Usai Menenggak Miras, Perempuan Asal Tomohon Nyaris Diperkosa Buruh Bangunan

Written by  Adrianus Pusungunaung Aug 30, 2022

Tomohon,Sulutnews.com - Tim Resmob Polres Tomohon dipimpin Bripka Bima Pusung, Menangkap Pelaku Tindak Pidana pencabulan terhadap anak perempuan di bawah umur yang terjadi di Kelurahan Walian Satu Kecamatan Tomohon Selatan.

Kapolres Tomohon AKBP Arian Primadanu Colibrito SIK MH melalui Kepala Seksi Humas AKP Hanny Goni SPd dalam keterangan tertulis, Selasa (30/8/2022) mengatakan, pelaku yang diringkus BJP Alias Billy (26) Warga Desa Kahuku Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara (Minut)

Dugaan Perbuatan asusila terhadap korban yang dilakukan oleh tersangka yang berprofesi sebagai Buruh Bangunan ini bermula saat korban, sebut saja Melati 15 (Nama Samaran) bersama temannya sedang Menenggak minuman keras (Miras) disalah satu rumah kontrakan di Tomohon Selatan.

Tak lama kemudian datang pelaku juga ikut bergabung. Sekitar jam 23.45 Wita korban mengantuk dan masuk ke dalam salah satu kamar.

Melihat Korban masuk ke dalam kamar, saat itu juga pelaku ikut masuk dan langsung duduk di atas kasur.

"Korban pun terbangun dan langsung duduk di atas kasur tersebut.

Ketika itu pelaku mulai melakukan aksinya dan memaksa korban sambil memegang bagian tubuh dan meremas payudara korban.

Pelaku juga menahan kedua tangan korban dan berusaha membuka celana korban. Akan tetapi korban melakukan perlawanan sambil menjerit minta pertolongan, hingga didengar oleh saksi.

Tindakan minta pertolongan tersebut didengar oleh saksi yang adalah pemilik dari rumah kontrakan tersebut dan langsung naik ke lantai dua rumahnya dan mendapati pelaku sementara menahan korban menggunakan salah satu kakinya.

Melihat ada orang yang datang korban langsung melompat melepaskan diri dari pelaku dan bergegas meninggalkan TKP.

Pada saat itu saksi melihat restleting dan kancing celana korban sudah terbuka.

Atas perbuatan tersebut saksi Pelapor selaku orang tua kandung Korban merasa keberatan dan serta melaporkan ke pihak Polres Tomohon agar dapat memproses Pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku.

"Tersangka melanggar Pasal 76 D Jo Pasal 81 ayat (2) Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2017 Tentang Perpu Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar," kata Kasi Humas
AKP Hanny Goni SPd. (**/ARP)

Last modified on Tuesday, 30 August 2022 03:41