[Keterangan Foto: Press Conference  Pengungkapan kepemilikan obat-obatan jenis psikotropika dipimpin oleh Kasat Reserse Narkoba Kompol Suyono Sutadji didampingi Kasi Humas Iptu I Dewa Dwiadyana, Sabtu 16 April 2022] [Keterangan Foto: Press Conference Pengungkapan kepemilikan obat-obatan jenis psikotropika dipimpin oleh Kasat Reserse Narkoba Kompol Suyono Sutadji didampingi Kasi Humas Iptu I Dewa Dwiadyana, Sabtu 16 April 2022]

Polres Kotamobagu Tangkap 4 Pria Pengedar Obat Keras, Satu Tersangka Mengaku Dijebak

Written by  Adrianus Pusungunaung Apr 18, 2022

Kotamobagu,Sulutnews.com -  Satuan Resnarkoba Polres Kotamobagu mengamankan 4 orang yang diduga memiliki ribuan obat berbahaya jenis psikotropika. Sayangnya salah satu tersangka VRS alias Vick, mengaku keberatan atas penangkapan terhadap dirinya.

Bahkan dengan tegas pria yang berprofesi sebagai kasir di Toko UD Usaha Baru ini mengaku bahwa dirinya telah dijebak.

"Pasalnya sebagai kasir dirinya tidak tau kalau barang yang di titip para tersangka lainnya ternyata adalah obat-obatan jenis psikotropika.

"Jadi semua barang yang dititipkan di toko akan dijual. Dan uang barang bukti 700.000 yang di sita itu di dapat /diambil di meja kasir toko UD Usaha Baru bukan dirumah, beber Vick kepada wartawan sulutnews.com

Sebelumnya diketahui pengungkapan kepemilikan obat-obatan jenis psikotropika ini disampaikan dalam press conference yang dipimpin oleh Kasat Reserse Narkoba Kompol Suyono Sutadji didampingi Kasi Humas Iptu I Dewa Dwiadyana di Mapolres Kotamobagu, Sabtu (16/4/2022).

Menurut Kompol Suyono, penangkapan dilakukan terhadap para tersangka pada hari Senin, 11 April 2022 sekitar pukul 22.30 Wita, saat berada di salah satu hotel di Kotamobagu.

“Mereka yang ditangkap di hotel adalah pria berinisial JFK (35) warga Kokapoi dan YFP (29) warga Kotobangon, sedangkan pria berinisial SA (41) dan VRS (19) ditangkap pada hari yang sama di rumahnya, di Desa Lolayan dan di Togop,” ujarnya.

Barang bukti yang diamankan antara lain dari tangan JFK diamankan berupa 13 butir Zipras/Aprasolam 1.0 mg yang dibeli dari tersangka VRS serta 1 buah HP. Selanjutnya 10 butir obat Merlopam 2.0 mg diamankan dari tangan YFP yang mana obat tersebut dibeli dari SA serta satu buah HP.

Barang bukti selanjutnya diamankan dari SA yakni 368 butir Sanax Aprasolam 1.0mg, 199 butir Riklona/Mersi 2mg, 67 butir Clorilex/Mersi kuning 25mg, 218 butir Aprasolam, 1mg, 206 butir Merlopan/Mersi 2mg, serta uang hasil penjualan obat dari JFK dan YFP.

Adapun barang bukti yang diamankan dari tersangka VRS alias Vick uang sebesar Rp. 700.000 hasil penjualan Zipras/ 1mg sebanyak 20 butir terhadap JFK dan YFP.

Total barang bukti obat berbahaya atau Psikotropika dari para tersangka yakni 1.080 butir.

“Para tersangka melanggar pasal 62 Undang-undang nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika, sanksi pidana paling lama 5 tahun penjara dan denda seratus juta rupiah,” pungkas Kompol Suyono Sutadji.

Penulis: ARP

Last modified on Monday, 18 April 2022 04:47