Pekalongan

Pekalongan (1232)

Pekalongan, Sulutnews.com – Sebelum dilaksanakannya penandatanganan notulen TMMD Reguler Pekalongan saat acara penutupan TMMD Reguler 107 Kodim 0710 Pekalongan di Aula Balai Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah (14/4), Kepala Dinas PMD P3A PPKB Kabupaten Pekalongan, Moh Afif, S.Sos, memastikan seluruh sasaran fisik dan tambahan TMMD Reguler 100 persen. Senin (13/4/2020).

Ia didampingi Danramil 05 Kesesi Kapten Infantri Parman dan juga Kades Pantirejo Hamka Nurul Huda.

Tampak mereka di lokasi pengaspalan jalan titik akhir ruas I sepanjang 1.950 meter lebar 3 meter di ujung Dukuh Pepedan yang mengarah ke Desa Sumub Kidul Kecamatan Sragi, dan juga di titik akhir pengaspalan jalan ruas II sepanjang 400 meter lebar 3 meter di perbatasan antara Dukuh Jlubang dengan Dukuh Babadan Desa Bulaksari Kecamatan Sragi.

Dari hasil pantauannya, Moh Afif menyatakan bahwa pekerjaan Satgas TMMD telah benar-benar rampung 100 persen dengan kualitas yang membanggakan.

“Kita ingin infrastruktur di desa-desa lainnya di wilayah Kabupaten Pekalongan juga dikerjakan melalui TMMD Reguler kedepannya. Selain hasilnya membanggakan karena bervariasi sasaran yang dikerjakan satu bulan saja, masyarakat juga dilibatkan sehingga hasilnya memuaskan karena mereka merasa membangun milik sendiri,” ucapnya.

Disinggung soal pembangunan 3 unit Pos Kamling dan rehab 1 unit TPQ, dirinya juga menyatakan bahwa pembangunan TMMD Reguler yang lintas sektoral, juga menumbuhkan partisipasi segenap unsur dan swasta perorangan untuk membantu masyarakat di wilayah mereka, yakni Kabupaten Pekalongan.

“Kita sangat mengapresiasi pihak BRI Cabang Pekalongan yang telah mendanai pembangunan 3 unit Pos Kamling di 3 dusun di Pantirejo. Juga dengan Baznas Kabupaten yang mendanai rehab TPQ At Taqwa di Dusun Pepedan,” tandasnya.

Pun dengan bantuan rehab 10 unit RTLH dari Pemprov Jateng melalui Disperwaskim Kabupaten Pekalongan sebesar Rp. 15 juta untuk setiap rumah, dinilai kualitasnya maksimal karena sama seperti pembangunan Pos Kamling, jalan aspal, dan talud, yang juga dikerjakan dengan melibatkan para tenaga ahli bangunan/tukang bangunan yang dikaryakan.

Ditambahkannya, tentunya masih banyak pihak-pihak lainnya yang mengucurkan baik dana maupun berbagai macam bantuan lainnya kepada masyarakat setempat untuk membangun fisik maupun non fisik. (Aan)

Pekalongan, Sulutnews.com – Para pemuda Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, memanfaatkan malam terakhir kebersamaan mereka dengan anggota Satgas TMMD Reguler 107 Pekalongan dengan menggelar acara special, yakni bakar-bakar ikan di SDN 01 Pantirejo, di Dukuh Jlubang. Senin malam (13/4/2020).

Sisa waktu kebersamaan yang sangat sempurna, “tanpa jarak” diantara mereka, saling berbagi pesan dan kesan sambil menikmati hidangan. Tentunya tanpa jarak dimaksud adalah kedekatan, sedangkan pelaksanaannya juga tetap memperhatikan kewaspadaan terkait virus corona/covid-19, dengan jarak minimal.

Rasa kehilangan itulah salah satu bukti bahwa TMMD Reguler telah merekatkan kemanunggalan TNI-Rakyat yang telah sebulan penuh lamanya Satgas TMMD menumpang tinggal di puluhan rumah-rumah masyarakat sambil menjalin ikatan dengan mereka.

Pasalnya esok hari (14/4), seluruh pasukan Satgas TMMD akan segera kembali ke keluarga atau satuannya masing-masing selepas acara penutupan sederhana di Aula Balai Desa setempat.

Dikatakan Ketua Karang Taruna Pantirejo, Sodiq (43), bahwa para pemuda khawatir tidak sempat berpamitan dengan keluarga barunya, sehingga mengadakan acara tersebut.

“Acara pelepasan ini juga sebagai bentuk ucapan terima kasih atas berbagai pembangunan yang telah dilakukan di desa kami, baik itu fisik maupun non fisik, terlebih membantu 10 orang warga kami yang kurang mampu dengan rehab rumah,” ucapnya mengapresiasi.

Sementara dikemukakan Serka Syamsuri, anggota tim jurnalistik TMMD Reguler Pekalongan, jika melihat foto saja kita sudah mengetahui bahwa kemanunggalan kedua belah pihak bukan slogan TNI saja, namun nyata di Pantirejo. Yakni, kebersamaan satu bulan penuh dalam membangun infrastruktur jalan sepanjang 2,5 kilometer lebar 1 meter, yang benar-benar dinantikan dan mempermudah segala aktivitas warga termasuk anak sekolah.

Wajar bila sejumlah pemuda menyatakan bahwa TMMD telah menuntaskan persoalan masyarakat Pantirejo dan mengentaskan kemiskinan 10 orang.

Para pemuda juga sangat merespon baik upaya TNI dalam melakukan pendampingan berbagai macam kegiatan terhadap pemuda, dimana salah satunya adalah mengajak berperilaku hidup bersih dan sehat serta berolahraga di setiap kesempatan.

“Mereka merindukan pembangunan TNI selanjutnya,” ucap Syamsuri. (Aan)

Pekalongan, Sulutnews.com – Malam perpisahan bagi anggota Satgas TMMD Reguler 107 Pekalongan, di salah satu rumah orang tua asuhnya di Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, menyimpan banyak makna.

Tampak kebersamaan antara beberapa anggota Satgas TMMD dari Yonif 407 Padma Kusuma dan anggota Tim Jurnalistik TMMD dari Kodim 0710 Pekalongan, di rumah Kepala Desa Pantirejo, Hamka Nurul Huda (46), yang merupakan salah satu dari 20 rumah yang ditempati pasukan di desanya. Senin malam (13/4/2020).

Dalam kesempatan itu, Hamka Nurul Huda menyatakan terima kasih karena keluarga barunya tersebut telah mewarnai kehidupan keluarganya dan infrastruktur serta mewarnai 10 rumah masyarakatnya yang kurang mampu melalui bedah RTLH menjadi rumah layak huni.

Itu dilakukannya karena usai penutupan TMMD Reguler 107 besok (14/4), mereka akan kembali ke satuannya masing-masing.

Di kesempatan itu pula, Pratu Miswar, anggota Satgas TMMD asal Yonif 407/PK, memanfaatkannya untuk berpamitan dan mengucapkan terima kasih juga kepada masyarakat setempat atas bantuan mereka selama ini kepada Satgas TMMD dalam melakukan pembangunan infrastruktur dan merehab 10 unit rumah warga yang kurang/tidak mampu.

“Kami sudah dianggap sebagai keluarga baru mereka, ini merupakan bentuk penghargaan kepada kami,” ungkapnya.

Miswar juga menyatakan beruntung dan bersyukur karena telah ditugaskan satuannya untuk tergabung dalam Satgas TMMD Reguler Pekalongan, yakni mendapatkan banyak keluarga baru untuk dikunjunginya suatu kesempatan di Pantirejo, khususnya Hamka Nurul Huda. (Aan)

Pekalongan, Sulutnews.com – Sejumlah anggota Satgas TMMD Reguler 107 Kodim 0710 Pekalongan asal satuan Yonif 405 Surya Kusuma, Wangon, Kabupaten Banyumas, berjemur di lokasi talud di Dukuh Jlubang, Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Senin (13/4/2020).

Tentunya berjemur saat istirahat pengurukan bahu jalan di salah satu titik talud sepanjang 450 meter tinggi 1 meter.

Dibenarkan Serka Syamsuri, anggota Koramil 08 Bojong Kodim Pekalongan yang ditugaskan sebagai anggota tim jurnalistik TMMD Reguler, selain menjaga kebugaran tubuh dengan melaksanakan instruksi Kesehatan Satgas TMMD Reguler, mereka mencoba menciptakan kenangan di hari terakhir bertugas di salah satu titik talud yang telah mereka bangun bersama masyarakat sepanjang 450 meter tinggi 1 meter.

“Mereka ingin saya abadikan di talud yang mereka bangun di samping Kandang Hamka. Mereka juga berharap terpublikasi ke media sosial bahwa mereka menyia-nyiakan waktu istirahat karena pekerjaan mereka telah selesai, dengan tetap bekerja menguruk tanah untuk membantu masyarakat,” ungkap Syamsuri.

Ditambahkannya, dengan berjemur, mereka juga telah melaksanakan anjuran Pemerintah di tempat tugas untuk meminimalisir terkena wabah virus corona/covid-19. (Aan)

PEKALONGAN, Sulutnews.com - Momen perpisahan antara para anggota Satgas TMMD Reguler ke-107 Kodim 0710/Pekalongan,  dengan para keluarga asuh di Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa tengah,  mewarnai  jelang  maupun sesudah  acara penutupan, TMMD yang dilakukan oleh Bupati Pekalongan,   Asip Kholbihi, S.H. M. Si , Selasa (14/04/2020).  

Merupakan sebuah kewajaran, para anggota Satgas TMMD Kodim Pekalongan yang berasal dari sejumlah kesatuan itu, tinggal bersama 30 hari lamanya, selama pelaksanaan TMMD di Pantirejo.

Tentu, kebersamaan itu, telah menumbuhkan rasa kekeluargaan antara para anggota Satgas dengan keluarga asuh. Seperti yang terjadi di rumah Sutina, warga Dukuh Sutosari,  Desa.Pantirejo. Jelang penutupan, secara khusus sejumlah anggota Satgas TMMD yang tinggal di rumah itu berpamitan.

Adalah Prada Purwanto, anggota Satgas  TMMD  Reguler ke -107 Kodim Pekalongan, yang dari  Batalyon Infanteri 405 Surya Kusuma, Wangon, Banyumas. Secara khusus berpamitan dengan orang tua asuhnya,Sutina. Tak banyak yang diucapkan oleh Sutina, kecuali, kelak kalau sudah berada di kesatuannya kembali Prada Purwanto diminta jangan melupakan Pantirejo.

‘’Mereka, Pak Tentara yang tinggal di rumah saya sudah saya anggap sebagai keluarga, atau bahkan tepatnya anak sendiri.Rasanya berat saat akan ditinggalkan.Namun bagaimana lagi, mereka  juga akan melaksanakan tugas yang baru di kesatuannya. Saya hanya minta, mereka (TNI anggota satgas TMMD -red) jangan melupakan saya, atau paling tidak jangan melupakan Desa Pantirejo,’’ harap Sutina, dengan sedikit mata berkaca-kaca. (rus)

PEKALONGAN, Sulutnews.com -  Menjelang kepulangan para anggota Satgas TMMD Reguler ke-107 Kodim 0710/Pekalongan, ke kesatuannya masing-masing, menyusul usainya TMMD, suasana haru mewarnai di rumah-rumah orang tua asuh, Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa tengah, yang selama pelaksanaan TMMD ditempati anggota Satgas TMMD.

Seperti yang terjadi di rumah Ny.Dinarto, warga Dukuh Jlubang,  Desa.Pantirejo, saat sejumlah anggota Satgas TMMD yang tinggal di rumahnya, pamitan, seusai penutupan TMMD, tak urung, ada lelehan air mata dari Ny Dinarto.

‘’Yang namanya sudah pernah tinggal bareng,apalagi selama sebulan penuh, pasti akan muncul perasaan kehilangan, saat para Tentara berpamitan akan kembali ke kesatuannya,’’ papar Ny. Dinarto, saat melepas sejumlah anggota Satgas yang tinggal di rumahnya selama pelaksanaan TMMD Reguler Kodim Pekalongan berlangsung, Selasa (14/04/2020).

Dia mengaku, para Tentara selama tinggal bersama di rumahnya, banyak membantu pekerjaan rumah, tidak hanya itu juga sering berbagi pengalaman. ‘’Makan pun kita selalu bersama, tiba-tiba mereka akan meninggalkan keluarga saya, rasanya juga kehilangan.

Adalah Prada Simbolon dan sejumlah anggota Satgas TMMD lainnya yang tinggal di rumah Ny, Dinarto. sedikit memberikan tali asih kepada orang tua asuhnya, sambil mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya.  ‘’Atas nama rekan-rekan anggota Satgas, sayaa minta maaf apabila ada kesalah yang mungkin pernah kami perbuat,’’ ungkap Prada Simbolon, dengan disambut lelehan air mata Ny. Dinarto. (rus)

PEKALONGAN, Sulutnews.com - Agak  lain susana perpisahan sejumlah anggota Satgas TMMD Reguler ke-107 Kodim 0710/Pekalongan dengan, orang tua asuh, Murtini, warga Dukuh  Pepedan, Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa tengah,  Selasa (14/04/2020).

Yakni, pemilik rumah, Murtini protes dan minta para anggota Satgas TMMD Kodim Pekalongan, yang berpamitan, diminta untuk tidak meninggalkan rumahnya. Diminta untuk tidak meninggalkan Desa Pantirejo.

‘’Mereka, para anggota Satgas yang tinggal di rumah saya, sudah saya anggap sebagai keluarga sendiri, untuk itu saya keberatan jika akan ditinggal. Kalau dibolehkan kepulangan “anak-anak” saya bisa diundur seminggu lagi,’’ ujar Murtini.

Hanya saja,setelah diberi penjelasan, salah satu anggota Satgas TMMD, Serda Hamid, bahwa waktu pelaksanaan TMMD memang hanya 1 bulan, dan kepergian para anggota Satgas TMMD, bukan berarti memutuskan rasa persaudaraan yang selama ini sudah terbangun, akhirnya Murtini meluluskan kepergian para anggota Satgas TMMD tersebut.

Hanya, Murtini, berpesan kepada para anggota Satgas TMMD, kelak kalau sudah berada di medan tugas barunya, yakni di kesatuannya masing-masing, agar sesekali berkenan ke rumahnya. Hingga akhirnya, acara perpisahan yang diwarnai dengan pemberiaan sekedar tali asih itu,  berjalan lancar, (rus)

PEKALONGAN, Sulutnews.com - ‘Tidak seperti perpisahan di sejumlah keluarga yang ditinggali pasukan Satgas TMMD lainnya, suasana perpisahan di rumah Suramto, salah satu warga yang rumahnya ditempati pasukan selama pelaksanaan TMMD Reguler ke-107 Kodim 0710/Pekalongan, tanpa keharuan, protes. Juga tidak ada derai air mata, Selasa (14/04/2020).

Hal itu disebabkan, Suramto sendiri seorang pensiunan ASN, yang tentu sudah sangat paham dengan bagaimana pelaksanaan TMMD. Untuk itu, suasana perpisahan antara anggota Satgas dan Suramto, berjalan wajar, meski dibalut dengan suasana kekeluargaan.

‘’Saya sangat menyadari, jika waktu pelaksanaan TMMD, itu terbatas. Dan saya juga paham jika para anggota Satgas TMMD, seusai tugas di medan TMMD, akan menjalankan tugas baru di kesatuannya masing-masing. Untuk itu saya juga harus merelakan, kepergiannya,’’ ungkap Suramto.

Adalah Letda Inf. Slamet Tugas. selaku Komandan Satuan Setingkat Peleton (SST) sejumlah anggota Satgas TMMD  dari, Batalyon Infanteri 405 Surya Kusuma, Wangon, Banyumas. yang tinggal di rumah Suramto,  mengaku terasa berat saat akan meninggalkan Pantirejo.

Hanya, karena tugas baru sudah menanti, tidak ada pilihan lain, kecuali dirinya bersama sejumlah anggota Satgas TMMD lainnya, harus meninggalkan Pantirejo. Bercanda dengan cucu tuan rumah, setelah itu pamitan dan minta didoakan agar selalu sukses di tempat tugas yang baru. 

Sementara itu, Suramto mengucapkan banyak terima kasih kepada para TNI anggota Satgas TMMD yang tinggal di rumahnya. ‘’Mereka terlalu baik bagi keluarga saya. Sudah  banyak yang diberikan para TNI itu kepada keluarga saya,’’ ungkap Suramto. (rus)

PEKALONGAN, Sulutnews.com -  Sejumlah anggota Satgas TMMD Reguler ke-107 Kodim 0710/Pekalongan yang tinggal di rumah Suramto Dukuh Sutosari RT 1/ RW 4, Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa tengah, sudah kembali ke kesatuannya masing-masing,  Selasa (14/04/2020).

Namun demikian, bagi keluarga Suramto, tetap saja terngiang, Selasa pagi, para anggota Satgas TMMD yang tinggal di rumahnya, masih makan pagi di rumahnya. Dan nampaknya acara makan pagi tersebut merupakan makan pagi terakhir sejumlah anggota Satgas di rumahnya.

‘’Rasanya, baru sekitar seminggu, mereka, para anggota Satgas TMMD tinggal di rumah saya. Bahkan Selasa pagi masih makan bersama. Kini mereka sudah berada di kesatuannya masing-masing,’’ ungkap Bu Suramto, mengenang saat-saat terakhir para anggota Satgas tinggal di rumahnya.

Dia mengaku, terlalu baik dan sangat banyak yang diberikan para anggota Satgas TMMD dari Kodim Pekalongan itu kepada keluarganya selama tinggal bersama. Dan hal itu tidak mungkin terlupakan sepanjang umur.

‘’Terimakasih Pak Tentara, yang telah membangun desa saya, Desa Pantirejo, Terima kasih  pula kepada para anggota Satgas yang tinggal di rumah saya, dan telah menularkan banyak pengalaman maupun pengetahuan kepada keluarga saya. Selamat jalan, semoga selalu diberi kesuksesan di tempat tugas yang baru,’’ papar Ny. Suramto. (rus)

PEKALONGAN, Sulutnews.com -  Ada warna lain di sela-sela perpisahan para anggota Satgas  TMMD Reguler ke-107 Kodim 0710/Pekalongan dengan warga  Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa tengah, menyusul kegiatan TMMD itu sudah usai,  Selasa (14/04/2020).

Yakni, sinergitas antara TNI - Polri selama pelaksanaan TMMD selama sebulan itu, dimana benar-benar nyata adanya, terus diupayakan kenangannya. Yakni, sesaat sebelum para anggota Satgas meninggalkan desa sasaran TMMD, para anggota Satgas TMMD dan personil Polri dari Polres Pekalongan, menciptakan album denan foto bersama.

Adalah Bripda, Agus Waluyo, salah satu anggota Polres Pekalongan, yang terlibat di pelaksanaan TMMD  Pantirejo mulai awal hingga akhir, mengaku, keterlibatannya dalam kegiatan TMMD, merupakan yang kali pertama di alami.

‘’Dan ini merupakan pengalaman yang tidak bisa terlupakan, bisa dekat langsung dengan masyarakat, bisa kerja bareng dengan TNI Untuk itu, saya ingin membuat album, foto kenangan yang sangat langka ini,’’ ungkap Bripda Agus Waluyo.

Terpisah, Danramil 05/Kesesi/Kodim Pekalongan, Kapten Inf. Parman mengapresiasi dengan terlibatnya personil  Polri bau dari  Polsek Kesesi, maupun dari Polres Pekalongan. ‘’Terbukti sudah, bahwa momen TMMD cukup efektif untuk meningkatkan sinergitas TNI dan Polri. (rus)