Tukang Cukur pun Dapatkan Berkah Dari TMMD Reguler Pekalongan

Written by  Apr 13, 2020

Pekalongan, Suutnews.com – Itulah yang dialami Tedy Prasetyo (22), tukang cukur rambut asal Dukuh/Desa Kaibahan RT. 03 RW. 01, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Walaupun hanya sekali dikunjungi belasan anggota Satgas TMMD Reguler 107 Pekalongan dari kesatuan Yonif 405 Surya Kusuma, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, namun dirinya merasa bangga dan beruntung dapat mencukur anggota TNI. Pasalnya, hal itu jarang dilakukannya, mengingat tempat usahanya yang ada di pedesaan dan jarang ada TNI yang meminta jasanya.

Secara finansial jelas pria muda tersebut mendadak ketiban berkah atas kunjungan para prajurit tersebut, yang akan segera mengakhiri tugasnya membangun infrastruktur umum masyarakat Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi.

Sebagai salah satu profesi yang mendapatkan manfaat hadirnya TMMD, ia pun menyatakan terima kasih kepada TNI yang sudah memberikan sumbangsih yang bermanfaat bagi warga masyarakat setempat khususnya dan juga dirinya selaku warga tetangga Desa Pantirejo.

Sebagai bentuk ucapan terima kasihnya, Tedy hanya memasang tarif Rp. 7.500 untuk masing-masing prajurit, dari normalnya Rp. 10 ribu.

Nampak dirinya memangkas rambut Prada Simbolon dan Prada Samsudi, serta sejumlah rekan mereka lainnya, di ujung tugas sejumlah prajurit tersebut di TMMD Reguler 107 Pekalongan. Mereka akan segera kembali ke kesatuannya masing-masing pada 14 April 2020 ini.

Sementara disampaikan Prada Simbolon, setiap prajurit di satuan tempur memang harus tampil rapi dengan potongan cepak, yakni ukuran cukuran 0-1-2.

"Itu kode ketebalan rambut di militer. Kalau nol untuk bagian belakang dan samping, untuk 1 berarti bagian atas nol dan agak tipis sekali, sedangkan 2 berarti bagian di atasnya lagi lebih tebal,” ucapnya. (Aan)