Pekalongan

Pekalongan (1232)

PEKALONGAN, Sulutnews.com  -  Sejumlah warga Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, masih terkenang, dengan maraknya TNI anggota Satgas TMMD, mewarnai sejumlah masjid dan mushola saat sholat berjamaah. Meski pelaksanaan TMMD sendiri sudah usai sekitar 5 hari.

Seperti warga masyarakat yang sering, sholat berjamaah di Masjid Nurul Huda, Desa  Pantirejo, merasakan ada yang hilang, saat sholat berjamaah. Biasanya, dipenuhi  dengan banyak Tentara Satgas TMMD.

‘’Kini setelah TMMD usai, suasana kembali biasa. Sholat berjamaah di Masjid tidak lagi diwarnai banyak Tentara,’’ ungkap Saiful (42), salah satu warga Desa Pantirejo.

Menurutnya, ada kenangan tersendiri, saat pelaksanaan TMMD di Pantirejo, yakni mereka para anggota Satgas TMMD ternyata sangat taat beribadah. Terbukti, saat sholat fardhu, banyak TNI yang ikut berjamaah.

‘’Kini semua tinggal kenangan. Termasuk hasil pembangunan fisik selama pelaksanaan TMMD akan menjadi kenangan terindah bagi warga Pantirejo. Dan tentu tidak akan terlupakan sepanjang masa,’’ ungkap Saiful. (rus)

PEKALONGAN, Sulutnews.com - Ini salah satu bukti warga di luar Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, juga ikut  menikmati hasil pelaksanaan  TMMD Reguler ke-107 Kodim 0710/Pekalongan, di Desa Pantirejo.

Adalah Muhammad (55), warga Desa Kaibahan, Kecamatan Kesesi, Pekalongan, penjual bubur keliling, yang pelanggannya banyak dari warga Desa Pantirejo. Dia menyatakan, setelah jalan di Pantirejo dibangun TNI Satgas TMMD Kodim Pekalongan, aktivitasnya untuk jual bubur kacang ijo keliling menjadi lancar.

Menurutnya, sebelum jalan dibangun TMMD, saat keliling jualan bubur di Desa Pantirejo, dirinya sangat kesulitan. Bahkan selama jalannya rusak, dia jarang untuk keliling di Desa Pantirejo.

‘’Kini melalui TMMD dari Kodim Pekalongan, seluruh jalanan di Desa Pantirejo sudah bagus, sehingga saya kalau keliling jualan bubur menjadi sangat lancar. Kini saya akan semakin sering untuk muter di Pantirejo, karena sarana prasarana sudah bagus, semua,’’ ujar Muhammad yang mengaku sudah berjualan bubur selama 20 tahun. (rus)

PEKALONGAN, Sulutnews.com -  Pelaksanaan TMMD Reguler ke-107 Kodim 0710/Pekalongan, di Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, sudah usai. Namun demikian, karena ikatan emosional, beberapa Bintara Pembina Desa (Babinsa), terus rajin berkunjung ke desa Pantirejo.

Banyak hal yang dilakukan saat sonjo ( menengok -red), oleh Babinsa saat berada di Desa Pantirejo, salah satunya disaat musim wabah Corona, mengajari anak-anak di desa setempat untuk berperilaku hidup sehat. Yakni dengan selalu memakai masker saat berkegiatan di luar.

‘’Dengan cara itu minimal, kami masih terus berada di garis depan untuk mengedukasi anak-anak, bagaimana bersikap antisipasi disaat wabah virus Corona seperti saat ini,’’ ungkap Sertu Suwandi, salah satu Babinsa Koramil 05/Kesesi/Kodim Pekalongan.

Selain menyasar anak-anak, demikian Sertu Suwandi, pihaknya juga melakukan sosialisasi untuk berperilaku hidup sehat dalam rangka pencegahan dini merebaknya virus Corona ke seluruh lapisan warga masyarakat Desa Pantirejo. (rus)

PEKALONGAN, Sulutnews.com -  Pasca penutupan  TMMD Reguler ke-107 Kodim 0710/Pekalongan, Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, sejumlah TNI anggota  Tim Jurnalistik, masih terus “berkeliaran”  di Desa Pantirejo..

Hal itu menyusul mereka, para TNI anggota Tim Jurnalistik, terus menggali banyak berita pasca pelaksanaan TMMD. Untuk mengetahui sejauh mana manfaat sejumlah kegiatan TMMD bagi warga desa sasaran.

Adalah Sertu Suwandi, salah satu anggota Tim Jurnalistik, mengemukakan, apa yang dilakukan, turun ke lapangan dalam rangka untuk menggali berita, sekaligus dimanfaatkan untuk menjalin dan memperkuat silaturahmi dengan warga yang ada di desa sasaran TMMD.

‘’Menyelam sambil minum air, tugas mencari berita tetap jalan, sementara untuk tetap mempererat tali silaturahmi dengan warga yang ada di desa sasaran. Karena, meski TMMD telah usai, jalinan silaturahmi antara TNI dengan warga desa sasaran harus tetap berjalan,’’ terang Sertu Suwandi, Sabtu (18/04/2020).

Beberapa rumah warga yang sempat ditinggali pasukan selama pelaksanaan TMMD, satu persatu dikunjungi Sertu Suwandi. Salah satunya rumah Suramto, yang ada di Dukuh Sutosari. ‘’Dengan cara itu, silaturahmi antara TNI dan warga terus terjalin dengan baik, meski TMMD sudah selesai,’’ tambahnya. (rus)

PEKALONGAN, Sulutnews.com - Ini salah satu dampak positif pasca TMMD Reguler ke-107 Kodim 0710/Pekalongan, Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Yakni minat  baca anak-anak di desa setempat menjadi menggeliat.

Dikemukakan, oleh  Sertu Suwandi, salah satu anggota Tim Jurnalistik TMMD Reguler ke -107 Kodim Pekalongan, disaat TMMD masih berlangsung, di sela-sela kesibukannya menggali berita, dirinya sering mendorong anak-anak di Desa Pantirejo, untuk gemar membaca.

‘’Kebetulan, setiap hari, selama pelaksanaan TMMD ada droping koran cetak beberapa eksemplar di Desa Pantirejo. Adanya fasilitas itu, saya manfaatkan untuk mendorong minat baca anak-anak di Pantirejo untuk gemar membaca,’’ terang Setu Suwandi, Sabtu (18/04/2020).

Kini, setelah sekitar 5 hari TMMD berlalu, saat Sertu Suwandi bertandang ke Desa Pantirejo, melihat anak-anak di desa itu terus giat gemar membaca.  ‘’Alhamdulillah, meski tidak seberapa, saya bisa menularkan budaya baca bagi anak-anak di desa sasaran TMMD,’’ paparnya.

Melihat potensi itu, pihaknya merencanakan akan usul ke Pemerintahan Desa Pantirejo, untuk menghidupkan taman baca. Pasalnya, hal itu sebagai sarana untuk terus memberi dorongan kepada semua warga termasuk anak-anak di Desa Pantirejo untuk gemar membaca. (rus)

PEKALONGAN, Sulutnews.com - Kepada setiap orang yang ketemu dirinya, .Rohmat (64), petani asal Dukuh  Sutosari RT 03 /  RW .04,  Desa.Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, selalu “pamer” jika kini rumahnya sudah bagus dan kokoh.

‘’Orang di sekitar saya biar tahu kalau rumah saya, setelah direhab Pak Tentara kini sudah menjadi bagus, kokoh dan anti bocor. Untuk itu, setiap ketemu orang saya harus menceritakan hal itu,’’ ungkap  Rohmat (64),  Sabtu (18/04/2020).

Sayang, ungkap bapak dua orang anak itu, Pak Tentara tidak ikut melihat dan merasakan kebahagiaan keluarga saya, setelah rumah menjadi bagus. ‘’Seandainya Pak Tentara masih ada di Pantirejo, tentu bisa merasakan kebahagiaan keluarga kami,’’ tuturnya.

Sekedar diketahui, rumah Rohmat adalah satu dari 10 RTLH di Desa Pantirejo yang direhab TNI bersama warga saat TNI Kodim Pekalongan menggelar TMMD Reguler ke -017 di desa itu.

Rohmad menuturkan,  kondisi rumahnya memang sudah lama tidak layak huni. Hanya karena kondisi ekonomi, sehingga belum bisa untuk memperbaikinya. ‘’Tidak tahunya, Tuhan mendengar doa dan harapannya, sehingga saat ada TMMD dari Kodim  Pekalongan di Pantirejo, rumahnya ikut direhab. (rus)

PEKALONGAN, Sulutnews.com  -  TMMD Reguler ke-107 Kodim 0710/Pekalongan, Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, sudah resmi ditutup sekitar 5 hari lalu. Namun  Warsumi (67), warga Dukuh Sutosari, RT.02 / RW 04, Ds.Pantirejo,Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, masih merasakan kebahagiaan luar biasa.

Pasalnya, dalam  kegiatan itu, rumahnya ikut direhab Tentara, sehingga menjadi layak huni dan tidak lagi banyak genteng yang bocor. ‘’Bagaimana saya tidak bahagia, setelah rumah dibangun (direhab -Red) Pak Tentara semakin nyaman saya tempat. Yang jelas tidak ada atap yang bocor lagi,’’ terang Warsumi, Sabtu (18/04/2020).

Diketahui, rumah warsumi adalah salah satu dari 10 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang ada di Desa Pantriejo, yang direhab TNI, bersamaan dengan pelaksanaan TMMD Reguler Kodim Pekalongan di desa setempat.

‘’Sebelum direhab, kondisi rumah saya memang dalam kondisi rusak berat. Banyak atap yang bocor, sementara untuk dindingnya banyak yang retak. Kini semuanya sudah menjadi bagus. Terima kasih Pak Tentara atas ini semua. Jika saja tidak direhab, belum tentu dalam waktu 10 tahun mendatang saya bisa merehab rumah saya,’’ terang Warsumi.

Dia menuturkan, proses rehab RTLH yang selesainya paling akhir adalah rumahnya. karena memang kondisi rumah saya banyak. Khususnya di atap, disamping banyak genteng yang pecah, kebanyakan kayu-kayunya  sudah keropos. ‘’Alhamdulilah, semua kayu yang keropos diganti dengan kayu yang baru, genteng yang bocor juga diganti semua,’’ tambah Warsumi. (rus)

PEKALONGAN, Sulutnews.com - Pagi itu Mbah Rahumi (70), warga Dukuh Sutosari Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, dengan riang melewati  jalan di  hasil karya TMMD Reguler ke-107 Kodim 0710/Pekalongan di desanya.

Lirih, Mbah Rahumi bergumam,  ‘’.wah jalan sudah demikian bagus setelah dibangun pak Tentara. Saya tidak sempat ke luar dan melihat proses pembangunannya karena sibuk di dapur,’’ ungkap Mbah Rahumi, Sabtu (18/04/2020).

Dia menuturkan, dengan sudah bagusnya jalan, kini jika kangen dan ingin menjenguk  anaknya yang  ada di Dukuh Pepedan, Desa Pantirejo, akan mudah, karena tidak lagi melewati jalanan yang jelek. Sebelumnya, karena jalanan jelek, saat kangen menjenguk anak dan cucunya sering ditunda.

‘’Karena jalanan jelek, saat kangen sama anak dan cucu, terpaksa saya harus menunggu dijemput. Kini setelah jalanan bagus dibangun Pak Tentara, saya sudah berani untuk berangkat sendiri. Matur nuwun Pak TNI, jalanan di Pantirejo jadi bagus, sehingga acara tengok cucu akan menjadi lancar,’’ tutur Mbah Rahumi. (rus)

PEKALONGAN, Sulutnews.com -  Yang namanya anak-anak, sangat sederhana dalam memahami atau memaknai hasil pekerjaan TMMD. Seperti yang dilakukan  anak-anak  Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, dalam memaknai hasil pembangunan jalan hasil karya TMMD Reguler ke-107 Kodim 0710/Pekalongan.

Mereka merasa mempunyai areal bermain yang lebih luas, yakni di jalan hasil aspal pembangunan TMMD tersebut. ‘’Jalan hasil pembangunan Pak TNI, menjadi arena bermain kami, karena sudah tidak berlumpur dan tidak ada genangan airnya lagi,’’ ungkap, Hana (11), salah satu anak Desa Pantirejo, Sabtu (18/04/2020).

Menurutnya, sebelumnya,  jangankan untuk bermain, untuk melewatinya saja anak-anak akan berpikir. Karena jalanan rusak, dan kalau hujan banyak genangan air.  ‘’Matur nuwun Pak Tentara, jalan dibangun, kami mempunyai lahan untuk bermain,’’ tutur Hana.

Tepisah, Sutarno (47), salah satu Ketua RT di Dukuh Pepedan, Desa Pantirejo, mengungkapkan, bisa memaklumi jika anak-anak sangat riang dengan dibangunnya jalan di Pantirejo. Hanya dipesankan kepada orang tua , untuk mengawasi anak-anaknya yang sedang bermain.di jalan yang baru saja dibangun oleh TNI Satgas TMMD Kodim Pekalongan. Pasalnya, jalan tersebut merupakan jalanan umum. (rus)

Pekalongan, Sulutnews.com – Sebanyak 30 paket Sembako untuk warga kurang mampu atau lansia di tiga dusun Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, telah selesai dibagikan di hari kedua ini. Jumat (17/4/2020).

Paket yang berisi beras 5 kilogram, minyak goreng 2 liter dan 1 kilogram gula pasir, bantuan dari TMMD Reguler 107 Kodim 0710 Pekalongan, tampak diberikan kepada  salah satu warga Dusun Pepedan, Saumi (83), oleh Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan juga perangkat desa setempat.

Dijelaskan Kepala Desa Pantirejo, Hamka Nurul Huda, bahwa bantuan kali ini disalurkan kepada 18 orang warga di Dukuh Pepadan dan Jlubang.

“Bantuan sehari sebelumnya (16/4), telah kita bagikan kepada 9 orang warga Dukuh Sutosari. Untuk satu orang lagi telah menerimanya secara simbolis oleh Forkopimda Kabupaten Pekalongan saat acara penutupan TMMD Reguler (14/4), bersama dua orang warga dari Dukuh Jlubang dan Sutosari,” jelasnya.

Bantuan sengaja diserahkan langsung ke rumah-rumah  warga dengan tujuan untuk menghindarkan kerumunan sebagai langkah kewaspadaan terhadap penyebaran virus corona.

Ditambahkannya, untuk para penerimanya sendiri berdasarkan skala prioritas, yakni memang warga yang membutuhkan atau kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan pokok harian di tengah mahalnya harga kebutuhan pokok saat ini.

Bantuan serupa sebanyak 20 paket diberikan kepada para keluarga asuh SAtgas TMMD Reguler, dimana penyalurannya juga langsung oleh masing-masing anggota Satgas yang menginap di rumah tersebut saat pamit pulang purna tugas TMMD (14/4). (Aan)