Ungkap Kasus Penipuan Catut Nama "Kapolres Tomohon", AKBP Bambang Azhari Gatot Cetak Sejarah!

Written by  Adrianus RP Mar 06, 2021

Sulut, Sulutnews.com. - Pengungkapan kasus penipuan dengan modus operandi, mencatut nama Kapolres Tomohon,  menakuti hingga memeras korban yang terjadi di Wilayah hukum Polres Tomohon, Jumat (06/03/2020) kemarin, "yang pelakunya berhasil diringkus oleh Tim URC Totosik, ternyata adalah sejarah pengungkapan  yang  pertama di Polres Tomohon.

Pasalnya,  kasus ini baru berhasil dibongkar, saat di masa kepemimpinan AKBP Bambang Azhari Gatot SIK MH. Yang saat ini diketahui masi aktif memegang tongkat komando di wilayah hukum Polres Tomohon.

Dari data yang berhasil dirangkum oleh Sulutnews.com, modus serupa dengan mencatut nama kapolres tomohon, sebelumnya juga pernah terjadi sebanyak  dua kali di Wilayah Hukum Polres Tomohon. bahkan  modus ini tercatat, nyaris  makan korban.

1. AKBP Monang Simanjuntak.

Aksi penipuan dengan mencatut nama Kapolres Tomohon, AKBP Monang Simanjuntak, sempat menggemparkan Kota Tomohon. Kala itu Pelaku mengincar kalangan pengusaha di Kota Bunga ini dan meminta sejumlah uang dengan dalih untuk mengadakan kegiatan di Polres. Kasus ini bermula ketika pihak Polres Tomohon mendapat laporan bahwa pelaku telah menghubungi seorang pengusaha, Siu Tombokan, warga Tomohon Utara untuk segera mentransfer uang sebesar Rp 60 juta via Bank BRI. Saat itu Monang Simanjuntak menegaskan, dirinya tidak pernah meminta uang kepada siapapun dengan dalih apapun. “Saya tidak pernah melakukan hal itu. Penipuan ini dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk memperkaya diri.

Kasus ini terjadi Pada Bulan Maret Tahun 2017.  (Pelakunya belum terungkap)

 2. AKBP I Ketut Agus Kusmayadi.

Oknum tidak diketahui pernah melakukan modus penipuan dengan mengatasnamakan Kapolres Tomohon, AKBP I Ketut Agus Kusmayadi. nomor +6285322835266 saat itu beraksi di Tomohon melakukan penipuan dengan mencatut nama I Ketut Agus Kusmayadi dengan modus meminta uang pinjaman kepada pengusaha-pengusaha.

Orang nomor satu di Polres Tomohon itu menyampaikan ke relasi-relasi agar jangan tertipu.  Mengenai hal tersebut, Kusmayadi

menegaskan dirinya tidak ada sedikitpun melakukan hal tidak terpuji tersebut.

Kasus ini terjadi pada Tanggal 15 Februari 2018. (Pelakunya belum terungkap)

 3. Kapolres Tomohon AKBP Bambang Ashari Gatot.

Modus operandi pelaku mengaku sebagai orang kepercayaan Kapolres Tomohon, dan menjelaskan pada korban jika tersangka ini merupakan Tim Investigasi Kasus-kasus yang berkantor di Jakarta.  Kedua pelaku diamankan saat berusaha memeras seorang perempuan  (JS)  yang merupakan seorang Bidan di Puskesmas Tara-Tara Satu. Kepada korban pelaku mengaku diperintahkan Kapolres Tomohon untuk melakukan pengawasan di Puskesmas Taratara. Kepentingan mereka untuk membahas permasalahan yang ada di Puskesmas Tara-Tara dan memberikan tawaran kepada korban, korban memberikan uang sebesar Rp 15 Juta, maka kasus yang ada di Puskesmas Tara Tara tidak akan melaporkan. " Korban yang tak mau tertipu kemudian menghubungi Tim URC Totosik dan melaporkan masalah tersebut. Peristiwa Ini terjadi  Pada Jumat 5 Maret 2021, (kasus ini berhasil di ungkap), Ada dua tersangka yang ditangkap oleh Tim URC Totosik  yakni FRT alias Freddy (58) warga jalan Merpati II Blok  BP1/4 Bumi Dirgantara Perma Bekasi Kecamatan Jatiasih dan RM alias Mario (26) warga Desa Paleloan Lingkungan III Tondano Selatan.

Atas keberhasilan tersebut, Kapolres Tomohon AKBP Bambang Ashari Gatot SIK.MH kepada Sulutnews.com Sabtu (06/03/2020) saat di temui, mengimbau kepada seluruh masyarakat Tomohon agar jangan mudah tertipu.

"Jika ada oknum - oknum yang menghubungi masyarakat dan mengatasnamakan Kapolres Tomohon, apa lagi sampai  meminta uang, itu adalah tidak benar, "segera di laporkan tegasnya.

Dia juga mengajak seluruh masyarakat tomohon untuk mendukung pemerintah memututus penularan Covid -19,  dengan tetap menerapkan 5 M dalam setiap aktivitas, yaitu menggunakan masker, Mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas,” imbuhnya. (Adrian)

Last modified on Saturday, 06 March 2021 11:22