Kodim Tulungagung

Kodim Tulungagung (1150)

Tulungagung,Sulutnews.com -  Sosok mbah Jono merupakan sosok tua yang menggugah jiwa kita sebagai generasi muda. Menggugah akan perjuangan para orang tua terdahulu yang kita saat sekarang tinggal menikmatinya. Mungkinkah generasi saat ini sadar akan hal itu, atau justru generasi sekarang merasa lebih hebat, lebih bertekhnologi atau merasa lebih cerdas.

Itu yang menjadi pertanyaan panjang, keyakinan dari orang tua pastilah generasi sekarang harus lebih dihargai dari orang tua yang dulu, karena generasi sekarang lebih pinter, lebih berteknologi, SDMnya tinggi, mungkinkah ada pendapat seperti itu. Pertanyaan itulah yang mugkin muncul dari orang tua.

Begitulah mungkin sepintas yang perlu kita renungkan. Kita ini hanyalah generasi penikmat, jangan berfikir neko – neko, generasi penikmat itu tugasnya menjaga dan membangun, maka dengan begitu jangan menghilangkan peran utama orang tua, kita ini hanyalah pemeran pembantu jangan sok jadi pemeran utama, mungkin itu yang perlu kita pahami juga.

“Sebagai generasi muda kita harus mampu bersikap yang terbaik dengan orang tua, bersikap, bertutur kata atau yang lainya. Dengan begitu kita akan mengerti siapa sebenarnya diri kita, bukan siapa –siapa dan tidak ada apa –apanya dibandingkan dengan para orang tua dulu.

Sadar dan eling, harus selalu dicamkan oleh generasi muda. Jangan sembrono, apa yang kamu punyai karena dari orang tua dan apa yang kita bisa juga karena orang tua. (*)

 

Tulungagung,Sulutnews.com – Dengan penuh santun dan begitu hormat Praka Sodik mencukur rambut Mbah Jono Warga Dusun Ngepoh Desa Ngepoh Kecamatan Tanggunggunung Kabupaten Tulungagung. Santun dan hormat dengan yang lebih tua sekalipun itu mencukur harus dilakukan, jangan sampai tidak hormat pada yang lebih tua.

Generasi muda harus ingat bahwa kita semua ada, kita bisa seperti saat sekarang semuanya atas perjuangan para orang tua, tanpa mereka belum tentu kita akan bisa seperti saat ini. Itulah pentingnya ketika kita kepada orang tua, jaga sikap dan jaga bicara.

“Sebagai yang muda kita wajib memberikan yang terbaik kepada orangtua, bukan harus uang, bukan harus harta, tetapi kita beri santun dan hormat kepada orang tua. Jangan pernah mengucapkan kata yang tak pantas, karena kita ada, kita ini seperti saat ini juga dari orang tua, tidak hanya orang tua kandung saja, tetapi juga orang tua yang lain, karena dari jasa – jasanya kita dapat seperti saat sekarang,” jelasnya, Selasa (28/7/2020).

Manusia harus mampu berfikir jernih, sebagai generasi muda harus mampu menangkap setiap apa yang harus kita lakukan terhadap orang tua, jangan hanya berfikir kepada nanti saja, tetapi harus berfikir kepada orang yang membuat kita ada dan menikmati jaman yang seperti saat ini, bukan jaman seperti orang tua terdahulu.

“Kita harus malu kepada orang tua, otak dan fikiran kita harus jalan, jangan hanya berfikir sok kaya, sok pinter dan sok hebat, orang tua tidak butuh itu semua, orang butuh bagaiman generasi muda itu menjadi generasi yang tangguh, santun, rendah diri dan beraklaq,” tegas Praka Sodik. (*)

Tulungagung,Sulutnews.com – Melihat kondisi Mushola sudah selesai dikerjakan 100 persen, maka tinggallah lingkungan mushola harus dibersihkan agar terlihat rapi dan lebih cantik bila dipandang. 

Pagi itu beberapa satgas TMMD bersama dengan beberapa warga membersihkan lingkungan mushola agar nampak rapi.

Mbah Jono yang rumahnya dekat dengan mushola begitu bersemangat untuk selalu membantu apa yang dikerjakan oleh satgas TMMD. Ketika bersih – bersih itu satgas mengingatkan mbah Jono kalau rambutnya sudah panjang, spontan mbah jono bilang, “Sampeyan potong to mas.”

Melihat reaksi mbah Jono yang begitu serius, Praka Sodik tidak pikir panjang lalu menjawab, “Nggih mbah mangke kulo potong, Sekedhap malih (Ya Mbah, Nanti saya cukur, sebentar lagi -Red) begitulah percakapan awal ketika Praka sodik hari itu mencukur rambut mbah jono dan rekan – rekan yang lain.

“Disini kalau mau potong rambut tempatnya agak jauh, jadi harus perlu waktu untuk ketempat tukang cukur, mbah Jono sudah tua kalau tidak diantar juga tidak mungkin sampai kesana, maka ketika diingatkan rambutnya sudah panjang terus mau dipotong dengan rela dan iklas saya menawarkan diri,” kata Sodik, Selasa (28/7/20).

Setelah beberapa waktu mbah Jono kemudian diajak ketempat yang nyaman duduk dikursi.

 “Saya potong sesuai permintaannya,” katanya.

 Setelah banyak ngobrol mbah Jono juga memberikan banyak cerita tentang Desa Ngepoh Kecamatan Tanggunggunung Kabupaten Tulungagung. Salah satunya menceritakan kalau desa Ngepoh sejak berdiri Hingga sekarang Sudah berganti 8 kepala desa, begitulah salah satu cerita mbah Jono pada Praka Sodik. (*)

Tulungagung, Sulutnews.com – Cuaca hari itu cukup cerah, disekitar mushola yang dibangun oleh satgas TMMD nampak begitu panas, namun udaranya sangat sejuk, Praka Sodik menggerakkan tangan dan alat potong rambut di kepala mbah Jono.

Satgas TMMD Reguler 108 dari yonif 511 yang masih muda tapi supel dan banyak senyum itu menampilkan keahlianya dengan penuh santai dan percaya diri. Kekuatan mencukur ada di hati yang diimbangi dengan imajinasi terampilnya gerakan tangan dan kecermatan pandangan mata.

Begitulah apa yang diperlihatkan oleh Praka Sodik, ketika mencukur rambut dari mbah Jono. Tidak ada ketegangan dari wajahnya, hanya senyuman serta pembicaraan mengikuti arah apa yang dibicarakan mbah jono. Bahasa jawa yang kas dengan halus ketika berkomunikasi dengan yang lebih tua diperlihatkan oleh Praka Sodik.

Menghormati yang lebih tua adalah wajib baginya, termasuk ketika mau mencukur memegang kepala mbah Jono pun tetap dengan bahasa yang menurutnya benar dan sopan, “Nuwun sewu”, begitulah terdengar kata yang keluar dari mulut Praka Sodik.

“Kita ini kan orang jawa, dilahirkan di jawa, dibesarkan di jawa, kalau mungkin tidak pinter bahasa halus ya paling tidak sedikit – sedikit bisa, jadi dengan orang tua kita dapat menempatkan diri. Karena dari orang tualah kita ini menjadi generasi seperti saat sekarang, Cuma menghormati saja apa kita tidak bisa,” terang Praka Sodik, Selasa (28/7/2020). (*)

Tulungagung, Sulutnews.com – Cukup mengesankan dan sangat memuaskan, itulah kata –kata yang tepat untuk Praka sodik yang memberi hasil bagi orang – orang yang dicukurnya. Tidak ada hasil yang salah dari permintaan, semuannya sesui dan sangat mengesankan.

Banyak warga yang heran dengan satgas, tukang kayu banyak yang menguasai, tukang batu juga begitu. Praka Sodik ini ternyata bisa seperti tukang cukur yang sangat lihai dan penuh percaya diri kalau memotong rambut.

 Sehingga mbah Jono yang rambutnya dihajar sama Praka Sodik cuma ngikut saja. Setelah selesai mbah Jono hanya dapat berkata, hebat, karena hasilnya sesuai dengan permintaanya. Dan yang membuat semua orang kagum itu cara memotongnya yang begitu cepat sekali.

“Hasil cepat itu karena sudah terbiasa mencukur model seperti itu, jadi sudah hafal sekali. Kalau ada orang yang minta model seperti itu yang tinggal mainkan alat sama tangan saja pasti sudah jalan sendiri,” kata Praka sodik, Selasa (28/7/2020).

“Kata Mbah Jono, ”Kalau buka tempat cukur anak – anak muda pasti akan cocok semua, la model apa saja bisa. Dan begitu ahli dalam memainkan tanganya, sama sekali tidak kaku justru sangat ahli dan terampil.” (*)

Tulungagung, Sulutnews.com – Dalam kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler 108 Kodim 0807/Kabupaten Tulungagung, banyak hal yang membuat warga bingung dan tidak yakin, ketika melihat hasilnya warga baru percaya dengan kemampuannya.

Termasuk kemampuan mencukur dari salah seorang anggota satgas TMMD 108 dari Yonif 511 yang mempunyai keahlian sebagai tukang cukur. Praktis, rapi, bagus, cepat dan cekatan, serta hasilnya memuaskan bagi yang dicukur.

Itulah Praka Sodik, personil TNI yang mempunyai bidang keahlian mencukur layaknya tukang cukur profesioanal. Sambil mencukur banyak senyum serta menghibur dan itulah salah satu kelebihannya. Sehingga siapa yang dicukur tidak mengantuk.

Kata Joni, Selasa (28/7/20) mengatakan, ” Praka Sodik merupakan Tentara yang cukup lihai dalam mencukur rambut, cukup cekatan dan begitu ahli serta cepat kalau mencukur, tinggal bagaimana permintaanya Praka Sodik langsung mengerti maksutnya, dan langsung dicukur.”

Menurut rekan kerjanya, Praka sodik ini kalau ilmu mencukur sangat menguasai sekali, tidak ada yang diragukan dari cara mencukurnya. Karena teman – teman tentara juga banyak yang minta tolong padanya yang hasilnya juga sangat memuaskan sekali. (*)

Tulungagung,Sulutnews.com – Praka Sodik yang merupakan anggota satgas TMMD 108 dari yonif 511, ternyata ahli memotong rambut ala salon mahal. Dengan alat yang tidak berbeda dengan salon serta ketrampilanya Sodik memainkan alat potong dengan tangannya.

Jono yang rumahnya dekat Mushola yang baru jadi tersebut telah dipotong oleh Praka sodik. Tidak ada keraguan ataupun bingung memotong rambut orang yang sudah tua, justru begitu cepat dan sangat ahli sekali. Karena memang Praka Sodik ini sering memotong rekan – rekanya dengan berbagai model seperti yang ada di salon.

Sebenarnya masalah memotong rambut bukan pekerjaanya, namun masalah keahlianya tidak kalah dengan yang sudah profesional. Hal itu dapat dilihat dari cara memotong, memainkan alat serta permintaan dari yang cukur, semuanya hasil sesuai dengan permintaan.

Hampir semua model rambut Praka Sodik menguasainya. Justru dia ahli kalau memotong model anak muda. Cepat, cekatan dan hasilnya cukup maksimal. Siapa yang potong pasti puas dengan apa yang dikerjakan oleh Praka Sodik.

“Saya memang sejak dulu sudah suka motong rambut punya teman – teman, bahkan hampir setiap hari teman –teman pasti ada yang minta tolong, dari situ saya belajar secara otodidak, sehingga pelan –pelan akhirnya semua model saya pelajari sendiri, Alhamdulillah teman – teman semuanya puas dan tidak ada yang komplin,” jelasnya, Selasa (28/7/2020). (*)

Tulungagung,Sulutnews.com – Desa Ngepoh kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung telah mendapatkan berkah dari Allah SWT. Suatu rejeki yang tak ternilai buat masyrakat Desa Ngepoh termasuk juga anak –anak.

Sejak pembangunan yang dilaksanakan oleh TMMD Reguler 108 Kodim 0807/Tulungagung, telah memberikan warna kepada masyarakat desa ngepoh. Rabat beton jalan penghubung, salah satu dari berkah yang diterima oleh seluruh masyarakat.

Jalan penghubung kedua dusun tersebut telah memberikan bukti kepada semua orang akan manfaatnya, setelah dirabat 100 persen jalan tersebut kini telah dipakai anak –anak untuk bermain dan bersepeda.

“Jalan ini sangat membuat kami sangat bahagia, karena teman – teman dapat bermain dan bersepeda disini dengan cukup senang, jalanya halus dan bersih, serta tidak berbahaya. Walaupun halus dan tidak berbahaya tetap saja kita harus hati – hati,” katanya.

Sementara itu kopda Bustanul mengatakan,” orang tua harus tetap mengawasi anak –anak yang bermain, jangan sampai mereka tidak terkontrol dalam bermain dan bersepeda. Karena nanti kalau terlalu bahagia justru sangat berbahaya bagi anak.” (*)

Tulungagung, Sulutnews.com – Hidup di daerah pegunungan memang ada kendala bagi anak untuk bersepeda, karena jalan yang datar terbatas. Selain itu, jalannya pasti berbahaya bila dipakai untuk bersepeda. Dan itu terbukti ketika didesa ngepoh ada jalan rabat dan datar anak –anak langsung bermain sepeda dijalan tersebut.

Jalan yang dibangun oleh Satgas TMMD tersebut ternyata sangat bermanfaat sekali untuk bermain. Setiap hari anak –anak yang bermain dijalan ini semakin bertambah, tentunya jalan beton tersebut sangat ramai dengan anak – anak.

Mungkin kemarin anak – anak pada belum tahu dan untuk hari ini lebih dari 12 anak bermain sepeda dijalan beton yang baru. Menurut Sumadi, Selasa (28/7/20) mengatakan, ”Anak –anak ini begitu ceria dan Bahagia,dengan melihat mereka bermain ,sungguh tempat bermain yang sangat menggembirakan.”

Ia sangat suka bermain disini, karena kemarin belum tahu kalau jalanya boleh untuk bermain anak –anak, kalau tahu mungkin sejak kemarin pasti sudah bermain disini.

Hal senada juga dikatakan oleh Radit, yang mengatakan, ” Anak – anak sangat suka bermain disini, hari pertama bermain Cuma 4 orang, namun untuk saat sekarang sudah lebih dari 12 orang.” (*)

Tulungagung, Sulutntews.com – Bersepeda merupakan kendaraan ringan bagi anak –anak yang masih dibawah umur, sehingga dengan bersepeda selain sehat tentunya anak –anak juga akan lebih terkontrol oleh orang tuanya. Karena anak – anak juga tidak akan pergi terlalu jauh dari rumah.

Jalan beton yang telah digarap oleh satgas bersama rakyat dalam program kegiatan TMMD 108 kodim 0807/Tulungagung saat ini sudah selesai 100 persen sekaligus menjadi fungsi bermain anak dan bersepeda. Sungguh nampak keceriaan dari anak –anak desa tersebut.

Bermain ditempat yang besih, halus dan bagus serta mulus tentu sangat diinginkan oleh anak –anak. Karena anak –anak sangat membuthkan satu tempat yang lapang agar dapat bermain dengan bebas, serta dapat bergerak lebih leluasa. Sehingga dengan hoby bersepeda, akan menjadikan anak akan lebih dapat menjaga keseimbngan.

Keseimbagan dalam berfikir, mengolah otak, kejeliaan, ketangkasan serta kecepatan. Itulah perlunya bersepeda bagi anak – anak, sehingga dengan dapat bersepeda seperti itu akan terbentuk keseimbangan antara Yan dan yin dari anak –anak.

“Bersepeda merupakan satu kegitaan yang selalu dilakukan oleh anak. Sehingga anak anak sejak kecil sudah mulai belajar bersepeda, kalau sudah mau bersepeda maka keseimbangan yan dan yin akan terjaga dengan baik,” jelas Yani, Selasa (28/7/2020). (*)