Pekalongan

Pekalongan (1232)

Pekalongan, Sulutnews.com – Dandim 0710 Pekalongan, Letkol Infanteri Arfan Johan Wihananto, S.IP, M.M.S, secara resmi telah selesai bertugas sebagai Dansatgas TMMD Reguler 107 Pekalongan, setelah menyerahkan hasil pembangunan melalui berita acara TMMD Reguler, kepada Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH, M.Si, di Balai Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi. Selasa (14/4/2020).

Dalam sambutannya, Arfan Johan menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur dan rehab 10 unit rumah warga kurang mampu menjadi layak huni, sudah 100 persen, walaupun pengerjaannya menemui sedikit kendala yaitu hujan dan dalam situasi pandemi virus corona.

“Pelaksanaan TMMD Reguler kali ini di tengah pencegahan menyebarnya wabah virus corona di Kota maupun Kabupaten Pekalongan. Kami mendapatkan support dari Polres sehingga bisa membuat adem dalam menghadapi isu-isu yang berkembang di masyarakat saat ini,” ucapnya.

Dikatakannya lanjut, banyak kegiatan bakti sosial di pembukaan maupun penutupan TMMD yang batal dilaksanakan karena kewaspadaan virus tersebut. Termasuk berbagai kegiatan non fisik berupa penyuluhan dan pelatihan. Dan untuk non fisik yang telah dilaksanakan sesuai jadwal, dilakukan secara terbatas jumlah pesertanya.

“Untuk kegiatan non fisik pengganti yang batal dilaksanakan, diganti dengan sosialisasi tentang pola hidup bersih dan sehat, cara pencegahan virus corona, pelatihan pembuatan hand sanitizer secara mandiri, serta cara pengolahan limbah plastik untuk menjadi kerajinan tangan yang bernilai ekonomis,” tambahnya.

Arfan berharap, apa yang telah diberikan dan dilatihkan agar dapat bermanfaat bagi warga Pantirejo khususnya dan warga masyarakat Kabupaten Pekalongan pada umumnya, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Aan)

PEKALONGAN, Sulutnews.com - Ada pertemuan dipastikan ada perpisahan, dan sata perpisahan, dipastikan ada yang merasa kehilangan. Hal itu dirasakan oleh para kawula muda Desa Pantirejo,  Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, saat para anggota Satgas  TMMD Reguler ke-107 Kodim 0710/Pekalongan, meninggalkan desanya, menyusul pelaksanaan TMMD sudah usai.

Adalah Nirwanto, Salah satu pemuda asal Dukuh Jlubang, Desa Pantirejo mengungkapkan, para anggota Satgas TMMD Kodim Pekalongan, beberapa diantaranya dari  Batalyon Infanteri 405 Surya Kusuma, Wangon, Banyumas, rata-rata masih muda dan sangat dekat dengan para kawula muda Desa Pantirejo.

‘’Wajar, kami para pemuda di Desa Pantirejo yang merasa kehilangan, dimana setelah TMMD usai, mereka, para anggota Satgas TMMD harus kembali ke kesatuannya masing-masing. Dan apalagi, kami para muda di Pantirejo, bisa kumpul, ngobrol dan kerja bareng,’’ ungkap Nirwanto,  Rabu (15/04/2020).

Muji, salah satu pemuda Desa Pantirejo lainnya, menyatakan, sepulangnya para anggota Satgas TMMD Kodim Pekalongan di kesatuannya masing-masing,  meski sempat menimbulkan kesedihan, namun hal itu sifatnya hanya sementara.

‘’Kami sudah saling menyimpan nomor telepon, sehingga komunikasi, silaturahmi tetap berjalan sebagaimana mestinya. Hanya bedanya, seusai pelaksanaan TMMD, hanya persoalan jarak dan tidak bisa ketemu langsung. Namun, kami para pemuda di Desa Pantirejo sudah sepakat  akan terus menjalin silaturahmi dengan para TNI anggota Satgas TMMD,’’ papar Muji.(rus)

PEKALONGAN, Sulutnews.com -  Banyak hal yang dirindukan oleh warga Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, seusainya pelaksanaan TMMD Reguler ke-107 Kodim 0710/Pekalongan, di desanya.

Salah satunya, meski di luar kegiatan TMMD, adanya pembagian paket sembako bersamaan dengan penutupan TMMD, banyak menuai ucapan terimakasih dari warga desa Pantirejo, yang menjadi desa sasaran dari Kodim Pekalongan itu.

‘’Bukannya tidak berterima kasih dengan banyaknya pembangunan yang dilakukan Pak Tentara di desa kami selama pelaksanaan TMMD. Namun adanya pembagian sembako bersamaan penutupan TMMD, sangat-sangat membantu kesulitan warga yang ada di Desa Pantirejo,’’ ujar Ramto (54), salah satu ketua RW, di Desa Pantirejo.

Menurutnya, disaat sedang antisipasi merebaknya Virus Corona, dampak yang dirasakan oleh masyarakat kecil, masyarakat di pedesaan, sangat-sangat terasa dari sisi ekonomi. ‘’Banyak warga yang semakin kesulitan,’’ terang Ramto.

Untuk itu dengan adanya pembagian paket sembako, sangat-sangat membantu warga yang tengah kesulitan ekonomi, di tengah-tengah merebaknya Virus Korona seperti saat ini.

‘’Bahkan kalau boleh minta, meski,TMMD di Pantirejo sudah usai, jajaran Kodim Pekalongan mau peduli dan sering-sering bagi-bagi Sembako untuk warga Desa Pantirejo,’’ harap Ramto.(rus)

PEKALONGAN, Sulutnews.com -   Pelaksanaan  TMMD Reguler ke-107 Kodim 0710/Pekalongan, di Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, telah usai. Namun demikian banyak hal yang disampaikan oleh Pasiter Kodim Blora, Kapten Inf. Eko Sulistyo, kepada para TNI anggota Satgas TMMD.

Sesaat sebelum para anggota satgas TMMD, pulang ke kesatuannya masing-masing, Pasiter Eko, sempat mengambil apel, dan minta agar para anggota satgas,mengambil hikmah saat dekat dengan warga masyarakat selama 30 hari penuh.

‘’Tidak hanya mengambil hikmah bagaimana bersikap dan dekat dengan masyarakat, melainkan, setelah kembali ke kesatuannya masing-masing,  para anggota Satgas juga tetap menjaga dan mempraktekan, terus dekat dengan rakyat,’’ tandas Pasiter Kapten Eko Sulistyo.

Sementara itu, salah satu anggota Satgas TMMD Reguler Kodim Pekalongan, Prada Simbolon, menyatakan, saat dirinya tinggal di desa sasaran TMMD selama sebulan penuh, kumpul bersama warga, mendengarkan keluhan warga, banyak hal yang bisa dipetik.

‘’Saya dan sejumlah anggota Satgas TMMD lainnya, bisa merasakan bagaimana dekat dengan rakyat, berbagi pengalaman, dan mengatasi permasalahan yang ada secara bersama-sama,’’ terang   Prada Simbolon. (rus)

PEKALONGAN, Sulutnews.com  -   Tak terbantahkan jika  para anggota Satgas TMMD Reguler ke-107 Kodim 0710/Pekalongan sejak awal hingga berakhirnya TMMD, terus edukasi warga untuk melakukan antisipasi dini terhadap merebaknya Virus Corona. Sehingga layaknya agen untuk memberi pengertian terhadap warga bagaimana bersikap, supaya tidak terkena Corona.

Hal itu juga diakui oleh Kepala Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah,  Hamka Nurul Huda, disaat, TMMD sudah ditutup sementara mereka, para anggota Satgas TMMD Reguler Kodim Pekalongan, sedang bersiap untuk kembali ke kesatuannya masing-masing.

‘’Luar biasa, para anggota Satgas TMMD reguler Kodim Pekalongan, saat berada di desa kami dalam rangka tugas TMMD. Selain mereka menghimbau, juga memberi edukasi bagaimana mestinya warga berperilaku hidup sehari-hari, disaat mewabahnya virus Corona,’’ ungkap Kades Hamka,  Rabu (15/04/2020).

Dikatakan, salah satu edukasi yang diberikan para anggota Satgas, adalah, disaat bekerja di sejumlah sasaran fisik, para anggota Satgas mengenakan masker. Selain itu, sambil bekerja, mereka para anggota Satgas juga rutin mensosialisasikan tentang bagaimana berpola hidup sehat di tengah-tengah merebaknya virus Corona.

Adalah  Kopka Laut Darsip, disaat persiapannya kembali ke kesatuannya, usai TMMD ditutup, menyempatkan bagi-bagi masker kepada sesama anggota Satgas TMMD lainnya.  Kepada warga masyarakat yang ada juga diberikan masker tersebut. ‘’Dengan cara ini, minimal bisa memberi edukasi kepada warga, bahwa mengenakan masker saat berkegiatan di luar,’’ ujar Kopka Darsip. (rus)

PEKALONGAN, Sulutnews.com - Agak aneh memang, ada warga Desa Pantirejo,  Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, yang mengusulkan agar pelaksanaan TMMD Reguler ke-107 Kodim 0710/Pekalongan di  Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, bisa diperpanjang.

Adalah Ruslan (62) salah satu warga Desa Pantirejo yang mengakui bahwa pelaksanaan TMMD dari Kodim Pekalongan, sangat besar manfaatnya bagi warga Desa Pantirejo Untuk itu dirinya, beberapa jam sebelum TMMD ditutup, nekat mendekati para anggota Satgas dan mengusulkan kalau bisa pelaksanaan TMMD di Desa Pantirejo bisa diperpanjang.

‘’Ini hanya sekedar usul, kalau bisa TMMD di Pantirejo bisa diperpanjang, supaya pembangunan di desa kami bisa lebih komplit. Termasuk akan ada lagi rumah warga yang akan direhab lagi,’’ ungkap Ruslan.

Hanya saja, setelah panjang lebar diberi pengetahuan bahwa pelaksanaan TMMD sudah diatur, yakni hanya satu bulan. Sehingga sangat tidak mungkin jika harus diperpanjang. Hal itu juga berlaku di pelaksanaan TMMD di seluruh Indonesia, baik yang reguler maupun sengkuyung,

Paham dengan aturan tentang pelaksanaan TMMD, Ruslan masih berharap kelak Desa Pantirejo,bisa dijadikan sasaran TMMD. Dengan harapan, akan ada banyak pembangunan lagi. (rus)

PEKALONGAN, Sulutnews.com  -  Ada yang beda di penutupan  TMMD Reguler ke-107 Kodim 0710/Pekalongan di  Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.  Yakni, disederhanakan, menyusul untuk upaya pencegahan dini, menghindari gelaran acara yang berpotensi  berkumpulnya banyak orang.

Lantaran disederhanakan itulah, berbagai susunan  acara dipangkas, termasuk acara melihat dari dekat hasil  sasaran fisik  di TMMD. Seperti kunjungan tamu undangan ke rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), juga ditiadakan.

Namun demikian, untuk menunjukkan proses rehab RTLH, yang juga menjadi sasaran fisik tambahan TMMD Reguler Kodim Pekalongan, sebagai ganti kunjungan lapangan, pihak jajaran  Kodim Pekalongan, memajang foto bercerita tentang proses rehab sejumlah RTLH , di dekat lokasi pemotongan pita, yang akan dilakukan oleh Bupati Pekalongan,   H. Asip Kholbihi, S.H. M. Si.

Menurut Serka Nur Abidin, upaya memajang foto yang menceritakan proses rehab RTLH tersebut, setelah Bupati memotong pita sebagai tanda meresmikan proyek jalan,yang merupakan sasaran pokok TMMD Kodim Pekalongan, tidak perlu harus mengunjungi satu persatu rumah yang direhab satgas TMMD, melainkan cukup memantau di pajangan foto di dekat peresmian jalan.

Kenyataannya, pemajangan  foto proses perehaban RTLH milik sejumlah warga Pantirejo , menarik minat para warga untuk melihat dari dekat foto-foto tersebut  . ‘’Hal itu bisa dimaklumi karena tidak banyak warga Desa Pantirejo sendiri yang mengetahui proses perehabpan rumah tetangganya sendiri,’’ jelas Serka Nur Abidin. (rus)

PEKALONGAN, Sulutnews.com - Tak mudah memang melupakan begitu saja jalinan kekeluargaan antara anggota Satgas  TMMD Reguler ke-107 Kodim 0710/Pekalongan dengan warga desa sasaran TMMD, Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Apalagi antara Satgas TMMD dengan masing-masing orang tua asuh, dimana mereka sudah tinggal serumah selama 30 hari, melakukan banyak hal bersama-sama. Saling membantu, dan saling berbagi pengalamanan antara anggota Satgas dan orang tua asuh.  

‘’Mereka sudah saya anggap keluarga sendiri, sehingga berat rasanya jika harus berpisah.Namun demikian saya dan keluarga harus merelakan, karena mereka, para anggota satgas harus kembali ke kesatuannya, dan tugas baru telah menantinya,’’ ungkap Ujud, salah satu warga Desa Pantirejo, yang ditempati pasukan selama pelaksanaan TMMD.

Sama dengan apa yang dirasakan orang tua asuhnya,  Prada Petrus yang tinggal di rumah Ujud, menyatakan, sebenarnya berat untuk berpisah dengan keluarga Ujud, yang telah ditumpangi selama sebulan penuh.  Hanya karena semua sudah ada aturan, dan semua anggota Satgas harus pulang kembali ke kesatuannya masing-masing,menyusul sudah selesainya TMMD di Pantirejo.

‘’Berat rasanya untuk berpisah dengan orang tua asuh yang telah ditumpanginya selama  sebulan, bersamaan dengan pelaksanaan TMMD. Tetapi bagaimana lagi, kami harus kembali ke kesatuan untuk tugas yang baru,’’ ungkap Petrus.

Tak ingin, jalinan silaturahmi yang sudah terjalin begitu akrab lantas putus di tengah jalan. Mereka, para anggota Satgas TMMD dan warga, saling bertukar nomor HP. Dengan sarana HP itu, diharapkan akan terus melanjutkan hubungan kekeluargaan yang sudah lama dirajut. (rus)

PEKALONGAN, Sulutnews.com - Sejumlah anggota Satgas TMMD Reguler ke-107 Kodim 0710/Pekalongan yang dari sejumlah kesatuan, itu, sejak hari  Selasa (14/04/2020)., telah meninggalkan Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Namun bagi Sutina, salah satu warga desa setempat yang ditempati pasukan selama pelaksanaan TMMD di desanya berlangsung, tetap saja bayangan sejumlah anggota Satgas yang semuanya dari  Batalyon Infanteri 405 Surya Kusuma, Wangon, Banyumas, tidak mudah dihapus.

‘’Terus terang, saya belum bisa melupakan sosok-sosok TNI yang tinggal di rumah saya selama pelaksanaan TMMD. Saat bangun pagi Rabu (15/04/2020), perasaan saya, seolah mereka para anggota Satgas itu masih berada di rumah, bahkan saya sempat ingin memasak untuk makan pagi. Ternyata saya hanya kebayang saja,karena sejatinya para anggota Satgas yang tinggal bersama hingga 30 hari itu telah kembali ke kesatuannya. Karena memang pelaksanaan TMMD dari Kodim Pekalongan sudah usai,’’ papar Sutina,  Rabu (15/04/2020).

Sutina yang sudah mempunyai cucu  empat itu menuturkan, semua Tentara yang tinggal di rumahnya, sangat baik. Rajin membantu pekerjaan rumah, mulai menyapu hingga membersihkan halaman. dan sejumlah pekerjaan lainya.

‘’Yang saya masih dan tidak akan bisa melupakan, salah, para anggota Satgas yang tinggal di rumah saya, saat akan kembali ke kesatuannya, menyempatkan untuk, bersenda gurau dengan saya dan menggendong cucu  saya. Selamat bertugas  kembali, semoga kesuksesan selalu didapat,’’ ungkap Sutina. (rus)

PEKALONGAN, Sulutnews.com - Ini penilaian yang benar-benar tanpa muatan muncul terhadap hasil pelaksanaan TMMD Reguler ke-107 Kodim 0710/Pekalongan, Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Yakni, seluruh hasil TMMD sangat bagus, sehingga diharapkan berdayaguna lama bagi warga desa sasaran.

Adalah Jais dan  Arifah, anggota  Tim Kesehatan dari  Puskesmas Kesesi I, yang ikut hadir bertugas di acara penutupan TMMD Reguler dari Kodim Pekalongan, di Desa Pantirejo, Selasa (14/04/2020). Keduanya, melihat sendiri bagaimana hasil pembangunan yang ada di Desa Pantirejo melalui TMMD dari Kodim Pekalongan.

‘’Saya bukan orang Pantirejo, sehingga tidak mempunyai tujuan apa-apa jika memberi penilaian terhadap pelaksanaan TMMD Reguler di Desa Pantirejo. Saya mengakui bahwa semua pekerjaan TMMD dari Kodim Pekalongan ini bagus dari kaca mata saya,’’ ungkap Jais, salah satu anggota Tim Kesehatan yang dilibatkan dalam acara penutupan TMMD.

Dia mencontohkan, di salah satu sasaran fisik, rehab Rumah Tidak Layak Huni, semua hasilnya benar-benar tidak asal-asalan. Sehingga, untuk rumah warga yang direhab, tidak hanya menjadi layak huni, melainkan juga kokoh, sehingga dari sisi keamanan sama sekali tidak meragukan.

Termasuk, lanjut Jais, di pembangunan Pos Kamling, yang konon hanyalah sasaran fisik tambahan TMMD dari Kodim Pekalongan. ‘’Untuk kelas di pedesaan, bangunan Pos Kamling, berkeramik dan berdinding tembok, itu sudah sangat luar biasa.. Tinggal bagaimana sekarang, sejauh mana warga memfungsikan, bangunan Pos Kamling itu,’’ beber Jais. (rus)