Tomohon, Sulutnews.com -  Tim URC Totosik Polres tomohon terpaksa mengamankan JW alias Jimmi (42), warga Paslaten Dua Lingkungan Dua, Kecamatan Tomohon Tengah lantaran diduga telah melakukan  pengancaman menggunakan pisau kepada korban WH alias Lili (70), warga Kelurahan Walian, Kecamatan Tomohon Selatan.

Kepada Wartawan, Sabtu (1/30), Kapolres Tomohon AKBP Bambang Ashari Gatot SIK.M.H membenarkan laporan tersebut.

Melalui Katimsus URC Totosik IPDA Yanny Watung   menerangkan,  bahwa Persoalan ini berawal saat JW  terlibat pertangkaran dengan istrinya (FU)  didalam rumah mereka.

Karena merasa kesal dengan cekcok yang terjadi, pelaku menuju ke kelurahan Walian Kecamatan Tomohon Selatan, di rumah orang tuanya. Hanya saja, sebelum JW tiba di rumah orang tuanya, istrinya telah mengadukan persoalan mereka kepada ayah mertuanya lewat telepon, ujar IPDA Yanny.

"Saat tiba, ayahnya langsung menasehati pelaku untuk segera pulang dan menyelesaikannya persoalan mereka secara baik-baik, sambil mendorong pelaku untuk segera kembali ke rumahnya.

Diduga  akibat sakit hati karena di suruh untuk kembali ke rumahnya, JW langsung bergegas kedalam rumah dan menuju kedapur untuk mengambil sebilah pisau.

"Lanjut itu, pelaku langsung menghampiri ayahnya yang masih berdiri di depan rumah.

Lanjut IPDA Yanny, Saat berhadapan dengan ayahnya, JW langsung mendorong ayahnya sampai terjatuh.  Sehingga Masyarakat sekitar yang melihat hal tersebut, langsung melerai untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

Setelah dilerai, JW langsung menuju ke rumah saudaranya yang berada tidak jauh dari TKP.

Akibat peristiwa itu, korban terpaksa dilarikan kerumah sakit karena kaki sudah timbul pendarahan. Untung ada warga yang melapor ke pihaknya, hingga tim kami langsung turun ke lokasi kejadian,” IPDA Yanny.

Tiba di lokasi, kami langsung mengumpulkan keterangan para saksi. Mendapat info jika tersangka sementara bersembunyi di rumah saudaranya tak jauh dari lokasi kejadian, kamipun langsung mengamankan JW tanpa perlawanan sambil mencari pisau yang dipegang tersangka waktu kejadian.

Sambung IPDA Yanny, Kurang lebih 30 menit, Team akhirnya berhasil menemukan sajam berupa sebilah pisau yang dilempar nya dihalaman rumah sekitar lokasi. Saat ini JW bersama barang bukti sudah kami amankan di Polres, tukasnya. (**/Adrian)

Manado,Sulutnews.com - Seorang pria berinisial OM (43), warga Lingkungan II Banjer, Tikala, Manado, diamankan Timsus Maleo Polda Sulut, pada hari Selasa (27/4) sekitar pukul 20.30 WITA, belum lama ini.

Pasalnya, pria tersebut diduga mengunggah kalimat dan foto-foto bernada merendahkan tokoh agama, pemerintah, dan institusi, di media sosial Facebook. Unggahan tak pantas tersebut sempat viral dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Mendapat informasi tersebut, Timsus Maleo segera melakukan penyelidikan, dan berhasil mengamankan pelaku di Lingkungan I Teling Atas, Manado.

Sementara itu Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

“Pelaku sudah diamankan oleh Timsus Maleo dan diserahkan ke Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sulut untuk diperiksa lebih lanjut,” ujarnya, Kamis (29/4) padi tadi, kepada sulutnews.com.

Lanjut Kombes Pol Jules Abraham Abast, berdasarkan keterangan awal dari pihak keluarga, pelaku pernah dirawat di RSJ (Rumah Sakit Jiwa) Ratumbuysang Manado pada beberapa waktu yang lal,  karena mengalami gangguan saraf.

 “Namun untuk memastikan terkait kondisi kejiwaan dari pelaku, penyidik Polda Sulut akan melakukan pemeriksaan kejiwaan yang bersangkutan kepada ahli kejiwaan (dokter) ataupun psikiater kuncinya. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com - Ribuan liter minuman keras (miras) tanpa ijin jenis captikus yang direncanakan akan diselundupkan ke Gorontalo berhasil digagalkan oleh Satuan Reserse (Satre) Narkoba Polres Minahasa

Adapun ribuan liter miras captikus ini diangkut dengan menggunakan kendaraan pick up jenis Daihatsu Gran Max warna putih, nomor polisi DB 8745 JB.

Bahkan Miras tersebut dikemas dalam 30 karung plastik, yang masing-masing berisi 50 liter captikus.

 “Total ada 1.500 liter captikus tanpa ijin yang kami amankan dalam pelaksanaan operasi miras ini,” ungkap Kasat Resnarkoba Polres Minsel AKP Denny Tampenawas, kepada Wartawan, Selasa (27/4) siang tadi.

Diterangkan AKP Denny, kronologis penangkapan diawali dari adanya informasi masyarakat tentang kendaraan yang membawa miras captikus untuk diselundupkan ke luar daerah.

Kejadiannya Sambung AKP Denny, Jumat tengah malam, sekira pukul 22.30 Wita, di jalan raya Kilos Amurang Kecamatan Amurang, Minsel. Diawali dengan pembuntutan, kami kemudian menghentikan kendaraan pick up jenis Daihatsu Gran Max warna putih DB 8745 JB.

"Saat digeledah, ditemukan ribuan liter miras tanpa ijin jenis captikus".

Kendaraan tersebut bergerak dari arah Kabupaten Minahasa Tenggara,” terang AKP. Denny. Saat di amankan kendaraan bersama barang bukti ini selanjutnya langsung dibawa untuk diamankan di Polres Minsel.

 “Babuk kendaraan bersama miras telah kami amankan untuk proses penyelidikan dan penyidikan lanjutan,” pungkas AKP Denny. (**/Adrian)

Tomohon, Sulutnews.com - Tim URC Totosik Menangkap AK alias Alfredo (24) Warga Kelurahan Rurukan Lingkungan 1 Tomohon Timur, Pelaku Penganiayaan Terhadap Fence Mangundap (44), Warga Kelurahan Rurukan Lingkungan 4,  Sabtu (24/4).

Kapolres Tomohon  AKBP Bambang A.Gatot SIK MH, melalui  Katimsus Totosik IPDA Yanny Watung, Senin (26/4) pagi di konfirmasi  menjelaskan bahwa peristiwa berdarah ini  Terjadi sekitar pukul 00.30.

Ketika korban dalam perjalanan pulang ke rumahnya dan berpapasan dengan Josua Kalele (17) warga Kelurahan Rurukan Lingkungan. 1, menanyakan kepada Josua kenapa Josua Kalele sering membawa roda dua dan membuat ribut dengan knalpot racing.

Josuapun menjawab kalau Ia tidak melakukan perbuatan tersebut. Namun korban bersama rekannya tidak terima dan hendak memukul Josua.

"Merasa terancam Josua langsung melarikan diri menuju kerumahnya, ujar Ipda Yanny.

Lanjut Kemudian, sekitar pukul 00.40 pelaku yang adalah kakak Josua, sedang berjalan kerumahnya kemudian berpapasan dengan korban di sekitar lokasi kejadian.

Tanpa sebab yang jelas, korban langsung menghunus sebilah pisau badik dan hendak mengarahkan kearah pelaku. Spontan saja, pelaku langsung mengambil batu yang ada di dekatnya dan menghantamkan batu tersebut kearah korban, sehingga korban mengalami luka robek dikepala, ungkap IPDA Yanny.

Usai melakukan perbuatannya, pelaku langsung melarikan diri kearah rumahnya.

Diikuti korban bersama rekannya yang kemudian membuat keributan didepan rumah pelaku.

"Setelah mendapat keterangan dari korban dan saksi, tim langsung mengamankan pelaku tersebut.  Tim juga  langsung mengumpulkan keterangan dari korban dan saksi yang ada di lokasi kejadian terang IPDA Yanny.

Ditambahkan IPDA Yanny, korban telah dilarikan ke rumah sakit, Sedangkan pelaku telah diamankan di Mapolsek Tomohon Tengah, bersama 2 orang saksi lainnya. (**/Adrian)

Tomohon,Sulutnews.com - Akibat diduga melakukan Penganiayaan  kepada sang pacar,  NDR alias Nevada (24), terpaksa harus di amankan oleh Team URC Totosik ke Mapolres Tomohon.

Pria Uluindano kecamatan Tomohon selatan ini, di amankan Tim Totosik lantaran diduga telah melakukan  penganiayaan kepada perempaun LRR (34) yang diketahui adalah pacarnya sendiri.

Kapolres Tomohon, AKBP Bambang A.Gatot SIK MH, melalui  Katimsus Totosik IPDA Yanny Watung, Senin (26/4) pagi tadi menjelaskan, peristiwa penganiayaan  ini terjadi pada hariSabtu tanggal (24/4) sekira jam 22.00 Wita.

Dikatakan Ipda Yanny, kejadian tersebut berawal saat korban LRR  menyambangi rumah pelaku tepatnya di Kelurahan Uluindano Lingk. 4 Kec. Tomohon Selatan.

Sekira jam 23.30 Wita, "Pelaku dan Korban berselisih paham karena pelaku mencurigai korban masih memiliki hubungan selingkuh dengan laki - laki lain.

Pelaku yang pada saat itu sudah mengkonsumsi miras dan dibakar cemburu buta selanjutnya langsung memukul korban dengan kepalan tangan Secara berulang-ulang kewajah dan tangan korban, ujar IPDA Yanny.

Mendapat Laporan, Sekira jam 23.45 Wita Team tiba di TKP dan langsung mengamankan pelaku dan korban.

Akibat dari kejadian tersebut Korban mengalami bengkak dan lebam di pipi sebelah kiri dan tangan sebelah kiri, urai IPDA Yanny.

Untuk proses lebih lanjut, pelaku dan korban saat itu juga langsung kami amankan ke Mapolres Tomohon kuncinya (**/Adrian)

Manado,Sulutnews.com - Dua lelaki warga Desa Maumbi Kecamatan Kalawat terpaksa diamankan Tim Resmob Polres Minahasa Utara.

Keduanya diamankan petugas karena diduga sering melakukan pemalakan dengan menggunakan senjata tajam terhadap warga.

Apes buat mereka, aksinya kemudian dilaporkan oleh pemilik dagangan makanan martabak pada Hari Minggu, (25/4)  sekitar pukul 20.00 Wita.

Merespon laporan warga via telepon, Tim Resmob Polres Minut kemudian meluncur ke TKP dan langsung mengamankan kedua tersangka, yaitu AL alias Faldi (15) dan RR alias Valdo (20).

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast mengapresasi tindakan cepat yang dilakukan oleh Tim Resmob Polres Minut. "Kedua tersangka sudah diamankan dan sedang dilakukan pemeriksaan di Satuan Reskrim Polres Minahasa Utara," ujarnya.

Ia berharap kepada warga apabila ada hal-hal yang dapat mengganggu kamtibmas, agar segera laporkan ke Kepolisian, tukasnya. (**/Adrian)

Tomohon, Sulutnews.com - Dua Orang Pelaku Penganiayaan Terhadap Agung Alias (AP), Mahasiswa, Warga Tataaran II, Kecamatan Tondano Selatan, Pada Sabtu (24/4) kemarin, Berhasil Diringkus Tim Reserse Mobile (Resmob) Polres Tomohon.

Adapun kronologi kejadian tersebut, dijelaskan Oleh Kanit Resmob Bripka Bima Pusung, berawal ketika pelaku BM alias Bayu dan korban AP terjadi selisih paham saat berada di desa Tounelet, Kecamatan Sonder.

Permasalahan itupun berlanjut sampai ke TKP. BM dan AP saling adu mulut, pada ujungnya terjadilah pemukulan yang dilakukan oleh BM terhadap AP dengan menggunakan tangan terkepal yang mengenai bagian wajah, sehingga terjadilah perkelahian antar kedua pihak.

Lanjut Bima, Buntut perkelahian tersebut, pelaku RT langsung mencabut sebilah pisau badik yang dibawanya, yang disimpan dalam saku celana bagian depan sebelah kiri.

"Ia lantas menikam korban, dan mengenai ketiak sebelah kiri.

Korban yang sudah terkena tikaman dan sempat terjatuh, kemudian berdiri dan mendekati teman-temannya dan kemudian langsung melarikan diri meninggalkan TKP. Begitupun BM dan RT serta teman-temannya langsung meninggalkan TKP menuju ke tempat kost BM.

Akibat dari perkelahian tersebut, AP mengalami satu luka tusuk di bagian ketiak sebelah kiri, kemudian oleh teman-temannya langsung dilarikan ke RS Sam Ratulangi Tondano.

Lanjut Bima, berdasarkan informasi yang diperoleh, baik dari korban dan teman korban, kedua pelaku berhasil diamankan pada dua lokasi berbeda.

"Pelaku BM diamankan setelah bersembunyi di tempat kost temannya di Kelurahan Matani Satu. Sedangkan RT, diamankan di Desa Parepey, Kecamatan Remboken, setelah menghadiri pemakaman temannya, terang Bima.

Sambung Bima untuk identitas kedua pelaku Yakni lelaki BM alias Bayu (21), mahasiswa warga desa Karoa, Kecamatan Tompasobaru, Kabupaten Minahasa Selatan  dan lelaki RT alias Randi (24), mahasiswa warga desa Kinamang, Kecamatan Maesaan, Kabupaten Minsel urainya.

Penangkapan tersebut dibenarkan oleh Kapolres Tomohon, AKBP Bambang A.Gatot SIK MH, di katakan Kapolres kedua Pelaku diamankan berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/164/IV/2021/SPKT/Res-Tmhn. Polda Sulut tanggal 24 April 2021.

Dimana telah terjadi tindak pidana  penganiayaan secara bersama-sama di ruas jalan Tomohon-Manado, Tepatnya di depan Kantor PLN Kaaten, Kelurahan Matani Satu, Kecamatan Tomohon Tengah. "Kini kedua pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Tomohon untuk di Proses lebih lanjut, pungkas Kapolres. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com - Pemilik akun Facebook (fb) An. Erlangga Debu yang telah viral dibeberapa group Facebook, karena telah memposting foto sambil memegang dua buah pisau badik dan membuat status, "BOLEH JO KITA WAKTU BERMAIN DENGAN BESI PUTIH DULLU, SAPA MO HELP PENDO DENG POLISI" Lalu  Postingan tersebut dibagikan di group Facebook BERITA BITUNG", Berhasil di tangkap oleh Satgassus Maleo Polda Sutut, Sabtu (24/4).

Pasalnya postingan tersebut telah tersebar di berbagai group Facebook lainnya, sehingga  menyebabkan kegaduhan.

Setelah dilakukan penyelidikan oleh Polisi, ternyata pemilik akun  Erlangga Debu tersebut  adalah E.D  (17) Warga Kecamatan Tikala Kota Manado.

Akibat ulahnya sendiri, Pemilik akun Facebook Erlangga Debu ini terpaksa harus di bekuk oleh Polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya tersebut.

Penangkapan terhadap ED, di Pimpin oleh Kanit 3 Satgassus Maleo IPDA Tripo Datukramat, S.H. saat di bekuk tanpa perlawanan Pelaku yang mulanya menantang Polisi dengan senjata tajam (sajam), "Langsung Lembek, saat di amankan  bersama barang bukti 2 (dua) buah senjata tajam jenis badik  ke Mapolda Sulut.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, Minggu (25/4) kepada Sulutnews.com  membenarkan penangkapan terhadap pelaku. Benar Pemilik akun Facebook (fb) An. Erlangga Debu bersama barang bukti telah di amankan ke Polda Sulut, untuk di Proses lanjut.

Dia juga mengimbau kepada warga pengguna media sosial agar berhati - hati dalam berujar atau memposting kata - kata yang meresahkan warga. "Pintar-pintarpah bermedsos tukas Kombespol  Jules Abraham Abast. (Adrian)

Tomohon, sulutnews.com -  Kolaborasi antara Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Totosik  dan Satreskrim Polres Tomohon, berhasil menangkap terduga Pelaku  Pencurian Tabung Gas di Wilayah Hukum Polres Tomohon.

Sebut saja SB alias Pep (29) Warga Kelurahan Rinegetan, Kecamatan Tondano Barat ini, diamankan tim URC Totosik dan Personil Satuan Resort Kriminal (Satreskrim) Polres Tomohon,  saat berada di Kelurahan Woloan II, Kecamatan Tomohon Barat, Selasa (20/4).

Kapolres Tomohon Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bambang Azhari Gatot SIK MH melalui Katim Totosik Ajun Inspektur Dua (Aipda) Yanny Watung menerangkan, Penangkapan terhadap pelaku ini berawal  dari laporan warga yang  awalnya mencurigai gerak gerik pelaku, yang terlihat warga berada di kompleks Alfamidi sekira pukul 10:30 Wita.

Dimana wajah pelaku mirip dengan pencurian tabung gas LPG 3 kilogram di Kelurahan Woloan Dua yang sempat terekam CCTV,  ungkap Aipda Yanny.

Lanjut, Menerima laporan warga, Tim URC Totosik dan Personil Sat Reskrim Polres Tomohon langsung bergegas  ke lokasi dan berhasil meringkus Pelaku. Dan benar saja, saat di interogasi, pria yang berprofesi sebagai seorang buruh ini,  mengakui perbuatannya.

Kepada Polisi  pelaku mengakui telah mencuri tabung gas 3 kg di beberapa warung yang ada di kecamatan Tomohon Barat  (Tombar) dan Tomohon Selatan (Tomsel), dengan total 19 tabung gas 3 kg.

Usai diinterogasi dan  digiring untuk menunjukan lokasi pencurian barang bukti, Ternyata dalam melancarkan aksinya, pelaku ini sudah sering melakukan pencurian ini dibeberapa tempat yang tersebar di  Kelurahan yang ada di Kota Tomohon.  Diantaranya, Kelurahan Woloan Kecamatan Tomohon Barat dan Kelurahan Walian Kecamatan Tomohon Selatan urai Aipda Yanny.

Saat ini pelaku sudah diamankan di Polres Tomohon, "Pelaku telah kami amankan bersama barang bukti, 17 Tabung Gas LPG 3 Kg dan sudah diserahkan kepada Satreskrim untuk tindak selanjutnya, tukas Aipda Yanny. (*/Adrian)

Foto. Terduga Pelaku Pep saat Diamakan Tim URC Totosik dan Satreskrim Polres Tomohon, di Mapolres Tomohon, Selasa (20/4/2021).

Tomohon, Sulutnews.com -  Kolaborasi antara Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Totosik  dan Satreskrim Polres Tomohon, berhasil menangkap terduga Pelaku  Pencurian Tabung Gas di Wilayah Hukum Polres Tomohon.

Sebut saja SB alias Pep (29) Warga Kelurahan Rinegetan, Kecamatan Tondano Barat ini, diamankan tim URC Totosik dan Personil Satuan Resort Kriminal (Satreskrim) Polres Tomohon,  saat berada di Kelurahan Woloan II, Kecamatan Tomohon Barat, Selasa (20/4).

Kapolres Tomohon Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bambang Azhari Gatot SIK MH melalui Katim Totosik Ajun Inspektur Dua (Aipda) Yanny Watung menerangkan, Penangkapan terhadap pelaku ini berawal  dari laporan warga yang  awalnya mencurigai gerak gerik pelaku, yang terlihat warga berada di kompleks Alfamidi sekira pukul 10:30 Wita.

Dimana wajah pelaku mirip dengan pencurian tabung gas LPG 3 kilogram di Kelurahan Woloan Dua yang sempat terekam CCTV,  ungkap Aipda Yanny.

Lanjut, Menerima laporan warga, Tim URC Totosik dan Personil Sat Reskrim Polres Tomohon langsung bergegas  ke lokasi dan berhasil meringkus Pelaku. Dan benar saja, saat di interogasi, pria yang berprofesi sebagai seorang buruh ini,  mengakui perbuatannya.

Kepada Polisi  pelaku mengakui telah mencuri tabung gas 3 kg di beberapa warung yang ada di kecamatan Tomohon Barat  (Tombar) dan Tomohon Selatan (Tomsel), dengan total 19 tabung gas 3 kg.

Usai diinterogasi dan  digiring untuk menunjukan lokasi pencurian barang bukti, Ternyata dalam melancarkan aksinya, pelaku ini sudah sering melakukan pencurian ini dibeberapa tempat yang tersebar di  Kelurahan yang ada di Kota Tomohon.  Diantaranya, Kelurahan Woloan Kecamatan Tomohon Barat dan Kelurahan Walian Kecamatan Tomohon Selatan urai Aipda Yanny.

Saat ini pelaku sudah diamankan di Polres Tomohon, "Pelaku telah kami amankan bersama barang bukti, 17 Tabung Gas LPG 3 Kg dan sudah diserahkan kepada Satreskrim untuk tindak selanjutnya, tukas Aipda Yanny. (*/Merson)