Advertorial

Advertorial (50)

Manado, Sulutnews.com – Setelah dilantik Presiden RI Joko Widodo pada 15 Februari 2021, Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Drs Steven OE Kandouw secara resmi menahkodai Bumi Nyiur Melambai Provinsi Sulawesi Utara untuk periode kedua 2021-2024. Peristiwa ini disyukuri rakyat Sulut atas Kemurahan Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memilih sosok OD-SK.

Sosok OD-SK merupakan paduan Politisi yang handal, dimana Olly Dondokambey, putra kelahiran Kota Manado dan Steven OE Kandouw, putra kelahiran tanah Toar- Lumimut, Minahasa berhasil membawa Sulut makin hebat pada periode pertama 2016-2021.

Kepemimpinan OD-SK dilengkapi Sekdaprov Edwin Silangen SE, MS  melakukan berbagai terobosan melalui program kerja yang paripurna sehingga mampu mengantar Sulut dapat dikenal, disegani dan diakui dunia. Itu terbukti dengan banyak keberhasilan yang diraih dan menjadikan Sulut Hebat.

Ada berbagai proyek strategis baik bertaraf internasional, regional dan nasional yang berhasil ditorehkan OD-SK pada paruh waktu periode pertama.

Bahkan tak menutup kemungkinan pada periode kedua ini akan bertambah lagi proyek strategis yang nanti dikerjakan demi memajukan daerah dan makin meningkatkan kesejahteraan rakyat, meski berhadapan dengan kondisi pandemi Covid-19.

Tentunya, masyarakat Sulut berharap representasi kepemimpinan yang telah ditunjukkan selama ini, tetap dipertahankan, solid, kompak, satu komando dan tak berlawanan arah.

OD-SK juga diharapkan untuk tetap menjadi pribadi yang rendah hati dan merakyat, mengayomi dan mengedepankan kepentingan masyarakat, bahkan mampu menjaga keluarga, yang patut diteladani Kel. Dondokambey-Tamuntuan dan Kel. Kandouw -Tanos di mata masyarakat Sulut.

Untuk itu, mengawali beragam program kerja yang strategis di periode kedua, Pemprov Sulut menggelar Ibadah Syukur bertempat di Wisma Gubernur Bumi Beringin Manado, Sabtu (20/02/2021) malam.

Ibadah Syukur ini dipimpin Ketua Sinode GMIM Pdt Hein Arina dirangkai dengan Doa Lintas Agama (6 pimpinan Agama). Kegiatan ini tak lepas dari peran Ketua FKUB Sulut Pdt Lucky Rumopah MTh.

Pimpinan Lintas Agama itu yakni berasal dari Katholik, Islam, Hindu, Budha, Konghucu, dan Kristen Protestan. Mereka kompak meminta kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, agar selalu memberikan Olly-Steven kesehatan, kekuatan serta kemampuan selama memimpin daerah Bumi Nyiur Melambai hingga tahun 2024 nanti.

Nampak hadir Gubernur Olly, Wagub Kandouw, Ketua TP PKK Sulut Ibu Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan, Wakil Ketua TP-PKK Sulut Ibu Kartika Devi Kandouw-Tanos, jajaran Forkopimda Sulut, pimpinan dan anggota DPRD Sulut, Dirjen Imigrasi Kemenkumham, para Bupati/Walikota se-Sulut, pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkup Pemprov Sulut, tokoh agama, tokoh masyarakat dan undangan lainnya.

Ibadah Syukur digelar dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dan disiarkan via live streaming sehingga bisa diakses secara online oleh seluruh kalangan masyarakat Sulut di 15 kabupaten/kota.

Gubernur Olly menyampaikan rasa syukur atas penyertaan Tuhan karena dapat memasuki periode kedua kepemimpinannya bersama Wagub Kandouw di Sulut.

Ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama larut dalam sukacita syukur serta mampu memaknai, bahwa semua ini merupakan kasih dan berkat Tuhan, yang perlu dijawab dengan kerja dan karya yang semakin paripurna.

Gubernur Olly optimis mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab, menjawab amanah rakyat dengan optimal serta memberikan pembangunan yang signifikan di Bumi Nyiur Melambai dengan sinergitas dan keterlibatan seluruh komponen masyarakat Sulut.

“Terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang sudah menghantar kami berdua menjadi terpilih kembali sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur dan seluruh masyarakat Sulawesi Utara yang sudah mempercayakan kita kembali,” ucap Gubernur Olly.

Ucapan terima kasih juga kami berikan kepada seluruh masyarakat Sulut yang telah kembali memberi kepercayaan kepada kami untuk mengemban tugas dalam memimpin Sulawesi Utara di periode yang kedua,” ujar Olly dalam sambutannya.

Olly menilai seluruh capaian yang telah diraih oleh duetnya bersama Steven Kandouw serta seluruh jajaran Pemprov Sulut tidak terlepas dari kerjasama yang baik dari semua pihak.

“Ini semua tentang dari bagaimana kita harus terus bersama, bekerja keras dalam membawa serta memperjuangkan amanat rakyat Sulawesi Utara,” terang Olly.

“Banyak hal yang bisa kita kerjakan untuk masyarakat. Kita semua harus bersatu, kita harus bekerja bersama-sama, kita harus bergotong royong. Terlebih dalam suasana pandemi Covid-19 ini, kita harus saling menjaga dan menguatkan,” tambahnya.

“Tuhan tidak akan pernah membiarkan umatnya menderita. Dia selalu memberikan jalan bagi kita, asal kita semua bisa selalu bersama-sama,” ucapnya lagi.

Orang Nomor Satu di Bumi Nyiur Melambai ini mengapresiasi jajaran Forkopimda Sulut dan semua pihak terkait yang mendukung penuh pelaksanaan Pilkada 2020 sehingga berjalan aman dan lancar.

“Kepada Forkopimda Sulawesi Utara, para aparat keamanan yang sudah ikut mengawal pesta demokrasi sehingga bisa berjalan dengan baik pada beberapa waktu yang lalu. Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat sampai kepada pimpinan-pimpinan lembaga yang sudah sama-sama merayakan pesta demokrasi bersama, sehingga hari ini saya dan pak Steven bisa berdiri didepan sini,” tutupnya.

Menteri Hukum dan Ham RI diwakili Dirjen Imigrasi menyampaikan sambutan saat Ibadah Syukur Kepemimpinan ODSK pada periode kedua ini.(/Advertorial/Fanny)

Manado, Sulutnews.com – Gerak cepat pemerintah dalam mengantisipasi langkah teroris di Indonesia patutlah mendapat acungan jempol yang dengan sigap mampu mengidentifikasi dan bahkan kewaspadaan dan keamanannya terjamin sampai di daerah.

Termasuk daerah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), adalah salah satu aset potensial Indonesia yang di kenal dengan kerukunan dan toleransi agamanya. Hebatnya, Gubernur Sulut Olly Dondokambey mampu meminimalisir keresahan umat dalam melakukan ibadah memperingati Jumat Agung dan merayakan hari Raya Paskah di Sulut, sehingga umat merasa terjaga, aman dan terlindungi. Apalagi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hadir langsung di tengah-tengah masyarakat untuk melihat situasi dan pengamanan menjelang Ibadah Paskah di daerah Nyiur Melambai. Kehadiran Kapolri penting, karena ada jaminan keamanan yang diungkapnya.

Inilah yang menjadikan  Sulut Semakin besar di Mata Dunia karena dalam keragaman mampu menciptakan situasi yang kondusif. Bahkan Ibadah kamis Putih dengan Umat Katholik bersama Kapolri dapat berlangsung dengan Damai. Gubernur Olly dan Wakil Gubernur yang tiada henti membuat masyarakat bangga dengan kinerja Pemerintah Provinsi Sulawasi Utara yang selalu mengedepankan kepentingan Jemaat, Umat dan Masyarakat Sulut seutuhnya.

“Kami ingin memastikan bahwa kegiatan perayaan mulai dari Misa Kamis Putih, Jumat Agung, dan Minggu Paskah berjalan dengan baik,” katanya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat memantau lansung kesiapan pengamanan jelang perayaan Jumat Agung dan Hari Raya Paskah di Kota Manado, Kamis (1/4/2021). Lanjut Kapolri bahwa umat Kristen yang akan merayakan Paskah untuk tidak khawatir terkait perayaan peribadatan apalagi terganggu dengan peristiwa-peristiwa sebelumnya.

“Saya yakinkan kepada seluruh masyarakat khususnya umat Nasrani, tidak usah terganggu dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi, peristiwa bom Makassar akan kita ungkap sampai tuntas,” ungkap Kapolri.

Patut diapresiasi apa yang dilakukan Kapolri, Gubernur, Wakil Gubernur, Forkopimda yang mampu  bersinergi, berjalan bersama melihat dari dekat situasi dan kondisi yang ada di Gereja.

Tak lupa Gubernur Olly mengingatkan untuk tetap menjaga NKRI, menyatu dengan pemuka Agama dan Tokoh masyarakat, Ormas, Pemuda, TNI-Polri dan pemerintah tetap waspada agar bidikan teroris tak mampu menembus Sulawesi Utara, Sulut sulit disulut yang selalu mengandalkan Tuhan. (Advetorial/Fanny)

 

DPRD Provinsi Sulawesi Utara Gelar Rapat Paripurna DPRD Pengumuman Usul Pemberhentian Gubernur dan Wakil Gubernur Periode 2016-2021 serta Pengumuman Usul Pengangkatan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih Tahun 2020

(Adv/Josh Tinungki)

Manado, Sulutnews. Com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Propinsi  Sulawesi Utara peduli Masyarakst dengan menggelar kegiatan penyaluran bantuan langsung kepada warga yang terdampak akibat wabah virus Covid 19

Mulai dari Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw yang menyalurkan bantuan berupa Alat Pelindung Diri (APD) juga sembako dan penambahan nutrisi disejumlah Rumah Sakit serta masyarakat terdampak wabah Covid 19 juga penyemprotan Disinfektan dirumah rumah ibadah yang ada di Kota Manado." Penyaluran bantuan sebagai bentuk keprihatinan kepada masyarakat yang terdampak wabah Covid-19," kata Angouw.

 

Juga kegiatan penyaluran bantuan juga dilakukan oleh Wakil Ketua DPRD James Arthur Kojongian, yang turut peduli kepada warga yang  di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan dan Wilayah Kabupaten Mitra, yang terdampak wabah virus Covid 19."Bantuan diserahkan langsung kepada masyarakat, dan diharapkan bisa membantu," ungkap JAK saat menyerahkan bantuan kepada salah satu sopir Angkot.

 

Sementara Ketua Fraksi PDIP Rocky Wowor juga menggelar kegiatan penyaluran bantuan APD di seluruh Rumah Sakit dan Puskesmas di Wilayah Boong Raya, juga pedagang yang berjualan di beberapa pasar yang ada di Bolmong. "Penyerahan bantuan dipercayakan kepada team kerja, dan ini dapat dimanfaatkan untuk memproteksi diri dari penyebaran Virus Covid-19," kata Wowor.

 

Penyerahan bantuan bagi masyarakat yang terdampak Covid-19 dilakukan oleh Ketua Fraksi Nyiur Melambai DPRD Sulut Wenny Lumentut di Wilayah Kota Tomohon, dengan menyalurkan APK di dua Rumah Sakit, Polres juga kepada masyarakat di ruas jalan protokol di Kota Tohon, juga bantuan sembako, kepada Sopir Angkot, Ojol, dan masyarakat terdampak Covid-19.

 

Sementara itu Anggota Komisi IV Melky Jakhin Pangemanan juga menggelar kegiatan penyerahan bantuan APK, Sembako kepada masyarakat yang ada di Minahasa Utara, serta melakukan penyemprotan Disinfektan di rumah-rumah penduduk."Penyaluran bantuan bertujuan membantu masyarakat yang sampai saat ini terus berharap agar wabah Covid-19, cepat selesai agar kembali dapat melaksanakan aktifitas," kata MJP.

 

Kegiatan penyaluran bantuan dari Pimpinn dn Anggota DPRD Sulut ini didedikasikan untuk membantu masyarakat Sulut lewat Daerah Pemilihan (Dapil) masing-masing Anggota dengan menggunakan dan pribadi. (/Josh/Advetorial)

Manado, Sulutnews.com - Ibadah syukur empat tahun kepemimpinan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven O.E. Kandouw digelar di Auditorium Malapus Kantor Gubernur, Rabu (12/02/2020) berlangsung khidmat.

Ibadah yang dipimpin Pdt. ML Rindengan ini turut dihadiri Ketua Penggerak Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Sulut Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan, Wakil Ketua TP-PKK Kartika Devi Kandouw-Tanos, Sekdaprov Edwin Silangen, seluruh Kepala Perangkat Daerah (PD), ASN dan THL di lingkup Pemprov Sulut.

Gubernur Olly dalam sambutannya mengatakan, empat tahun kepemimpinan ODSK di Sulut merupakan kasih dan berkat Tuhan yang perlu dijawab dengan kerja dan karya yang semakin paripurna.

“Sudah tahun keempat ODSK memimpin, sebagai orang yang percaya apa yang kita buat harus kita syukuri terus agar Tuhan selalu menyertai,” kata Olly.

Olly menuturkan kepemimpinan Daud yang disampaikan sebelumnya dalam materi khotbah Pdt. ML Rindengan bahwa kunci utama keberhasilan kepemimpinan adalah kebersamaan.

“Bagaimana kepemimpinan itu berhasil jika kita selalu bersama. Mari bersama-sama membangun Sulut. Ini juga komitmen kami dalam menjalankan pemerintahan,” ungkap Olly.

Disamping itu, Gubernur Olly juga berharap kepada seluruh ASN untuk bekerja giat mendukung optimalnya pembangunan daerah demi kesejahteraan masyarakat Sulut.

“Seperti baterai alkaline yang memiliki daya tahan lama dan dapat digunakan terus-menerus, saya harap semuanya dapat bekerja optimal bagi masyarakat Sulut,” tandas orang nomor satu di Sulut ini.

Lebih lanjut, Gubernur Olly menerangkan, semua pencapaian yang diperoleh hingga kini karena dukungan segenap komponen masyarakat Sulut terhadap visi dan misi Pemprov Sulut yang ditetapkannya bersama Wagub Kandouw diawal kepemimpinan ODSK pada tahun 2016.

Diketahui, visi tersebut adalah terwujudnya Sulawesi Utara berdikari dalam ekonomi berdaulat dalam pemerintahan dan politik, serta berkepribadian dalam berbudaya.

Untuk mewujudkan visi bumi nyiur melambai itu ditopang melalui 7 Misi sebagai berikut :

  1. Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan memperkuat sektor pertanian dan sumber daya kemaritiman, serta mendorong sektor industri dan jasa.
  2. Memantapkan SDM dan berdaya saing.
  3. Mewujudkan Sulut sebagai destinasi investasi pariwisata yang berwawasan lingkungan.
  4. Mewujudkan pemerataan kesejahteraan masyarakat yang tinggi, maju dan mandiri.
  5. Memantapkan pembangunan infrastruktur berlandaskan prinsip pembangunan berkelanjutan.
  6. Mewujudkan Sulut sebagai pintu gerbang Indonesia di kawasan timur.
  7. Mewujudkan Sulut yang berkepribadian melalui tata kelola pemerintahan yang baik.

Terbukti, visi dan misi tersebut mampu mendorong pembangunan Sulut di berbagai sektor.

Dalam kurun waktu 4 tahun kepemimpinan ODSK, keamanan dan kerukunan di daerah senantiasa stabil, dimana berdasarkan hasil survey terakhir dari Kementerian Agama RI, indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) Sulawesi Utara berada pada peringkat ke-4 dari 34 Provinsi di Indonesia.

Keamanan dan kerukunan adalah modal dasar dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan sehingga harus terus dipertahankan.

Disamping itu, jika dilihat secara makro, perkembangan Sulut menunjukan progres yang positif. Pertumbuhan ekonomi daerah dari tahun 2016 hingga tahun 2019 selalu berada diatas 6% dan juga berada diatas diatas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.

Capaian yang paling signifikan yang telah mampu ODSK torehkan selama 4 tahun ini, adalah penurunan angka kemiskinan melalui program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK). Diawal kepemimpinan ODSK, kemiskinan di Sulawesi Utara berada pada angka 8,98%. Sampai akhir tahun 2019, kita berhasil menurunkan 1 digit angka kemiskinan di daerah ini hingga mencapai 7,51%.

Penurunan angka kemiskinan telah menjadikan program ODSK mendulang sukses, dimana program ODSK telah menerima penghargaan TOP 99 Inovasi Pemerintah Daerah, serta Penghargaan Adhi Purna Prima Award, sebagai provinsi dengan tingkat kemiskinan terendah se-pulau Sulawesi.

Terkait penghargaan, masyarakat juga patut berbangga karena buah dari upaya kita mengendalikan inflasi dan gejolak harga di daerah, telah turut menjadikan Sulut ditetapkan sebagai salah satu Provinsi terbaik di Indonesia dalam hal pengendalian inflasi daerah.

Secara year on year, Inflasi di Sulawesi Utara pada akhir tahun 2019, masih terkendali dan sesuai dengan target Provinsi dan Nasional, yakni 3%.

Kemudian, ODSK juga mampu meningkatkan dan mempertahankan IPM di daerah ini, dari angka 71,05 di tahun 2016 menjadi 72,20 pada tahun 2019. Bahkan Nilai Tukar Petani (NTP) kita terus mengalami peningkatan, terlebih Nilai Tukar Nelayan (NTN) yang sudah diatas 100%.

Berkat intervensi pasar yang bersama-sama kita usahakan, harga kopra saat ini naik dari Rp.5000/Kg menjadi Rp.8000/Kg. Selain itu, progres pembangunan sektor pariwisata Sulut Kita juga patut bersyukur terus menunjukan peningkatan yang signifikan. Sarana dan prasarana pendukung di sektor pariwisata harus terus dibenahi, terlebih pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Likupang yang telah ditetapkan sebagai salah 1 dari 5 destinasi super prioritas di Indonesia.

ODSK masih sangat membutuhkan dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat agar pembangunan di Sulawesi Utara terus berjalan optimal. Mari kita terus bersinergi, kita lahirkan inovasi-inovasi konstruktif, kita hasilkan terobosan-terobosan dan lompatan-lompatan strategis untuk memacu berbagai sektor pencapaian yang ada, dan membawa Sulut semakin hebat lagi.

Sementara itu, dalam acara peringatan empat tahun kepemimpinan yang digelar pada malam hari di Graha Gubernuran Bumi Beringin, Gubernur Olly didampingi Wagub Kandouw ikut menyerahkan bantuan dari Pemprov Sulut berupa uang hibah sebesar Rp. 5,8 miliar dengan daftar rincian penerima yaitu MUI Sulut Rp. 500 juta, Walubi Sulut Rp. 200 juta, Keuskupan Manado Rp. 1 miliar, Muhammadiyah Sulut Rp. 500 juta, Matakin Sulut Rp. 100 juta, GMIST Rp. 500 juta, NU Sulut Rp. 500 juta, sinode GMPU Sulut Rp. 500 juta, Karang Taruna Sulut Rp. 1 miliar, KGPM Rp. 500 juta, sinode GMIBM Rp. 500 juta.

Olly juga ikut menyerahkan santunan jaminan kematian bagi pekerja sosial keagamaan di Sulut sebesar Rp. 42 juta.

Selain itu, dalam acara yang juga dihadiri jajaran Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat dan ribuan warga Sulut ini juga dilakukan penyerahan buku empat tahun kepemimpinan ODSK oleh Sekdaprov Edwin Silangen kepada Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw. Buku tersebut juga dibagikan kepada sejumlah tamu yang menghadiri acara empat tahun kepemimpinan ODSK.

Keberhasilan membangun Sulut itu semua karena dukungan dan doa dari masyarakat Sulut di 15 Kabupaten dan Kota. Prestasi ini juga karena sinergitas dengan pemerintah pusat dan daerah. Ia berharap hingga akhir masa jabatan lima tahun dukungan tetap dilakukan karena ada beberapa program pembangunan yang akan dilakukan tahun ini terutama jalan tol Minut Minahasa ke Minsel. Dan KEK Pariwisata Likupang dan juga sektor lainnya.

Menurutnya kedepan program pemerintah itu untuk kesejahtraan rakyat dan kemiskinan itu harus kita berantas semua. Rakyat harus sejahtra karena itu banyak program yang kita akan bangun untuk kesejahteraan rakyat. Acara syukuran 4 Tahun kepemimpinannya dilanjutkan di Wismanegara Bumiberingin.(/Putra)

Manado, Sulutnews.Com - Untuk lebih memantapkan pelaksanaan tugas pokok DPRD Sulut tahun 2020, Komisi - Komisi di DPRD Sulut mulai mengintensifkan berbagai agenda kerja. Pada 20 Januari 2020, mulai pukul 08:00 wita bertempat di Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Utara, Komisi I Bidang Hukum dan Pemerintahan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara.

Foto :RDP Komisi I DPRD Sulut dengan Sekertaris Propinsi Sulut

"RDP dilaksanakan sebagai tindak lanjut konsultasi komisi 1 dengan Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan terkait tapal batas wilayah Bolmong dan Bolsel karna berdampak pada terhentinya dana bagi hasil dari pemerintah pusat untuk 2 Kabuoaten ini," kata Vonny Paat, Ketua Komisi I.

Foto : RDP Komisi IV dengan BPJS Ketenaga kerjaan

Hal yang sama juga dilaksanakan oleh Komisi IV Bidang Kesra yang menggelar Rapat Dengar Pendapat dengan BPJS Ketenagakerjaan, pada Senin (20/01/ 2020),sehubungan dengan aspirasi buruh yang merasa pelayanan BPJS dianggap kurang dan tidak Proaktif dalam menjembatani aspirasi mereka."DPRD Sulut mensupport semua aspirasi yang masuk bahkan mendesak pihak BPJS untuk dapat mengkaver apa yang menjadi tuntutan para buruh." kata Brian Woworuntu Ketua Komisi IV DPRD Sulut.

Foto : Rapat Panitia Khusus (Pansus) tatib DPRD Sulut

Sementara itu Panitia Khusus (Pansus) pembahas Tata Tertib DPRD Sulut juga telah memulai rapat pembahasan guna menuntaskan Perda Tatib yang belum selesai dibahas.", Rapat Pansus Tatib DPRD digelar untuk membahas agar draf Tatib sudah bisa ditetapkan," ungkap Boy Tumiwa, Ketua Pansus Tatib DPRD Sulut.

Foto : Richard Sualang

Beberapa hal yang menjadi perjuangan bagi masyarakat yakni dalam pembahasan Komisi IV sebagaimana diusulkan oleh Anggota Komisi Richard Sualang yang berharap agar iuran BPJS bagi pekerja sosial keagamaan dapat Dinaikkan sehingga uang pertangungan naik sehingga dapat bermanfaat bagi peserta.

Foto : Boy Tumiwa

Begitu juga dalam pembahasan tatib yang timbul dinamika untuk menyamakan persepsi agar aspirasi dari Anggota Dewan yang selama ini merasa tidak terakomodir agar dimasukan lewat kesepakatan dengan Badan Anggaran.(/Josh Tinungki)

Juga Paripurna Laporan Hasil Reses 2019

Manado, Sulutnews.com - Pasca libur Natal dan Tahun Baru, DPRD Sulawesi Utara memulai agenda kerja tahun 2020 dengan menggelar rapat paripurna perdana, Selasa (07/01/2020).

Adapun agenda rapat paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPRD Sulut, Andrei Angouw dan didampingi tiga Wakil ketua, yakni Victor Mailangkay, James A Kojongian serta Billy Lombok itu adalah Penutupan Masa Persidangan Terakhir Tahun 2019 sekaligus Penyampaian Laporan Kinerja Alat Kelengkapan Dewan, serta Penyampaian Laporan Pelaksanaan Reses Terakhir Tahun 2019 dan Pembukaan Masa Persidangan Pertama Tahun 2020 serta Penetapan Rencana Kerja DPRD Propinsi Sulut Tahun 2020.

 

Rapat Paripurna diawali dengan pengantar Ketua DPRD Sulut diawal kerja-kerja politik DPRD Sulut tahun 2020 ini, sekaligus menyampaikan ucapan Selamat Natal dan Tahun Baru bagi semua anggota DPRD dan para undangan yang hadir.

Untuk laporan kinerja pimpinan DPRD, Banmus dan Banggar diserahkan oleh Wakil ketua James A Kojongian, Bapemperda oleh Richard Sualang dan BK oleh Sandra Rondonuwu.

Agenda selanjutnya adalah penyampaian laporan pelaksanaan hasil reses oleh tiap daerah pemilihan (Dapil). Dapil Bitung-Minut oleh Fabian Kaloh, Dapil Manado oleh Amir Liputo, Dapil Nusa Utara Winsulangi Salindeho, Dapil Minsel-Mitra oleh Boy Tumiwa, Dapil Bolmong Raya oleh I Nyoman Sarwah dan Dapil Minahasa-Tomohon Careig Naichel Runtu.

Rapat Paripurna diakhiri dengan sambutan Gubernur yang disampaikan oleh Wakil gubernur Steven Kandouw. Dalam sambutannya, Wagub menggarisbawahi laporan AKD dan Hasil Reses sekaligus menyampaikan program Pemprop kedepan secara informatif dan memotivasi.

Hadir dalam rapat Paripurna ini Wagub Sulut Steven Kandouw, Pimpinan dan Anggota DPRD yang terhormat, Forkopimda, Sekprop Edwin Silangen dan jajaran pejabat eselon serta Sekretaris DPRD Glady Kawatu, dan para undangan lainnya. (*/Josh Tinungki)

Manado, Sulutnews. Com - Badan Kehormatan (BK) DPRD Sulawesi Utara menjadi tuan rumah pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) terkait pembuatan Tata Tertib dan Kode Etik DPRD. Pada  kegiatan yang dibuka pelaksanaanny oleh Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw bertempat di Ruang Rapat serba guna Gedung Cengkih, Jalan Manado-Bitung, Kairagi, Manado, Selasa (19/11/2019), diikuti oleh Pimpinan dan Anggota BK DPRD Kabbupaten Kota se Sulawesi Utara.

 

Rapat yang dihadiri juga Wakil Ketua  DPRD Sulut James Arthur Kojongian dan Ketua Badan Kehormatan Sandra Rondonuwu serta para pimpinan dan anggota DPRD kabupaten/kota tersebut, mendapat apresiasi dimana momentum tersebut menjadi sarana untuk saling memberikan pendapat dan masukan untuk menyatukan persepsi dalam menyusun kode etik dan tata tertib DPRD.


 

" DPRD memang harus berkoordinasi, supaya masukan aspirasi pokok pikiran yang bukan tupoksi DPRD Kabupaten/kota bisa sampai ke Provinsi, begitu sebaliknya." kata Angouw saat menyampaikan sambutannya

 

Juga dikatakan Bendahara DPD PDIP Sulut ini, Kegiatan Rakor BK, selain memperkaya pengetahuan lewat inovasi, tapi juga membuka networking dan pertemanan antara Anggota DPRD

 

"Pesan saya, torang sama-sama menjaga lembaga DPRD. Karna torang adalah simbol demokrasi. Jika Image kita jelek, demokrasi juga jelek. Kalau image demokrasi jelek, revolusi pasti kacau. Torang harus menjaga marwah lembaga DPRD," kata dia sambil berharap, peran menjaga marwah DPRD, bukan hanya dari Badan Kehormatan tetapi adalah tugas semua."BK membuat aturan internal. Dan  Ini penting, agar lembaga DPRD lebih dipercaya oleh masyarakat," tegas Angouw

 

Hadir sebagai pembicara pada Rakor BK yang berlangsung sehari tersebut, Toar Palilingan, SH, MH dan Prf Dr Johanis Ohoitimur Rektor Universitas Delasale Manado. (Advetorial) )