Print this page

Polres Minsel Tetapkan Enam TSK, Kasus Perundungan Siswi SMP Naik Tahap Dua

Written by  Adrianus RP Mar 09, 2021

Minsel,SulutNews.com - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Minahasa Selatan segera melimpahkan kasus perundungan anak dibawah umur, ke pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Minahasa Selatan.

Hal tersebut menyusul ditetapkannya 6 (enam) orang tersangka masing-masing berinisial PJ alias Pingkan (19), YJ alias Yudea (16), SM alias Syeren (16), RS alias Reva (16), NM alias Nadiva dan RE alias Rinsly ( 17). Para tersangka merupakan warga Kecamatan Amurang, Kecamatan Amurang Timur dan Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan.

Diketahui peristiwa perundungan yang berujung pada aksi perkelahian siswi SMP terjadi pada awal tahun 2019 lalu di Desa Lopana, Kecamatan Amurang Timur, Kabupaten Minahasa Selatan, dimana keenam tersangka mengeroyok korban, Kirsten Milani Lempoy (16). Video pengeroyokan ini pun sempat viral di media sosial.

Akibat dari tindakan kekerasan ini korban, Kirsten Milani Lempoy, warga Desa Lopana, Kecamatan Amurang Timur, mengalami luka dan sempat menjalani perawatan medis di rumah sakit.

 “Saat kejadian, para tersangka dan korban berstatus siswi sekolah menengah. Kasus pengeroyokan terjadi karena selisih paham chatting Facebook. 

Pernah diupayakan diversi atau penyelesaian perkara di luar peradilan pidana dari pihak Bapas, namun pihak keluarga korban meminta untuk tetap meminta dalam proses hukum, ”terang Kasat Reskrim Polres Minsel AKP Rio Gumara, SIK, saat ditemui di ruang kerjanya pada Selasa siang (9/03) / 2021).

Lanjut kebenaran Kasat Reskrim bahwa pihaknya telah menyelesaikan berkas perkara dan akan Ciptanya melimpahkan ke pihak Kejaksaan Negeri.

Berkas perkaranya sudah P21, lengkap. Kendalanya untuk para tersangka saat ini belum lengkap, dimana satu orang lagi masih berada di luar daerah, namun yang berhubungan akan segera kami jemput untuk Ciptanya ditahapduakan ke Kejaksaan, ”tambah Kasat Reskrim.

Kepada para tersangka dikenakan pasal 80 ayat 1 jo psl 76c UU nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Sementara itu, Kapolres Minsel AKBP S. Norman Sitindaon, SIK mengungkapkan bahwa pihaknya sangat menaruh perhatian atas kasus kekerasan anak ini. “Secepatnya akan kami limpahkan ke pihak Kejaksaan,” tukas Kapolres. (Adrian)