Advertorial

Advertorial (52)

Mitra,Sulutnews.com – Pemerintah Desa tolombukan terus berkomitmen menanggulangi penyebaran covid 19, kali ini lewat alokasi 8 persen dana desa.

Hukum Tua tolombukan Delvy Lumbu menuturkan penyaluran 8 persen dana desa untuk penanggulangan Covid 19 sudah sesuai mekanisme dan aturan yang ada.

“ tentu setiap apa yang disalurkan lewat Dana Desa sudah lewat Musyawarah tak terkecuali untuk 8 persen, dan itu sudah akan disalurkan,” ucapnya.

 

Dirinya juga menerangkan, kali ini pihaknya membagikan masker dan hand sanitizer kepada seluruh kepala keluarga.

“ berharap pandemic cepat selesai dan kiranya masyarakat terus menjaga porkes yang ada agar tidak kena covid 19,” pungkas Lumbu. Advetorial

Sulut,Sulutnews.com – Sulut terus bangkit dan berprestasi meski masa pandemi Covid-19. Komitmen ini terekam jelas di puncak acara HUT ke – 57 Provinsi Sulawesi Utara, 23 September 2021.

Puncak acara peringatan ini dilaksanakan di Halaman kantor Gubernur, diikuti para pejabat Provinsi, Kabupaten/Kota, instansi vertical, mantan Gubernur, Anggota DPR-RI, DPRD-RI dan Tokoh Pejuang, acara disiarkan secara langsung (live) oleh TVRI, RRI, dan channel youtube Pemprov Sulut.

Hal ini dilakukan dengan maksud agar masyarakat dapat mengikuti dan menikmati keseluruhan acara yang dikemas secara visual terkait kilas balik sejarah, prestasi dan beragam kerja sertakan launching aplikasi, termasuk tampilan Vidio atas Penganugerahan Gubernur Terpopuler di Media Digital AHI 2021.

Gubernur Olly Dondokambey SE bersama istri Ir Rita Maya Dondokambey Tamuntuan, dan Wagub Drs Steven OE Kandouw dan istri, dr Kartika Devi Kandouw-Tanos MARS.

Pada kesempatan ini, Gubernur Olly Dondokambey SE bertindak sebagai Inspektur Upacara. Semua peserta upacara dan undangan mengenakan busana adat dan budaya daerah asal mereka.

Penyerahan penghargaan bagi daerah yang berhasil melaksanakan program pro rakyat dilakukan langsung Gubernur Olly didampingi Wakil Gubernur Drs Steven OE Kandouw. Penghargaan yang diberikan menjadi kebahagiaan tersendiri bagi penerima, sekaligus menjadi motivasi untuk terus berkarya, berprestasi demi rakyat dan banyak orang meskipun badai pandemi masih terjadi.

Peluncuran Aplikasi terbaru layanan inovasi milik Pemprov Sulut

Perayaan HUT ke-57 Provinsi Sulut, membawa arus kekuatan bagi masyarakat karena walaupun di tengah pandemi dan serba terbatas, tapi tidak membatasi ruang dan waktu untuk terus berkomunikasi dan mendorong untuk siap berubah masuk di era digitalisasi ini.

Capaian keberhasilan disertai penghargaan begitu banyak yang diraih Pemprov Sulut di bawah kepemimpinan OD-SK, benar-benar membuktikan bahwa karya patut dihasilkan untuk masa depan daerah dan generasi.

Gubernur Olly Dondokambey saat rapat paripurna HUT ke 57 Provinsi Sulut

Peluncuran tiga Aplikasi terbaru layanan inovasi publik yakni; Aplikasi 1DataSulut, Aplikasi Dashboard Pimpinan Start, dan Modul Aplikasi E-Sign dilakukan Gubernur Olly didampingi Wagub Kandouw, Sekdaprov Silangen dan Kadis Komunikasi Informasi Persandian dan Statistik (DKIPS) Sulut, Christiano Talumepa.

Saat menyampaikan sambutan, Gubernur Olly memaparkan upaya kerja keras yang dilakukan pemerintah dan masyarakat provinsi dalam setahun terakhir ini.

“Ini bisa dilihat dimana pada triwulan kedua tahun 2021, pertumbuhan ekonomi Sulut tumbuh menjadi 8,49%,” kata Gubernur Olly.

Gubernur Olly didampingi Wagub Kandouw menyerahkan Penghargaan kepada Walikota Manado

Upaya direct call peningkatan kerjasama dengan pemerintah Jepang soal ekspor komoditi pertanian dan perikanan. Selain itu, umpan balik program ‘mari jo ba kobong’ serta melakukan pengembangan UMKM, mendapatkan penghargaan Paritrana dari Kementerian Tenaga Kerja dan penghargaan lainnya di sejumlah bidang.

Plt Kepala Badan Kepegawaian Negara RI Bima Haria Wibisana, menyerahkan langsung kepada Gubernur Olly dan Wagub Kandouw Penghargaan BKN Award untuk Pemprov Sulut tahun 2021 untuk dua kategori.

Rapat Paripurna DPRD Sulut dalam rangka HUT ke 57 Provinsi Sulut

“Semua sektor yang mendukung pertumbuhan ekonomi tetap berjalan di tahun ini meski kita diterpa dengan pandemi Covid-19. Kita harus tetap tangguh menghadapinya. Begitu pula dengan proyek-proyek strategis maupun program prioritas Nasional yang berlokasi di Sulut, termasuk KEK Pariwisata Likupang yang merupakan salah satu destinasi wisata yang akan terus kita kembangkan sesuai target yang telah ditetapkan,” ungkap Gubernur Olly.

“Demikian juga dengan sektor kesehatan yang terus kami prioritaskan dengan berbagai pembangunan rumah sakit daerah,” sambungnya.

Gubernur Olly Dondokambey melakukan ziarah ke makam mantan Gubernur Sulut Periode 1967-1978 H. V Worang

Upacara peringatan HUT ke-57 Provinsi Sulut dihadiri Ketua DPRD Sulut Andi Silangen, Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Wanti Waranei Franky Mamahit, Kapolda Sulut Irjen Pol Nana Sudjana, Ketua TP PKK Sulut Ir Rita Dondokambey-Tamuntuan, Sekdaprov Edwin Silangen SE MS, Sekretaris dr Kartika Devi Kandouw-Tanos MARS, Bupati/Walikota, Wabup/Wawali se-Sulut, pejabat teras pemprov dan undangan.

Penerapan prokes selama upacara berlangsung tetap dilakukan.

Selain Upacara, Gubernur Olly dan Wagub Kandouw menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Sulut dalam rangka HUT ke-57 Provinsi Sulut di DPRD Sulut.

Wakil Gubernur Sulut  Steven Kandouw melakukan ziarah ke makam Wakil Gubernur Sulut Periode 1991-1996 Achmad Nadjamudin di Tuminting

Rapat paripurna inipun dipimpin langsung Ketua DPRD, dr Fransiskus Andi Silangen didampingi Wakil Ketua Victor Mailangkay SH MH, Billy Lombok dihadiri Anggota DPRD Sulut. Nuansa budaya lokal pun nampak. Berbagai prestasi baik dari pemerintahan, usaha masyarakat, pelajar, mahasiswa disampaikan Ketua DPRD Sulut.

Gubernur Olly pun menyampaikan terimakasih atas kolaborasi antara eksekutif dan legislatif dalam menjalankan program pembangunan di tengah masa pandemi Covid-19.

Namun sebelum puncak acara HUT ke-57 Provinsi Sulut, telah dilaksanakan berbagai kegiatan diantaranya Ziarah ke Makam para mantan Gubernur/Wagub Sulut baik di Jakarta maupun di daerah.

Gubernur Olly Dondokambey ziarah ke makam Wakil Gubernur Sulut 2 Periode Tahun 2000-2005 dan 2005-2010 Freddy Harry Sualang.

Hal ini dilakukan agar generasi muda tetap mengingat perjuangan, cita-cita dan pengorbanan para pendahulu untuk tetap dilanjutkan, agar generasi tidak melupakan Sejarah.

Seperti yang dilakukan Gubernur Olly dan Wagub Kandouw, melanjutkan tradisi dari tahun ke tahun tetap berlanjut sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa, dedikasi dan komitmen membangun Sulut.

Gubernur Olly berziarah di TMP Kalibata Jakarta, mengambil waktu saat dia melakukan kunjungan kerja ke Jakarta.

Ziarah ke makam mantan Gubernur/Wagub juga dilakukan di daerah Sulut oleh Gubernur Olly dan Wagub Kandouw didampingi para pejabat teras Pemprov Sulut.

Tim Gubernur Olly didampingi Sekdaprov Sulut Edwin Silangen melakukan ziarah di makam mantan Gubernur Dr Sam Ratulangi, SH Sarundajang dan AJ Sondakh.

Gubernur Olly Dondokambey memimpin Upacara ziarah ke makam mantan Gubernur/Wakil Gub Sulut di Taman Makam Pahlawan Kalibata

Tim Wagub Kandouw ziarah di makam mantan Gubernur CJ Rantung dan Makam Wakil Gubernur Ahmad Nadjamudin.

Sementara untuk upacara ziarah di makam mantan Wakil Gubernur Freddy Harry Sualang, bersama Tim Gubernur dan Tim Wagub. Gubernur Olly Dondokambey didampingi Ketua TP-PKK Sulut Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan pun ikut berziarah ke makam mantan Gubernur Sulut Hein Victor Worang di Desa Tontalete, Kabupaten Minut.

Melengkapi kado manis HUT Sulut ke-57 Gubernur Sulawesi Utara meperoleh CI-EL Medal of Distinction 2021, dalam even The 2nd Planet Tourism Indonesia 2021 sebagai bentuk pengakuan atas capaian, melalui kreatifitas dan inovasi yang dilakukan dalam setahun terakhir ini seperti kreativitas dalam menjadikan pengembangan Sulut sebagai salah satu destinasi wisata utama menjadi daerah tujuan utama untuk perdagangan dan investasi di Sulawesi.

Patutlah diakui bahwa meskipun masih pandemi Covid-19, Provinsi Sulut di bawah kepemimpinan Gubernur Olly dan Wagub Kandouw akan terus dan tetap berprestasi dan merealisasikan program kerja sesuai Visi dan Misi demi kesejahteraan rakyat dan Sulut makin tambah hebat.(/Adv/Diskominfo-Sulut)

 

Manado, Sulutnews.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara, Kamis (23/9/2021) menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 57. Momentum bersejarah yang memiliki nilai historis terbentuknya provinsi Sulut yang dulunya masih dalam provinsi Suluttenggo kini telah berhasil menjelma menjadi provinsi yang maju dan hebat baik dari sisi pembangunan fisik maupun capaian diberbagai bidang.

" Hari ini adalah hari bersejarah bagi kita segenapi masyarakst Sulut, karena kita boleh merayakan HUT ke 57 tahun. Meski diperhadapkan dengan situasi sulit akibat bencana non alam pandemi virus covid 19, namun semangat kemeriahan menjadi penyemangat untuk meraih impian bersama menuju Sulut Hebat," ungkap Fransiskus Andy Silangen Ketua DPRD Sulut saat membuka sidang paripurna.

Berbagai capaian keberhasilan pembangunan di Sulawesi Utara dibacakan politisi PDIP ini pada paripurna yang dihadiri Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven O E Kandouw."Perjalanan cukup panjang sehingga Sulawesi Utara tiba diusia ke-57 tahun tepat Kamis 23 September. Tentu dengan berbagai kemajuan dan keberhasilan, namun itu tidak lepas dari beragam upaya dan kerja keras pemimpin-pemimpin daerah sebelumnya yang didukung oleh segenap komponen masyarakat Sulut

Dari Miangas sampai Tontulow Pinagoluman yang dikenal sebagai masyarakat yang religius, adaptif dan pekerja keras. Hal itu dikatakan Ketua DPRD Sulut, dr Fransiscus Andi Silangen

“Jauh sebelum bangsa besar ini berdiri, kiprah dan karya putra-putri terbaik Sulut tercatat dengan tinta emas dalam lintasan sejarah bangsa,” ujarnya. Tradisi mencetak prestasi bagi negeri ini, kata dia, terus dilanjutkan oleh para pemimpin daerah.

“Termasuk di dalamnya Gubernur Pak Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Pak Steven Kandouw,” ucapnya.

Dikatakan legislator asal Nusa Utara ini, walaupun di kondisi pandemi covid-19, tidak melunturkan semangat Olly-Steven untuk menggerakkan semua sektor pembangunan.

Sehingga kerja tulus ini diapresiasi oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat.“Itu dibuktikan dengan diterimanya sejumlah penghargaan disepanjang tahun 2021,” kata Silangen.

Diungkapkannya, kinerja pemerintah daerah yang luar biasa ini tentulah

menginspirasi DPRD untuk terus berkarya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Sulut melalui optimalisasi tugas pokok dan fungsi DPRD yakni fungsi pembentukan perda, fungsi anggaran dan fungsi pengawasan.“Berkenaan dengan fungsi pembentukan perda, dalam tahun 2021 ini, DPRD bersama pemerintah daerah telah menetapkan 5 (lima) peraturan daerah. Seiring dengan itu, telah pula ditetapkan 30 keputusan DPRD dan 6 nota kesepakatan bersama,” paparnya.

Terkait dengan fungsi anggaran, telah diwujudkan dalam penyusunan dan penetapan APBD bersama-sama dengan pemerintah daerah, yakni penetapan ranperda tentang Perubahan APBD 2021 dan ranperda tentang

Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun 2020.“Terakhir, fungsi pengawasan. DPRD telah melakukan 89 rapat dengar pendapat dan rapat-rapat lainnya, menerima 15 aspirasi, baik aspirasi secara langsung maupun aspirasi secara tertulis,” tambah Silangen.

Pada sisi lain, lanjutnya, DPRD juga menerima 72 kunjungan kerja dari pimpinan dan anggota DPRD baik dari luar daerah

maupun dari kabupaten/kota se-provinsi Sulut.

“Dalam kaitan dengan hal tersebut maka kami konsisten mengawal sejumlah program dan kegiatan pemerintah daerah. Termasuk menangani pandemi covid-19 dan penanganan berbagai bencana lainnya, seperti bencana banjir yang menimpa sebagian masyarakat Kabupaten (*/Adv/Josh)

Manado, Sulutnews.Com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut, Senin (16/8/2021) pagi menggelar rapat paripurna istimewa dalam rangka mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Repoblik Indonesia Ir Joko Widodo pada sidang tahunan MPR RI serta pidato Presiden RI dalam rangka penyampaian Rancangan Undang Undang dan Nota Keuangan APBN 2022. Pada paripurna yang dipimpin langsung Ketua DPRD Sulut Fransiskus Andy Silangen didamping para Wakil Ketua masing- masing Victor Mailangkay Billy Lombok tersebut tampak hadir Gubernur Olly Domdokambey, Wakil Gubernur Steven OE Kandouw Hadir juga Forkopimda Sulut, Sekprov Sulut Edwin Silangen dan Sekwan Glady Kawatu.

Diungkapkan ketua DPRD, paripurna ini memadukan kehadiran fisik dan virtual dalam uoaya mengatasi pandemi covid 19 yang masih terus berlangsung diwilayah Sulawesi Utara. Saat membuka rapat paripurna tersebut Ketua DPRD menyampaikan Dirgahayu kemerdekaan Indonesia ke 76 dan berharap momentum ini menjadikan masyarakat Sulut bangjit dan berjuang melawan pandemi virus covid 19 sehingga ini dapat segera berakhir.

Usai membuka rapat paripurna, ketua DPRD mengarahkan ke siaran langsung melalui media elektronik ke sidang paripurna yang sedang berlangsung di Senayan, Jakarta. Diketahui, sejumlah poin disampaikan Presiden Joko Widodo dalam pidato pada sidang tahunan MPR RI. Di antaranya Presiden Jokowi mengakui kesadaran, partisipasi dan gotong royong masyarakat dinilai semakin baik di bidang kesehatan.

Presiden juga mengapresiasi lembaga pemerintah lintas sektor yang membuat kapasitas kesehatan meningkat pesat.

Kemudian, Jokowi menilai kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan di semakin tinggi. Dilihat dari kebiasaan mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak. Kemudian mengenai vaksinasi, Jokowi mengatakan antusiasme masyarakat sangat tinggi. Menurutnya pandemi ini telah menguatkan institusi sosial di masyarakat.

Selanjutnya, presiden mengatakan Kerja sama antarlembaga serta kepemimpinan responsif dan konsolidatif menjadi kunci dalam menangani pandemi.Di samping itu, presiden berterimakasih pada lembaga legislatif dan pemeriksa memberikan dukungan kepada pemerintah untuk cepat mengkonsolidasikan kekuatan fiskal. Bahkan TNI/Polri terus mendisiplinkan protokol kesehatan, 3T, vaksinasi serta isolasi terpusat.

Pada paripurna yang semarak dengan nuansa 17 Agustus, dìmana seluruh ruangan paripurna utama kantor DPRD Sulut ditata asri dengan berbagai ornamen dan beraneka bunga yang menampilkan nuansa warna kebangsaan Merah Putih sebagai pembangkit semangat patriotisem dalam menjalankan amanat rakyat meskipun ditengah kondisi sulitakibat pandemi covid 19.(*/ADVERORIAL/Josh)

Manado, Sulutnews.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara bersama Pemerintah Provinsi menetapkan Rancangan Pembangunan Jangkah Menegah Daerah (RPJMD) Sulut tahun 2021-2026 menjadi Peraturan Daerah. Penetapan ditandai dengan penandatanganan dokumen RPJMD oleh Ketua DPRD Sulut Fransiskus Andy Silangen Wakil Ketua Vicktor Mailangkay dan Billy Lombok dan Wakil Gubernur Steven OE Kandouw didampingi Oleh Sekertaris Provinsi Edwin Silangen dan Ketua Pansus pembahas RPJMD Vonny Paat lewar rapat paripurna DPRD Selasa (10/8/2021) siang.

 

Saat membuka paripurna yang dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat karena hanya dihadiri oleh 25 persen undangan sebagai upaya memutus penyebaran virus covid 19 tersebut, Ketua DPRD Sulut Fransiskus Andy Silangen menyampaikan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berdampak pada kondisi perekonomian masyarakat yang menimbulkan kesulitan kepada masyarakat kiranya dapat dicermati dengan lebih jeli lagi untuk melakukan penghematan diberbagai bidang dan melaksanakan sejumlah program terobosan yang berpihak pada kepentingan masyarakat terutama disektor Kesehatan, Pendisikan dan Sosial Kemasyarakatan.

 

Sementara itu, saat membacakan rekomemdasi Pansus terhadap pelaksanaan RPJMD tahun 2021-2026, Vonny Paat menegaskan 14 point penting yang akan menjadi prioritas, untuk nantinya dijabarkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah dalam APBD untuk disinergikan sasaran dan arah kebijakan dalam penyusunan Rencana Strategi (Renstra) perangkat daerah dan Rencana Kerja (Renja) setiap tahun anggaran.

Pemerintah Sulut diharapkan untuk dapat berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten Kota dalam pelaksanaan pembangunan dan kegiatan dikarenakan lokasi pembangunan berada diwilayah Kabupaten Kota dengan memprioritaskan sektor Kesehatan, Pendidikan, Usaha Mikro Kecil Menegah, Perikanan, Pertanian, Peternakan, yang berhubungan langsung dengan pelayanan dan kesejahtraan masyarakat terutama dalam upaya pemulihan ekonomi dimasa pandemi covid 19.

Penetapan RPJMD 2021-2024 diharapkan visi pembangunan OD-SK menjadikan Sulut Maju dan Sejahtra sebagai pintu gerbang Indonesia di Asia Pascifik dapat terwujut dan diterjemahkan lewat lima Misi yaitu peningkatan kwalitas SDM, pengutana ekonomi yang bertumpu pada industri Pertanian, Perikanan, Pariwisata dan Jasa, Pembangunan Infrastruktur dan Perluasan Konektifitas pembangunan daerah yang berkelanjutan serta pemerintahan yang berkelanjutan yang baik dan bersih didukung sinerfitas antar daerah.

 

Pada paripurna tersebut juga disampaikan Pemandangan akhir Fraksi - fraksi terhadap penetapan RPJMD dimana oleh Wakil Gubernur dijawab bahwa arah dan kebijakan pelaksanaan pembangunan Sulut tidak memilih dan menganak emaskan daerah tertentu semua dilakukan diatas plafon kerja untuk seluruh rakyat Sulut. Strategi pembangunan lima tahun dengan fòkus pada pelayanan publik masa covid 19 saat ini menjadi hal mutlak dilakukan yakni ketersediaan Oksigen, Ventilator dan Tunjangan tenaga kesehatan (Nakes). Terima kasih Anggota DPRD Sulut tidak henti- hentinya mengingatkan Pemerintah tentang bagaimana mengutamakan ketersediaan fasilitas dalam menangani pasien darurat covid 19," ungkap Kandouw.

 

Rapat paripurna penetapan RPJMD 2021-2026 kali ini lebih diarahkan pada penanganan kondisi darurat covid 19 dengan tidak mengabaikan prioritas pembangunan disektor yang bersentuhan langsung dengan peningkatan ekonomi rakyat dengan tujuan agar apa yang menjadi harapan masyarakat dapat segera diatasi, ini yergambar dari berbagai kepentingan masyarakat yang dituangkan dalam 14 catatan  yang direkomemdasikan pansus dan telah masuk dalam rancangan RPJMD.

 

Perhatian pemerintah provinsi masa kepemimpinan pasangan OD-SK  saat ini patut diapresiasi, karena dapat melihat secara global apa yang dirasakan oleh rakyat sulut, seperti terkait perhatian disektor peternakan jenis hewan tertentu, dimana usaha ternak Babi yang menjadi penyangga ekonomi masyàrakat kini juga terakomodir dalam rencana strategis." Saya salut dengan kepemimpinan OD - SK yang telah mampu mengesampingkan perbedaan warna politik dan mengutamakan kepentingan kebutuhan rakyat diatas kepentingan politik," kata Priscilla Cindy Wurangian anggota Fraksi Golkar DPRD Sulut. (Advetorial/ josh tinungki)

Berikan 8 Catatan Strategis Terkait Pertanggungjawaban APBD 2020

Manado, Sulutnews.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara kembali menetapkan Pengambilan keputusan terhadap rancangan Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Utara tentang Pertanggungjawaban APBD Tahun 2020 menjadi Peraturan Daerah. Pengambilan keputusan terhadap Ranperda APBD tahun anggaran 2020 dilaksanakn melalui rapat paripurna yang dipimpin langsung Kerua DPRD Sulut Fransiskus Andy Silangen dan dihadiri oleh Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steweno OE Kandouw.

Saat menyampaikan sambutannya Gubernur Olly Dondokambey mengatakan penetapan pertanggungjawaban APBD 2020 menjadi Peraturan Daerah adalah salah satu tahapan dalam siklus penyelenggaraan pemerintahan agar terjadi kesinambungan pembangunan daerah yang berkorelasi dengan pembangunan nasional sehingga keberhasilan proses pembangunan mampu diukur untuk kemudian dijadikan patokan pada pelaksanaan program dalam APBD selanjutnya.

 

Dalam kaitan penetapan Ranperda APBD tahun 2020 menjadi Perda, sebagaimana hasil pembahasan Badan Anggaran DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah, yang dibacakan oleh Anggota DPRD Amir Liputo, diuraikan jika pengambilan keputusan terhadap ranperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2010 didasarkan pada pembangunan yang menjadi tanggung jawab bersama dan pembangunan yang bermakna sebuah perubahan.

 

Kita harus menjalankan pembangunan yang berkesinambungan dengan mengikuti persyaratan dengan merupakan protokol kesehatan dalam rangka pencegahan dan pengendalian covid 19 komponen Pembangunan Daerah ini untuk senantiasa bersinergi dalam melakukan percepatan di sektor-sektor strategis pembangunan pemulihan kondisi daerah dan negara yang maju di Asia Pasifik. Situasi pandemi covid 19 kita belum tahu sampai kapan ini bisa berakhir tapi saya percaya dan yakin keberadaan pemerintahan OD-SK  bersama DPRD mampu menyelenggarakan pemerintahan yang baik.

 

Ada sedikitnya 8 catatan strategis yang menjadi perhatian DPRD dalam kaitan fungsi pengawasan yang diberikan terhadap pelaksanaan pertanggungjawaban APBD tahun 2020 diantaranya terkait program pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) harus didukung dengan SDM yang berkopetensi, penyerapan anggaran dapat lebig dioptimalkan serta mengevaluasi kinerja SKPD, Penanganan Covid 19 dapat lebih dipersiapkan termasuk alokasi anggaran, Penonaktifan kartu BPJS dan KIS dalam Anggaran APBD harus memiliki mekanisme, indikator dan tolak ukur yang jelas agar peserta tidak kebingungan seperti apa mekanisme yang akan dilakukan pasca penonaktifan.

 

Pelaksanaan paripurna penetapan Ranperda pertanggungjawab APBD Tahun 2020 menjadi Ranperda  yang digelar Rabu (30/6/2021) tersebut dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan dan dihadiri jajaran SKPD dilingkup pemerintah Provinsi Sulut. (Advetorial/DPRD Sulut)

Sulut, Sulutnews.com – Merespon Permintaan Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan jumlah vaksinasi diseluruh daerah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) menaruh perhatian besar mengejar target program vaksinasi untuk melindungi masyarakat dari ancaman Covid-19.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dengan sigap meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi yang dilaksanakan di kabupaten/kota se Sulawesi Utara.

Kehadiran Gubernur Olly tersebut mendorong serta mempercepat kuota vaksin yang ditargetkan agar segera tercapai. Kegiatan vaksinasi di sejumlah lokasi yang tersebar di Bumi Nyiur Melambai ini, memang harus dilakukan guna menjadikan setiap warga Sulut, kuat dan kokoh serta sehat dalam beraktivitas, meski di tengah pandemi Covid-19.

Bahkan lebih dari itu, kehadiran Gubernur Olly sangat mempengaruhi masyarakat dalam memberi diri divaksin serta berhasil menyadarkan masyarakat tentang pentingnya vaksinasi untuk menangkal Covid-19, apalagi Virus Delta sebagai varian terbaru Covid-19 yang telah merajalela dimana-mana.

Masyarakat menyatakan salut kepada Pemprov Sulut khususnya Gubernur Olly atas sinergitas dengan Forkopimda yang telah turun langsung melihat dari dekat vaksinasi sampai ke pulau-pulau, yang diawali.di Balai Desa Tumaluntung Minahasa Utara (Minut) pada Rabu (16/06/2021).

Pada kesempatan itu, gubernur didampingi Bupati Minut Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung.

Selanjutnya, gubernur meninjau vaksinasi di  objek wisata Pantai Ranowangko, Kecamatan Minahasa, Jumat (18/6/2021). “Vaksinasi di tempat wisata ini merupakan program baru untuk mencegah penyebaran Covid 19. Kita siapkan posko lalu memberikan vaksin kepada semua yang datang,” kata gubernur. Sasarannya agar tempat berkumpulnya orang, semua sudah divaksin, baik tamu maupun karyawan.

Gubernur juga melihat bahwa wilayah Tondano Pantai sedang tren, sehingga banyak orang berkunjung terutama di hari libur. “Kita jemput bola dan bekerja sama dengan pengelola wisata dan Pengunjung yang datang kita vaksin. Kalau tidak mau jangan dikasih masuk, supaya tidak kena dampak yang lain,” ungkap Olly.

Pemberian vaksinasi secara luas terus digencarkan. Kali ini, sasarannya masyarakat yang ada di Desa Talise Minut. Gubernur Olly didampingi Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) VIII Brigadir Jenderal TNI (Mar) I Wayan Ariwijaya SE CFrA, melakukan peninjauan pemberian Vaksinasi Covid-19 yang dilakukan Lantamal VIII di Kampung Bahari Nusantara (KBN) TNI AL yang berada di Desa Talise, Kabupaten Minahasa Utara, Senin (21/6/2021).

Gubernur Olly pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa vaksinasi Covid-19 tersebut merupakan program pemerintah dalam rangka memutus mata rantai penularan Covid-19.

“Saat ini kita laksanakan salah satu program Kampung Bahari Nusantara yaitu cluster kesehatan, di mana semua masyarakat yang berada di KBN Talise kita berikan vaksinasi Covid-19,” ujar Gubernur Olly.

Selain di KBN TNI AL Desa Talise, dengan menggunakan jet ski Gubernur Sulut bersama dengan Forkopimda Provinsi Sulut juga melakukan peninjauan serbuan Vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat yang berada di beberapa pulau diantaranya Pulau Gangga, Lihaga dan Pulau Talise.

Saat mengunjungi pulau Talise rombongan Gubernur mengunjungi kegiatan vaksinasi di Kampung Bahari Nusantara Talise. Gubernur menyampaikan pesan kepada masyarakat agar mengikuti anjuran pemerintah untuk vaksinasi Covid-19 dan tetap menjaga kesehatan terutama dengan melaksanakan protokol kesehatan yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Kegiatan vaksinasi di Kampung Bahari Nusantara Talise melibatkan puluhan tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Lantamal VIII dan Dinas Kesehatan Provinsi Sulut, dengan ratusan vaksin Astrazeneca.

Sementara itu, Wali Kota Bitung Maurits Mantiri, mengatakan akan terus melakukan segala upaya guna mempercepat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dengan menargetkan 1.000 warga per hari, dimulai Senin (21/06/2021) di tiap Puskesmas dan lokasi lainnya.

Berkat kerja sama seluruh pihak, pada hari pertama vaksinasi, jumlah warga yg divaksin 1.309 orang, melebihi target yang ditetapkan. Olehnya pada hari Selasa, Pemkot. Bitung menaikkan targetnya menjadi 2.500 orang per hari.

“Hari ini target kami coba naiknya menjadi 2.500 orang yang divaksin, karena kami yakin perangkat pemerintah kepala lingkungan, ketua RT, lurah dan camat akan mengarahkan masyarakat untuk mau divaksin,” tuturnya.

Untuk memastikan pemberian vaksin, Gubernur Olly secara khusus juga menyasar wilayah perbatasan. Hal itu sebagai komitmen, bahwa warga Sulut telah divaksin.

Percepatan pemberian vaksin kembali dipusatkan di Balai Kelurahan Kasawari Kecamatan Aertembaga Kota Bitung, Selasa (22/6/2021).

Dalam pantauan, Gubernur Olly mengungkapkan bahwa Pemprov Sulut menargetkan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 berjumlah 100 ribu vaksin, hingga akhir bulan Juni 2021. “Target itu bisa tercapai, jika seluruh 15 kabupaten/kota se-Provinsi Sulut punya target setiap hari, berapa banyak jumlah warga yang divaksinasi Covid-19,” ungkapnya.

Gubernur memberikan apresiasi kepada Pemkot Bitung atas upaya yang dilakukan, dan berharap agar dapat diteladani oleh Kabupaten/Kota lain di Sulut guna mempercepat proses vaksinasi Covid-19.

“Seperti di Kota Bitung punya target 1.000 orang per hari. Kabupaten/kota lain harus mengikuti jejak Pemkot Bitung dalam percepatan vaksinasi Covid-19 dengan melibatkan semua pihak,” tambahnya.

Guna memperlancar proses vaksinasi di Sulut, Gubernur meminta kepada seluruh pemerintah kabupaten/kota untuk fokus pada pelaksanaan vaksinasi, dan Pemprov Sulut akan mendukung dengan menyediakan pasokan vaksin.

“Kabupaten/kota fokus saja mengajak masyarakat agar mau divaksin agar semua masyarakat terlindungi. Soal stok tidak usah kuatir, itu urusan saya. Mudah-mudahan minggu depan, akan ketambahan lagi vaksin dari pemerintah pusat. Ditambah dengan stok 100 ribu yang ada saat ini,” tandasnya.

Kali ini Gubernur Olly bersama Forkopimda Sulut, memantau langsung hingga ke Kabupaten Kepulauan Talaud, Kamis (24/6/2021).

Kedatangan Gubernur Olly bersama rombongan di Bandara Melonguane disambut Bupati Talaud Elly Lasut disertai dengan tarian adat Porodisa. Selanjutnya Gubernur bersama Forkopimda menuju Desa Kakorotan Kecamatan Nanusa (Wilayah Perbatasan) Kabupaten Kepulauan Talaud dengan menggunakan KRI Kakap

Di Desa Kakorotan, Gubernur Olly bersama rombongan disambut para siswa SD dan SMP.

Sesampainya di lokasi kegiatan, Gubernur Olly langsung memantau pelaksanaan vaksinasi yang sudah memasuki hari kelima. Setiap harinya ada sekitar 30 orang disuntik vaksin. Melihat antusias masyarakat, Gubernur optimis target yang ditetapkan oleh Pemerintah Desa sejumlah 500 orang, akan dapat dipenuhi.

“Sebelumnya kita sudah meninjau di Manado dan sekitarnya. Sekarang di Sangihe dan Talaud. Seluruh masyarakat harus divaksin agar supaya mereka tidak takut menerima tamu karena mereka sudah kebal, sehingga ekonomi dapat berjalan baik,” tutur Olly.

Olly mengatakan vaksin dilakukan bagi seluruh masyarakat di pulau guna mencegah dari penyebaran virus Corona. Olehnya pelaksanaan vaksinasi di daerah kepulauan menjadi prioritas. “Saya pesan seluruh pulau jangan takut divaksin, supaya di sini tidak ada hambatan, tidak takut terjangkit dengan Virus Corona,” jelasnya.

“Kekurangan vaksin, kita akan drop lagi. Nakes (tenaga kesehatan) untuk lakukan vaksin massal. Tapi lebih dulu di pulau supaya terkonsentrasi,” tambahnya.

Gubernur Olly menjelaskan, hingga kini pelaksanaan vaksin di Sulut, sudah berada di angka 400 ribu. Target kami 1,4 juta penduduk di Sulut atau 70 persen tercapai hingga bulan Desember 2021.

Selanjutnya, Gubernur menyerahkan bantuan dari Cadangan Pangan Pemerintah Daerah Provinsi Sulut yang dikelola oleh Dinas Pangan Daerah, berupa beras sebanyak 26,05 ton kepada masyarakat terdampak cuaca ekstrim angin kencang dan gelombang tinggi.

Bantuan ini tersebar di Kecamatan Kepulauan Miangas bagi 288 KK sebanyak 5,15 ton dan Kecamatan Nanusa 1.073 KK tersebar di 9 desa sebanyak 20,90 ton. Penyerahan bantuan diserahkan Gubernur Olly lewat Bupati Talaud Elly Lasut, diawali pada masyarakat Desa Kakorotan sebanyak 3.750 Kg untuk 195 KK.

Gubernur Olly juga berjanji akan membantu lagi Kakorotan yang merupakan salah satu desa terpencil di Sulut itu. “Sudah disampaikan tadi. Seperti perbaikan jalan lingkar, bantuan listrik dan bantuan rumah ibadah,” tegasnya.

Dalam kesempatan Bank SulutGo (BSG) ikut menyerahkan bantuan berupa seperangkat kursi dan meja. Direktur Utama BSG Revino Pepah berharap bantuan yang diberikan ini tidak dilihat dari jumlahnya, melainkan dari fungsinya, karena ini sesuai dengan permintaan desa, khususnya lembaga adat untuk keperluan pengurus dan anggota adat.

“Walaupun nilainya ekonomis mungkin belum terlalu signifikan, tapi fungsinya sangat diperlukan desa ini,” ujarnya sembari menambahkan bahwa BSG berkomitmen untuk membantu daerah-daerah di pulau perbatasan.

Dalam kunjungan ini, turut hadir, Ketua DPRD Sulut Andi Silangen, Sekprov Edwin Silangen, serta Pejabat Tinggi Pratama di lingkup Pemprov. Sulut.

Diketahui, Gubernur Olly bersama Ketua Tim Penggerak PKK Sulut, Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan mengadakan kunjungan ke Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Jumat (25/6/2021).

Gubernur Olly dan istri mengawali kunjungannya di Desa Makaaroyen Kecamatan Modoinding, Minsel, sentra holtikultura Provinsi Sulawesi Utara. Kunjungan ini dalam rangka Pencanangan Kawasan Desa Hortikultura, yang diselenggarakan oleh TP-PKK Prov. Sulut.

Selanjutnya Gubernur bersama istri berkesempatan memanen kentang dan menanam bibit kentang di daerah yang terkenal sebagai penghasil kentang.

Dalam kesempatan Gubernur Olly turut meninjau pelaksanaan program vaksinasi Covid-19.

Gubernur menyampaikan, Pemprov Sulut tetap serius menangani pandemi Covid-19 di bumi Nyiur Melambai yaitu dengan pelaksanaan vaksinasi. Melalui Satgas Covid-19 yang terus memacu penyuntikan vaksin ke masyarakat dengan menetapkan target 100.000 orang divaksin dalam dua pekan ini, “Bulan Juni 100.000 sejak Minggu kemarin. Ternyata mendekati target,” tuturnya.

Gubernur optimistis target dapat dicapai karena didukung oleh kabupaten/kota yang mematok target vaksinasi ribuan orang per hari. “Dengan demikian, Gubernur menargetkan jika pasokan vaksin dari pusat lancar, maka 1,2 juta warga Sulut dapat menerima vaksin hingga Desember 2021” ungkapnya

 

Selanjutnya Gubernur Olly dan istri melakukan kunjungan di Desa Ranoyapo, Kecamatan Ranoyapo dalam rangka Pencanangan Desa Keluarga Gagah Bencana. (Advertorial Diskominfo Sulut)

Sulut, Sulutnews.com – Kehadiran Dr (HC) Puan Maharani Ketua DPR RI bagi Sulawesi Utara sangatlah membanggakan karena mendapatkan kunjungan yang  luar biasa ketika hadir di Sulut selama kurang lebih 3 hari.

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE, dan Wakil Gubernur Drs Steven O.E Kandouw menerima kedatangan Ketua DPR RI DR (HC) Puan Maharani yang melakukan kunjungan Kerja di Provinsi Sulawesi Utara.

Kedatangan Puan ini untuk melakukan pertemuan bersama segenap Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Kepala Daerah se Provinsi Sulut yang dilakukan di ruang Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Senin (07/06/2021).

Dalam sambutannya Gubernur Olly Dondokambey mengatakan bahwa Provinsi Sulawesi Utara walaupun dilanda adanya Pandemi Covid-19 namun tetap bersyukur karena penanganannya dirasakan aman dan terkendali, serta adanya kerja sama dengan seluruh stekholder terkait dan Kepala Daerah sebagai Ketua Gugus Tugas Pengendalian Covid-19,

“Mudah-mudahan dengan program Sulut Sehat dalam rangka menghadapi Covid dengan target 2500 orang setiap hari yang harus di vaksin dapat terlaksana dengan melihat ketersediaan Vaksin yang ada di Sulut,” harap Gubernur Olly.

Kesempatan ini, Gubernur Olly melaporkan luas daerah provinsi Sulawesi Utara yaitu 13.000 k/M3 dengan jumlah penduduk sebanyak 2,6 Juta Jiwa yang terdiri dari 11 Kabupaten dan 4 Kota dengan rincian 171 kecamatan dan 1.839 Desa dan Kelurahan, serta memiliki 287 pulau dimana 59 berpenghuni dan 228 lainnya belum berpenghuni.

“Secara khusus saya laporkan kepada ibu Ketua DPR RI bawa situasi kondisi di daerah Sulawesi Utara pertumbuhan ekonominya sangat baik, karena dalam situasi pandemi covid kita berada di positif 1,87 % Begitu juga dengan tingkat inflasi tetap terkendali karena BI di Sulut bekerja dengan maksimal,” urai Gubernur Olly.

Pada kesempatan ini Ketua DPR-RI Puan Maharani memberikan apresiasi dengan potensi dan keindahan alam yang ada di daerah kepulauan yang menurutnya masih asri dan alami,

“Kemarin saya diajak Pak Gubernur untuk melihat pulau-pulau yang ada di Sulawesi Utara, bukan hanya Bunaken banyak sekali pulau-pulau terpelihara indah natural, asri dan alami,” jelas Puan Maharani,

Kesempatan ini Putri dari Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri Putri ini bersama ODSK mulai menelusuri pulau-pulau yang ada di Kecamatan Likupang, dan mengagumi keindahan alam yang ada.

Provinsi Sulawesi Utara mempunyai berbagai potensi perekonomian untuk dikembalikan, mulai dari kemaritiman, pertanian, perkebunan serta Potensi Pariwisata.

“Seperti yang dilaporkan kepada saya bahwa vaksin di Sulawesi Utara sementara ini baru mencapai 13% dari target 80% masyarakat yang ingin divaksin saya tanya apa kendalanya?,” Tanya puan.

Puan juga menjelaskan pelaksanaan Vaksin di Sulut harus dapat terus dipercepat karenanya saat ini telah membawa Wakil ketua Komisi IX DPR RI untuk dapat membantu menyampaikan hal ini pada kementerian Kesehatan agar Vaksinasi di Sulut dapat segera dipercepat.

“Bapak Ibu yang saya hormati Sulawesi Utara merupakan salah satu daerah yang masih sedang bertumbuh, tadi disampaikan Pak Gubernur positif 1,8 secara ekonomi walaupun kita sedang menghadapi Covid, ini satu hal yang luar bisa, saya sampe tanya bener Ndak sih? Benar karena Sulut hasil ekonominya ditopang oleh pertanian, perkebunan, perikanan kelautan sehingga tetap berjalan,” kata Puan.

Dari 34 provinsi yang ada di Indonesia provinsi Sulawesi Utara merupakan Provinsi nomor 5 terbaik pertumbuhan ekonominya, “Kesempatan ini saya berikan apresiasi pada Forkopimda yang sudah bergotong royong membangun menjaga Provinsi ini dengan 11 Kabupaten dan 4 Kota hingga perekonomiannya tetap terjaga,” puji Puan Maharani yang disambut applaus tepuk tangan.

Hadir dalam kesempatan ini, segenap Bupati/wakil Bupati, Walikota dan Wakil Walikota, serta Forkopimda yang ada di Provinsi Sulawesi Utara. (/ADVETORIAL DISKOMINFO SULUT)

Manado, Sulutnews.com - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dibawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven O.E. Kandouw berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi Sulut di tengah pandemi Covid-19.

Terbukti, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulut mencatat adanya pertumbuhan ekonomi sebesar 1,87% year-on-year (y-o-y) di Sulut pada Triwulan I Tahun 2021 ini. Pencapaian ini lebih baik dari tahun 2020 yang mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar minus 0,99 persen.

Berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku Triwulan I-2021 mencapai Rp 33,39 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 21,78 triliun.

Dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh hampir semua lapangan usaha, dengan pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Industri Pengolahan yang tumbuh sebesar 13,29 persen.

Struktur PDRB Sulut menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku pada triwulan I-2021 didominasi oleh lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor; Konstruksi; dan Industri Pengolahan, dengan share masing-masing sebesar 21,07 persen; 13,01 persen; 11,83 persen dan 10,98 persen.

Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara triwulan I-2021 (y-o-y), Industri Pengolahan memiliki sumber pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 1,32 persen, diikuti Konstruksi sebesar 1,10 persen serta Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 0,57 persen.

Sedangkan di sisi Pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh sebesar 3,02 persen.

Kepala BPS Sulut Asim Saputra beberapa waktu lalu menyebut dari 17 kategori lapangan usaha yang ada, terdapat beberapa sektor lapangan usaha yang memberikan sumbangsih terhadap pertumbuhan ekonomi Sulut.

 “Sekira 13 lapangan usaha yang tumbuh positif pada Triwulan I 2021, sementara ada empat yang terkontraksi karena situasi belum memungkinkan mereka pulih sama seperti sebelum pandemi,” katanya.

Peningkatan yang signifikan pada lapangan usaha Industri Pengolahan ditopang oleh aktivitas Industri Besar Sedang khususnya Industri Makanan dan Minuman yang mengalami peningkatan.

Secara umum, hampir semua lapangan usaha tumbuh positif. Beberapa lapangan usaha yang mendorong pertumbuhan ini diantaranya Industri Pengolahan (13,29 persen), Pengadaan Listrik, Gas, dan Produksi Es (9,93 persen), dan Konstruksi (8,66 persen).

“Sejalan dengan produk unggulan Sulut yakni komoditi lemak dan minyak yang mengalami peningkatan ekspor. Pertumbuhan lapangan usaha Pengadaan Listrik, Gas, dan Produksi Es didorong oleh peningkatan volume listrik yang terjual utamanya kepada konsumen rumah tangga, industri dan layanan khusus,” ujar Kepala BPS Sulut.

Sementara itu untuk aktivitas konstruksi, kegiatan pembangunan infrastruktur dan proyek-proyek strategis sudah mulai berjalan pada Triwulan I 2021.

Diketahui, membaiknya sektor ekonomi Sulut juga diikuti menurunnya Tingkat pengangguran terbuka (TPT) Februari 2021 sebesar 7,28 persen, turun 0,09 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2020.

Jumlah angkatan kerja pada Februari 2021 sebanyak 1,23 juta orang, naik 3,99 ribu orang dibanding Agustus 2020. Penduduk yang bekerja sebanyak 1,14 juta orang, meningkat sebanyak 4,77 ribu orang dari Agustus 2020.

Struktur PDRB Sulut menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku pada triwulan I-2021 didominasi oleh lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor; Konstruksi; dan Industri Pengolahan, dengan share masing-masing sebesar 21,07 persen; 13,01 persen; 11,83 persen dan 10,98 persen.

Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Sulut triwulan I-2021 (y-o-y), Industri Pengolahan memiliki sumber pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 1,32 persen, diikuti Konstruksi sebesar 1,10 persen serta Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 0,57 persen.(Advetorial Diskominfo Sulut)

Kerja Hebat OD-SK, Sukses Raih WTP Atas LKPD 2020

Manado, Sulutnews.com - Penyerahan Laporan hasil Pemeriksaan BPK RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Provinsi Sulawesi Utara tahun 2020 termasuk rencana aksi yang telah direncanakan kembali berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Saat membacakan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK-RI pada rapat paripurna yang dipimpin langsung Ketua DPRD Sulut Franaiakus Andy Silangen, Senin (3/5/2021) di kantor DPPRD Sulut tersebut, Dr Isma Yatun, anggota IV BPK-RI menyampaikan LKPD Sulut tahun 2020 yang telah diperiksa mempunyai kwalitas informasi yang cukup handal.

"Selamat kepada Pemerintah Provinsi Sulut yang telah berhasil mempertahankan Opini WTP, semoga capaian dan prestasi ini menjadi momentum untuk lebih mendorong terciptanya akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan daerah sehingga dapat menjadi kebanggaan bersama yang patut dipertahankan," ungkap Isma Yatun.

Sementara itu saat menyampaikan sanbutannya Gubernur Olly Dondokambey menyatakan opini Wajar Tanpa Pengecualian bukanlah kata akhir, tetapi bagaimana kita dapat melaksanakan tugas pemerintahan sesuai dengan aturan yang ada, transparansi harus dikedepankan sehingga masyarakat bisa melihat secara langsung kinerja pemerintah tanpa ada batas atau sekat ." Saya sangat bertrima kasih karena apa yang dilakukan selama ini termasuk kerja sama dengan legislatif berjalan sesuai dengan kewenangan masing- masing," ungkap OD.

Meski LKPD Pemerintah Sulut tahun 2020 mendapatkan Opini WTP, namun BPK RI memberikan catatan dimana dalam hal belum tersedianya mekanisme yang mengatur tentang tata pengesahan dan pelaporan atas belanja yang bersumber dari dana bos, juga kelemahan dalam sistim pengelolaan aset tetap yaitu masih adanya penatausahaan dan pengamanan aset yang tidak dilaksanakan secara maksimal, dan soal keterlambatan pelnyelesaian pekerjaan dan adanya kekurangan volume pekerjaan yang terjadi setiap tahun sehingga perlu dibuat mekanisme yang bisa mengeliminir masalah dan pemprov perlu meningkatkan pengawasan secara rutin selama proses pekerjaan berlangsung.

Prestasi kerja Hebat OD- SK yang berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Provinsi Sulawesi Utara tahun 2020 mendapatkan apresiasi dari Ketua DPRD Sulut Fransiskus Andi Silangen. Saat memimpin Rapat Paripurna penyampaian LHP BPK-RI Silangen mengatakan kinerja Hebat dan respon yang cepat dalam me gantisipasi pembangunan daerah terutama disaat awal terjadinya pandemi Covid 19 adalah bukti kinerja maksimal.

"pemerintahan ODSK telah berhasil menjaga kestabilan keberlangsungan pembangunan daerah sekalipun harus diperhadapkan dengan situasi krisis," ungkap FAS.

FAS juga berharap sinergitas yang sudah terjalin bersama Forkopimda agar terus dipertahankan dan dilanjutkan juga kerja bersama dari segenap Anggota DPRD Sulut sehingga opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diraih Pemerintah Provinsi Sulut dibawa kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw agar terus juga dipertahankan." Kebersamaan dan saling mensuport, juga  kerja hebat yang ditampilkan serta komitmen kuat atas tugas kedewanan patut juga siberi apresiasi," ungkap FAS

Silangen berharap, Pemprov kiranya dapat mempertahankan prestasi ini. Dengan dukungan DPRD Sulut dalam mengimplementasikan cek and balance ditengah dinamika pemerintah daerah." Raihan WTP kiranya dapat terus memacu kinerja dalam pelaksanaan rugas kedewanan sebagai representasi masyarakat atas tugas dan pelaksana kedaulatan masyarakat Sulut," pungkas FAS.

Diketahui DPRD Provinsi Sulawesi Utara menggelar rapat paripurna. Dengan agenda penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Provinsi Sulawesi Utara Tahun Anggaran 2020, Senin (3/5/2021). juga dihadiri pejabat BPK RI di Manado, Forkopimda Sulut, Wakil Gubernur Steven OE Kandouw, Wakil Ketua DPRD Sulut Victor Mailangkay serta pejabat struktural dilingkup pemerintah Provinsi.

Atas prestasi pemerintahan OD SK yang sudah 5 kali secara berturit tirit mensapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian atas LKPD ini membuktikan bahwa pemerintahan Provinsi berjalan dengan baik dan mampu melakukan perimbangan pebiayaan atas keuangan daerah dalam melaksanakan kewajiban untuk pelaksanaan program pembanhunan " Sangat patut diapresiasi dan ini adalah sebuah prestasi yang perlu terus dipertahankan, karena dengan WTP ibarat sebuah badan usaha Pemerintah Provinsi dalam kondisi Sehat," ungkap Ronal Sampel Anggota DPRD Sulut.

Hal yang sama juga disampaikan Anggota DPRD Sulut Melky Jakhin Pangemanan (MJP) yang berharap opini BPK RI atas LKPD yang sudah 5 kali berturut turiut menandakan Pemerintahan OD-SK sukses menjalankan amanat rakyat Sulawesi Utara, berbagai capaian yang dilaksanakan bahkan mampu melakukan program inovatif meskipun ditengah pandemi Covid 19 yang masih terus berlangsung " Kerja sama dari berbagai stakeholder di Provinsi Sulawesi Utara, termasuk DPRD Sulut juha menjadi hal mendasar sehingga WTP dapat terus dipertahankan," ungkap MJP

Dalam paripurna yang juga sihadiri Forum Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Utara dan juga para pejabat dilingkup BPK RI di Manado serta pejabat dilingkup pemerintah Provinsi Sulawesi Utara tersebut juga adalah sukses kerja sekertariat DPRD Sulut di bawa Pimpinan Sekertaris DPRD Glady Kawatu yang selalu sukses dalam setiap pelaksanaan rapat- rapat Paripurna" Peran Sekertariat DPRD dalam pelaksanaan tugas juga menjadi bagian dari sukses WTP yang diraih oleh Pemerintah Provinsi" ungkap Jongky Limen Sekertaris Komisi III DPRD Sulut.(ADVETORIAL/josh tinungki)