Pekalongan

Pekalongan (984)

PEKALONGAN, Sulutnews.com - Luar biasa ekspektasi dari anak-anak di Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, menyusul sebagian besar jalan di desanya yang tengah dibangun TNI melalui gelaran TMMD  Reguler ke-107 Kodim 0710/Pekalongan, sudah jadi.

Entah mendengar atau meniru dari mana, sejumlah anak-anak acap kali menyatakan akan test drive (uji jalan)  di jalan TMMD.  ‘’Ya saya akan test drive di jalan yang baru saja selesai dibangun Pak Tentara. Kira-kira layak tidak jika suatu saat kami gunakan untuk arena balap sepeda, ‘’ ujar Handoko (11), salah satu anak Desa Pantirejo, yang sering mondar mandir dengan sepedanya, seolah  ingin menjadi orang yang paling pertama menikmati jalan hasil karya TMMD Kodim Pekalongan di desanya,’’    Kamis (09/04/2020).

Mendengar obrolan dari anak-anak Desa Pantirejo yang akhir-akhir ini sering bersepeda menikmati jalan baru, jalan yang dibangun Satgas TMMD, sontak sejumlah anggota Satgas TMMD yang mendengarnya, tertawa lepas.

‘’Ya memang anak-anak, di usia kelas 4, 5 atau 6 SD, khayalannya sangat luar biasa. Sampai-sampai jalan dibangun, dengan tujuan utama untuk melancarkan aktivitas warga, oleh anak-anak, dicita-citakan kelak akan dijadikan sebagai arena balap sepeda,’’ papar Sertu Andi, salah satu anggota Satgas TMMD Reguler Kodim Pekalongan.

Menurutnya, apa yang diungkapkan oleh anak-anak Desa Pantirejo itu, sebagai luapan kegembiraannya, manakala selama ini karena jalanan di desanya dalam kondisi rusak sehingga mereka tidak bisa leluasa main sepeda. ‘’Kini setelah jalan dibangun TNI, melalui kegiatan TMMD, kondisinya menjadi bagus. terlebih dari itu mereka begitu leluasa bersepeda di jalanan itu,’’ ujar Sertu Andi. (rus)

PEKALONGAN, Sulutnews.com -  Tidak hanya para orang tua, kaum muda dan anak-anak di Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah  yang sudah bisa menikmati jalan hasil karya TMMD  Reguler ke-107 Kodim 0710/Pekalongan,yang sebagian besar  sudah jadi. Sejumlah balita di desa itupun sudah ikut menikmatinya.

Seiring dengan sudah jadinya sebagian besar pengaspalan jalan yang merupakan sasaran pokok  TMMD Reguler Kodim Pekalongan, dan untuk sementara belum boleh dilewati kendaraan roda empat, jalan yang sudah mulus itu digunakan untuk omong anak oleh ibu-ibu setempat. 

Mereka dengan menggunakan kereta dorong, sepeda kecil beroda tiga, momong anak-anaknya di jalan TMMD.  ‘’Mumpung belum boleh digunakan untuk lewat kendaraan roda empat, kami menggunakan untuk momong anak. Karena mulusnya jalan, momong anak dengan kereta dorong menjadi nyaman di jalan yang baru saja dibangun oleh pak Tentara ini,’’ tutur Bu Yuni (35) salah seorang ibu muda di Pantirejo sambil momong anaknya yang baru berumur 9 bulan dengan menggunakan kereta dorong,. Kamis (09/04/2020).

Menurutnya, sejak sebagian jalan  di Pantirejo  selesai dibangun TNI melalui TMMD, dan untuk sementara belum boleh dilalui kendaraan roda empat, jalan baru itu digunakan untuk wahana rekreasi ibu-ibu sambil momong anak di pagi atau di sore hari.

‘’Lumayan, mumpung masih bisa untuk wisata momong anak, nanti kalau sudah bisa dilalui roda empat, tentu sudah tidak nyaman lagi jika digunakan untuk momong anak,’’ tambah Bu Yuni. (rus)

PEKALONGAN, Sulutnews.com - Berkolaborasi dengan tukang profesional yang berasal dari lokasi desa setempat, salah satu anggota Satgas TMMD  Reguler ke-107 Kodim 0710/Pekalongan ini, Sertu Fatoni, kebut perehaban rumah  Suwarni, di Dukuh  Sutosari,  Desa Pantirejo,  Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Sekedar diketahui, rumah Suwarni adalah satu diantara 10 rumah milik warga Pantirejo yang mendapat jatah rehab di gelaran TMMD Reguler ke-107 Kodim Pekalongan. Hingga H-7 menjelang berakhirnya pelaksanaan TMMD, proses perehabpannya masih belum selesai.

Dikemukakan Babinsa Pantirejo, Sertu Sutrisno, meski belum selesai, proses perehaban rumah Suwarni dapat dikatakan sudah mencapai 80 persen. Jika tidak ada sesuatu, hingga penutupan TMMD nantin dipastikan akan rampung.

‘’Untuk bangunan bagian depan sudah selesai semua, tinggal yang bagian dalam yang perlu dikebut penyelesaiannya. Untuk material sudah tidak ada masalah, tinggal semangat dari para anggota Satgas yang menentukan penyelesaian rehab rumah Bu Suwarni,’’ jelas Sertu Sutrisno, Kamis (09/04/2020).

Sementara itu adalah Sertu Fatoni, anggota Satgas TMMD yang ikut menangani perehaban rumah Suwarni, mengatakan, masih cukup lumayan item maupun volume pekerjaan yang harus diselesaikan dalam perehabpan  rumah Suwarni. ‘’Kami berkolaborasi dengan tukang profesional. Jika memang nanti waktunya tidak cukup, kami juga siap untuk lembur, kalau memang dibutuhkan,’’  papar Sertu Fatoni. (rus)

PEKALONGAN, Sulutnews.com -  Perlu mengatur strategi saat menghadapi masih  banyaknya pekerjaan, sementara waktu pelaksanaan TMMD tinggal sedikit hari lagi. Seperti yang dilakukan oleh sejumlah Satgas TMMD  Reguler ke-107 Kodim 0710/Pekalongan saat merehab  rumah Suwarni  di Dukuh Sutosari, Desa Pantirejo,  Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Dikemukakan Sertu, Fatoni salah satu anggota Satgas TMMD Kodim, Pekalongan, saat merehab rumah Suwarni, melalui kesepakatan dilakukan pembagian kerja, antara tukang profesional dan TNI yang ahli tukang.

‘’Dengan kesepakatan itu, yakni bagi tugas diantara para pihak yang terlibat dalam perehaban rumah Suwarni, hasilnya cukup efektif, terbukti setiap harinya progresnya cukup signifikan,’’   terang Sertu Rohani,  Kamis (09/04/2020).

Dikatakan, dari kesepakatan bagi tugas itu, Sertu Fatoni yang mendapat tugas untuk menyelesaikan pekerjaan bagian dalam, sementara Prada  Petrus yang mendapat tugas untuk menyelesaikan pekerjaan yang ada di rumah bagian luar.

Adalah  Prada Petrus yang mendapat tugas untuk menyelesaikan rehab rumah Suwarni yang ada di bagian luar.  ‘’Untuk bagian luar, perehaban rumah Bu Suwarni sudah memasuki tahap pengecatan. Saya harus kebut pengecatan rumah ini, karena waktu TMMD yang tersisa tinggal sedikit hari lagi,’’  papar Prada Petrus. (rus)

PEKALONGAN, Sulutnews.com -  Meski pada awalnya banyak yang ragu jika di perehaban Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik 10 warga Desa   Desa Pantirejo,  Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, yang merupakan sasaran fisik tambahan TMMD  Reguler ke-107 Kodim 0710/Pekalongan, tidak akan selesai, ternyata tidaklah benar. 

Terbukti di H -7 jelang berakhirnya TMMD tersebut, sebagian TNI anggota Satgas TMMD Kodim Pekalongan,sudah mulai bersih-bersih material sisa di sejumlah perehaban RTLH yang di rehab. Hal itu pertanda bahwa proses rehab rumah akan selesai.

‘’Wajar jika pada awalnya banyak yang ragu untuk sasaran fisik tambahan, rehab 10 unit RTLH tidak akan selesai. Hak itu disebabkan, hingga pertengahan pelaksanaan TMMD progres sasaran fisik yang paling rendah ada di perehaban RTLH. Namun saya tetap optimis, semua sasaran fisik TMMD Kodim Pekalongan, termasuk rehab RTLH akan rampung sebelum TMMD ditutup,’’ papar Babinsa Pantirejo,Sertu Sutrisno, Kamis (09/04/2020).

Dia mengatakan, hingga H -8 pelaksanaan TMMD di Pantirejo itu, progres rehab RTLH milik 10 warga sudah mencapai 75 persen. Sementara penambahan personil maupun warga di sasaran fisik tambahan itu terus dilakukan .  ‘’Hal  inilah yang membuat saya optimis, untuk sasaran fisik rehab RTLH tetap akan selesai sebelum TMMD usai,’’ tambah Babinsa Sutrisno.

Untuk memastikan, lanjutnya, akan dilihat nanti empat hari sebelum selesainya TMMD.Jika memang mengkhawatirkan, untuk mengejar ketertinggalan akan berlakukan lembur.  ‘’Sudah biasa, bila memang waktunya tidak memungkinkan, untuk mengejar target bahwa semua pekerjaan fisik harus selesai sebelum TMMD ditutup, pasti akan lembur,’’ pungkas Babinsa Sutrisno. (rus)

PEKALONGAN, Sulutnews.com - Bisa dimaklumi jika dibanding pembangunan talud I, di Dukuh Pepedan , Desa  Pantirejo,  Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, pembangunan talud II, di Dukuh Jlubang yang juga termasuk sasaran fisik pokok  TMMD  Reguler ke-107 Kodim 0710/Pekalongan, agak terlambat penyelesaiannya.

Hal itu disebabkan, seperti yang dituturkan Saelan (54), tukang profesional yang dilibatkan di pembangunan talud II Dukuh Jlubang itu, medannya lebih ekstrim dibanding medan pembangunan talud yang ada di Dukuh Pepedan .

‘’Sejak awal mengerjakan bangunan talud di Dukuh Jlubang, tukang harus mencebur air dengan kedalaman sekitar 40 Cm hingga 50 CM. Bagaimana bisa kerja cepat jika medannya  seperti itu tutur Saelan,  Kamis (09/04/2020).

Terpisah Kepala Desa Pantirejo, Hamka Nurul Huda bisa memaklumi jika pembangunan talud II, di Dukuh Jlubang dipastikan tersendat. Pasalnya, medan pembangunan talud tersebut berada di kubangan air, sehingga untuk kebut pekerjaan juga tidak bisa maksimal.

‘’Untuk pembangunan talud II di Dukuh Jlubang, medannya memang ekstrim, yakni pas di posisi talud yang dibangun merupakan tempat genangan air, sehingga pekerja harus masuk air dengan kedalaman sekitar 40 - 50 Cm. Tetapi alhamdulillah, berkat kerja keras tanpa lelah, H -7 menjelang berakhirnya pelaksanaan TMMD, pembangunan talud itu mendekati penyelesaian. Saya juga optimis pekerjaan itu akan selesai sebelum TMMD ditutup,’’ papar Kades Hamka. (rus)

PEKALONGAN, Sulutnews.com - Lantaran waktunya mepet, start pembangunannya dilakukan H-10 jelang TMMD  Reguler ke-107 Kodim 0710/Pekalongan,selesai, Sarga TMMD dan warga langsung kebut proses pembangunan salah satu Pos Kamling yang ada di Dukuh Jlubang,  Desa  Pantirejo,  Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

‘’Kami langsung kebut pembangunan Pos Kamling di tiga lokasi, termasuk salah satunya pembangunan Pos Kamling yang ada di Dukuh Jlubang, Desa Pantirejo. Pasalnya memang start pembangunannya juga terlambat, yakni H -10 jelang pelaksanaan TMMD selesai,’’ papar  Sertu Yoyok, anggota Satgas TMMD yang dilibatkan di pembangunan Pos Kamling tersebut,  Kamis (09/04/2020)..

Diketahui, H -10 jelang pelaksanaan TMMD Reguler ke 107 Kodim Pekalongan, di Desa Pantirejo, Satgas TMMD  Kodim Pekalongan baru memulai pembangunan sasaran fisik tambahan, yakni pembangunan 3 unit Pos Kamling di desa sasaran.Targetnya sama, 3 unit Pos Kamling itu juga harus selesai sebelum TMMD usai.

Dikemukakan Sertu Yoyok, dari penuturan dua orang tukang profesional yang dilibatkan di pembangunan Pos Kamling yang ada di Dukuh Jlubang itu, tetap selesai sebelum TMMD ditutup.

‘’Dari penuturan tukang yang terlibat, juga keterlibatan warga banyak saya juga optimis, jika pembangunan Pos Kamling yang merupakan sasaran fisik tambahan di TMMD Pantirejo juga akan rampung sebelum TMMD ditutup,’’ tandas Sertu Yoyok. (rus)

PEKALONGAN, Sulutnews.com  -  Komandan Satuan Setingkat Kompi (SSK), di TMMD   Reguler ke-107 Kodim 0710/Pekalongan, dengan sasaran  Desa  Pantirejo,  Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah ini,  Letda Inf. Suryono, tampaknya benar-benar bisa menjadi tauladan bagi para anggota Satgas TMMD.

Betapa tidak di semua kegiatan TMMD, di pembangunan fisik yang diprogramkan di TMMD Pantirejo itu, Letda Inf. Suryono selalu aktif, tampil ikut bekerja, berbaur dengan anggota Satgas dan warga masyarakat.  Termasuk di pembangunan sasaran fisik TMMD tambahan, pembangunan Pos Kamling

‘’Yang namanya Komandan, tidak bisa jika hanya main perintah, main cek sana-sini. Kalau mau membakar semangat para anggota di lokasi pekerjaan, ya harus ikut  kerja. Dengan cara itu  dijamin akan mendorong semangat kerja anggota Satgas lainnya,’’ papar  Lenda Inf. Suryono,Kamis (09/04/2020).

Apalagi, lanjutnya, di sasaran fisik tambahan, yakni pembangunan Pos Kamling, start pekerjaan sudah mendekati TMMD rampung, sehingga perlu dorongan motivasi kepada seluruh anggota Satgas dan warga, agar mereka lebih kerja keras untuk mengejar target.

‘’H-10 menjelang berakhirnya TMMD, pembangunan tiga unit Pos Kamling di desa sasaran, Desa Pantirejo baru dimulai. Kalau tidak dengan kerja keras mana mungkin akan bisa selesai.Padahal targetnya jelas, Pos Kamling itu harus selesai sebelum TMMD ditutup,’’ tandas Kapten Inf. Suryono. (rus).

PEKALONGAN, Suluntews.com - Melihat tahapan rehab rumah milik salah satu warga Desa   Pantirejo,  Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Warsumi, tepatnya di Dukuh  Sutosari,  tidak ada jurus lain untuk segera merampungkan kecuali kerja kilat.

Pasalnya, di H -7 menjelang berakhirnya pelaksanaan TMMD  Reguler ke -107 Kodim 0710/Pekalongan itu, proses perehabannya rumah Warsumi baru sampai pada jilid pemasangan usuk. ‘’

‘’Ya memang harus dengan kerja keras dan serba kilat untuk merampungkan  perehaban rumah Warsumi, sebelum TMMD ditutup. Waktu tinggal 7 hari, sementara pekerjaan rehab baru melakukan pemasangan usuk,’’ ungkap Sertu Rohani, salah satu anggota Satgas TMMD Kodim Pekalongan, .Kamis (09/04/2020).

Diketahui, rumah Warsumi adalah salah satu dari 10 RTLH yang ada di Desa Pantirejo yang direhab dalam gelaran TMMD Kodim Pekalongan. Proses perehabannya agak terlambat, lantaran tingkat kerusakan rumaj tersebut cukup parah.

Adalah, Sertu Fauzi  anggota Satgas TMMD Kodim Pekalongan, yang sehari-harinya Dinas di  Koramil 13 / Peninggaran/Kodim Pekalongan, harus menyesuaikan ritme kerja kilat para tukang profesional  yang terlibat di perehaban rumah Warsumi.

‘’Awalnya agak  sulit, namun lama-lama bisa mengikuti irama kerja keras dari para tukang. Untung fisik sudah terlatih, sehingga saat diajak kejar-kejaran merampungkan perehaban rumah Warsumi tetap saja bisa mengikuti,’’ terang Sertu Fauzi. (rus)

PEKALONGAN, Sulutnews.com - Di penghujung pelaksanaan  TMMD  Reguler ke -107 Kodim 0710/Pekalongan dengan sasaran  Desa  Pantirejo,  Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah,  pembicaraan yang dilakukan para anggota Satgas TMMD adalah seputar, bagaimana mencari solusi pekerjaan TMMD yang masih tersisa.

Seperti yang dilakukan sejumlah anggota Satgas TMMD Kodim Pekalongan, dari Batalyon Infanteri 407/Padma Kusuma, ketika istirahat di perehabpan rumah Warsumi di Dukuh Sutosari, Desa Pantirejo, Kamis (09/04/2020). ‘Perlu dicari solusi bagaimana mencari strategi percepatan semua sasaran fisik TMMD yang masih tersisa.

‘’Jika tidak segera dicarikan solusi percepatan untuk menyelesaikan semua pekerjaan fisik TMMD, Bisa-bisa target untuk merampungkan semua pekerjaan fisik TMMD sebelum upacara penutupan, tidak tercapai,’’ papar Sertu Agus, salah satu anggota Satgas TMMD.

Dikemukakan ide untuk mencari solusi percepatan penyelesaian seluruh sasaran fisik TMMD Kodim Pekalongan itu, lantaran berdasarkan fakta di lapangan, hingga H -7 menjelang selesainya TMMD di Pantirejo, baru satu sasaran fisik yang selesai, yakni perehaban MTQ yang ada di Dukuh Pepedan, Desa Pantirejo.

Terpisah, Serka Nur Abidin, menyatakan, dirinya sepakat jika segera dicari solusi untuk mempercepat semua pekerjaan TMMD yang masih tersisa. Namun demikian, dia yang tahu persis keadaan atau progres semua sasaran fisik TMMD di Pantirejo, optimis semuanya akan selesai sebelum TMMD ditutup.

‘’Setuju untuk dicarikan solusi untuk mempercepat penyelesaian semua pekerjaan fisik TMMD. Namun demikian semua pihak diminta untuk tidak terlalu panik, pasalnya H -7 menjelang berakhirnya pelaksanaan TMMD, progres seluruh sasaran fisik TMMD sudah diatas 80 persen. Bahkan ada yang sudah mencapai 95 persen,’’ tandas Serka Nur Abidin. (rus)