Foto : Kasat Reskrim Kompol Sugeng Wahyudi Santoso (tengah), menunjukkan Sejumlah Barang Bukti yang berhasil diamankan di Mako Polresta Manado. (Foto istimewa). Foto : Kasat Reskrim Kompol Sugeng Wahyudi Santoso (tengah), menunjukkan Sejumlah Barang Bukti yang berhasil diamankan di Mako Polresta Manado. (Foto istimewa).

Mengaku Wartawan dan Peras Pengusaha Restoran di Manado, 4 Pelaku Disergap Polisi

Written by  Adrianus Pusungunaung Oct 22, 2022

Manado,Sulutnews.com - Polresta Manado melalui anggota reskrim unit 2 dan Team Resmob mengamankan 4 (empat) orang oknum yang mengaku Wartawan, yang tertangkap tangan melakukan Pemerasan Pada Jumat (22/10/2022), kemarin,  sekitar Pukul 14:00 Wita, di Rumah Makan dabu dabu lemong Kelurahan Karang Ria, Kecamatan Tuminting Kota Manado.

Kepada Sulutnews.com Penangkapan terhadap 4 oknum yang mengaku Wartawan ini, dibenarkan oleh Kapolresta Manado Kombes Pol. Julianto Sirait, melalui Kasat Reskrim Kompol Sugeng Wahyudi Santoso.

Dijelaskan Kompol Sugeng, Sabtu (22/10), adapun modus operandi ke empat tersangka, awalnya para tersangka makan di restoran dabu dabu lemong, kemudian para tersangka menemukan sehelai rambut disayur kangkung dan lalat di minuman jus alpokat.

“Para tersangka yang mengaku sebagai wartawan ini, melakukan komplain ke pihak restoran dabu dabu lemong, bahwa akan dimuat diberita atas kejadian tersebut, dan kemudian para tersangka meminta uang sebesar Rp.5.000.000 (lima juta rupiah) sebagai kompensasi dan pembatalan berita.

Kemudian pihak restoran dabu dabu lemong menawar uang sebesar Rp.3.000.000 (tiga juta rupiah) sehingga disepakati, maka 4 tersangka menerima uang kompensasi dari rumah makan dabu dabu lemong sebesar Rp.3.000.000 (tiga juta rupiah), sebagai dana untuk pembatalan berita.

Diterangkan Kompol Sugeng, Penangkapan terhadap 4 tersangka dilakukan berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/1908/X/2022 / SULUT/Resta Manado, Tanggal 21 Oktober 2022, tentang tindak pidana pemerasan.

Masing - masing mereka (tersangka. Red) yang di amankan oleh Anggota reskrim unit 2 dan Team Resmob Polresta Manado, adalah berinisial ESW alias Elga (54) oknum Karyawan Swasta, Alamat Kelurahan Mapanget Barat. "FER alias Fonny, oknum Karyawan Swasta Alamat Kelurahan Desa Wolaang Jaga IX.Kecamatan Langowan Timur Kabupaten Minahasa.

Kemudian, DG aliasi David (50), oknum Karyawan Swasta Alamat Kelurahan Desa Matungkas Jaga VII.Kecamatan  Dimembe, Kabupaten Minut, dan  CP alias Chintya (30) oknum Karyawan Swasta, Alamat Kelurahan Banjer Lk.IV.Kecamatan Tikala, Kota Manado.

Adapun kronologi Penangkapan terhadap 4 tersangka dijelaskan Kompol Sugeng, bermula pada hari Kamis tanggal 20 Oktober 2022 sekitar pukul 21.00 Wita, saat 4 tersangka makan di Restoran dabu dabu lemong.

"Pada saat makan salah satu terduga pelaku Elga menemukan sehelai rambut disayur kangkung dan lalat di jus alpokat, kemudian melakukan komplain dan memanggil  manager restoran dabu dabu lemong.

Kemudian pihak Manager restoran dabu dabu lemong lalu meminta maaf dan akan mengganti makanan tersebut dengan makanan yang baru, dan tidak mengharuskan membayar.

Tapi para tersangka  tidak mau diganti dengan makanan yang baru, namun para tersangka mengatakan pada pihak restoran dabu dabu lemong meminta uang kompensasi sebesar Rp.5.000.000 (lima juta rupiah) yang akan dibagi ke 5 orang sebesar Rp. 1.000.000 (satu juta rupiah) yang hadir pada malam itu.

Menurut Kompol Sugeng, kalau tidak diberikan maka kejadian yang mereka temukan ketika makan, “yaitu sehelai rambut dan lalat di jus alpokat, akan di upload ke media dan alasan permintaan kompensasi tersebut untuk pembatalan berita, “tutur Kompol Sugeng.

Lanjutnya, Kemudian pihak manager dari rumah makan dabu dabu lemong hanya mengatakan bahwa mereka hanya bisa memberikan Rp. 2.000.000 (dua jutarupiah) dan dari pihak Elga dan Fonny mengatakan agar kompensasi yang diminta dinaikkan menjadi Rp. 3.000.000 (tiga juta rupiah) dan untuk tagihan makanan pada malam tersebut di gratiskan.

Lalu perempuan Fonny mengatakan kepada pihak Manager, kalau bisa uang tersebut diberikan pada malam itu juga, namun pihak Manager mengatakan tidak bisa memberikan kompensasi pada saat itu juga dikarenakan menunggu konfirmasi dari owner, Elga pun mengiyakan hal tersebut agar kompensasi tersebut diberikan pada besok siang di rumah makan dabu-dabu lemong.

Pada esok harinya,  tanggal 21 Oktober 2022 Sekitar pukul 13.00 Wita, salah satu pelaku yakni perempuan Elga dan kawan - kawannya sempat datang ke rumah makan dabu - dabu lemong, tetapi pergi lagi dikarenakan pihak manager dabu - dabu lemong belum berada di rumah makan tersebut dan mereka mengkonfirmasi kepada pihak Manager agar bertemu sekitar pukul 15.00 Wita.

Lanjut kemudian, sekitar pukul 15.15 Wita Elga dan kawan - kawan tiba di rumah makan dabu - dabu lemong dan bertemu dengan pihak manager untuk membicarakan perihal kompensasi.

Lalu sekitar pukul 15.25 Wita Elga dan kawan kawannya, menerima uang sejumlah Rp. 3.000.000 (tiga juta rupiah) yang dibungkus dengan amplop berwarna putih dan terdapat cap dabu dabu lemong beserta tulisan, “Pembatalan Berita di 5 Media, yaitu Berita Investigasi, MMC TV, LPK RI, Impresi News dan Bidik.

Setelah menerima uang yang dibungkus amplop, Elga dan kawan – kawannya langsung berdiri dan akan menuju ke mobil untuk pergi dari lokasi. namun anggota reskrim unit 2 dan resmob Polresta Manado langsung menyergap Perempuan Elga dan 3 pelaku lainnya yang sudah berada di dalam mobil pada saat akan pergi.

Dikatakan Kompol Sugeng, Saat di amankan  pihak Polresta Manado langsung mengamankan perempuan Elga dan 3 pelaku lainnya (Fonny, David dan Chintya), beserta barang bukti berupa uang yang dibungkus amplop putih dan langsung dibawa dan diamankan di Mako Polresta Manado.

"Tindak Pidana /Pasal yang dilanggar para pelaku yaitu ancaman hukuman Pemerasan melanggar pasal 368 Ayat 1 Ancaman hukuman 9 tahun penjara subsider pasal 369 KUHP ancaman hukuman 4 tahun penjara, tandas Kompol Sugeng. (**/ARP)

Last modified on Saturday, 22 October 2022 08:33