Menu ✖

Mode Gelap
Breaking News : Polnustar Kembali Mewisuda 136 Mahasiswa Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau

Bitung · 9 Sep 2026 20:24 WITA ·

Erupsi Anak Krakatau, PELNI Pantau Keselamatan Pelayaran


Erupsi Anak Krakatau, PELNI Pantau Keselamatan Pelayaran Perbesar

BITUNG – Penumpang kapal PELNI tidak perlu khawatir dengan kondisi pelayaran di tengah dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Pelni memastikan aspek keselamatan menjadi perhatian dalam setiap perjalanan kapal.

Kondisi perairan, cuaca, aktivitas vulkanik serta perkembangan situasi di lapangan terus dipantau melalui koordinasi dengan stakeholder terkait.

Langkah tersebut dilakukan agar setiap perjalanan dapat dilaksanakan dengan memperhatikan kondisi operasional dan keselamatan pelayaran.

Sekretaris Perusahaan PELNI, Ditto Pappilanda, mengatakan transportasi laut PELNI dapat menjadi salah satu alternatif mobilitas masyarakat, khususnya ketika terjadi penyesuaian pada layanan transportasi udara.

“Dalam situasi seperti ini, PELNI berupaya memastikan konektivitas masyarakat tetap tersedia melalui transportasi laut.

Kami mengajak masyarakat yang membutuhkan perjalanan dari Jakarta untuk mempertimbangkan kapal PELNI sebagai salah satu alternatif, dengan tetap memperhatikan jadwal keberangkatan dan ketersediaan tiket,” ujar Ditto.

Dari Pelabuhan Tanjung Priok, sejumlah kapal PELNI melayani perjalanan menuju berbagai kota, termasuk Surabaya dan sejumlah wilayah di Indonesia bagian timur.

Bagi masyarakat yang hendak menuju Sulawesi Utara, salah satu kapal yang memiliki konektivitas langsung ke Bitung adalah KM Nggapulu. Kapal ini melayani rute Surabaya–Makassar–Baubau–Namlea–Ambon–Ternate hingga Bitung.

Kepala Cabang PELNI Bitung, Nurul Azhar, mengatakan keselamatan penumpang dan awak kapal menjadi prioritas dalam setiap pelaksanaan pelayaran.

“PELNI Cabang Bitung terus memantau perkembangan kondisi operasional dan informasi dari stakeholder terkait.

Prinsip utama kami adalah memastikan setiap pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan aman, tertib dan sesuai dengan ketentuan keselamatan pelayaran,” kata Nurul.

Menurutnya, kondisi alam dan perkembangan cuaca maupun aktivitas vulkanik menjadi bagian penting yang harus terus dipantau dalam penyelenggaraan transportasi laut.

“Kami tidak hanya melihat aspek kelancaran perjalanan, tetapi juga memastikan seluruh keputusan operasional mempertimbangkan faktor keselamatan.

Jika terdapat perkembangan kondisi yang memerlukan penyesuaian, tentunya akan kami koordinasikan sesuai prosedur yang berlaku,” ujarnya.

Nurul juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan menggunakan kapal PELNI untuk memastikan informasi keberangkatan sebelum menuju pelabuhan.

“Penumpang kami imbau untuk selalu mengecek jadwal keberangkatan melalui kanal resmi PELNI. Informasi perjalanan dapat berubah mengikuti kondisi operasional dan perkembangan di lapangan,” katanya.

Ia menambahkan, masyarakat tidak perlu khawatir selama seluruh perjalanan dilaksanakan berdasarkan prosedur keselamatan dan koordinasi dengan pihak terkait.

“Yang terpenting adalah masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan tidak mengambil keputusan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.

PELNI akan terus memberikan informasi resmi apabila terdapat perubahan jadwal atau operasional,” tutur Nurul.

Untuk perjalanan dari Jakarta menuju Surabaya dan sejumlah wilayah Indonesia timur, PELNI mencatat beberapa jadwal keberangkatan kapal sepanjang September 2026.

KM Nggapulu Voyage 17 dijadwalkan tiba di Tanjung Priok pada 7 September 2026 pukul 15.00 WIB dan berangkat pada 8 September 2026 pukul 20.00 WIB dengan rute Surabaya–Makassar–Baubau–Namlea–Ambon–Ternate–Bitung.

Selanjutnya, KM Nggapulu Voyage 18 dijadwalkan tiba di Tanjung Priok pada 21 September 2026 pukul 15.00 WIB dan berangkat pada 22 September 2026 pukul 18.00 WIB dengan rute yang sama hingga Bitung.

Sementara kapal lainnya yang melayani perjalanan dari Tanjung Priok antara lain KM Gunung Dempo Voyage 16, KM Labobar Voyage 17, KM Dobonsolo Voyage 16 Rute B, KM Gunung Dempo Voyage 17 dan KM Labobar Voyage 18.

PELNI mengingatkan bahwa jadwal perjalanan dapat mengalami perubahan sesuai kondisi operasional dan perkembangan situasi di lapangan.

Untuk mendapatkan tiket, masyarakat dapat menggunakan berbagai kanal pembelian resmi PELNI, antara lain aplikasi PELNI Mobile, website PELNI, Contact Center 162, loket cabang, serta berbagai mitra pembayaran dan penjualan tiket yang telah bekerja sama dengan PELNI.

“Sekali lagi kami mengimbau calon penumpang untuk memastikan tiket dan jadwal perjalanan melalui kanal resmi. Dengan begitu, masyarakat bisa mendapatkan informasi yang akurat sekaligus menghindari informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” kata Nurul Azhar.

PELNI saat ini mengoperasikan 84 kapal, terdiri atas 26 kapal penumpang, 30 kapal perintis, 18 kapal rede, 9 kapal tol laut dan 1 kapal ternak yang melayani konektivitas masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam menghadapi dinamika kondisi alam dan operasional, PELNI menjaga keberlangsungan layanan transportasi laut dengan tetap menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama.

Artikel ini telah dibaca 1,105 kali

Baca Lainnya

Polres Bitung Bekali Guru Cegah Perundungan di Sekolah 

13 Oktober 2026 - 22:46 WITA

Asap Karhutla Selimuti Bitung BMKG dan DLH  Imbau Gunakan Masker

13 Oktober 2026 - 18:19 WITA

Open House Pengucapan Syukur HUT Ke-36 Kota Bitung, Peserta Marpolex 2026 dari Jepang Jadi Tamu Wali Kota Hengky Honandar

11 Oktober 2026 - 23:28 WITA

Wali Kota Hengky Honandar Mengajak Delegasi Marpolex 2026 Saksikan Langsung Pengolahan Ikan Tuna Jadi Sashimi

11 Oktober 2026 - 20:34 WITA

Kapolres Arie Sulistyo Hadir di HUT Kota Bitung ke-36

10 Oktober 2026 - 21:50 WITA

Tiga Negara Gelar Latihan Penanggulangan Pencemaran Laut di Kota Bitung

10 Oktober 2026 - 21:15 WITA

Trending di Bitung