Pekalongan

Pekalongan (1232)

Pekalongan, Sulutnews.com - Kodim 0710/Pekalongan berhasil meraih juara 1 Lomba Karya Jurnalistik TMMD Reguler ke -107 Tahun 2020 tingkat nasional untuk kategori Dansatgas.

Hadiah diserahkan langsung oleh Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Muhammad Efendi, S.E.,M.M dan Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Widi Prasetijo pada saat acara Rakornis TMMD ke – 108 Tahun 2020 di Ruang Bina Yudha Markas Kodam IV/Diponegoro Semarang, Selasa (9/8/2020).

Sebelumnya, Kodim 0710/Pekalongan juga pernah meraih juara II dalam Lomba Karya Jurnalistik TMMD Reguler ke - 98 Tahun 2017 silam, sehingga prestasi ini menambah daftar penghargaan yang membanggakan bagi satuan.

Selepas menghadiri acara Rakornis TMMD Reguler Ke-108 dan penerimaan penghargaan, Dandim 0710/Pekalongan Letkol Infanteri Arfan Johan Wihananto menyampaikan rasa syukur dan bangganya  atas prestasi yang diraih oleh Kodim 0710/Pekalongan dalam mengikuti perlombaan tersebut.

“Terima kasih kepada seluruh personil Kodim 0710/Pekalongan, para awak media dan rekan – rekan yang telah bekerja sama berperan aktif dalam pemberitaan TMMD Reguler 107 Tahun 2020 di Desa Pantirejo Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan”, ungkapnya.

Dengan berhasilnya Kodim 0710/Pekalongan meraih juara I, dirinya berharap kerja sama dan dukungan dengan awak media yang sudah terjalin harmonis agar terus ditingkatkan  sehingga ke depannya prestasi yang pernah diraih dapat terus dipertahankan.

Diketahui, untuk juri dalam perlombaan karya jurnalistik  TMMD Reguler ke-107 Tahun 2020 adalah dari Dinas Penerangan Angkatan Darat, media MNC TV dan media Buana Jati Jakarta.

Lomba karya jurnalistik TMMD Reguler ke-107 Tahun 2020 terdiri atas empat kategori, yakni kategori Wartawan Elektronik, Wartawan Cetak/Online, Pendam, dan Dansatgas.

Kategori Pendam, juara I diraih Pendam XII/Tanjungpura dengan nilai 1.137, juara II Pendam V/Brawijaya nilai 1.106, dan juara III Pendam XIV/Hasanudin dengan nilai 1.081.

Sedangkan untuk kategori Dansatgas juara I diraih Dandim 0710/Pekalongan dengan nilai total 216.050, juara II Dandim 0823/Situbondo dengan nilai total 175.446, dan juara III Dandim 0722/Kudus dengan nilai total 165.912.(/Pendim)

Pekalongan, Sulutnews.com – Selain anggota Satgas TMMD Reguler 107 Pekalongan yang berpamitan dengan warga masyarakat Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, anggota Jurnalistik TMMD Reguler dari Kodim 0710 Pekalongan.

Tampak Serka Syamsuri, Sertu Suwandi, dan Serda Daryono, juga melakukannya saat purna tugas mendokumentasikan seluruh kegiatan gotong royong antara Satgas TMMD, Polri dan masyarakat, serta seluruh aspek-aspek kehidupan sosial dan segenap potensi Desa Pantirejo. Sabtu (18/4/2020).

Mereka berpamitan mulai dari Kepala Desa, Hamka Nurul Huda (kaos biru), dan kemudian kepada seluruh perangkat desa.

Dibenarkan Serka Syamsuri, Babinsa Koramil 08 Bojong, bahwa hari ini adalah hari terakhir mereka bertugas sebagai wartawan Kodim untuk membantu tugas Penerangan Kodim Pekalongan.

“Kami merasa bangga dan beruntung ditunjuk untuk menjadi wartawan Kodim selama satu bulan lebih sejak dari Pra TMMD (5/3), karena jadi banyak Saudara di Desa Pantirejo,” ungkapnya.

Menurutnya, apa yang dilakukannya demi citra TNI di masyarakat, yaitu agar pembangunan infrastruktur lintas sektoral dimana masyarakat juga ikut dilibatkan, diketahui umum bahwa TNI manunggal dengan segenap komponen bangsa.

Sementara untuk potensi masyarakat dan desa, merupakan upaya membangun kesejahteraan di dunia maya dengan harapan dapat dikenal umum dan mendatangkan investor kedepannya.

Sebelum berpamitan, Syamsuri yang mewakili Dandim atau mantan Dansatgas TMMD Reguler 107, juga mohon doa agar Kodim Pekalongan dapat mempertahankan juara pertama Lomba Karya Jurnalistik TMMD Reguler 106 tahun 2019 kategori Dansatgas TMMD, yang diraih Korem 071 Wijaya Kusuma melalui Kodim 0703 Cilacap, di lomba TMMD Reguler 107 ini. (Aan)

Pekalongan, Sulutnews.com – Inilah selebaran atau poster yang ditempel di di rumah-rumah warga masyarakat Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, yang ditinggalkan Kesehatan Satgas TMMD Reguler 107 Kodim 0710 Pekalongan.

Salah satunya adalah di rumah Suramto (64), pensiunan guru asal Dukuh Sutosari RT. 01 RW. 04, Pantirejo. Nampak Suminah (59), istri Suramto, menunjukkannya kepada anggota Penerangan Kodim Pekalongan, Serda Daryono. Sabtu (18/4/2020).

Disampaikan Serda Daryono, bahwa selain melakukan pemasangan poster atau selebaran, upaya dari Kesehatan Satgas TMMD dan Kodim Pekalongan dalam melakukan pencegahan virus corona adalah dengan melakukan sosialisasi terbatas di Aula Balai Desa, dan juga himbauan-himbauan bersama dengan Polsek Kesesi melalui pengeras suara di mobil patroli Polsek.

Ditambahkannya, selain upaya tersebut, upaya fisik yaitu dengan rutinitas melakukan penyemprotan disinfektan ke rumah-rumah warga, jalan, dan tempat-tempat umum masyarakat, juga membagikan ratusan masker kain kepada anggota Satgas TMMD dan masyarakat, membudayakan cuci tangan sesering mungkin dan pembersihan lingkungan.

“Kesehatan Satgas TMMD juga membantu Pemdes untuk melakukan pengukuran suhu dengan thermometer infrared dan penyemprotan kepada warga pulang merantau dan tamu masuk desa,” imbuhnya. (Aan)

Pekalongan, Sulutnews.com – Tradisi berjemur yang biasa dilakukan anggota Satgas TMMD Reguler 107 Kodim 0710 Pekalongan sewaktu masih bertugas di Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, kini mulai diaplikasikan di Halaman Balai Desa Pantirejo.

Tampak Babinsa Koramil 05 Kesesi, Kodim Pekalongan, memotivasi sejumlah masyarakat setempat untuk melakukannya. Sabtu (18/4/2020).

Disampaikan Sertu Suwandi, pihak desa sudah menyiapkan kursi yang diatur jarak di halaman kantor desa atau di depan Posko Covid-19 Pantirejo, tinggal manusianya yang berjemur.

“Sebelum di tutup TMMD Reguler (14/4), kebiasaan berjemur di lokasi pembangunan jalan dan talud, dilakukan oleh anggota Satgas TMMD. Inilah yang menginspirasi pihak desa untuk menirunya,” ujarnya.

Ditambahkannya, selain berjemur, upaya yang ditiru dan langsung diaplikasikan adalah penyemprotan cairan disinfektan ke rumah-rumah dan tempat berkumpul warga, penyiapan wastafel untuk tempat cuci tangan, menyiapkan termometer inframerah untuk mengukur suhu, dan mengkarantina warga pulang merantau selama 14 hari agar tidak keluar rumah.

“Pemerintah Desa Pantirejo, kini juga melakukan penyemprotan dan pengukuran suhu tubuh kepada para tamu yang masuk desa, sebagai upaya pencegahan penularan virus corona,” imbuh Suwandi.

Ditambahkannya, selain itu pihaknya juga terus memotivasi agar warga sering mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir minimal selama 20 detik, menggunakan masker, membersihkan lingkungan, rajin berolahraga dan menerapkan physical distancing. (Aan)

Pekalongan, Sulutnews.com – Bantuan kursi roda dari Yayasan Sayap Ibu Jakarta, juga telah diterimakan kepada salah satu dari 5 warga Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, yaitu Taruni (75), lansia asal Dukuh Sutosari RT. 02 RW. 03, Pantirejo.

Tampak Sertu Suwandi mendokumentasikan Mbah Taruni sebagai salah satu penerima manfaat, agar diketahui bahwa bantuan dari yayasan tersebut telah tepat sasaran.

“Ini sangat penting dipublikasikan sehingga diketahui bahwa bantuan telah sampai kepada penerima manfaat,” ungkapnya, Sabtu (18/4/2020).

Sementara dikemukakan Kadus Sutosari Titiek Sulistioningsih (50), bahwa selain Mbah Taruni, warga di dukuhnya yang juga menerima adalah Mbah Karyi (85), di RT. 01 RW. 04.

Terpisah disampaikan Kepala Desa Pantirejo, Hamka Nurul Huda (46), bahwa bantuan lainnya berupa 5 buah alat bantu jalan berupa kruk dan walker, juga telah sampai kepada warganya yang menyandang disabilitas atau para lansia.

“Untuk simbolisnya, diserahkan oleh Bupati Pekalongan, Bapak Asip Kholbihi, saat membuka dan penutupan TMMD Reguler, kepada perwakilan keluarga,” ungkapnya.

Untuk itulah mewakili seluruh penerima manfaat, dirinya mengucapkan terima kasih kepada yayasan tersebut. (Aan)

Pekalongan, Sulutnews.com – Bantuan walker dari Yayasan Sayap Ibu Jakarta, juga telah sampai kepada salah satu dari 5 warga desa sasaran TMMD Reguler 107 Kodim 0710 Pekalongan, yaitu Warjem (66), lansia asal Dukuh Pepedan RT. 03 RW. 05, Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Terlihat Sertu Suwandi dan Serda Daryono, mendokumentasikan salah satu penerima manfaat tersebut agar diketahui bahwa bantuan telah tersampaikan tepat sasaran.

“Ini sangat penting dipublikasikan sehingga diketahui bahwa bantuan telah sampai kepada para penerima manfaat,” ungkap Suwandi, Sabtu (18/4/2020).

Sementara dikemukakan Kepala Desa Pantirejo, Hamka Nurul Huda (46), bahwa bantuan lainnya berupa 5 buah kursi roda juga telah sampai kepada warganya yang menyandang disabilitas atau para lansia.

Bantuan secara simbolis diserahkan oleh Bupati Pekalongan, H. Asip Kholbihi, SH, M.Si, saat acara pembukaan (16/3) dan penutupan TMMD (14/4), kepada perwakilan keluarga di Halaman Balai Desa Pantirejo.

Untuk itulah mewakili warganya, Hamka menyatakan terima kasih kepada yayasan tersebut. (Aan)

Pekalongan, Sulutnews.com – Salah satu dari 5 penerima manfaat kursi roda bantuan Yayasan Sayap Ibu Jakarta, melalui TMMD Reguler 107 Kodim 0710 Pekalongan, di Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, adalah Nur Susiati (52), warga Dukuh Pepedan RT. 01 RW. 06.

Tampak Sertu Suwandi dan Serda Daryono, menyambangi rumah perempuan paruh baya tersebut untuk mendokumentasikan bahwa bantuan telah tersalurkan kepada penerima manfaat secara tepat sasaran.

“Ini sangat penting dipublikasikan karena merupakan bantuan dari pihak lain yang ikut mensukseskan pembangunan masyarakat melalui TMMD Reguler,” ungkap Suwandi, Sabtu (18/4/2020).

Dijelaskannya, Nur Susiati pantas menerimanya karena tidak dapat berjalan tanpa alat bantu karena mengalami stroke akibat asam urat beberapa tahun yang lalu.

Selain bantuan 5 buah kursi roda, yayasan tersebut juga memberikan bantuan berupa 5 buah tongkat bantu jalan berupa kruk dan walker yang diperuntukkan juga bagi para penyandang disabilitas atau para lansia di Pantirejo dan sekitarnya.

Terpisah disampaikan Dandim, Letkol Infanteri Arfan Johan Wihananto, bahwa bantuan secara simbolis telah diserahkan oleh Bupati Pekalongan, H. Asip Kholbihi, SH, M.Si, saat acara pembukaan (16/3) dan penutupan TMMD (14/4), kepada perwakilan keluarga di Halaman Balai Desa Pantirejo.

“Mewakili penerima manfaat, saya ucapkan banyak terima kasih kepada Yayasan Sayap Ibu Jakarta, atas partisipasinya mensukseskan TMMD Reguler Pekalongan,” ucapnya. (Aan)

Pekalongan, Sulutnews.com – Itulah yang terjadi di Dukuh Pepedan RT. 02 RW. 01, Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, yakni anak-anak desa memanfaatkan jalan aspal hasil TMMD Reguler 107 Kodim Pekalongan untuk bermain bulu tangkis.

Jadi inilah bukti bahwa manfaat jalan bukan hanya sangat besar bagi mayoritas petani di Pantirejo, namun juga bagi anak-anak sebagai akses menuju sekolah dan tempat bermain mereka yang baru.

Jalan ruas I TMMD itu membentang sepanjang 1.950 meter lebar 3 meter dari Dukuh Pepedan menuju perbatasan dengan Desa Sidosari, yaitu desa tetangganya.

Disampaikan Kadus Pepedan, Nasichin (61), “Apa yang dilakukan anak-anak kami adalah luapan kegembiraan karena akses utama mereka menuju ke sekolah, SDN Pantirejo 01 di Dukuh Jlubang dan SDN Pantirejo 02 di Dukuh Sutosari, menjadi halus,” ungkapnya, Sabtu (18/4/2020).

Menurutnya juga, itulah ekspektasi dari anak-anak melihat jalan sepanjang 2,5 kilometer hasil TMMD di desanya kini berbanding terbalik dari sebelumnya.

Menurutnya juga, itu memang menjadi kesuksesan Satgas TMMD dalam membangun infrastruktur desa yang berimbas kepada minat olahraga. (Aan)

Pekalongan, Sulutnews.com – Pernah bertugas hampir satu bulan lebih menggali segala aspek masyarakat Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, dan juga saat bergotong royong dengan anggota Satgas TMMD Reguler 107 Pekalongan membuat anggota Tim Jurnalistik TMMD Reguler Kodim 0710 Pekalongan, menjadi bagian dari masyarakat Pantirejo.

Salah satunya masyarakat yang sudah menganggap mereka keluarga adalah Suramto (64), pensiunan guru asal Dukuh Sutosari RT. 01 RW. 04, Pantirejo.

Untuk diketahui, Suramto juga merupakan salah satu keluarga asuh Satgas TMMD bersama 19 warga lainnya yang tersebar di 3 dukuh di Pantirejo (Pepedan, Sutosari dan Jlubang). Keluarga ini juga menerima Uang Lauk Pauk (ULP) bekal dari masing-masing anggota Satgas yang menginap di rumahnya selama satu bulan.

Disampaikan Suminah (59), istri Suramto, bahwa dirinya sangat terbantu uang makan dari TNI yang telah selesai membangun infrastruktur dan merehab 10 unit rumah warga kurang mampu. Sehingga, jika ada anggota Kodim Pekalongan yang saat ini masih mencari dokumentasi kegiatan pasca TMMD, ia pun tak segan-segan mengundang makan ala kadarnya.

“Sudah terbiasa saya dulu memasakkan TNI. Untuk Bapak-bapak wartawan dari Kodim ini, mereka juga keluarga saya, jadi kalau siang mereka wajib makan disini,” ungkapnya, Sabtu (18/4/2020).

Tampak kebersamaan antara keluarga tersebut dengan Serka Syamsuri, Sertu Sumaji, Sertu Suwandi dan Serda Daryono, saat makan siang.

Inilah bukti semangat TMMD Reguler telah menumbuhkan ikatan baru dengan warga desa sasarannya. Sekilas gambar nampak wajar saja, namun makna tersiratnya adalah keikhlasan dan hubungan emosional. (Aan)

Pekalongan, Sulutnews.com – Inilah prasasti TMMD Reguler 107 Kodim 0710 Pekalongan yang berada di samping Lapangan Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Prasasti sebagai tanda akhir pembangunan lintas sektoral bersama seluruh warga setempat dan dibantu warga desa di sekitarnya, diletakkan di samping jalan aspal TMMD ruas I, di titik 1.200 meter dari 1.950 meter jalan aspal yang membentang dari perbatasan dengan Desa Sidosari menuju Dukuh Pepedan Desa Pantirejo dengan melewati lapangan tersebut.

Bangunan penanda itu mewakili seluruh sasaran infrastruktur TMMD yang meliputi pengaspalan jalan sepanjang 2,5 kilometer lebar 3 meter di 3 ruas, pembuatan talud sepanjang 800 meter tinggi 1 meter di dua ruas jalan, pembuatan 3 unit Pos Kamling di 3  dukuh di Pantirejo (Pepedan, Sutosari dan Jlubang), serta rehab 1 unit TPQ At Taqwa di Dukuh Pepedan RT. 03 RW. 05.

Disampaikan Pelda Rusgiarto, Kepala Penerangan Kodim Pekalongan, bahwa pembuatan tugu peringatan tersebut dimaksudkan sebagai penanda dan pengingat warga setempat khususnya dan warga lain umumnya, bahwa infrastruktur yang telah dibangun di tengah pandemi virus corona itu merupakan karya Satgas TMMD Reguler, lintas sektoral dan masyarakat.

“Prasasti ini akan menjadi saksi sejarah bahwa di Desa Pantirejo pernah ada TMMD Reguler dari Kodim Pekalongan,” ungkapnya, Sabtu (18/4/2020).

Menurutnya juga, dengan pemasangannya di lokasi strategis itu, diharapkan masyarakat umum dan generasi desa berikutnya akan menjadi tahu bahwa Pemerintah dan TNI sudah melakukan upaya untuk memajukan kesejahteraan masyarakat Pantirejo khususnya dan sekitar umumnya. (Aan)