Pekalongan

Pekalongan (1232)

PEKALONGAN, Sulutnews.com -  Ini momen-momen yang paling berkesan dirasakan oleh para anggota satgas  TMMD Reguler ke-107 Kodim 0710/Pekalongan,  Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, seusainya pelaksanaan TMMD di desa itu selama sebulan penuh.

Begitu TMMD ditutup, sejumlah anggota Satgas TMMD Reguler Kodim Pekalongan, yang sudah sejak pagi bersiap diri langsung menuju kendaraan yang disediakan untuk kembali di kesatuannya masing-masing. 

‘’Saya benar-benar terharu, manakala dalam perjalanan ke luar desa, sejumlah warga menghadang di tengah jalan, sambil melambaikan tangan sebagai tanda perpisahan,’’ujar Pratu Hamdan, salah satu anggota Satgas TMMD,  Batalyon Infanteri 407/Padma Kusuma

Dikatakan, selama berada di Desa Pantirejo untuk melaksanakan TMMD, sambutan seluruh warga Pantirejo sangat luar bisa. Seluruh warga menganggap para anggota Satgas TMMD sebagai keluarga besarnya. 

Terpisah, Kepala Desa Pantirejo, Hamka Nurul Huda, mengatakan, disaat para TNI anggota Satgas TMMD meninggalkan Desa Pantirejo, pihaknya sengaja mengajak sejumlah warganya untuk membuat pagar betis di sepanjang jalan .

‘’Selamat Jalan Pak Tentara, semoga mendapat sukses di tempat tugas yang baru. Kami benar-benar matur nuwun, Desa Pantirejo telah dibangun,’’ papar Kepala Desa Pantirejo, Nurul Huda. Ucapan serupa juga dikemukakan oleh sejumlah warganya.  (rus)

Pekalongan, Sulutnews.com – Inilah yang dilakukan Babinsa Pantirejo dari Koramil 05 Kesesi, Kodim 0710 Pekalongan, dalam menggalakkan minat membaca warga desa binaannya, Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Sejumlah surat kabar harian maupun mingguan, rutin dibawanya selama pelaksanaan TMMD Reguler 107 Pekalongan, agar masyarakat setempat tahu apa saja yang telah terpublikasi di media cetak tentang pembangunan infrastuktur, rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), maupun berbagai aspek kebersamaan antara Satgas TMMD dengan warga.

“Ini juga merupakan salah satu tugas saya untuk menumbuhkan minat baca bagi warga desa binaan saya,” ungkap Sutrisno, Rabu (15/4/2020).

Untuk media online, masyarakat setempat sudah banyak yang tahu dengan hanya mengetik pencarian dengan kata kunci TMMD Reguler Pekalongan.

Menurunya, masih rendahnya minat baca di Patirejo, tak terlepas dari distribusi media itu sendiri yang belum maksimal masuk desa, juga karena faktor ekonomi dan juga belum adanya kesadaran akan pentingnya surat kabar dalam memberikan informasi dan pengetahuan.

“Dengan gemar membaca maka masyarakat dan anak-anak akan bertambah wawasannya tengtang dunia luar, baik itu pendidikan, kriminalitas, politik, obyek wisata, olahraga, maupun hiburan, dan masih banyak informasi lainnya yang bersifat positif,” imbuhnya.

Itulah upaya yang untuk merubah kebiasaan selaku pendamping masyarakat Pantirejo. (Aan)

Pekalongan, Sulutnews.com – Puluhan prajurit dari Yonif 405 Surya Kusuma, yang baru pulang tugas di TMMD Reguler 107 Kodim 0710 Pekalongan, dicek kesehatannya saat masuk ke markas induk di Desa Klapagading Kulon, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Rabu dini hari (15/4/2020).

Dibenarkan Danyonif 405/SK, Letkol Infantri Ikhsan Agung Widyo Wibowo melalui pesan whatsapp, pengecekan dengan termometer inframerah itu wajib dilakukan sesuai dengan SOP satuannya guna mencegah penularan virus corona.

“Kita juga melaksanakan penyemprotan dengan cairan disinfektan untuk meminimalisir penyebaran covid-19,” ucapnya.

Sementara disampaikan Letda Infantri Slamet Tugas, mantan Dan SST (Satuan Setingkat Peleton) Satgas TMMD Reguler 107 Pekalongan, meskipun dirinya bersama anggota telah melakukan tes kesehatan dan pengukuran suhu tubuh di lokasi TMMD, di Balai Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan (10/4), namun pengecekan serupa wajib dilakukan untuk memberikan rasa tenang kepada rekan dan keluarganya yang tinggal di asrama satuan.

“Hal ini juga untuk mendeteksi dini jika ada anggota kami yang mengalami keluhan sakit sehingga cepat mendapatkan pertolongan medis,” ujarnya. (Aan)

Pekalongan, Sulutnews.com – Puluhan mantan anggota Satgas TMMD Reguler 107 Kodim 0710 Pekalongan dari Batalyon Infanteri 407 Padma Kusuma, disterilisasi dengan cairan disinfektan saat masuk ke markas induk di Desa Ujungrusi, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Selasa (14/4/2020).

Hal itu dilakukan karena mereka habis kembali dari penugasan TMMD Reguler di Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, selama satu bulan penuh mulai dari 16 Maret 2020 lalu.

Dibenarkan Danyonif 407/PK, Letkol Infantri Sutan Pandapotan Siregar, bahwa hal itu wajib dilakukan sesuai SOP dari satuannya, guna mencegah adanya penularan covid-19 atau virus corona.

“Selain penyemprotan dengan cairan disinfektan, secepatnya kita akan dicek kesehatan dan suhu tubuh dengan termometer infrared,” tegasnya.

Ditambahkannya, walaupun anggotanya beberapa hari yang lalu (11/4), telah melaksanakan pemeriksaan kesehatan dan pengukuran suhu tubuh dengan termometer infrared di Desa Pantirejo oleh Tim Kesehatan Satgas TMMD Reguler, namun SOP satuan tetap dijalankan.

“Ini hanya antisipasi karena saat berpamitan dimungkinkan banyak anggota yang bersinggungan langsung dengan masyarakat di tempat tugasnya,”  imbuhnya.

Sementara Letda Infantri Suryono, mantan Dan SSK (Satuan Setingkat Kompi) Satgas TMMD Reguler 107 Pekalongan, bahwa hal tersebut sangat penting untuk memberikan rasa tenang dan kenyamanan bagi rekan-rekan beserta keluarganya yang tinggal di asrama satuan. (Aan)

Pekalongan, Sulutnews.com – Puluhan paket sembako dari Satgas TMMD Reguler 107 Kodim 0710 Pekalongan kepada warga masyarakat kurang mampu dan para keluarga asuh Satgas TMMD di Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, telah diantarkan ke rumah-rumah setelah penyerahan secara simbolis oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Pekalongan di acara penutupan pembangunan. Selasa (14/4/2020).

Tampak sejumlah mantan anggota Satgas TMMD, menyerahkannya kepada masing-masing keluarga asuh dimana mereka tinggal selama satu bulan, sekaligus berpamitan untuk kembali ke kesatuannya masing-masing.

Dikemukakan Babinsa Pantirejo dari Koramil 05 Kesesi, Kodim Pekalongan, bahwa bakti sosial di acara sederhana penutupan TMMD Reguler Pekalongan, salah satunya adalah bantuan sembako yang diperuntukkan bagi 30 orang warga kurang/tidak mampu dan 20 orang para keluarga asuh Satgas TMMD.

“Kenapa diantarkan langsung ke rumah-rumah karena untuk menghindarkan kerumunan masyarakat terkait antisipasi virus corona,” jelasnya.

Dikemukakannya lanjut, untuk para orang tua asuh, dengan diberikan langsung oleh mantan anggota Satgas tersebut, diharapkan Dandim Pekalongan, Letkol Infanteri Arfan Johan Wihananto, dapat sebagai tanda mata perpisahan.

Itulah akhir dari proses pembangunan di Pantirejo melalui TMMD Reguler, pembangunan yang telah berhasil menyelesaikan sejumlah infrastruktur dan merehab 10 rumah warga kurang mampu, di tengah-tengah wabah virus corona. (Aan)

Pekalongan, Sulutnews.com - Itulah sepenggal kata yang terlontar dari mulut Letda Infantri Slamet Tugas, mantan Dan SST (Komandan Satuan Setingkat Peleton) Satgas TMMD Reguler 107 Kodim 0710 Pekalongan asal kesatuan Yonif 405 Surya Kusuma, Wangon, Kabupaten Banyumas.

Pecah seketika tangis dari Suminah (59) dan Suramto (64), kedua orang tua asuh Satgas TMMD Reguler Pekalongan, warga asal Dukuh Sutosari RT. 01 RW. 04, Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, saat dipamiti Slamet Tugas dan anggotanya. Selasa (14/4/2020).

Sekedar diketahui, para anggota Satgas TMMD yang tinggal di rumah Suramto, setiap hari selama satu bulan dimasakkan makanan oleh istrinya tersebut. Keluarga mereka jadi sempurna karena kebiasaan baru di keluarga itu yakni sarapan, makan malam dan sambil ngobrol bersama, sehingga terjadilah ikatan batin ayah, ibu dan anak.

Bagi Suminah, Uang Lauk Pauk (ULP) yang diberikan masing-masing prajurit kepadanya sangat membantu ekonominya, walaupun gaji pensiunan guru dari suaminya sudah cukup bagi warga yang tinggal di pedesaan itu.

Pun dengan foto kenang-kenangan yang dibingkai dan diberikan kepadanya oleh anak-anak barunya (mantan anggota Satgas TMMD), sangat berarti sekali  sehingga dipajang di ruang tamu agar banyak orang tahu jika mereka mempunya banyak anak yaitu TNI dari Yonif 405/SK.

Sementara bagi Letnan Slamet Tugas dan anggotanya, hanya dapat memberikan tambahan berupa pamit perpisahan dengan melakukan jajar kehormatan tanpa senjata.

Itulah sepenggal kisah perpisahan antara mantan anggota Satgas TMMD Reguler Pekalongan bersama salah satu keluarga asuh yang paling histeris di Desa Pantirejo, pasca TMMD ditutup secara resmi oleh Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH, M.Si. (Aan)

Pekalongan, Sulutnews.com – Dengan resmi ditutupnya program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-107 Kodim 0710 Pekalongan, oleh Bupati Pekalongan, Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH, M.Si, di Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, maka ratusan anggota Satgas TMMD berkemas untuk kembali ke kesatuannya masing-masing. Selasa (14/4/2020).

Dalam acara pamitan dengan warga masyarakat dan keluarga asuh, dua orang mantan anggota Satgas TMMD asal kesatuan Yonif 405 Surya Kusuma, Serda Supriyono dan Praka Arif, yang tinggal di rumah Kepala Desa Pantirejo, Hamka Nurul Huda (orang tua asuh), mendapatkan cinderamata berupa angsa.

Dibenarkan Hamka Nurul Huda, bahwa hadiah tersebut tak sebanding dengan apa yang telah prajurit lakukan di desanya. Yakni membangun jalan aspal sepanjang 2.550 meter lebar 3 meter beserta talud 800 meter tinggi 1 meter, membuat 3 unit Pos Kamling di 3 dusun di Pantirejo, rehab 1 unit TPQ At Taqwa, dan memperbaiki dan membangun 10 rumah warganya yang kurang mampu.

“Itu agar kami juga dikenang oleh mereka (TNI –red), yang kini merupakan keluarga kami,” ucap Kades tersebut.

Hamka bersyukur adanya tradisi dari TMMD Reguler yang mewajibkan anggota Satgas untuk menumpang tinggal di 20 rumah warga di 3 pedukuhan (Pepedan, Sutosari dan Jlubang). Pasalnya, selain terjadi ikatan batin, para keluarga asuh Satgas TMMD juga merasa terbantu dari ULP (Uang Lauk Pauk) dari masing-masing anggota Satgas yang diberikan.

Untuk itulah dirinya menyatakan siap jika desanya dijadikan sasaran program serupa di tahun-tahun yang akan datang. (Aan)

Pekalongan, Sulutnews.com – Dansatgas TMMD Reguler 107 Pekalongan melalui Pasiter Kodim 0710 Pekalongan, Kapten Infanteri Eko Sulistyo, secara resmi melepas para prajurit Satgas TMMD untuk kembali ke satuan masing-masing di Halaman Kantor Balai Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Selasa (14/4/2020).

Pelepasan itu dilakukan setelah Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH, M.Si, menutup program TMMD Reguler 107 Pekalongan dan juga meresmikan salah satu infrastruktur yang selesai dibanguan, yaitu jalan aspal 2,5 kilometer lebar 3 meter dengan pengguntingan pita.

Dalam kesempatan itu, Kapten Eko menyampaikan banyak terima kasih kepada prajurit yang telah bekerja dengan semangat, dengan hati dan memberikan yang terbaik bagi warga Pantirejo, yaitu infrastruktur umum masyarakat dan 10 unit rehab rumah warga kurang mampu.

“Mewakili Dansatgas TMMD, saya mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan ketulusan dalam membantu masyarakat Pantirejo,” ucapnya mengapresiasi.

Tak lupa Eko menekankan kepada yang tertua di masing-masing satuan, baik TNI maupun Polri, untuk melaksanakan pemeriksaan kesehatan lagi saat masuk ke kesatuannya masing-masing untuk laporan purna tugas. (Aan)

Pekalongan, Sulutnews.com – Potret Elsi Kuswitasari (23), lulusan bidan tahun 2020, salah satu bunga Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, yang juga merasa akan kehilangan anggota Satgas TMMD Reguler 107 Pekalongan yang resmi mengakhiri tugas membangun infrastruktur Desa Pantirejo, setelah ditutup secara resmi oleh Bupati, H. Asip Kholbihi, SH, M.Si. Selasa (14/4/2020).

Tentunya yang terberat adalah kehilangan Prada Agung, anggota Yonif 405 Surya Kusuma, karena akan pulang ke kesatuannya di Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas.

Saat disinggung terkait foto tersebut, Prada Agung menyatakan bahwa hubungannya dengan Elsi adalah masih sebatas teman, yaitu seperti hubungan anggota Satgas TMMD dengan remaja Pantirejo lainnya.

“Kita tidak tahu kedepannya. Soalnya jika kita tawarkan menjadi Ibu Persit, maka kita menawarkan hidup sederhana dan sering ditinggal tugas operasi militer maupun TMMD seperti di Pantirejo,” ungkapnya.

Namun ditegaskannya, dirinya akan terus menjalin silaturahmi melalui komunikasi ponsel sama halnya dengan warga lainnya yang sudah dianggap dan menganggapnya sebagai saudara dan bahkan anak.

“Kalau jodoh takkan kemana, kita lihat saja nanti apakah prajurit dan bidan bersatu,” tandasnya.

Sementara saat ditanya, Elsi menyatakan kagum kepada sosok TNI yang telah membangun desanya. Gadis muda ini yakin bahwa TNI memiliki kapasitas dalam memimpin dan menggerakkan warga masyarakat, yang tentunya selaras dengan profesinya kelak. (Aan)

Pekalongan, Sulutnews.com – Jajar kehormatan tanpa senjata adalah cara yang dilakukan sejumlah prajurit dari kesatuan Yonif 405 Surya Kusuma, Kecamatan wangon, Kabupaten Banyumas, kepada keluarga asuhnya yaitu Suramto (64), warga Dukuh Sutosari RT. 01 RW. 04, Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Disampaikan mantan Dan SST Satgas TMMD Reguler 107 Kodim 0710 Pekalongan, Letda Infantri Slamet Tugas, Danton Yonif 405/SK, bahwa jajar kehormatan dengan senjata laras panjang, adalah bentuk penghormatan tertinggi di TNI yang hanya diberikan kepada Jenderal TNI maupun atasan langsung setingkat Danrem dan Dan Brigade keatas.

“Mereka adalah orang tua kami juga dan layak mendapatkan cara penghormatan seperti itu, namun bukan bersenjata. Itu karena kami juga dianggap anak oleh mereka,” ucapnya, Selasa (14/4/2020).

Selain itu, mereka juga telah meninggalkan foto kenang-kenangan yang telah dipajang Suramto di ruang tamunya. (Aan)