Pekalongan

Pekalongan (1232)

PEKALONGAN, Sulutnews.com -  Ini mungkin sebagai ungkapan rasa syukur dari Kepala Desa (Kades) Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Hamka Nurul Huda, atas berkah TMMD Reguler ke-107 Kodim 0710/Pekalongan, di desanya.

Di akhir-akhir pelaksanaan TMMD Pantirejo, Kades Hamka rajin turun ke lapangan, bersama beberapa warganya untuk ikut rapikan hasil karya TMM dari Kodim Pekalongan di desanya selama sebulan itu.

Seperti dilakukan Senin (13/04/2020), pagi. sebelum ngantor, dirinya menyempatkan ikut membenahi timbunan tanah di seputar bangunan talud yang ada di Dukuh Pepedan, Desa Pantirejo.

‘’Kami mewakili seluruh warga Pantirejo, benar-benar mengucapkan syukur, terima kasih sebesar-besarnya kepada jajaran Kodim Pekalongan,yang telah menjadikan desa kami sebagai sasaran TMMD,’’ ungkap Kades Hamka.

Banyak desa yang menginginkan menjadi sasaran TMMD, demikian Kepada Desa Nurul Huda,  hanya tampaknya rejeki baru untuk warga Pantirejo. ‘’Alhamdulilah, jalan kami dibangun, sejumlah rumah warga saya direhab. Dan tidak kalah pentingnya, warga kami diajari banyak hal, tentang kedisiplinan, jiwa kesatria,’’ beber Hamka Nurul Huda. (rus)

PEKALONGAN, Sulutnews.com -  Ini mungkin sebagai ungkapan rasa syukur dari Kepala Desa (Kades) Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Hamka Nurul Huda, atas berkah TMMD Reguler ke-107 Kodim 0710/Pekalongan, di desanya.

Di akhir-akhir pelaksanaan TMMD Pantirejo, Kades Hamka rajin turun ke lapangan, bersama beberapa warganya untuk ikut rapikan hasil karya TMM dari Kodim Pekalongan di desanya selama sebulan itu.

Seperti dilakukan Senin (13/04/2020), pagi. sebelum ngantor, dirinya menyempatkan ikut membenahi timbunan tanah di seputar bangunan talud yang ada di Dukuh Pepedan, Desa Pantirejo.

‘’Kami mewakili seluruh warga Pantirejo, benar-benar mengucapkan syukur, terima kasih sebesar-besarnya kepada jajaran Kodim Pekalongan,yang telah menjadikan desa kami sebagai sasaran TMMD,’’ ungkap Kades Hamka.

Banyak desa yang menginginkan menjadi sasaran TMMD, demikian Kepada Desa Nurul Huda,  hanya tampaknya rejeki baru untuk warga Pantirejo. ‘’Alhamdulilah, jalan kami dibangun, sejumlah rumah warga saya direhab. Dan tidak kalah pentingnya, warga kami diajari banyak hal, tentang kedisiplinan, jiwa kesatria,’’ beber Hamka Nurul Huda. (rus)

Pekalongan, Sulutnews.com – H-1 penutupan program TMMD Reguler 107 Kodim 0710 Pekalongan di Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, penyempurnaan bangunan Pos Kamling tiga unit di tiga pedukuhan, terus dikebut.

Para tukang bangunan ahli terus menjadi tulang punggung anggota Satgas TMMD dalam menyelesaikan salah satu sasaran fisik tambahan program TNI tersebut, yakni 3 bangunan Pos Kamling yang semuanya berukuran 2,5 x 2,5 meter, yang merupakan bantuan dari CSR Bank BRI Cabang Pekalongan senilai Rp. 15 juta.

Tampak kesibukan di salah satu bangunan di Dukuh Jlubang RT. 03 RW. 01, yakni pengecatan dinding dan pemasangan lantai keramik.

Seperti dijelaskan sebelumnya oleh Babinsa Pantirejo dari Koramil 05 Kesesi, Kodim Pekalongan, Sertu Sutrisno (12/4), bahwa Pos Kamling di Dukuh Pepedan itu merupakan bangunan kedua yang mulai dikerjakan 9 April 2020 lalu, bersamaan dengan bangunan yang ada di Dukuh Sutosari RT. 01 RW. 03.

Sementara untuk bangunan ketiga terletak di Dukuh Jlubang RT. 03 RW. 01. Semuanya juga dibangun dengan semangat gotong royong Satgas TMMD bersama masyarakat serta tukang ahli yang dikaryakan.

“Kita pastikan hari ini seluruh bangunan Pos Kamling selesai semua dan berwarna kombinasi antara hijau tua dan hijau muda. Tujuannya jelas, menunjukkan bahwa ini merupakan bangunan hasil TMMD Reguler Pekalongan,” ucapnya. (Aan)

Pekalongan, Sulutnews.com – Akhir dari rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi rumah layak huni milik Wiwik Sri Sugiarti (35), warga Dukuh Sutosari RT. 02 RW. 04, Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah, adalah pengecatan dinding. Senin (13/4/2020).

Rumah berukuran 5 x 7 meter ini juga diwarnai anggota Satgas TMMD Reguler 107 Kodim 0710 Pekalongan, dengan warna kombinasi hijau tua dan muda, yang merupakan warna khas bangunan TNI di setiap gelaran rehab RTLH baik di TMMD Reguler maupun TMMD Sengkuyung.

Di hari terakhir ini Satgas TMMD dipacu waktu untuk menyelesaikan rumah tersebut bersama beberapa rumah lainnya dari 10 unit rehab RTLH bantuan Dinas Perwaskim Kabupaten Pekalongan, sebesar masing-masing Rp. 15 juta untuk setiap rumah.

Dibenarkan Sertu Bambang, bahwa besok (14/4), TMMD Reguler 107 Pekalongan resmi ditutup. Ini merupakan upaya terakhir pemaksimalan dana bantuan tersebut agar pemilik rumah dan keluarganya mengenang bahwa rumahnya dibangun melalui TMMD Reguler, yaitu kemanunggalan lintas sektoral bersama seluruh komponen masyarakat. (Aan)

Pekalongan, Sulutnews.com – Sejumlah anggota TNI dari kesatuan Yonif 405 Surya Kusuma yang tergabung dalam Satgas TMMD Reguler 107 Kodim Pekalongan, melakukan finishing rumah milik Sri Puji Astuti, warga Dukuh Jlubang RT. 02 RW. 01, Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Minggu sore (12/4/2020).

Mereka dipimpin Dan SST Satgas TMMD, Letda Infantri Slamet Tugas, dengan target dua hari selesai namun berkualitas. Pasalnya, tanggal 14 April 2020 adalah hari penutupan TMMD Reguler.

“Target kami selesai hari ini, namun jika tidak ya besok yaitu H-1 penutupan TMMD Reguler Pekalongan,” ucapnya.

Dijelaskannya juga, untuk warna bangunan ke-10 rumah yang dikerjakan dalam TMMD Reguler Pekalongan adalah sama, yakni kombinasi antara hijau tua dan muda. Termasuk warna rehab 3 unit Pos Kamling dan juga TPQ At Taqwa di Dukuh Pepedan RT. 03 RW. 05, yang didanai dari bantuan Baznas Kabupaten Pekalongan senilai Rp. 6 juta. (Aan)

Pekalongan, Sulutnews.com – Rumah Wiwik Sri Sugiarti (35), warga Dukuh Sutosari RT. 02 RW. 04, Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah, adalah salah satu dari 10 unit rumah yang masih dikebut penyelesaian rehabnya oleh anggota Satgas TMMD Reguler 107 Kodim 0710 Pekalongan.

Pekerjaan penyempurnaan rehab RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) menjadi rumah layak huni yang berukuran 5 x 7 meter ini adalah pengacian dinding samping luar dan bagian dalam. Minggu (12/4/2020).

Tampak Sertu Bambang bertugas di bagian luar, sementara Sertu Kasino di bagian ruang tamu dan tengah.

Mereka dan rekan-rekan lainnya dipacu sisa waktu dua hari berakhirnya pelaksanaan TMMD Reguler yang akan ditutup 14 April 2020 ini.

Dinyatakan Sertu Bambang, bahwa rumah dipastikan selesai sebelum TMMD ditutup, karena memang tinggal sentuhan kecil saja.

“Hari ini fokus pekerjaan adalah pengacian dinding, untuk besok semua melakukan pengecatan,” tegasnya.

Ditambahkannya, dengan selesainya rumah Wiwik maka tenaga akan digeser untuk membantu finishing rumah lainnya yang rata-rata juga finishing.

“Ini adalah upaya terakhir pemaksimalan dana bantuan rehab RTLH dari Dinas Perwaskim Kabupaten Pekalongan senilai Rp. 15 juta untuk 10 penerima manfaat,” tandasnya. (Aan)

Pekalongan, Sulutnews.com – Pembangunan 3 unit Pos Kamling di 3 dukuh di Desa Pantirejo (Pepedan, Sutosari dan Jlubang), Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, terus dikebut di sisa waktu dua hari program TMMD Reguler 107 Kodim 0710 Pekalongan.

Salah satunya adalah Pos Kamling di Dukuh Sutosari RT. 01 RW. 03, dimana kesibukannya adalah pengecatan dinding, pemasangan lantai keramik, dan pemasangan rangka atap bangunan yang berukuran 2,5 x 2,5 meter ini. Minggu sore (12/4/2020).

Dikemukakan Babinsa Pantirejo dari Koramil 05 Kesesi, Sertu Sutrisno, bahwa ketiga bangunan ukuran dan warnanya nanti adalah sama. Ini merupakan sasaran fisik tambahan TMMD Reguler, bantuan dari CSR Bank BRI Cabang Pekalongan.

“Pos Kamling ini mulai dibangun tanggal 9 April 2020 atau empat hari lalu, dan dipastikan besok H-1 selesainya TMMD Reguler Pekalongan, akan selesai 100 persen,” ungkapnya sangat optimis karena pengerjaannya dibantu sejumlah tukang bangunan ahli yang dipekerjakan dari Kecamatan Subah, Kabupaten Batang.

Ditambahkannya, dengan tenaga tersebut, selain cepat juga untuk menjaga kualitas bangunan, dikarenakan 28 orang tukang kayu dan 17 orang tukang batu di Pantirejo dengan mengejar penyelesaian rehab 10 unit RTLH.

Dijelaskannya juga, untuk Pos Kamling lainnya, yakni di Dukuh Jlubang RT. 03 RW. 01, dan juga di depan warung nasi milik Rujito, Dukuh Pepedan RT. 01 RW. 07, Pantirejo. (Aan)

Pekalongan, Sulutnews.com – Hari H-2 selesainya program TMMD Reguler 107 Kodim 0710 Pekalongan di Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, pekerjaan pembangunan Pos Kamling 3 unit di 3 dukuh di Pantirejo, terus dikebut.

Tukang-tukang bangunan handal, menjadi tulang punggung anggota Satgas TMMD untuk menyelesaikan salah satu sasaran tambahan program tersebut.

Tampak kesibukan di salah satu bangunan berukuran 2,5 x 2,5 meter di Dukuh Jlubang RT. 03 RW. 01, yaitu pengacian dinding, pembuatan rangka atap dan pengecatan kayu kanopi, dan pemasangan lantai keramik.

“Pos Kamling ini merupakan bangunan kedua yang mulai dikerjakan pada 9 April 2020 lalu, bersamaan dengan bangunan yang ada di Dukuh Sutosari RT. 01 RW. 03,” jelas Babinsa Pantirejo dari Koramil 05 Kesesi, Kodim Pekalongan, Sertu Sutrisno, Minggu (12/4/2020).

Sementara untuk bangunan ketiga terletak di Dukuh Pepedan RT. 01 RW. 07. Ketiganya berukuran sama dan merupakan bantuan dari CSR Bank BRI Cabang Pekalongan.

Menurutnya, progres tersebut tak terlepas dari semangat gotong royong Satgas TMMD bersama masyarakat serta tukang ahli yang dikaryakan. (Aan)

Pekalongan, Sulutnews.com – Pekerjaan pengurukan bahu jalan yang telah terpasang talud sepanjang 450 meter tinggi 1 meter di Dukuh Jlubang, Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, terus dilakukan di sisa waktu dua hari pelaksanaan TMMD Reguler 107 Kodim 0710 Pekalongan. Minggu (12/4/2020).

Tampak sejumlah masyarakat, perangkat desa dan anggota Satgas TMMD, bersama Kades Pantirejo, Hamka Nurul Huda, terus kebut sisa pekerjaan sebelum hari H penutupan TMMD Reguler (14/4).

Dijelaskan Hamka Nurul Huda (sarung hijau), pekerjaan yang sama juga berlaku di beberapa titik talud sepanjang 350 meter tinggi 1 meter, di Dukuh Pepedan-Sutosari, Pantirejo.

“Untuk bangunan talud yang telah selesai dibangun sepanjang 450 dan 350 meter di Dukuh Jlubang dan Dukuh Pepedan sampai Sutosari, telah nampak memperluas jalan yang juga telah selesai dibangun sepanjang 2.550 meter lebar 3 meter melalui TMMD Reguler,” terangnya.

Hamka yakin, dalam waktu dekat, harga tanah terutama di kiri-kanan jalan aspal yang juga dibangun talud di beberapa titik rawan longsor, akan naik signifikan.

Dijelaskannya, jalan 2,5 kilometer tersebut dibangun di 3 ruas di Pantirejo. Yakni ruas I sepanjang 1.953 meter yang membentang dari perbatasan Desa Sidosari Kecamatan Kesesi ke arah Dukuh Pepedan, ruas II dari pertigaan Dukuh Jlubang ke arah Dukuh Banjaran, Desa Kwigaran, Kecamatan Kesesi sepanjang 197 meter.

Sedangkan ruas ke-III sepanjang 400 meter dari Dukuh Jlubang ke arah perbatasan dengan Dukuh Babadan, Desa Bulaksari, Kecamatan Sragi.

Sama seperti Babinsa Pantirejo dari Koramil 05 Kesesi, Sertu Sutrisno, Hamka berharap masyarakatnya ikut merawat hasil pembangunan tersebut.

“Saya berjanji akan merawat secara berkala hasil pembangunan talud TMMD ini, agar terus berfungsi menguatkan jalan untuk generasi berikutnya,” tandasnya. (Aan)

Pekalongan, Sulutnews.com – Musim panen raya padi di lokasi TMMD Reguler 107 Kodim 0710 Pekalongan, Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, telah membuat banyaknya tumpukan jerami di sejumlah tempat.

Pun dengan seringnya hujan membuat tumpukan jerami cepat menjadi kompos sehingga menjadi tempat yang sangat subur bagi tumbuhnya jamur merang atau warm mushroom.

Mendapati anak-anak desa setempat sedang asyik mencari jamur merang, Serda Daryono, salah satu anggota Tim Jurnalistik TMMD Reguler, tak menyia-nyiakan kesempatan untuk nimbrung mengorek tumpukan jerami yang terletak di samping lokasi pembangunan Pos Kamling 2,5 x 2,5 meter, di Dukuh Jlubang, Pantirejo. Minggu (12/4/2020).

Baginya, di penghujung pelaksanaan TMMD dan tugasnya sebagai tim jurnalistik, tetap saja waktu dimanfaatkannya untuk menggali seluruh potensi masyarakat dan desa untuk menciptakan berita yang berkualitas.

“Lumayan sambil mengenal dan tahu tata cara mencari jamur merang yang memang jarang saya temui alami. Ini sangat cocok dikembangkan di desa binaan saya yaitu Sidosari, dan juga dirumah karena memiliki manfaat dan nilai ekonomis yang cukup tinggi,” ucap Babinsa Sidosari (desa tetangga langsung Pantirejo), Koramil 05 Kesesi, Kodim Pekalongan.

Untuk harga di pasaran di Jawa Tengah, antara Rp. 28-30 ribu per kilonya. Sedangkan dari petani berkisar di angka Rp. 26 ribu, sebanding dengan manfaatnya yaitu mencegah pertumbuhan sel kanker payudara dan prostat, mencegah penyakit jantung, mengatasi radikal bebas, memperkuat tulang dan cocok untuk penderita diabetes.

Menurutnya, budidayanya tidaklah sulit karena panen dilakukan saat tubuh buah masih kuncup. Sedangkan jika tubuh buah telah mekar payungnya, maka harga jualnya menurun.

“Jamur ini mempunyai rasa enak, gurih, dan tidak mudah berubah wujud jika dimasak, dan sangat cocok untuk mie ayam jamur, pepes jamur, sup, capcay dan yang paling simple tumis jamur,” tandasnya.

Jamur ini mampu bertahan hidup pada suhu yang relatif tinggi, antara 30-38 derajat celcius. Jadi wajar jika di Desa Pantirejo yang mempunyai rataan suhu harian antara 28-30 derajat celcius dan ketinggian 25 mdpl, tanaman ini sangat subur. Suhu dan ketinggian tersebut identik dengan desa binaannya, Sidosari.

Itulah yang dilakukannya, selain mendapatkan jamur untuk dibawa pulang, dirinya juga mendapatkan dokumentasi potensi masyarakat setempat, serta menjalin keakraban dengan remaja desa.

Sekedar diketahui, selain media jerami, budidaya jamur ini akan tumbuh baik pada kompos sampah kertas, tandan kosong sawit, kompos batang pisang dan kompos biomassa pada umumnya. Namun yang paling baik adalah pada media limbah kapas. (Aan)