Pekalongan

Pekalongan (1232)

PEKALONGAN, Sulutnews.com - Bagi para anggota Koramil 05/Kesesi/Kodim 0710/Pekalongan, merasakan pasca TMMD Reguler ke-107 Kodim 0710/Pekalongan, saat tugas di Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, menjadi lancar.

Seperti yang dilakoni, Babinsa Koramil 05/Kesesi, Sertu Suwandi, ‘’jalanan sudah bagus setelah TMMD usai. Pasalnya, jalan yang ada di Desa Pantirejo telah dibangun oleh Satgas TMMD. ‘’Sebelumnya, jangan ditanya kalau tugas di Pantirejo, dipastikan  akan bergelut dengan jalan jelek. Terlebih jika musim hujan, sudah saat bertugas di desa itu,’’ ungkap Sertu Suwandi.

Dia mengemukakan, pasca TMMD, pihaknya setiap hari harus ke Desa Pantirejo, untuk tugas di Posko Covid -19. Hanya saja, untuk menjalankan tugas sebagai bagian dari Posko Covid -19 itu sudah tidak masalah baginya, karena kondisi jalanan sudah baik.      

Menurut Sertu Suwandi, tugas di Posko Covid -19 ternyata cukup menguntungkan bagi dirinya. Pasalnya tugas masih melekat pada dirinya sebagai anggota Tim Jurnalistik TMMD Kodim Pekalongan.

‘’Menyelam sambil minum air, tugas di Posko Covid -19 sekalian melakukan reportase pasca TMMD Reguler ke-107 Kodim Pekalongan. Masih perlu banyak yang diungkap meski TMMD sudah usai. diantaranya pandangan atau pendapat warga terhadap semua hasil pelaksanaan TMMD,’’ Papar Sertu Suwandi. (rus)

PEKALONGAN, Sulutnews.com -  Meski TMMD Reguler ke-107 Kodim 0710/Pekalongan, Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, telah usai, kebersamaan antara anggota Tim Jurnalis TMMD dengan sejumlah perangkat desa dan ibu-ibu PKK yang ada di Pantirejo.

‘’Sudah kami anggap saudara sendiri, para TNI anggota Tim Jurnalistik TMMD Kodim Pekalongan. Kami sudah kumpul sebulan lebih, banyak hal yang kami lakukan bersama,’’ ungkap  Wintiarsih salah satu perangkat Desa  Pantirejo.

Tidak hanya omong kosong, terbukti ketika sejumlah anggota Tim Jurnalistik,  Serka Samsuri, Sertu Suwandi,  silaturahmi ke Balai Desa Pantirejo, hubungan kekeluargaan masih terbina baik.antara perangkat desa dan ibu-ibu PKK Desa Pantirejo.

‘’Kami terimakasih, meski TMMD sudah usai saat kami silaturahmi ke Pantirejo, hubungan  masih terjaga baik dengan para ibu-ibu PKK yang ada di Desa Pantirejo. Hal itu akan kami manfaatkan untuk menggali banyak informasi seusai TMMD.Utamanya untuk menggali informasi tentang tanggapan warga terhadap semua hasil pelaksanaan TMMD,’’ ungkap Serka Samsuri. (rus)

PEKALONGAN, Sulutnews.com - Ini cara yang dilakukan Mustika (40) ibu rumah tangga asal Dukuh Pepedan, Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, untuk melihat rekam jejak pelaksanaan TMMD Reguler ke-107 Kodim 0710/Pekalongan, Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Yakni, dengan melihat koran cetak yang telah memuat sejumlah kegiatan TMMD Reguler dari Kodim Pekalongan di desanya. Hal itu dilakukan, melainkan karena ada tugas dinas lain, dirinya tidak bisa mengikuti seluruh kegiatan TMMD dari awal hingga akhir.

Kepada Tim Pendim Pekalongan, Mustika mengaku, cukup mengapresiasi kegiatan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RtlH) milik sejumlah warga Desa Pantirejo. Dikatakan, dalam waktu yang singkat, TNI Satgas berhasil untuk merehab 10 Unit RTLH.

Yang lebih perlu diacungi jempol, saat membangun Pos Kamling, dalam waktu sepekan, berhasil menyelesaikan tiga unit Pos Kamling. ‘’Lewat koran, akhirnya saya tahu berapa berat  perjuangan para anggota Satgas TMMD saat merampungkan semua pekerjaan TMMD  di Desa Pantirejo,’’ ungkap  Mustika.

Lebih dari itu, lanjutnya, penentuan sasaran fisik di TMMD, sangat tepat. Yakni, Kodim Pekalongan benar-benar memperhatikan asas manfaat bagi warga. Dicontohkan di pembangunan jalan,  karena memang kondisi jalan di Desa Pantirejo sangat memprihatinkan.

‘’Kini jalanan sudah bagus, warga masyarakat benar-benar telah merasakan manfaatnya. Aktivitas warga lancar, bagi para petani, saat akan beraktivitas ke sawah lancar,’’ tambah Mustika. (rus)

PEKALONGAN, Sulutnews.com - TNI anggota Satgas yang pernah terlibat di pelaksanaan TMMD Reguler ke-107 Kodim 0710/Pekalongan, Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah,  Pelda Asmuni, berharap warga  merawat sebaik-baiknya semua hasil karya TMMD  Reguler Kodim Pekalongan.

‘’Saya mengetahui sendiri, bagaimana berkualitasnya seluruh hasil pekerjaan TMMD Kodim Pekalongan di Desa Pantirejo. Mulai dari pengaspalan jalan, rehab Rumah Tidak Layak Huni. Sehingga eman-eman jika sampai warga, dan pemerintahan desa setempat tidak merawat dengan baik,’’ terang Pelda Asmuni yang sehari-hari sebagai Kepala  Klinik Kartika 36 / Batang.

Menurutnya, yang perlu mendapat perhatian serius untuk perawatannya, adalah pengaspalan jalan. Mengingat, fungsi jalan tersebut untuk menggairahkan perekonomian warga sangat penting, sehingga perlu perawatan yang kontinyu.

‘’Jika saja hasil pembangunan jalan ini tidak diperhatikan perawatannya, dipastikan tidak akan awet. Bukan kualitas pembangunannya yang jelek, melainkan kondisi tanah yang ada di desa sasaran TMMD termasuk labil,’’ papar Pelda Asmuni.

Terpisah, Kepala Desa Pantirejo, Hamka Nurul Huda mengemukakan, pihaknya sudah rembug dengan sejumlah perangkat untuk memikirkan perawatan hasil proyek dari TMMD  di desanya.

‘’InsyaAllah kalau dana perawatan pihak desa akan menganggarkan, terpenting nanti siapa yang akan terlibat dalam perawatan, tentu akan melibatkan warga, sehingga perlu rembug desa,’’ jelas Kepala Desa Pantirejo, Hamka Nurul Huda. (rus)

PEKALONGAN, Sulutnews.com -  Ini cara yang dilakoni Ruslani (56), seorang wiraswasta warga t Dukuh Sutosari RT 02 / RW 04,  TMMD Reguler ke-107 Kodim 0710/Pekalongan, Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, untuk mengobati rasa kangen terhadap para anggota Satgas TMMD, seusai TMMD Reguler ke-107 Kodim 0710/Pekalongan, di  Desa Pantirejo, ditutup. 

Yakni, sejumlah  koran cetak yang memuat tentang kegiatan TMMD sengaja disimpan sebagai kenang-kenangan pelaksanaan TMMD. ‘’Ternyata, disaat TMMD sudah selesai, sebagai obat kangen dengan para TNI anggota Satgas,bisa teratasi dengan membaca koran cetak yang ada berita TMMD di Pantirejo,’’ ungkapnya,  Ruslani, Jumat (17/04/2020).

Menurutnya, tiga hari pasca penutupan TMMD dari Kodim Pekalongan, suasana Desa Pantirejo benar-benar sepi. Jika setiap harinya, selama ada pelaksanaan TMMD, suasana desanya benar-benar hidup. Lalu lalang, TNI anggota Satgas TMMD benar-benar bisa menghidupkan suasana desa.

‘’Kini, suasana itu sudah berlalu. Namun demikian apa yang telah dilakukan TNI anggota Satgas TMMD di Desa Pantirejo akan menjadi sesuatu yang tidak akan terlupakan sampai kapanpun. Terimakasih Pak Tentara, desa kami telah dibangun dan  aktivitas kami, seluruh warga Desa Pantirejo akan  lancar,’’ beber Ruslani.  (rus)

PEKALONGAN, Sulutnews.com - Sejumlah warga  Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, mengungkapkan, manfaat jalan TMMD sangat besar untuk memperlancar aktivitas warga. dalam banyak hal.

Hal itu terungkap, saat salah satu anggota Tim Jurnalistik TMMD Reguler Kodim Pekalongan, Sertu Suwandi, ketika menelusuri tanggapan warga di sejumlah warung yang ada di Desa Pantirejo.

‘’Saya sendiri juga ikut senang kalau ternyata warga sangat terbantu dengan sejumlah pekerjaan TMMD dari Kodim Pekalongan. Salah satu pokok pembahasan di warung-warung pasca TMMD, adalah manfaat besar  dari pembangunan jalan,’’ ungkap Sertu Suwandi, Jumat (17/04/2020).

Bahkan, banyak warga di luar Desa Pantirejo, yang selama ini berkegiatan atau mencari ekonomi di Desa Pantirejo, juga merasa terbantu.dengan adanya pembangunan jalan melalui kegiatan TMMD.

‘’Seperti, yang dikemukakan, Dulmanan (58), seorang pedagang asal Desa Swaru, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, yang selama ini mencari rezeki di Desa Pantirejo, yakni sebagai pedagang gabah, menyatakan,  benar-benar terimakasih dengan TNI yang telah membangun jalan di Pantirejo melalui TMMD,’’ ungkap Suwandi. Dikatakan, ungkapan dari Dulmanan itu dikemukakan saat ngopi di warung Bu Cito, Dukuh Sutosari, Desa.Pantirejo. ,(rus)

PEKALONGAN, Sulultnews.com -  Selesainya  TMMD Reguler ke-107 Kodim 0710/Pekalongan, Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, tidak membuat, para TNI yang wartawan untuk terus blusukan ke desa eks sasaran TMMD tersebut (Desa Pantirejo - red).

Hal itu dilakukan, menyusul, pasca TMMD, masih banyak hal yang perlu diketahui oleh publik. Utamanya sejauh mana asas manfaat semua proyek fisik TMMD bagi warga desa sasaran. Baik itu sasaran fisik pengaspalan jalan,pembangunan talud, rehab RTLH. Termasuk pembangunan sejumlah Pos Kamling di desa Pantirejo.

Adalah Serda Daryono, salah satu anggota Tim Jurnalistik TMMD Reguler Kodim Pekalongan, tiga hari setelah TMMD ditutup, TNI yang jurnalis itu, terus blusukan ke Desa Pantirejo. Sambang sejumlah warung menjadi efektif untuk mencari informasi seputar tanggapan warga tentang hasil TMMD Kodim Pekalongan.

‘’Semua sasaran TMMD sudah selesai, sehingga liputan yang cukup efektif dengan sambang warung yang banyak ada di Pantirejo. Banyak warga yang diminta untuk berpendapat seputar sejauh mana program TMMD Kodim Pekalongan bermanfaat bagi warga,’’ ungkap  Serda Daryono, Jumat (17/04/2020)..

Saat berkunjung ke warung milik Mbah Cito, Serda Daryono mengemukakan, pemilik warung mengaku omzet warungnya kembali merosot setelah TMMD selesai. Namun demikian, semua warga menyatakan bersyukur, dengan dibangunnya jalan oleh TNI, aktivitas warga semakin lancar.

‘’Kebetulan, pasca TMMD, banyak warga di Pantirejo yang panen raya padi, dan mereka mengaku, sejak jalan dibangun TNI, kini untuk membawa pulang hasil panenan pulang ke rumah tidak kesulitan lagi,’’ terang Serda Daryono. (rus)

PEKALONGAN, Sulutnews.com - Tidak hanya para perangkat Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, yang merasa sepinya suasana kerja pasca pelaksanaan TMMD reguler ke-107 Kodim Pekalongan, di desa itu. Melainkan, sejumlah  petugas yang berjaga di Posko  Covid -19 ‘yang ada di Balai Desa Pantirejo merasakan hal itu.

‘’Ada yang beda memang, seusainya pelaksanaan TMMD reguler ke-107 Kodim Pekalongan di Pantirejo. Yakni, biasanya, selama TMMD berlangsung, tugas di Posko Covid -19 selalu ditemani beberapa TNI Satgas, kini semua itu sudah berlalu,’’ ungkap Sony, petugas dari Puskesmas Kesesi yang bertugas di Posko Covid -19, Jumat (17/04/2020).

Dia mengatakan, pelaksanaan TMMD dari Kodim Pekalongan, benar-benar bisa menghidupkan suasana Desa Pantirejo di semua lini. Terlebih dari itu, hasilnya, mulai dari pengaspalan jalan, terlebih rehab Rumah Tidak layak Huni (RTLH), sudah dinikmati oleh warga.

‘’Sehingga menurut saya, andai saja TMMD digelar kembali di Desa Pantirejo, tentu dengan senang hati seluruh unsur pemerintahan dan warga akan menerima dengan senang hati. Alasan yang paling masuk akal adalah, manfaat dari TMMD benar-benar besar dirasakan oleh warga,’’ ungkap Sony.

Terkait dengan Pos Covid -19 di Balai Desa Pantirejo ? Menurut Sony, meski suasananya tidak, semeriah saat TMMD masih berlangsung, tetap saja Posko harus berjalan. ‘’Toh setiap harinya ada petugas dari Koramil 05/Kesesi/Kodim Pekalongan yang terlibat,’’ terangnya. (rus)

PEKALONGAN, Sulutnews.com -  Tetap kerja keras. Itu yang dilakukan oleh sejumlah TNI anggota Tim Jurnalis TMMD reguler ke-107 Kodim Pekalongan. Pasalnya, setelah TMMD di   Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, ditutup,  banyak hal yang harus diketahui publik terkait TMMD tersebut.

‘’Kami masih terus kerja keras, pasca TMMD masih banyak hal yang harus diketahui publik. Misalnya testimoni atau tanggapan dari banyak pihak dengan hasil TMMD di Pantirejo. Hal itu penting, selain untuk diketahui khalayak, sekaligus bisa dipakai untuk bahan evaluasi pelaksanaan TMMD ke depan,’’ ungkap Koordinator Tim Jurnalis TMMD reguler ke-107 Kodim Pekalongan,  Pelda Rusgiyarto, Jumat (17/04/2020).

Dikemukakan, kesibukan TNI Tim Jurnalis tidak saja yang berada di Makodim saja, melainkan sejumlah TNI wartawan yang berada di lapangan juga tidak kalah sibuknya.  Mereka terus wawancara dengan banyak pihak terkait semua hasil program TMMD di Pantirejo.

‘’Kami sendiri tidak  sampai kapan pubikasi TMMD ini akan berakhir, yang jelas banyak hal yang perlu diketahui publik terkait apa saja yang terjadi pasca pelaksanaan  TMMD reguler ke-107 Kodim Pekalongan. Pasalnya, setelah TMMD di   Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. (rus)

PEKALONGAN, Sulutnews.com -  Meski sudah lewat  hari, sejak  penutupan TMMD Reguler ke-107 Kodim 0710/Pekalongan, Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, namun bagi para perangkat desa setempat masih begitu lekat, kenangan derap langkah para prajurit Satgas TMMD, membangun Pantirejo.

Meski, mereka ,beberapa perangkat desa, mengaku, sepinya halaman Balai Desa setempat, mengusik kenangan itu.  ‘’Sepi rasanya setelah TMMD usai, halaman Balai Desa, yang biasanya di setiap pagi dipakai untuk menggelar apel, kini semua itu tinggal kenangan,’’ ungkap Kepala Desa Pantirejo, Hamka Nurul Huda, Jumat (17/04/2020).

Namun demikian, papar Kades Hamka, seluruh perangkat Desa Pantirejo tidak boleh hanyut dengan suasana lain pasca TMMD. Tetapi justru sebaliknya, dengan tauladan yang telah diberikan oleh para TNI Satgas TMMD, semuanya saja semakin semangat untuk kerja keras,membuat Pantirejo lebih maju.

Menurut Hamka,  sejak TMMD ditutup, pihaknya akan segera menyusun strategi bagaimana merawat semua hasil karya TMMD. ‘’Terutama mulusnya jalan setelah dibangun TNI, yang harus dipikirkan bagaimana teknik perawatannya, dan dari mana sumber dananya, (rus)