Foto : Para Pelapor (Penerima Bansos) saat melapor di Mapolres Tomohon, 26 Agustus 2022. Foto : Para Pelapor (Penerima Bansos) saat melapor di Mapolres Tomohon, 26 Agustus 2022.

INAKOR: Dugaan Korupsi Dana Bansos Agen BRIlink Letusia di Desa Ranotongkor Harus Dimeja Hijaukan

Written by  Adrianus Pusungunaung Oct 23, 2022

Tomohon,Sulutnews.com - Laporan Masyarakat terkait dengan adanya kasus dugaan penyelewengan penyaluran dana bantuan sosial (bansos), yang di laporkan oleh sejumlah oknum Masyarakat Desa Ranotongkor, Kecamatan Tombariri Timur Kabupaten Minahasa, ke Polres Tomohon Pada 26 Agustus 2022, dengan terlapor agen BRIlink Letisia milik LT alias linda, sampai saat ini belum mendapatkan tanggapan resmi dari Polres Tomohon.

Meskipun telah diberitakan sebelumnya dan telah di lakukan upaya konfirmasi kembali ke Kapolres Tomohon Kapolres Tomohon AKBP Arian P Colibrito SIK. M.H., melalui Kasat Reskrim AKP Angga Maulana SIK. S.H MH., sejak minggu lalu sampai hari ini, Senin (24/10), Polres Tomohon belum memberikan tanggapan resmi terkait dengan adanya laporan Masyarakat terkait  dugaan penyelewengan penyaluran dana bantuan sosial (bansos) tersebut.

Disisi lain, Hukum Tua Desa Ranotongkor Timur Dolvi Kandouw, kepada Media ini saat di hubungi Kamis (20/10)  menegaskan bahwa masalah ini sudah selesai.

"Sudah ada sekitar 30 sampai 40 keluarga yang sepakat bahwa masalah ini sudah selesai dan tidak perlu di persoalkan lagi, atau silakan Anda tanyakan langsung di Polres Tomohon, mereka yang menangani masalah ini, tutur Dolvi Kandouw.

Caption : Pertemuan (Mediasi) antara para Korban dan Terlapor, Pertemuan ini berlangsung di rumah Hukum Tua Desa Ranotongkor Timur Dolvi Kandouw.

Bahkan pada 11 Oktober 2022, kami selaku Pemerintah, suda berupaya melakukan pertemuan antara masyarakat dengan yang bersangkutan, dan saat ini sudah tidak ada masalah, cetus Hukum Tua tersebut.

Menanggapi penyelesaian masalah dugaan penyelewengan penyaluran bansos lewat pertemuan mediasi. Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Sulawesi Utara Lembaga Swadaya Masyarakat Independen Nasionalis Anti Korupsi (DPW SULUT LSM INAKOR) Rolly Wenas kepada sulutnews.com Senin (24/10) berpendapat, Jika benar kasus ini sudah fasilitasi oleh Hukum Tua setempat, itu adalah hal yang wajar, karna untuk menjaga ketenteraman masyarakat di Desanya.

Tapi karna masyarakat sudah melakukan langkah hukum secara resmi, maka aparat Penegak hukum yakni Polres Tomohon seharusnya wajib menindak lanjuti laporan warga tersebut, "ungkap Rolly.

"Kami berharap ketika di tindak lanjuti proses hukumnya, maka akan ada satu keputusan yang berdasar hukum tetap, yaitu putusan hukum tetap dari Pengadilan untuk mengembalikan apa yang menjadi hak masyarakat melalui  sejumlah program pemerintah dalam situasi program pemulihan ekonomi lewat bantuan sosial.

Pasalnya, bagaimana mungkin, siapa yang akan bertanggung jawab apa bila penyelesaiannya masalah dugaan penyelewengan penyaluran dana bansos tersebut hanya di lakukan dalam satu pertemuan atau lewat mediasi, apa lagi bansos itu kan di anggarkan dari uang negara.

"Jika masyarakat ada yang di rugikan, kemudian ada yang ingkar wan prestasi, atau tidak melaksanakan kewajiban masyarakat yang semestinya sesegera di berikan sesuai dengan aturan yang berlaku, maka saya berpendapat pertemuan itu tidak menjadi jaminan.

Tetapi apa bila di proses dalam hukum,  pastinya akan ada satu putusan Pengadilan  berkekuatan hukum tetap yang akan di perintahkan oleh Pengadilan untuk segera mengembalikan, membayarkan, dan bertanggung jawab melalui berita acara hukum dalam satu keputusan. Dan pasti juga untuk bisa menjerat atas perlakuan yang secara hukum di pandang sudah melanggar.

Karena secara normatif akan ada sangsi, dan ini akan ada menjadi efek jerah kedepan sehingga tidak akan ada lagi sepeti hal - hal seperti yang di sangkakan ini.

Nah, semuanya ini tidak akan terjadi apa bila proses hukum tidak berjalan dan bagaimana mungkin apa bila tidak ada warga masyarakat yang secara resmi yang melaporkan, "tukas Rolly.

Sebelumnya kasus ini diketahui bermula pada tahun 2020, di mana saat  itu Linda selaku agen BRIlink Letisia milik diduga  menahan kartu merah putih yang di miliki oleh penerima bansos.

"Pasalnya pencairan dana bansos tersebut dicairkan melalui BRIlink Letisia yang dikelola oleh oknum guru honorer SMP tersebut, yang berperan sebagai Admin.

Adapun peran Linda sebagai agen di BRIlink Letisia yakni mencairkan program pemerintah lewat bantuan sosial.

“Maka dari situlah awal  terlapor diduga  melakukan aksinya sejak Pemerintah menyalurkan bansos Covid - 19 yang sudah berjalan selama tiga tahun (2019 -2022), melalui agen BRILink yang dikelola oleh Linda selaku Admin.

Adapun dana bansos yang di duga diselewengkan oleh Linda, berdasarkan penuturan para sumber antara lain, PKH, BPNT, bantuan subsidi minyak goreng, dan ada juga setoran KUR.

Linda sendiri saat di Konfirmasi belum lama ini membantah keras tuduhan tersebut, "Sebenarnya ini cuma kesalahpahaman saja, sebab memang ada terjadi selisih pembayaran dari BRIlink. "saya tahu ada oknum - oknum  yang tidak senang dengan saya, karna masalah ini awalnya sudah selesai, kata Linda.

 “Malah sebagian sudah saya kembalikan kok, "ujar  LT, saat di hubungi lewat via handphone (0857-5761**), belum lama ini.

Sambung  Linda, di hadapan penyidik Polres Tomohon ia bahkan sudah memberikan klarifikasi saat memenuhi pemeriksaan di Mapolres Tomohon, silakan Anda konfirmasi ke Polisi, ujarnya. (**/ARP)

Last modified on Monday, 24 October 2022 00:13