Salatiga, Sulutnews.com - Pemahaman tentang permasalahan khususnya kekerasan rumah tangga, tentang anak dan peraturan perkawinan, menjadi daya tarik dalam program non fisik TMMD Reguler ke 102 tahun 2018, di desa Bonomerto, kecamatan Suruh, kabupaten Semarang,Selasa (24/07/2018).

Bekerja sama dengan seorang anggota Bhabinkamtibmas dan penyuluh dari Kecamatan Suruh, pelaksanaan pembinaan dan penyuluhan berlangsung antusias.Banyak permasalahan rumah tangga yang sebelumnya tidak diketahui bahaya dan solusinya bagi warga masyarakat di Desa Bonomerto.

Masyarakat desa Bonomerto rata-rata masih mengabaikan perihal tentang KDRT dan perlindungan anak,karena menurut mereka bahwa yang selalu menjadi fokus dalam keluarga rata-rata masih berkaitan dengan memikirkan bagaimana memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

Menjadi pembahasan menarik adalah terkait permasalahan selingkuh dalam rumah tangga. Dikarenakan banyak warga khususnya perempuan banyak yang tidak tahu menahu dan seringkali menjadi korban.(/Narto)

Salatiga, Sulutnews.com - Bertempat di aula kantor desa Bonomerto kecamatan  Suruh kabupaten  Semarang berlangsung kegiatan pemberian materi wawasan kebangsaan oleh anggota satgas TMMD.Reguler ke 102 Kodim 0714 Salatiga, Serda Eko Prasetyo(49) yang diikuti 68 orang peserta linmas dari Desa Bonomerto  Kecamatan Suruh.

Eko prasetyo  menyampaikan  bahwa empat pilar kebangsaan negara Republik Indonesia hal mutlak yang harus diketahui dan dipahami oleh peserta dalam hal ini empat pilar negara kita terdiri dari Pancasila,UUD 45, Bhineka tunggalika,dan NKRI.“Pancasila sebagai dasar negara,pancasila sebagai jiwa dan kepribadian negara,pancasila sebagai ideologi negara serta Pancasila sebagai tujuan hidup kita, UUD 45 merupakan dasar pedoman negara untuk meraih kemerdekaan,sehingga tugas kita sekarang adalah untuk mempertahankan kemerdekaan itu dari segala macam hal ancaman baik  dalam maupun luar negeri, Bhineka tunggal ika merupakan semboyan negara untuk mempersatukan seluruh wilayah,suku,budaya,bahasa dan agama diseluruh wilayah negara kita, NKRI harga mati untuk setiap rakyat indonesia untuk menjaga agar tidak terpecah belah oleh kepentingan dan ancaman dari dalam maupun dari luar,” katanya.

Dalam pemberiaan Wawasan Kebangsaan kepada peserta Linmas anggota satgas TMMD  menekankan bahwa Pancasila dan UUD 45 adalah sebagai dasar negara, jika ada suatu kelompok atau ormas yang  akan menganggu atau merubah dasar negara maka kewajiban kita sebagai rakyat negara republik Indonesia wajib untuk mempertahankannya, agar persatuan dan kesatuan negara tetap aman dan damai.

Diharapkan setelah menerima wawasan kebangsaan para peserta  Linmas mengerti dan memahami akan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa, untuk menjaga keamanan dan ketertiban lingkunganya, serta dalam kegiatannya sehari-hari mampu untuk mengemban tugas sebagai aparat keamanan desa dan lingkunganya.(/Narto)

Salatiga, Sulutnews.com - Dandim Kodim 0714/Salatiga Kolonel inf Prayogha Irawan melakukan pengecekan dan pengawasan dalam pelaksanaan TMMD Reg 102 Kodim  0714/Salatiga di desa Bonomerto Kecamatan suruh Kabupaten Semarang. Dandim  juga meninjau rumah  Bapak Priyono warga dusun Krajan yang mendapat bantuan renovasi  RTLH. Bapak Priyono menyambut dengan gembira atas kedatangan Bapak Dandim.

Bapak Priyono mengucapkan terima kasih karena anggota Satgas TMMD dengan suka rela ikut membantu renovasi rumah bapak Priyono. Berkat renovasi rumah Dalam Program TMMD, impiannya memiliki rumah layak huni untuk keluarganya akhirnya terwujud.

"Sangat bersyukur dan berterimakasih atas segala bantuan bapak TNI  dalam merenovasi rumah saya. Memperbaiki rumah ini dulunya hanya impian saya saja,  tapi kali ini impian itu jadi kenyataan, kami sekeluarga sekarang akan memiliki rumah yang layak untuk kami huni, sekali lagi  terima kasih Bapak TNI" ujar Bapak Priyono dengan mata berbinar-binar. 

TMMD sangat membantu    warga Bonomerto khususnya warga yang tidak mampu. Mereka  mendapat bantuan renovasi RTLH dan jambanisasi yang sangat bermanfaat bagi warga Bonomerto.(/Narto)

SALATIGA, Sulutnews.com - Dalam kegiatan TMMD Reguler Ke-102, selain untuk membangun  infrastruktur, Satgas TMMD juga mengadakan kegiatan penyuluhan dan sosialisai tentang empat pilar kebangsaan dan bela Negara, kepada Siswa-siswi MAN 1 Suruh bertempat di Balai Desa Bononerto.

Aktualisasi pembekalan wawasan kebangsaan telah menjadi pembicaraan hangat, dan selalu mendominasi di tengah derasnya gelombang modernisasi yang semakin mereduksi semangat, jiwa dan faham tentang nasionalisme bangsa., dengan merintis kerja sama lintas sektoral sesuai tingkatannya, berusaha secara maksimal untuk memberikan pencerahan tentang materi tersebut, sebagai wujud nyata dalam memantapkan wawasan nasional yang berkaitan dengan 4 pilar kebangsaan, atau 4 penyangga yang menjadi panutan dalam keutuhan Negara dan Bangsa Indonesia, yaitu Pancasila,UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.

Kapten Inf Romdoni selaku Pasiter Kodim 0714/Salatiga. Mengatakan sebagai generasi muda harapan bangsa, saya berharap siswa-siswi MAN 1 Suruh  bagaimana cara menjaga ke 4 pilar kebangsaan, diantaranya dengan Pendekatan secara Kultural, dimana para siswa-siswi diperkenalkan dengan budaya yang kita miliki, sehingga tidak terpengaruh oleh budaya asing. Kemudian dengan pendekatan Edukatif, dijelaskan olehnya bahwa saat ini marak aksi kriminal yang di lakukan oleh para pelajar, oleh sebab itu orang tua harus mencari wadah yang tepat bagi anaknya, seperti masuk kepramukaan." Ungkapnya

Pendekatan Hukum, dimana segala tindakan yang melanggar hukum harus di tindak tegas sehingga menimbulkan efek jera bagi pelaku dan pelajaran bagi orang tua. Pendekatan yang terakhir adalah Pendekatan Struktural yang di laksanakan mulai dari tingkat masyarakat sampai ke pemerintahan, Disadari bahwa upaya pemantapan wawasan kebangsaan tersebut sebagai salah satu solusi dalam menjawab krisis moral yang terjadi di tengah sebagian masyarakat Indonesia, sebagai bentuk atau implementasi nyata dalam penguatan pendidikan kewarganegaraan, dalam memperkokoh karakter bangsa.

SALATIGA,Sulutnews.com - Pembuatan sanitasi lingkungan merupakan program TMMD Reguler Ke-102 TA. 2018 Kodim 0714/Salatiga. Sebanyak 15 Unit terus di kebut pengerjaan oleh personil TMMD. Minggu (22/07/18).

Pembuatan jambaniasi ini di lakukan guna menuju keluarga yang sehat. Sehingga nantinya warga diharapkan tidak lagi buang air besar sembarangan. Progam ini di peruntukan bagi keluarga yang kurang mampu atau memang tidak memiliki jamban.Hal ini di katakan oleh Danramil 08/Suruh. Kapten Inf Tatimo sebagai penanggung jawab di lapangan, saat mengecek pembuatan jamban di rumah bapak Salikun Warga Dusun Mesu, Desa Bonomerto.

Bahwa pembuatan jamban bagi keluarga prasejahtera di Desa Nonomerto ini guna menciptakan lingkungan yang bersih, sehat dan higienis. Karena masih ada warga yang melakukan kegiatan BAB tidak sesuai dengan norma kebersihan lingkungan."Harapan saya adalah setelah selesai.(/Narto)

SALATIGA, Sulutnews.com-Dengan penuh semangat, warga Desa Bonomerto yang terlibat pembangunan jalan penghubung antara Dusun Gedong dan Dusun Krajan, mempercepat proses pengecoran jalan penghubung dua dusun tersebut,

Terik matahari siang sekira pukul 14.30 WIB,Minggu (22/07/2018) seperti berada diatas kepala, namun Tarno (50) warga Desa Bonomerto yang tengah mengoperasikan mesin molen untuk menuang material cor cair tanpa kenal lelah melakukan pekerjaannya.Hingga ia tidak memperdulikan seorang personel TNI yang hendak menggantikannya. "Ini saya nyupir belum sampe, Pak," ucap Tarno sambil tertawa terbahak-bahak untuk membuang rasa lelah dan panas tubuhnya.Tentu saja perkataannya membuat semua orang tertawa. Tarno membayangkan bahwa besi bulat yang ia pegang adalah setang kemudi sebuah mobil.

Selalu ada cerita yang bisa membikin bahagia ditengah-tengah pekerjaan di TMMD.Ada yang konyol,ada banyak perhatian antara TNI dan masyarakat yang akhirnya tidak membuat jenuh untuk terus melakukan aktifitas pekerjaan apapun.(/Narto)

SALATIGA,Sulutnews.com-Dialog singkat dengan mbah Marinem (70), menjadi penyemangat Serka Winarto saat disela mengerjakan rumah bapak Latif di Dusun Mesu RT 02 RW 06, Desa Bonomerto,

Meski singkat, namun Serka Winarto dan mbah Marinem tampak sudah akrab satu sama lain. Keakraban ini terjadi, karena setiap hari mbah Sarinem selalu melihat aktifitas para personel satgas TMMD Reguler ke 102 tahun 2018 di dekat rumahnya.Ketika Serka Winarto menyakan keberadaan anak - anak dan suami mbah Marinem menjawab bahwa suaminya telah lama meninggal dunia. Sedang dua anaknya sudah berumah tangga dan tinggal tak jauh dari rumahnya.

"Bojo kulo sampun dangu sedo (suami saya sudah lama meninggal), anak kulo kalih Pak, sampun keluarga sedanten...tapi manggene mboten tebih saking mriki (anak saya dua Pak, sudah berumah tangga semua, tapi tinggalnya tidak jauh dari sini)," jawab mbah Marinem. Sesekali mbah Manrinem mengangkat tangannya seraya menunjukkan tempat tinggal sanak saudaranya.Meski sudah lanjut usia tapi Mbah Marinem tetap sehat dan semangat menjalani hidupnya.Selepas mbah Marinem berhenti memberi penjelasan, Serka Winarto memohon pamit untuk kembali bekerja.

Mbah Marinem kemudian mendoakan para personel satgas TMMD selalu sehat dan diberi kemudahan oleh Allah SWT dalam menjalankan tugas.(/Narto)

Salatiga, Sulutnews.com - Semangat yang menggelora Anggota satgas TMMD Reg 102 Kodim 0714 Salatiga sangatlah terlihat saat  pengerjaan rewnovasi   Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), milik Bapak Nikam warga Dusun Karangdawung  Desa Bonomerto Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang.

Terlihat Kopka Puji dan Serda Ambar Pranowo bahu membahu mengangkat seember penuh pasir untuk di angkut ke rumah Bapak nikam sebagai material renovasi rumah. Mereka bersama warga bahu membahu mengangkut pasir dengan di panggul. Rasa berat, capek san lelah tidak mereka rasakan, mereka hanya ingin melihat keluarga bapak Nikam tersenyum bahagia dengan rumah barunya.

“ kami bersama warga mengangkut pasir hanya dengan alat sederhana yaiu sebuah ember dan pacul. Satgas TMMD bersama warga bahu membahu mengangkut pasir ke rumah bapak Nikam dengan dipanggul . Beban yang berat, jika dikerjakan bersama-akan terasa ringan dan cepat terselesaikan," ungkap Kopka Pujiono.

Dengan gotong royong di antara mereka, kebersamaan dan keakraban semakin terjalin, dan pekerjaan berat terasa ringan, dan pekerjaan cepat terselesaikan.(/Narto)

SALATIGA, Sulutnews.com-Bukan mengamuk ataupun marah, Serka Saswito menjebol dinding mushola Al Amin adalah untuk menyesuaikan desain kusen pintu utama bangunan mushola,

Desain kusen pintu dan jendela mushola Al Amin, dibagian atasnya berbentuk setengah lingkaran. Kondisi inilah yang membuat sebagian dinding mushola dijebol untuk memberi ruang kusen yang baru.Dengan menggunakan palu dan betel, Serka Saswito dengan tenang dan pasti mulai membentuk garis setengah lingkara untuk mempermudah penjebolan dinding Mushola.

Kegiatan di musholla Al Amin semakin hari semakin nampak hasilnya karena Satgas yang mengerjakannya selalu bekerjasama dengan baik dan saling menutup kekurangan antara yang satu dengan yang lainnya.(/Narto)

SALATIGA,Sulutnews.com-TMMD Reg 102 desa Bonomerto,kecamatan Suruh,kabupaten Semarang bertambah hari bertambah kisah yang tak habis untuk diceritakan dengan bermacam-macam topik dan historynya.

Sehabis melaksanakan pekerjaan membantu pembangunan betonisasi jalan dusun Mesu,Club Rx King Baladhika Kinger’s Indonesia yang berasal dari kabupaten Semarang ini saat mau pamitan ada yang dilaksanakan diluar pemikiran personil TNI.Dian selaku ketua club (01) mengambil dua buah kaos Rx King clubnya untuk dikasihkan personil TNI yang tadi telah membimbing dan mengarahkan anggotanya dalam kerja bhakti.Sambil memberikan kaos,Dian bersama anggotanya mohon diri sambil berkata,Mohon maaf kami tidak bisa memberikan apa-apa selain kenang-kenangan kaos club kami ini pak,biar bapak selalu ingat dengan jalinan persaudaraan kita pak.

Praka Sobirin salah satu personil TNI yang mendapat kenang-kenangan dari Dian,mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh anggota Club Baladhika Kinger’s Indonesia yang telah membantu pengerjaan Betonisasi jalan dusun Mesu.(/Narto)