Manado, Sulutnews.com — Guna meningkatkan prestasi siswa dalam Tes Kemampuan Akademik (TKA), seluruh satuan pendidikan SMA dan SMK Negeri maupun Swasta di wilayah kerja Cabang Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulawesi Utara untuk Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) dan Minahasa Tenggara (Mitra) secara konsisten menyelenggarakan bimbingan belajar, pengayaan materi, serta simulasi ujian untuk tiga mata pelajaran utama: Matematika, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Daerah (Kacabdin) Dikda Sulut untuk wilayah Minsel dan Mitra, Arie Toloh, S.Pd., M.Pd., kepada wartawan Sulutnews.com, Kamis (10/9), melalui sambungan telepon.
Pelaksanaan TKA sendiri akan berlangsung secara serentak di seluruh Indonesia pada rentang akhir Oktober hingga awal November 2026, yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Menurut Arie Toloh, upaya bimbingan belajar, pengayaan materi, dan simulasi ujian telah digelar sejak beberapa bulan lalu dan akan terus berjalan hingga menjelang pelaksanaan TKA.
“Karena seluruh satuan pendidikan di wilayah kami melaksanakannya, saya optimis nilai TKA siswa untuk ketiga mata pelajaran yang diuji nantinya akan mengalami peningkatan,” ujar Kacabdin Arie Toloh.

Foto -Kepsek SMA Negeri 1 Amurang di Minsel Swingly Liow S.Pd
Jumlah Sekolah dan Sebarannya
Secara keseluruhan, terdapat 54 satuan pendidikan yang terlibat, dengan rincian sebagai berikut:
📌 Kabupaten Minahasa Selatan (37 Sekolah):
- SMA Negeri: 15 sekolah
- SMA Swasta: 5 sekolah
- SMK Negeri: 17 sekolah
- SMK Swasta: 4 sekolah
📌 Kabupaten Minahasa Tenggara (17 Sekolah):
- SMA Negeri: 8 sekolah
- SMA Swasta: 3 sekolah
- SMK Negeri: 4 sekolah
- SMK Swasta: 2 sekolah
Kepala Sekolah Sampaikan Kesiapan dan Optimisme
Sejumlah Kepala Sekolah di Kabupaten Minsel dan Mitra yang dikonfirmasi secara terpisah pada Jumat (11/9) menyampaikan optimisme yang tinggi. Mereka memastikan seluruh siswa Kelas XII telah dipersiapkan secara matang melalui bimbingan belajar, pembahasan soal latihan, maupun simulasi ujian.
“Kami berharap seluruh siswa mampu meraih nilai yang memuaskan. Bimbingan belajar, latihan soal, serta simulasi telah kami siapkan sejak lama untuk itu,” ujar Kepala SMA Negeri 1 Amurang, Swingly Liow, S.Pd., M.Pd., didampingi Kepala SMA Negeri 1 Modoinding, Diana Rantung, S.Pd.
Swingly Liow menjelaskan, di SMA Negeri 1 Amurang terdapat 400 siswa Kelas XII yang siap mengikuti TKA. Program bimbingan belajar telah berjalan selama delapan minggu, dengan fokus utama pada pembahasan soal latihan yang disesuaikan dengan hasil analisis soal pada sistem penilaian TKA.
“Kami sudah siap dan terus belajar hingga menjelang pelaksanaan TKA,” tegasnya.

Foto – Kepsek SMK Negeri 1 Ratahan di Minahasa Tengara Anna Powa S.Pd.M.Pd ( tengah) dan Siswa- Siswa
Sementara itu, di SMA Negeri 1 Modoinding, persiapan telah dimulai sejak bulan Agustus dengan pendalaman materi dari ketiga mata pelajaran ujian. Diana Rantung menyebutkan sekitar 90 lebih siswa Kelas XII telah mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh.
“Saya optimis capaian nilai nanti akan lebih baik dibandingkan hasil TKA pada tahun sebelumnya,” tambah Diana.
Komitmen Sekolah di Minahasa Tenggara
Di wilayah Kabupaten Minahasa Tenggara, Kepala SMA Negeri 1 Tombatu, Very Wanta, S.Pd., MM., menyampaikan bahwa sekitar 150 siswa Kelas XII telah mengikuti rangkaian bimbingan belajar, pengayaan materi, serta pembahasan soal latihan — baik pada jam pelajaran reguler maupun tambahan di luar jam sekolah.

Foto – Kepsek SMA Negeri 1 Modoinding Minahasa Diana Rantung S.Pd ( kanan) dan dua siswa ( kiri) saat pembukaan MPLS hari pertama
“Saat ini kami terus memperbanyak latihan soal dan menyusun strategi pembelajaran agar siswa semakin siap. Kami berupaya sebaik mungkin dan berharap hasilnya memuaskan,” ujar Very Wanta.
Komitmen serupa disampaikan Kepala SMK Negeri 1 Ratahan, Anna Powa, S.Pd. Meski bertepatan dengan masa Praktik Kerja Lapangan (PKL) siswa, persiapan tetap berjalan sejak 28 Agustus lalu.
“Kami tetap meluangkan waktu agar siswa dapat mempelajari materi dan mengikuti bimbingan belajar meskipun sedang melaksanakan PKL. Saya yakin upaya ini akan membuahkan hasil yang baik,” pungkas Anna Powa.
(Fanny)






