Manado,Sulutnews.com – Tim Paniki Rimbas 2 Polresta Manado mengamankan pelaku penikaman yang terjadi di kompleks pertokoan, tepatnya di Lorong Tengah Pasar 45 Manado, Kamis (16/09/2021) malam.

Pelaku berinisial DG (17), warga Kombos Timur, Singkil, Manado, ditangkap beberapa saat usai kejadian. Sedangkan korban diketahui bernama Jonathan Kusoy (17), warga Bailang Lingkungan II Bunaken, Manado.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, mengatakan, kejadiannya sekitar pukul 20.30 WITA, saat  pelaku dan temannya sedang mengepak barang dagangan.

 “Korban dalam keadaan mabuk, membuat keributan di sekitar TKP. Pelaku yang merasa terganggu kemudian menikam punggung korban sebanyak dua kali menggunakan pisau dapur,” ujarnya, Jum’at (17/09) pagi, di Mapolda Sulut.

Setelah itu pelaku melarikan diri ke wilayah Kombos Timur. Sedangkan korban yang dalam keadaan terluka, melarikan diri dan meminta pertolongan di Mapolresta Manado.

Tak berselang lama Tim Paniki Rimbas 2 tiba TKP untuk mengumpulkan keterangan, dan menemukan barang bukti. Tim lalu mengejar pelaku dan tertangkap di rumah kerabatnya, di wilayah Kombos Timur.

“Pelaku sempat akan melarikan diri menggunakan sepeda motor, namun dihadang petugas. Pelaku beserta barang bukti pisau lalu diamankan di Mapolresta Manado untuk diperiksa lebih lanjut,” tandas Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Adrian)

Tomohon,Sulutnews.com – Seorang lelaki warga Kelurahan Kolongan Kecamatan Tomohon Tengah berinisial VM alias Valen (28) diamankan Tim Totosik Polres Tomohon, Minggu (12/9/2021) sekitar pukul 21.00 Wita.

Pasalnya, VM diamankan karena diduga telah melakukan penganiayaan terhadap rekannya, lelaki Steven Paat (39) yang berprofesi sebagai tukang di Kelurahan Kolongan, sekitar 1,5 jam sebelum diamankan Tim Totosik.

Kronologis kejadian, pada hari Minggu sekitar pukul 19.30 Wita, tersangka datang ke rumah rekannya yang sedang menggelar syukuran ulang tahun.

Sampai di lokasi tersebut, tersangka melihat korban sedang duduk menggelar pesta miras dengan rekan-rekan korban. Kurang lebih lima menit kemudian, tiba-tiba korban mendekati tersangka dan menyampaikan kata-kata “bodoh”, yang membuat tersangka merasa tersinggung. Tersangka yang sudah tersulut emosi, langsung memukul wajah korban.

Merasa terancam, korban langsung melarikan diri menuju ke Mapolsek Tomohon Tengah guna melaporkan kejadian yang dialaminya. Akibat perbuatan tersebut korban mengalami memar dan sakit di bagian mata sebelah kanan.

Mendapatkan laporan penganiayaan tersebut, Tim Totosik yang dipimpin langsung oleh Katim Aipda Yanny Watung langsung mencari pelaku selanjutnya diamankan di Mapolsek Tomohon Tengah.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast menyayangkan aksi penganiayaan yang disebabkan hal sepele. Iapun mengingatkan agar warga tidak gampang tersulut emosi apalagi dalam keadaan mabuk.

“Banyak penganiayaan terjadi karena sebelumnya pelaku sudah mengkonsumsi minuman beralkohol. Oleh karena itu mari kita hilangkan budaya mengkonsumsi minuman beralkohol, karena dampak buruknya lebih banyak,” singkat Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Adrian)

Kotamobagu,Sulutnews.com – Guna mengantisipasi terjadinya berbagai gangguan kamtibmas terutama saat malam akhir pekan, Tim Anoa Polres Kotamobagu menggencarkan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD).

Seperti yang dilakukan pada Sabtu (11/09/2021) malam hingga Minggu dini hari, dipimpin Ipda Ibrahim Hatam.

“KRYD kami lakukan dengan patroli di sekitar Kotamobagu.

Dengan sasaran di antaranya balap liar, premanisme, minuman keras (miras), senjata tajam (sajam), perjudian, dan lainnya,” kata Ipda Hatam.

Hasilnya, Tim Anoa mendapati sejumlah anak muda yang menggelar pesta miras di tempat kost hingga emperan toko. Sebagian juga didapati menghirup lem jenis tertentu.

Tim pun memberikan tindakan dan pembinaan sebagai efek jera. Selain itu, tim juga melakukan pemeriksaan sajam serta kendaraan yang ditemui saat patroli.

Ipda Hatam menambahkan, KRYD ini sekaligus dalam rangka memantau penerapan protokol kesehatan dan PPKM demi menekan laju penyebaran Covid-19.

 “KRYD ini sebagai wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat, untuk menciptakan situasi yang aman, nyaman, dan juga sehat,” pungkas Ipda Hatam. (Adrian)

Thailand, Sulutnews.com - Kabar mengagetkan, dimana Sejumlah pasien corona di rumah sakit darurat di Thailand diduga menggelar pesta seks hingga narkoba. Dilansir dari media Tempo.co Polisi dan pejabat militer pun melakukan penggerebekan pada akhir pekan lalu. Rumah sakit darurat tersebut didirikan di lapangan dengan kapasitas 1.000 tempat tidur.

Dalam rekaman yang beredar di media sosial, polisi Thailand dan pejabat Komando Operasi Keamanan Internal (ISOC) menggerebek rumah sakit di provinsi Samut Prakan, dengan mengenakan pakaian pelindung. Pemeriksaan dilakukan setelah penegak hukum mengetahui bahwa beberapa pasien telah melanggar aturan rumah sakit.

Aparat menerima laporan tentang merebaknya perjudian, perkelahian hingga cendera fisik, penyalahgunaan narkoba dan hubungan seksual dengan banyak pasangan.

“Kami tahu itu karena kami memiliki kamera pengintai di setiap sudut,” kata kepala divisi operasi lokal pengendalian Covid-19, Kolonel Krispanu Chamnongwong seperti dilansir dari RT.

Pasien corona di rumah sakita darurat itu telah diinterogasi berdasarkan rekaman CCTV. Dalam rekaman menunjukkan pasien pria dan wanita pergi ke bangsal terpisah satu sama lain. (**/Adrian)

Manado,Sulutnews.com - Tim URC Totosik Polres Tomohon terpaksa mengamankan tiga pria tersangka pengeroyokan, yang terjadi pada hari Senin (30/08/2021). Masing-masing tersangka berinisial SAM (54) dan FM (61), warga Kakaskasen, Tomohon Utara, serta FL (56), warga Talete Satu, Tomohon Tengah.

"Diketahui Ketiganya dilaporkan menganiaya Jan Martinus Tarore (68), warga Kakaskasen, pada Minggu (29/08), sekitar pukul 22.30 WITA.

Dari informasi yang diperoleh media ini menyebutkan, malam itu korban hendak membeli rokok di warung milik tersangka SAM. Di warung tersebut korban mendapati ketiga tersangka sedang minum minuman keras.

Korban lalu duduk dan berbincang-bincang dengan ketiga tersangka. Belum diketahui penyebab pasti, korban yang akan pulang dianiaya oleh para tersangka hingga mengalami luka di bibir, hidung, serta lengan.

Korban yang tak terima dengan penganiayaan tersebut kemudian melaporkan kejadian ke SPKT Polres Tomohon. 

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut. “Ketiga tersangka diamankan di rumah masing-masing, kemudian dibawa ke Mapolres Tomohon untuk dimintai keterangan lebih lanjut. (Adrian)

Tomohon,Sulutnews.com - Team Totosik Polres Tomohon terpaksa mengamankan Empat orang Pemuda lantaran diduga saling baku pukul saat menghadiri pesta miras, di Kelurahan Kakaskasen Tiga, Kecamatan Tomohon Utara, Jumat (27/8/2021).

Penangkapan terhadap ke empat pemuda tersebut berawal ketika Tim URC Totosik mendapatkan laporan warga dimana telah terjadi keributan di salah satu tempat usaha gunting rambut, tepatnya di Kakaskasen Tiga Kecamatan Tomohon utara, ungkap Kapolres Tomohon AKBP Bambang Ashari Gatot SIK MH melalui Katim Totosik Aipda Yanny Watung.

Kepada media ini, Dijelaskan Ipda Yanny, Mendapat laporan sekira pukul 01:30 Wita, Team langsung menuju ke lokasi kejadian. “Saat tiba, benar saja kami mendapati empat pemuda yang sudah dalam pengaruh minuman keras, dan langsung mengamankannya.

Diterangkan Aipda Yanny, Ke empat pemuda yang diamankan  yakni, AF alias Ahmad (27) tukang cukur rambut ber KTP Kelurahan Kakaskasen Tiga, RT alias Rano (28) warga Kelurahan Walian Satu, ET alias Exan (22) warga Kelurahan Pinaras, dan AF alias Fatoni (25) yang berdomisili di Kelurahan Kakaskasen Tiga.

Lanjut Aipda Yanny, Dari hasil interogasi terhadap ke empat pemuda tersebut, awalnya para pemuda itu melakukan pesta miras di tempat kejadian milik lelaki Ahmad. “Dari keterangan, ketika sedang asik pesta miras tiba-tiba lelaki Ahmad yang sudah kelebihan miras mengangkat kursi dan menghantam ke arah Rano, Exan dan Fatoni.

"Saat itu juga terjadi saling baku pukul antara ke empat pemuda tersebut. “Mereka berkelahi saat itu, sehingga mengakibatkan keempat pemuda tersebut luka lebam. “Ke empat pemuda tersebut sudah kami amankan ke Mapolsek Tomohon Utara untuk di proses sesuai aturan,” tukasnya. (Adrian)

Manado, Sulutnews.com  – Penganiayaan menggunakan parang dipicu pengaruh minuman keras (miras), terjadi di Kumeresot, Ranowulu, Bitung, pada Minggu (22/08/2021), sekitar pukul 01.30 WITA.

Dilakukan oleh VGD (20), warga Kumeresot, terhadap Meidy Sunda (41), warga Tendeki, Matuari, Bitung.

Kejadian tersebut mengakibatkan korban mengalami luka sayatan cukup parah di kepala dan lengan, hingga harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

Bermula ketika korban membantu persiapan acara syukuran salah satu warga Kumeresot, sejak siang.

Korban tidak pulang karena akan berlanjut mengikuti acara, dan barang-barang bawaan salah satunya parang, disimpan di Poskamling tak jauh dari lokasi acara.

Kemudian sekitar pukul 20.00 WITA, korban dan beberapa orang lainnya menggelar pesta miras di lokasi acara syukuran.

Dini hari itu ketika akan diantar temannya pulang, korban singgah di Poskamling untuk mengambil parang miliknya.

Saat di Poskamling, korban bertemu dengan tiga orang, salah satunya pelaku VGD, lalu terjadi adu mulut. Korban dan pelaku saat itu sama-sama dalam keadaan mabuk miras.

Korban lalu dikejar oleh pelaku dan dua orang temannya. Sejurus kemudian pelaku menganiaya korban menggunakan parang tersebut.

Adanya kejadian penganiayaan tersebut, dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast.

“Informasi diperoleh, pelaku telah menyerahkan diri ke Polres Bitung pada Minggu pagi, diantar orang tuanya. Pelaku lalu menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Pihaknya mengimbau masyarakat agar menghindari miras jenis apapun, karena pengaruhnya bisa memicu terjadinya tindak pidana seperti penganiayaan ini.

“Masyarakat juga diimbau tidak mengadakan kegiatan atau acara yang menyebabkan terjadinya kerumunan, mengingat saat ini masih dalam situasi pandemi dan PPKM. Ini demi menekan laju penyebaran Covid-19 sekaligus mencegah gangguan kamtibmas,” tandas Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com – Tim Resmob Polsek Maesa mengamankan pelaku penikaman, RR alias Olan (19), warga Manembo-nembo Atas, Matuari, Bitung, Senin (09/08/2021), sekitar pukul 02.00 WITA.

Informasi diperoleh, pelaku menikam Bagus Dirga (24), warga Pasar Cita Bitung Timur, pada Minggu (08/08) malam sekitar pukul 23.00 WITA, di kompleks Sari Kelapa Bitung Timur, Maesa.

Berawal ketika pelaku dan korban bersama beberapa teman mereka berpesta minuman keras (miras) di TKP.

Tak lama kemudian korban yang sudah dalam keadaan mabuk, tiba-tiba menganiaya salah seorang teman perempuan pelaku, berinisial E. Pasalnya, korban menuduh E telah mengambil rokoknya.

Pelaku yang tak terima karena temannya dianiaya, langsung mengejar korban untuk membalas. Korban berlari menuju rumah kemudian bersembunyi di kamar.

Pelaku pun masuk rumah tersebut kemudian mengambil sebilah pisau dapur yang tergeletak di atas meja. Begitu mendapati korban di kamar, seketika itu pula pelaku menikam korban sebanyak dua kali.

Korban yang mengalami luka cukup parah kemudian dilarikan oleh teman-temannya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Sedangkan pelaku melarikan diri dari TKP.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut. Lanjutnya, pelaku ditangkap tanpa perlawanan, di wilayah Bitung Timur.

“Pelaku mengakui perbuatannya. Pelaku lalu diamankan di Mapolsek Maesa untuk diperiksa lebih lanjut,” jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar menghindari miras jenis apapun.

“Karena selain merusak kesehatan, pengaruh miras juga bisa memicu terjadinya aksi kejahatan seperti penganiayaan dan penikaman ini. Brenti jo bagate,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Adrian)

Minut,Sulutnews.com – Timsus Waruga Polres Minahasa Utara (Minut) mengamankan pelaku pencurian sepeda motor, DAL (35), warga Langowan, Minahasa, Senin (09/08/2021) sore.

Informasi diperoleh, pelaku mencuri sepeda motor Honda Beat bernomor polisi DB 2663 FX warna merah-putih, di sebuah rumah makan yang berada di  Airmadidi Atas, Minut, pada Jum’at (06/08) pagi.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

“Setelah mengetahui keberadaan pelaku, Timsus Waruga kemudian melakukan penangkapan, di wilayah Likupang Selatan, Minut,” ujarnya, Selasa pagi.

Pelaku pun mengakui perbuatannya, dan menerangkan bahwa sepeda motor tersebut dititipkannya di sebuah bengkel di wilayah Dimembe, Minut.

“Pelaku beserta barang bukti sepeda motor kemudian diamankan di Mapolsek Airmadidi untuk diperiksa lebih lanjut,” tandas Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com - Tim Totosik Polres Tomohon mengamankan tersangka penganiayaan yang terjadi di kompleks Pasar Wilken Kelurahan Paslaten Satu Kecamatan Tomohon Timur, Rabu (28/7/2021).

Tersangka pelaku adalah seorang lelaki berinisial NCM alias Nol (36) yang berprofesi sebagai tukang ojek, berdomisili di Kelurahan Talete Satu, Tomohon Tengah. Ia diduga melakukan penganiayaan terhadap korban bernama Aldy Geraldy Tuuk (18), sesama tukang ojek, warga yang sama.

Peristiwa tersebut dibenarkan Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast. Penganiayaan ini disebabkan hal sepele, dimana antara korban dan tersangka saat itu ingin membawa penumpang ojek yang sama.

Namun setelah pelaku menyuruh korban saja yang membawa penumpang tersebut, justru tiba-tiba pelaku langsung memukul korban dari belakang dan mengejarnya dengan mengacungkan sebilah pisau yang diambil dari sebuah kios jualan sembako dekat situ. Korban pun langsung melarikan diri.

Tidak hanya itu saja, ternyata pelaku juga membuat keributan, merusak pintu rumah serta memukul perempuan Silvana Palit, dan bahkan memecahkan kaca kendaraan R4 milik lelaki Rambing Johanes Lengkong yang terparkir di depan rumah Silvana.

Mendapatkan laporan tersebut, Tim Totosik kemudian menuju rumah pelaku, dan ketika tiba di lorong depan rumah pelaku, Tim mendapati pria bertato ini dalam keadaan sempoyongan berjalan di tengah jalan sambil memegang sebilah pisau. Melihat Tim Totosik datang, pelaku langsung melempar pisau yang dipegangnya ke pinggir jalan.

“Pelaku sudah diamankan Tim Totosik Polres Tomohon dan dibawa ke Mapolsek Tomohon Tengah, untuk mempertanggungjwabkan perbuatannya,” singkat Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Adrian)