang bukti sudah diamankan ke Mapolresta untuk diperiksa lebih lanjut,” pungkas Iptu Yusak Parinding. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com - Tiga lelaki berdomisili di Kelurahan Girian Bawah terpaksa diamankan oleh Tim Resmob Polres Bitung dan Tim Resmob Polsek Matuari.

Ketiganya, masing-masing RM alias Raf (25), T alias Tis (29) dan AL alias Andre (18), diduga telah melakukan tindak pidana penganiayaan dengan menggunakan sajam jenis badik dan parang, terhadap korban Rahmat Putra (34) warga Wangurer Barat.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan penangkapan tersebut. "Ketiganya diamankan pada hari Minggu, 25 Juli 2021 sekitar pukul 16.50 Wita, di rumahnya masing-masing, beberapa saat setelah kejadian" ujarnya.

Menurut Kombes Pol Jules Abraham Abast, pemicu permasalahan karena kesalahpahaman saja. Tersangka bernama Tis katanya tidak terima kalau dirinya sering didatangi oleh korban.

Puncak amarah tersangka muncul saat ia bertemu korban di SD Cokro Girian Bawah, Minggu (25/7/2021) sekitar pukul 16.39 Wita. Tersangka bersama 2 rekannya tanpa basa basi langsung menganiaya korban dengan parang.

Penganiayaan juga dilakukan 2 rekan Tis yang saat itu juga membawa badik, sehingga korban mengalami luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.

"Para tersangka sudah diamankan bersama barang bukti sajam, untuk proses hukum lebih lanjut," tutup Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Adrian)

Tomohon,Sulutnews.com – AJ (26) warga Tomohon Utara diamankan Tim URC Totosik Polres Tomohon, pada Selasa (15/06/2021) sore. Pasalnya, AJ diduga kuat mencuri sepeda motor operasional rumah makan tempat istrinya bekerja, Senin (14/06) pagi.

Kejadian bermula ketika istri pelaku, Rifka (21) dan temannya Lani (23), yang sama-sama bekerja disebuah rumah makan di Tomohon Utara, berbelanja di Pasar Wilken, Tomohon Timur, pada Senin pagi sekitar pukul 08.00 WITA.

Pagi itu keduanya berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Vario warna putih bernomor polisi DB 2008 FM, dan memarkirkannya di sekitar pasar, lalu berbelanja bahan-bahan kebutuhan rumah makan.

Usai berbelanja, keduanya mendapati sepeda motor operasional rumah makan tersebut telah raib. Setelah dicari di sekitar pasar dan hasilnya nihil, Rifka dan Lany lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tomohon Tengah. Lany juga memposting informasi kejadian ini di group Facebook Team URC Totosik Polres Tomohon.

Tim Totosik yang mendapat informasi tersebut segera mendatangi TKP untuk mengumpulkan keterangan dari beberapa saksi. Dalam penyelidikan mendalam, tim menduga kuat pelakunya adalah AJ yang tak lain merupakan suami Rifka.

AJ diduga membawa kabur barang bukti ke wilayah Kota Manado. Tim lalu mengejar AJ yang diketahui juga sebagai sopir angkutan umum trayek Malalayang Manado ini.

Kemudian pada Selasa sore sekitar pukul 15.00 WITA, tim mendapat informasi bahwa sepeda motor yang memiliki ciri-ciri yang sama namun tanpa nomor polisi, telah diparkir di depan rumah makan tersebut. Tim langsung mengecek di lokasi, dan berhasil mengamankan pelaku.

Sementara itu pelaku mengaku, mencuri sepeda motor tanpa sepengetahuan istrinya. Sehari sebelum kejadian, pelaku meminjam sepeda motor tersebut lalu membuat kunci duplikat. Setelah itu mengembalikan sepeda motor kepada Lany.

Lanjutnya, pelaku mencabut lalu membuang nomor polisi sepeda motor saat dalam perjalanan menuju Manado. Pelaku kemudian berusaha menjual sepeda motor di sekitar Pasar Karombasan, namun tidak mendapatkan pembeli.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan kejadian tersebut. “Pelaku beserta barang bukti telah diserahkan dan diamankan di Polsek Tomohon Tengah untuk diperiksa lebih lanjut,” pungkasnya. (Adrian)

Tomohon, Sulutnews.com –  Lagi - lagi peristiwa  keributan terjadi di superstar Karaoke Sabtu, (12/06-2021), sekitar pukul 23.30 wita.

Kali ini Tim URC Totosik Polres Tomohon, Sabtu, (12/06-2021),  mengamankan seorang lelaki  berinisial RP alias Riski, yang dalam keadaan dipengaruhi minuman keras yang diduga telah melakukan keributan sambil memecahkan  pintu kaca  karaoke  tersebut.

Kapolress Tomohon, AKBP Bambang A Gatot SIK MH,  melalui Katim URC Totosik Polres Tomohon, Aipda Yanny Watung membenarkan kejadian tersebut.

Kepada wartawan dijeskan Ipda Yanny, kejadian bermula saat terduga pelaku RP dalam keadaan mabuk minuman keras terlibat adu mulut dengan salah seorang pengunjung di lantai 2 Karaoke.

“Selanjutnya berhasil dilerai oleh salah seorang teman tersangka lelaki namun tidak lama kemudian, tersangka turun ke bawah menyusul lelaki yang tidak dikenal identitasnya keluar lewat pintu depan karaoke.

Mendapati orang dicari sudah tak ada, tersangka langsung melampiaskan kekesalan dengan cara memukul kaca tersebut dengan menggunakan tangan,” jelas Ipda Yanny.

Lanjut Ipda Yanny,   Tim yang mendapatkan laporan atas kejadian tersebut langsung mencari keberadaan tersangka. Usai dicari dirumahnya tak ada, Tim kembali melakukan penyisiran dan berhasil mengamankan RP saat sedang berada di rumah temannya yang berada di Kelurahan Kolongan kompleks jam, dan selanjutnya mengarahkan RP ke Polres Tomohon untuk  proses lanjut, tutup Watung.

Saat itu RP  warga Walian Satu Lingkungan II, terlihat pasrah dan hanya menundukan kepala saat diamankan Tim URC Totosik Polres Tomohon, yang langsung sigap datang ke lokasi usai mendapat laporan pemilik tempat usaha tersebut. (Adrian)

Tomohon,Sulutnews.com - Tim Resmob Polres Tomohon dipimpin langsung oleh Katim Resmob Bribka Bima Pusung, berhasil menangkap 6 (enam) orang terduga pelaku  kekerasan secara bersama - sama terhadap Korban JWMP alias Marco (23), Warga Kelurahan Talete Satu, Kecamatan Tomohon Tengah.

Diketahui peristiwa pengoroyakan ini terjadi pada hari sabtu (12/6), sekira pukul jam 02.00 wita di Kelurahan Woloan Satu Kecamatan Tomohon Barat, atau tepatnya di ruas jalan depan Lepo Niane Cafe & Resto.

Ada enam terduga pelaku yang berhasil di amankan dalam kasus ini ungkap Kapolres Tomohon AKBP. Bambang Ashari Gatot SIK.MH melalui Katim Resmob Polres Tomohon Bripka Bima Pusung kepada media ini.

Lebih lanjut dijelaskan Bima, penangkapan terhadap para terduga pelaku berawal saat Tim Resmob Polres Tomohon mendapat informasi dari masyarakat dan Laporan Polisi  yang masuk di Polres Tomohon.

"Bahwa di jalan raya depan Lepo Niane cafe & resto yang beralamat di Kelurahan Woloan Satu Kecamatan Tomohon Barat telah tejadi tindak kekerasan secara bersama-sama terhadap orang yang dilakukan oleh pelaku yang tidak dikenali.

Tim Resmob kemudian langsung menuju ke TKP, tapi pelaku sudah tidak ada di lokasi kejadian. Lanjut Bima,  Timnya  kemudian melakukan penyelidikan dan mengumpul informasi di lokasi kejadian, dan berdasarkan rekaman Vidio dari handphone  teman korban, dimana dua pelaku dikenali  oleh warga adalah lelaki yang sering di panggil Tole dan Glen.

Tim Resmob kemudian melakukan pencarian kepada para pelaku dan akhirnya berhasil mengamankan lelaki GT alias Glenn  didalam rumahnya yang sementara tertidur.

Saat kami amankan dan  interogasi, Glen ternyata mengetahui keberadaan pelaku lainnya.  Dengan informasi dan pengakuan dari Glen, Tim Resmob kemudian berhasil mengamankan 5 pelaku lainnya masing-masing,  RK alias Richard (26) Warga Kelurahan Lansot, VP alias Tole (19) Warga Kelurahan Tumatangtang Satu, GT alias Glenn (18)  Warga Kelurahan Lansot,  RM alias Ronald (17) Warga Kelurahan Lansot,  MW alias Miraclle (17 ) Warga Kelurahan Lansot dan  JG alias Joshua  (17)  Warga Kelurahan Lansot.

Enam orang ini kami amankan di rumah mereka masing-masing, dan saat diinterogasi mereka mengakui bahwa alasan penganiayaan yang mereka lakukan dikarenakan meraka marah kepada Korban karena terlibat adu mulut dengan ke enam pelaku.

Terkait latar belakang masalah antara korban dan pelaku, diterangkan Bima  awalnya antara korban dengan para pelaku yang sudah dipengaruhi minuman keras terjadi adu mulut di lokasi kejadian. "Saat sedang adu mulut, RK alias Richard langsung mendorong korban diikuti oleh ke lima rekannya sambil memukul menggunakan tangan ke arah korban.

"Korbanpun langsung terjatuh ke aspal, namun para pelaku tetap memukul korban dan menendangnya. Akibat dikeroyok korban terjatuh dan mengalami luka robek pada pelipis sebelah kiri, lebam pada mata sebelah kiri dan Rasa sakit pada kepala dan tubuh, urai Bima. "Keenam Pelaku sudah kami amankan ke Mapolres. dan saat diamankan tidak melakukan perlawanan, kunci Bima. (Adrian)

Manado, Sulutnews.com – Tim Jalak Satsamapta Polres Bitung mengamankan 2 dari 3 tersangka penikaman, yaitu BB (18), Girian dan GB (16), warga Matuari, Bitung, Selasa (08/06/2021), sekitar pukul 05.00 WITA.

Sedangkan satu tersangka lainnya masih diburu petugas, yakni AM (20), warga Pinokalan, Bitung.

Informasi diperoleh, ketiga tersangka menikam Abdul Bagensa (17), Girian Indah, di perempatan Girian Indah, Girian, pada Senin (07/06) malam, sekitar pukul 22.00 WITA.

Awalnya tersangka BB meminjam hand phone milik perempuan berinisial F, lalu saling berbalas pesan dengan korban.

Dalam pesan tersebut, korban dan temannya menyampaikan hendak balas dendam atas perbuatan tersangka BB yang telah menikam dua temannya pada Senin dini hari, di Girian Permai.

Kemudian pada Senin malam itu, korban dan teman-temannya bertemu dengan ketiga tersangka tersebut.

Ketiganya lalu menikam korban secara bergantian, hingga korban mengalami enam luka tikaman cukup parah, antara lain di tengkuk, pinggul, ketiak kanan, dan tangan kanan.

Usai menikam, ketiga tersangka langsung melarikan diri. Sedangkan korban dilarikan ke RSUD Manembo-nembo Bitung untuk mendapatkan perawatan medis.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

“Kedua tersangka BB dan GB beserta barang bukti 2 bilah senjata tajam serta 1 unit sepeda motor sudah diamankan di Mapolres Bitung untuk diperiksa lebih lanjut,” ujarnya.

Lanjut Kombes Pol Jules Abraham Abast, petugas masih mengejar satu tersangka lainnya berinisial AM.

“Diduga AM ini juga membawa barang bukti senjata tajam yang digunakan saat kejadian,” tandas Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Adrian)

Manado, Sulutnews.com - Polres Tomohon melalui  Timsus URC Totosik Polres Tomohon, Sabtu (7/6/2021) sekira jam 04.00 Wita belum lama ini berhasil mengungkap  kasus prostitusi online di  Kota Tomohon,(Provinsi Sulut).

Mirisnya satu dari lima terduga yang diamankan adalah gadis 18 tahun inisial IM yang masih berstatus pelajar asal  Kabupaten Minahasa.

Kepada media ini, Tomohon AKBP Bambang Ashari Gatot SIK.MH melalui

Katimsus URC Totosik Ipda Yanny Watung menerangkan bahwa ke empat pemuda (terduga pelaku)  yang diamankan diantaranya RP (19), FR (15) masih berstautus pelajar, CT (19), dan RS (19),masing-masing mereka berasal dari kota Manado, ungkap Ipda Yanny.

Lanjut Aipda Yanny, pengungkapan kasus ini dilakukan Pada hari Sabtu (5/6) sekira jam 04.00 Wita saat Tim URC Totosik melakukan patroli di pusat Kota Tomohon, kemudian mendapati mobil dengan Nopol DB1705FD warna silver, terparkir ditengah Jalan depan Toko NTC Kelurahan Kolongan Kecamatan Tomohon Tengah.

Karena  merasa curiga team kami langsung menghampiri R4 tersebut, dan langsung melakukan pemeriksaan. "Melihat gerak - gerik para terduga pelaku ini sangat  mencurigakan, pemeriksaanpun berlanjut di telpon genggam dan dari sini kami  mendapati masing-masing telpon genggam mereka ternyata berisi chatingan yang menawarkan jasa tidur bersama yang diduga menawarkan jasa prostitusi.

Lanjut, Saat dilakukan interogasi, IM mengaku menjual diri melalui aplikasi Michat dengan harga Rp. 300 ribu hingga Rp 400 ribu, dibantu oleh rekannya RS,FR dan RP. Yang mana ke tiga rekannya itu berperan menjajakannya secara online di aplikasi Michat diseputaran Kota Tomohon.

Dari Penuturan, IM Uang hasil menjual diri digunakan untuk membayar mobil yang mereka sewa dan sisanya digunakan untuk keperluan sehari-hari. "Tak hanya itu saja, saat dilakukan Pemeriksaan Team URC Totosik juga mengamankan senjata tajam jenis badik milik CT, tukas Ipda Yanny. (/Adrian)

Manado, Sulutnews.com – Tim Resmob Polsek Maesa mengamankan dua pelaku penikaman, DL (18) dan SB (17), keduanya warga Kelurahan Wangurer Barat, Kecamatan Madidir, Kota Bitung, Rabu (02/06/2021) malam, sekitar pukul 22.30 WITA.

Kedua pelaku menikam Ahmad Tolomou (21), warga Kelurahan Bitung Barat, Kecamatan Maesa, Rabu dini hari sekitar pukul 03.30 WITA.

Awalnya sekitar pukul 00.30 WITA, korban mengirim pesan melalui WhatsApp kepada DL dan mengajaknya untuk minum minuman beralkohol.

Tak lama kemudian DL bersama SB dan dua temannya mendatangi rumah korban, lalu mereka menenggak minuman beralkohol hingga mabuk.

Kemudian sekitar pukul 03.30 WITA, DL bersama SB dan dua temannya tersebut hendak pulang. Saat itu pula korban dan DL terlibat adu mulut hingga terjadi perkelahian.

Melihat hal tersebut, SB mencabut sebilah pisau badik dari pinggangnya lalu menikam korban sebanyak dua kali. Korban yang dalam kondisi terluka berusaha merebut pisau sambil mendorong SB hingga terjatuh.

Seketika itu juga DL merebut pisau dari tangan SB, kemudian menikam korban sebanyak satu kali. Setelah itu kedua pelaku bersama dua temannya melarikan diri dengan berboncengan empat menggunakan sebuah sepeda motor.

Sedangkan korban dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan medis. Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Polsek Maesa.

Dalam penyelidikan dan pengejaran, Tim Resmob Polsek Maesa akhirnya mengetahui keberadaan kedua pelaku. Tim kemudian berhasil menangkap kedua pelaku saat bersembunyi di rumah salah satu pelaku.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Kedua pelaku beserta barang bukti sudah diamankan di Mapolsek Maesa untuk diperiksa lebih lanjut,” ujarnya.

Kombes Pol Jules Abraham Abast kembali mengimbau masyarakat untuk menghindari minuman beralkohol jenis apapun.

“Pengaruh minuman beralkohol itu sangat berbahaya. Tidak hanya merusak kesehatan, namun juga bisa memicu timbulnya tindak pidana seperti penganiayaan ini, bahkan kecelakaan lalu lintas. Brenti jo bagate!,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast. (**/Adrian)