Pekalongan

Pekalongan (1232)

Pekalongan, Sulutnews.com – Pemerintah Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, bersama Babinsa dari Koramil 05 Kesesi, Kodim 0710 Pekalongan, terus melakukan upaya kewaspadaan penularan virus corona, dari warga yang pulang merantau dari Jakarta.

Tampak Rendi Supriyadi (26), warga Dukuh Sutosari RT. 01 RW. 05, Pantirejo, dicek suhu tubuhnya oleh Sertu Suwandi, di Posko Covit-19 yang terletak di Balai Desa Pantirejo. Kamis (16/4/2020).

Selain itu, perangkat desa yang tergabung dalam gugus tugas antisipasi covit-19 yang bermarkas di Posko tersebut, Titiek Sulistioningsih (50), Kepala Dusun Sutosari merangkap Kasi Kesra dan Pelayanan, juga melakukan penyemprotan cairan disinfektan.

Dijelaskan Sertu Suwandi, bahwa sebelumnya upaya ini terus dilakukan oleh Pemdes setempat bersama Kesehatan Satgas TMMD Reguler 107 Kodim 0710 Pekalongan dan juga Bhabinkamtibmas Polsek Kesesi.

“Sudah belasan orang hingga saat ini, dan Alhamdulillah semua suhunya normal antara 35-36,5 derajat celcius,” terangnya.

Dijelaskannya lanjut, pemberlakuan upaya tersebut selain sebagai langkah antisipasi, juga untuk memberikan ketenangan bagi warga yang bermukim.

“Ini untuk kepentingan orang banyak sehingga tidak untuk mendiskriminasi warga pulang ke desa,” tandasnya.

Dibenarkan Kepala Desa Pantirejo, Hamka Nurul Huda, sudah ada belasan warganya dalam status ODP (Orang Dalam Pemantauan) terkait wabah tersebut.

“Kita terus memantau kesehatan mereka selama 14 hari karantina tidak boleh keluar rumah. Kami dibantua Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam pengawasan masing-masing ODP,” beber Hamka.

Ditambahkannya, selain pengawasan, 3 pilar (Kepala Desa, Babinsa dan Babinkamtibmas) di Pantirejo, terus memberikan edukasi kepada masyarakat setempat dengan himbauan-himbaun melalui pengeras suara dari mobil patroli Polsek Kesesi dan dengan pemasangan selebaran di rumah-rumah warga maupun tempat berkumpul masyarakat.

“Kita himbau warga Pantirejo untuk membiasakan diri memakai masker, sesering mungkin mencuci tangan dengan sabun dan hand sanitizer, untuk sementara tidak keluar desa jika tidak mendesak, membersihkan lingkungan rumah, dan menghindari berjabat tangan,” pungkasnya.

Itulah semua merupakan upaya 3 pilar di Desa Pantirejo dalam mendukung upaya Pemkab Pekalongan dalam mencegah Kejadian Luar Biasa (KLB) di wilayah. (Aan)

Pekalongan, Sulutnews.com – Puluhan paket Sembako untuk warga kurang mampu atau jompo yang berasal dari TMMD Reguler 107 Kodim 0710 Pekalongan, diserahkan kepada warga masyarakat di tiga pedukuhan di Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Bantuan ini adalah salah satu kegiatan bakti sosial dalam acara penutupan TMMD Reguler (14/4), dimana secara simbolis penyerahannya dilakukan oleh Forkopimda Kabupaten Pekalongan kepada perwakilan yang ditunjuk.

Tampak Mbah Karyi, salah satu dari 10 orang warga Dukuh Sutosari, menerima bantuan yang isinya berupa beras 5 kilogram, minyak goreng 2 liter dan 1 kilogram gula pasir. Kamis (16/4/2020).

Disampaikan Kepala Desa Pantirejo, Hamka Nurul Huda (batik kuning), bahwa bantuan diserahkan secara door to door terkait kewaspadaan virus corona, yaitu untuk menghindarkan kerumunan masyarakat.

“Ada 30 paket Sembako untuk membantu warga kami yang kurang dan tidak mampu dan 20 paket lagi untuk para keluarga asuh Satgas TMMD,” ucapnya.

Dikemukakannya lanjut, dalam penyalurannya melibatkan 3 pilar di Desa Pantirejo, yakni Kepala Desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, agar tepat sasaran kepada penerima manfaat berdasarkan skala prioritas.

Untuk paket Sembako kepada para orang tua asuh, diberikan langsung oleh mantan anggota Satgas yang tinggal di masing-masing rumah saat pamit pulang sebagai tanda mata.

Sementara dijelaskan Kepala Dusun Sutosari, Titiek Sulistioningsih (50), kesepuluh warganya meliputi Haryati, Witri, Darsinah, Sulastri, Ratri, Ruadah, Kartinah, Rasiti, Tarmi, dan Karyi.

Itulah kegiatan sosial TMMD Reguler 107 Pekalongan yang juga membanun sasaran non fisik di tengah-tengah sulitnya warga masyarakat mendapatkan rezeki terkait pandemi corona. (Aan)

Pekalongan, Sulutnews.com – Setelah berakhirnya TMMD Reguler 107 Kodim 0710 Pekalongan resmi berakhir (14/4), namun belum berakhir pekerjaan bagi para anggota Koramil 05 Kesesi, yaitu pembersihan atau purifikasi ornamen-ornamen merah putih dan banner.

Tampak kesibukan pelepasan umbul-umbul di jalan dan gang menuju lapangan Desa Pantirejo yang dipimpin langsung oleh Pelda Hernadi, Bati Tuud Koramil. Sedangkan untuk pelepasan rumbai dan umbul-umbul di seputaran Kantor Balai Desa dipimpin langsung oleh Danramil, Kapten Infantri Perman. Kamis (16/4/2020).

“Kita melepas umbul-umbul mulai dari pintu masuk hingga ke lapangan desa karena kegiatan pembangunan telah selesai, untuk selanjutnya dicuci dan disimpan kembali buat TMMD selanjutnya, yaitu TMMD Sengkuyung II tahun 2020 sehabis lebaran nanti,” terang Kapten Parman.

Ditambahkannya, smentara untuk inventaris mulik desa setempat, dikembalikan sehingga juga berguna untuk penyambutan tamu dan acara-acara lainnya. (Aan)

Pekalongan, Sulutnews.com – Puluhan anggota Yonif 405 Surya Kusuma dikarantina selama 14 hari pasca sebulan penugasan sebagai anggota Satgas TMMD Reguler 107 Kodim Pekalongan, dari Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Di hari kedua masuk satuan yang bermarkas di Desa Klapagading Kulon, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah ini, mereka tampak dijemur di depan barak karantina. Kamis (16/4/2020).

Dibenarkan Danyonif 405/S, Letkol Infantri Ikhsan Agung Widyo Wibowo melalui Letda Infantri Slamet Tugas, mantan Dan SST (Komandan Satuan Setingkat Peleton) Satgas TMMD Reguler 107 Pekalongan, walaupun dirinya dan para anggotanya telah melakukan penyemprotan dengan cairan disinfektan dan pengukuran suhu tubuh baik di lokasi TMMD (10/4) dan saat hari pertama masuk Mako Yonif (15/4, dini hari), mereka juga dikarantina selama 14 hari.

“Selain menjalankan protap atau SOP satuan untuk meminimalisir masuknya wabah virus corona, ini memang perlu dilakukan untuk memberikan rasa tenang kepada rekan dan keluarga yang di dalam asrama kesatuan,” ucapnya.

Ditambahkannya, selain itu juga rutin dilakukan pemeriksaan kesehatan selama proses karantina oleh Dokter Batalyon.

“Ini merupakan upaya deteksi dan pencegahan dini terhadap covid-19, sehingga jika ada anggota kami mengeluh sakit batuk, pilek dan pernafasan, dapat cepat mendapatkan pertolongan medis sehingga tidak membahayakan yang lainnya,” tandasnya. (Aan)

Pekalongan, Sulutnews.com – Tim Pencegahan virus corona/covid-19 Kodim 0710 Pekalongan, masih terus melakukan penyemprotan cairan disinfektan di sejumlah wilayah di Kabupaten/Kota Pekalongan.

Tampak anggota Koramil 05 Kesesi dibantu anggota Polsek Kesesi, melakukan penyemprotan kembali di bekas lokasi TMMD Reguler 107 Pekalongan, di Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Kamis (16/4/2020).

Disampaikan Babinsa Pantirejo, Sertu Sutrisno, bahwa kali ini sasarannya masih sama yakni tempat-tempat berkumpul masyarakat dan jalan di seputaran desa, sebagai upaya pencegahan virus corona pasca TMMD.

“Ini untuk memberikan ketenangan kepada masyarakat dimana pada waktu perpisahan dengan anggota Satgas TMMD beberapa hari yang lalu (14/4), tanpa sadar berjabat tangan dan saling berpelukan. Juga banyaknya tamu yang hadir saat acara penutupan TMMD,” bebernya.

Dikatakannya juga, itu merupakan upaya untuk meminimalisir penyebaran virus corona ke desa tersebut.

DItambahkannya, untuk penyemprotan di rumah-rumah penduduk lagi, akan segera dikoordinasikan dengan pihak Puskesmas Kesesi 1, sekaligus mengulang lagi himbauan-himbauan untuk memakai masker, berdiam diri di rumah untuk sementara waktu, rajin mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir, serta mengurangi berjabat tangan. (Aan)

PEKALONGAN, Sulutnews.com -  Ini usulan yang disampaikan  Caswari,  Ketua RT .02/RW 03,  Dukuh Sutosari, Desa.Pantirejo Desa  Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, terkait sudah bagusnya jalan yang ada di Desa Pantirejo, setelah dibangun oleh Satgas TMMD.

Yakni, seluruh warga Desa Pantirejo, termasuk pemerintahan Desa Pantirejo, jangan terlena dengan bagusnya jalan setelah dibangun Satgas TMMD  Reguler ke-107 Kodim 0710/Pekalongan. Artinya, harus segera memikirkan bagaimana merawat semua hasil pekerjaan TMMD, terutama di jalan beraspal.

‘’Saya secara pribadi sangat senang, dengan hasil pembangunan jalan di desa kami melalui gelaran TMMD Reguler dari Kodim Pekalongan. Tidak hanya saya saja, melainkan seluruh warga Pantirejo yang sebagian besar profesinya sebagai petani akan sangat terbantu, yakni lancarnya saat beraktivitas sehari-hari,’’ ujar Caswari.

Hanya, lanjutnya, mestinya pihak pemerintahan desa segera memikirkan bagaimana untuk merawat jalan itu.  Jika ingin jelas, seharusnya pihak pemerintahan desa menganggarkan dana perawatan jalan hasil  TMMD dari Kodim Pekalongan itu.

‘’Percuma dibangun bagus oleh TNI, sementara tidak dipikirkan bagaimana merawatnya. Intinya warga siap untuk gotong royong dalam merawat jalan,  hanya saja pihak desa juga mau menganggarkan dana untuk perawatan,’’ tambah Caswari. (rus)

PEKALONGAN, Sulutnews.com - Ada pengalaman kurang mengenakan yang pernah dialami oleh.Sabari( 59), petani warga  Dukuh.Sutosari, Desa  Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, sebelum jalan di desanya dibangun TNI, melalui gelaran  TMMD Reguler ke-107 Kodim 0710/Pekalongan.

Yakni, karena jeleknya jalan yang ada di desanya, Sabari pernah jatuh dari sepeda saat akan pergi ke sawah. ‘’Waktu itu sehabis hujan, saya pergi ke sawah, karena jalan jelek, dan banyak kubangan air, saat saya lewat, terperosok ke dalam kubangan air yang ternyata cukup dalam,’’ ujar Sabari.

Untuk itu, dia menyatakan sangat senang, dengan telah selesainya pembangunan jalan di desanya melalui kegiatan TMMD. Jalan yang semula dalam kondisi rusak parah, kini mulus. Paling tidak jika ingin beraktivitas ke sawah akan menjadi lancar,’’tambah Sabari.

Menurutnya, karena jalanan di Pantirejo sudah bagus semua setelah, dibangun TNI Satgas TMMD, dirinya tidak takut lagi jatuh dari sepeda saat akan beraktivitas ke sawah.

‘’Karena jalanan sudah bagus, saya tidak takut lagi jatuh dari sepeda saat akan beraktivitas ke sawah. Tidak hanya itu saja, saat membawa hasil panenan dari sawah akan menjadi lancar,’’ pungkas Sabari. (rus)

PEKALONGAN, Sulutnews.com -  Merasa kehilangan sejak para anggota  TMMD Reguler ke-107 Kodim 0710/Pekalongan, pulang ke kesatuannya masing-masing. sudah tentu dirasakan oleh semua warga Desa  Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Hanya, banyak warga yang merasakan betapa besar manfaat semua proyek TMMD Kodim Pekalongan di Pantirejo. Terutama di pekerjaan pengaspalan jalan yang sudah selesai 100 persen.

Dikemukakan Mbah Rosidin (70), warga  Dukuh.Sutosari,  Desa.Pantirejo, khusus untuk pengaspalan jalan, yang merasakan manfaatnya tidak hanya warga Pantirejo,melainkan warga di banyak desa,terutama yang berdekatan dengan Pantirejo.

‘’Bagi kami, warga Desa Pantirejo, setelah jalan di desa kami selesai dibangun TNI, semua aktivitas warga akan menjadi lancar. Jika ingin ke sawah lancar, anak-anak sekolah tidak lagi repot saat akan berangkat dan pulang sekolah. Mereka, selama ini, disaat jalan belum dibangun TNI, anak-anak akan kerepotan saat akan pergi maupun pulang sekolah,’’ ujar Mbah Rosidin. (rus)

PEKALONGAN, Sulutnews.com  -  Salah satu warga  Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, yang merasa kehilangan dan kangen dengan TNI anggota Satgas TMMD,   dengan telah usainya TMMD Reguler ke-107 Kodim 0710/Pekalongan, adalah  Ida Jainah (53), ibu rumah tangga, warga  Dukuh Sutosari RT 02/ RW 04, Desa Pantirejo.

‘’Saya benar-benar kehilangan dengan telah kembalinya para anggota Satgas TMMD dari Desa Pantirejo. Saya kangen, biasanya sering dibantu Pak Tentara, saat menjemur gabah,’’ ungkap Ida Jainah,  Kamis (16/04/2020).

Dia mengku, salah satu sosok TNI Satgas yang paling melekat di pikirannya adalah 

Prada Petrus, yang selama ini, selama pelaksanaan  TMMD,sering membantu saat dirinya menjemur gabah.  ‘’Pak  Petrus orangnya baik dan suka menolong saya saat menjemur gabah,’’ tutur  Ida.

Termasuk, lanjutnya, Prada Petrus,orangnya pandai bergaul, sehingga selama pelaksanaan TMMD, dia tampak disenangi anak-anak di Desa Pantirejo. Bahkan saat bekerja, anak-anak tidak pernah takut, merangsek untuk mendekat.  ‘’Meski semua Satgas TMMD lainnya juga baik lho,’’ tambah Ida Jainah. (rus)

PEKALONGAN, Sulutnews.com - Ini komentar Darmat (70), Petani asal Dukuh Sutosari RT 02/ RW 03, Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, dengan telah usainya TMMD Reguler ke-107 Kodim 0710/Pekalongan.

''Sepi Pak, Pantirejo setelah ditinggal oleh para Tentara Satgas TMMD Kodim Pekalongan. Namun demikian, kami mengucapkan terimakasih dengan banyaknya pembangunan yang dilakukan Pak Tentara di desa kami,'' ungkap Darmat, Kamis (16/04/2020).

Dia menuturkan, selama sebulan penuh TMMD berlangsung, setiap harinya, disaat banyak warga beraktivitas, selalu melihat hiruk pikuk para Tentara yang bekerja di sejumlah sasaran fisik TMMD. ''Seolah-olah, banyak warga di kampung kami yang warganya berprofesi sebagai Tentara,'' tambah Darmat.

Pada bagian lain Mbah Darmat mengakui, bahwa semua pekerjaan TMMD sangat bermanfaat bagi warga Desa Pantirejo. Mulai dari pengaspalan jalan, pembangunan talud,  rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

''Bahkan,sejak ada TMMD di desa kami, suasana malam di Pantirejo sangat hidup karena banyak Tentara yang nongkrong, dan beranjangsana ke rumah-rumah warga. Kini semua itu sudah kembali pulih seperti sedia kala,'' pungkas Darmat. (rus)