Edit Foto Menteri Agama Dan Sebut Dajjal Telah Turun ke Bumi, MAP Diringkus Polda Sulut

Written by  Adrianus RP Mar 04, 2021

Manado,SulutNews.com - Tersangka kasus tindak pidana Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)  yang mengedit foto menteri Agama RI  Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut tak mampu berbuat banyak saat diamankan oleh Ditreskrimsus Polda Sulawesi Utara (Sulut).

Dikonfirmasi, Rabu (03/03/2021) kemarin, Penangkapan terhadap tersangka dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Tersangka MAB di amankan ke Polda Sulut lantaran mengunggah foto Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut, yang diedit sedemikian rupa ungkap,  Kombes Pol Jules Abraham Abast kepada Sulutnews.com

Bahkan dalam postingan tersebut tersangka MAB juga menuliskan kalimat, “Dajjal telah turun ke bumi, para munafikun juga sudah bertebaran diatas bumi, dunia semakin tua mengaku Islam tetapi dari belakang menusuk Islam,

ingat !!!! kita semua akan melalui titian yg lebih halus dari rambut dan lebih tajam dari mata pedang, semoga para munafikun dan pemimpin yang zolim tidak akan menebusnya”.

Dari informasi tersebut, Tim segera melakukan penyelidikan mendalam, dan diketahui tersangka memposting hal tersebut pada Minggu (28/02), sekitar pukul 10.00 WITA.

Sehari kemudian,  tim mendatangi rumah tersangka dan mengamankannya, lalu membawa tersangka ke Mapolda untuk diperiksa ucap Kombes Pol Jules Abraham Abast.

"Dari hasil interogasi sementara, tersangka mengaku mendapat konten postingan tersebut dari group WhatsApp.

Dia juga berdalih tidak ada maksud apa-apa untuk memposting hal tersebut di media sosial , terang  Kombes Pol Jules Abraham Abast.

 “Tersangka telah diamankan beserta barang bukti berupa 1 buah hand phone dan hasil screen shoot postingan tersebut,”

Lanjut, atas perbuannya tersebut  tersangka dijerat Pasal 45.a ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

 “Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2), dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 1 miliar,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Adrian)