Dugaan Korupsi "Covid - 19" Pemkab Minut, Polda Sulut di Desak Tangkap TSK Utama

Written by  Adrianus RP Mar 03, 2021

Manado,Sulutnews.com - Aktivis sulut sekaligus pemerhati pembangunan Sulawesi Utara (Sulut) Hendra Jacob, mendukung langkah Polda Sulut untuk membongkar dugaan korupsi dana Covid - 19 yang terjadi di Pemkab Minahasa Utara (Minut) Tahun 2020.

Dimana dari hasil audit temuan BPK RI pada tahun 2020  menemukan adanya indikasi kerugian negara, sebesar kurang lebih Rp. 61 miliar,”.

Atas dasar inilah Hendra Jacop mendukung langkah Polda Sulut untuk mengusut dugaan penyelewengan dana Covid -19 yang terjadi di era Pemerintahan Bupati Vonnie Anneke Panambunan (VAP)  dan Wakil Bupati Joppi Lengkong (JL).

"Saya minta polda sulut usut tuntas dugaan korupsi dana covid -19 di kabupaten minut, saya minta  tangkap tersangka utama nya, cetus Hendra, kepada Sulutnews.com Rabu (03/03).

"Selama ini polda sulut terkesan macan ompong dalam hal penindakan dan penegakan korupsi di sulut imbuhnya lagi".

"Ayo segera buktikan bahwa penyidik korupsi polda sulut memiliki integritas dan komitmen untuk memberantas korupsi di Sulut, sebab korupsi adalah musuh negara  yang harus di basmi bersama, ujarnya.

Saya mengucapkan terimakasih serta memberikan apresiasi kepada Pak Kapolda Sulut yang tidak pernah main-main dengan upaya pemberantasan korupsi.

"Sebagai aktivis anti korupsi dan pemerhati pembangunan sulut, tentunya kami mendukung dan siap mengawal langkah Pak Panca untuk membongkar dugaan korupsi dana covid - 19 di Sulut, termasuk di kabupaten Minut, pungkas Hendra Jacop.

Diketahui Selasa (02/03/2020) kemarin, Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) Irjen Pol R.Z. Panca Putra mengunjungi kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia (RI) Perwakilan Provinsi Sulut, di Jalan 17 Agustus Manado.

Kedatangan Mantan Direktur Penyidik KPK itu didampingi Dirreskrimsus Kombes Pol Michael Irwan Tamsil dan Dirresnarkoba Kombes Pol Indra Lutrianto Amstono, disambut langsung oleh Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Sulut Karyadi beserta para pejabat.

Kepada Sulutnews.com  Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, menerangkan, bahwa kunjungan tersebut dalam rangka koordinasi.

“Yaitu koordinasi tindak lanjut hasil temuan BPK RI terkait dana Covid-19 di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Utara (Minut),” ujarnya.

Lanjut Kombes Pol Jules Abraham Abast, penyidik Ditreskrimsus Polda Sulut telah melakukan penyelidikan terkait dugaan tindak pidana penyelewengan dana Covid-19 di Kabupaten Minut ini sejak Januari 2021.

Sehingga saat itu penyidik juga melakukan koordinasi dengan pihak BPK RI Perwakilan Provinsi Sulut.

“Sehingga tindak lanjut terkait hasil temuan oleh BPK RI Perwakilan Provinsi Sulut, saat ini telah ditentukan terdapat kerugian negara sebesar kurang lebih Rp. 61 miliar,” jelasnya.

Hal itulah, tambah Kombes Pol Jules Abraham Abast, yang dibicarakan dan yang dikoordinasikan antara Kapolda Sulut dengan Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Sulut.

“Dari hasil koordinasi, Kapolda Sulut dan Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Sulut menyatakan bahwa pihak BPK RI Perwakilan Provinsi Sulut akan menyerahkan tindak lanjut kasus ini kepada penyidik Ditreskrimsus Polda Sulut, tukas Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Adrian)